Ahad, 18 Syawal 1447 / 05 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Lumbung Desa Cigalontang Tasikmalaya Hasilkan Panen Padi Sehat Pertama

24 Feb 2018 09:57:51
Lumbung Desa Cigalontang Tasikmalaya Hasilkan Panen Padi Sehat Pertama

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kelompok tani lumbung desa binaan Sinergi Foundation di Kampung Cibaeud Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Tasikmalaya mencatat panen hasil percobaan budidaya padi sehat mencapai 9 kwintal. Sistem pertanian sehat ini diujicobakan untuk lahan seluas 250 tumbak.

Lumbung Desa (LD) Cigalontang sendiri sengaja membudidayakan padi sehat, tanpa urea maupun pestisida. Menurut Eggie Ginanjar, koordinator Lumbung Desa, hal ini dilakukan agar petani tak hanya menghasilkan beras yang halal, namun juga thayyib (baik) untuk dikonsumsi. Dengan pertanian organik, padi yang dihasilkan jauh lebih sehat.

“Islam menganjurkan kita untuk mengonsumsi makanan halal dan sehat,” kata Eggie, Jumat (23/2/2018) .

Pun selain itu, keberadaan pestisida selama ini justru merusak tanah. Padahal, kata Eggie, Allah sendiri melarang hamba-Nya merusak lingkungan.

Sebab itu, ia menjelaskan LD Cigalontang kedepannya mengembangkan padi sehat. Selain dikelola tanpa urea dan pestisida, padi ini juga menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) bonggol pisang untuk menyuburkan tanah dan tanah.

“MOL bonggol pisang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman,” terangnya.

Ia memungkas, “Saya harap, ini bisa menjadi percontohan LD lainnya, sekaligus menyadarkan bahwa peradaban mulia mulanya dari pangan yang halal dan sehat.”

Siaran Pers

Kategori : Ekonomi Nasional

Tags : lumbung desa sinergi foundation

Soal Ulama Diteror, Guru Besar Unair : Yang Mengatakan Gila Harusnya Psikiater, Bukan Polisi

24 Feb 2018 09:42:30
Soal Ulama Diteror, Guru Besar Unair : Yang Mengatakan Gila Harusnya Psikiater, Bukan Polisi

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Maraknya kejadian penyerangan ulama dan perusakan tempat ibadah di Jawa Timur oleh terduga orang gila membuat masyarakat semakin waspada. Pihak kepolisian diminta berhati-hati mengkhawatirkan. Pihak kepolisian pun diminta hati-hati untuk tidak asal mengatakan orang gila. Pasalnya, yang mempunyai otoritas tersebut adalah psikiater.

Hal ini diungkapkan guru besar di bidang Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Prof .Kacung Marijan. “Ini harus ada pemetaan yang jelas. Siapa sebetulnya yang terlibat dalam penyerangan, apakah betul meraka orang gila,” katanya saat ditemui di Surabaya, Kamis (22/2/2018).

Pria yang juga sebagai Wakil Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyebutkan bahwa kalau memang betul orang gila itu seperti apa. Prof. Kacung menilai bahwa pihak kepolisian terlalu cepat menyebutkan pelakunya adalah orang gila.

“Jangan belum-belum sudah mengatakan orang gila. Publik sekarang ini kan kritis, orang gila kok yang menentukan polisi. Polisi kan tidak punya kompetensi menentukan itu orang gila apa tidak,” ujarnya. Harusnya, lanjut Kacung, yang mempunyai otoritas adalah psikiater. “Makanya sekarang mulai hati-hati polisi dalam mengeluarkan pernyataannya,” imbuhnya.

Selain itu, Kacung melanjutkan, jika memang pelaku adalah orang gila juga perlu diselidiki lebih dalam. Apakah kemauan orang gila sendiri atau ada yang menyuruh.

“Kan, ada orang gila yang bisa disuruh juga. Kasus di Ploso, Kediri itu kalau tidak asalnya bukan dari situ. Masak orang gila dari Situbondo terus tiba-tiba ke Ploso,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kacung meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi terkait pola penyerangannya seperti apa.

“Mereka gila itu datang kesitu atas kemauan diri sendiri atau ada yang menyuruh. Kalau ada ini siapa. Ini tugas polisi,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : orang gila orang gila ditangkap orang gila serang ulama psikiater ulama ulama diserang

Mengintip SHAF, Klinik Gratis Berkonsep Islam di Sukoharjo

24 Feb 2018 09:30:12
Mengintip SHAF, Klinik Gratis Berkonsep Islam di Sukoharjo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Berkonsep Islami dan mencari keberkahan, itulah yang diharapkan Dr. Ismail Maryanto,Sp.OT saat mendirikan Klinik Utama SHAF yang terletak di jln Mangesti Raya, Purbayan, Baki, Sukoharjo.

Pasalnya, di klinik yang berdiri atas dasar desakan warga sekitar yang membutuhkan sarana kesehatan tersebut, Dr Ismail selaku direktur sekaligus pemilik klinik, mewajibkan setiap perawat jaga untuk membaca Al-Quran. Selain itu, pihaknya juga mengadakan kajian rutin setiap Jumat sore untuk para pegawai dan masyarakat sekitar.

“Kita itu Islam, tapi baca Al-Quran hanya Ramadhan saja, nah sekarang anak-anak itu kita paksakan setiap jam jaga kita suruh awali membaca Al-Quran 2 ayat dan alhamdulillah lancar. Kita juga mempunyai dokter yang hafal Quran mau mengawasinya,” katanya kepada Jurnalislam.com usai acara saft louncing Klinik tersebut pada Jumat, (23/2/2018).

“Kalau klinik yang barakah, dengan bekerja disini diharapkan bisa dekat dengan Allah, prinsipnya seperti itu,” sambung Dr Ismail.

Selain itu, klinik yang berdiri 2 lantai ini, juga memberikan layanan kesehatan gratis pada santri Ponpes di sekitar lokasi, bahkan, untuk para pengajarnya pun tidak dibebankan biaya saat memeriksakan kesehatannya di Klinik yang mempunyai semboyan Small is Beautiful.

“Rencana itu sudah ada, ada 5 ponpes di sekitar sini, sudah kita beri edaran setiap pondok dipersilahkan untuk memeriksakan santrinya yang sakit secara gratis setiap pondok maksimal 10 orang setiap bulan, dan untuk ustadzah dan ustaznya gratis dan hanya itu yang bisa buat untuk sangu akhirat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, nama Klinik yang diambil dari salah satu surat dalam Al-Qur’an ini mempunyai 40 kamar rawat inap, 6 dokter, 6 perawat dan 5 bidan untuk menangani para pasien yang ingin berobat di klinik tersebut.

Kategori : Komunitas Nasional

Tags : klinik gratis klinik islam konsep islam pesantren shaf

Bupati Tak Segera Tandatangani SK Pencabutan Izin, Unjuk Rasa di Depan PT RUM Ricuh

24 Feb 2018 09:25:01
Bupati Tak Segera Tandatangani SK Pencabutan Izin, Unjuk Rasa di Depan PT RUM Ricuh

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Massa aksi unjuk rasa warga terdampak limbah bau dari PT RUM yang sejak Kamis (22/2/2018) sore memblokade akses masuk pabrik, akhirnya terlibat kericuhan dengan pihak aparat yang melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian.

Ribuan massa yang sejak awal menginginkan perusahan Rayon tersebut untuk segera tutup itu, berhasil merangsek akses masuk perusahaan pada Jum’at (23/2/2018) siang, massa yang emosi akibat belum ditandatanganinya SK pencabutan ijin oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo kian tidak terkendalikan.

“Kami sudah datang ke Pemkab Sukoharjo dan kami tidak mendapatkan hasil seperti yang dijanjijkan kemarin. Alasannya belum dibahas. Jangan salahkan rakyat jika harus melakukan blokade karena ini mempertaruhkan nyawa masyarakat,” papar Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Bambang Wahyudi sebagaimana dilansir dari Sukoharjo.sorot.co.

Menurut pantauan Jurnalislam.com di lapangan, beberapa truck Dalmas didatangkan guna untuk menghalau massa yang kian tak terkendali itu, suasana mencekam pun terasa saat massa berhasil merusak pagar dan membakar pos keamanan yang ada di area pabrik tersebut.

Tak hanya itu, massa yang kian bertambah ini juga memecahkan kaca pos keamanan dan membakar ban di sekitar lokasi aksi. pihak aparat pun menangkap beberapa orang yang didukan melakukan tindakan anarkis.

Aksi unjuk rasa ini pun akhirnya terhenti pada pukul 17.26 wib, ketika salah satu tokoh masyarakat sekitar membacakan surat keputusan dari bupati terkait pemberhentian sementara perusahaan Rayon tersebut, setelah dibacakan SK itu, massa pun membubarkan diri dengan tertib.

Kontributor : Nurdin

Kategori : Nasional

Tags : limbah pt rum pt rum ricuh tutup pt rum

AS Salahkan Rusia atas Pembantain Warga Sipil Ghouta Timur

24 Feb 2018 06:10:31
AS Salahkan Rusia atas Pembantain Warga Sipil Ghouta Timur

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, pada hari Jumat (23/02/2018) menyerukan perlunya mendesak gencatan senjata untuk menghentikan pemboman “mengerikan” di Ghouta timur beberapa jam sebelum memberikan suara.

De Mistura terus menekankan perlunya “akses kemanusiaan tanpa hambatan” ke daerah tersebut dan memfasilitasi evakuasi warga yang sakit dan terluka saat gencatan senjata dimulai.

Pada saat yang sama, Mistura meminta penjamin proses Astana segera mendesak untuk mengembalikan zona de-eskalasi di Suriah.

Uni Eropa Ajak Dunia Bersatu Desak Assad Hentikan Pembantaian Warga Ghouta Timur

Sebelumnya, Amerika Serikat mengecam Rusia pada hari Kamis (22/2/2018) karena membombardir warga sipil Ghouta Timur Suriah, dengan mengatakan bahwa Rusia memiliki “tanggung jawab aneh” atas lebih dari 400 kematian warga di pinggiran kota Damaskus.

Setelah serangan udara dan roket baru oleh pasukan rezim Syiah Suriah membunuh 46 lainnya, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert menyalahkan Rusia karena tidak menghentikan tindakan rezim sekutu Bashar al-Assad.

“Tanpa dukungan Rusia terhadap Suriah, kerusakan dan kematian pasti tidak akan terjadi,” kata Nauert kepada wartawan Reuters. “Ini adalah peringatan yang tepat bahwa Rusia memiliki tanggung jawab unik atas apa yang sedang terjadi di sana.”

Jet Tempur Rusia Kembali Bunuhi Warga Sipil di Ghouta Timur, 23 Tewas

“Apa yang mereka lakukan untuk menghentikan kerusakan, kematian, pembunuhan yang terjadi di Suriah?” Kritik tersebut muncul beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB gagal menyetujui sebuah rancangan resolusi baru gencatan senjata 30 hari di Ghouta Timur untuk membebaskan bantuan masuk ke penduduk sipil yang terjebak di sana.

Nauert menyalahkan Moskow karena sekali lagi “melemparkan kunci pas” ke dalam perundingan untuk menghalangi gencatan senjata.

Nauert mengatakan serangan terhadap Ghouta Timur, yang dimulai pada hari Ahad (18/02/2018), menunjukkan kegagalan proses Astana, di mana Rusia, Iran, dan Turki berusaha untuk mendirikan zona de-eskalasi di Suriah, termasuk satu zona untuk Ghouta Timur.

“Ini menunjukkan betapa sulitnya zona deeskalasi ini,” kata Nauert. Dia mengatakan bahwa Sekretaris Negara AS Rex Tillerson “sangat fokus” pada situasi Ghouta Timur dalam pembicaraan rutin dengan rekan-rekannya.

Namun dia tidak dapat merinci pilihan apa yang harus dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menghentikan serangan tersebut, seraya mendesak media untuk lebih agresif dalam mempublikasikan situasi kemanusiaan.

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengadakan pemilihan suara pada pukul 11 ​​pagi (17.00 GMT) pada hari Jumat mengenai sebuah rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata 30 hari di Suriah untuk mengizinkan pengiriman bantuan dan evakuasi medis, kata misi PBB Kuwait, presiden dewan untuk bulan Februari.

Tidak segera jelas bagaimana sekutu Suriah, Rusia, yang memegang hak veto Dewan Keamanan, akan memilih dalam teks yang disusun oleh Swedia dan Kuwait. Sebuah resolusi membutuhkan sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto dari Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris atau Prancis.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah Rusia

Uni Eropa Ajak Dunia Bersatu Desak Assad Hentikan Pembantaian Warga Ghouta Timur

24 Feb 2018 06:00:43
Uni Eropa Ajak Dunia Bersatu Desak Assad Hentikan Pembantaian Warga Ghouta Timur

JENEWA (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah pernyataan tertulis, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan: “Pertempuran harus dihentikan sekarang – masyarakat internasional harus bersatu untuk menghentikan penderitaan manusia ini,” lansir World Bulletin, Jumat (23/2/2018).

Sejak Selasa, pasukan rezim Syiah Assad telah meningkatkan serangan terhadap pemukiman Ghouta Timur menggunakan bom barel, tembakan artileri dan jenis senjata lainnya.

Selama periode tiga hari, rezim Syiah tersebut dilaporkan telah melakukan 260 serangan terpisah di Ghouta Timur, menewaskan lebih dari 250 penduduk sipil di distrik itu.

400 Tewas dalam 5 Hari oleh Rezim Assad, Warga Ghouta: Bertahan atau Mati Bersama

“Uni Eropa kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kengerian yang dialami oleh warga Ghouta Timur. Ratusan warga sipil, wanita, anak-anak ditargetkan dengan sengaja dan tanpa henti secara brutal, mereka adalah korban perang yang sebenarnya tidak berdosa,” kata Mogherini.

Pernyataan tersebut menambahkan: “Akses kemanusiaan yang tidak terhalang dan perlindungan warga sipil adalah tugas moral dan masalah mendesak. Adalah tanggung jawab semua untuk mencegah hilangnya lebih banyak nyawa, untuk menghentikan kekerasan tersebut.”

Uni Eropa mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut, serta keempat Negara penjamin wilayah deeskalasi, untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan demi memastikan gencatan senjata segera dan perlindungan rakyat Suriah.

Peduli Ghouta Timur, Warga London Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Inggris Lawan Rezim Assad

“Rezim Suriah harus segera berhenti menargetkan rakyatnya sendiri dan memenuhi tanggung jawab utama mereka untuk melindungi rakyatnya. Oleh karena itu, kami mendukung seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata kemanusiaan 30 hari dan mengharapkan masyarakat internasional untuk mendukungnya di New York,” pernyataan ditambahkan.

Uni Eropa juga mengulangi perlunya pembentukan proses politik yang dipimpin oleh PBB di Suriah yang dilanda perang.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Pemerintah Myanmar Hilangkan Bukti Kejahatannya dengan Ratakan 55 Desa Rohingya

24 Feb 2018 04:44:25
Pemerintah Myanmar Hilangkan Bukti Kejahatannya dengan Ratakan 55 Desa Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Myanmar telah meratakan sedikitnya 55 desa yang pernah dihuni oleh Rohingya, menghancurkan bukti kejahatan terhadap minoritas yang dianiaya, menurut Human Rights Watch (HRW).

Gambar satelit yang dikeluarkan oleh kelompok hak asasi manusia pada hari Jumat (23/2/2018) menunjukkan bahwa, antara bulan Desember 2017 dan pertengahan Februari, daerah yang pernah penuh dengan bangunan dan tanaman hijau benar-benar telah dibersihkan.

HRW menggambarkan tindakan pasukan keamanan Burma sebagai “operasi pembersihan etnis” dan meminta PBB serta para pendonor Myanmar untuk menuntut diakhirinya pembongkaran.

Sebanyak 362 desa telah hancur seluruhnya atau sebagian sejak militer Myanmar memulai operasi pembantaian terhadap warga Muslim Rohingya pada Agustus tahun lalu, menurut HRW.

Bangladesh Serahkan 8.032 Warga Muslim Rohingya ke Myanmar

Brad Adams, direktur HRW di Asia, mengatakan bahwa penghancuran desa yang sengaja dilakukan untuk menyembunyikan bukti “kejahatan berat” yang berarti menyumbat keadilan.

“Pembersihan puluhan desa oleh pemerintah hanya meningkatkan kekhawatiran tentang keluarga Rohingya yang bisa kembali ke rumah,” katanya.

“Negara pendonor harus memastikan mereka tidak memberikan dukungan langsung atau tidak langsung yang akan menghambat keadilan atau membantu mereka yang bertanggung jawab atas pembersihan etnis dalam usaha mereka untuk berpura-pura bahwa Rohingya tidak memiliki hak untuk kembali ke desa mereka di negara bagian Rakhine utara.”

Laporan tentang penghancuran desa telah diterima melalui anggota komunitas Rohingya jauh sebelum citra satelit mengkonfirmasikan akun tersebut.

Aktivis Rohingya, Ro Nay San Lwin, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia pernah mendengar laporan tentang desa-desa yang diratakan dari orang-orang di lapangan.

“Saya telah mendengar tentang pembuldozeran desa sejak awal Januari,” katanya, menambahkan: “Ada banyak rumah, masjid dan sekolah Islam yang sebelumnya masih tetap utuh di … Maungdaw tapi semuanya telah dibongkar dan dibuldoser.

Pengungsi Muslim Rohingya Belum Layak Kembali ke Myanmar, Ini Alasanya

“Petugas Rakhine pertama-tama memasuki rumah dan mengambil barang yang mereka inginkan … Lalu penguasa menghancurkan dan melibas semuanya.”

Sejak Agustus lebih dari 650.000 warga Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke negara tetangga Bangladesh dimana mereka tinggal di kamp-kamp di dekat perbatasan.

Mereka yang melarikan diri membawa serta laporan pemerkosaan, mutilasi, penyiksaan, pembunuhan, pembakaran dan penghancuran rumah oleh tentara Budha Myanmar dan gerombalan warga Budhis main hakim sendiri.

PBB menggambarkan keadaan mereka sebagai contoh nyata genosida abad ini, namun masyarakat internasional hanya melakukan sedikit tindakan untuk menghentikan operasi pemerintah Burma.

Bangladesh dan Myanmar telah menyetujui kesepakatan untuk mengirim pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar.

Sebagai bagian dari kesepakatan repatriasi, Rohingya akan ditahan di pusat penahanan, yang oleh aktivis disebut “kamp konsentrasi.”

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya

Seorang Pemuda Diduga Gila Masuk Ponpes Cipasung Diamankan

23 Feb 2018 14:11:33
Seorang Pemuda Diduga Gila Masuk Ponpes Cipasung Diamankan

SINGAPARNA (Jurnalislam.com) – Sejumlah santri dan pengurus Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya mengamankan seorang pemuda diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Jumat (23/2/2018) pagi. Orang itu diamankan ketika ia tiba-tiba masuk areal pondok dengan bertelanjang dada dan duduk di pelataran makam KH. Ilyas Ruhyat.

Santri dan pengurus pondok pun menghubungi pihak kepolisian. Awalnya pemuda tanpa identitas ini mencoba melawan dan sempat mencak-mencak dengan bahasa yang tidak dimengerti.

Kapolsek Singaparna Kompol Budiman mengatakan bahwa setelah mendapatkan laporan warga pihaknya langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan ke Ponpes Cipasung.

“Menurut pengakuan yang bersangkutan dia hanya ingin ziarah ke maqam saja, tapi kami akan terus dalami, karena dia sering bicara aneh yang jelas saat ini sudah kami amankan di Polres Tasikmalaya,” ujar Budiman.

Dengan dibantu santri dan pengurus pondok orang yang diduga gila ini pun dibawa ke markas Kepolisian Resor Tasikmalaya.

Baca juga: Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya Ditandai X dan Didatangi Tamu Misterius

“Benar, aparat kami mengamankan ODGJ di sekitar pondok pesantren Cipasung, “ kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Anton Sudjarwo kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Atas kejadian itu, Anton mengapresiasi santri dan masyarakat pondok pesantren cipasung yang tidak langsung main hakim sendiri dan memilih melaporkan kepada petugas kepolisian.

“Langkah itu memang yang harus dilakukan dan kita tidak bosan menyampaikan hal itu dalam setiap kesempatan,“ papar Anton.

Pemuda diduga ODGJ di Ponpes Cipasung Singaparna Tasikmalaya

 

Kategori : Nasional

Tags : ponpes cipasung teror orang gila

Operasi Militer Turki di Suriah: Belum Ada Warga Sipil yang Tewas dan Terluka

23 Feb 2018 10:16:01
Operasi Militer Turki di Suriah: Belum Ada Warga Sipil yang Tewas dan Terluka

ANKARA (Jurnalislam.com) – Wakil perdana menteri Turki mengatakan pada hari Kamis (22/2/2018) bahwa selama Operation Olive Branch saat ini di Suriah, tidak ada korban sipil atau luka-luka.

Berbicara di Meja Editor Anadolu Agency, Bekir Bozdag mengatakan: “Sampai saat ini, tidak ada warga sipil yang meninggal atau bahkan terluka dalam operasi Angkatan Bersenjata Turki.”

Bozdag juga mengatakan bahwa pertarungan Turki melawan milisi dukungan AS PYD/PKK di Afrin, Suriah barat laut, dekat perbatasan Turki, memberikan dukungan yang luar biasa untuk integritas dan kedaulatan Suriah.

Siapa pun yang mendukung atau melatih kelompok teror PYD/PKK, termasuk AS, akan mendapat balasan dari Turki, kata Bozdag.

AS menganggap PYD/PKK sebagai “sekutu yang andal” dalam pertempuran, melawan keberatan keras Turki, yang menganggap bahwa kelompok tersebut merupakan cabang dari teroris PKK.

Dalam operasi teroris 30 tahun melawan Turki, PKK – yang diakui sebagai kelompok teroris oleh EU, dan Turki – telah membunuh sekitar 40.000 orang.

Armada Perang Turki Gempur Konvoi Pasukan Rezim Assad di Afrin dengan Artileri

Bozdag mengatakan bahwa sangat penting bagi AS untuk memahami apa yang mereka katakan kepada Turki.

Bekir Bozdag
Bekir Bozdag

Beberapa waktu sebelum pertengahan Maret, pertemuan pertama mekanisme umum AS-Turki direncanakan akan diadakan di Washington, katanya.

Bozdag mengatakan bahwa pertemuan tersebut akan dikoordinasikan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson.

Cavusoglu dan Tillerson menyetujui sebuah mekanisme untuk menangani masalah Suriah saat Tillerson mengunjungi Turki pada 16 Februari.

Mengenai laporan usaha pasukan rezim Syiah Suriah atau pasukan pendukungnya untuk campur tangan di Afrin, Bozdag menambahkan bahwa jika rezim Bashar Al-Assad memasuki Afrin dan menyamar sebagai YPG/PYD/PKK, mereka akan menjadi sasaran, dan jika milisi masuk, mereka akan ditargetkan juga.

“Siapa pun yang terlibat perang melawan Angkatan Bersenjata Turki bersama dengan para teroris ini akan menjadi sasaran bagi kita,” tegasnya.

Bozdag mengatakan bahwa tidak ada pertemuan langsung antara Turki dan rezim Assad, namun Turki menyampaikan harapannya terhadap rezim Assad melalui Rusia.

Ditanya tentang laporan yang mengklaim bahwa Uni Eropa telah menuntut agar Operation Olive Branch dihentikan untuk mewujudkan liberalisasi visa di zona Schengen, dia mengatakan bahwa “tidak ada pertanyaan” untuk melakukan hal ini.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan milisi PYD / PKK dari Afrin, Suriah barat laut.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target militer yang dihancurkan dan “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari penyalahgunaan warga sipil.

Beralih ke RUU aliansi pemilihan baru, Bozdag mengatakan bahwa salah satu konsekuensi terpenting dari tindakan tersebut adalah mempermudah partai-partai yang membentuk aliansi untuk memenuhi ambang batas pemilihan 10 persen.

Dia mengatakan bahwa RUU tersebut juga akan memungkinkan seseorang untuk mencalonkan diri sebagai kandidat dari partai lain tanpa perlu mengundurkan diri dari partai mereka sendiri.

“Ini sangat penting dari banyak sudut,” Bozdag menambahkan.

Bergerak lebih jauh lagi untuk sebuah aliansi dalam jajak pendapat tahun 2019, Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di Turki dan partai oposisi Gerakan Nasionalis (MHP) pada hari Rabu mengajukan sebuah RUU ke Kantor Pembicara Parlemen untuk memungkinkan aliansi pemilihan.

Kategori : Internasional

Tags : Afrin PYD turki

200 Polisi dan Tentara Pendukung Presiden Yaman Terguling Diculik Syiah Houthi

23 Feb 2018 10:06:13
200 Polisi dan Tentara Pendukung Presiden Yaman Terguling Diculik Syiah Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi Yaman menculik 200 petugas polisi dan tentara di Sanaa yang mendukung mantan presiden terguling Ali Abdullah Saleh.

Sumber militer mengungkapkan bahwa mereka yang diculik telah dipecat dari pekerjaan mereka oleh milisi setelah kematian Saleh, dan diganti dengan ratusan milisi di Saada, lansir Al Arabiya, Kamis (22/2/2018).

Syiah Houthi juga menyerang rumah sakit swasta Dar al-Shifaa di Dhamar, yang dimiliki anggota parlemen Partai Populer, Ali Shamar, setelah dia tidak membayar lima juta riyal Saudi ke milisi dan mengharuskan merawat mereka secara medis dengan gratis.

Komandan Senior Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Artileri di Taiz

Sumber lokal mengatakan bahwa milisi mengepung bangunan rumah sakit dengan sejumlah kendaraan bersenjata, kemudian menyerbu masuk untuk memaksa Shamar membayar.

Shamar kemudian memanggil suku-suku dari daerah Maghrib Anas untuk menghadapi milisi tersebut. Menurut saksi mata, puluhan anggota suku bersenjata mengepung rumah sakit tersebut untuk mencoba mengeluarkan milisi Syiah Houthi dari bangunan tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : perang yaman syiah houthi

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED