Ancam Zionis, Jubir al Qassam: Kami Siap Lawan Serangan Laut, Darat dan Udara Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com)Brigade Izzudin al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, telah memperingatkan Israel agar tidak melakukan tindakan agresi terhadap rakyat Palestina, mengatakan akan “segera” membalas setiap tindakan agresi tersebut.

“Perlawanan Palestina siap untuk menghadapi setiap agresi Zionis terhadap rakyat atau tanah kami,” kata juru bicara Qassam Abu Ubaida dalam pidato yang disampaikan setelah latihan militer dua hari yang dilakukan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, lansir World Bulletin Senin (26/3/2018).

“Kami juga tidak akan ragu untuk membela orang-orang kami dan hak-hak mereka,” katanya.

Dia menambahkan: “Kami memperingatkan musuh [yaitu, zionis Yahudi] untuk tidak melakukan tindakan gegabah terhadap rakyat Palestina, yang akan membayar mahal.”

Brigade Izzuddin al Qassam Gelar Latihan Militer di Gaza

Abu Ubaida juga mengumumkan kesimpulan dari latihan militer ekstensif yang dimulai Ahad pagi (25/3/2018).

Dilakukan oleh Brigade Qassam, latihan dua hari itu dimaksudkan untuk menguji kesiapan tempur Brigade dan mempersiapkan serangan Israel secara serentak di Jalur Gaza, menurut Abu Ubaida.

“Latihan termasuk manuver yang ditujukan untuk melawan operasi pendaratan [Israel] dari udara, darat, dan laut,” katanya.

Ratusan mujahdin al Qassam telah dikerahkan di daerah kantong pantai yang terblokade.

Latihan militer tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum rencana aksi hari Jumat di mana para demonstran Gaza berencana untuk berkumpul secara massal di perbatasan timur sekitar 45 kilometer dengan Israel.

Senapan Sniper “Ghoul”, Senjata Produk Al Qassam yang Ditakuti Militer Israel

Acara “Great Return March” ini dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan pada Israel untuk mencabut blokade satu dasawarsa atas Gaza dan menegaskan kembali hak Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah.

Sejak 2007, Jalur Gaza telah menderita di bawah blokade Israel dan Mesir yang melumpuhkan yang telah menghancurkan perekonomian dan merampas komoditas pokok bagi sekitar 2 juta penduduknya.

Sudah 3 Tahun Konflik, Berikut Sejumlah Fakta Kunci Perang di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Selama tiga tahun, Yaman, negara terpuruk di dunia Arab, karena dilanda perang antara pemberontak Syiah Houthi dan pendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Sekte Syiah Houthi dan pemerintah Yaman telah berjuang mati-matian sejak 2004, tetapi sebagian besar pertempuran terbatas hanya di kubu Houthi, provinsi Saada di Yaman utara yang miskin.

Pada September 2014, Houthi menguasai ibukota Yaman, Sanaa, dan melanjutkan maju ke arah selatan menuju kota terbesar kedua negara itu, Aden. Menanggapi kemajuan Houthi, sebuah koalisi negara-negara Arab meluncurkan operasi militer pada tahun 2015 untuk mengalahkan Houthi dan memulihkan pemerintahan Yaman.

Berikut adalah beberapa fakta kunci tentang perang kompleks Yama, lansir Aljazeera, Ahad (25/3/2018):

Banyaknya korban jiwa.

  • Pada 26 Maret 2018, sedikitnya 10.000 warga Yaman tewas akibat pertempuran itu, dengan lebih dari 40.000 korban jiwa secara keseluruhan.
  • Sulit untuk mendapatkan informasi akurat tentang jumlah korban tewas, tetapi Save The Children memperkirakan sedikitnya 50.000 anak meninggal pada tahun 2017, rata-rata 130 anak setiap hari.
  • Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia memperkirakan bahwa serangan udara koalisi pimpinan Saudi menyebabkan hampir dua pertiga dari kematian warga sipil yang dilaporkan, sementara Houthis dituduh menyebabkan korban sipil massal karena pengepungan mereka terhadap Taiz, kota terbesar ketiga Yaman.

Jutaan penduduk Yaman telah mengungsi.

  • Kantor PBB untuk koordinasi urusan kemanusiaan (office for the coordination of humanitarian affairs-OCHA) memperkirakan bahwa lebih dari 3 juta warga Yaman telah meninggalkan rumah mereka ke tempat lain di negara itu, dan 280.000 telah mencari suaka di negara lain, termasuk Djibouti dan Somalia. Seperti dilaporkan oleh Al Jazeera, warga Yaman yang mengungsi secara internal (masih di Yaman) sering harus menghadapi kekurangan makanan dan tempat berlindung yang tidak memadai. Warga Yaman yang belum melarikan diri juga banyak yang menderita, terutama mereka yang membutuhkan perawatan kesehatan.

Banyak negara asing terlibat dalam perang Yaman.

  • Pada 2015, Arab Saudi membentuk koalisi negara-negara Arab untuk mengalahkan pemeberontak Syiah Houthi di Yaman. Koalisi tersebut termasuk Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Maroko, Yordania, Sudan dan Senegal. Beberapa dari negara-negara ini telah mengirim pasukan darat untuk bertempur di daratan Yaman, sementara yang lain hanya melakukan serangan udara.
  • Pemerintah Amerika Serikat secara teratur meluncurkan serangan udara menargetkan Al-Qaeda dan kelompok Islamic State (IS) di Yaman, dan baru-baru ini mengakui telah mengerahkan sejumlah kecil pasukan di lapangan. AS, bersama dengan kekuatan Barat lainnya seperti Inggris dan Perancis, juga memasok senjata dan intelijen bagi koalisi pimpinan Saudi.
  • Iran membantah telah mempersenjatai pemberontak Houthi, tetapi militer AS mengatakan telah menahan pengiriman senjata dari Iran ke Yaman Maret ini, menlaporkan itu adalah yang ketiga kalinya dalam dua bulan ini. Para pejabat Iran juga menyarankan agar mereka mengirim penasihat militer untuk mendukung Houthi.

Bentrokan di Yaman dipandang sebagai bagian dari “perang dingin” Arab Saudi dengan Iran.

  • Arab Saudi berbagi perbatasan yang panjang dan keropos dengan Yaman, dan Saudi takut melihat ekspansionisme Iran melalui dukungannya untuk kelompok bersenjata Syiah. Komentator di negara-negara Teluk Arab sering mengklaim bahwa Iran sekarang mengontrol empat ibukota Arab: Baghdad, Damaskus, Beirut dan Sanaa.
  • Di Suriah, oposisi yang didukung Saudi memerangi rezim Bashar al-Assad, yang didukung oleh Iran. Lebanon adalah arena konflik lain: Iran mensponsori Hizbullah, milisi Syiah dan gerakan politik, sementara Arab Saudi mendukung Sunni Future Movement.
  • Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran meningkat lebih jauh awal tahun ini, ketika Arab Saudi mengeksekusi pemimpin Syiah Nimr al-Nimr dan demonstran Iran menyerang kedutaan Saudi di Teheran.

Perang Yaman jauh lebih kompleks daripada konflik Arab-Iran, Sunni-Syiah.

  • Yaman diperintah selama satu milenium oleh imam-imam Zaydi Syiah sampai tahun 1962, dan kaum Houthis didirikan sebagai gerakan revivalis Zaydi Syiah. Namun, Houthi tidak menyerukan pemulihan imam di Yaman, dan keluhan agama belum menjadi faktor utama dalam perang. Sebaliknya, tuntutan Houthi terutama bersifat ekonomi dan politik.
  • Pada 2013, Konferensi Dialog Nasional Yaman diluncurkan yang ditugaskan untuk menulis konstitusi baru dan menciptakan sistem politik federal. Tapi Houthi menarik diri dari proses dengan meninggalkan pemerintahan transisi Yaman di tempat. Hal-hal yang lebih meradang adalah kenyataan bahwa dua perwakilan Houthi dibunuh selama proses konferensi.
  • Keputusan pemerintah untuk mencabut subsidi bahan bakar pada Juli 2014 membuat marah masyarakat Yaman dan memicu protes jalanan besar-besaran oleh pendukung Houthi dan lainnya, yang menuntut pemerintah untuk mundur. Kaum Houthi mulai mengambil alih Sanaa pada bulan September, memaksa pemerintah untuk melarikan diri.
  • Kaum Houthi dibantu oleh mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang digulingkan oleh unjuk rasa pada tahun 2011, dan para pendukungnya.

Al-Qaeda dan IS.

  • Yaman telah lama menjadi rumah bagi al-Qaeda, dianggap sebagai salah satu cabang paling berbahaya dari organisasi itu. Namun kelompok bersenjata itu mampu memperluas jejaknya di Yaman di tengah kekacauan menyusul tersingkirnya Saleh pada tahun 2011, mengambil alih wilayah di Yaman selatan.
  • Sejak awal perang tahun lalu, al-Qaeda telah meluncurkan beberapa serangan terhadap pemberontak Houthi, yang dianggapnya sebagai musuh kaum muslim. Pada 2015, al-Qaeda mengambil alih Mukalla, ibukota provinsi dan kota terbesar kelima di Yaman. Namun, pada bulan April 2016, 2.000 tentara Yaman dan Uni Emirat didukung AS melancarkan serangan darat terhadap Mukalla dan mengusir Al-Qaeda dari kota.
  • IS mengumumkan pembentukan wilayah, atau negara, di Yaman pada bulan Desember 2014. Pada bulan Maret 2015, mereka mengklaim serangan pertamanya di Yaman: pemboman bunuh diri di dua masjid Sanaa yang digunakan oleh Muslim Zaydi Syiah, yang menewaskan lebih dari 140 orang.

Memberikan bantuan kepada warga sipil di Yaman sangat sulit.

  • Di Yaman, organisasi bantuan menghadapi kendala utama untuk membantu orang Yaman yang membutuhkan makanan, obat-obatan, dan hal-hal penting lainnya. Pengepungan Houthi terhadap beberapa wilayah kota Taiz telah mencegah masuknya pasokan medis yang sangat dibutuhkan.
  • Arab Saudi menekan kelompok-kelompok bantuan untuk meninggalkan daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Yaman, mengatakan bahwa pekerja bantuan menderita resiko tinggi. Pada Januari 2016, sebuah rumah sakit yang dioperasikan oleh Doctors Without Borders terkena roket, menewaskan empat orang. Sebuah pemboman yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi melukai sedikitnya enam orang di sebuah rumah sakit yang dikelola oleh Doctors Without Borders pada Oktober 2015.

    Ribuan Pasukan Yaman, UEA dan Amerika Serikat Bergabung Gempur Al Qaeda di Yaman

SD Luqman al Hakim Surabaya & BMH Gelar Sedekah Darah Untuk Kemanusiaan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sekolah Dasar (SD) Luqman al Hakim Surabaya bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jatim gelar sedekah darah untuk kemanusiaan. Sabtu, (24/3)

Acara yang berlangsung sangat meriah tersebut diadakan di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Event yang diisi dengan berbagi kegiatan ini menghadirkan ketrampilan dan aksi kemanusian. Mulai dari donor darah, bazar murah yang menjual berbagai macam kerajinan tangan, pentas seni, penggalangan dana kemanusiaan untuk Ghouta, Suriah, hingga pelepasan balon kemanusiaan oleh siswa-siswi SD Luqman al Hakim.

Dalam kegiatan Sedekah darah untuk kemanusiaan tersebut, banyak wali murid SD Luqman al Hakim yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Pria dan wanita antri daftar agar bisa mendonasikan darahnya kepada mereka yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) yang ada di acara tersebut.

Manager Program BMH Jatim, Abdan Syakura menjelaskan,

“Kegiatan sedekah darah untuk kemanusiaan ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Surabaya, yakni SD Luqman al Hakim Surabaya bersama BMH Jatim. Lewat kegiatan sedekah darah yakni donor darah ini kami ingin mengajak masyarakat untuk gemar menolong sesama. Semoga darah yang didonorkan tersebut menjadi manfaat untuk mereka yang membutuhkan, dan menjadi pahala sedekah bagi mereka yang sudah menyumbangkan darahnya.”ujarnya.

Hampir 20 orang yang sudah mulai mendaftar dan antri untuk dipanggil petugas medis. Dan ada juga yang menyesal tidak bisa ikut donor darah karena setelah dicek tim medis tetapi belom diizinkan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

“Saya senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sedekah darah atau donor darah ini. Semoga setetes darah yang kami berikan bisa menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,”ungkap Sahrawi, salah satu peserta donor darah dengan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan pelepasan balon kemanusian & penggalangan dana untuk Ghouta, Suriah, dan alhamdulillah terkumpul Rp 6.310.000. Rencana dana tersebut akan disetor ke BMH Pusat yang ada di Jakarta.

Siaran Pers

IMS dan Komunitas Sahabat Hijrah Solo Gelar Hapus Tato Gratis

SOLO (Jurnalislam.com) – Komunitas Sahabat Hijrah (KSH) Solo menggelar layanan hapus tato gratis di Masjid MUI Surakarta, Sabtu-Ahad (24-25/3/2018). Kegiatan yang bekerja-sama dengan Islamic Medical Servis (IMS) ini, merupakan program perdana sekaligus Soft Lounching ‘Komunitas Sahabat Hijrah’ di Kota Surakarta.

Dalam aksi perdana tersebut, masyarakat tampak antusias untuk menjadikan hapus tato gratis ini sebagai sarana awal untuk berhijrah.

“Kita melihat tato ini adalah permasalahan bersama, kita harus pikirkan bareng-bareng, kami melihat siapa yang mau memanfaatkan ini silahkan,” kata Founder Komunitas Sahabat Hijrah (KSH) Helmi Yusuf kepada Jurnalislam.com.

“Dan luar biasa di Solo, yang daftar lebih dari 1000 yang kita tangani sekitar 200 orang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Helmi juga melakukan pembinaan terhadap para peserta yang mengikuti program hapus tato gratis itu, selain pengajian, katanya, KSH juga melakukan aksi-aksi sosial kepada masyarakat luas.

“Kita ajak teman teman ini untuk berhijrah ke arah yang lebih baik, mengadakan pengajian pengajian atau aksi sosial yang berdampak positif,” ungkapnya.

Helmi mengaku, bahwa Tato akan menjadi permasalahan seseorang di dunia pekerjaan maupun stigma negatif dari masyarakat, dalam aksi kali ini, Helmi mengatakan ada berbagai kalangan yang ikut menghapuskan tatonya agar bisa melakukan hijrah dengan lebih baik.

“Usia 13 sampai 40 tahun lebih, dari Pelajar, mahasiswa, PNS, TNI, Kepolisian semua ada, laki laki dan perempuan dan Tato ini menjadi masalah di dunia kerja, pendidikan dan kepegawaian lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Seno (43) warga Baturono, Solo yang ikut program hapus Tato Gratis ini mengaku senang dengan munculnya KSH ini, menurutnya, program hapus Tato ini sangat membantu bagi muslim yang mempunyai Tato untuk dapat Hijrah secara kaffah dan lebih baik lagi.

“Saya sebenarnya sudah mulai hijrah 10 tahun yang lalu, dan baru saat ini ada kesempatan hapus tato, dan adanya ini sangat senang sekali, dan hijrah itu bagus. Semoga teman-teman untuk bisa ikut seperti kita hijrah secara sempurna,” ungkapnya.

Perguruan Muslim Tapak Siaga Solo Lakukan Ujian Kenaikan Tingkat

SOLO (Jurnalislam.com) – Perguruan Beladiri Muslim ‘Tapak Siaga’ melangsungkan ujian kenaikan tingkat terhadap para anggotanya di lapangan Banyuanyar, Solo, Ahad (25/3/2018). Para anggota yang datang dari berbagai daerah itu, harus mengikuti sejumlah tes dari para pelatih untuk dapat naik tingkat.

“Ada beberapa tes yang harus dilalui para anggota, dalam aksi ini, kita juga ingin menjadikan Tapak Siaga sebagai sarana dakwah kepada para pemuda agar menjadi pribadi yang sehat, kuat dan siap menjaga negara tercinta kita ini,” kata Ketua Umum Tapak Siaga Nur Seno Puji Atmoko kepada Jurnalislam.com di sela-sela acara.

Sementara itu, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Banyuanyar Ali Rubiyanto yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi dengan hadirnya Tapak Siaga, menurutnya, tapak siaga adalah wadah yang positif untuk para pemuda yang ada di Solo dan sekitarnya.

“Secara umum untuk melatih generasi muda, yang namanya olahraga dimana ada badan yang sehat disitu ada jiwa yang kuat,” katanya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa selama ini Tapak Siaga juga sudah ikut membantu tugas aparat kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah Banyuanyar dan sekitarnya.

“Sebetulnya kita sudah sering kordinasi dengan ketuanya, dengan adanya ini beberapa kali melakukan amar Ma’ruf Nahi Mungkar selalu berkordinasi dengan kita untuk melaksanakan itu,” ungkapnya.

Tak lupa, Ali berpesan kepada para anggota Beladiri Muslim Tapak Siaga untuk mengunakan ilmu yang didapatkannya untuk hal hal yang positif dan bisa membantu masyarakat sekitar.

“Kita berpesan kepada anak didiknya kalau sudah lepas dari berlatih jangan digunakan untuk hal hal yang jelek, untuk menjaga diri dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Kajian Akbar FUIK Kendal: “Jaga Ukhuwah Walau Beda Harakah”

KENDAL (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Kendal (FUIK) bekerja sama dengan Jamaah Anshorusy Syariah menggelar kajian bertajuk ‘Menjaga Ukhuwah Walau Beda Harokah’ di Masjid Ulul Albaad Karanganom, Weleri, Kendal, Sabtu, (24/03/2018) malam. Kajian diisi oleh Pimpinan Ponpes An-Nahl Magelang Ustaz Fuad Al Hazimi.

Kajian yang dihadiri umat Islam dari berbagai ormas Islam di Kendal dan sekitarnya tersebut diharapkan akan menjadi sarana ukhuwah dalam menghadapi tantangan dakwah kedepan.

“Tujuan diadakan kajian ini adalah untuk menggalang dan mempererat ukhuwah diantara ormas islam yang ada di Kendal. Dan Insyallah kajian ini akan kami adakan rutin 1 bulan sekali,” kata Ketua Jamaah Ansharusy Syariah Kendal Ustaz Didik Rismanto

Sementara itu, dalam pemaparannya Ustaz Fuad berpesan kepada umat Islam untuk dapat memaksimalkan dakwah Islam dan menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok tertentu.

“Beramalah kalian untuk Islam dalam berbagai jamaah, tetapi jangan sekali-kali kalian menyembah kelompok- kelompok selain menyembah Allah,” paparnya.

Lebih lanjut, Ustaz Fuad menjelaskan beberapa ciri-ciri pemimpin dalam Islam. “Pertama harus mencintai kaum muslim, kedua memperjuangkan Islam dan tidak menjadikan orang – orang Islam didzalimi dengan kebijakannya mengkriminalisasi ulama, dan anti yang Islam,” katanya

Untuk itu, Ustaz Fuad mengatakan ada beberapa syarat untuk menjadi pemimpin dalam Islam. “Taat Pada Allah dan Rasulnya, serta paham Agama Islam dan taat pada Ulama,” tandasnya.

Tak lupa ustaz Fuad menghimbau kepada umat Islam untuk selalu taat kepada komando ulama dan menghindari persilisihan di antara kaum muslimin.

Kontributor : Anom

Muhammadiyah: Indonesia Akan Tetap Utuh Selama Masih Beriman

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meyakini Indonesia akan tetap eksis dan utuh pada tahun 2030 selama masih beriman dan bertakwa.

“Indonesia tetap utuh. Karena Indonesia bangsa beriman. Selama beriman dan bertakwa. Indonesia masih tetap ada dan dijaga oleh Allah,” katanya di Gedung PBNU, Jakpus beberapa waktu lalu.

Senada itu, Ketua PBNU Said Aqil Siradj menegaskan Indonesia akan selamanya ada. “Syarat bangsa yang beriman itu bermoral dan berbudaya seperti Indonesia,” tutur Said.

Sebelumnya, dalam sebuah potongan video yang diunggah oleh akun Facebook resmi Partai Gerindra, Prabowo tampak berapi-api saat berpidato. Ia mengatakan sudah ada kajian di negara-negara lain yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

Prabowo menilai hal itu bisa terjadi lantaran elite Indonesia saat ini tidak peduli meskipun 80 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh 1 persen rakyat. Begitu pun saat sebagian besar kekayaan Indonesia diambil di luar negeri.

Reporter: Gio

Al-Nafir: Upaya Al Qaeda dalam Menyatukan Kembali Faksi-faksi Jihad di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – AS Sahab, kelompok media untuk kepemimpinan senior Al Qaeda, merilis edisi terbaru buletin Al-Nafir kemarin (23 Maret). Dan sekali lagi al-Qaeda berusaha untuk menangani pertikaian antar-faksi di Suriah, The Long War Journal, Ahad (25/3/2018).

“Sengketa dan pertikaian antar faksi di Suriah Utara hanya akan mendukung rezim Bashar al Assad dan sekutu-sekutunya,” tulis editor Al-Nafir. Satu per satu perselisihan muncul bergantian, dengan “fatwa baru” yang berkontribusi pada perselisihan.

“Penumpahan darah Muslim itu keji,” penulis Al-Nafir memperingatkan, “terutama karena musuh mengelilingi kita dari semua sisi dan menunggu untuk menyergap mujahidin setiap saat.” Oleh karena itu, Al Qaeda menyerukan “untuk menghentikan pertikaian dan menerapkan Syariah dan berpegang teguh pada tali agama Allah.” Penulis Al-Nafir juga menyarankan kepada “semua saudara (ikhwan) yang tidak berpartisipasi dalam pertempuran itu untuk sabar pada posisinya.”

Al Qaeda beberapa kali berupaya meninjau sengketa antara berbagai faksi di Suriah selama setahun terakhir.

Al Qaeda Rilis Pesan Audio Hamzah Bin Ladin Terbaru

Pada Juli 2016, Jabhah al-Nusrah, cabang resmi al-Qaeda, diganti namanya menjadi Jabhat Fath al-Sham (JFS). Beberapa bulan kemudian, pada Januari 2017, JFS bergabung dengan beberapa kelompok lain untuk membentuk Hay’at Tahrir al Sham (HTS). Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menyatukan jajaran para jihadis, menciptakan satu entitas politik dan militer yang mampu bertahan dari perang yang buruk dan multi-sisi yang telah mengoyak masyarakat Suriah selama bertahun-tahun. Namun, bukannya menyatukan berbagai kelompok, para jihadis dan Islamis di Suriah utara masih terus berselisih. Beberapa orang menuduh pemimpin HTS Syeikh Abu Muhammad al-Jaulani dan orang-orangnya berusaha mengkonsolidasikan kekuasaan di provinsi Idlib sebagai bagian dari wilayah kekuasaan pribadi mereka sendiri.

Beberapa pertikaian mengadu domba HTS melawan sekutunya sejak lama. Pada bulan Februari, Gerakan Nur al-Din al-Zanki dan Ahrar al-Sham membentuk usaha bersama yang dikenal dengan Jabhat Tahrir al-Suriya (JTS), atau Front Pembebasan Suriah. Formasi baru itu berulang kali bentrok dengan HTS.

Baru-baru ini, Front Pembebasan Suriah mengeluarkan pernyataan pada 22 Maret yang menuduh HTS meluncurkan serangan di daerah-daerah pedesaan Aleppo barat menggunakan senjata berat dan komponen persenjataan lainnya. Sayangnya, kelompok itu menyebut HTS sebagai “geng Julani” – menekankan bahwa Jaulani dan anak buahnya adalah agresor.

Cabang Al Qaeda di Afrika Tingkatkan Serangan pada Pasukan Asing

Zanki termasuk pendiri HTS pada Januari 2017. Dan sebagian anggota Ahrar al-Sham, termasuk mantan pemimpinnya, Abu Jaber (juga dikenal sebagai Hashem al Sheikh), awalnya bergabung dengan HTS juga. Abu Jaber bahkan bertindak sebagai orang pertama HTS. Namun, tidak semua anggota Ahrar bergabung dengan perjuangan Jaulani dan HTS telah disusun kembali. Sekarang ini Zanki dan Ahrar bertempur di bawah bendera Front Pembebasan Suriah. Keduanya menyerukan HTS untuk membentuk “ruang operasi” umum untuk memerangi rezim Assad. Tetap saja, ketidaksetujuan mereka tetap tidak terpecahkan.

HTS terus menerus menghadapi kontroversi jihad sejak pendiriannya. Pada 1 Oktober 2017, HTS mengumumkan bahwa Abu Jaber telah digantikan oleh Jaulani sebagai pemimpinnya, memastikan bahwa Syeikh al Jaulani tetap menjadi figur yang paling kuat di dalam tandzim.

Beberapa pekan sebelumnya, pada September 2017, Syeikh Abdullah al-Muhaysini mengumumkan pengunduran dirinya dari HTS. Syeikh Muhaysini, seorang ulama Saudi dan tokoh ideologi yang ditunjuk AS, mengeluh tentang pertikaian antara HTS dan Ahrar. Dia juga mengutip rekaman audio bocor yang menunjukkan bahwa beberapa di antara jajaran HTS memilikinya.

Begini Seruan Al Qaeda Global Terkait Isu Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Mundurnya Syeikh Muhaysini menceritakan alasan lain. Dia telah dipromosikan secara internasional baik dalam literatur Al Qaeda maupun Imarah Islam Afghanistan (Taliban). Long War Journal FDD menilai bahwa Syeikh Muhaysini bukanlah aktor yang benar-benar “independen”, sebagaimana klaimnya, tetapi malah berfungsi sebagai ulama senior yang terkait al Qaeda. Oleh karena itu, keputusan Syeikh Muhaysini untuk meninggalkan HTS berarti bahwa perjuangan Syeikh al Jaulani kehilangan pialang kekuasaan yang terhubung dengan baik dalam lingkaran jihadis.

Awal bulan ini, Syeikh Muhaysini mengumumkan bahwa dia telah membentuk faksi lain yang akan menjauhkan diri dari pertikaian antar oposisi. Ada kemungkinan bahwa ini inisiatif Al Qaeda ketika penulis Al-Nafir memuji “saudara-saudara yang tidak ikut serta” dalam konflik.

Menambah masalah HTS, tokoh-tokoh al Qaeda lainnya yang terkenal juga menolak upaya Jaulani. Beberapa unit jihadis membentuk satu lagi organisasi militer, “Guardians of the Religion“, pada awal Maret. Syeikh Abu Hammam al-Shami, seorang veteran al Qaeda, dilaporkan memimpin faksi itu. Syeikh Abu Hammam, mantan komandan militer dan pelatih di Jabhah al Nusrah, menolak gerakan Jaulani sejak pertengahan 2016.

Al Qaeda Kecam Arab Saudi atas Kesepakatan dengan Donald Trump

Ideolog Al Qaeda lainnya, seperti Dr. Sami al-Uraydi dan Iyad Nazmi Salih Khalil (juga dikenal sebagai Iyad al Tubasi dan Abu Julaybib), juga menasihati Jaulani. Baik al-Uraydi dan Khalil dipenjara sebentar oleh HTS tahun lalu, menambah perbedaan pendapat. Ini mengarah pada inisiatif rekonsiliasi yang melibatkan veteran jihadis, yang menegosiasikan kebebasan pasangan.

Edisi terbaru Al-Nafir tersebut bukanlah yang pertama kalinya membahas Al-Qaeda yang berjuang untuk mengatasi perselisihan di Suriah. Edisi buletin berita dan pernyataan al-Qaeda sebelumnya juga telah mencoba untuk memadamkan konflik. Syeikh Ayman al Zawahiri juga telah membahas banyak masalah yang dihadapi mujahidin Suriah terkait jihad di sana, termasuk krisis kepemimpinan yang sedang berlangsung, beberapa kali selama setahun terakhir. Tapi seperti yang dijelaskan Al-Nafir edisi terbaru, perselisihan ini belum selesai.

Menuju Benteng Mujahidin di Idlib, Begini Perkembangan Terakhir Evakuasi di Ghouta

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Ribuan penduduk Ghouta Timur sedang dievakuasi dari daerah kantong yang dikepung pada hari Ahad (25/3/2018), media rezim Nushairiyah Suriah melaporkan, setelah kelompok besar penduduk sudah meninggalkan kota-kota di pinggiran Damaskus selama beberapa hari terakhir.

Kantor berita rezim Assad, SANA, melaporkan bahwa bus yang mengangkut sekitar 500 warga dan pejuang sedang meninggalkan koridor Irbin, dengan ratusan lainnya diperkirakan akan berangkat pada hari Ahad.

Dua dari tiga kelompok oposisi yang telah menguasai daerah kantong sejak 2013 telah mundur, dengan ribuan pejuang dan kerabat mereka berangkat ke daerah yang dikuasai oposisi di Idlib, sebuah provinsi di utara negara itu.

Ribuan Pejuang Akhirnya Tinggalkan Ghouta Timur

Pada hari Sabtu, para pejuang oposisi dan keluarga mereka dievakuasi sebagai bagian dari kesepakatan evakuasi yang dicapai antara tentara Rusia dan dua kelompok oposisi utama di daerah itu.

Lebih dari 900 warga Ghouta Timur mulai berangkat menuju provinsi Idlib pada Sabtu malam, seorang aktivis di dalam kota mengatakan kepada Al Jazeera.

Warga juga telah meninggalkan Harasta, yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok oposisi Ahrar al-Sham, dalam 17 bus. Warga juga telah meninggalkan Irbin, yang bersama dengan Zamalka dan Jobar dikendalikan oleh kelompok oposisi Faylaq ar-Rahman.

Menurut SANA, 25 bus telah dikirim ke pinggiran Irbin untuk mengangkut penduduk dari kota-kota dan daerah sekitarnya menuju wilayah yang dikuasai oposisi di utara negara itu.

Laith al-Abdullah, seorang aktivis di Harasta, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ini akan menjadi evakuasi kedua dan “terakhir” – sesuai kesepakatan yang dicapai dengan Rusia. “Tidak mungkin akan ada evakuasi ketiga … tetapi kami akan menunggu dan melihat,” katanya.

Juru bicara Failaq al-Rahman, Wael Olwan, mengkritik PBB karena tidak menawarkan perlindungan atau jaminan bagi warga yang ingin tetap berada di Ghouta Timur.

“Orang pertama yang pergi dari daerah di Ghouta adalah warga yang terluka, dan yang terakhir pergi adalah para pejuang,” kata Olwan kepada Al Jazeera.

Pada tanggal 18 Februari, pasukan rezim Syiah Suriah, yang didukung oleh jet tempur Rusia, memperketat pengepungan mereka di Ghouta Timur dengan serangan militer brutal yang menewaskan 1.500 dan melukai lebih dari 5.000 warga termasuk anak-anak dan wanita.

Hampir 400.000 orang tinggal di daerah kantong itu sebelum serangan terakhir dimulai.

Setelah Ahrar al Sham Lalu Faylaq ar Rahman, Kini Jaishul Islam akan Tinggalkan Ghouta Timur

Pekan lalu, media rezim melaporkan sekitar 4.000 orang meninggalkan Harasta di pinggiran Damaskus, termasuk lebih dari 1.000 pejuang oposisi Ahrar al-Sham, setelah kelompok oposisi mencapai kesepakatan evakuasi pada hari Rabu.

Sementara itu, pejuang Jaish al-Islam di Douma, kota terbesar yang dikuasai oposisi yang tersisa di Ghouta Timur, belum dapat mencapai kesepakatan dengan tentara Rusia – sekutu utama pasukan rezim Syiah Suriah – dengan sekitar 150.000 warga masih terperangkap di dalam.

Orang-orang yang tersisa di Douma menghadapi akses terbatas terhadap makanan dan obat-obatan, aktivis mengatakan kepada Al Jazeera.

Mereka yang dijadwalkan untuk dierangkatkan ke Idlib kemungkinan akan menghadapi tantangan baru di sana, karena serangan udara militer rezim Suriah dan agresor Rusia di Idlib telah meningkat dalam sepekan terakhir, menewaskan puluhan orang.

HTS Kini Mengendalikan Penuh Fasilitas Umum Provinsi Idlib

Brigade Izzuddin al Qassam Gelar Latihan Militer di Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap bersenjata kelompok Palestina Hamas, pada hari Ahad (25/3/2018) meluncurkan latihan militer di Jalur Gaza, lansir World Bulletin.

Ratusan anggota Qassam bersenjata telah dikerahkan di seluruh wilayah Palestina, menurut seorang koresponden di Gaza.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang latihan.

Pendiri Brigade Izzudin al Qassam Terpilih sebagai Pemimpin Baru Hamas

“Latihan telah direncanakan sebelumnya,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, tanpa memberikan rincian apapun.

Pelatihan militer itu dilakukan satu hari setelah pesawat tempur zionis Yahudi menyerang posisi Hamas di Jalur Gaza selatan, tanpa menimbulkan korban.

Seorang Mujahidin Palestina Gugur Setelah Bertempur 7 Jam dengan Pasukan Zionis