Al Qaeda Rilis Pesan Audio Hamzah Bin Ladin Terbaru

10 November 2017
Al Qaeda Rilis Pesan Audio Hamzah Bin Ladin Terbaru

JURNALISLAM.COM  – Al Qaeda merilis sebuah pesan audio baru dari Hamza bin Laden yang berjudul, “Usamah…The Fighter Against Invaders And the Inciter of Rebellion Against Tyrants (Usamah… Pejuang yang Melawan Penjajah dan Pendobrak Semangat Perjuangan Menentang Tiran.” Bin Laden junior menyebut ayahnya sebagai pahlawan umat, atau kaum Muslim di seluruh dunia, di sepanjang rekaman yang dirilis hari Kamis (9/11/2017) tersebut, hanya beberapa hari setelah CIA merilis ribuan dokumen dan berkas yang ditemukan di komplek Syeikh Usamah bin Laden, termasuk video pernikahan Hamza.

Al Qaeda sering menyiarkan pendirinya sebagai “Syeikh yang menghidupkan kembali ruhul jihad” karena perannya dalam menyebarkan konsep jihad dan deskripsi pujian Hamza juga ada dalam pesan ini.

Seruan Hamzah bin Laden untuk Umat Islam di Seluruh Dunia

Hamza berpendapat bahwa Syeikh Usamah “terbukti mampu menghidupkan kembali semangat Jihad di jalan Allah” beberapa dekade setelah jatuhnya kekhalifahan Islam di awal abad 20. “Jadi, dia [Usamah] dapat membawa perubahan dari Jihad elit ke Jihad umat,” kata Hamza, saat “mata air jihad yang indah mengalir dari bawah permukaan, satu demi satu, di berbagai bagian Dunia Islam, dan perjuangan yang haq berlanjut.”

Hamza mengatakan bahwa “sebagian besar umat” telah “menyerah pada pendudukan asing” dan pasrah karena “diatur oleh undang-undang buatan manusia” sampai “anak-anaknya yang terbaik bangkit dalam perjuangan melawan status quo.” Situasi berubah karena tokoh jihad berhasil menyinari jalur yang berbeda, Hamza berpendapat. “Tujuan politik umum” umat saat ini difokuskan pada “membebaskan tanah kaum Muslim, kebebasan dari hegemoni Tentara Salib, menegakan Syariah Islam, hidup dengan bebas di bawah naungan syariah dan belas kasihNya, dan mengajak orang-orang untuk menjalankanya.”

CIA Rilis Dokumen dan Video Milik Syeikh Usamah yang Dicuri saat Serangan 2011

“Di antara tokoh-tokoh terkemuka yang memiliki penglihatan dan pandangan luar biasa, dan yang mampu memegang tangan Umat dan mengangkatnya dari dasar gunung ke tempat yang tinggi bahkan ke puncak yang lebih tinggi, sehingga sekali lagi dapat melihat cahaya yang menyinari di cakrawala dan mengarahkan pandangan pada sasaran yang jelas, adalah Sheikh Osama bin Laden (semoga Allah mengasihinya),” kata Hamza.

Seperti di masa lalu, As Sahab (kelompok media Al Qaeda) tidak menunjukkan foto Hamza saat ini. Sebagai gantinya, edisi ini hanya mencakup rekaman audio dari suara ahli waris Syeikh bin Laden itu.

Long War Journal FDD pertama kali melaporkan awal bulan ini bahwa Hamza dapat dilihat sebagai orang dewasa muda dalam video pernikahannya, yang direkam selama penyerangan di rumah ayahnya di Abbottabad, Pakistan. Meskipun video tersebut direkam sekitar satu dekade yang lalu, video itu berisi gambar Hamza yang lebih baru daripada yang digunakan Al Qaeda. Foto Hamza dari video pernikahan bisa dilihat di sebelah kanan.

Hamza bin Laden

Hamza bin Laden

Hamza sangat memuji ayahnya atas runtuhnya Uni Soviet dan meramalkan bahwa Amerika akan mengalami nasib yang sama.

“Setelah jatuhnya Uni Soviet, giliran Amerika untuk jatuh dalam keangkuhannya,” kata Hamza. “Amerika tertipu oleh kekuatannya, manusia terpesona oleh kehebatannya yang nyata. Namun Amerika tidak menyadari fakta bahwa Allah telah membuatnya runtuh seperti Rusia (sebuah negara adikuasa yang jatuh).”

“Imam, Syeikh Usamah … kembali ke benteng Islam, Afghanistan, untuk kedua kalinya hanya dengan enam saudara terbaiknya,” Hamza mengatakan tentang relokasi ayahnya dari Sudan ke Afghanistan pada pertengahan 1990an. Dia kemudian memuji pendiri Taliban, Syeikh Mullah Umar, karena telah menyambut Syeikh Usamah ke Afghanistan. “Allah membimbing pemimpin yang setia, pemimpin  orang-orang yang beriman, Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah mengampuni dia) untuk melindungi dan membantu pejuang muda ini.”

Syeikh Mullah Umar “memberi contoh kemurahan hati dan kesetiaan yang tidak bisa dituliskan dengan kata-kata,” Hamza melanjutkan. “Dan dengan demikian jumlahnya mulai meningkat secara bertahap, dan dimulailah persiapan menghadapi Firaun kedua,” yang berarti Amerika.

Cabang-cabang Al Qaeda Puji Kepemimpinan Syeikh Mullah Akhtar Mansur

Hal ini akhirnya menyebabkan pembajakan 9/11. “Sekali lagi, dengan sarana yang terbatas – saat ini pesawat sipil – Imam, Usama, mampu menggosok hidung Amerika dengan debu dan menyerang jantungnya, menyeretnya ke dalam konfrontasi dengan Umat dan bukan lagi sebuah konfrontasi dengan hanya beberapa individu,” ujar Hamza. “Dan tentara Amerika dengan paksa diseret ke rawa-rawa Irak dan Afghanistan.”

“Amerika terpaksa melarikan diri dari Irak dengan kekalahan dan dipermalukan, sambil masih terjebak dalam rawa-rawa yaitu Afghanistan, sekalipun mantan presidennya, Obama, mengakui kekalahan negaranya di tangan pasukan Imarah Islam [Taliban],” Hamza menjelaskan.

Seperti yang bisa diduga, kenangan Hamza tentang ayahnya yang terkenal lebih merupakan hagiografi daripada menceritakan kembali secara langsung. “Saya ingat pernah bertemu dengannya saat makan siang atau makan malam dengan hanya sekadar minyak, garam, dan sepotong roti,” kata Hamza, menekankan kerendahan hati ayahnya. Dia meminta umat Islam lain untuk mengikuti jejak ayahnya setelah dia “mengorbankan jiwanya” dan menghabiskan “nyawanya dan kekayaannya … membantu umat Islam” untuk membebaskan diri mereka sendiri dan “memicu kebangkitan di jajarannya.”

Syeikh Ayman al Zawahiri Bersumpah Setia kepada Amir Baru Taliban, Syeikh Mullah Haibatullah Akhundzada

Dalam jurnal pribadinya dan tulisan-tulisan lainnya, Usamah bin Laden merenungkan perjuangan Arab di awal tahun 2011. Al Qaeda memiliki peluang besar bagi anak buahnya dan ingin mereka memanfaatkan revolusi, yang tidak mereka mulai.

Hamza meneruskan peringatan ayahnya mengenai perjuangan yang sama ini, dengan alasan bahwa mereka tidak akan berhasil kecuali jika kaum Muslim mengangkat senjata. “Revolusi Musim Semi Arab memuat pesan kebebasan dan kehormatan, namun mereka tidak memiliki kekuatan protektif atau pedang tajam untuk pertahanan mereka, dan dengan demikian musuh-musuh menyerangnya dan menggagalkannya jalannya,” kata Hamza.

Dia melanjutkan: “Imam, Usamah … berangkat ke dunia ini untuk mendorong dan memotivasi kita untuk melanjutkan perjalanan revolusi, memperingatkan kita terhadap penghentian atau pengalihan revolusi yang telah dilakukan sebelumnya; dan bahwa tidak peduli seberapa logis meyakinkan dan fasih menampilkan sebuah panggilan, ia tidak akan pernah mencapai kesuksesan sepenuhnya kecuali jika ia memiliki kekuatan untuk melindunginya, dan kekuatan yang dapat melindungi perjalanan umat kita menuju tujuan mulia yang ditakdirkan tidak lain adalah Jihad di jalan Allah Swt. ”

Hamza menyerukan kepada “para ulama yang lurus” untuk mendorong pemuda melakukan jihad dan meminta “kaum Muslim yang tertindas” untuk “bangkit dalam perjuangan melawan penindasan dan tirani” dan “perjuangan melawan agen-agen Amerika”.

Di masa lalu, putra Syeikh Usamah telah meminta para jihadis untuk melanjutkan perjuangan atas  kematian ayahnya. Dia mengulangi panggilan ini sekali lagi. “Sebagai penutup, saya mengajak umat Islam secara umum untuk bertempur melawan agresor Amerika, pembunuh Syeikh dan kaum Muslimin (semoga Allah mengasihaninya, khususnya mereka yang turut serta dalam kejahatan keji ini,” katanya.

Ini Tanggapan Syeikh al Maqdisi atas Orang yang Mengkafirkan Koordinasi HTS dan Turki