Pengawas Senjata Kimia Dunia Terjunkan Tim Pencari Fakta ke Douma

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pengawas senjata kimia global mengatakan telah mengerahkan tim pencari fakta untuk menyelidiki dugaan serangan kimia yang melanda Douma, sebuah kota di Ghouta Timur Suriah dan merupakan benteng oposisi terakhir di dekat Ibukota Damaskus.

Pengumuman itu muncul pada hari Kamis (12/4/2018)., hanya beberapa hari setelah serangan yang, menurut aktivis dan petugas medis di lapangan, merenggut nyawa lebih dari 85 warga sipil dan melukai sedikitnya 1.200 orang.

Korban insiden 7 April kebanyakan adalah wanita dan anak-anak, aktivis mengatakan kepada Al Jazeera dari Ghouta Timur, pinggiran Damaskus.

“Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (The Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons-OPCW) menegaskan bahwa tim Pencarian Fakta (the Fact-Finding Mission-FFM) OPCW sedang dalam perjalanan ke Suriah dan akan mulai bekerja pada Sabtu 14 April 2018,” kata badan pengawas dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Kemudian pada hari Kamis, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya memiliki bukti bahwa pemerintah Suriah melancarkan serangan-serangan gas.

Waspadai Serangan AS ke Suriah, Pasukan Assad dan Angkatan Laut Rusia Siaga 1

Sebelumnya pada hari itu, Bashar al-Jaafari, duta besar Suriah untuk AS, mengatakan di New York bahwa dua tim investigasi dari OPCW dijadwalkan tiba di Suriah dalam 24 jam ke depan.

Al-Jaafari dikutip oleh kantor berita SANA mengatakan bahwa pemerintah Suriah siap memfasilitasi masuknya tim ke titik mana pun di Douma, kota terbesar di Eastern Ghouta.

Sementara itu, James Mattis, kepala Pentagon, telah menyerukan penyelidikan Amerika terhadap serangan yang dicurigai.

Berbicara kepada kongres pada sidang Komisi Layanan Bersenjata DPR pada hari Kamis, Mattis mengatakan dia yakin serangan kimia telah terjadi dan menyalahkan Rusia karena terlibat dalam kepemilikan senjata kimia rezim Suriah.

“Saya percaya ada serangan kimia dan kami mencari bukti yang sebenarnya,” katanya, menunjukkan bahwa keputusan belum dibuat.

Trump: Amerika akan Luncurkan Serangan Rudal Canggih Terbaru ke Suriah

Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia bahwa negaranya akan meluncurkan serangan rudal ke Suriah setelah dugaan serangan kimia terjadi.

Sebagai tanggapan, Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia, mengatakan tuduhan penggunaan senjata kimia di Douma salah dan tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk melakukan tindakan militer terhadap Suriah.

Peskov juga menyatakan dukungan Moskow untuk “inisiatif serius” pada krisis Suriah dan isu-isu internasional lainnya.

Rusia telah terlibat dalam konflik Suriah sejak 2015 dan menjadi sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang melawan kelompok-kelompok oposisi bersenjata.

Dengan bantuan militer Rusia, rezim Syiah Assad meluncurkan serangan militer di Ghouta Timur, yang telah berada di bawah kendali oposisi sejak pertengahan 2013.

Sejak dimulainya serangan pemboman udara, sedikitnya 1.600 warga sipil telah tewas dan lebih dari 130.000 orang mengungsi, sebagian besar ke wilayah lain di negara itu, menurut PBB.

Info Grafik Serangan Senjata Kimia Rezim Assad dan Bantahan Sitematis Rusia

MUI Desak Pemerintah Hentikan Perdagangan Miras

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mendesak pemerintah menghentikan perdagangan miras dalam bentuk apapun. Ia prihatin atas kasus jatuhnya puluhan korban akibat menenggak miras oplosan di Jawa Barat.

Pasalnya, kata dia, barang haram tersebut mengandung mudharat besar bagi pengonsumsinya jangka pendek maupun panjang.

“Semestinya jangan sampai ada anak-anak dari warga bangsa ini yang mati secara tidak wajar seperti itu,” ujar Anwar, Kamis (12/4/2018).

Anwar menilai seringnya kasus meninggalnya sejumlah orang akibat miras oplosan menandakan penegak hukum kurang tegas. Selain itu, masyarakat sendiri sudah kecanduan terhadap miras oplosan.

Sehingga, menurut Anwar, sangat sulit menghentikan peradaran dan miras oplosan. Kontrol masyarakat dinilai masih lemah terhadap hal seperti ini.

Selain miras, Anwar juga menyoroti tingginya peredaran narkoba. Menurutnya, narkoba lebih dahsyat daripada miras dalam membunuh generasi bangsa.

Ia meminta pemerintah lebih tegas dalam pemberantasan narkoba. Sehingga generasi bangsa dapat terselamatkan.

“Tidak kurang 50 orang dalam sehari meregang nyawa karena narkoba. Tapi mengapa terkesan pemerintah tidak pernah bisa menghentikan perdagangan dan peredaran barang terlarang tersebut,” kata Anwar.

Tabayun ke MUI, FPI: Kiai Ma’ruf Kedepankan Fikih Dakwah Sikapi Kasus Sukmawati

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Shabri Lubis dan Wakil Ketua Umum FPI, Ustadz Ja’far Shodiq mengunjungi Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta , Rabu (12/4/2018).

Dalam kunjungan yang diterima langsung oleh Ketum MUI KH Ma’ruf Amin, FPI bertabayyun tentang sikap MUI terkait puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul ‘Ibu Indonesia’.

Kiai Ma’ruf menjelaskan, MUI secara institusi belum mengeluarkan sikap resmi. Namun berkenaan dengan harapan Ketum MUI agar umat menerima permintaan maaf yang disampaikan Sukmawati dengan datang ke MUI, adalah bentuk bimbingan bagi orang yang tidak mengerti syari’at dah mengakui kesalahannya.

“Saya memaafkan Sukmawati itu untuk membimbingnya, karena ia telah mengakui tak mengerti syariah dan meminta maaf kepada umat Islam. Saya hanya berharap tidak dituntut, tapi tak berarti melarang apalagi menghalangi orang yang mau menuntut secara hukum,” kata Kiai Ma’ruf melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Kamis (12/04/2018).

Berkenaan tuntutan hukum, Kiai Ma’ruf sama sekali tidak melarang, apalagi menghalangi siapapun yang mau menuntut secara hukum. Sebab, wilayah hukum adalah hak seluruh warga negara dan kewenangan penegak hukum.

Jawaban Kiai Ma’ruf ini melegakan Ketum FPI. Bahwa Kiai Ma’ruf bijak dalam menyikapi masalah dugaan penistaan agama dalam puisi Ibu Indonesia. Sebab Kiai Ma’ruf mendahulukan fikih dakwah dalam menyikapi orang yang tidak mengerti syariah tanpa menghalangi orang lain yang mau menuntut secara hukum.

“Kiai Ma’ruf sangat bijak ketika memaafkan Sukmawati dengan menggunakan pendekatan fikih dakwah, sembari beliau mengakomodir orang yang mau nahi mungkar dengan menuntutnya secara hukum,” kata Shabri Lubis.

Reporter: Gio

Wujudkan RS Ibu dan Anak Gratis, Sinergi Foundation Ajak Masyarakat Berwakaf

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Tingginya angka kematian ibu dan anak mendorong Sinergi Foundation sebagai lembaga filantropi untuk terus bergerak menyelamatkan generasi.

Maka, berawal dari Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) yang menjadi saksi kelahiran lebih dari 7.500 bayi, kini Sinergi Foundation siap mewujudkan Rumah Sakit Ibu dan Anak berbasis wakaf.

Ima pun mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan aset layanan kesehatan ini. Yang tentu, katanya, hasilnya berimbas untuk masyarakat luas, dan terkhusus kaum dhuafa.

“Mengapa wakaf? Sebab jika menilik sejarah peradaban Islam, wakaf memiliki tempat yang sangat strategis. Tentu kita pernah mendengar kisah rekening sahabat Nabi Utsman bin Affan yang masih ada hingga kini, dan itu berawal dari wakaf sumur air di Madinah,” jelas Ima dalan rilis yang diterima Jurnalislam.com.

Pun di masa-masa berikutnya, wakaf terus menjadi salah satu tonggak peradaban Islam. Termasuk, Ima menerangkan, perwakafan memiliki peran signifikan dalam bidang kesehatan. Salah satunya, rumah sakit wakaf Al Adhadi di masa pemerintahan Al Buwaihi di Baghdad tahun 976 H.

 

“Dalam Rumah Sakit Al Adhadi ini terdapat banyak perwakafan, di antaranya: pengobatan gratis bagi seluruh warga, makanan bergizi, obat-obatan dan vitamin, dan biaya perjalanan pulang bagi pasien setelah sembuh,” kisah Ima.

Dahulu, ia melanjutkan, pengaruh wakaf bisa begitu dahsyatnya untuk aspek kesehatan.

Dan kini, tegas Ima, Sinergi Foundation hendak berikhtiar mengulang kegemilangan itu melalui pembangunan Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA) RBC. Ia berharap RSWIA menjadi wasilah agar Sinergi Foundation dan segenap donatur bisa meneruskan dedikasi untuk ibu dan generasi.

“Komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, berkhidmat, dan menebar manfaat pada sesama, terutama pada dhuafa,” katanya.

Ia pun melanjutkan, “Mari bersama mewujudkan kembali kegemilangan wakaf kesehatan, dimulai dari Rumah Sakit Wakaf Ibu dan Anak (RSWIA) RBC,” []

PM Turki: Pertempuran AS dan Rusia Seperti Geng Jalanan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Binali Yildirim telah mendesak AS dan Rusia untuk menghentikan “pertempuran yang tampak seperti geng jalanan.”

Berbicara di Gebze Technical University di provinsi Kocaeli barat laut pada hari Rabu (11/4/2018), Yildirim mengatakan: “Satu pihak mengatakan: ‘Saya punya lebih banyak rudal.’ Yang lain juga mengatakan: ‘Rudal saya lebih baik’. Mereka bertempur seperti geng jalanan,” lansir Anadolu Agency.

Pernyataan perdana menteri Turki tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Rusia bahwa Amerika memperkuat keterlibatan militernya di Suriah setelah serangan kimia yang diduga menewaskan puluhan orang.

Dia juga menyalahkan Rusia karena menjadi mitra “Binatang Gas Pembunuh,” yang mengacu pada Bashar al-Assad, presiden Suriah.

Trump: Amerika akan Luncurkan Serangan Rudal Canggih Terbaru ke Suriah

Tweet-tweet dari Trump mengikuti peringatan dari Moskow bahwa risiko bentrokan langsung militer Rusia-AS di Suriah “lebih tinggi dari sebelumnya,” dimana seorang utusan Rusia mengatakan bahwa rudal AS yang terbang di atas negara yang dilanda perang akan ditembak jatuh.

Yildirim mengatakan ini adalah waktu untuk bersatu, bukan untuk menjadi saingan.

“Persaingan ‘siapa yang lebih kuat’ harus ditinggalkan,” katanya, seraya menambahkan bahwa negara-negara harus bergandengan tangan untuk memastikan integritas teritorial Suriah dan Irak dengan menghapuskan kelompok-kelompok teror di wilayah-wilayah ini.

Dia juga mendesak perwakilan permanen Dewan Keamanan PBB untuk bertindak lebih bertanggung jawab.

“Negara-negara kuat, terutama perwakilan permanen PBB memiliki tanggung jawab lebih dari biasanya.”

Dia mengatakan dunia dan masyarakat internasional tidak bisa hanya duduk dan menyaksikan jutaan orang mati begitu saja.

Komandan Militer Libya Khalifa Haftar Dikabarkan dalam Kondisi Koma

LIBYA (Jurnalislam.com) – Khalifa Haftar, seorang komandan militer kawakan di Libya, dilaporkan telah dirawat di sebuah rumah sakit di Perancis setelah menderita stroke dan berada dalam kondisi koma. Namun juru bicaranya membantah laporan itu.

Disebut-sebut sebagai calon pemimpin Libya, Haftar dirawat di rumah sakit di Yordania pada hari Selasa setelah mengalami kesulitan bernapas dan kemungkinan serangan jantung, sumber mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Rabu (11/4/2016).

Menurut jurnalis Prancis Huguex Vincent, Haftar kemudian dikirim ke Paris dan pada hari Rabu dirawat di Val-de-Grace, sebuah rumah sakit militer di ibukota Prancis tersebut, dan kondisi kesehatannya “serius”, katanya di Twitter.

Pesawat Tempur Libya Ditembak Jatuh Dewan Shura Mujahidin di Derna

Tetapi rekan-rekan mantan komandan militer membantah laporan itu. Juru bicara Libyan National Army (LNA) di Libya timur, Ahmed al-Mismari, mengatakan kepada al-Nabaa TV bahwa sang jenderal baik-baik saja dan berita kesehatannya yang memburuk tidaklah benar.

Bekas sekutu Muammar Gaddafi, Haftar, yang kini berusia 75 tahun, kembali ke Libya tujuh tahun lalu dari Amerika Serikat untuk bergabung dengan revolusi yang didukung NATO yang mengakhiri empat dekade pemerintahan satu orang.

 

1 Tentara India Tewas dan 2 Kritis dalam Bentrokan dengan Pejuang Kashmir

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Empat warga sipil dan seorang tentara India tewas dalam pertempuran senjata di Kashmir selatan, yang memicu protes massal di seluruh wilayah itu di mana puluhan orang terluka selama bentrokan dengan pasukan India.

Inspektur Jenderal Polisi Swayam Prakash Pani mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Rabu (11/4/2018) bahwa warga sipil tewas dalam baku tembak setelah tentara berhadapan dengan para pejuang Kashmir.

“Satu tentara tewas dan dua orang kritis,” katanya.

Pertempuran itu dimulai di desa Khudwani, distrik Kulgam pada tengah malam, Selasa, kata Pani.

Dalam insiden pertama dalam beberapa tahun terakhir itu, para pejuang Kashmir berhasil lolos meskipun ada banyak pasukan India.

Kepala polisi negara bagian, Shesh Paul Vaid, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pejuang Kashmir tampaknya tidak menderita korban.

“Ketika pasukan mundur dari lokasi, tidak ada mayat yang ditemukan dan tampaknya mereka berhasil melarikan diri,” kata Vaid.

Giliran Mahasiswa Kashmir Hadapi Pasukan Penjajah India

Setelah menyebar berita bahwa pejuang terkepung di sebuah rumah, ratusan warga berbaris menuju lokasi untuk membantu para pejuang melarikan diri, hingga memicu kekerasan antara warga sipil dan pasukan penjajah India.

“Saya belum pernah melihat adegan seperti itu dalam hidup saya. Daerah sekitar tampak hancur,” kata Mohammad Younis, seorang penduduk Kulgam, kepada Al Jazeera.

“Ada [gas air mata] ditembakkan di mana-mana dan semua orang melakukan protes di jalan. Ada pria, wanita, anak-anak – hampir semua orang,” katanya.

Dr Fazil Kochak, kepala petugas medis distrik Anantnag, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa puluhan warga sipil terluka “Kami telah menerima sekitar 60 orang yang terluka di berbagai rumah sakit Kashmir selatan hari ini.”

Dr Zahoor Ahmad di rumah sakit terdekat mengatakan, korban luka masih berdatangan.

“Sebagian besar dari mereka mengalami luka peluru atau pellet. Seorang pria muda dibawa ke rumah sakit,” kata Ahmad. “Salah satunya kritis akibat dipukul dengan benda keras di kepalanya dan menderita patah tulang tengkorak.”

Pemerintah memerintahkan penutupan sekolah-sekolah di Kashmir selatan karena ratusan siswa mengadakan protes.

Para pemimpin separatis di kawasan itu menyerukan penutupan penuh di kawasan itu pada Kamis untuk memprotes pembunuhan tersebut.

Mirwaiz Umar Farooq, yang memimpin faksi the All Parties’ Hurriyat Conference, men-tweet rumah-rumah dan toko-toko sedang diledakkan oleh bahan peledak.’

“Undang PBB dan komunitas internasional untuk masuk karena situasinya mengerikan,” katanya.

Al Jazeera tidak bisa secara independen mengkonfirmasi komentar Farooq.

Ribuan Warga Kashmir Turun ke Jalan Hadapi Tentara India

Kashmir adalah salah satu wilayah paling termiliterisasi di dunia dengan ribuan tentara India dan personil paramiliter terlibat dalam perang melawan pejuang separatis bersenjata.

Puluhan ribu orang tewas dalam konflik puluhan tahun.

Baku tembak terbaru terjadi di tengah berbagai operasi kontra-pejuang Muslim di Kashmir selatan, yang telah berakhir dengan kekerasan dan terbunuhnya warga sipil.

Kulgam berbatasan dengan distrik Shopian di mana 13 pejuang Kashmir, empat warga sipil, dan tiga tentara India tewas pada 1 April – salah satu hari paling berdarah dari konflik dalam beberapa tahun terakhir.

Intensitas dukungan sipil untuk pejuang Kashmir meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Warga telah mencoba membantu pejuang yang terperangkap dengan melempari pasukan penjajah India dengan batu.

Sentimen anti-India semakin meningkat di antara mayoritas penduduk Muslim Kashmir setelah beberapa dekade pemerintahan India.

Konvoi ke-18 Warga dan Pejuang Douma Tiba di Distrik Al Bab, Aleppo

IDLIB (Jurnalislam.com) – Konvoi ke-18 yang membawa warga sipil dan pejuang oposisi dari kota Douma di pinggiran Damaskus di Ghouta Timur tiba di distrik Al-Bab Aleppo pada hari Rabu (11/4/2018), menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.

Konvoi 85 bus membawa 3.860 orang, termasuk 1.500 anak-anak dan 1.021 wanita, yang akan dibawa ke distrik Azaz dari Al-Bab dan akan disediakan akomodasi sementara di kamp-kamp pengungsi.

Dengan konvoi ini, jumlah yang dievakuasi dari Ghouta Timur sejak proses dimulai pada 22 Maret telah melampaui 56.000.

Evakuasi dari Douma akan berlanjut, menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.

Operasi Turki Euphrates Shield, yang diluncurkan pada akhir 2016, membebaskan Al-Bab dari kelompok IS. Operasi, yang berakhir pada Maret tahun lalu, sebagian besar berhasil membersihkan daerah perbatasan Turki-Suriah dari kehadiran milisi.

Evakuasi dilakukan sebagai bagian dari perjanjian yang diperantarai Rusia antara rezim Syiah Bashar al-Assad Suriah dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata, Jaishul Islam.

Setelah Serangan Gas Beracun Assad, Jaishul Islam Beserta Warga Tinggalkan Douma

Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401, yang menyerukan gencatan senjata di Suriah – terutama di Ghouta timur – untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Meskipun resolusi sudah ditetapkan, namun, rezim dan sekutu-sekutunya di awal Maret meluncurkan serangan darat utama – yang didukung oleh pasukan Rusia – untuk merebut wilayah yang dipegang oleh oposisi di distrik tersebut.

Sejak 19 Februari, lebih dari 1.400 orang telah tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutu-sekutunya di Ghouta timur, menurut sumber-sumber pertahanan sipil setempat.

Sebagai rumah bagi 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap dalam pengepungan rezim Assad yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir, yang telah mencegah pengiriman pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada awal 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tidak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang telah tewas dalam konflik hingga saat ini.

Formasalam Semarang Awali Kajian Rutin untuk Pemuda

SEMARANG (JurnalIslam.com) – Forum Mahasiswa Islam (FORMASALAM) Semarang mengadakan menggelar kajian untuk para pemuda bertajuk “Meneguhkan kembali peran mahasiswa sebagai tulang punggung peradaban Islam” di Masjid Nurul Ilmi, Jl. Dewi Sartika Sampangan, Semarang, Selasa (10/4/2018).

Kajian ini akan secara rutin diadakan dengan pemateri Ustaz Fuad Al Hazimi, Imam Besar Masjid Al Hijrah Sydney, Australia dari tahun 2000 sampai 2003.

Dalam kajiannya, ustaz Fuad menyampaikan bahwapara pemuda di zaman ini telah kehilangan ibroh atau teladan bagi mereka sehingga mereka butuh teladan yang baik dari tokoh Islam di zaman keemasan Islam.

“Pemuda zaman sekarang hanya memikirkan cita-cita mereka tentang dunia, namun mereka tidak memiliki cita-cita yang tinggi, yaitu surga,” ucapnya saat mengisi materi.

Semetara itu Ketua Formasalam Semarang Doni Puji Laksono menyatakan bahwa kajian ini akan dihelat rutin sebulan sekali.

“Tujuan kami untuk mencetak generasi yang mempunyai karakter perjuagan Islam dan melanjutkankan nilai-nilai perjuangan murni para Ulama dalam merebut kemerdekaan,” pungkasnya.

kontributor : Ramadhan Renaldy

 

Laporkan Sukmawati, GUIB Jatim : Tindakannya Menodai Agama!

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Puisi Sukmawati Soekarnoputri terus menuai protes dari umat Islam. Kali ini giliran Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mendatangi Mapolda Jawa Timur. Rabu (11/4/2018).

Kedatangan GUIB Jawa Timur ke Mapolda Jawa Timur di pimpinan langsung oleh Sekjen GUIB Jawa Timur, Muhammad Yunus.

Tujuanya adalah untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas puisi “Ibu Indonesia” yang dinilai telah melukai umat Islam dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Yunus yang juga Sekjen MUI Jawa Timur menyampaikan, tentang puisi “Ibu Indonesia” ada tiga keputusan yang dihasilkan oleh GUIB Jawa Timur yaitu pada hari Rabu tanggal 11 April 2018.

Pertama, melaporkan ke Polda Jawa Timur, Membuat Pernyataan Sikap GUIB Jawa Timur (In Progress) dan rencanaya akan melakukan Audiensi dengan Kapolda.

“Terkait kasus tersebut aksi massa dilakukan untuk mengawal kasus ini dengan melihat bagaimana aparat menindak lanjuti berbagai laporan dan tekanan ummat” kata Yunus dilansir Jurnalislam.com, Rabu (11/4/2018)

Lanjut Ustadz Yunus, bahwa apa yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri sudah masuk wilayah penistaan dan penodaan agama.

“Oleh karena itu kami dari GUIB Jatim melakukan rapat bersama 76 Ormas Islam dan lembaga-lembaga keislaman yang menjadi anggota GUIB untuk mensikapi kasus tersebut” lanjut Ustaz Yunus kepada Jurnalislam.

Sementara, tentang penghapusan diskriminasi Ras dan etnis, Ustadz Yunus mengatakan GUIB melaporkan Sukmawati karena sudah masuk wilayah penodaan agama berdasarkan UU No 1 PNPS ’65 – KUHP 165a dan melanggar UU No 40 2008 pasal 16.

Laporan dari GUIB Jawa Timur itu sendiri sudah di terima oleh SPKT Polda Jawa Timur dengan bukti lapor Nomor TBL/448/IV/2018 /UM/JATIM, dengan pelapor atas nama Muhammad Yunus, SP.