Responsive image

Giliran Mahasiswa Kashmir Hadapi Pasukan Penjajah India

Giliran Mahasiswa Kashmir Hadapi Pasukan Penjajah India

SRINAGAR (Jurnalislam.com) – Bentrokan kekerasan meletus antara mahasiswa yang memprotes dan polisi India di seluruh kota Srinagar di Kashmir yang dikendalikan India.

Pasukan India menembakkan gas air mata ke arah para demonstran pada hari Kamis (5/4/2018) saat memprotes pembunuhan 20 orang, termasuk pejuang separatis dan warga sipil oleh pasukan pemerintah di distrik Shopir Kashmir selatan baru-baru ini,lansir Aljazeera.

Sedikitnya empat warga sipil, 13 pejuang Kashmir dan tiga tentara India tewas dalam bentrokan pada hari Ahad di tiga desa Shopian.

Seorang pejuang juga terbunuh dalam pertempuran senjata singkat di Dialgam, sebuah desa di distrik Anantnag.

Mahasiswa dan mahasiswi Kashmir

Ketika sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dibuka kembali pada hari Kamis setelah ditutup sepenuhnya di seluruh kawasan itu, para siswa Bemina Degree College, Amar Singh College dan Women’s College di Srinagar turun ke jalan dan mulai memprotes di luar gedung kampus mereka.

Polisi menggunakan pelet, tabung gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan para siswa, yang memprotes dengan melempar batu ke pasukan keamanan dan mengangkat slogan anti-India.

Cedera yang diderita para siswa telah dilaporkan oleh berbagai perguruan tinggi setelah bentrokan sehari tersebut.

Bentrokan Antara Pejuang Muslim Kashmir dengan Pasukan India Berlanjut, 19 Tewas

Sementara itu, inspektur jenderal polisi Kashmir mengatakan kepada kantor berita lokal di Srinagar bahwa dua petugas polisi terluka, tetapi situasi keseluruhan masih tetap terkendali.

Setelah pembunuhan 1 April, ketegangan meningkat pekan ini, dengan demonstrasi besar-besaran di banyak wilayah. Lebih dari tiga lusin orang terluka.

Sebagian besar pejuang yang tewas dalam bentrokan Ahad adalah warga Muslim lokal Kashmir selatan.

Pemimpin separatis Kashmir telah menyerukan penutupan dua hari untuk memprotes pembunuhan di wilayah itu, sebelum memperpanjang seruan penutupan sampai 3 April.

Semua toko, sekolah dan perguruan tinggi masih tetap ditutup pekan ini, sebelum pejabat pemerintah mengumumkan dimulainya kembali kelas pada hari Kamis.

Mujahidin Kashmir Serbu Basis Militer India, Sedikitnya 8 Pasukan Tewas

Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim adalah salah satu daerah yang paling termiliterisasi di dunia dan telah dibagi antara India dan Pakistan sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947.

Baik Pakistan maupun India mengklaim wilayah Himalaya secara penuh dan telah berperang tiga kali di wilayah pegunungan tersebut.

Warga Kashmir menuntut referendum untuk membiarkan mereka memutuskan masa depan.

Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak 1990.

Bagikan
Close X