Waspadai Serangan AS ke Suriah, Pasukan Assad dan Angkatan Laut Rusia Siaga 1

11 April 2018
Waspadai Serangan AS ke Suriah, Pasukan Assad dan Angkatan Laut Rusia Siaga 1
DAMASKUS (Jurnalislam) – Rezim Suriah menempatkan pasukannya pada posisi “siaga tinggi” di tengah ancaman respon militer AS yang membayangi menyusul dugaan serangan senjata kimia pada hari Sabtu (7/4/2018) di sebuah kota yang dikuasai oposisi di dekat Damaskus, lansir Aljazeera Selasa (10/4/2018).

Donald Trump menggambarkan serangan bom barel klorin terhadap Douma tersebut sebagai “hal yang mengerikan” dan berjanji untuk menanggapi “dengan keras”.

Rezim Syiah Suriah dan sekutunya, Rusia, membantah terjadinya serangan kimia itu, tetapi tim penyelamat dan petugas medis di lapangan mengatakan bahwa puluhan orang, termasuk banyak wanita dan anak-anak, tewas.

Rusia dan AS Perang Mulut, Trump: Kami akan Putuskan Segera atas Serangan Beracun

Trump bertemu kabinetnya serta jenderal tinggi pada hari Senin dan menjanjikan “keputusan besar selama 24 hingga 48 jam berikutnya,” sebagai tanggapan atas serangan itu.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan Trump tidak akan melakukan perjalanan ke Amerika Latin, seperti yang direncanakan, dan akan tetap berada di AS untuk “mengawasi respon Amerika terhadap Suriah dan untuk memantau perkembangan di seluruh dunia.”

Info Grafik Serangan Senjata Kimia Rezim Assad dan Bantahan Sitematis Rusia

Sementara itu, James Mattis, menteri pertahanan AS, tidak mengesampingkan tindakan militer terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kantor berita DPA melaporkan pada hari Selasa bahwa tentara Suriah telah menempatkan semua posisi militer dalam keadaan siaga, termasuk bandara dan semua pangkalan, selama 72 jam.

Dikatakan bahwa keadaan waspada mencakup semua posisi dan pangkalan militer di provinsi selatan Sweida, provinsi Aleppo, Latakia dan provinsi Deir Az Zor.

Secara terpisah, situs web berita pro-pemerintah Al Masdar melaporkan bahwa armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia juga telah ditempatkan pada siaga tinggi setelah kapal perang AS dilaporkan meninggalkan Siprus menuju perairan Suriah.

Negara-negara Eropa Serentak Kutuk Serangan Senjata Kimia di douma

Tidak ada tanggapan resmi dari Rusia tentang pengumuman itu.

Tapi berita itu muncul karena sedikitnya satu kapal penghancur rudal AS berangkat ke pantai Suriah setelah Trump menyatakan kemungkinan respon militer.

Vladimir Shamanov, mantan panglima tertinggi Pasukan Lintas Udara Rusia, bersumpah bahwa Rusia akan mengambil semua langkah pembalasan politik, diplomatik dan militer jika AS melakukan serangan di Suriah.

“Politik standar ganda telah mencapai titik terendah. Dan di sini, partai Rusia Bersatu secara sadar menyatakan bahwa semua langkah politik, diplomatik dan militer akan diambil jika perlu,” Shamanov mengatakan pada rapat pleno Negara Duma.

Demikian pula, kementerian luar negeri Rusia memperingatkan “intervensi militer ¬†terhadap dalih yang dibuat-buat dan palsu.”