Responsive image

Warga Ghouta Terus Melarikan Diri dari Rumahnya Menuju Basis-basis Mujahidin

Warga Ghouta Terus Melarikan Diri dari Rumahnya Menuju Basis-basis Mujahidin

IDLIB (Jurnalislam.com) – Warga dari distrik Ghouta Timur Suriah, yang masih dikepung oleh rezim Syiah Assad dan sekutu-sekutunya, terus melarikan diri ke bagian Suriah utara yang dikuasai faksi-faksi jhad dan oposisi moderat dengan harapan menemukan keamanan.

Sejak proses evakuasi dimulai, lebih dari 56.000 orang telah meninggalkan pinggiran Damaskus yang terkepung.

Pengungsi awalnya dikirim ke kamp-kamp di Idlib, di pedesaan barat Aleppo, dan di distrik Al-Bab, yang terletak di dalam area bekas operasi Operation Euphrates Shield Turki.

Karena arus pengungsi baru-baru ini, kapasitas kamp-kamp ini sekarang penuh.

Berbicara kepada Anadolu Agency di kamp Abrar Idlib, Abu Mohamed mengatakan rezim Assad telah mengizinkan warga Ghouta Timur untuk meninggalkan distrik dengan syarat mereka meninggalkan semua barang-barang pribadi mereka di tempatnya.

Konvoi Ke-22 dari Ghouta Timur Tiba di Al-Bab

“Kami tidak memiliki bantal atau selimut; kami tidak punya apa-apa,” keluhnya, menambahkan bahwa LSM bantuan belum mencapai banyak kamp sementara.

Warga Ghouta Timur lainnya, Abu Ahmed, mengatakan dia dan teman-temannya – meskipun menghadapi situasi kemanusiaan yang sulit – merasa jauh lebih aman di Idlib.

“Harga di sini tidak buruk, walaupun kami tidak punya uang. Dibandingkan disana tidak ada kehidupan di Ghouta Timur; disini kami memiliki roti jelai untuk dimakan,” katanya.

Abu Rashid, seorang penduduk distrik lain, mengatakan bahwa dia dan keluarganya mulai beradaptasi dengan lingkungan baru mereka.

“Kami tidak meminta banyak, hanya lingkungan yang layak huni. Kami membutuhkan listrik,” katanya kepada Anadolu Agency.

Turki Dirikan Tempat Penampungan Pengungsi Ghouta Timur di Idlib

Mohamed Tikko, yang mengawasi salah satu kamp sementara di Idlib, mengatakan penduduk Ghouta Timur diberi prioritas dalam hal akomodasi, dengan banyak yang ditempatkan di masjid, rumah dan sekolah setempat.

“Sumber daya sangat terbatas,” katanya. “Beberapa LSM menawarkan untuk membayar sewa keluarga pengungsi selama dua bulan.”

“Tetapi orang-orang ini telah meninggalkan semua barang-barang mereka di belakang – status keuangan mereka sangat buruk,” tambahnya. “Apa yang akan mereka lakukan setelah dua bulan?”

Bagikan
Close X