Pangeran Arab Katakan Israel Punyak Hak Tanah di Palestina, Begini Bantahan Analis

4 April 2018
Pangeran Arab Katakan Israel Punyak Hak Tanah di Palestina, Begini Bantahan Analis

QATAR (jurnalislam.com) – Mengomentari wawancara terakhir pangeran mahkota Saudi, dalam konteks konflik Israel-Palestina, yang menegaskan bahwa “Israel” memiliki “hak untuk hidup di negara Palestina dengan damai”, Analis Politik Senior Al Jazeera, Marwan Bishara mengatakan pernyataan seperti itu bukan hal baru, Selasa (4/4/2018).

Namun menurut Bishara, yang lebih penting adalah waktu pernyataan Mohamed bin Salman.

Wawancara itu diterbitkan oleh majalah The Atlantic yang berbasis di AS pada hari Senin (2/4/2018), hanya beberapa hari setelah 17 warga Palestina tewas oleh pasukan penjajah Israel selama pawai damai di perbatasan Gaza pada Land Day.

Erdogan pada PM Israel: Anda Seorang Teroris, Negara Anda adalah Negara Teror

“Mengapa sekarang, tepat ketika Israel mengatakan kita tidak menginginkan solusi dua negara, juga ketika Israel menembaki warga Palestina, memperluas dan meningkatkan permukiman ilegal, pembangunan pemukiman ilegal, ketika proses perdamaian tidak akan kemana-mana, ketika [Presiden AS Donald] Trump baru saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pada dasarnya menjatuhkannya dari negosiasi?” Bishara bertanya.

Setelah Lobi dengan Zionis di AS, Pangeran Arab: Israel Punya Hak Tanah di Palestina

“Ini benar-benar pernyataan terburuk untuk mengatakan hal-hal seperti itu.”

Bishara mengatakan pengakuan keberadaan penjajah Israel sebagai anggota penuh komunitas (warga) internasional telah stabil, dan perdebatan sekarang merayap ke arah legitimasi klaim warga Israel atas tanah Palestina sebagai penduduk asli.

Dalam wawancara itu, Mohammed bin Salman (MBS) yang berusia 32 tahun mengatakan bahwa Israel memiliki hak atas tanah di Palestina.

“Saya percaya bahwa setiap orang, di mana saja, memiliki hak untuk hidup di negara mereka yang damai,” katanya.

Dia juga mengakui bahwa “Arab Saudi memiliki banyak kepentingan” dengan Israel.

Pekan ini Pangeran Arab Tour ke Amerika Serikat, Begini Kata Pengamat Timur Tengah

Bin Salman juga mengatakan bahwa walaupun negaranya memiliki “keprihatinan agama” tentang masjid suci di Yerusalem dan hak-hak warga Palestina, Arab saudi tidak memiliki keberatan “terhadap siapapun.”

Bishara mengatakan bahwa para pemimpin Arab, telah lama membahas pengaturan di mana hubungan dengan Israel akan dinormalisasi sebagai pertukaran untuk penarikan penuh dari wilayah yang didudukinya dalam perang 1967.

Apa yang dipertaruhkan sekarang adalah ikatan intrinsik populasi Yahudi terhadap tanah, katanya.

“Masalahnya di sini adalah mengakui hak [Israel] penjajah untuk eksis – dan, beberapa orang akan mengatakan, hak historis Israel untuk ada di Palestina.”

Apakah orang-orang Yahudi memiliki hak historis untuk berada di Palestina?, yang berarti bahwa imigrasi pada abad ke-19 dan ke-20 wajar-wajar saja dan bukan sebagai gerakan penjajahan tetapi sebagai hak rakyat Israel untuk hidup di Palestina?

“Saya rasa itulah pertanyaannya!!!.”

Pencaplokan tanah Palestina oleh penjajah Israel dari masa ke masa