Jaga Imunitas Warga Donggala, ACT Berikan 5 Ekor Sapi

DONGGALA (Jurnalislam.com) – Lem‎baga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah. Bantuan disalurkan kepada para korban yang masih minim mendapatkan bantuan.

Satu diantaranya para korban yang berada di Kelurahan Lompio, Kecamatan‎ Sirenja, Kabupaten Donggala.

Kecamatan Sirenja‎ berjarak 89 KM dari Kota Palu dan ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Pantai di kawasan Sirenja ini merupakan titik pusat gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018) yang berdampak terjadinya tsunami dan likuifaksi di wilayah Palu, Donggala dan Sigi.

Koordinator Posko ACT wilayah Sirenja, Lukman Solehuddin mengatakan terdapat 1.400 pengungsi di Kelurahan Lompio yang kini tinggal di tenda-tenda.

Koordinator Posko ACT wilayah Sirenja Lukman Solehuddin. Foto: Ally/Jurniscom

Mereka dikumpulkan di Dusun 4 karena dianggap cukup aman dibanding tiga dusun lainnya di Kelurahan ini. Untuk bantuan hari ini yang disalurkan ACT yakni berupa daging sapi. Sebanyak lima ekor sapi disembelih untuk disalurkan kepada para korban di tenda pengungsian.

“Bantuan yang sudah kita salurkan di posko yakni sembako untuk mereka makan dan pada hari ini kita potong lima ekor sapi,” kata Lukman di posko pengungsian di Kelurahan Lompio, Sirenja, Ahad (14/10/2018).

Lukman mengatakan alasan ACT menyalurkan daging sapi untuk memastikan para korban mendapatkan asupan gizi yang baik selama berada di pengungsian.

“Mereka sudah dua minggu lebih berada di pengungsian. Otomatis imunitas mereka harus dijaga, kalau imunitas mereka menurun maka keehatan akan terganggu‎,” kata Lukman.

‎Rencananya, daging sapi akan dimasak bersama oleh para korban di pengungsian. Mereka saling bekerjasama untuk memasak daging sapi tersebut.

“Ini daging mau kita masak untuk dimakan sama-sama dan sisanya akan kita simpan untuk beberapa hari kedepan selama berada di pengungsian,” kata Nur, satu diantara korban ‎di pengungsian ini.

 

Reporter: Ally M Abduh

PM Zionis Ancam Keras Hamas Setelah Aksi Great Return March

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu pada hari Ahad (14/10/2018) mengancam akan “menghantam dengan sangat keras” terhadap Hamas setelah kekerasan baru di sepanjang pagar yang memisahkan Jalur Gaza yang terkepung dari Israel.

Pasukan penjajah Israel membunuh tujuh pengunjuk rasa di sepanjang pagar pada hari Jumat selama aksi protes pekanan “Great March of Return” yang berlangsung sejak bulan Maret.

Meskipun sebagian besar berjalan damai, beberapa pengunjuk rasa telah menggunakan taktik seperti balon dan layang-layang pembakar yang melayang melintasi pagar pemisah Israel dan membakar lahan pertanian di Israel.

Baca juga: Sudah 198 Warga Gaza Gugur Sejak Aksi Great Return March Dimulai

“Kami sebentar lagi akan melancarkan jenis tindakan lain yang mencakup pukulan yang sangat kuat. Jika Hamas cerdas, mereka akan menghentikan api dan kekerasan sekarang,” kata Netanyahu dalam pertemuan kabinet pekanan.

Israel mengumumkan akan menangguhkan semua pengiriman bahan bakar ke Jalur Gaza, setelah protes baru di sepanjang pagar dimana tujuh warga Palestina tewas oleh pasukan Israel.

Gaza, yang sudah menderita pemadaman listrik kronis, bergantung pada pengiriman bahan bakar dari Israel untuk menyalakan pembangkit listriknya. Israel pekan lalu mencapai kesepakatan untuk menyediakan bahan bakar yang dibiayai Qatar ke Gaza untuk meningkatkan pasokan listrik.

Baca juga: Qatar Kirim 450.000 Liter Bahan Bakar Pembangkit Listrik ke Gaza

Qatar berjanji untuk membayar $ 60 juta (52 juta euro) untuk bahan bakar yang akan dibawa ke Gaza selama enam bulan dalam sebuah kesepakatan yang ditengahi PBB.

Pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan pengiriman bahan bakar hanya akan dilanjutkan jika ada “penghentian total tindak kekerasan, peluncuran balon pembakar (dari Gaza menuju Israel) dan penggunaan ban yang terbakar di kota-kota Israel” di dekat daerah kantung.

Baca juga: Tanggapi Serangan Layang-layang Hamas, PM Zionis Siapkan Skenario Militer

Sedangkan demonstran Palestina juga menghadapi gas air mata dan tembakan penembak jitu Israel selama protes massal.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan satu warga Israel tewas sejak protes dimulai pada 30 Maret.

Para pengunjuk rasa menuntut tanahnya kembali yang sekarang berada di dalam kekuasaan Israel, sejak keluarga mereka mengungsi selama perang 1948 setelah diusir untuk pembentukan  negara Yahudi.

Erdogan dan Raja Salman Bahas Hilangnya Khashogi dalam Sambungan Telepon

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dalam panggilan telepon Ahad (14/10/2018) malam, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mendiskusikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

Erdogan menekankan pembentukan kelompok kerja gabungan untuk menyelidiki kasus tersebut, kata seorang sumber presiden Turki, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, telah hilang sejak dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Baca juga: Inggris, Perancis dan Jerman Ajukan Banding ke Saudi atas Hilangnya Khashoggi

Pada hari yang sama 15 orang Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi gedung itu sementara Khashoggi juga berada di dalam, kata sumber polisi Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Otoritas Saudi belum memberikan informasi yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara – terutama Turki, AS, dan Inggris – mendesak agar kasus itu diselesaikan secepat mungkin.

Dua Pos Militer Diserang Taliban, 17 Pasukan Bentukan AS Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 17 tentara Afghanistan bentukan AS telah tewas dalam serangan Taliban di dua pos militer di Afghanistan barat, kata beberapa pejabat, Aljaeera melaporkan, Ahad (14/10/2018).

Taliban (Imarah Islam Afghanistan)  mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dimulai Sabtu malam di distrik Pusht Rod provinsi Farah dan berlanjut hingga Ahad. Serangan terjadi sepekan sebelum pemilih memberikan suara mereka dalam pemilihan parlemen di seluruh negara yang dilanda perang itu.

Serangan itu melibatkan “sejumlah besar pasukan Taliban”, menurut kepala dewan provinsi Farah, Farid Bakhtawar.

Sedikitnya 11 tentara Afghanistan ditangkap dan empat lainnya terluka dalam serangan semalam, kata pejabat setempat.

Baca juga: AS Mohon Taliban Hadiri Pembicaraan Damai Afghanistan

Juru bicara departemen pertahanan Ghafoor Ahmad Jawed mengatakan bala bantuan telah dikirim ke daerah itu.

“Taliban juga menderita kerugian,” tambah Jawed.

Para pejuang Taliban menyita senjata dan kendaraan lapis baja selama serangan itu, kata anggota dewan provinsi Dadullah Qaneh.

Di provinsi selatan Zabul, kepala polisi distrik Mizan tewas dalam bentrokan dengan pejuang Taliban pada Sabtu malam, gubernur provinsi, Rahmatullah Yarmal, mengatakan.

Kekerasan telah meningkat dalam bulan-bulan menjelang pemilihan parlemen 20 Oktober, dengan ratusan orang terbunuh atau terluka.

Baca juga: Taliban Serbu Distrik Sayyidabad, Tempat Dimana 38 Tentara AS Tewas

Pada hari Sabtu, sebuah sepeda motor yang membawa bahan peledak diledakkan di antara para pendukung Nazifa Yousefibek, seorang kandidat wanita untuk provinsi timur laut Takhar, menewaskan 22 orang dan melukai 36 orang – kebanyakan warga sipil.

Dan di provinsi barat Herat, dua pria bersenjata menyerang kantor kampanye seorang kandidat di distrik Injeel, menewaskan dua orang, kata juru bicara gubernur provinsi Jailani Farhad.

Sampai saat ini belum ada yang bertanggung jawab atas serangan jelang pemilu.

Inggris, Perancis dan Jerman Ajukan Banding ke Saudi atas Hilangnya Khashoggi

LONDON (Jurnalislam.com) – Pemerintah Inggris, Prancis, dan Jerman langsung mengajukan banding pada hari Ahad (14/10/2018) ke Arab Saudi “untuk memberikan tanggapan yang lengkap dan rinci” terhadap hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi.

“Membela kebebasan berekspresi dan pers bebas dan memastikan perlindungan bagi jurnalis adalah prioritas utama bagi Jerman, Inggris dan Perancis,” kata pernyataan bersama oleh para menteri luar negeri negara-negara tersebut.

“Dalam semangat ini, perhatian harus ditumpahkan atas hilangnya wartawan Saudi Jamal Khashoggi, dimana pihak keluarga telah kehilangan kontak dengannya sejak 2 Oktober,” kata Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

Baca juga: Anggota Kongres AS Galang Dukungan untuk Rilis Data Intelijen atas Khashoggi

Pernyataan bersama itu muncul sehari sebelum pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Luksemburg.

Menggarisbawahi “keprihatinan serius” bersama yang juga diungkapkan oleh pihak lain, termasuk kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, pernyataan itu mengatakan mereka “memperlakukan insiden ini dengan sangat serius.”

“Perlu ada penyelidikan yang kredibel untuk menetapkan kebenaran tentang apa yang terjadi, dan – jika relevan – untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas hilangnya Jamal Khashoggi, dan memastikan bahwa mereka dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

“Kami mendorong upaya bersama Saudi-Turki dalam hal itu, dan mengharapkan Pemerintah Saudi untuk memberikan respon yang lengkap dan rinci,” kata pernyataan itu.

“Kami telah menyampaikan pesan ini langsung kepada pihak berwenang Saudi,” tambahnya.

Baca juga: Intel AS Curigai Pangeran Salman Terlibat atas Terbunuhnya Jamal Khashogi

Khashoggi, seorang wartawan terkemuka, telah hilang sejak dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Pada hari yang sama dengan kedatangan Khashoggi di konsulat, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi gedung itu saat wartawan itu juga berada di dalam gedung, kata sumber polisi Turki. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara – terutama Turki, AS, dan Inggris – mendesak agar kasus itu diselesaikan secepat mungkin.

Berbicara pada hari Sabtu di London, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan “Arab Saudi harus bekerja sama” dengan memberikan akses ke konsulat kepada jaksa dan para ahli Turki.

Seraya menambahkan bahwa kerja sama sejauh ini gagal mencapai apa yang seharusnya bisa dicapai, ia menambahkan: “Agar semuanya jelas, kami harus mendapatkan ini (akses ke konsulat).”

Dirikan Klinik, Forum Me-DAN Palu Berikan Layanan Kesehatan 24 Jam Gratis

SIGI (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) menggelar aksi sosial di desa Beka, Marawola, Sigi pada Sabtu (13/10/2018). Dalam aksi kali ini, relawan Me-Dan melakukan aksi pengobatan gratis.

Koordinator aksi Jacki Ardhiyansyah menjelaskan, pengobatan gratis tersebut merupakan salah satu program yang di jalankan di lokasi bencana. Selain itu, Me-DAN juga membuka layanan kesehatan 24 jam gratis.

“Kita membawa satu orang tenaga medis, di desa tersebut banyak yang mengeluhkan banyak yang sakit, dan ini program yang sudah rutin dilakukan Me-Dan di tempat-tempat bencana,” katanya kepada Jurnalislam.com, Sabtu (13/10/2018).

Pemberian layanan gratis oleh Forum Me-Dan untuk korban Palu

“Dan kita sejak tanggal 4 oktober juga sudah buka klinik 24 jam di posko Me-DAN yang ada di Jalan Dewi Sartika, Palu,” imbuhnya.

Sementara itu, tim kesehatan Forum Me-DAN Syafrin mengatakan, dalam aksi kali ini, rata-rata pengungsi menderita flu, batuk, alergi dan memar karena tertimpa bangunan yang roboh.

“Tadi kita mendapatkan 54 pasien, dengan rata-rata menderita sakit hipertensi, alergi, flu, dan batuk. Karena makanan disana juga kurang baik, selain itu juga banyak yang memar karena tertimpa bangunan roboh dan mereka banyak pikiran karena trauma, dan disini juga sudah mulai sering hujan,” paparnya.

Tsunami Itu Pecah Di Atas Kubah

“Tapi tsunami itu dia belah ini masjid, dia lompat begini,” kata Alif dengan dua tangannya mencoba menirukan bentuk air yang melompat di atas kubah masjid.

JURNALISLAM.COM – Pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya, kisah-kisah tentang karomah bermunculan.  Gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018)  itu telah meluluhlantakkan beberapa wilayah di Kota Palu, Donggala, dan Sigi.

Satu peristiwa unik terjadi ketika tsunami menerjang Keluharan Pantoloan, Kecamatan Tawaile, Kota Palu. Sebuah masjid tua berukuran 18 x 20  m2 masih tampak masih utuh kendati telah diterjang gempa bumi dan tsunami.

Warga sekitar menyebutnya Masjid Jamie, namun karena terletak di Kelurahan Pantoloan, masjid yang didirikan pada tahun 1936 oleh seorang ulama dari Banjar itu kemudian dikenal dengan nama Masjid Jamie Pantoloan.

Masjid Jamie Pantoloan terletak tidak jauh dari Gate I Pelabuhan Pantoloan. Dari ujung utara dermaga pelabuhan, masjid berwarna hijau terang dengan kubah segitiga berlafadz Allah itu sudah dapat dilihat.

Masjid ini masih utuh, seolah tak tersentuh gempa dan gelombang tsunami yang menurut penuturan salah seorang saksi mata, gelombang berwarna hitam itu setinggi pohon kelapa.

Masjid Jamie Pantoloan dari udara. Foto: Rizal/ACT

Saksi mata itu bernama Muhammad Alif Firmansyah. Pemuda 18 tahun itu adalah salah satu jamaah Masjid Jamie Patoloan yang terbilang aktif. Setiap hari, mahasiswa semester tiga jurusan sosiologi Universitas Tadulako (Untad) Palu itu mendirikan shalat lima waktu di Masjid Jamie Pantoloan ini.

“Alhamdulillah lima waktu saya di sini,” kata Alif.

Petang itu, azan magrib sedang berkumandang, Alif yang sedang berwudhu tiba-tiba dikejutkan dengan gempa besar yang tak biasa. Menurut Alif, gempa memang sudah sering terjadi, tapi tidak sebesar gempa Jumat petang itu.

Tak sampai ia selesaikan wudhu, tubuhnya tak kuasa lagi menahan goncangan. Alif pun terjatuh berkali-kali. Demikian juga dengan jamaah yang sudah bersiap di dalam masjid. Gempa itu terjadi ketika seruan azan sampai di “Hayya ‘ala sholah”.

Muhammad Alif Firmansyah. Foto: Ally/Jurniscom

“Pas Hayya ala sholah itu, datang itu gempa, memang kita taluncur semua, ada yang tasalto, ada yang terbanting keluar sampai pagar, sampai berjalan merangkak seperti bayi, tapi dia orang azan itu dia lanjut sampai habis,” ungkap Alif dengan logat khas To Kaili (orang suku kaili).

Gempa berhenti bersamaan dengan lantunan kalimat terakhir azan “Laa ilaaha illallah”. Tak lama kemudian suara gemuruh yang amat keras semakin mendekat dari arah barat.

Rupanya tsunami setinggi pohon kelapa datang menerjang Kelurahan Pantoloan. Di situlah sepintas Alif melihat air terpecah di atas kubah Masjid Jamie Pantoloan.

“Tapi tsunami itu dia belah ini masjid, dia lompat begini,” kata Alif dengan dua tangannya mencoba menirukan bentuk air yang melompat di atas kubah masjid.

“Dia (tsunami) belah begini,” sambung Alif, sembari memisahkan dua tangannya ke samping kanan dan kiri.

“Lalu dia pecah itu air di atas kubah,” tuturnya.

Alif yang panik, lalu menyalakan motor dan tancap gas menuju rumah untuk menyelamatkan orang tuanya. Entah bagaimana cara Alif bersama rekannya bisa menyelamatkan diri dari tsunami yang sudah sedekat itu.

“Kuasa Allah itu sudah,” kata Alif singkat.

Setibanya di tempat yang aman, Alif mengira semua jamaah masjid saat itu berlari menyelamatkan diri. Namun ternyata, sang Imam masih berada di dalam masjid. Imam masjid itu tak lain adalah guru Allif sendiri bernama Ustadz Upik.

“Ustadz Upik itulah yang diam disini (masjid-red) dan menyaksikan tsunami hingga selesai,” ujar Alif.

Sayang, Ustadz Upik sedang tidak berada di tempat ketika kami mendatangi masjid itu. Ia tengah berada di pengungsian di daerah Palu Utara.

Alif dan keluarga berhasil lolos dari terjangan tsunami yang telah meluluhlantakkan kampung halamannya. Saat ini ia tinggal di rumah saudaranya.

Bahtiar (49) jamaah masjid Jamie Pantoloan yang berhasil selama dari tsunami. Foto: Ally/Jurniscom

Namun, naas bagi jamaah masjid Jamie Pantoloan lainnya bernama Bahtiar (49). Ia harus mengikhlaskan sang ibu yang terlepas dari gendongannya ketika terseret arus tsunami sejauh 200 meter.

Ketika gempa terjadi, Bahtiar bersama Alif dan jamaah shalat magrib lainnya sedang berada di masjid. Ia kemudian berlari ke rumah untuk menyelamatkan ibunya. Jarak masjid ke rumah Bahtiar hanya sekitar 50 meter.

“Ketika Hayya ala sholah langsung goncang keras, saya langsung lari keluar masjid ambil mama saya langsung saya kasih naik angkat ke punggung,” tutur Bahtiar.

Saat berlari menggendong ibunya, tiba-tiba air mendorong Bahtiar dari belakang. Bahtiar terseret sejauh 200 meter dan kehilangan ibunya.

Saat terseret arus, Bahtiar sadar pegangan sang ibu terlepas dari pundaknya. Namun dzikir dan doa tak terlepas dari hatinya.

“Ketika di dalam air, saya seperti diblender sudah, saya berdzikir,” kata Bahtiar.

Bahtiar selamat karena ia terjepit kayu ketika gelombang tsunami kembali ke laut. Kakinya terluka setelah berusaha melepaskan diri dari jepitan kayu. Tsunami reda, kakinya terlepas.

“Saya langsung shalat di tempat kaki saya terjepit itu, dan saya sudah tidak tahu lagi ibu saya dimana,” ucap Bahtiar.

Bahtiar kemudian dirawat di Rumah Sakit. Ibunya ditemukan 3 hari pasca gempa di bawah reruntuhan yang tidak jauh dari Masjid Jamie Patoloan.

“Adik saya yang temukan mama, karena saya kan dirawat selama empat hari,” kata Bahtiar sembari menunjukkan luka-luka di tubuhnya.

Seluruh jamaah masjid Jamie Patoloan yang hendak menunaikan shalat magrib saat itu berhasil selamat. Namun peristiwa itu takkan pernah lepas dari ingatan mereka.

Saat kami menemui mereka sore itu, Sabtu (13/10/2018), sebagian besar mereka bersama warga lainnya sedang bergotong royong membangun benteng masjid.

Keajaiban utuhnya Masjid Jamie Pantoloan sempat viral di media sosial. Karenanya, orang-orang terus berdatangan untuk melihat langsung kondisi masjid itu. Tak sedikit dari mereka yang memberikan donasi untuk biaya perawatan masjid.

“Itu karpet di dalam baru semua, banyak orang kasih sumbangan karena tahu masjid ini utuh setelah tsunami,” kata Ketua DKM Masjid Jami Pantoloan, Hasanuddin.

Hasanudin berharap, dengan apa yang terjadi pada Masjid Jamie Pantoloan ini, warga Pantoloan semakin meningkatkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’la.

Masjid Jamie Pantoloan tetap utuh. Foto: Ally/Jurniscom

“Ini (musibah) peringatan, barangkali di sini masih banyak yang maksiat, jadi semoga warga Pantoloan semakin rajin ibadahnya,” tutur Guru Madrasah Tsanawiyah ini.

Kelurahan Pantoloan menjadi salah satu daerah terdampak gempa-tsunami dengan jumlah korban terbanyak. Tercatat 98 orang yang ditemukan tewas dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. Sementara, masa evakuasi dinyatakan berakhir sejak 11 Oktober lalu. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.

Apa yang terjadi pada Masjid Jamie Pantoloan, kepada Alif dan Bahtiar itu hanyalah sebagian kecil dari karomah yang Allah berikan kepada makhluk yang dicintaiNya. Masih ada banyak kisah karomah lain yang terjadi di bumi Kaili ini pasca gempa-tsunami yang tak terekspos.

Gempa boleh saja meluluhlantakkan rumah kami, tsunami boleh jadi menyapu tanah kami, tapi bukan To Kaili jika tak patuh pada petuah Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, “Kepada Allah aku ajak semua muslim dan ini adalah kitabNya”

Penulis: Ally Muhammad Abduh

Menginspirasi, Siswa TK Islam Ini Bantu Galang Dana untuk Gempa-Tsunami Palu

BOGOR (Jurnalislam.com) – Sebagai wujud kepedualian terhadap sesama, murid-murid TK Islam Al Kahfi dan RQ (Rumah Qur’any) Gunung Sindur, Bogor melakukan penggalangan dana pada Jumat (12/10/2018). Aksi ini merupakan yang kedua dari mereka.

“Alhamdulillah kami dari TK Islam Al Kahfi dan RQ (Rumah Qur’any) Al Kahfi Gunung Sindur bekerjasama dengan Forum Me-Dan wilayah DKI Jakarta mengadakan aksi menggalang dana dalam bentuk amplop berbagi peduli gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Setelah sebelumya kami juga telah mengalang dana untuk korban gempa Lombok,” kata kepala sekolah TK Islam Al Kahfi, Nurlaila disela-sela kegiatan.

Aksi penggalangan dana tersebut mengunakan cara unik, para guru memberikan satu amplop kepada masing masing murid pada Kamis, (11/10/2018) yang kemudian dibawa pulang untuk dikumpulkan keesokan harinya.

Ia mengatakan, kegiatan penggalangan dana itu sebagai bentuk pembelajaran bagi murid TK Al Kahfi untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami saudaranya di Palu.

Keceriaan siswa TK Islam Al Kahfi sesaat menggalang dana untuk korban Gempa-Tsunami Palu

“Ini juga dapat menjadikan media pembelajaran kepada anak didik kami untuk senantiasa peduli kepada saudara-saudaranya yang terkena musibah,” ungkap Nurlaila.

Meski sedikit, ia berharap apa yang dilakukan oleh murid TK tersebut dapat bermanfaat dan bisa meringankan beban korban bencana gempa dan tsunami Palu.

“Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” tandasnya.

Setidaknya, sejumlah uang senilai 2.500.000 dapat dikumpulkan. Kemudian diserahkan kepada perwakilan Forum Me-DAN Wilayah DKI Jakarta untuk diberikan langsung kepada tim relawan Me-Dan yang sudah berada di Palu sejak beberapa waktu lalu.

Minim Bantuan Pemerintah, Yanmas Bagikan Paket Sembako di Wilayah Sigi

SIGI (Jurnalislam.com) – Pelayan Masyarakat (Yanmas) Jamaah Ansharusy Syariah kembali melakukan aksi sosial di wilayah terdampak bencana gempa dan tsunami Palu. Kali ini, relawan Yanmas membagikan 250 paket sembako di 3 desa Beka, Marawola, kabupaten Sigi, Sabtu (13/10/2018).

Korlap aksi Juanda mengatakan, sebelumnya salah satu warga dari desa Beka mendatangi posko Yanmas di Palu beberapa hari yang lalu. Warga Beka mengeluhkan tentang minimnya jumlah bantuan yang diberikan pemerintah kepada mereka.

“Kemarin posko kita didatangi warga desa Beka menyatakan bahwa disana minim bantuan sampai hari Jumat kemarin cuma dapat 2 liter beras, tapi kalau bantuan yang lain sudah ada semisal mie instan, pampers dan lain sebagainya. Akhirnya tim kami kemarin kesana dengan warga yang melapor ke posko kita,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Sabtu, (13/10/2018).

Juanda menjelaskan, desa Beka merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak gempa yang cukup parah. Selain merusak bangunan, jalan di desa tersebut juga banyak yang retak dengan kedalaman yang bervariasi.

“Disana juga banyak yang manula dan tidak punya kendaraan, akhirnya kita yang mendatangi lokasi tersebut untuk langsung menyalurkan bantuan langsung kepada korban terdampak bencana gempa tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap apa yang dilakukan Yanmas dapat meringankan penderitaan yang dialami para korban. Kedepan, kata dia, Yanmas masih akan terus melakukan aksi sosial serupa di sejumlah tempat yang terkena dampak gempa dan tsunami Palu.

Bawa 1.000 ton Bantuan, Kapal Kemanusiaan ACT Tiba di Palu

PALU (Jurnalislam.com) – Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tiba di Pelabuhan Pantoloan Kota Palu, Sabtu (13/10/2018).

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini membawa 1000 ton bantuan yang terdiri dari 500 ton beras dan 500 ton kebutuhan pokok.

“Bantuan terdiri dari 500 ton beras yang kita datangkan khusus dari lumbung pangan kita di Blora dan ditambah 500 ton bantuan dari masyarakat yang bervariasi melalui cabang kami di ACT Surabaya,” kata Senior Vice Presiden ACT, Syuhelmaidi Sukur kepada awak media di Pelabuhan Pantoloan.

Syuhelmaidi menjelaskan, bantuan dari masyarakat tersebut adalah bantuan yang secara langsung diberikan oleh masyarakat melalui ACT cabang Surabaya.

Senior Vice Presiden ACT, Syuhelmaidi Sukur. Foto: Ally/Jurniscom

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada pengungsi korban gempa dan tsunami melalui 8 posko ACT yang ada di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi.

“Karena kita melihat 4 kabupaten inilah yang terdampak cukup parah oleh gempa dan tsunami,” ujarnya.

Delapan posko kemanusiaan ACT untuk bencana Sulteng tersebut diantaranya 1 di Donggala kota dan 3 di pantai barat. Kemudian 2 di Kota Palu, 1 di Sigi, dan 1 lagi di Parigimoutong.

Ini adalah Kapal Kemanusiaan pertama ACT yang ada tiba di Palu setelah melalui perjalanan selama 5 hari dari Surabaya. Kapal kedua akan segera didatangkan dari Jakarta.

“Insya Alloh akan ada lagi kapal kemanusiaan kedua yang berangkat dari Jakarta,” pungkasnya.

Reporter: Ally Muhammad Abduh