Tegas! Ini Jawaban UAS terhadap Para Penolaknya

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa dirinya mendoakan para penolaknya.

UAS kerap mendapat penolakan dari pihak-pihak yang ia sebut ‘gagal paham’ itu.

Yang terakhir, agendanya mengisi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) urung dilakukan karena ditolak pihak rektorat.

Masih di Jawa Tengah, UAS juga ditolak mengisi tabligh akbar di pesantren berkebutuhan khusus Al-Achsaniyyah Kudus.

Alasannya beragam, dari mulai acara yang tidak sesuai dengan kegiatan akademik sampai tudingan UAS terpapar radikalisme.

Kendati demikian, UAS tidak pernah memaksakan diri untuk melanjutkan agenda ceramah jika ada penolakan.

“Kalau kemudian kita marah-marah, masalah tidak akan selesai. Kalau saya marah satu kali, umat akan marah tiga kali. Sekali hentakan gelombangnya itu luar biasa. Maka kita serahkan kepada Allah setelah ada ikhtiar,” kata UAS dalam FAKTA TVone di Yogyakarta.

“Mudah-mudahan panitia-panitianya tetap bangkit semangatnya, tidak down. Tidak hanya karena batal lantas mereka yang sudah berhijrah itu kembali lagi ke kebiasan buruknya,’ sambung UAS.

Ia pun berkelakar, seandainya ada orang yang tidak jadi berbuat baik karena ceramahnya ditolak dan dibatalkan, maka dirinya hanya mendapat dosa lima persen. Sementara 85 persen dosa ditanggung oleh mereka yang menolak agenda ceramahnya.

“Saya mungkin hanya mendapat 5 persen dosanya, yang 85 persen itu yang batalin itu,” ujar UAS.

Baca juga:

Muslim United Diharapkan Mampu Lahirkan Gerakan Sinergi Antar Elemen Umat

Ini Saran Ustaz Salim A Fillah Soal ‘Follow Up’ Setelah Muslim United

UAS: Kalau Saya Marah Satu Kali, Umat Akan Marah Tiga Kali

UAS di UII: Undang Saya ke Universitas Saya Akan Bicara Ilmiah

Di UAD, UAS Ungkapkan Kekagumannya pada Sosok KH Ahmad Dahlan

MUI Heran Apa yang UGM Takutkan dari Sosok UAS

Muslim United Diharapkan Mampu Lahirkan Gerakan Sinergi Antar Elemen Umat

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Penulis asal Yogyakarta ustaz Salim A Fillah menyebut kegiatan Muslim United (MU) #2 sebagai langkah awal umat Islam di Indonesia untuk merajut ukhuwah dan menyatukan umat.

“Jadi MU itu syiar tapi kita ingin nanti ada gerakan yang semakin sinergis antar berbagai elemen,” kata ustaz Salim A Fillah kepada Jurnalislam.com di Masjid Jogokariyan, Sabtu (12/10/2019) malam.

Momen MU #2 juga dinilai ustaz Salim bentuk syiar Islam agar semakin melekat di tengah masyarakat, bahwa persatuan umat ini sangat diperlukan menghadapi berbagai hal.

Selain di kegiatan MU #2 di Yogyakarta, ustaz Salim juga menyebut momen kebangkitan umat juga dirasakan di berbagai daerah, hal itu ditandai dengan banyaknya kegiatan dakwah islami yang melibatkan antar elemen umat Islam.

“Ada teman teman hijrah fest, ada teman teman muslim fest, macam macam namanya namun semangatnya sama kita tau ini gejalanya sama yang sangat murni,” ungkapnya.

“Dan umat ini benar benar haus kebangkitan, umat ini haus persatuan, umat ini sudah lelah dengan berbagai perpecahan, kita insya Allah akan melakukan semangat itu terus di masyarakat,” pungkas ustaz Salim.

Baca juga:

Penyelenggara Jamin Tidak Ada Islam Radikal dalam Acara Muslim United

Muslim United 2019 Tetap Digelar, Begini Penjelasan Ketua Panitia

Kegiatan Muslim United #2 Pindah ke Masjid Jogokariyan

Majukan Ekonomi Rakyat Dengan Gerakan ‘Buy Muslim First’

PA 212 Tegaskan Tidak Berekonsiliasi dengan Pihak Pengkriminalisasi Ulama

Ini Saran Ustaz Salim A Fillah Soal ‘Follow Up’ Setelah Muslim United

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Penulis asal Yogyakarta ustaz Salim A Fillah menyebut kegiatan Muslim United (MU) #2 sebagai langkah awal umat Islam di Indonesia untuk merajut ukhuwah dan menyatukan umat.

“Kita di MU berhimpun di lingkaran kecil ini, tapi ketika kemudian menebarkan ketempat kita semuanya, kita harus memperbesar lingkaran itu kemudian menjadikan satu persatuan umat yang bergerak dengan baik,” katanya kepada Jurnalislam.com di Masjid Jogokariyan, Sabtu (12/10/2019) malam.

“Jadi MU itu syiar tapi kita ingin nanti ada gerakan yang semakin sinergis antar berbagai elemen,” tambahnya ustaz Salim.

Momen MU #2 juga dinilai ustaz Salim bentuk syiar Islam agar semakin melekat di tengah masyarakat, bahwa persatuan umat ini sangat diperlukan menghadapi berbagai hal.

“Isu dan tantangan kedepan dengan berkumpul seperti ini, kita merasakan satu perasaan yang sulit digambarkan dengan kata kata, akan memberikan kesan yang mendalam bagi umat, kemudian memberikan kepada kita satu semangat bahwa di kehidupan sehari hari pun perasaan bersatu ini harus dirawat,” ujarnya.

Baca juga: 

Ini Kata Generasi Milenial Tentang Muslim United #2

Puluhan Mantan Preman Solo Sajikan 2500 Cup Kopi Taubat di Muslim United

Merchandise dan Aksesoris Muslim United Laris Diborong Warga

Dihadiri Ribuan Peserta, Muslim United Jadi Berkah Tersendiri Bagi Para Pedagang

Amer Azzikra: Anak Muda Terbaik Adalah yang ‘Mengakhirat’

Temukan Kejanggalan Tewasnya Akbar Alamsyah, KontraS: Keterangan Polisi Berbeda-beda

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menemukan sejumlah kejanggalan dari mulai hilangnya Akbar Alamsyah sampai dinyatakan meninggal dunia.

KontraS menemukan adanya keterangan berbeda dari pihak kepolisian soal keberadaan Akbar.

Awalnya Kabiro Pemantauan dan Penelitian KontraS Rivanlee Anandar mengatakan Akbar Alamsyah dinyatakan hilang sejak 25 September lalu.

Dia menyebut berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencari Akbar hingga akhirnya keluarga mendapat kabar Akbar berada di Polres Jakarta Barat.

“Tanggal 27 September, keluarga datang ke Polres Jakarta Barat untuk meminta izin memberikan makanan ke Akbar yang dikabarkan berada di dalam tahanan. Namun sang kakak diberitahukan oleh petugas di sana bahwa Akbar tidak bisa ditemui dan makanannya di tinggal di depan sel tahanan,” kata Rivanlee kepada wartawan di kantor KontraS, Senen, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019).

Rivanlee mengatakan keluarga akhirnya pulang ke rumah dan justru mendapat kabar Akbar berada di RS Pelni. Kemudian terungkap Akbar sudah berada di RS Pelni sejak 26 September.

Keesokan harinya, keluarga mengecek dan Akbar sudah dirujuk lagi ke RS Polri Kramat Jati.

“Keluarga korban langsung mendatangi RS Polri dan di sana keluarga korban juga mendapat kesulitan untuk bertemu dengan Akbar untuk menjenguk Akbar, karena berada di ruang ICU, sampai-sampai keluarga korban harus dijaga ketat oleh kepolisian untuk bertemu dengan akbar sampai dia (Akbar) dipindah ke RSPAD Gatot Soebroto untuk perawatan yang lebih intensif sampai akhirnya Akbar meninggal beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Sumber:detik.com

Baca juga:

Keluarga Sebut Jasad Akbar Tak Bisa Dikenali Karena Wajah Lebam

YLBHI: Banyak Kejanggalan dalam Kasus Kematian Mahasiswa Akbar Alamsyah

Korban Demo DPR Akbar Alamsyah Wafat, Ibunda: Anak Saya Disiksa

Tiga Wanita Berhijab Diserang Seorang Pria di San Diego

Penyerangan Wiranto, Yaqut Tuding Keterlibatan Kelompok Radikal

Solopeduli Tambah Ambulan Gratis Untuk Wilayah Sukoharjo

SOLO (jurnalislam.com)- Untuk memenuhi kebutuhan ambulan gratis di wilayah Sukoharjo, donatur dan Bank Muamalat menyerahkan ambulan kepada Solopeduli pada ahad, (13/10/2019). 1 unit ambulan ini ditujukan bagi kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

”Permintaan Ambulan Gratis di wilayah Kabupaten Sukoharjo cukup tinggi, untuk itu ambulan ini kami operasikan di wilayah Sukoharjo. Alhamdulillah hingga saat ini ada 9 unit ambulan gratis yang kita operasikan,” kata direktur utama Solopeduli Sidik Anshori.

“7 ambulan kita operasikan di wilayah Soloraya, yakni di Surakarta, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Klaten, wonogiri, dan Sukoharjo, sedang 2 lainnya di area aceh dan Lombok,” imbuh Sidik.

Ia berharap dengan penambahan ambulan di Sukoharjo tersebut, masyarakat di wilayah Sukoharjo tidak perlu kebingungan dan kesusahan untuk mencari ambulan gratis.

Penyerahan simbolisasi Ambulan gratis dilakukan oleh Branch Manajer Bank Muamalat Solo Budi Santoso kepada Dewan Pengawas Solopeduli, Bapak Zainal Abidin di Hotel Sunan Solo pada ahad, (13/10/2019).

Sedangkan untuk penyerahan mobil ambulan diserahkan kepada Kepala area Solopeduli Sukoharjo yang dilakukan secara langsung di Kantor area Sukoharjo di Jl. Pemuda No.8 Kutorejo, Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukorejo, Jawa Tengah pada senin, (14/10/2019).

UAS: Kalau Saya Marah Satu Kali, Umat Akan Marah Tiga Kali

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Dai kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan alasan dirinya mengunggah daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) melalui akun Instagram pribadinya. UAS mengatakan, CV itu diunggah supaya orang tidak salah menilai dirinya.

“Supaya orang tidak salah nilai, tidak keliru, kan kalau orang terus termakan isu kan kasian. Dia akan terus keliru. Orang keliru bicara berawal dari keliru mendengar, keliru melihat, keliru berpikir. Kalau menurut logika Al-Qur’an, dengar dulu, lihat, renungkan, Jika salah lihat, salah dengar, salah renung, salah berpikir, salah ngomong,” katanya dalam wawancara di program Fakta TvOne di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

“Makanya saya kasih lihat CV saya, kalau dia gagal paham kita kasih paham. Yang susah itu kalau kita menghadapi orang yang cari makanya dari gagal paham,” paparnya.

UAS kerap mendapat penolakan dari pihak-pihak yang ia sebut ‘gagal paham’ itu. Yang terakhir, agendanya mengisi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) urung dilakukan karena ditolak pihak rektorat. Masih di Jawa Tengah, UAS juga ditolak mengisi tabligh akbar di pesantren berkebutuhan khusus Al-Achsaniyyah Kudus. Alasannya beragam, dari mulai acara yang tidak sesuai dengan kegiatan akademik sampai tudingan UAS terpapar radikalisme.

“Jadi radikal itu sekarang seperti label, kita tempelkan ke orang yang kita tidak suka untuk membunuh karakter dia. Ini kalau dalam Bahasa Arab namanya mantiq thufuli (logika anak kecil). Anak kecil itu kalau dia benci maka dia gunakan kata yang sama dia ulang berkali-kali untuk memberikan label bahwa saya tidak suka ini. jadi kita tidak pernah dewasa, padahal kita sudah merdeka 74 tahun,” kata UAS.

Padahal, menurut dai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini, radikalisme adalah cara-cara kekerasan yang digunakan untuk merubah situasi sosial. “Jadi pada zaman Belanda dulu semua pejuang kita itu radikal di mata Belanda,” imbuhnya.

Kendati demikian, UAS tidak pernah memaksakan diri untuk melanjutkan agenda ceramah jika ada penolakan. Ia lebih memilih mendoakan dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

“Kalau kemudian kita marah-marah, masalah tidak akan selesai. Kalau saya marah satu kali, umat akan marah tiga kali. Sekali hentakan gelombangnya itu luar biasa. Maka kita serahkan kepada Allah setelah ada ikhtiar,” tuturnya.

“Mudah-mudahan panitia-panitianya tetap bangkit semangatnya, tidak down. Tidak hanya karena batal lantas mereka yang sudah berhijrah itu kembali lagi ke kebiasan buruknya,’ sambung UAS.

Ia pun berkelakar, seandainya ada orang yang tidak jadi berbuat baik karena agenda ceramahnya ditolak dan dibatalkan, maka dirinya hanya mendapat dosa lima persen. Sementara 85 persen dosa ditanggung oleh mereka yang menolak agenda ceramahnya.

“Saya mungkin hanya mendapat 5 persen dosanya, yang 85 persen itu yang batalin itu,” ujar UAS.

Baca juga:

Lunturnya Intelektualitas Kampus, Munculnya Islamophobia

Di UAD, UAS Ungkapkan Kekagumannya pada Sosok KH Ahmad Dahlan

UAS di UII: Undang Saya ke Universitas Saya Akan Bicara Ilmiah

Penyerangan Wiranto, Yaqut Tuding Keterlibatan Kelompok Radikal

MUI Heran Apa yang UGM Takutkan dari Sosok UAS

Milad 20 Tahun, Solopeduli Gelar Konser Amal Untuk Pembangunan SMK

SOLO (Jurnalislam.com) – Dalam perayaan puncak Milad ke 20 tahun, Solopeduli menggelar konser amal dengan menghadirkan ustaz Usep Badruzaman, grup band Wali serta musikalisasi puisi dan Rato Jaro oleh siswa-siswi SMK Gratis Solopeduli di Sunan Hotel Solo, Ahad (13/10/2019).

Dua puluh tahun yang lalu, tidak ada yang menyangka sama sekali jika Solopeduli akan bertransformasi menjadi sebuah lembaga besar.

Filosofi Solopeduli  “Menghadirkan layanan gratis dan paripurna untuk masyarakat dhuafa sejak  belum lahir hingga meninggal dunia”  seluruh program yang dijalankan untuk membantu kaum dhuafa.

Direktur Utama sekaligus ketua yayasan Solopeduli, Sidik Anshori menyebut bahwa Solopeduli telah memiliki berbagai program yang menunjang filosofi tersebut.

“Program-program tersebut antara lain program kesehatan berupa klinik di Solo dan di Sukoharjo, Pesantren gratis tingkat SMP dan SMK, program LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) berupa setir mobil gratis dan pelatihan komputer,” katanya.

Selain itu, Solopeduli melakukan aksi kemanusiaan pada saat terjadi bencana alam maupun Cinta Alam seperti Banjir, tsunami, gempa, kekeringan, gunung meletus, kebakaran, bencana asap, penghijauan dan bencana lainnya.

Melalui Program SIGAB (Aksi Tanggap Bencana) Solopeduli menerjunkan timnya ke wilayah bencana untuk membantu para korban.

Solopeduli juga memberikan program bantuan ekonomi bagi masyarakat dhuafa yang membutuhkan bantuan modal usaha dan pendampingan, seperti bantuan kapal dan peralatan nelayan di Banten, bantuan modal difable, pemberian bibit tanaman produktif, pemberian hewan produktif dan lainnya.

Pembangunan SMK

Selain Program-program di atas, ke depan, Solopeduli sudah merencanakan. Program pembangunan sekolah SMK Gratis Solopeduli tahun ini menjadi prioritas utama untuk segera dibangun mengingat kebutuhan siswa-siswi akan sekolah yang memiliki infrastruktur gedung yang standar dan nyaman, center of character and competence building yang standar seperti tempat uji kompetensi, bengkel yang standar dan teaching factory, tempat ibadah yang layak dan cukup untuk menampung seluruh siswa.

Saat ini kondisi Sekolah SMK Gratis Solopeduli belum mempunyai gedung dan ruangan yang standar, masih menyewa ke Pemkot, pembelajaran teknik komputer jaringan dengan spesifikasi teknologi yang minim dan bergantian antar siswa.

”Dengan mendidik generasi, kami berharap akan menjadi penerus yang kuat, cerdas, dan mandiri tanpa membebani orang lain,”terang Sidik Anshori.

Hari ini, seribu peserta yang berasal dari Instansi Pemerintahan, Perusahaan, komunitas dan donatur serta masyarakat umum hadir untuk memeriahkan puncak Milad 20 tahun Solopeduli yang digelar di Hotel Sunan Solo pada 13/10.

ISO dan Nazir Wakaf

Tak ketinggalan, Solopeduli  juga melaksanakan serah terima sertifikat Nadzir Wakaf, sertifikat standar internasional ISO 9001:2015 sistem manajemen mutu, dan penyerahan sertifikat piagam donasi kepada mitra-mitra Solopeduli.

Lebih lanjut Sidik menyampaikan pihaknya menyelenggarakan konser amal ini sebagai bentuk syukurnya atas usia yayasan yang sudah 20 tahun masih dipercaya masyarakat dan terus mampu berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan serta pencapaian prestasi Solopeduli selama 20 tahun ini, disamping untuk menggalang dana pembangunan SMK Gratis Solopeduli.

”Beberapa program Solopeduli seperti Klinik, ambulan, pelatihan ketrampilan, pesantren sudah ada infrastukter yang memadai, tetapi untuk Gedung Sekolah SMK belum ada, maka tahun ini kami mentargetkan pembangunan gedung sekolah SMK Gratis Solopeduli ini benar-benar bisa terealisasi,” ungkapnya.

“Dengan mengajak seluruh pihak mari bersama Solopeduli kita realisasikan sekolahan gratis bagi anak-anak dari kaum dhuafa agar mereka bisa mendapatkan hak untuk menerima pendidikan yang layak dan tentu dengan fasilitas yang cukup,” imbuhnya.

Pembangunan sekolah tersebut disebut Sidik adalah amal nyata untuk menuntaskan kebodohan dan kemiskinan sehingga mereka (kaum dhuafa) bisa lulus dari sekolah, dan langsung bekerja sehingga ikut berkontribusi dalam ekonomi keluarga.

“Maka seperti tema yang diangkat harapannya lulusan SMK Solopeduli bisa mewarnai kebaikan-kebaikan negeri tercinta ini. Partisipasi berupa donasi dan bentuk lainnya adalah bentuk nyata kepedulian kita untuk memberdayakan dan memandirikan anak-anak negeri,” jelas Sidik Anshori.

Sidik Anshori juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh donatur dan pihak-pihak yang terus membersamai dan membantu Solopeduli.

”Tanpa para donatur tentu Solopeduli tidak bisa sebesar saat ini. Semoga semua yang telah didonasikan menjadi amal jariyah dan keberkahan kehidupan di dunia dan akhirat,” pungkas Sidik Anshori.

Tak Seperti Gerindra, PKS Tegaskan Tak Tergoda Gabung Kabinet Jokowi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan sah-sah saja kalau pertemuan Joko Widodo dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Probowo Subianto berujung koalisi di pemerintahan.

Namun PKS lebih memilih dan mantap berada di luar kabinet.

“Sebagai sebuah pilihan politik, PKS menghormati. PKS tidak pernah menutup diri dari komunikasi politik apalagi untuk tujuan silaturahim kebangsaan. Bangsa ini tidak mungkin bisa dibangun sendirian, kita membutuhkan kerja sama atau gotong royong untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” kata Jazuli dalam siaran persnya, Sabtu (12/10/2019).

Meski demikian, lanjut Jazuli, komunikasi atau silaturahim antar elit politik tidak lantas harus dimaknai atau dilihat sebagai bagi-bagi kekuasaan an-sich.

Lebih dari itu. kata dia, diharapkan terjadi diskusi mendalam tentang permasalahan fundamental yang dihadapi bangsa dan perspektif solusinya.

Sehingga pimpinan negara dan elit politik diharapkan bicara solusi-solusi dan optimisme di hadapan rakyat yang menyaksikan pertemuan tersebut.

“Kita berharap kalau pimpinan negara dan elit politik bertemu itu bicara gagasan bagaimana mengatasi masalah fundamental bangsa seperti pelambatan ekonomi, hutang yang kian menumpuk, solusi BPJS agar tidak naik, bencana kabut asap agar tidak terulang, mengatasi konflik dan sparatisme, serta bicara bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat secara umum,” ungkap Jazuli.

Dalam konteks itulah, menjawab pertanyaan media apakah PKS tidak tergoda untuk masuk pemerintahan? Anggota DPR Dapil Banten ini mengatakan dengan tegas akan lebih mantap dan objektif sikap PKS dalam memberikan perspektif dan alternatif solusi terhadap permasalahan bangsa jika tetap berada di luar pemerintahan.

“PKS akan lebih leluasa, terhormat, bermartabat, dan objektif dalam menawarkan perspektif dan alternatif solusi kebangsaan jika tetap berada di luar pemerintahan. Oleh karena itu, insya Allah PKS komitmen tetap berada di luar pemerintahan,” tandas Jazuli.

Lagipula, lanjut Jazuli, PKS ingin memberi contoh budaya politik yang sehat: PKS tidak ingin masuk kabinet karena ingin menghormati partai-partai yang berkeringat memenangkan Jokowi-Makruf Amin.

“Kami ingin memaksimalkan peran parlemen dalam hal check and balances sesuai konstitusi. Lagipula, kami merasa tetap di Pemerintahan Republik Indonesia karena PKS punya kader-kader terbaik yang menjadi gubernur dan bupati/walikota. Di situ PKS hadir dan meberikan cinta dan pengabdian untuk Indonesia,” kata Jazuli.

sumber: republika.co.id

Bahas Perkembangan Global, Baznas-IPB Gelar Islamic Economics Winter Course

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan The Islamic Economics Winter Course (IEWC) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB pada 14-19 Oktober 2019.

IEWC membahas isu-isu global terkait perbankan dan keuangan syariah dari aspek ekonomi dan hukum syariah serta isu-isu keuangan inklusif dan sosial syariah.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, berbagai data yang ada telah menguatkan optimisme terhadap masa depan ekonomi Islam.

Termasuk optimisme terhadap pengelolaan zakat nasional yang cerah. Sehingga sangat penting untuk menyiapkan layanan yang terbaik bagi muzaki dan mustahik.

“Dengan layanan terbaik ini, zakat akan makin tumbuh dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia Islam masa kini,” kata Bambang, Senin (14/10/2019).

Dia menyampaikan bahwa populasi Muslim saat ini ada sekitar 22 persen dari populasi dunia.

Di antara semua agama-agama yang ada di dunia, pertumbuhan pemeluk agama Islam adalah yang terbesar.

Akibat pertumbuhan populasi yang cepat, diperkirakan pada tahun 2050 Muslim sudah menjadi umat yang terbanyak.

Menurutnya, tren perkembangan demografi tersebut tentu berdampak besar pada potensi dan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah termasuk perkembangan zakat.

Sebagai contoh sistem keuangan syariah dunia pada 2017 nilainya hanya 2,438 miliar dolar AS. Tapi pada 2023 diperkirakan akan menjadi sebesar 3,809 miliar dolar AS.

“Bisnis makanan halal yang nilainya hanya 1,303 miliar dolar AS pada tahun 2017, pada tahun 2023 diperkirakan akan menjadi 1,863 miliar dolar AS. Begitu pula dengan wisata perjalanan halal pada 2017 nilainya hanya 177 miliar dolar AS, kelak pada 2023 diperkirakan akan naik menjadi 274 miliar dolar AS,” ujar Bambang saat menyampaikan materi The Role of Zakat in the Contemporary Development of Islamic World di IEWC.

sumber: republika.co.id

Wajib Halal 17 Oktober, BPJPH Gandeng LPPOM MUI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH) tengah mempersiapkan pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal mulai 17 Oktober 2019.

Hal tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Sebelum tanggal 17 Oktober ini sudah selesai, lah. Ya karena kesulitannya kan banyak gandeng kementerian, lembaga lain. Kalau kita sudah tiga bulan yang lalu selesai tapi kan harus harmonisasi komunikasi dan itu membutuhkan kesabaran,” ujarnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Menurutnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga sudah dimatangkan. Nantinya, BPJPH akan menggandeng kantor kementerian wilayah yang ada di kabupaten/kota dan LPPOM MUI sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

“Orang yang bekerja sebagai auditor halal di LPH nantinya akan dibina terlebih dahulu oleh MUI. Kemudian masalah kurikulum auditor halal yang ngajar juga MUI. Jadi Alhamdulillah 240 orang yang dihasilkan itu kita bicarakan bersama dengan MUI,” jelasnya.

Sukoso menyebut pihaknya sudah menyiapkan sistem informasi yang akan digunakan untuk pendaftaran secara online.

Adapun skema pendaftaran berupa pengiriman berkas kepada LPPOM MUI untuk melakukan audit LPH kepada pemohon.

Apabila LPH sudah selesai, masuk pada tahap sidang fatwa yang dilakukan oleh MUI.

Hasil sidang fatwa itu akan menentukan produk tersebut halal atau haram.

Setelah sidang fatwa halal tersebut keluar, kembali dikirimkan ke BPJPH untuk dikeluarkan sertifikat halalnya.

“Dalam pengertian bisa mengakomodir sebuah proses nanti improving berikutnya apalagi sistem informasi itu luar biasa perkembangannya. Kalau menjawab urusan itu insyaallah siap,” ucapnya.

Soal biaya pengurusan sertifikasi halal, kata Sukosi, saat ini masih digodok di Kementerian Keuangan.

“Kalau biaya yang jelas itu usulan kita, mikro kecil itu pasti akan dibebaskan nol rupiah sampai berapa itu ada di sistem BLU (Badan Layanan Umum),” jelasnya.

Lebih lanjut, Sukoso menjelaskan, untuk produk kosmetik, obat, alat medis proses pengurusan jaminan produk halalnya setelah periode makanan dan minuman selesai.

BPJPH akan segera memulai melakukan sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman pada 17 Oktober 2019.

Pada tahap awal, BPJPH akan memberikan waktu selama lima tahun bagi produsen makanan dan minuman untuk mengurus sertikasi jaminan produk halal (JPH).

Sumber: republika.co.id