Berita Terkini

Mengintip Syahdunya Shalat Id Berjamaah di Serang dengan Protokol Covid

SERANG (Jurnalislam.com) – Langit membiru cerah pagi ini dengan sinar mentari masih memutih, ribuan warga sekitar Masjid Al-Muhajirin perumahan Taman Krakatau di Serang Banten melaksanakan shalat Id berjamaah Ahad (24/5/2020) melepas kerinduan setelah 3 bulan lamanya mengikuti arahan pemerintah melakukan protokol khusus ibadah saat pandemi.

 

Sempat tutup tidak menerima jamaah di bulan pertama masuknya wabah Covid-19 di Indonesia dan pemerintah memberi himbauan untuk menutup masjid, masjid Al-Muhajirin mematuhi.

 

Pemerintah melonggarkan masjid bagi daerah zona hijau, Masjid Al-Muhajirin pun mengikuti himbauan mulai menerima  jamaah dengan tetap mengikuti arahan pemerintah menjaga jarak shalat, menggulung karpet jamaah membawa sajadah, hingga menyiapkan hand sanitizer.

 

Dengan alasan kabupaten Serang Banten masuk zona hijau shalat Id berjamaah digelar. Sempat ada rencana meniadakan shalat Id demi pencegahan penyebaran Cofid-19. Namun akhirnya disepakati diadakan.

 

Sekitar 1200 warga mengikutinya dengan tertib dan mematuhi aturan yang ditetapkan panitia. Jumlah 1200 merupakan jumlah setengah jamaah dari biasanya sebelum pandemi.

Berkurangnya jumlah ini dikarenakan adanya kesepakatan antara pengurus Masjid Al-Muhajirin dengan forum Musholla disekitar Masjid Al-Muhajirin untuk melakukan shalat Id dimasing-masing tempat agar jamaah tidak bertumpuk.

“Forum Masjid dan Musholla sepakat shalat Id dimasing-masing tempat agar jamaah tidak bertumpuk. Tahun-tahun sebelumnya dipusatkan di lapangan Masjid Al-Muhajirin” jelas Noviar wakil ketua DKM Al-Muhajirin kepada Jurnalislam.com.

 

Protokol khusus tetap diberlakukan seperti, jamaah harus memakai masker, membawa sajadah masing masing, shaf dibuat berjarak oleh panitia, disediakan hand sanitizer disetiap pintu masuk, orang sakit dilarang hadir di masjid, orang berasal dari zona merah agar isolasi mandiri dirumah, menjaga kebersihan, menyiapkan infaq terbaik, anak balita dilarang hadir.

 

Berkat kerja keras panitia dengan pembagian tugas yang sangat rapih dan satgas pencegahan cofid-19 DKM Al-Muhajirin, semua protokol dipatuhi jamaah, sehingga shalat Id berjalan dengan lancar dan tertib sesuai protokol pencegahan Cofid-19.

 

Imam dan khatib yang biasanya Masjid Al-Muhajirin mengundang dari luar kota, kali ini ketua DKM lah yang bertindak sebagai imam dan khatib.

“Iya benar biasanya diambil dari luar tapi dengan adanya wabah ini dari internal yaitu ketua DKM sendiri” pungkas Noviar

“Alasannya yang pertama ustadz dari luar tidak diketahui mobilitasnya, yang kedua yang bersangkutan juga sudah faham tidak akan datang ke tempat luar kota” imbuhnya.

 

Reporter : Jumi Yanti Sutisna

 

Anies Apresiasi Muhasabah Akbar Online ACT

Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan turut mengapresiasi acara Muhasabah Akbar Online yang digelar ACT sebagai momen untuk meningkatkan kepedulian sosial selama pandemi ini berlangsung.

 

Muhasabah Akbar sejatinya dijadikan momentum meningkatkan ketakwaan kita semua.

 

Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengapresiasi bagi  mereka yang bekerja di belakang layar.

 

Melalui berbagai program selama pandemi ini adalah babak baru kepada semua rakyat Jakarta yang mau terus menyalurkan kepedulian terbaiknya.

 

Anies pun menambahkan rasa syukurnya kepada ACT sebagai salah satu mitra kolaborasi dari KSBB yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 

“Anda (ACT) adalah contoh bagi kita semua atas keikhlasan, keteladanan, dan ketabahan dalam membantu dan bekerja dalam sunyi dengan inovasi-inovasi luar biasa. Semoga semua dicatat sebagai amalan penyelamat umat manusia dan menjadi amal sholeh bahkan amal jariyah. Semoga ACT semakin besar ke depannya, dan dalam setiap sujud syukur para penerima manfaat semoga akan mengalir pahala untuk semua para pekerja. Terimakasih untuk ACT dan semua donatur,” ungkapnya.

 

Setelah Ramadan, ACT pun memiliki berbagai inovasi program yaitu Sahabat Usaha Mikro Indonesia atau Sahabat UMI yang akan  membangkitkan perekonomian Indonesia

Masjidil Haram dan Nabawi Gelar Shalat Idul Fitri

MAKKAH(Jurnalislam.com) — Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah tetap menggelar sholat Idul Fitri. Pelaksanaan sholat Idul Fitri dilakukan di bawah pengawasan tindakan pencegahan kesehatan seperti saat melaksanakan ibadah sholat lainnya.

Dilansir di Saudi Press Agency (SPA), Ahad (24/5) Imam Masjid Syekh Saleh bin Humaid bertanggung jawab memimpin sholat di Masjdil Haram Makkah. Sedangkan Imam Masjid Nabi Syekh Abdullah bin Abdulrahman Al-Baijan memimpin sholat di Madinah.

 

Dalam khutbah Idul Fitrinya, para imam mengucapkan selamat kepada umat Muslim karena sudah melewati satu bulan penuh puasa dan sampai di hari kemenangan ini. Mereka juga berdoa agar Allah SWT menerima segala puasa, doa, amal, dan perbuatan baik umat Muslim.

 

Sebelumnya, diberitakan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, memberikan persetujuan untuk menggelar sholat Id di dua Masjid Suci tersebut. Hal ini disampaikan Presiden Jenderal Dua Masjid Suci, Sheikh Rahman Abdul Rahman bin Abdulaziz Al Sudais.

 

Meski demikian, tidak ada jamaah yang diizinkan menghadiri sholat di kedua situs penting tersebut, sebagai bagian dari pembatasan penyebaran Covid-19. Adapun shalat tarawih selama bulan Ramadhan di Dua Masjid Suci ini sebelumnya juga dilakukan tanpa jamaah dari luar.

 

“Keputusan ini menunjukkan betapa Penjaga Dua Masjid Suci bersemangat untuk menghidupkan kembali ritual besar ini,” kata Al Sudais dikutip di SPA, Ahad (24/5).

 

Dalam berita tersebut, dikatakan masjid lain tidak akan menggelar sholat Id. Muazin akan menyuarakan takbir melalui pengeras suara masjid dari subuh hingga waktu sholat Id.

Sumber: republika.co.id

Ramadhan 1441 H, Sinergi Foundation Salurkan 12.475 Kebaikan untuk Masyarakat Dhuafa

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Selama bulan suci, Sinergi Foundation berhasil menghimpun 12.475 bantuan untuk masyarakat dhuafa di penjuru Indonesia dan Gaza. Bantuan tersebut berupa 6.455 paket ifthar di Indonesia, 2.000 paket ifthar di Gaza, 644 paket yatim, 776 paket sembako untuk jompo dhuafa, dan 2.600 zakat fitrah.

CEO Sinergi Foundation menjelaskan, seluruh bantuan ini disebar ke penjuru Indonesia, seperti Aceh, Kalimantan Utara, Riau, Sumatera Barat, Jawa Barat, NTT, Lombok, hingga Papua Barat. “Tak lupa seberkas Bahagia ini juga dibagikan untuk saudara kita di Gaza, tepatnya di Rafah, Khan Younis, dan Gaza sebelah utara. Jika dijumlahkan, total penyaluran ada 95 titik,” kata Asep.

Ia menuturkan, Ramadhan 1441 H ini sungguh berkesan. Nuansa ibadah kali ini diselimuti wabah COVID-19. Meski masyarakat berada dalam karantina, katanya, Sinergi Kebaikan tak pernah surut. Ia berharap, seluruh kebaikan di bulan suci ini menjadi tabungan #AmalTerbaik bagi masyarakat.

Apalagi, ia meneruskan, mengingat banyak masyarakat dhuafa tengah kesusahan karena pandemi ini. Dengan ekonomi yang terperosok, mereka kesulitan untuk bertahan hidup.

“Alhamdulillah, Ramadhan ini kita bisa sama-sama ringankan beban saudara kita yang membutuhkan. Di bulan berikutnya, semoga #SinergiKebaikan tetap terjalin dan bisa terus menguat. Insya Allah, setiap sinergi yang terjalin, dibalas berkali lipat oleh-Nya,” tutur Asep.

Terakhir, ia pun mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang terlibat dalam Sinergi Kebaikan di Sinergi Foundation. “Jazakumullah para donatur! Salam hangat dari para mustahik dan relawan Sinergi Foundation yang bertugas,” tandasnya. []

 

AQTC Peduli Umat di Pengujung  Bulan Ramadhan

CIANJUR(Jurnalislam.com)–Menanggapi momen Ramadhan 1441H, Yayasan Annahl Quran Training Center (AQTC) Cianjur Jawa Barat, menggulirkan program perdananya berupa pendistribusian ratusan paket lebaran anak yatim, sembako, dan zakat fitrah, Sabtu, (23/05/2020).

Paket-paket tersebut disebarkan di tiga tempat diantaranya; Kampung Mualaf Ciranjang Cianjur, Warga sekitar Pondok An-Nahl Desa Cibulakan Cianjur, dan Desa Kramatmulya Kuningan Jawa Barat.

Yayasan Annahl Quran Training Center memiliki tiga program utama meliputi keagamaan, kemanusiaan dan sosial. Dan pada bulan Ramadhan kali ini AQTC mengukir dua program, sosial dan keagamaan. Adapun keagamaan dengan mengumpulkan zakat fitrah dari kaum muslimin sedangkan sosialnya membagikan paket sembako untuk dhuafa, jompo dan guru ngaji serta bingkisan lebaran untuk para anak yatim.

Alhamdulillah, meskipun ini merupakan program pertama AQTC namun antusias dari para muhsinin sangat luar biasa,” ujar Taofik Dayatuloh selaku Pimpinan.

Harapan Abu Nahla Assundawy demikian sapaan akrabnya, semoga dengan di distribusikanya zakat fitrah di kampung Mualaf khususnya bisa menjaga keistiqomahan dan keimanan mereka. Adapun paket sembako dan paket lebaran untuk para anak yatim agar mereka bisa merasakan kebahagiaan pada hari raya Idul Fitri.

Neneng Jamilah mewakili Muhsinin mengungkapkan,  Insya Allah  AQTC adalah yayasan yang sangat berkhidmat pada kepentingan umat, tidak hanya dalam bidang pendidikan islam dan dakwah, khususnya mencetak generasi qur’ani, tetapi dalam bidang sosial pun sudah terbukti dengan adanya program santunan untuk fakir miskin dan anak yatim. Tentunya ini sangat mendukung dan membantu program pemerintah dalam rangka kepedulian sosial. Semoga Yayasan AQTC semakin maju, diberkahi Allah dan banyak umat yang berpartisipasi untuk mendukung program-programnya.

Adapun untuk seketariat AQTC beralamat di Jl. Bayabang Km. RT.004 RW.003 Kamp. Garogol Kulon Desa Cibulakan Kec. Cugenang Kab. Cianjur – Jawa Barat. */Mas Andre Hariyanto

 

Jakarta Care Line ACT Tetap Beroperasi Saat Idul Fitri

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepedulian tidak kenal hari libur, begitu pula dengan Jakarta Care Line. Di hari raya Idulfitri, layanan antar beras gratis Jakarta Care Line tetap beroperasi mendistribusikan beras agar kebahagiaan hari raya dirasakan oleh setiap warga Jakarta dan sekitarnya.

Puluhan jalur telepon Jakarta Care Line juga aktif selama 24 jam. Tidak hanya itu saja, kesempatan berbagi pun tetap dibuka bagi dermawan yang ingin menyalurkan kepedulian terbaiknya bagi saudara sebangsa.

Sejak Jakarta Care Line diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, puluhan ribu kepala keluarga telah menikmati beras yang dikirimkan ke rumah-rumah mereka. Menjelang Idulfitri ini, Anies Baswedan pun kembali memastikan layanan Jakarta Care Line tetap berjalan. Sabtu (23/5) Anies mengunjungi langsung kantor pusat layanan Jakarta Care Line. Dalam kesempatan tersebut, ia turut melayani calon penerima manfaat yang menelepon nomor Jakarta Care Line.

“Hari ini saya mengunjungi kantor ACT, melihat langsung layanan Jakarta Care Line. Saya ingin menyampaikan rasa hormat, kagum, dan salut bagi mereka yang bekerja di belakang layar (tim Jakarta Care Line) untuk membantu saudara-saudara kita yang ekonominya terdampak Covid-19. Terima kasih untuk ACT, terima kasih untuk semua,” ungkap Anies, Sabtu (23/5).

Hingga 22 Mei 2020, Jakarta Care Line telah mendistribusikan bantuan beras ke 152.570 keluarga, memberdayakan ratusan relawan serta pengemudi ojek daring yang perekonomiannya terdampak wabah Covid-19. Penanggung Jawab Jakarta Care Line Agus Budi Hariyadi mengatakan, jangkauan yang ada akan diperluas. “Jangkauan Jakarta Care Line telah mencapai Area Jabodetabek, termasuk wilayah kabupaten. Nantinya penerima manfaat akan terus bertambah,” jelasnya.

Sebaran layanan Jakarta Care Line sampai saat ini sudah mencapai di 183 kecamatan di 13 kota/kabupaten yang ada di 3 provinsi dengan ratusan ribu penerima manfaat. “Dengan luasnya jangkauan serta banyaknya penerima manfaat, program ini juga melibatkan banyak ojek daring serta relawan,” tambah Budi.

Jakarta Care Line yang masuk dalam jaringan Humanity Care Line ini merupakan layanan pemenuhan pangan masyarakat di saat adanya pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Kebaikan serupa juga akan terus diluaskan, beberapa di antaranya yang sudah mulai berjalan ialah Malang Raya Care Line, Butta Toa Care Line, dan Makassar Care Line dari ACT Sulawesi Selatan.

 

 

 

Peradaban Sedekah

Oleh: Aulia Ikhsan Fahdiat

Apa yang muncul di benak dan perasaan kita saat mendengar kata “sedekah”? Kotak amal, sumbangan panti asuhan, sunatan massal, berbagi sebagian kecil harta untuk fakir dan miskin, sedekah untuk tetangga yang membutuhkan, dan masih banyak lainnya yang mungkin muncul di benak kita. Semua hal di atas tentunya tidak salah karena memang selama ini sedekah sangat identik dengan hal tersebut. Mungkin belum banyak yang melihat sedekah sebagai sesuatu yang besar, yang menaungi segala amal kebaikan, baik berupa zakat, infak, kurban, dan wakaf. Suatu amal yang bukan hanya bersifat karitatif atau sementara saja, tetapi juga bisa memberdayakan dan memuliakan orang yang kita beri sedekah. Sesuatu yang punya tujuan besar dan sebagai bagian dari gambaran Islam yang rahmatan lil a’lamin.

 

“Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjadikan bagi kalian apa-apa yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih ada sedekah, pada setiap tahmid ada sedekah, dan pada setiap tahlil ada sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan mendatangi istrimu juga sedekah.” (HR Muslim).

 

Istilah sedekah dalam hadis di atas artinya tidak hanya sebatas membagikan harta bendawi sehingga bisa dimonopoli kalangan berada (aghniya). Dalam bahasa lain, sedekah adalah upaya berbagi kebaikan dengan mengoptimalkan kemampuan diri untuk membahagiakan orang lain sehingga menimbulkan perasaan lega dari pelakunya.

 

Sedekah adalah sebuah amal sosial dalam Islam sekaligus sebagai salah satu pilar atau pondasi yang membuat Islam bisa melewati masa 1.500 tahun. Karena itu, bagi orang fakir, miskin, dan tak berdaya sekalipun, Islam memberikan kesempatan untuk bersedekah karena sedekah bukan hanya berupa harta tetapi juga berupa amal perbuatan baik lainnya.

 

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276).

 

Kalau kita mentadaburi makna dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut maka sungguh dahsyat maknanya. Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir As-Sa’di, hlm. 109 menjelaskan bahwa harta riba itu akan sirna. Bisa jadi secara kasat mata (dzatan) memang musnah atau secara maknawi (shifatan), berkah harta itu akan hilang. Bisa jadi Allah menimpakan berbagai musibah atau Allah cabut keberkahan pada hartanya. Kalau harta riba tersebut juga ia infakkan, tidak mendapatkan pahala, bahkan hanya menambah ia jatuh dalam jurang neraka.

Syaikh As-Sa’di mengungkapkan lagi bahwa sedekah itulah yang akan membuat harta itu berkembang dan semakin bertambah berkah. Pahala dari orang yang bersedekah semakin bertambah karena ingatlah bahwa balasan itu sesuai dengan amalan. Harta riba bisa hancur dikarenakan ada tindakan zalim dan mengambil harta orang lain tanpa jalan yang benar.

Dari Adh-Dhahak, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah menghancurkan riba maksudnya adalah sedekah, jihad, haji, dan salat dari pelaku riba tidak diterima.” Sedangkan sedekah itu akan menyuburkan dan memberkahi harta di dunia dan melipatgandakan pahala dan ganjaran di akhirat.

 

Kembali kepada Surah Al Baqarah ayat 276, kenapa riba harus dimusnakan? Ini karena dampaknya sangat mengerikan bagi pelakunya. Kondisi saat ini, banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak keluarga yang sangat membutuhkan, dan banyak orang miskin baru sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Ini menjadi peluang para rentenir dan pelaku riba secara institusi untuk menjerumuskan para pelakunya ke lembah dosa dan jurang api neraka. Kita ingin umat dan seluruh masyarakat sadar bahwa Islam punya jawaban dari setiap permasalahan. Islam menjadi Solusi dan salah satunya adalah melalui rangkaian kerja nyata lembaga dari dana sedekah umat.

 

Aksi Cepat Tanggap sebagai lembaga yang dikenal bergerak di bidang kemanusiaan, kerelawanan, dan kedermawanan punya tujuan yang besar yaitu mengentaskan kemiskinan, menghancurkan riba, dan menyuburkan sedekah. Dua program utama yang dilakukan adalah program penyelamatan kehidupan dan membangun kehidupan. Program yang bukan hanya bersifat sementara tetapi berkesinambungan, terus hadir membersamai masyarakat Indonesia yang membutuhkan.

 

Alhamdulillah, segala aksi ACT sudah berjalan 15 tahun. Ini semua terjadi karena sedekah dari para pahlawan kemanusiaan. Sedekah bukan hanya berupa sedekah harta benda, tetapi juga sedekah tenaga, waktu, pikiran, dan segala macam perbuatan baik. Semua untuk mewujudkan aksi kemanusiaan berkesinambungan dalam membantu mereka yang membutuhkan.

 

Saat ini ACT di bawah naungan Global Islamic Philanthropy (GIP), sebuah baitul maal global. GIP menghimpun dana sedekah umat sebanyak-banyaknya dengan tujuan membantu umat dengan sebaik-baiknya, agar umat bangkit, berdaya, dan berjaya. Dan kita semua bercita-cita menjadi bagian dari perjuangan dalam kemenangan dan kejayaan Islam di akhir zaman ini.

 

Kita ingin membangun sebuah kesadaran akan betapa pentingnya dan strategisnya sedekah dalam sebuah perjuangan Islam. Kita tentu sudah mendengar betapa Abu Bakar Radhiallahu’anhu menyedekahkan seluruh hartanya dan Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu menyedekahkan setengah dari hartanya untuk perjuangan Islam. Ustman bin Affan serta Abdul Rahman bin Auf betapa besar sedekah yang mereka berikan untuk tegaknya Islam, belum lagi sedekah dari para sahabat lain baik berupa harta maupun jiwa untuk perjuangan meraih kemenangan Islam.

 

Peradaban sedekah merupakan hal yang sangat strategis, dan tujuan kita adalah membuat masyarakat sadar bahwa sedekah punya kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Orang yang sedekah bisa membawa pahala ahli salat, ahli puasa, dan ahli Alquran. Dengan hartanya dia telah membantu pembangunan masjid, dengan hartanya dia memberi makan orang yang berpuasa, dengan hartanya dia mencetak serta menyebarkan Alquran dan kitab-kitab para ulama.

 

“Tidaklah salah seorang di antara kalian bersedekah dengan satu biji kurma dari sumber penghasilan yang baik kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah memeliharanya sebagaimana salah seorang di antara kalian memelihara anak kudanya atau anak untanya sampai seperti sebesar gunung atau lebih besar lagi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Sebaik-baiknya dermawan adalah relawan dan sebaik-baiknya relawan adalah dermawan. Peradaban sedekah membuat nyata peradaban dermawan dan mewujudkan pribadi yang rahmatan lil ‘alamin. Allahu akbar!

*Penulis Direktur Komunikasi Kreatif ACT

Jika Gelar Shalat Id di Lapangan, Masyarakat Diharap Tetap Patuhi Protokol Medis

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ketua Aliansi Umat Islam (AUI) Karanganyar ustaz Fadlun Ali meminta Meminta kepada Presiden Jokowi dan segenap jajarannya untuk memberi dukungan kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono yang memberikan izin kepada warganya yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid maupun tanah lapang.

 

“Untuk menghormati keputusan Bupati Karanganyar dalam hal pemberian ijin pelaksanaan sholat Iedul Fitri 1441 H dan memberikan apresiasi dan dukungan kepada bupati Karanganyar dalam pemberian ijin pelaksanaan sholat Iedul Fitri 1441 H di kabupaten Karanganyar,” katanya kepada jurnalislam.com Jum’at, (22/5/2020).

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk trrus berdo’a memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar wabah penyakit covid -19 diangkat dari muka bumi.

 

“Menyeru kepada takmir masjid, PHBI untuk menghidupkan syiar Islam dengan menyelenggarakan sholat idul fitri 1441 H di halaman masjid maupun tanah lapang dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

 

Sebagaimana diketahui sebelumnya, meski ditegur oleh Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono tetap memberikan ijin bagi warganya yang akan melaksanakan shalat idul fitri 1441 H di masjid dan tanah lapang.

 

Namun demikian, ia tetap menghimbau untuk tetap memperhatikan protokoler kesehatan seperti mengunakan masker, membawa sajadah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta membawa hand sanitizer.

Zona Hijau, Aliansi Umat Islam Karanganyar Dukung Keputusan Bupati Izinkan Shalat Id

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)– Keputusan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang memberikan izin warganya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah mendapat dukungan dari Aliansi Umat Islam (AUI) Karanganyar.

 

Ketua AUI Karanganyar ustaz Fadlun Ali beralasan bahwa Kabupaten Karanganyar saat ini menjadi zona hijau dalam penyebaran virus covid-19. Ia juga berpedoman pada fatwa MUI Pusat Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir Dan Sholat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19

 

Selain itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono juga sudah menjelasakan bahwa fase penyebaran virus covid-19 mengalami tren penurunan dan sudah bisa ditangani dengan baik.

 

“Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang, sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah Iapang, masjid, mushalIa atau tempat lain,” kata Ketua AUI Karanganyar ustaz Fadlun Ali kepada jurnalislam.com jum’at, (22/5/2020).

 

Ia juga mencermati kebijakan pemerintah pusat yang dianggap tidak konsisten dalam melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar daiam rangka Percepatan Penanganan COVID 19.

 

“Seperti pelanggaran aktifitas masyarakat di mall, pasar dan tempat hiburan dengan menggelar konser musik. Membuka kembali moda transportasi umum darat, udara dan transportasi laut, disisi lain Pemerintah menerapkan tebang-pilih dengan membatasi, melarang aktifitas Ibadah bagi pemeluk agama,” ungkapnya.

 

Namun demikian, pihaknya menghimbau umat Islam di Karanganyar yang akan melaksanakan shalat Idul Fitri di tanah lapang maupun masjid untuk tetap mengikuti protokoler kesehatan sesuai dengan ketetapan pemerintah.

 

“Menghimbau kepada umat Islam Karanganyar untuk tetap tenang, sabar dan beraktifitas Ibadah secara khusyu’ sesuai himbaun fatwa MUI dan Ikhtiar menjaga kebersihan mengikuti protokol kesehatan sesuai himbauan dari Pemerintah,” tandasnya.

Malam Takbiran, ACT Gelar Muhasabah Akbar Online

JAKARTA(Jurnalislam.com) –Agar malam kemenangan tetap semarak dan penuh kesyahduan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak publik untuk menyaksikan Muhasabah Akbar.

Dengan tetap memperhatikan kaidah pembatasan jarak sosial, acara akan berlangsung secara daring pada Sabtu (23/5) nanti, mulai dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Tujuan dari acara ini, kita ingin mengajak semua elemen masyarakat memanfaatkan momentum akhir menyambut hari kemenangan dengan wujud syukur melalui Muhasabah Akbar dan doa bersama untuk keselamatan umat Islam dan seluruh bangsa Indonesia,” kata Lukman Azis, Direktur Komunikasi ACT, pada Rabu (20/5) ini.

Muhasabah Akbar akan dihadiri oleh beberapa pendakwah yang akan mengisi kajian. Mereka antara lain Ustaz Amir Faishol Fath, Ustaz Hilman, Syeikh Ali Jaber, dan Mamah Dedeh. Selain itu, 12 qari Internasional akan turut melantunkan ayat-ayat Alquran di acara ini.

Acara yang akan dipandu oleh beberapa anggota Kajian Musawarah, yakni Chand Kelvin, Reza Aditya, dan Ali Zaenal ini juga akan menghadirkan hiburan dalam Konser Kemanusiaan. Sejumlah musisi akan meramaikan segmen tersebut. Salah satunya adalah grup Adam, yang populer mengkover lagu “Aisyah”.

Melalui segmen Humanity Talks, para relawan akan membagi pengalaman mereka selama berkecimpung di dunia kemanusiaan yang salah satunya dipandu oleh Fenita.

Humanity Talks juga akan diramaikan oleh Din Syamsudin dan Anies Baswedan. Selain itu ada juga laporan langsung dari aksi-aksi kemanusiaan ACT pada malam takbiran nanti.

Lukman menjelaskan, selain untuk muhasabah diri, acara ini juga bertujuan untuk menggalang kepedulian terhadap sesama. Kepedulian digalang melalui program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) dan membantu saudara di Palestina.

“Jadi kita akan benar-benar merangkul dan berkolaborasi aktif bersama para dai atau ustaz, artis, komunitas dan donatur atau sahabat dermawan melalui aksi nyata bersama. Insyaallah, Muhasabah Akbar ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi diri kita bersama, tetapi juga dapat menggerakan dan menginspirasi orang lain untuk berbagi kepedulian,”tambahnya.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dengan berbagai pihak seperti dari media, termasuk Jurnalislam.com.