Berita Terkini

DKI Perketat Perbatasan Jelang Idul Fitri

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemeriksaan keluar-masuk Jakarta selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase ketiga akan dilakukan di 12 titik mulai hari ini, Jumat (22/5). Ketentuan ini sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.

“Mulai hari ini, sesuai Pergub Nomor 47 Tahun 2020, setiap orang yang akan masuk maupun ke luar Jakarta di dalam 12 ‘check point’ kami melakukan pemantauan, itu wajib dan harus bisa menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dihubungi di Jakarta, Jumat (22/5).

Ke-12 titik tersebut di antaranya berada di jalan-jalan di batas wilayah administrasi DKI Jakarta, seperti di Kalimalang, Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi, Lenteng Agung, Pasar Jumat, Pos Polisi Kamal serta Kalideres.

Kemudian dua lagi berada di tol arah keluar Jakarta. “Satu di tol Jakarta-Cikampek di kilometer 47 kemudian ada satu di tol Tangerang-Banten di Cikupa,” kataSyafrin.

Sanksi yang akan dikenakan pada dua jenis kendaraan, yakni angkutan antarkota dan pribadi. Untuk angkutan antarkota, akan diputarbalikan jika bergerak k luar kota atau dari luar ke dalam kota.

“Kemudian kendaraan pribadi, jika pergerakan antarwilayah Jabodetabek kami persilahkan. Namun begitu yang bersangkutan keluar kota, selama memenuhi persyaratan, ada surat tugas, surat keterangan sehat, KTP-nya lengkap, maka yang bersangkutan kami berikan jalan,” kata Syafrin.

SIKM Jakartabisa diajukan langsung oleh masyarakat yang memenuhi syarat dan membutuhkannya, secara daring di laman web corona.jakarta.go.id. Masyarakat tinggal mengikuti langkah-langkah yang tertera di laman tersebut.

“Jadi tinggal diklik itu, kemudian dilihat persyaratannya, diungahdan langsung diproses, paling lama hari berikutnya untuk perizinannya,” katanya.

Proses untuk pengajuan izin pun di dalam website itu sangat “user friendly”. “Artinya siapa pun bisa melakukan proses dan ini sangat membantu untuk masyarakat, sangat sederhana,” kataSyafrin.

Hingga hari Kamis (21/5), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mencatat ada 6.220 kasus konfirmasi positif.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1441H Jatuh Pada Ahad 24 Mei

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441H/2020M jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Jumat (22/05).

 

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1441H.

 

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. “Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Falakiyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat,” kata Menag.

 

Dengan posisi demikian, maka hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

 

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 80 titik di Indonesia. “Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, terdiri dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 80 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” ujar Menag yang didampingi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dan Ketua MUI Abdullah Jaidi.

 

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020.

 

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sidang Isbat Awal Syawal 1441H hanya dihadiri secara fisik oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin.

 

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

 

Sebelumnya, pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Jumat, 22 Mei 2020.

 

Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1441H/2020M pada Sidang Isbat Awal Syawal 1441H, di Jakarta.“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep.

1,7 Juta Orang Terdaftar Relawan Desa Tanggap Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, saat ini jumlah relawan desa untuk Covid-19 sudah mencapai 1,7 juta orang.

Apabila penanganan pandemi di desa berfokus pada penguatan pembatasan fisik dan imunitas, maka akan berdampak signifikan terhadap penyelesaian Covid-19 di tingkat nasional.

“Jumlah relawan desa tanggap Covid-19 ini sudah mencapai 1.743.343 orang. Rasionya 82 persen dari 61.670 desa menujukkan jika desa sudah siap sekali untuk lakukan penanganan Covid-19 yang tentu pada proporsi desa yaitu ODP (Orang Dalam Pemantauan) selesai ditangani di desa,” kata Abdul, dalam keterangannya, Kamis (21/5).

Jika merujuk pada rasio itu maka satu relawan bakal tangani 68 warga desa. Jika relawan bertambah maka rasio semakin kecil apalagi tidak semua warga desa membutuhkan penanganan.

“Sampai hari ini, dana desa sudah dipakai untuk desa tanggap Covid-19 atau Relawan Desa Lawan Covid-19 mencapai Rp 2,59 triliun. Ini relatif kecil dengan jumlah desa 74.953,” kata dia menambahkan.

Hal ini, kata Abdul, menujukkan penanganan Covid-19 di tingkat desa cukup efisien dan efektif karena skalanya kecil. Pemetaannya tidak terlalu kompleks, zonasinya mudah dicermati secara lebih massif. Fokusnya tidak lagi bicara wilayah tapi bisa bicara orang atau warga.

Sementara itu, Abdul juga memberikan perkembangan informasi mengenai penambahan ruang isolasi. Hingga saat ini, sebanyak 19.590 desa yang telah miliki ruang isolasi dengan jumlah tempat tidur sebanya 78.360 unit.

Sumber: republika.co.id

Hilal Syawal Tak Terlihat di Wilayah Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Jumat (22/05) ini.

 

Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1441H/2020M pada Sidang Isbat Awal Syawal 1441H, di Jakarta.

“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep, Jumat (22/05).

 

Cecep menuturkan, Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah melakukan pengamatan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.

 

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sidang Isbat Awal Syawal 1441H hanya dihadiri secara fisik oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin.

 

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

 

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. “Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” terang Cecep.

 

“Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informastif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tambahnya.

 

Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.

 

Posisi hilal awal Syawal 1441H

 

Berdasarkan data di Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1441H atau pada 29 Ramadan 1441H yang bertepatan dengan 22 Mei 2020, di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 4,00 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 5,36 derajat; umur hilal minus 6 jam 55 menit 23 detik.

 

Sementara itu, lanjut Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal tinggi hilal dua derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima’. “Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS,” tuturnya.

 

Sehubungan itu, kata Cecep, karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia. “Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441H pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia,” tandas Cecep.

 

Selain itu, lanjut Cecep, juga tidak ada referensi empirik visibilitas hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

 

Menurut Cecep, Limit Danjon menyebutkan bahwa hilal akan tampak jika jarak sudut bulan – matahari lebih besar dari 7 derajat. Konferensi penyatuan awal bulan Hijriyah International di Istambul tahun 1978 mengatakan bahwa awal bulan dimulai jika jarak busur antara bulan dan matahari lebih besar dari 8 derajat dan tinggi bulan dari ufuk pada saat matahari tenggelam lebih besar dari 5 derajat.

 

Sementara rekor pengamatan bulan sabit dalam catatan astronomi modern adalah hilal awal Ramadan 1427H di mana umur hilal 13 jam 15 menit dan berhasil dipotret dengan teleskop dan kamera CCD di Jerman. Bahkan, dalam catatan astronomi modern, jarak hilal terdekat yang pernah terlihat adalah sekitar 8 derajat dengan umur hilal 13 jam 28 menit. Hilal ini berhasil diamati oleh Robert Victor di Amerika Serikat pada 5 Mei 1989 dengan menggunakan alat bantu binokulair atau keker.

Kemendikbud Diminta Susun Sistem Tahun Ajaran Baru

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira, meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menyusun sistem tahun ajaran baru nanti.

Khususnya, jika pandemi virus Covid-19 atau Corona masih terjadi di Indonesia.”Situasi pandemi ini memang tidak hanya menyangkut variabel pendidikan tetapi terutama juga harus memperhatikan variabel kesehatan,” ujar Andreas, Kamis (21/5).

Menurutnya, ada dua skenario yang dapat dijalankan untuk tahun ajaran baru nanti. Pertama, tahun ajaran baru dapat dimulai pada Juli mendatang, jika jumlah kasus Covid-19 berkurang pada Mei 2020.

Skenario kedua, tahun ajaran baru akan dimulai pada Januari 2021. Jika jumlah kasus Covid-19 tak kunjung menurun pada rentan September hingga Desember 2019.”Artinya, ini kembali seperti sebelum 1979 di mana tahun ajaran dimulai pada setiap Januari,” ujar Andreas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, kata Andreas, juga tengah berdiskusi denga Gugus Tugas Covid-19. Untuk menentukan waktu dimulainya tahun ajaran baru. “Namun sampai saat ini belum diputuskan,  masih menunggu perkembangan dalam beberapa waktu ke depan,” ujar politikus PDIP itu.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, Kemendikbud belum bisa memastikan kapan secara pasti siswa bisa kembali belajar di sekolah. Untuk itu, Nadiem meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar-kabar bahwa sekolah akan kembali dibuka pada awal tahun 2021.

“Mengenai isu pembukaan sekolah kembali, kami memang sudah menyiapkan beberapa skenario, namun hal itu menjadi diskusi pada pakar-pakar dan keputusannya masih dalam pembahasan Gugus Tugas (Percepatan Penanganan Covid-19),” ujar Nadiem.

Sumber: republika.co.id

 

Wapres Sebut Pemerintah Sedang Pikirkan Pemulihan Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah saat ini sedang memikirkan untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang sangat terdampak Covid-19. Hal ini agar keberlangsungan ekonomi dan hidup masyarakat tetap berjalan.

Namun demikian, pemerintah kata Ma’ruf, memastikan pemulihan ekonomi tidak mengesampingkan upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Pemulihan ekonomi dalam beberapa waktu mendatang akan coba digulirkan agar ekonomi yang terdampak bisa kembali lagi.

“Dengan tetap menjaga kesehatan masyarakat, dengan tetap berusaha untuk mengendalikan dan menghilangkan Covid-19 tetapi bagaimana ekonomi bisa tumbuh,” tutur Ma’ruf dalam pesan Hari Raya Idul Fitri melalui akun Youtube resmi Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (21/5) malam.

Wapres menilai pemulihan ekonomi sangat penting untuk keseluruhan. Hal ini karena Covid-19 telah membawa dampak ekonomi dan sosial. Ia menjelaskan, meski di bidang sosial, pemerintah sudah membantu semampu negara melalui bantuan-bantuan sosial, namun hal itu tidak akan cukup dalam waktu yang lama. Karena itu, pemulihan ekonomi menjadi tanggung jawab pemerintah agar ekonomi masyarakat bisa berjalan kembali.

“Kami mohon doa kepada seluruh bangsa, kepada seluruh masyarakat supaya upaya-upaya untuk mengembalikan, memulihkan ekonomi nasional kita sehingga sedikit demi sedikit ekonomi, kehidupan ekonomi masyarakat bisa dikembalikan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan berdoa sembari tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Jangan ada lagi kata menyerah, kita harus bersemangat, dan Covid-19 harus mendorong kita untuk bangkit, untuk mandiri, untuk menghidupkan kembali semangat kebangkitan nasional yang kedua pada untuk Indonesia yang lebih baik dan lebih maju ke depan,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Liga Arab: Saatnya Dunia Internasional Akui Palestina

KAIRO(Jurnalislam.com) — Liga Arab menegaskan dukungan untuk Palestina dalam menghadapi rencana Israel mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat. Menurut Liga Arab, sudah waktunya dunia internasional mengakui negara Palestina sesuai garis perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Ini (pengakuan Palestina) dapat dicapai melalui pengorganisasian mekanisme oleh Kuartet Internasional (PBB, Uni Eropa, Rusia, Amerika Serikat) dan mengadakan konferensi internasional untuk perdamaian di Timur Tengah, berdasarkan resolusi legitimasi internasional serta Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002,” kata Asisten Sekjen Liga Arab untuk Palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki, Saeed Abu Ali, pada Kamis (21/5) dikutip laman kantor berita Palestina WAFA.

Abu Ali menyambut semua posisi internasional yang menolak rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. Hal itu sejalan dengan keputusan Dewan Liga Arab No.8852 yang dibuat pada 30 April 2020. Pokok putusannya adalah penolakan negara-negara Arab terhadap rencana agresif Israel menganeksasi bagian-bagian dari tanah Palestina yang diduduki pada 1967.

Dia menuntut resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan diterapkan, termasuk resolusi No.2334 tahun 2016. Resolusi itu menuntut otoritas pendudukan Israel menghentikan perampasan tanah Palestina, menyetop pembangunan permukiman, dan merobohkan permukiman yang telah ada.

Pemerintah Israel berencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat pada 1 Juli mendatang. Hal itu akan diputuskan di parlemen atau Knesset. Rencana pencaplokan diyakini memperoleh banyak dukungan.

Palestina telah mengecam keras rencana tersebut. Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahkan telah mengumumkan bahwa pemerintahannya membatalkan semua perjanjian dengan Israel dan Amerika Serikat, termasuk Perjanjian Oslo yang ditandatangani pada 1993 silam.

Sumber: republika.co.id

Arab Saudi Kecam Rencana Israel Caplok Tepi Barat

RIYADH (Jurnalislam.com) — Arab Saudi menolak rencana Israel untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki dan menempatkannya di bawah kedaulatan Israel. Arab Saudi mendukung sepenuhnya Palestina merdeka.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Saudi Press Agency pada Kamis (21/5), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menekankan kecaman Kerajaan atas segala tindakan sepihak Israel.

Saudi juga mengecam setiap pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dari semua yang mungkin merusak peluang untuk melanjutkan kembali proses perdamaian untuk mencapai keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali sikap kerajaan Arab Saudi yang teguh terhadap warga Palestina serta selalu mendukung pendirian negara Palestina yang merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

“Arab Saudi juga menegaskan dukungannya bagi upaya untuk memajukan negosiasi sesuai dengan hukum internasional, untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif yang memenuhi aspirasi rakyat persaudaraan Palestina,” ujar Kementerian Luar Negeri dilansir Saudi Gazette, Jumat (22/5).

Sumber: republika.co.id

Mengintip Suasana Restoran di Berlin Saat Wabah

BERLIN(Jurnalislam.com)–Restoran di Berlin, seperti di wilayah Jerman lainnya, setelah ditutup dua bulan gara-gara pandemi Covid-19, sekarang diizinkan untuk menerima tamu antara pukul 6 pagi hingga 10 malam. Tapi masih banyak restoran yang masih tetap tutup.

Jalan-jalan yang biasanya jadi pusat kuliner juga terlihat tetap sepi. Di beberapa restoran yang buka, tidak kelihatan ada tamu, hanya pekerja restoran yang kelihatan bosan.

“Banyak restoran yang tidak mau repot melanjutkan operasi”, kata Johannes, yang menjalankan restoran dengan menu dari Jerman selatan. Pada hari-hari pertama sejak lockdown diperlonggar, dia mengaku hanya menjual sekitar 30 porsi makanan sehari, padahal biasanya dia menjual 180 porsi makanan.

“Dari kantor-kantor dekat sini tidak ada lagi pelanggan yang datang”, katanya. “Jendelanya gelap, pegawai kantornya bekerja dari rumah.”

Tidak seperti restoran biasanya

Beberapa meter di sebelahnya, Maren mengelola sebuah restoran dengan hidangan tradisional Jerman. Dia mengatakan, rindu berlari-lari di antara para tamu seperti dulu, mengisi gelas anggur mereka atau sekedar membawakan mereka menu pencuci mulut.

“Ini sungguh tidak seperti restoran yang biasanya,” kata Maren, sambil menunjuk ke belakangnya. Seorang pekerja restoran sedang menyemprotkan disinfektan ke kartu menu baru yang bisa dicuci.

Agar restoran mereka bisa beroperasi lagi, Johannes dan Maren harus memenuhi berbagai persyaratan ketat. Misalnya memasang layar Plexiglas yang besar sebagai pembatas antara para pengunjung restoran.

“Itu tidak terlihat cantik”, kata Maren menambahkan. Tapi dia berharap, dengan pembatas semacam itu lebih banyak orang yang akan datang ke restorannya. Masih banyak lagi aturan dan tuntutan yang ditetapkan pemerintah Berlin. Maren menyesalkan kurangnya hotline bagi pemilik restoran kalau mereka merasa tidak pasti tentang suatu peraturan.

Bagaimana menutup kerugian?

Kedua pemilik restoran secara senada menyatakan khawatir tentang bagaimana mereka bisa menutup kerugian selama ini. “Setelah dua bulan tidak membuat apa-apa selain utang, segalanya sekarang harus mulai berjalan lagi,” kata Maren. Dia mengibaratkan seperti memulai lagi semuanya dari awal: mempelajari berapa banyak orang yang akan datang dan kapan, berapa banyak koki dan pelayan yang harus dijadwalkan bekerja, dan apa yang perlu dia beli.

Maren mengatakan dia harus menugaskan 2 karyawan hanya untuk memastikan bahwa orang-orang menjaga jarak satu sama lain dan mengikuti peraturan lainnya. Dia mengakui itu memang bukan hal mudah. Bagaimana misalnya pegawai restoran harus menghentikan dua tamu yang berpelukan ketika bertemu?

Johannes mengatakan, dia perlu dana ekstra untuk membeli semua keperluan saat restoran akan dibuka lagi: dispenser disinfektan, masker untuk staf, sachet kertas untuk sendok, garpu dan pisau alat makan.

Pekerjaan tambahan dan mahal

Jam makan siang, ada beberapa tamu yang datang, termasuk tiga orang yang berbicara bahasa Spanyol. Pelayan yang bertugas khawatir, karena dia harus menjelaskan peraturan baru corona yang rumit. Misalnya bahwa di satu meja hanya boleh duduk anggota dari maksimal dua rumah tangga berbeda.

Pegawai restoran mengatakan, menjelaskan menu kepada orang asing masih bisa menggunakan bahasa tarzan dibantu ”tangan dan kaki”, tetapi menjelaskan tuntutan prosedur keamanan jauh lebih sulit.

Tamu restoran juga harus menuliskan rincian kontak mereka, untuk memungkinkan pelacakan jika terjadi infeksi. Selain itu, tamu harus menadatangani sebuah dokumen yang membebaskan pengelola restoran dari tanggung jawab, jika terjadi sesuatu. Setelah empat minggu, Johannes diharuskan memusnahkan dokumen-dokumen yang memuat rincian kontak itu.

Ini semua tidak hanya berarti lebih banyak pekerjaan, tetapi juga lebih banyak sampah, keluhnya. “Mematuhi aturan adalah urusan yang sangat mahal,” pungkas pemilik restoran di Berlin itu. (hp/as)

Sumber: republika.co.id

Masuk Malaysia Akan Dikenakan Biaya Karantina

MALAYSIA(Jurnalislam.com)–Semua orang yang memasuki negara jiran itu harus menanggung biaya wajib karantina dan menandatangani surat persetujuan untuk membayar, sebelum mereka melakukan perjalanan ke Malaysia, demikian dikatakan Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.

Aturan ini akan berlaku mulai 1 Juni karena Malaysia akan terus memberlakukan karantina wajib pada mereka yang kembali dari luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Ismail Sabri mengatakan dengan kebijakan terbaru tersebut, warga negara Malaysia yang pulang akan membayar setengah dari ketentuan biaya layanan karantina, sementara nonwarga negara, termasuk pasangan dan anggota keluarga warga negara Malaysia, harus menanggung biaya penuh.

Majelis Keselamatan Negara Malaysia telah memutuskan bahwa warga negara Malaysia yang pulang dari mancanegara harus membayar 50 persen dari biaya karantina sebesar 150 ringgit atau sekitar 500 ribu rupiah per hari. Sedangkan yang bukan warga negara harus membayar penuh yakni 150 ringgit atau sekitar satu juta rupiah sehari.

“Penandatanganan surat persetujuan pembayaran dapat dilakukan di kedutaan besar Malaysia dan komisi tinggi. Setelah perjanjian ditandatangani, kantor tersebut akan mengeluarkan surat yang mengizinkan mereka untuk kembali ke Malaysia,” kata Ismail lebih lanjut.

Sumber: republika.co.id