Mengintip Syahdunya Shalat Id Berjamaah di Serang dengan Protokol Covid

Mengintip Syahdunya Shalat Id Berjamaah di Serang dengan Protokol Covid

SERANG (Jurnalislam.com) – Langit membiru cerah pagi ini dengan sinar mentari masih memutih, ribuan warga sekitar Masjid Al-Muhajirin perumahan Taman Krakatau di Serang Banten melaksanakan shalat Id berjamaah Ahad (24/5/2020) melepas kerinduan setelah 3 bulan lamanya mengikuti arahan pemerintah melakukan protokol khusus ibadah saat pandemi.

 

Sempat tutup tidak menerima jamaah di bulan pertama masuknya wabah Covid-19 di Indonesia dan pemerintah memberi himbauan untuk menutup masjid, masjid Al-Muhajirin mematuhi.

 

Pemerintah melonggarkan masjid bagi daerah zona hijau, Masjid Al-Muhajirin pun mengikuti himbauan mulai menerima  jamaah dengan tetap mengikuti arahan pemerintah menjaga jarak shalat, menggulung karpet jamaah membawa sajadah, hingga menyiapkan hand sanitizer.

 

Dengan alasan kabupaten Serang Banten masuk zona hijau shalat Id berjamaah digelar. Sempat ada rencana meniadakan shalat Id demi pencegahan penyebaran Cofid-19. Namun akhirnya disepakati diadakan.

 

Sekitar 1200 warga mengikutinya dengan tertib dan mematuhi aturan yang ditetapkan panitia. Jumlah 1200 merupakan jumlah setengah jamaah dari biasanya sebelum pandemi.

Berkurangnya jumlah ini dikarenakan adanya kesepakatan antara pengurus Masjid Al-Muhajirin dengan forum Musholla disekitar Masjid Al-Muhajirin untuk melakukan shalat Id dimasing-masing tempat agar jamaah tidak bertumpuk.

“Forum Masjid dan Musholla sepakat shalat Id dimasing-masing tempat agar jamaah tidak bertumpuk. Tahun-tahun sebelumnya dipusatkan di lapangan Masjid Al-Muhajirin” jelas Noviar wakil ketua DKM Al-Muhajirin kepada Jurnalislam.com.

 

Protokol khusus tetap diberlakukan seperti, jamaah harus memakai masker, membawa sajadah masing masing, shaf dibuat berjarak oleh panitia, disediakan hand sanitizer disetiap pintu masuk, orang sakit dilarang hadir di masjid, orang berasal dari zona merah agar isolasi mandiri dirumah, menjaga kebersihan, menyiapkan infaq terbaik, anak balita dilarang hadir.

 

Berkat kerja keras panitia dengan pembagian tugas yang sangat rapih dan satgas pencegahan cofid-19 DKM Al-Muhajirin, semua protokol dipatuhi jamaah, sehingga shalat Id berjalan dengan lancar dan tertib sesuai protokol pencegahan Cofid-19.

 

Imam dan khatib yang biasanya Masjid Al-Muhajirin mengundang dari luar kota, kali ini ketua DKM lah yang bertindak sebagai imam dan khatib.

“Iya benar biasanya diambil dari luar tapi dengan adanya wabah ini dari internal yaitu ketua DKM sendiri” pungkas Noviar

“Alasannya yang pertama ustadz dari luar tidak diketahui mobilitasnya, yang kedua yang bersangkutan juga sudah faham tidak akan datang ke tempat luar kota” imbuhnya.

 

Reporter : Jumi Yanti Sutisna

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X