Berita Terkini

FUIS Sambangi Walubi Jateng Bahas Rohingya

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) yang terdiri dari sejumlah elemen umat Islam, mendatangi kantor sekretariat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) DPD Jawa Tengah, Jalan Puri Anjasmoro blok B1/24 Semarang, Rabu (6/9/2017).

Kedatangan mereka untuk audiensi terkait dengan penindasan terhadap etnis minoritas Muslim rohingya yang dilakukan militer Myanmar.

“Agar tidak terjadi konflik horisontal antar umat beragama tentunya dengan dialog, itu yang kita bangun karena tanpa dialog tiba-tiba ada anarkis itu yang tidak kita inginkan,” Humas FUIS, Danang Setyadi.

Ustadz Arifin Ilham: Hanya Keledai Bodoh yang Pantas Marah Tapi Tidak Marah

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia ini dibangun atas dasar kebhinekaan, sehingga keutuhan di Indonesia ini terjaga.

Danang juga mempertanyakan hal yang mengganjal dalam benak orang Islam saat ini, yaitu kenapa kaum minoritas muslim di Myanmar tidak memperoleh keamanan seperti kaum minoritas Buddha seperti di Indonesia

“Mayoritas di Myanmar beragama Buddha sedangkan yang terjadi saat ini kesewenang-wenangan dilakukan terhadap minoritas muslim dan ini menjadi pikiran bagi kami karena di indonesia ini kami mayoritas Islam tapi kami tidak memperlakukan kaum minoritas seperti yang terjadi di Myanmar,” paparnya.

Danang pun menyampaikan wujud toleransi umat Islam di Indonesia yang dibuktikan Umat Islam kepada Umat Buddha di Indonesia.

“Di Magelang ada Candi Borobudur, mayoritas agama Islam di Magelang tapi kami memberikan toleransi yang sangat luar biasa sehingga perayaan Waisak disana berjalan lancar,” lanjut Danang

Selain itu, maksud kedatangan rombongan umat Islam juga meminta klarifikasi berkenaan adakah kaitannya antara Buddha di Myanmar dengan di Indonesia sehingga nantinya jika diketahui tak berkaitan agar tidak ada anarkis terhadap minoritas Buddha di Indonesia

Ribuan Masyarakat Surabaya Turun Ke Jalan Ikuti Aksi Peduli Rohingya

“Yang kedua, kami meminta klarifikasi apakah buddha di Myanmar apakah ada kaitannya dengan buddha di Indonesia, sehingga umat Islam disini tau bahwa disini tidak ada kaitannya, sehingga jangan berbuat anarkis terhadap kaum buddha minoritas ,” jelasnya

“Jika buddha di Indonesia tidak terkait dengan buddha di Myanmar setidaknya perwakilan buddha indonesia atau walubi untuk memberikan simpati kepada kaum muslimin yg ada di Myanmar,” lanjutnya

Pihaknya juga mengajak untuk menyerukan kepada Perwakilan Umat Buddha Indonesia (walubi) agar ikut menghentikan aksi pemerintah Myanmar dalam menindas Muslim Rohingya

Menurutnya, untuk bersimpati kepada etnis minoritas Rohingya tidak harus menjadi muslim, cukup dengan menjadi manusia sudah sangat menyedihkan melihat pembantaian yang dilakukan pemerintah Myanmar tersebut.

“Karena tidak usah menjadi orang muslim untuk bersimpati kepada warga Myanmar yang dibantai pada titik seperti itu, karena dengan menjadi manusia saja kita sudah berlinang air mata,” tuturnya.

Takut dengan Kekuatan Korea Utara, Trump: Perang Bukanlah Pilihan Pertama

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Dalam sebuah keputusan yang luar biasa dari pembicaraan sebelumnya tentang “api dan kemarahan”, Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu (6/9/2017) bahwa sebuah respon militer terhadap Korea Utara bukanlah pilihan pertamanya.

Tapi dia tidak mengesampingkan sebuah respon militer terhadap Pyongyang saat ditanyai oleh wartawan sebelum menumpang Marine One dalam perjalanan keluar dari Washington, lansir Anadolu Agency.

Tantang Tekanan Internasioanal, AS: Korea Utara Ngajakin Perang

“Kita akan lihat apa yang terjadi,” katanya.

Komentar tersebut mengikuti percakapan teleponnya dengan Presiden China Xi Jinping pada hari Rabu lalu, yang oleh Trump dinilai sebagai “panggilan telepon yang sangat, sangat jujur ​​dan sangat kuat”.

Percakapan tersebut bergeser membahas krisis Korea Utara, dan Trump mengatakan Xi “ingin melakukan sesuatu.

“Kita akan melihat apakah dia bisa melakukannya tapi kita tidak akan tahan menghadapi apa yang terjadi di Korea Utara,” katanya. “Saya percaya bahwa Presiden Xi setuju 100 persen dengan saya. Dia juga tidak ingin melihat apa yang terjadi di sana.”

Seperti pendahulunya, Trump telah berupaya untuk menguasai Pyongyang melalui China, mitra dagang utama Korea Utara.

Kuatir Kecanggihan Senjata Nuklir Korut, Trump Ijinkan Jepang dan Korsel Beli Senjata Baru

Tapi yang selalu menantang, Korea Utara terus melakukan uji coba rudal balistik dan nuklir meski mendapat tekanan dari masyarakat internasional.

Pada hari Ahad, kantor berita Korea Utara KCNA mengklaim Korea Utara telah melakukan uji coba pertama terhadap bom hidrogen yang dapat dipasang pada rudal balistik antar benua.

Korea Utara dilarang menguji rudal nuklir dan balistik dan baru-baru ini terkena sanksi Dewan Keamanan PBB yang diperkuat untuk meluncurkan sepasang ICBM pada bulan Juli.

PBB pada awal Agustus menjatuhkan sanksi baru kepada Pyongyang dengan larangan ekspor batubara, besi, timbal dan makanan laut yang bisa menghilangkan pendapatan tahunan negara tersebut sebesar $ 1 miliar.

AS sedang mempertimbangkan menjatuhkan sanksi tambahan di Korea Utara yang akan menghentikan hampir semua perdagangan dengan negara tersebut.

Pemimpin Gerakan Islam Palestina Dijebloskan ke Penjara Zionis

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Pemimpin Gerakan Islam Palestina, Syeikh Raed Salah, ditahan dalam persidangan pada hari Rabu (6/9/2017), kata pengacaranya.

Syeikh Salah menghadapi pengadilan atas tuduhan keanggotaan sebuah organisasi ilegal dan mengelorakan semangat perlawanan dalam sebuah pidato bulan lalu di pemakaman tiga warga Arab Israel yang membunuh dua petugas polisi di kompleks Masjid Al Aqsha di Yerusalem.

“Pengadilan hakim Israel di kota utara Haifa telah memutuskan untuk memperpanjang penahanan Syeikh Raed Salah sampai akhir persidangannya,” Khaled Zbarqa mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Ini berarti Syeikh Salah akan dipenjara selama beberapa bulan.”

Dia mengatakan banding terhadap keputusan pengadilan akan diajukan.

“Ini adalah keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Zbarqa. “Ini membuktikan bahwa Sheikh Raed adalah tawanan hati nurani, diadili karena pandangan agamanya.”

Salah ditangkap pada 14 Agustus di rumahnya di kota utara Umm al-Fahm.

Syeikh Salah, seorang tokoh lama perlawanan Palestina, memimpin cabang Gerakan Islam di Israel, yang dilarang pada tahun 2015.

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Militer Filipina telah meminta bantuan kepada pejuang Moro Islamic Liberation Front (MILF) saat mempersiapkan serangan terakhir terhadap kelompok bersenjata Maute di kota selatan Marawi, Aljazeera melaporkan Rabu (6/9/2017).

Walaupun pertempuran tidak dilakukan bersama namun tentara Filipina yang merupakan musuh MILF itu sendiri terlihat berbaur bebas dengan beberapa ratus pejuang Moro yang telah bergabung untuk menyerang kelompok bersenjata Maute di pulau selatan Mindanao.

Operasi gabungan tersebut merupakan taktik terbaru pemerintah Filipina untuk mencoba memberantas pasukan yang terkait dengan kelompok Islamic State (IS) setelah berbulan-bulan bertempur melawan faksi kelompok yang terpisah yang telah mengepung kota Marawi.

MILF
MILF Moro Islamic Liberation Front

Kerja sama dengan MILF termasuk “memberi mereka dukungan senjata tidak langsung dan bahkan dukungan udara dan keahlian lainnya,” Mayor Jenderal Arnel dela Vega mengatakan kepada AFP, menambahkan bahwa kecanggungan pertempuran di samping mantan musuh lama telah menguap.

Kelompok Maute, yang telah berjanji setia kepada IS menguasai Marawi pada bulan Mei. Setelah pengepungan tiga bulan, mereka sekarang hanya menguasai area seluas 500 meter persegi.

Lebih dari 100 tentara Filipina tewas sementara ratusan pasukan Maute juga tewas, menurut militer Filipina.

Ribuan orang, termasuk anak-anak, telah mengungsi karena konflik dan sekarang tinggal di sekitar 75 komunitas atau pusat penampungan di Mindanao.

Seorang pria, yang hanya mengidentifikasi dirinya sebagai Ansari, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia menolak tawaran sebesar $ 500 dan sebuah senapan M16 oleh Maute untuk bertempur bersama mereka.

“Mereka jahat, yang mereka lakukan adalah kejahatan,” katanya.

“Lihat bagaimana mereka menghancurkan Marawi, aku tidak akan menjadi bagian dari mereka.”

Dia mengatakan bahwa banyak orang lain yang menerima tawaran itu karena putus asa, bukan berdasarkan ideologi.

Vega mengatakan bahwa unit pasukannya tidak akan bergabung dengan kelompok pejuang MILF karena mereka memiliki “taktik operasional dan prosedur yang berbeda” dalam konflik tersebut.

“Pada umumnya hasilnya sangat menguntungkan kita,” katanya.

Sementara itu, Amerika Serikat telah meluncurkan bantuan darurat dan bantuan pemulihan sebesar $ 14,3 juta untuk masyarakat yang terkena dampak konflik yang sedang berlangsung di Marawi dan sekitarnya.

Duta Besar AS untuk Filipina Sung Kim mengumumkan sumbangan tersebut dalam sebuah diskusi meja bundar dengan para wartawan di Kedutaan Besar AS di Manila.

Bantuan tersebut berupa air minum yang sehat, peralatan kebersihan, peralatan dapur, keperluan tempat penampungan dan 18 fasilitas dengan persediaan dan layanan penting untuk mengatasi kebutuhan kesehatan ibu dan bayi, serta anak-anak.

Desak Para Pemimpin Muslim, Erdogan Hubungi 30 Negara Untuk Bahas Rohingya

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki mengatakan pada hari Rabu (6/9/2017) bahwa “laporan yang berbeda-beda” telah membuat situasi Rohingya tetap berlangsung selama bertahun-tahun, di tengah serangan terbaru dalam pembantaian kaum Muslim di Myanmar barat.

“Tentu saja, kita tahu bahwa masalah di Arakan [Rakhine] berasal dari alasan kompleks dengan sejarah panjang yang terus-menerus dipenuhi dengan informasi yang berbeda,” kata Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pertemuan perwakilan provinsi partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di ibukota Ankara, lansir Anadolu Agency.

Erdogan: Saya Akan Ungkap Apa yang Terjadi Sebenarnya di Myanmar pada Majelis PBB Nanti

Erdogan mengatakan bahwa dia telah menelpon para pemimpin hampir 30 negara untuk membahas situasi di Rakhine dan terutama mendesak para pemimpin dari dunia Muslim untuk berbuat lebih banyak.

“Orang-orang yang tertindas ini tentu saja tidak pantas dihancurkan di antara dua kekuatan yang bertanggung jawab di wilayah ini,” kata Erdogan.

Erdogan Kecam Pembantaian di Myanmar dan akan Tuntut di Pengadilan PBB

“Kami meminta kepada mereka yang bertempur memperebutkan gas alam, endapan minyak, dan pelabuhan pantai di wilayah ini untuk tidak melakukannya dengan mengorbankan kehidupan, darah, dan masa depan orang-orang yang tidak bersalah,” tambahnya.

Erdogan mengatakan bahwa dunia sudah menyaksikan cukup banyak rasa sakit dan pembantaian, dengan menyebut Suriah dan Irak sebagai contoh, dan menyatakan bahwa tidak ada orang dengan “hati nurani dan moral” yang menginginkan hal yang sama.

“Untuk alasan ini kami akan terus melindungi kaum Muslimin di negara bagian Rakhine dan masyarakat tertindas lainnya, menjadi suara mereka, dan terus mengulurkan tangan,” tambahnya.

Antara Erdogan, Muslim Rohingya, dan Diplomasi Jihad Abu Bakar Ba’asyir

Erdogan telah memimpin seruan global atas penghukuman terhadap tindakan brutal dan sadis tentara Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya, yang memaksa lebih dari 120.000 orang untuk berlindung di negara tetangga Bangladesh.

Istrinya, ibu negara Emine Erdogan, dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu akan terbang ke Bangladesh pada hari Rabu demi membahas masalah ini dengan pihak berwenang Bangladesh dan mengunjungi para pengungsi tersebut.

Menurut PBB pada hari Selasa, 123.600 Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh saat puluhan ribu lainnya mengungsi sejak kekerasan terakhir dimulai pada 25 Agustus.

[Breaking News] Alfian Tanjung Kembali Ditangkap, Massa Bersiaga di Mapolda Jatim

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme ustadz Alfian Tanjung dinyatakan bebas tanpa bersyarat karena terbukti tidak bersalah. Namun, belum sampai 24 jam, beliau kembali dijemput paksa dari LP Medaeng, Sidoarjo.

Penangkapan disinyalir karena laporan dari salah satu petinggi partai penguasa saat ini. Sampai sekarang, massa terus berdatangan ke Mapolda saat bersiap didepan POLDA JATIM hingga saat ini jam 20.40 Rabu (6/9/2017).

Innalillahi, Ustadz Alfian Tanjung Kembali Ditangkap

Dalam pantauan Jurnalislam.com, semakin malam, jumlah massa yang siaga didepan Mapolda Jatim semakin banyak. Berdasarkan info yang berkembang dari pihak keluarga bahwa ustadz Alfian Tanjung malam ini akan dibawa paksa ke Mapolda Metro Jaya.

Innalillahi, Ustadz Alfian Tanjung Kembali Ditangkap

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme yang baru saja divonis bebas oleh majelis Hakim PN Surabaya, Ustadz Alfian Tanjung kembali ditangkap. Hal itu dibenarkan Ketua Tim Advokasi Ustadz Alfian, Abdullah Al Katiri.

Al Katiri mengatakan, Ustadz Alfian ditangkap oleh petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polda Metro selepas magrib setelah keluar dari Rutan Medaeng terkait laporan PDIP atas dugaan pencemaran nama baik.

Ustadz Alfian Tanjung Bebas, Kuasa Hukum: Terimakasih Umat Islam!

“Itu masalah laporan yang di Polda Metro, yang laporin PDIP langsung sekjennya, Hasto. atas dugaan pencemaran nama baik. Itu terkait tweet yang dibuat oleh beliau yang mengatakan bahwa sekian persen dari kader partai tersebut adalah komunis,” kata Al Katiri kepada Jurnalislam.com di Mapolda Jawa Timur, Rabu (6/9/2017) malam ini.

Padahal, kata Al Katiri, cuitan tersebut adalah fakta yang dikemukakan kader PDIP sendiri pada tahun 2002 di salah satu stasiun tv swasta.

“Salah satu kader PDIP yang sekarang di DPR RI namanya Ripta Tjiptaning yang mengatakan pada tahun 2002 di Lativi bahwa 20 juta kader PKI ada di partai tersebut. Makanya yang saya bingungkan saat ini, yang dimasalahkan ini masalah ideologinya apa presentasinya,” paparnya.

Ustaz Alfian Tanjung Bebas, Amir Ansharusyariah: Polanya Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

Al Katiri bersama timnya akan kembali melakukan langkah hukum untuk melakukan pembelaan atas kliennya. “Kita akan melakukan langkah-langkah hukum, salah satunya bikin laporan ke internal pengawas mereka,” tutupnya.

Saat ini Ustadz Alfian Tanjung tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur. Pantauan Jurnalislam di lapangan, ratusan massa umat Islam berkumpul di depan Mapolda.

Menag Minta Akselerasi Pengelolaan Wakaf Produktif dan Uang

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Dalam sambutan Rakornas Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta Selasa – Kamis (5-7/9/2017), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan perlunya paradigm baru tentang wakaf yaitu wakaf berorientasi produktif.

Selain itu, Menag mengatakan bahwa tantangan pengelolaan wakaf di Indonesia harus dilakukan akselerasi. Menurutnya, mengutip masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia yang disusun oleh Bappenas, diasumsikan 70 persen atau Rp 509,6 triliun sumber keuangan syariah di Indonesia berasal dari dana zakat dan wakaf.

“Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi segenap pemangku kepentingan perwakafan, khususnya, untuk melakukan akselerasi pengembangan wakaf secara produktif, termasuk memaksimalkan upaya menggalang potensi wakaf uang,” kata Menag.

Karenanya, Menag berharap rakornas BWI dapat menguatkan jejaring wakaf dan memaksimalkan potensi wakaf yang sangat besar.

Sebab, kata Menag, di Indonesia ini sebenarnya peran wakaf sebenarnya cukup besar, seperti keberadaan ribuan lembaga pendidikan Islam berupa pesantren, sekolah dan perguruan tinggi yang dibangun dari dana wakaf dan berdiri di atas tanah wakaf.

“Dewasa ini dengan tumbuhnya kesadaran umat Islam akan pentingnya sistem ekonomi syariah, keberadaan bank-bank syariah, dan lembaga ekonomi dan keuangan syariah lainnya merupakan potensi dan peluang kerjasama untuk pengembangan kesejahteraan umat Islam melalui kerjasama wakaf produktif,” pungkasnya. (rls/nurkaib)

Menag : Wakaf Penopang Kemajuan Negara dan Perekonomian Rakyat

JAKARTA (Jurnalislam.com)—Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi terselenggaranya Rakornas Badan Wakaf Indonesia (BWI) tahun 2017 yang bertajuk, “Peningkatan Kapasitas Perwakilan BWI dalam Pengamanan Aset Wakaf, Pengelolaan serta Pengembangan Wakaf Produktif dan Wakaf Uang” di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa – Kamis (5-7/9/2017).

Melalui Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Menag menegaskan bahwa wakaf merupakan aspek penting dalam menopang kemajuan negara dan ekonomi kerakyatan.

“Sebagaimana dapat dibaca dari berbagai literatur dan hasil penelitian, pengelolaan wakaf kontemporer di beberapa negara muslim sekarang ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Wakaf merupakan salah satu penopang aktivitas dakwah Islam, menjadi penopang kemajuan negara dan perekonomian rakyat,” kata Lukman Hakim Saifuddin dalam pembukaan Rakornas BWI.

Di negara Singapura misalnya, kata Menag, yang bukan negara Islam dan penduduknya bukan mayoritas muslim, namun wakaf yang dikelola Majlis Ulama Islam Singapura (MUIS) memiliki, aset produktif berupa 114 ruko, 30 perumahan dan 12 gedung apartemen dan perkantoran.

“Di Saudi Arabia, wakaf memiliki bentuk bermacam-macam, seperti hotel, tanah, bangunan rumah untuk penduduk, toko, kebun, di samping bangunan masjid yang besar dan megah,” tambahnya. (rls/nurkaib)

Badan Wakaf Indonesia Gelar Rapat Koordinasi Nasional

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Aset tanah wakaf di Indonesia sangat besar, sebanyak 435.768 bidang tanah, dengan luas keseluruhan 435.944 hektare. Sebagian tanah wakaf yang dulu berada di pinggiran dan tidak ada nilainya, kini sudah menjadi aset yang strategis dan bernilai tinggi. Pertumbuhan wilayah membuat tanah-tanah wakaf mempunyai potensi bisnis yang tinggi sehingga menarik minat berbagai pihak. Potensi ini perlu dikelola sedemikian rupa sehingga aset wakaf bisa bermanfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi yang demikian, sayangnya masih belum tergarap dengan optimal oleh para nazhir wakaf di berbagai wilayah di Indonesia. Pada saat yang sama, ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan celah hukum untuk mengambil alih aset tanah wakaf secara melawan hukum dan syariat. Nihilnya dokumen legalitas wakaf, kurang kompetennya SDM nazhir, terlantarnya aset wakaf, dan lemahnya pengawasan masyarakat menjadi beberapa sebab terjadinya penyerobotan aset tanah wakaf di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam upaya mengamankan aset-aset wakaf dan memproduktifkan aset-aset wakaf yang masih menganggur agar bernilai dan bermanfaat secara ekonomis, BWI mengadakan Rapat Koordinasi Nasional dengan Perwakilan BWI Provinsi se-Indonesia dan stakeholder terkait pada tanggal 5 sampai dengan 7 September 2017 di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Dalam Rakornas ini para pihak yang berpotensi terlibat dalam persengketaan wakaf, seperti Kepolisian, Mahkamah Agung, Kementerian Agama, dan Badan Pertanahan Nasional, akan diundang untuk menyampaikan pengayaan wacana dan kebijakan dalam pengamanan aset wakaf. Selanjutnya, untuk memproduktifkan aset-aset wakaf agar berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat dan bernilai ekonomis, BWI mengundang para praktisi dan nazhir wakaf yang sudah memiliki pengalaman mengelola wakaf produktif. Untuk membangun budaya wakaf uang di masyarakat, beberapa Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang juga diundang untuk ikut berbagi pengalaman.

Menurut Wakil Sekretaris BWI sekaligus Ketua Panitia, Badriyah Fayumi, Rakornas ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas BWI Perwakilan, menguatkan jejaring perwakafan nasional, dan menyamakan persepsi antara BWI dan lembaga/kementerian lain dalam menghadapi berbagai permasalahan wakaf serta merancang kebijakan perwakafan agar terintegrasi dan responsif terhadap tantangan dan dinamika yang ada. Rakornas juga akan menyepakati pilot-pilot project wakaf produktif di setiap provinsi.

Rakornas ini, jelas Badriyah, mengundang narasumber Menteri Agama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN, Kepala Mahkamah Agung, Kepala Polri, Ketua Komisi VIII DPR RI, Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag, dan Direktur Rumah Susun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dompet Dhuafa, dan BNI Syariah. Di setiap sesi ada pengurus BWI yang menyampaikan tema terkait dalam perspektif BWI.

“Tujuan besarnya, agar wakaf ke depan semakin baik dan semakin berperan sebagai kekuatan ekonomi nasional. Dan itu hanya bisa terwujud bila aset-aset wakaf secara hukum terlindungi dengan baik dan para nazir memiliki kompetensi memadai untuk mengelola aset-aset wakaf yang ada agar bisa produktif.” ujar Badriyah. (rilis/nurkaib)