Berita Terkini

Muslimah Peduli Rohingya Berunjuk Rasa di Depan DPRD Kota Bima

BIMA ( Jurnalislam.com) – Muslimah Bima Peduli serta Muslimah Bima yang tergabung dalam Sahabat Muslim Rohingya berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bima, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Kamis (7/9/2017). Mereka mengecam pembantaian muslim Rohingya oleh militer dan penduduk Budha Myanmar di wilayah Rakhine.

“Kedatangan kami kesini adalah untuk memgecam tindakan dari rezim Myanmar yang telah membantai serta mengusir saudara muslim Rohingya,” kata koordinator aksi, Qonita.

“Merupakan sebuah kewajiban bagi kita semua untuk menolong saudara muslim yang di dzalimi, karena perumpamaan orang-orang beriman itu bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka anggota yang lain akan merasakan sakit,” sambungnya.

Qonita juga mengajak kaum muslimin untuk terus membantu muslim Rohingya dengan kemampuan masing-masing. “Tetapi membebaskan mereka dari kejahatan militer Myanmar, itulah bantuan yang lebih penting,” cetusnya.

Qonita juga menyeru negara-negara muslim dan pemerintah Indonesia untuk mengirimkan pasukan militer untuk membantu muslim Rohingya.

“Kami juga menyerukan kepada pemimpin negara muslim khususnya indonesia sebagai negeri muslim terbesar untuk memobilisasi kekuatan militer demi menegakkan kehormatan islam dan kaum muslimin,” ujarnya.

Inilah Laporan Para Pengungsi Rohingya yang Tiba di Bangladesh

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Jamir Hossain, seorang Muslim Rohingya, berjalan selama delapan hari untuk mencapai sebuah kamp pengungsi di Bangladesh.

Dia termasuk di antara 164.000 Muslim Rohingya yang menyeberang ke Bangladesh sejak 25 Agustus, saat kekerasan di negara Rakhine Myanmar meningkat.

“Kami tidak dapat menemukan makanan di jalanan,” katanya kepada Anadolu Agency, Kamis (7/9/2017). “Kami kelaparan sehingga kami makan beberapa pohon pisang tanpa buah yang kami temukan di hutan. Begitulah keluargaku dan aku selamat dan sampai di kamp.”

Sejumlah pengungsi terus-menerus tiba di kamp pengungsian Kutupalong yang dikelola pemerintah, beberapa menempuh perjalanan delapan sampai 10 hari yang sulit melalui hutan, sementara yang lainnya melakukan perjalanan dengan kapal kecil melintasi sungai Naf.

Ini Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Tentang Genosida Muslim Rohingya

Para pengungsi mungkin telah lolos dari penganiayaan di negara asal mereka, namun kehidupan di kamp juga merupakan perjuangan sehari-hari lainnya untuk bertahan hidup.

Hasina Begum, yang mengandung anak ketiganya, mengatakan: “Saya tidak dapat menemukan cukup makanan untuk dua anak saya. Kami makan jika penduduk setempat membantu, kalau tidak kita menghabiskan malam dalam keadaan lapar.”

Dia mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu 10 hari untuk berjalan ke Bangladesh setelah suaminya dibunuh oleh tentara Myanmar.

Kamp itu penuh dengan wanita dan anak-anak, yang jumlahnya lebih banyak daripada laki-laki – karena banyak laki-laki yang terbunuh dalam pembantaian yang sedang berlangsung.

Dalam usaha mencari kelangsungan hidup dasar, para pengungsi masih belum sempat bersedih hati atas anggota keluarga yang mereka laporkan telah dibunuh oleh militer gerombolan Buddhis.

Abul Kalam mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia melarikan diri setelah kakeknya terbunuh oleh nasionalis Buddhis.

Kalam mengatakan banyak orang kehilangan nyawa mereka saat desa-desa dibakar dan tentara melepaskan tembakan dari helikopter secara membabi buta.

Keluarganya yang berjumlah delapan orang telah ditempatkan sementara di sebuah bangunan sekolah di Bangladesh, yang sekarang merupakan satu-satunya tempat yang bisa mereka sebut sebagai rumah.

1.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Turki Tahap Pertama Tiba di Rohingya

Mahmud Kamal, seorang pengungsi lainnya, mengatakan bahwa ayahnya dibunuh oleh pasukan Myanmar saat mereka menyerang desa Rohingya.

Saeed Hossain mengatakan bahwa salah satu dari lima kerabatnya yang tiba di Bangladesh meninggal di rumah sakit saat dirawat karena luka tembak.

Kekerasan baru meletus di Rakhine hampir dua pekan yang lalu ketika pasukan Budha Myanmar melancarkan operasi terhadap kaum Muslim Rohingya.

Pembantaian ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, yang telah menampung sekitar 400.000 Rohingya.

Menurut badan pengungsi PBB, 164.000 muslim Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh pada hari Kamis. Puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan tinggal di Myanmar.

Rakhine telah mengalami ketegangan antara populasi sekte Buddhis dan kaum Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang dilakukan pada bulan Oktober yang lalu di Maungdaw, di mana Muslim Rohingya menjadi mayoritas, membuat PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan Myanamar yang mengindikasikan kejahatan terhadap kemanusiaan berat.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan- termasuk bayi dan anak-anak – serta, penyembelihan, pemukulan dan penghilangan brutal. Perwakilan Rohingya mengatakan lebih dari 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.

Divonis Bebas Lalu Ditangkap lagi, Kuasa Hukum : Ustaz Alfian Tanjung Dibawa ke Mako Brimob

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung dinyatakan bebas karena tidak terbukti bersalah dalam kasus yang ditudingkannya. Rabu (6/9) Majelis Hakim menilai Dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap sebagaimana yang harus dipenuhi menurut ketentuan Pasal 143 (2) KUHAP dan memutuskan menerima keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh Ust. Alfian dan PH nya serta dibebaskan dari tahanan.

Namun, belum sampai 24 jam, menurut Kuasa Hukum Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri, sejumlah polisi telah menanti di depan Rutan Medaeng dan langsung menangkap Ustaz Alfian Tanjung atas permintaan penangkapan dari Polda Metro Jaya kepada Polda Jatim.

Innalillahi, Ustadz Alfian Tanjung Kembali Ditangkap

Saat itu, ustaz Alfian Tanjung berkeinginan untuk menemui ibunya yang sudah berusia 80 tahun dan sedang sakit di Tangerang hari Kamis ini (7/9) setelah putusan bebas dalam putusan sela majelis hakim.

“Namun Allah berkehendak lain. Kami mempertanyakan sisi kemanusiaan Polisi, mengapa seorang ustaz yang sangat vokal menyuarakan bahaya laten kebangkitan PKI & komunisme itu tidak diberi kesempatan untuk bertemu ibunya?” kata Al Katiri.

Menurut Al Katiri, ustaz Alfian Tanjung pada Rabu (6/9) malam sekitar pukul 22.00 sudah diberangkatkan dari Surabaya menuju Jakarta, dan tim advokasi di Jakarta sudah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) untuk bersama-sama ke Polda Metro Jaya guna mengawal dan mendampingi ustaz Alfian Tanjung yang akan diperiksa di Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Ustaz Alfian Tanjung Bebas, Amir Ansharusyariah: Polanya Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

“Tim Advokasi dan puluhan awak media yang sudah menunggu ustaz Alfian di Reskrimsus Polda Metro Jaya ternyata pada Pkl.01.05 Tim Advokasi mendapat informasi dari Iqbal anaknya ustaz Alfian bahwa beliau dibawa ke Mako Brimob,” pungkasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Mukmin Ngruki Dilarikan ke Rumah Sakit, Mohon Doa Kesembuhannya

SOLO (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) Al Mukmin Ngruki, Grogol, Sukoharjo, KH Wahyudin dilarikan ke Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surakarta, Selasa pagi ( 5/9/2017).

Menurut keterangan, penyakit gula darah ustaz Wahyudin mengalami kelonjakan. Saat ini, KH Wahyudin dirawat di kamar Vip 1 lantai 6 Rs PKU Muhammadiyah Surakarta.

Kepada Jurnalislam.com, KH Wahyudin mengaku merasa lebih baik setelah mendapatkan suntikan insulin dari dr. Suryo yang menanganinya. “Alhamdulillah agak baikan hanya saja ini lukanya perlu perhatian khusus,” kata KH Wahyudin sambil menunjukan luka di kaki kirinya yang dibalut perban. Selasa malam, (5/9/2017).

Alfian Tanjung Kembali Ditangkap, Massa Bersiaga di Mapolda Jatim

Hilmi Zulqarnain, anak ketiga Ustaz Wahyudin yang ikut menunggui bersama istri dan ibunya (Muslihah), mengatakan, saat pagi dan dicek, gula darah ayahnya mencapai angka 407 mg/dl. Namun, sudah mengalami penurunan hingga 161 mg/dl, Sedang batas normal angka gula darah normal kurang dari 110 mg/dl.

“Sekarang 161, ini nanti masih dicek terus untuk mencari keseimbangan berapa milli itu insulinnya. Disarankan luka itu diambil tindakan biar cepat smbuh operasi ringan, dikerok biar jaringannya tumbuh, dan bapak belum berkenan untuk lakukan itu,”kata Hilmi.

Lebih lanjut, Hilmi meminta doanya kepada seluruh umat Islam agar ayahnya diberi kesembuhan agar bisa kembali berdakwah dan mengajar di Ponpes Al Mukmin, Ngruki. ” Mohon doanya semoga diberi kemudahan dan diangkat penyakitnya,”pungkasnya.

Aksi Solidaritas, Elemen Pemuda dan Ormas Islam Dompu NTB Galang Dana untuk Rohingya

DOMPU (Jurnalislam) – Ratusan massa dari elemen Organisasi Kepemudaan dan masayarakat Dompu yang tergabung dalam Solidaritas Muslim ompu untuk Muslim Rohingya menggelar Aksi Solidaritas dengan longmarch dari Masjid Raya Dompu menuju DPRD Kabupaten Dompu NTB, Rabu (06/9/2017).

Selain melakukan aksi, massa juga melakukan penggalangan dana sepanjang jalan menuju kantor DPRD. Dalam pantuan Jurnalislam.com, massa melaksanakan sholat ghaib, doa bersama dan membacakan pernyataan sikap bersama oleh Koordinator umum di hadapan masyarakat dan perwakilan anggota.

Jelang Aksi Solidaritas di Magelang, FPI Soloraya Galang Dana Untuk Rohingya

Ketua DPD II KNPI Dompu, Putra Taufan juga menyampaikan dalam orasinya bahwa penderitaan muslim Rohingya merupakan penderitaan kaum muslimin sedunia.”Rohinya adalah kita. Sebab satu muslim Rohingya yang terluka atau bahkan terbunuh adalah bagian dari duka kita dan kaum muslimin seluruh dunia,” katanya.

Agus Salim (28), salah satu pemuda Desa Wawonduri yang tergabung dalam aksi solidaritas mengungkapkan perasaan kesedihannya yang mendalam hingga tergerak hatinya untuk mengikuti aksi.

“Saya tidak bisa lagi mengungkapkan apa-apa mas, saya merasa bersalah karena tidak bisa berbuat lebih untuk saudara kami di Rohingya. Mudah mudahan Allah menyelamatkan mereka semuanya,” katanya.

MUI Kabupaten Bima Imbau Umat Qunut Nazilah dan Galang Dana untuk Rohingya

Selain itu, Koordinator Umum Aksi yang juga Jubir FUI Dompu Ustaz Muhammad Taqiyuddin menegaskan bahwa massa mengutuk keras perlakuan ekstremis Budha Myanmar.

“Kami dengan tegas mengatakan, mengutuk dengan sekeras kerasnya tindakan yang tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh ekstrimis Budha dan Militer Myanmar yang telah membantai umat Islam Rohinya tanpa belas kasih. Kami juga meminta kepada pemerintah untuk segera mengambil solusi atas kriris yang terjadi di sana,” pungkasnya.

Reporter : Agus Ringgo

Jelang Aksi Solidaritas di Magelang, FPI Soloraya Galang Dana Untuk Rohingya

SOLO (Jurnalislam.com) – Front Pembela Islam (FPI) Soloraya melakukan penggalangan dana untuk Rohingnya di Masjid Agung Surakarta dan di pasar Klewer Surakarta, Rabu,(6/9/2017). Selain tempat tersebut, rencananya FPI masih akan melakukan penggalangan dana untuk muslim Rohingya di sejumlah titik keramaian di kota Solo.

Hasil Penggalangan dana tersebut, rencananya akan disalurkan saat aksi Solidaritas Rohingya di Masjid An-Nuuur Magelang, Jum’at,(8/9/2017).

“Hari ini hanya empat personil di masjid Agung dan pasar Klewer. Ternyata antusias masyarakat cukup baik, besok akan kita tambah personil di beberapa titik dan sejumlah masjid, nanti akan kami salurkan dalam aksi solidaritas di Magelang,” kata Abdul Hamid kordinator aksi.

FPI Klaten Desak Pemerintah Untuk Usir Dubes Myanmar

Hamid menambahkan, aksi solidaritas dan penggalangan dana akan dilanjutkan pasca aksi solidaritas di Magelang. Pengiriman bantuan kemanusiaan ini akan disalurkan melalui rekening. Ia berharap, umat muslim di Soloraya dapat memberikan perhatian dan bantuan bagi kaum muslim Rohingya.

“Ini bukan hanya soal agama, tapi persolan kemanusiaan. Bayi, orang tua dibantai. Ini sangat memprihatinkan” paparnya.

Aksi Damai

Hamid menyayangkan adanya upaya yang seolah olah hendak mengkriminalisasi aksi solidaritas bagi rohingnya di Magelang. Padahal aksi yangs sedianya digelar Jumat (8/9) di dekat candi Borobudur itu adalah aksi kemanusiaan yang dipastikan berlangsung damai.

“Aksi tidak langsung di candi, tapi di masjid di Masjid An Nuur, masih sekitar 1,5 kilometer dari candi. Aksi ini aksi damai tidak ada tindakan anarkis, sebab aksi ini aksi kemanusiaan bukan permusuhan agama. Kami pun ingin turut menjaga Borobudur yang merupakan bangunan cagar budaya,” katanya.

FUIS Sambangi Walubi Jateng Bahas Rohingya

Selain meyerahkan bantuan kemanusiaan yang berhasil digalang, FPI dan elemen muslim lainnya akan turut serta dalam aksi tersebut. Diperkirakannada ratusan peserta yang diberangkatkan dari Solo dan akan dilepas langsung oleh ketua MUI Kota Solo. Sebanyak 150 peserta akan menggunakan sepeda motor, dan sisanya diangkut dengan dua bus.

Diprediksi Peserta Aksi Bela Rohingya Membludak, BMT Magelang Siapkan 4 Posko Medis dan Logistik

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Sekitar ribuan massa dari 250 ormas Islam se-Indonesia diprediksi mengikuti Aksi Bela Rohingya, pada Jumat (8/9/2017) ini di Masjid An-Nuur, kompleks Pemkab Magelang.

Ketua Pelaksana Tegaskan Aksi Peduli Rohingya di Borobudur Tetap Berjalan

Mengantisipasi hal tersebut, Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Magelang menyiapkan 4 posko beberapa titik di wilayah Magelang, berikut selengkapnya. Berikut rincian posko

  1. Posko 1 di BMT Arma Mertoyudan dengan fasilitas 300 paket konsumsi beserta mineral disediakan untuk para peserta aksi yang masuk dari arah Semarang, dengan Korlap Udin dari BMT Karisma.
  2. Posko 2 di lokasi BMT Bima Muntilan disiapkan 300 paket konsumsi dan air mineral khusus untuk peserta BMT dari arah Yogyakarta dengan Korlap Salman BMT Bima.

3. Posko 3 bertempat di BMT Al Husna Borobudur disiapkan 300 paket konsumsi dan air mineral untuk peserta BMT yang masuk dari arah Salaman dengan Korlap M. Fuadi dari BMT Al Husna.

  1. Posko 4 posko induk dengan 1.500 paket roti dan air mineral juga tenaga medis lokasi di Sawitan, dengan korlap Musa (hp. 085600011272) dari BMT Barokah.

Selain itu, tim BMT Korda Magelang juga menyiapkan tas plastik untuk bersih-bersih dan ambil sampah. Info lebih lanjut hub. Rudy hp 081.2269.3360.

Kapolri Tuding Isu Rohingya Sudutkan Pemerintah, Ini Jawaban Masyarakat

SOLO (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai, isu genosida muslim Rohingya yang terjadi di Rakhine State Myanmar dan mendapat respon dan simpati yang besar dari masyarakat di Indonesia bukan lagi karena mengangkat sisi kemanusiaan.

Menurutnya, ada pihak tertentu yang mengolah isu tersebut untuk menyudutkan pemerintahan Jokowi. Hal itu disampaikan Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/7/2017).

Tito mengaku, mengacu pendapat tersebut melalui perangkat lunak analisis opini di platform media Twitter. Dari analisis tersebut, sebagian besar pembahasan mengenai Rohingya yang berkembang, dikaitkan dengan Presiden Jokowi dan pemerintahannya.

Menanggapi hal tersebut, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono menanggap jika hanya Twitter yang dijadikan sumber oleh Tito, maka hal itu tidak bisa dijadikan patokan.

Aksi Solidaritas, Elemen Pemuda dan Ormas Islam Dompu NTB Galang Dana untuk Rohingya

Mmenurut Endro, jika hanya menggunakan satu sumber data, maka belum bisa menggambarkan kondisi yang sesungguhnya atau keseluruhannya. Padahal, isu Rohingnya menjadi isu global bahkan sampai PBB dan negara-negara Barat turut mengecam Myanmar.

“Kesimpulan untuk twitter yang disampaikan Kapolri adalah kurang valid, tidak bisa menggambarkan obyek yang sesungguhnya. Kesimpulan Kapolri hanya berlaku untuk obyek penelitian itu saja, jadi kurang valid,”kata Endro pada Jurnalislam.com, Rabu, (6/9/2017).

Lebih lanjut, Endro mengatakan, tuduhan terhadap banyaknya aksi solidaritas umat Islam untuk menyudutkan Pemerintah adalah tuduhan yang tidak berdasar. Ia melanjutkan, seharusnya Tito mengambil data dari berbagai sumber untuk menyimpulkan keputusan tersebut.

” Kesimpulan bahwa semua aksi solidaritas Rohingnya untuk mendiskriminasikan Pemerintah adalah berupa kesimpulan populasi, yang sampelnya pasti lebih dari satu, bahkan harus semua sampel,”pungkasnya.

Mudahkan Jamaah Pergi Haji, AJS Amanah Githa dan ESQ Tours & Travel Teken MoU

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sampai saat ini masih banyak calon jamaah haji yang masih kesulitan untuk pergi ke tanah suci, terutama ketika mendapatkan nomor kursi. Namun kini, para calon jamaah haji tak perlu risau lagi, karena Asuransi Jiwa Syariah (AJS) Amanah Giri Artha (Amanah Githa) dan ESQ Tours and Travel teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan mengeluarkan produk Dana Pro Haji untuk memudahkan para calon jamaah pergi haji.

“Ini adalah upaya kita untuk memudahkan jamaah untuk pergi haji karena kalau sekarang pergi haji itu kalau kita mau bayar di muka untuk mendapatkan nomor kursi itu 5000 US Dollar, sekitar 65 sampai 70 juta, nah untuk mencapai 5000 dollar itu mencapainya bisa dengan menabung, bisa dengan deposito dan sebagainya,” terang Direktur ESQ Group, Rinaldi Agusyana S.T, di Ruang 1805, Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu (06/09/2017).

Dengan ini, lanjut Rinaldi, kita berupaya untuk menjaga agar dana yang di simpan itu benar-benar optimum.

“Katakanlah orang nabung di bank, misalnya dua juta. Nah kalau satu bulan dua juta, kemudian di tahun pertama terjadi resiko, misalnya meninggal dunia, maka yasudah yang tersisa adalah selama satu tahun itulah uang yang tersisa, nah dengan produk ini ESQ dana pro haji jika terjadi resiko nilai tertentu maka nilai yang 5000 dollar kalau sudah save maka akan didapatkan oleh ahli warisnya,” lanjut pria yang juga menjadi Trainer ESQ ini.

Dengan Dana Pro Haji pula, calon jamaah haji bisa mewariskan atau bisa memberi wasiat agar membadalkan haji atas nama calon jamaah yang meninggal.

“Sehingga insyaa Allah kalau dia umur panjang akan pergi haji, kalau umur pendek pun dia tetap dianggap pergi haji. Nah kemana dana itu disalurkan oleh Amanah Githa? Nah ini adalah kombinasi antara tabungan, proteksi dan juga investasi. Ini yang disebut sebagai reksadana,” terangnya lagi.

Sehingga, menurut CEO ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, para calon jamaah haji yang tidak bisa pergi ke Tanah Suci karena meninggal, tetap mendapatkan jaminan bisa pergi haji.

“MoU ini adalah menjamin hal tersebut, fungsi kedua untuk pengembangan investasi syariah,” ungkapnya.

Ary juga menilai sebelumnya belum pernah ada lembaga yang bisa memberikan arahan maupun memberikan jaminan kepada para calon jamaah haji bahwa mereka tetap bisa berhaji walau sudah meninggal, yaitu dengan cara dibadalkan.

Sementara itu, Direktur Utama AJS Amanah Githa, Salim Al Bakry berharap kerjasama antara keduanya semakin menguatkan satu sama lain.

“Dalam jangka waktu jelang lima tahun ini insyaaAllah akan terus mengggaungkan syiar syariah. Oleh karenanya kami berterima kasih terutama pada pak Ary yang senantiasa mendorong kami untuk tetap kuat dan tetap semangat, di sela-sela beberapa kesulitan pun beliau selalu muncul dan alhamdulillah sampai sekarang kita masih tetap eksis, mudah-mudahan ke depan kita akan jadi lebih besar lagi,” harapnya.

Tentang AJS Amanah Githa

AJS Amanah Githa merupakan perusahaan Asuransi Jiwa Syariah di bawah naungan ESQ group yang berdiri pada 24 September 2012 dan mengusung nilai-nilai Amanah, Jujur dan Adil, Berhati-hati dan Bertanggung Jawab, Ramah dan Peduli, Taat dan Tegas.

Dengan visi Menjadi Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Pilihan Utama Masyarakat, AJS Amanah Githa sudah empat kali telah diberi kepercayaan mengelola asuransi jamaah haji indonesia dari pemerintah indonesia.

Tentang ESQ Tours and Travel

ESQ Tours Travel atau dengan nama brand ESQ Halal Holidays, memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun menyelenggarakan perjalanan, baik perjalana ibadah umrah haji maupun perjalanan spriritual lainnya. Dalam usahanya, ESQ Tours Travel mengedepankan pelayanan yang prima, fasilitas yang sangat baik dan program-program yang berkualitas sehingga perjalanan Anda lebih bermakna sesuai dengan moto kami “MEANINGFUL JOURNEY”.

ESQ Tours Travel merupakan salah satu member ESQ Group yang memilki visi dan misi, menjadi penyelenggara perjalanan terbaik di Indonesia, memberikan nilai tambah dengan menjadi one stop solution bagi perjalanan Anda. Solusi bagi Anda yang membutuhkan partner perjalanan bisnis Anda atau bagi Anda yang memiliki hobi ber wisata dan gemar berpetualang. Pada akhir tahun 2016, ESQ Tours and Travel mendapat predikat sebagai Operator Haji dan Umrah terbaik sedunia pada event World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Siaran Pers

Walubi Jateng Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) DPD Jawa Tengah, David Herman Jaya, menyatakan pihaknya mengutuk tindakan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.

“Kita mengutuk tindakan militer di Myanmar,” katanya di hadapan perwakilan ormas Islam, Rabu (6/9/2017).

MUI Kabupaten Bima Imbau Umat Qunut Nazilah dan Galang Dana untuk Rohingya

David juga mendesak PBB untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan kepada pimpinan Myanmar, Aung San Suu Kyi. Menurutnya, penghargaan itu tidak pantas disbanding Suu Kyi jika pemerintahannya tidak mampu menghentikan kekejaan terhadap muslim Rohingya.

“Dan selaku pemerintah yang mendapat piagam perdamaian tidak wajar kalau mereka tidak bisa menghentikan permaslahan ini, lebih baik dicabut dan PBB juga harus turun tangan,” lanjut David.

Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya, DDII Siap Kirim Mujahid

Selain itu, David juga menyampaikan pihaknya akan melakukan penggalangan dana untuk Muslim Rohingya yang nantinya akan diserahkan ke pemprov Jawa Timur.

Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) pada Rabu (6/9/2017) menggelar audiensi di Kantor Walubi Jateng guna membahas muslim Rohingya. Pada kesempatan itu FUIS menyerahkan pernyataan sikap FUIS terkait penindasan muslim Rohingya yang diwakilkan oleh Kyai Azim, Pengurus Masjid Agung Semarang.