Berita Terkini

Delegasi Indonesia Hadiri Forum Solidaritas Pemuda Islam di Azerbaijan

AZERBAIJAN (Jurnalislam.com) – Delegasi Indonesia yang terdiri dari lima orang menghadiri Islamic Youth Solidarity Forum di Azerbaijan, selama sepekan, Jumat (15-22/9/2017).

Konsul Azerbaijan untuk Indonesia Ruslan Nasibov mengatakan bahwa acara Forum Solidaritas Pemuda Islam akan dihadiri 25 pemuda dari negara-negara muslim di Afrika, Timur Tengah, Asia dan Eropa, termasuk 4 orang perwakilan dari Indonesia.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Staf Kemenpora, Sofwan dan 4 peserta yang mewakili Indonesia yaitu Ilham A (Guru Ponpes Fathan Mubina), Rizki Lesus (Wartawan Tablois Alhikmah, anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU ), Nurul Fazriah R (Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah), Mandasari Ghassani (Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah).

Menurut Ruslan, keempat pemuda ini terpilih setelah melalui serangkaian seleksi tulisan tentang Azerbaijan.

“Ada tentang Arsitektur Islam di Azerbaijan, Genosida, peran migas Azerbaijan untuk dunia dan juga kajian bahasa,” kata Ruslan dilansir Islamic News Agency (INA)

Hubungan Baik

Ketua Delegasi Indonesia Sofwan mengatakan bahwa Kemenpora sangat mendukung upaya hubungan bilateral khususnya terkait bidang kepemudaan.

“Ini awal yang baik untuk membina hubungan antara Indonesia dan Azerbaijan,”katanya.

Azerbaijan merupakan negara Eropa dengan penduduk muslim terbanyak. Tepat 20 September 2017, sudah 23 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Azerbaijan terjalin dan saat ini, Azerbaijan merupakan mitra perdagangan minyak.

Reporter: Rizki Lesus/INA

Peduli Rohingya, Kiai Azaim Pimpin Doa untuk Rohingya di Bondowoso

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo, KH. Ahmad Azaim Ibrahimy memimpin ribuan jama’ah “Bondowoso Bersholawat” mendoakan muslim Rohingya di Alun-alun Bondowoso, Kamis (14/9/2017).

“Marilah kita doakan semoga saudara kita bisa keluar dari penindasan yang menimpanya, di Myanmar kini nyawa manusia tidak berharga,” kata ulama muda cucu dari pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin.

Kiai Azaim mengajak semua pihak untuk bergerak membantu menghentikan tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar itu.

Ribuan Warga Madura Penuhi Alun-Alun Sumenep Hadiri Malam Doa Untuk Rohingya

“Ini bukan saja tugas umat Islam, karena ini adalah persoalan kemanusiaan. Umat beragama lainnya, atas nama kemanusiaan harus ikut bergerak untuk menghentikan apa yang terjadi di sana,” tuturnya.

Para pemimpin di seluruh belahan dunia, kata Kiai Azaim, harus memanfaatkan kekuasaannya untuk menghentikan penindasan kepada Muslim Rohingya itu. “Mereka yang selama ini keras menyuarakan HAM, mari sekarang satu tujuan untuk membela mereka yang teraniaya, yang terampas hak asasinya,” tegasnya.

Kyai Azaim juga mengimbau umat Islam di Indonesia untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk meringankan derita Muslim Rohingya.

“Bagi mereka yang tidak mampu menyumbangkan dana, setidaknya ikut mendoakan mereka sebagaimana kita malam ini,” imbuhnya.

 

Umat Islam Karanganyar Gelar Doa Bersama dan Shalat Ghaib Peduli Rohingya

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kabupaten Karanganyar, menggelar doa bersama dan shalat ghaib untuk Muslim Rohingya di Alun-Alun Karanganyar, Kamis (14/9/2017) malam. Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar tampak hadir dalam acara yang diikuti oleh para ulama dan ribuan umat Islam tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Drs. H Juliyatmono menjelaskan, Pemkab Karanganyar ingin memfasilitasi warganya untuk ikut peduli dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine Myanmar.

“Peristiwa yang memilukan, masyarakat Rohingnya di Myanmar yang terus berjuang sangat lama, mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi, penindasaan, perkosaan, pembunuhan, pembakaran,” katanya.

Koreo Save Rohingya Terancam Sanksi, Panglima Viking: Anda Manusia atau Hewan?

Juliyatmono berterimakasih kepada semua pihak yang ikut membantu dan melakukan penggalangan dana untuk ikut membantu korban tragedi kemanusiaan di Myanmar.

“Sungguh terima kasih telah dilakukan masyarakat untuk berdoa, mengumpulkan sebagian dari apa yang kita miliki, untuk membantu, empati, simpati, dari sekolahan ke sekolahan, ormas ke ormas, masjid ke masjid, tokoh ke tokoh, kantor ke kantor, termasuk ke jajaran kepolisian dan TNI dan ini sungguh sesuatu yang luar biasa,” tuturnya.

Kuasa Hukum Tak Hadir, PN Klaten Tunda Sidang Kasus Penistaan Agama

KLATEN (Jurnalislam.com) – Persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Rozaq Ismail Sudarmadji kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Jalan Solo-Jogja km.2, Kamis (14/9/2017). Sidang ketiga ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa. Namun karena Kuasa Hukum terdakwa tidak hadir, sidang ditunda.

“Kalau tidak ada kabar, maka sidang akan kita lanjutkan tanpa dihadiri penasehat terdakwa, saya beri kesempatan sampai hari Senin, sampaikan pada penasehat hukum saudara,” kata Ketua Majelis Hakim, Bunga Maya Saputri kepada Aji.

Aji Bertaubat, Pelapor: Proses Hukum Harus Tetap Dilanjutkan Sebagai Pembelajaran

Namun, jika Aji kembali tidak bisa menghadirkan penasehat hukumnya, maka sidang akan dilanjutkan tanpa didampingi penasehat hukum.

“Karena dia punya hak didampingi dan dibantu kuasa hukum, kalau kita periksa tanpa didampingi kuasa hukum dia nanti tidak bisa menyusun pembelaan, kita sudah beri kesempatan dua kali, kalau senin kembali tidak hadir kita periksa tanpa didampingi penasehat hukum,” imbuhnya.

Dalam sidang tersebut, tampak hadir 2 orang saksi dari terdakwa yaitu, Bambang Sudarmaji ayah Aji dan Ngadimin guru ngaji Aji di Wonosobo. Sidang akan kembali digelar pada Senin (18/9/2017).

Dampingi Sidang, Ayah Aji : Semoga ini Menjadi Pelajaran Buat Anak Saya

KLATEN (Jurnalislam.com) – Bambang Sudarmaji, Ayah dari tersangka kasus dugaan penistaan agama asal Klaten, Rozaq Sudarmaji alias aji menerangkan,bahwa sebenarnya dirinya sudah mengingatkan Aji untuk menghapus postingan yang diduga menista agama tersebut.

“Waktu dia nulis saya ingatkan waktu itu, beberapa hari sebelum itu puasa, saya dikasih tahu menantu saya, ‘kok bikin postingan kyak gtu apa nggak bahaya? Trus saya lihat di Facebook,” terangnya pada Jurnalislam.com saat mendampingi Aji di sidang ketiga di PN Klaten, Kamis, (14/9/2017).

Selain itu, dirinya merasa kaget dengan apa yang dilakukan anaknya tersebut, menurutnya, meskipun Aji setelah lulus SMA ikut bergaul dengan genk motor ‘Bajak Laut’, dirinya selalu menamkan nilai-nilai agama pada anaknya.

Mengaku Menyesali Perbuatannya, Aji Minta Maaf dan Bertaubat

“Saya sudah wanti wanti, dek kalau ikut di geng motor, kalau waktunya sholat ya sholat, iya pak, saya juga sholat, saya bawa sarung terus, dia jawab gitu, dan seingat saya, saya terus berpesan seperti itu, jangan lupa shalat lima waktu, sama orang tidak boleh menganggap remeh dan jangan membuat orang tersakiti,” imbuh Bambang.

Untuk itu, Bambang meminta maaf kepada umat Islam atas apa yang dilakukan anaknya tersebut. “Saya sebagai orang-tuanya mohon maaf yang sebesar-besarnya dengan apa yang dilakukan anak saya, yang sudah membuat resah umat Islam. Apapun yang sudah terjadi, kita didik bareng,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang mengaku, kalau Aji sudah siap dengan apapun yang akan diputuskan Hakim. Ia berharap, kasus tersebut dapt menjadi pelajaran bagi anaknya.

“Apapun putusannya, Allah berikan jalan yang terbaik apapun itu, dan jika itu salah, Aji siap dihukum dan semoga menjadi pelajaran agar menghargai orang lain, dan dia berkata pada saya, bahwa dia sudah bertobat,” pungkasnya.

Bahas Krisis Teluk yang Masih Berlanjut, Pemimpin Qatar Kunjungi Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengadakan pembicaraan di Turki dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam lawatan pertamanya ke luar negeri sejak dimulainya krisis diplomatik Teluk.

Perundingan tersebut dimulai pada hari Kamis (14/92017) di istana presiden Erdogan di ibukota Ankara, kata kepresidenan Turki, lansir Anadolu Agency.

Erdogan telah menjadi pendukung utama Doha sejak 5 Juni, ketika Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutuskan hubungan dan memblokade Qatar, menuduhnya mendukung “terorisme” dan memiliki hubungan dengan saingan mereka Iran.

Qatar dengan keras membantah tuduhan tersebut.

Erdogan sangat menentang sanksi yang diterapkan oleh keempat negara tersebut.

Untuk menunjukkan solidaritas, Turki juga telah mengirim kapal barang dan ratusan pesawat yang penuh dengan makanan untuk memecahkan blokade tersebut.

Ankara memiliki sebuah pangkalan militer di Qatar dan mengerahkan lebih banyak tentara setelah permusuhan meletus. Penutupan basis Turki adalah satu dari 13 kondisi yang diminta oleh blok yang dipimpin Saudi.

Erdogan pada bulan Juli memulai tur regional negara-negara Teluk, dengan kunjungan ke Arab Saudi, Kuwait dan Qatar untuk meredakan krisis.

Namun kunjungannya berakhir tanpa ada tanda-tanda terobosan dan Ankara tampaknya lebih memilih untuk meninggalkan usaha mediasi dan menyerahkannya ke Kuwait.

Perdana Menteri Binali Yildirim juga menjadi tuan rumah rekannya dari Kuwait Sheikh Jaber Al-Mubarak Al-Hamad Al-Sabah di Ankara pada hari Kamis.

Sementara pada hari Rabu, Perdana Menteri Kuwait Sheikh Jaber al-Mubarak al-Sabah bertemu dengan Erdogan di istana kepresidenannya.

Setelah mengunjungi Turki, amir tersebut dijadwalkan mengunjungi Berlin pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, kunjungan pertamanya ke ibukota barat sejak krisis dimulai. Sheikh Tamim juga dijadwalkan di Paris untuk melakukan pembicaraan dengan presiden Prancis.

 

PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Meningkat Hingga 400.000 Orang, 60 % Anak-anak

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sekitar 400.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus, kata PBB pada hari Kamis (14/9/2017), Anadolu Agency melaporkan.

“Hingga 400.000 Rohingya telah meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh sejak 25 Agustus, dengan ribuan lainnya tiba setiap hari. Sekitar 60 persen adalah anak-anak,” Dana Anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Ada kekurangan akut di segala hal, yang paling kritis adalah kurangnya tempat berlindung, makanan dan air bersih,” Perwakilan UNICEF di Bangladesh Edouard Beigbeder mengatakan.

UNICEF mengajukan banding sebesar $ 7,3 juta untuk memberikan dukungan darurat kepada anak-anak Rohingya di Bangladesh dalam empat bulan ke depan.

Sekjen PBB pada Pemerintah Myanmar: Stop Bantai Muslim Rohingya

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi militer baru di mana pasukan militer Budha Myanmar dan gerombolan preman Buddha membantai pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut pemerintah Bangladesh, sedikitnya 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai salah satu kelompok masyarakat paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan militer Budha Myanmar sejak ribuan orang Muslim dibantai dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sedikitnya 74 Orang Tewas dalam Serangan Bom Kembar di Irak Selatan

IRAK (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 74 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan senjata dan bom mobil kembar di dekat kota Nasiriyah di Irak selatan, menurut seorang pejabat setempat, Aljazeera melaporkan Kamis (14/9/2017).

Serangan di provinsi selatan Thi Qar pada hari Kamis itu dimulai dengan orang-orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke dalam sebuah restoran di jalan raya utama yang menghubungkan ibukota Baghdad dengan provinsi-provinsi selatan.

Tak lama kemudian, sebuah mobil yang dilengkapi dengan bahan peledak menargetkan sebuah pos pemeriksaan keamanan di wilayah yang sama.

” 74 orang tewas dan 93 lainnya cedera hingga saat ini,” kata Abdel Hussein al-Jabri, wakil kepala kesehatan Thi Qar.

Kelompok Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan martir tersebut, menurut kantor berita Amaq.

Yahya al-Nassiri, gubernur provinsi, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa mayoritas korban tewas diperkirakan merupakan pengunjung Iran yang berada di dalam restoran tersebut.

Thi Qar terletak sekitar 320 km tenggara Baghdad.

Imran Khan dari Al Jazeera, yang melaporkan dari kota utara Erbil, mengatakan bahwa Irak selatan sebelumnya terhindar dari kekerasan yang terjadi di wilayah lain Irak, terutama di barat dan utara.

Serangan terakhir menyusul serangkaian kekalahan yang dihadapi IS di tangan pasukan Irak yang didukung AS.

Pada bulan Juli, Irak merebut kembali kendali Mosul, sebuah benteng kunci IS di utara, setelah operasi militer hampir sembilan bulan.

Pada bulan Agustus, pasukan Irak mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengusir IS dari 70 persen wilayah Tal Afar, yang merupakan kubu mereka di barat laut Irak.

IS masih mengendalikan kota Hawija di provinsi Kirkuk yang kaya minyak dan wilayah barat di provinsi Anbar yang merupakan provinsi terbesar di Irak.

“Ini adalah pesan dari kelompok IS yang mengatakan bahwa Anda mungkin telah mengalahkan kami di Tal Afar dan Mosul dan mengepung kami di Hawija, namun kami masih dapat menyerang Anda di tempat yang tidak Anda duga,” kata koresponden kami.

Ini adalah tantangan nyata bagi rakyat Irak yaitu memindahkan pasukan mereka ke selatan atau melanjutkan pertempuran mereka di Hawija,” katanya.

Amnesty: Militer dan Gerombolan Preman Budha Myanmar Jalankan Kebijakan Bumi Hangus (data satelit)

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pasukan militer Budha Myanmar dan gerombolan preman Buddha di Myanmar melaksanakan sebuah kebijakan bumi hangus di wilayah mayoritas Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, membakar seluruh desa Rohingya dan menembaki penduduknya saat mereka mencoba melarikan diri, kata Amnesty International, kepada Aljazeera Kamis (14/9/2017).

Menurut data satelit baru, data deteksi kebakaran, foto dan video dari lapangan, kelompok hak asasi manusia mengatakan pada hari Kamis bahwa sedikitnya ada 80 kebakaran berskala besar di daerah-daerah berpenduduk di negara bagian Rakhine utara sejak 25 Agustus.

Erdogan: Kerahkan Semua Kemampuan untuk Hentikan Kekejaman Myanmar di Rohingya

“Buktinya tidak terbantahkan – pasukan militer Budha Myanmar menetapkan membakar negara bagian Rakhine utara dalam sebuah operasi yang ditargetkan untuk mendorong orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar,” kata Tirana Hassan, Direktur Penanggulangan Krisis Amnesty International.

“Tidak salah lagi: ini adalah pembersihan Muslim Rohingya.”

Sedikitnya 370.000 muslim Rohingya diperkirakan telah melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine ke negara tetangga Bangladesh setelah pejuang Arakan Rohingya Solidarity Army (ARSA) menyerang pos polisi, sebagai tanggapan dari pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan pembakaran warga dan rumah Muslim Rohingya.

Pemerintah Myanmar mengatakan pada hari Rabu bahwa hampir 40 persen desa Rohingya dijadikan sasaran tentara dalam apa yang mereka sebut “operasi pembersihan,” sehingga 176 dari 471 desa benar-benar kosong, dan 34 desa tambahan “sebagian ditinggalkan penduduknya.”

Myanmar Blokir Diskusi Muslim Rohingya pada Pertemuan ASEAN

Dalam laporan tersebut, Rohingya mengatakan bahwa tentara, polisi dan kelompok preman Buddha kadang-kadang mengepung sebuah desa dan menembak ke udara sebelum masuk, namun seringkali mereka langsung menyerang dan mulai menembak ke segala arah warga.

“Ketika militer datang, mereka mulai menembaki orang-orang yang sangat ketakutan dan mulai berlari, saya melihat militer menembak banyak orang dan membunuhi anak laki-laki. Mereka menggunakan senjata untuk membakar rumah kami,” kata seorang yang selamat.

“Dulu ada 900 rumah di desa kami, sekarang hanya 80 yang tersisa. Tak ada yang tersisa untuk mengubur mayatnya.”

Amnesty mengatakan bahwa pihaknya dapat menguatkan kejahatan pembakaran dengan menganalisis foto-foto yang diambil dari seberang Sungai Naf di Bangladesh, yang menunjukkan bumbungan besar asap yang meninggi di Myanmar.

Organisasi hak asasi internasional tersebut mengatakan bahwa di beberapa daerah, pemerintah daerah terlebih dahulu memperingatkan desa-desa itu bahwa rumah mereka akan dibakar, sebuah indikasi yang jelas bahwa serangan tersebut disengaja dan direncanakan.

Seorang saksi mata dari desa Pan Kyiang di kota Rathedaung menggambarkan bahwa pada pagi hari tanggal 4 September, militer datang dengan administrator desa: “Dia mengatakan pada pukul 10 pagi hari ini agar kami sebaiknya pergi, karena semuanya akan dibakar.”

Ketika keluarganya sedang mengemasi barang-barang mereka, dia melihat ‘bola api’ mengarah ke rumahnya, dan pada saat itu mereka melarikan diri dengan panik.

Penduduk desa yang bersembunyi di sawah di dekatnya menyaksikan tentara tampaknya membakar rumah dengan menggunakan peluncur roket.

Menlu Bangladesh: Pasukan Myanmar Bunuh 3.000 Lebih Muslim Rohingya

Amnesty mengatakan jumlah kebakaran dan tingkat kerusakan properti sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, karena awan yang menutupi selama musim hujan telah menyulitkan satelit untuk menangkap semua pembakaran.

Militer semakin kejam di Rakhine sejak pemerintah Aung San Suu Kyi mengirim ribuan tentara ke desa dan dusun Rohingya Oktober lalu setelah sembilan pasukan kejam Budha Myanmar tewas oleh ARSA.

Serangan pasukan militer Budha Myanmar selalu dengan pembakaran, pembunuhan dan pemerkosaan; Antonio Guterres, sekretaris jenderal PBB, memperingatkan kemungkinan pembersihan etnis.

Aung san Suu Kyi banyak dikecam oleh dunia Internaasional karena membiarakan dan tanpa belas kasihan dalam menghadapi tragedi kemanusian tersebut, yang menenggelamkan reputasi peraih Nobel Perdamaian itu.

Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Terancam Dicopot

AS Lancarkan Tiga Serangan Udara pada Al Shabaab

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Komando Afrika (Africa Command-AFRICOM) AS meluncurkan tiga “serangan udara presisi” terhadap Shabaab, cabang Al Qaeda di Somalia dan Afrika Timur, di Somalia selatan hari ini. Militer AS sekarang telah menargetkan pasukan Shabaab lima kali dan mengklaim membunuh 10 pejuang selama sepekan terakhir, Long War Journal melaporkan, Rabu (13/9/2017).

AFRICOM tidak memberikan lokasi tepat tiga serangan tersebut, namun mengatakan bahwa mereka terjadi “sekitar 260 kilometer selatan ibukota Mogadishu.” Serangan tersebut mungkin terjadi di suatu tempat di dekat Jilib, tempat yang aman bagi faksi Jihad Shabaab. Serangan tersebut terjadi “di wilayah yang secara geografis ditentukan untuk mendukung pasukan mitra di Somalia,” menurut AFRICOM.

Pada akhir Maret, administrasi Trump mengendurkan pembatasan militer AS dalam menggunakan kekuatan melawan Shabaab setelah Departemen Pertahanan mencatat bahwa Shabaab menjadi lebih mematikan dan berbahaya. Shabaab telah membunuh ratusan pasukan Uni Afrika dan Somalia sambil merebut pangkalan di Somalia selatan, dan telah mempertahankan tempat peristirahatan yang aman serta memperluas wilayah yang berada di bawah kendalinya pada tahun 2016.

Sejak awal Juni, militer AS telah mengklaim 13 serangan terhadap Shabaab. Sasarannya beragam. Operasi 11 Juni menargetkan pusat komando dan simpul logistik Shabaab. Serangan 4 Juli menyerang pejuang Shabaab saat mereka melakukan serangan pangkalan militer di selatan.

Seperti cabang Al Qaeda lainnya, Shabaab mengendalikan sejumlah besar wilayah dan mengoperasikan layanan militer dan intelijen, dan mengatur daerah yang dikuasainya.

Departemen Luar Negeri AS, dalam Laporan Negara tentang Terorisme 2016, mengatakan bahwa Shabaab selama tahun lalu menjadi lebih tangguh “karena sebagian besar operasi milter AS mengalami penyimpangan selama tahun 2016.” Selain itu, AS mencatat bahwa militer Somalia “tetap tidak dapat mengamankan dan merebut kembali kota-kota dari al-Shabaab secara independen, “dan secara tidak eksplisit menyatakan, mengisyaratkan bahwa Misi Uni Afrika di Somalia (the African Union Mission in Somalia-AMISOM) gagal.

Seperti dalam siaran pers sebelumnya, AFRICOM juga mencatat bahwa Shabaab “telah berjanji setia kepada al Qaeda dan berdedikasi untuk menyediakan tempat yang aman bagi serangan mereka di seluruh dunia.” Kelompok ini juga “secara terbuka berkomitmen untuk merencanakan dan melakukan serangan terhadap AS dan mitra di wilayah ini.”