Berita Terkini

Sidang Ketiga Rozaq Sudarmaji, Saksi Ahli Bahasa : Ujaran Terdakwa Termasuk Ujaran Kebencian

KLATEN (Jurnalislam.com) – Persidangan kasus ujaran kebencian oleh Rozaq Ismail Sudarmaji kembali digelar di Pengadilan Negeri Klaten, Kamis (7/9/2017). Agenda sidang mendengarkan kesaksian saksi ahli bahasa Dr Hj Esti Ismawati (56) Dosen dari Universitas Widya Darma (Unida) Klaten.

Dalam kesaksiannya, Esti Ismawati mengatakan, salah satu tulisan Aji di Facebook yaitu ‘satu satunya agama yang suka mencaci maki agama lain adalah agamanya indonesia’ termasuk ujaran kebencian karena sudah menuduh satu pihak.

Mengaku Menyesali Perbuatannya, Aji Minta Maaf dan Bertaubat

“Secara umum memiliki makna negatif karena sudah mengklaim, menuduh. karena tidak semua Islam di Indonesia suka mencaci agama lain. Dan kalimat itu adalah tulisan yang sudah mempunyai makna lengkap, tidak ada pertanyaan lagi,” terang Esti.

Esti menjelaskan, suatu tulisan atau tindakan akan menimbulkan kebencian ketika tulisan tersebut melukai dan membuat benci orang yang membacanya.

“Kebencian itu bisa berupa ucapan, tulisan atau tindakan, ketika Orang membacanya tulisan bisa menimbulkan kebencian bisa disebut menebarkan kebencian,” terangnya lagi.

Selain kata tersebut, ketika Jaksa Penuntut Umum Ginanjar Damar Pamenan menanyakan satu kata di tulisan Aji yang kedua, Esti yang juga wakil Rektor ini, menerangkan jika kata tersebut memiliki muatan negatif.

Aji Bertaubat, Pelapor: Proses Hukum Harus Tetap Dilanjutkan Sebagai Pembelajaran

“Kata tersebut memiliki sinonim melakukan tindakan asusila, hal yang negatif dan Kata-kata yang baik itu, tidak menimbulkan persepsi yang negatif,” tandasnya.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa. Rozaq Ismail Sudarmaji alias Aji menjadi terdakwa kasus ujaran kebencian setelah pada bulan Mei lalu dirinya menulis status facebook bernada provokatif dan menghina Islam. Meski Aji sudah meminta maaf, namun proses hukum tetap dilanjutkan.

Mahasiswa Soloraya Desak Pemerintah Usir Dubes Myanmar dari Indonesia

SOLO (Jurnalislam.com) – Puluhan mahasiswa dari berbagai Universitas di Surakarta yang tergabung dalam Badan Kordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Surakarta, melakukan aksi solidaritas untuk Rohingya di Bundaran Gladak, Solo, Kamis (7/9/2017).

Koordinator aksi, Agus Setiyawan mengatakan, aksi ini adalah bukti kepedulian umat Islam di Indonesia terhadap saudara muslim Rohingya yang dibantai oleh militer Myanmar.

Aksi Solidaritas, Elemen Pemuda dan Ormas Islam Dompu NTB Galang Dana untuk Rohingya

Menurutnya, pembantaian oleh militer Myanmar dilakukan dengan sistematis untuk menghilangkan etnis Rohingya.

“Itu bukan pembantaian yang biasa saja, ini adalah pembantaian sistematis, untuk menghentikan etnis tertentu, tentu ini Islam,” kata Agus kepada Jurnalislam.com

Dalam aksinya, Agus dan kawan-kawannya menuntut pemerintah untuk mengusir Duta Besar Myanmar dari Indonesia. Menurut Agus, Indonesia tidak pantas menjalin kerja-sama dengan negara pembantai umat Islam.

“Kita menuntut pemerintah untuk mengusir kedubes Myanmar dari Indonesia, karena tidak pantas Myanmar untuk menempati negara kita, karena telah membunuh atau membantai saudara-saudara kita,”tegas Agus.

Jelang Aksi Solidaritas di Magelang, FPI Soloraya Galang Dana Untuk Rohingya

Selain itu, BKLDK Surakarta juga mendesak pemerintah mengirimkan bantuan militer untuk mengatasi konfik yang sudah terjadi sejak tahun 2012 tersebut.

“Pemerintah kan punya kekuatan militer, maka untuk mengatasi hal tersebut perlu pemerintah mengirimkan militer,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ribuan muslim Rohinya tewas akibat kekejaman militer Myanmar. Ribuan rumah hancur dan puluhan ribu warga muslim Rakhine harus mengungsi mencari perlindungan.

Muslimah Peduli Rohingya Berunjuk Rasa di Depan DPRD Kota Bima

BIMA ( Jurnalislam.com) – Muslimah Bima Peduli serta Muslimah Bima yang tergabung dalam Sahabat Muslim Rohingya berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bima, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Kamis (7/9/2017). Mereka mengecam pembantaian muslim Rohingya oleh militer dan penduduk Budha Myanmar di wilayah Rakhine.

“Kedatangan kami kesini adalah untuk memgecam tindakan dari rezim Myanmar yang telah membantai serta mengusir saudara muslim Rohingya,” kata koordinator aksi, Qonita.

“Merupakan sebuah kewajiban bagi kita semua untuk menolong saudara muslim yang di dzalimi, karena perumpamaan orang-orang beriman itu bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka anggota yang lain akan merasakan sakit,” sambungnya.

Qonita juga mengajak kaum muslimin untuk terus membantu muslim Rohingya dengan kemampuan masing-masing. “Tetapi membebaskan mereka dari kejahatan militer Myanmar, itulah bantuan yang lebih penting,” cetusnya.

Qonita juga menyeru negara-negara muslim dan pemerintah Indonesia untuk mengirimkan pasukan militer untuk membantu muslim Rohingya.

“Kami juga menyerukan kepada pemimpin negara muslim khususnya indonesia sebagai negeri muslim terbesar untuk memobilisasi kekuatan militer demi menegakkan kehormatan islam dan kaum muslimin,” ujarnya.

Inilah Laporan Para Pengungsi Rohingya yang Tiba di Bangladesh

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Jamir Hossain, seorang Muslim Rohingya, berjalan selama delapan hari untuk mencapai sebuah kamp pengungsi di Bangladesh.

Dia termasuk di antara 164.000 Muslim Rohingya yang menyeberang ke Bangladesh sejak 25 Agustus, saat kekerasan di negara Rakhine Myanmar meningkat.

“Kami tidak dapat menemukan makanan di jalanan,” katanya kepada Anadolu Agency, Kamis (7/9/2017). “Kami kelaparan sehingga kami makan beberapa pohon pisang tanpa buah yang kami temukan di hutan. Begitulah keluargaku dan aku selamat dan sampai di kamp.”

Sejumlah pengungsi terus-menerus tiba di kamp pengungsian Kutupalong yang dikelola pemerintah, beberapa menempuh perjalanan delapan sampai 10 hari yang sulit melalui hutan, sementara yang lainnya melakukan perjalanan dengan kapal kecil melintasi sungai Naf.

Ini Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Tentang Genosida Muslim Rohingya

Para pengungsi mungkin telah lolos dari penganiayaan di negara asal mereka, namun kehidupan di kamp juga merupakan perjuangan sehari-hari lainnya untuk bertahan hidup.

Hasina Begum, yang mengandung anak ketiganya, mengatakan: “Saya tidak dapat menemukan cukup makanan untuk dua anak saya. Kami makan jika penduduk setempat membantu, kalau tidak kita menghabiskan malam dalam keadaan lapar.”

Dia mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu 10 hari untuk berjalan ke Bangladesh setelah suaminya dibunuh oleh tentara Myanmar.

Kamp itu penuh dengan wanita dan anak-anak, yang jumlahnya lebih banyak daripada laki-laki – karena banyak laki-laki yang terbunuh dalam pembantaian yang sedang berlangsung.

Dalam usaha mencari kelangsungan hidup dasar, para pengungsi masih belum sempat bersedih hati atas anggota keluarga yang mereka laporkan telah dibunuh oleh militer gerombolan Buddhis.

Abul Kalam mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia melarikan diri setelah kakeknya terbunuh oleh nasionalis Buddhis.

Kalam mengatakan banyak orang kehilangan nyawa mereka saat desa-desa dibakar dan tentara melepaskan tembakan dari helikopter secara membabi buta.

Keluarganya yang berjumlah delapan orang telah ditempatkan sementara di sebuah bangunan sekolah di Bangladesh, yang sekarang merupakan satu-satunya tempat yang bisa mereka sebut sebagai rumah.

1.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Turki Tahap Pertama Tiba di Rohingya

Mahmud Kamal, seorang pengungsi lainnya, mengatakan bahwa ayahnya dibunuh oleh pasukan Myanmar saat mereka menyerang desa Rohingya.

Saeed Hossain mengatakan bahwa salah satu dari lima kerabatnya yang tiba di Bangladesh meninggal di rumah sakit saat dirawat karena luka tembak.

Kekerasan baru meletus di Rakhine hampir dua pekan yang lalu ketika pasukan Budha Myanmar melancarkan operasi terhadap kaum Muslim Rohingya.

Pembantaian ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, yang telah menampung sekitar 400.000 Rohingya.

Menurut badan pengungsi PBB, 164.000 muslim Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh pada hari Kamis. Puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan tinggal di Myanmar.

Rakhine telah mengalami ketegangan antara populasi sekte Buddhis dan kaum Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang dilakukan pada bulan Oktober yang lalu di Maungdaw, di mana Muslim Rohingya menjadi mayoritas, membuat PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan Myanamar yang mengindikasikan kejahatan terhadap kemanusiaan berat.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan- termasuk bayi dan anak-anak – serta, penyembelihan, pemukulan dan penghilangan brutal. Perwakilan Rohingya mengatakan lebih dari 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.

Divonis Bebas Lalu Ditangkap lagi, Kuasa Hukum : Ustaz Alfian Tanjung Dibawa ke Mako Brimob

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Pegiat anti komunisme ustaz Alfian Tanjung dinyatakan bebas karena tidak terbukti bersalah dalam kasus yang ditudingkannya. Rabu (6/9) Majelis Hakim menilai Dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap sebagaimana yang harus dipenuhi menurut ketentuan Pasal 143 (2) KUHAP dan memutuskan menerima keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh Ust. Alfian dan PH nya serta dibebaskan dari tahanan.

Namun, belum sampai 24 jam, menurut Kuasa Hukum Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri, sejumlah polisi telah menanti di depan Rutan Medaeng dan langsung menangkap Ustaz Alfian Tanjung atas permintaan penangkapan dari Polda Metro Jaya kepada Polda Jatim.

Innalillahi, Ustadz Alfian Tanjung Kembali Ditangkap

Saat itu, ustaz Alfian Tanjung berkeinginan untuk menemui ibunya yang sudah berusia 80 tahun dan sedang sakit di Tangerang hari Kamis ini (7/9) setelah putusan bebas dalam putusan sela majelis hakim.

“Namun Allah berkehendak lain. Kami mempertanyakan sisi kemanusiaan Polisi, mengapa seorang ustaz yang sangat vokal menyuarakan bahaya laten kebangkitan PKI & komunisme itu tidak diberi kesempatan untuk bertemu ibunya?” kata Al Katiri.

Menurut Al Katiri, ustaz Alfian Tanjung pada Rabu (6/9) malam sekitar pukul 22.00 sudah diberangkatkan dari Surabaya menuju Jakarta, dan tim advokasi di Jakarta sudah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) untuk bersama-sama ke Polda Metro Jaya guna mengawal dan mendampingi ustaz Alfian Tanjung yang akan diperiksa di Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Ustaz Alfian Tanjung Bebas, Amir Ansharusyariah: Polanya Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

“Tim Advokasi dan puluhan awak media yang sudah menunggu ustaz Alfian di Reskrimsus Polda Metro Jaya ternyata pada Pkl.01.05 Tim Advokasi mendapat informasi dari Iqbal anaknya ustaz Alfian bahwa beliau dibawa ke Mako Brimob,” pungkasnya.

Pimpinan Ponpes Al-Mukmin Ngruki Dilarikan ke Rumah Sakit, Mohon Doa Kesembuhannya

SOLO (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) Al Mukmin Ngruki, Grogol, Sukoharjo, KH Wahyudin dilarikan ke Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Surakarta, Selasa pagi ( 5/9/2017).

Menurut keterangan, penyakit gula darah ustaz Wahyudin mengalami kelonjakan. Saat ini, KH Wahyudin dirawat di kamar Vip 1 lantai 6 Rs PKU Muhammadiyah Surakarta.

Kepada Jurnalislam.com, KH Wahyudin mengaku merasa lebih baik setelah mendapatkan suntikan insulin dari dr. Suryo yang menanganinya. “Alhamdulillah agak baikan hanya saja ini lukanya perlu perhatian khusus,” kata KH Wahyudin sambil menunjukan luka di kaki kirinya yang dibalut perban. Selasa malam, (5/9/2017).

Alfian Tanjung Kembali Ditangkap, Massa Bersiaga di Mapolda Jatim

Hilmi Zulqarnain, anak ketiga Ustaz Wahyudin yang ikut menunggui bersama istri dan ibunya (Muslihah), mengatakan, saat pagi dan dicek, gula darah ayahnya mencapai angka 407 mg/dl. Namun, sudah mengalami penurunan hingga 161 mg/dl, Sedang batas normal angka gula darah normal kurang dari 110 mg/dl.

“Sekarang 161, ini nanti masih dicek terus untuk mencari keseimbangan berapa milli itu insulinnya. Disarankan luka itu diambil tindakan biar cepat smbuh operasi ringan, dikerok biar jaringannya tumbuh, dan bapak belum berkenan untuk lakukan itu,”kata Hilmi.

Lebih lanjut, Hilmi meminta doanya kepada seluruh umat Islam agar ayahnya diberi kesembuhan agar bisa kembali berdakwah dan mengajar di Ponpes Al Mukmin, Ngruki. ” Mohon doanya semoga diberi kemudahan dan diangkat penyakitnya,”pungkasnya.

Aksi Solidaritas, Elemen Pemuda dan Ormas Islam Dompu NTB Galang Dana untuk Rohingya

DOMPU (Jurnalislam) – Ratusan massa dari elemen Organisasi Kepemudaan dan masayarakat Dompu yang tergabung dalam Solidaritas Muslim ompu untuk Muslim Rohingya menggelar Aksi Solidaritas dengan longmarch dari Masjid Raya Dompu menuju DPRD Kabupaten Dompu NTB, Rabu (06/9/2017).

Selain melakukan aksi, massa juga melakukan penggalangan dana sepanjang jalan menuju kantor DPRD. Dalam pantuan Jurnalislam.com, massa melaksanakan sholat ghaib, doa bersama dan membacakan pernyataan sikap bersama oleh Koordinator umum di hadapan masyarakat dan perwakilan anggota.

Jelang Aksi Solidaritas di Magelang, FPI Soloraya Galang Dana Untuk Rohingya

Ketua DPD II KNPI Dompu, Putra Taufan juga menyampaikan dalam orasinya bahwa penderitaan muslim Rohingya merupakan penderitaan kaum muslimin sedunia.”Rohinya adalah kita. Sebab satu muslim Rohingya yang terluka atau bahkan terbunuh adalah bagian dari duka kita dan kaum muslimin seluruh dunia,” katanya.

Agus Salim (28), salah satu pemuda Desa Wawonduri yang tergabung dalam aksi solidaritas mengungkapkan perasaan kesedihannya yang mendalam hingga tergerak hatinya untuk mengikuti aksi.

“Saya tidak bisa lagi mengungkapkan apa-apa mas, saya merasa bersalah karena tidak bisa berbuat lebih untuk saudara kami di Rohingya. Mudah mudahan Allah menyelamatkan mereka semuanya,” katanya.

MUI Kabupaten Bima Imbau Umat Qunut Nazilah dan Galang Dana untuk Rohingya

Selain itu, Koordinator Umum Aksi yang juga Jubir FUI Dompu Ustaz Muhammad Taqiyuddin menegaskan bahwa massa mengutuk keras perlakuan ekstremis Budha Myanmar.

“Kami dengan tegas mengatakan, mengutuk dengan sekeras kerasnya tindakan yang tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh ekstrimis Budha dan Militer Myanmar yang telah membantai umat Islam Rohinya tanpa belas kasih. Kami juga meminta kepada pemerintah untuk segera mengambil solusi atas kriris yang terjadi di sana,” pungkasnya.

Reporter : Agus Ringgo

Jelang Aksi Solidaritas di Magelang, FPI Soloraya Galang Dana Untuk Rohingya

SOLO (Jurnalislam.com) – Front Pembela Islam (FPI) Soloraya melakukan penggalangan dana untuk Rohingnya di Masjid Agung Surakarta dan di pasar Klewer Surakarta, Rabu,(6/9/2017). Selain tempat tersebut, rencananya FPI masih akan melakukan penggalangan dana untuk muslim Rohingya di sejumlah titik keramaian di kota Solo.

Hasil Penggalangan dana tersebut, rencananya akan disalurkan saat aksi Solidaritas Rohingya di Masjid An-Nuuur Magelang, Jum’at,(8/9/2017).

“Hari ini hanya empat personil di masjid Agung dan pasar Klewer. Ternyata antusias masyarakat cukup baik, besok akan kita tambah personil di beberapa titik dan sejumlah masjid, nanti akan kami salurkan dalam aksi solidaritas di Magelang,” kata Abdul Hamid kordinator aksi.

FPI Klaten Desak Pemerintah Untuk Usir Dubes Myanmar

Hamid menambahkan, aksi solidaritas dan penggalangan dana akan dilanjutkan pasca aksi solidaritas di Magelang. Pengiriman bantuan kemanusiaan ini akan disalurkan melalui rekening. Ia berharap, umat muslim di Soloraya dapat memberikan perhatian dan bantuan bagi kaum muslim Rohingya.

“Ini bukan hanya soal agama, tapi persolan kemanusiaan. Bayi, orang tua dibantai. Ini sangat memprihatinkan” paparnya.

Aksi Damai

Hamid menyayangkan adanya upaya yang seolah olah hendak mengkriminalisasi aksi solidaritas bagi rohingnya di Magelang. Padahal aksi yangs sedianya digelar Jumat (8/9) di dekat candi Borobudur itu adalah aksi kemanusiaan yang dipastikan berlangsung damai.

“Aksi tidak langsung di candi, tapi di masjid di Masjid An Nuur, masih sekitar 1,5 kilometer dari candi. Aksi ini aksi damai tidak ada tindakan anarkis, sebab aksi ini aksi kemanusiaan bukan permusuhan agama. Kami pun ingin turut menjaga Borobudur yang merupakan bangunan cagar budaya,” katanya.

FUIS Sambangi Walubi Jateng Bahas Rohingya

Selain meyerahkan bantuan kemanusiaan yang berhasil digalang, FPI dan elemen muslim lainnya akan turut serta dalam aksi tersebut. Diperkirakannada ratusan peserta yang diberangkatkan dari Solo dan akan dilepas langsung oleh ketua MUI Kota Solo. Sebanyak 150 peserta akan menggunakan sepeda motor, dan sisanya diangkut dengan dua bus.

Diprediksi Peserta Aksi Bela Rohingya Membludak, BMT Magelang Siapkan 4 Posko Medis dan Logistik

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Sekitar ribuan massa dari 250 ormas Islam se-Indonesia diprediksi mengikuti Aksi Bela Rohingya, pada Jumat (8/9/2017) ini di Masjid An-Nuur, kompleks Pemkab Magelang.

Ketua Pelaksana Tegaskan Aksi Peduli Rohingya di Borobudur Tetap Berjalan

Mengantisipasi hal tersebut, Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Magelang menyiapkan 4 posko beberapa titik di wilayah Magelang, berikut selengkapnya. Berikut rincian posko

  1. Posko 1 di BMT Arma Mertoyudan dengan fasilitas 300 paket konsumsi beserta mineral disediakan untuk para peserta aksi yang masuk dari arah Semarang, dengan Korlap Udin dari BMT Karisma.
  2. Posko 2 di lokasi BMT Bima Muntilan disiapkan 300 paket konsumsi dan air mineral khusus untuk peserta BMT dari arah Yogyakarta dengan Korlap Salman BMT Bima.

3. Posko 3 bertempat di BMT Al Husna Borobudur disiapkan 300 paket konsumsi dan air mineral untuk peserta BMT yang masuk dari arah Salaman dengan Korlap M. Fuadi dari BMT Al Husna.

  1. Posko 4 posko induk dengan 1.500 paket roti dan air mineral juga tenaga medis lokasi di Sawitan, dengan korlap Musa (hp. 085600011272) dari BMT Barokah.

Selain itu, tim BMT Korda Magelang juga menyiapkan tas plastik untuk bersih-bersih dan ambil sampah. Info lebih lanjut hub. Rudy hp 081.2269.3360.

Kapolri Tuding Isu Rohingya Sudutkan Pemerintah, Ini Jawaban Masyarakat

SOLO (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai, isu genosida muslim Rohingya yang terjadi di Rakhine State Myanmar dan mendapat respon dan simpati yang besar dari masyarakat di Indonesia bukan lagi karena mengangkat sisi kemanusiaan.

Menurutnya, ada pihak tertentu yang mengolah isu tersebut untuk menyudutkan pemerintahan Jokowi. Hal itu disampaikan Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/7/2017).

Tito mengaku, mengacu pendapat tersebut melalui perangkat lunak analisis opini di platform media Twitter. Dari analisis tersebut, sebagian besar pembahasan mengenai Rohingya yang berkembang, dikaitkan dengan Presiden Jokowi dan pemerintahannya.

Menanggapi hal tersebut, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono menanggap jika hanya Twitter yang dijadikan sumber oleh Tito, maka hal itu tidak bisa dijadikan patokan.

Aksi Solidaritas, Elemen Pemuda dan Ormas Islam Dompu NTB Galang Dana untuk Rohingya

Mmenurut Endro, jika hanya menggunakan satu sumber data, maka belum bisa menggambarkan kondisi yang sesungguhnya atau keseluruhannya. Padahal, isu Rohingnya menjadi isu global bahkan sampai PBB dan negara-negara Barat turut mengecam Myanmar.

“Kesimpulan untuk twitter yang disampaikan Kapolri adalah kurang valid, tidak bisa menggambarkan obyek yang sesungguhnya. Kesimpulan Kapolri hanya berlaku untuk obyek penelitian itu saja, jadi kurang valid,”kata Endro pada Jurnalislam.com, Rabu, (6/9/2017).

Lebih lanjut, Endro mengatakan, tuduhan terhadap banyaknya aksi solidaritas umat Islam untuk menyudutkan Pemerintah adalah tuduhan yang tidak berdasar. Ia melanjutkan, seharusnya Tito mengambil data dari berbagai sumber untuk menyimpulkan keputusan tersebut.

” Kesimpulan bahwa semua aksi solidaritas Rohingnya untuk mendiskriminasikan Pemerintah adalah berupa kesimpulan populasi, yang sampelnya pasti lebih dari satu, bahkan harus semua sampel,”pungkasnya.