Senin, 18 Rabi'ul Awwal 1448 / 31 Agustus 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Ada 70 Ribu Ibu Hamil dan Menyusui Diantara Pengungsi Rohingya

19 Sep 2017 10:19:41
Ada 70 Ribu Ibu Hamil dan Menyusui Diantara Pengungsi Rohingya

DHAKA (Jurnalislam.com) – Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki negara itu setelah melarikan diri dari aksi kekerasan di Myanmar dalam tiga pekan terakhir, seperti diungkap pemerintah Bangladesh, Senin (18/9/2017).

Dalam sebuah pengarahan tentang upaya bantuan pada Senin, Menteri Informasi Hasanul Haq mengatakan bahwa pendatang baru dalam jumlah cukup besar yang tinggal di kamp adalah calon ibu atau ibu yang baru saja melahirkan.

LSM Afrika Selatan Kirim Bantuan untuk Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

“Penanganan khusus telah dilakukan bagi 70.000 ibu hamil dan menyusui,” ujar Haq kepada wartawan, seperti dilansir AFP.

Berdasarkan data PBB bahwa sebanyak 415.000 warga sipil dari minoritas muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus, membanjiri kamp pengungsi di dekat perbatasan yang tidak siap menerima kedatangan pengungsi secara tiba-tiba.

Mayoritas pengungsi yang melakukan penyeberangan adalah perempuan dan anak-anak, dengan sejumlah badan bantuan memperingatkan adanya krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung saat otoritas kesulitan menyediakan fasilitas dasar bagi warga sipil yang putus asa.

PBB memperingatkan kondisi yang tidak dapat ditoleransi di kamp sekitar kota perbatasan Cox’s Bazar.

Kategori : Internasional

Tags : pengungsi rohingya save rohingya

Irak akan Deportasi 500 Lebih Istri Anggota IS, 300 Diantaranya Warga Turki

19 Sep 2017 06:46:03
Irak akan Deportasi 500 Lebih Istri Anggota IS, 300 Diantaranya Warga Turki

NINIWE (Jurnalislam.com) – Irak memindahkan 500 istri anggota kelompok Islamic State (IS) ke sebuah pusat penahanan sebagai persiapan untuk mendeportasi mereka setelah mereka ditangkap bersama 800 anak-anak, seorang anggota dewan mengatakan Senin (18/9/2017), lansir Al Arabiya News Channel.

Wanita dan anak-anak tersebut ditahan di kota kedua Irak, Mosul, ibu kota provinsi Niniwe dan kubu utama IS di negara tersebut sampai pasukan Irak merebut kembali wilayah itu pada bulan Juli.

Pasukan Irak Kembali Rebut 3 Wilayah di Distrik Tal Afar dari IS

“Mereka berada di sebuah pusat penahanan di Tal Kayf di bawah kendali pasukan Irak, sehingga kasus mereka dapat diperiksa sebelum akhirnya dikeluarkan dari negara tersebut,” kata anggota dewan provinsi Niniwe kepada AFP.

Para istri dan anak-anak militant IS itu dipindahkan hari Ahad dari sebuah kamp yang dikelola oleh badan-badan bantuan internasional 60 kilometer selatan Mosul, kata pejabat tersebut, yang meminta untuk tetap anonim.

Seorang pejabat keamanan senior Irak mengatakan 509 wanita dan 813 anak-anak memiliki 13 kebangsaan yang berbeda dari Eropa, Asia dan Amerika.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan sekitar 300 di antaranya adalah orang Turki.

“Mereka adalah orang asing yang masuk Irak secara ilegal,” kata seorang menteri kepada AFP.

“Langkah-langkah hukum harus diambil terhadap mereka karena, ketika mereka ditahan, mereka berada di daerah yang dikendalikan oleh teroris.”

Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan bahwa kelompok tersebut kebanyakan berasal dari Turki, Azerbaijan, Rusia dan Tajikistan.

Anggota dewan Nineveh mengatakan Perdana Menteri Haider al-Abadi telah memerintahkan pengiriman mereka ke pusat penahanan dan “dapat menjadi bagian persiapan untuk keberangkatan mereka ke negara asal masing-masing”.

Beberapa keluarga termasuk di antara kelompok yang dipindahkan ke pihak berwenang Irak sepekan setelah mereka menyerah kepada pasukan Kurdi yang ditempatkan di utara negara tersebut.

“Organisasi kemanusiaan harus memiliki akses bebas” ke pusat penahanan agar dapat “memberikan bantuan dan memantau kondisi kesehatan mereka,” kata Melany Markham, juru bicara Irak untuk Dewan Pengungsi Norwegia.

Pasukan Irak pada akhir Agustus menggulingkan IS dari markas mereka di Tal Afar, dekat Kurdistan Irak, setelah menghadapi perlawanan sengit di kota Al-Ayadieh.

Ratusan perempuan dan anak-anak menyerah kepada pasukan Kurdi yang ditempatkan di utara Al-Ayadieh, kata beberapa pejabat.

Kategori : Internasional

Tags : irak Perang Irak

Solusi Permasalahan Dunia Islam, Amien Rais: Jadikan Al Quran sebagai Landasan Utama

19 Sep 2017 06:43:56
Solusi Permasalahan Dunia Islam, Amien Rais: Jadikan Al Quran sebagai Landasan Utama

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan ketua MPR, Amien Rais menilai, saat ini dunia Islam sedang dilanda permasalahan ekonomi, politik, keamanan serta kemerosotan moral. Selain itu, konflik internal sesama Muslim juga dinilainya menjadi salah satu penyebabnya.

Semua kesulitan yang multikompleks tersebut, kata Amien, disebabkan yang pertama karena sebagian besar para pemimpin di dunia Islam tersebut telah jadi antek-antek kekuatan asing.

Untuk mengatasi hal itu, menurut pakar politik Timur Tengah UGM tersebut, masyarakat dunia Islam harus melakukan langkah-langkah kongkrit.

“Yang pertama adalah menjadikan Al Quran sebagai landasan utama pengelolaan kehidupan manusia,” ujar Amien di tengah Kuliah Umum Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan Timur Tengah yang digelar di SD Budi Mulia Dua, Yogyakarta, Senin (18/9/2017).

Ustaz Irfan Awwas: Dunia Marah Ketika Orangutan Dibunuh, Tapi Bungkam Saat Muslim Rohingya Dibantai

Dengan berlandaskan Al Quran, maka para pemimpin, ulama, dan umat Islam pada umumnya harus bisa mandiri sesuai dengan yang diajarkan oleh Islam. Kemudian, masyarakat dunia Islam harus bersatu serta menjaga alam sebagai wujud menunaikan amanah manusia sebagai pemakmur bumi.

“Saya yakin kalau para pemimpin dunia Islam masih membaca dan mengamalkan Al Quran maka mereka tidak akan tertipu dan menjadi bodoh. Sebaliknya, Al Quran mampu membuat kita cerdas dan berpikir waspada,” jelas tokoh reformasi itu.

Ia juga mengungkapkan, seandainya manusia bersahabat dengan Al Quran maka ia akan dekat dengan pertolongan Allah SWT.

Yang kedua, lanjut Amien, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia harus menghentikan memberikan berbagai macam sumber daya kepada asing.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan asing menggotong sumber daya kita secara semena-mena sehingga kebutuhan rakyat kita sendiri terlupakan,” ujarnya.

Kategori : Nasional

Tags : al quran sebagai landasan amien rais permasalahan dunia islam

Pusat Komando AS: AQAP Tetap Kuat Meskipun Telah Diserang 100 Serangan

19 Sep 2017 06:11:10
Pusat Komando AS: AQAP Tetap Kuat Meskipun Telah Diserang 100 Serangan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pekan lalu, setelah AS melancarkan serangan udara di Yaman melawan al Qaeda di Jazirah Arab (AQAP), Long War Journal FDD pada Senin (18/9/2017) mencatat bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menggelar secara konsisten sejak April 2017 dan telah melakukan lebih dari 80 serangan terhadap AQAP.

Selama akhir pekan, kami meminta kepada CENTCOM untuk melihat apakah jumlah tersebut telah berubah, dan mendapat tanggapan bahwa, “Sampai saat ini, AS telah melakukan lebih dari 100 serangan terhadap mujahidin, infrastruktur, posisi pertempuran dan peralatan AQAP.

AQAP Bertambah Kuat, Jet Tempur AS Lakukan 30 Serangan Udara dalam 2 Hari

Selain jumlah serangan baru terhadap Yaman, muncul tanggapan yang menarik bahwa operasi AQAP bukanlah satu-satunya target serangan udara: militer AS juga mengklaim mencapai keseluruhan jaringan. Hal ini penting karena AQAP bukan sekadar pengelompokan sel dengan kepemimpinan yang mudah dipenggal; AQAP adalah kelompok jihad berjejaring kuat yang berusaha mengendalikan negara Yaman. Gerakan jihad ini berjalan beriringan dengan keinginan AQAP untuk menyerang kekuatan Barat.

AQAP telah mempertahankan perlawanan yang efektif di Yaman meskipun hampir satu dekade serangan AS menargetkan mereka dan telah membunuh beberapa pemimpin puncaknya, termasuk pendirinya, Syeikh Nasir al Wuhayshi. AQAP tetap kuat dan menguasai wilayah yang luas di selatan, termasuk ibukota provinsi, antara 2011-2012 dan beberapa wilayah lagi pada 2015-2016.

AQAP sangat diuntungkan dari perang Yaman, yang mencakup pemerintah pusat yang lemah dan pemberontak Syiah Houthis yang didukung republik Syiah Iran yang mengendalikan

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda AQAP

LSM Afrika Selatan Kirim Bantuan untuk Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

19 Sep 2017 05:55:08
LSM Afrika Selatan Kirim Bantuan untuk Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

JOHANNESBURG (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi kemanusiaan di Afrika Selatan mengatakan Senin (18/9/2017) bahwa pihaknya telah mengirim bantuan kepada ribuan pengungsi Rohingya di Bangladesh, yang melarikan diri dari penganiayaan militer Budha Myanmar di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

Hamza Badrudeen, juru bicara Yayasan Al-Imdaad, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa selama program tiga hari tersebut mereka akan mendistribusikan 3.000 paket makanan, 3.000 selimut, 150.000 obat-obatan dan 150 tenda.

“Kami juga berencana menggali 40 sumur dan mendistribusikan 50.000 tablet pemurni air kepada para pengungsi,” katanya, berbicara di telepon dari kota Estcourt, Afrika Selatan.

Dia mengatakan bahwa yayasan tersebut telah bekerja sama dengan pemerintah Bangladesh selama beberapa pekan terakhir, namun timnya akan melakukan perjalanan ke kamp-kamp pengungsian pada hari Senin.

Dr Ayman Zawahiri: Panggilan Burma untuk Kaum Muslimin di Dunia

Tanpa menyebutkan jumlahnya, Badrudeen mengatakan sumbangan berasal dari para pendonor di Afrika Selatan dan Inggris Raya.

Azhar Vadi, seorang mitra di stasiun radio Salaamedia yang berbasis di Johannesburg, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa organisasinya berhasil mengumpulkan $ 20.000.

“Kami telah memberikan bantuan kami ke Al-Imdaad Foundation. Ini hanya bantuan pertama kami – lebih banyak bantuan akan menyusul,” katanya, berbicara melalui telepon dari sebuah kamp di Cox’s Bazaar di Bangladesh.

Azhar mengatakan bahwa penderitaan manusia di kamp itu sangat dahsyat.

“Orang-orang kelaparan. Yang mereka miliki sangat sedikit, atau tidak ada tempat berlindung. Sebagian besar bahkan tidak punya sepatu. Tidak ada sanitasi,” tambahnya.

Pekan lalu, ribuan orang Afrika Selatan melancarkan protes kepada pemerintah Myanmar untuk menghentikan pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 400.000 Rohingya telah menyeberang dari Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi keamanan baru di mana pasukan Budha Myanmar dan gerombolan preman Buddha membantai pria, wanita dan anak-anak, menyiksa, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Bangladesh, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan biadab tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas serangan militer Myanmar sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya rohingya

Dubes AS untuk PBB: Korea Utara akan Hancur

18 Sep 2017 10:43:53
Dubes AS untuk PBB: Korea Utara akan Hancur

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Duta Besar AS untuk PBB memperingatkan bahwa Korea Utara akan hancur jika terus melakukan “perilaku sembrono” dan memaksa Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya untuk mempertahankan diri dari serangan apapun.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan pada hari Ahad (7/9/2017) bahwa Dewan Keamanan PBB telah kehabisan opsi dalam menangani program nuklir Korea Utara – dan AS sekarang dapat beralih ke Pentagon.

“Kami telah kehabisan semua hal yang bisa kita lakukan di Dewan Keamanan pada saat ini,” kata Haley kepada CNN’s Union.

Haley menambahkan bahwa dia sangat senang menyerahkan masalah ini kepada Menteri Pertahanan James Mattis.

“Kami mencoba setiap kemungkinan lain yang kami miliki tapi ada banyak pilihan militer di atas meja,” katanya.

Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un “harus melepaskan senjata nuklirnya karena presiden telah mengatakan bahwa dia tidak akan mentolerir rezim ini yang mengancam Amerika Serikat dan warga negara kita dengan senjata nuklir”.

Ketika ditanya apakah itu berarti Trump akan melancarkan serangan militer terhadap Korea Utara, McMaster mengatakan “dia sudah sangat jelas tentang itu, bahwa semua opsi ada di meja”.

Kim telah mengancam Guam, sebuah wilayah AS di Pasifik, dan telah menembakkan dua rudal ke Jepang, sekutu AS di Asia, termasuk satu rudal yang diluncurkan pada hari Jumat. Korea Utara juga baru saja menguji bom nuklirnya yang paling kuat.

Sekretaris Negara Rex Tillerson mengatakan bahwa dia menunggu Utara untuk menyatakan ketertarikannya pada “pembicaraan konstruktif dan produktif”.

Takut dengan Kekuatan Korea Utara, Trump: Perang Bukanlah Pilihan Pertama

“Yang perlu mereka lakukan untuk memberi tahu kami bahwa mereka siap untuk berbicara adalah dengan menghentikan tes ini, menghentikan tindakan provokatif ini, dan mari menurunkan tingkat ancaman dan retorika,” katanya.

Mattis mengatakan awal bulan ini, setelah Kim menguji bom hidrogen tersebut, AS akan menjawab setiap ancaman dari Korea Utara dengan sebuah “tanggapan militer yang besar, sebuah respon yang efektif dan luar biasa”.

Trump telah mengancam akan terjadi hujan “api dan kemarahan” di Korea Utara. Haley mengatakan itu bukan ancaman kosong dari presiden tapi, ketika ditanya, dia menolak untuk menjelaskan maksud presiden.

“Jika Korea Utara terus melakukan perilaku sembrono ini, jika Amerika Serikat harus membela diri atau mempertahankan sekutunya dengan cara apa pun, Korea Utara akan hancur dan kita semua tahu itu dan tidak ada yang menginginkan hal itu,” kata Haley.

“Tidak ada yang menginginkan perang, tapi kita juga harus melihat kenyataan bahwa Anda berurusan dengan seseorang yang ceroboh, tidak bertanggung jawab, dan terus memberi ancaman tidak hanya kepada Amerika Serikat, tapi juga kepada semua sekutu mereka, jadi sesuatu akan harus dilakukan.”

Kategori : Internasional

Tags : AS Korea Utara

ECR Salurkan 44 Ton Beras kepada Pengungsi Rohingya

18 Sep 2017 10:19:37
ECR Salurkan 44 Ton Beras kepada Pengungsi Rohingya

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Salah satu NGO lokal dari Surakarta, Emergency and Crisis Response (ECR) pada Kamis (13/9/2017) memberikan bantuan 44 ton beras kepada pengungsi Rohingya yang berada di perbatasan Banglades-Myanmar.

Beras tersebut dibeli di gudang beras Cox’s Bazar Bangladesh yang berjarak kurang lebih 40 KM dari perbatasan. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana melalui aksi solidaritas #saverohingya di beberapa daerah di Soloraya.

Forum Me-DAN Berhasil Salurkan Bantuan ke Kamp Pengungsian Terisolasi di Sittwe, Rakhine

Selain menyalurkan beras, relawan ECR juga melakukan pendataan kesehatan dan kebutuhan logistik pengungsi. Hasilnya, saat ini pengungsi membutuhkan WC dan air bersih.

“Kebutuhan yang mendesak disini pagi para pengungsi adalah WC dan Sumur untuk Sumber air bersih,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Sabtu (18/9/2017).

“Saya menyarankan untuk segera membangun Klinik-klinik kecil bagi para pengungsi, karena sangat dibutuhkan, jangan cuma memberikan barang saja,” tambahnya.

Kategori : Tak Berkategori

Tags : Emergency and Cricis Response (ECR) pengungsi rohingya perbatasan save rohingya

Qatar Beli 24 Jet Tempur pada Inggris

18 Sep 2017 10:00:25
Qatar Beli 24 Jet Tempur pada Inggris

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar telah menandatangani kesepakatan untuk membeli 24 jet tempur Typhoon dari Inggris, kesepakatan pertahanan kedua yang ditandatangani oleh Doha dalam perselisihan diplomatiknya yang panjang dengan tetangganya di Teluk.

Kepala pertahanan Qatar Khalid bin Mohammed al-Attiyah dan mitranya dari Inggris Michael Fallon menandatangani “pernyataan rencana (statement of intent)” agar Inggris dapat menjual pesawat tersebut, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh London dan media sosial.

“Ini akan menjadi kontrak pertahanan utama yang pertama dengan Qatar, salah satu mitra strategis Inggris,” kata Fallon. “Ini adalah momen penting dalam hubungan pertahanan kita dan dasar untuk kerjasama pertahanan yang lebih erat antara kedua negara kita.

“Kami juga berharap bahwa ini akan membantu meningkatkan keamanan di wilayah ini, di semua sekutu Teluk.”

Eurofighter Typhoon adalah proyek gabungan antara kelompok pertahanan Inggris BAE Systems, Airbus Prancis, dan Finmeccanica dari Italia.

Biaya kesepakatan pesawat terbang tidak disebutkan.

Pada tahun 2014 BAE setuju untuk memasok 72 jet Typhoon kepada Arab Saudi dalam kesepakatan senilai $ 6 miliar.

Duta Besar Inggris untuk Qatar, Ajay Sharma, mengatakan di Twitter, kesepakatan tersebut merupakan “langkah besar” dalam hubungan pertahanan antara kedua negara. Perkembangan tersebut juga dikonfirmasi oleh kantor berita resmi Qatar News pada hari Ahad (17/9/2017).

Pada bulan Juni tahun ini, diumumkan bahwa Qatar setuju untuk membeli jet F-15 dari AS dalam kesepakatan $ 12 miliar. Dan pada 2016, Qatar setuju untuk membeli 24 jet tempur Dassault Rafale dari Prancis dalam sebuah kesepakatan senilai $ 8 miliar.

Penjualan senjata tersebut terjadi setelah Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar pada 5 Juni, menuduhnya mendukung “ekstremisme” dan memiliki hubungan dengan saingannya Iran.

Qatar telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, mengklaim bahwa perselisihan tersebut merupakan serangan terhadap kedaulatannya.

Krisis telah menempatkan wilayah ini pada batas dan mendorong Turki untuk mengirim pasukan ke Doha sebagai tanda dukungan.

Walaupun kedua pihak yang berselisih mengesampingkan penggunaan kekuatan, beberapa warga biasa Qatar mengatakan bahwa mereka khawatir tentang kemungkinan tindakan militer.

Amir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah, mediator utama dalam perselisihan Teluk, mengatakan awal bulan ini aksi militer telah “dihentikan”.

Dalam sebuah pernyataan bersama, negara-negara pemblokir menyatakan penyesalan mereka atas komentar Amir Kuwait tersebut. “Pilihan militer tidak pernah dan tidak akan [digunakan] dalam situasi apapun,” katanya.

Kategori : Internasional

Tags : Isu Qatar Qatar

Tidak Mampu Hadapi Taliban, AS Desak NATO Kirim Lebih Banyak Lagi Pasukannya

18 Sep 2017 08:45:22
Tidak Mampu Hadapi Taliban, AS Desak NATO Kirim Lebih Banyak Lagi Pasukannya

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – NATO mengatakan akan memerlukan waktu lebih lama untuk menanggapi tuntutan Washington agar sekutu aliansi mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan, lansir World Bulletin Ahad (17/9/2017).

Tidak ada keputusan yang akan diambil sampai mereka berkonsultasi dengan pemerintah masing-masing, Pavel mengatakan kepada wartawan setelah Jenderal Joe Dunford, Ketua Umum Kepala Staf Gabungan AS dan Jenderal John Nicholson, komandan tertinggi AS di Afghanistan, mengajukan permintaan mereka.

Pertemuan tersebut dilakukan beberapa bulan setelah kepala Pentagon Jim Mattis mengatakan kepada sekutu NATO bahwa mereka harus menyelesaikan pekerjaan di Afghanistan. Jika tidak diselesaikan akan berisiko membiarkan perlawanan Taliban berkembang.

Moskow: Setiap Usaha yang Dilakukan AS Melawan Taliban akan Sia-sia

“Intinya adalah bahwa NATO telah membuat komitmen kepada Afghanistan untuk kebebasan dari ketakutan dan perlawanan, dan kebebasan dari teror menuntut agar Anda tidak membiarkan ini dibatalkan,” katanya pada bulan Juni.

Sekutu diharapkan memberikan jawaban tegas saat komite tersebut melakukan rekonsiliasi pada bulan Oktober, Panglima Tertinggi Sekutu NATO Jenderal AS Curtis Scaparrotti mengatakan kepada wartawan.

Hanya Albania, yang memiliki 83 tentara di Afghanistan, yang telah mengumumkan bahwa mereka siap mengirim sekitar tiga puluh lagi.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump membuka jalan bagi penyebaran ribuan tentara AS ke Afghanistan, mundur dari janjinya untuk segera mengakhiri perang terpanjang Amerika, yang dimulai setelah serangan 11 September 2001.

Dia tidak menyebutkan berapa banyak tentara yang akan dikirim namun para pejabat mengatakan bahwa pasukan tambahan tersebut dapat berjumlah sekitar 4.000, di atas kekuatan 11.000 tentara yang sudah ada di lapangan.

Scaparrotti tidak mengungkapkan rincian diskusi di Tirana, namun mengatakan bahwa tujuan koalisi tersebut adalah untuk melatih dan melengkapi pasukan khusus Afghanistan dan untuk membantu negara tersebut dengan memberikan dukungan udara.

“Apa yang kita ingin agar NATO berikan: sebenarnya adalah TAA (train, advise, assist) , yaitu melatih, memberi saran dan membantu,” katanya.

“(Ada) efek pada semangat tentara Afghanistan dengan mendapat dukungan dari angkatan udara mereka sendiri. Jadi, sejauh kita bisa mendapatkan lebih banyak penasihat di sana, kita dapat menerapkan pengembangan kekuatan mereka lebih cepat, dan ini lebih baik untuk semua orang,” dia menambahkan.

NATO mengalihkan tanggung jawab pertahanan ke pasukan Afghanistan pada tahun 2014 namun memiliki 5.000 tentara sekutu yang ditempatkan di negara tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan nato taliban

Turki Gelar 80 Kendaraan Tempur di Perbatasan Selatan dengan Suriah

18 Sep 2017 08:08:13
Turki Gelar 80 Kendaraan Tempur di Perbatasan Selatan dengan Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki mengirim 80 kendaraan militer termasuk tank ke perbatasan selatan dengan Suriah, kata kantor berita Negara Anadolu Agency, Ahad (17/9/2017).

Mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya, Anadolu mengatakan bahwa penempatan tersebut merupakan bagian dari bantuan bagi pasukan yang ditempatkan di sepanjang perbatasan. Kendaraan tersebut dikirim ke provinsi Hatay tenggara, kata Anadolu.

Konvoi ketiga kendaraan lapis baja tersebut menuju ke distrik Hathanli Hatay, dimana gerbang perbatasan Turki dengan Suriah, Cilvegozu berada, kata Anadolu.

Sebuah konvoi sekitar 18 kendaraan tentara Turki tiba di daerah yang dekat dengan perbatasan Bab al-Hawa di perbatasan Turki-Suriah, kata sumber kepada Al Jazeera.

Saksi mata mengkonfirmasi kedatangan kendaraan tersebut, termasuk pengangkut personel lapis baja, di daerah Rihaniyah di perbatasan Turki-Suriah.

Pejabat dan aktivis oposisi Suriah mengatakan mereka memperkirakan pasukan akan terus bergerak menuju Suriah sesuai dengan persyaratan yang dicapai dalam kesepakatan Astana. Perjanjian tersebut mensyaratkan masuknya pasukan Turki di daerah-daerah yang dikendalikan oleh oposisi Suriah di provinsi Idlib.

Rusia, Turki, dan Iran sepakat untuk mendirikan zona de-eskalasi di Suriah selama enam bulan selama putaran keenam perundingan di ibukota Kazakhstan, Astana, pekan lalu.

Kawasan tersebut mencakup, seluruhnya atau sebagian, Ghouta Timur dan provinsi-provinsi Idlib, Homs, Latakia, Aleppo dan Hama.

Putaran ke Enam Perundingan Astana Setujui Batas Zona de Eskalasi Suriah

Jangka waktu enam bulan dapat diperpanjang di masa depan.

Rencana tersebut menyerukan penghentian pertempuran antara kelompok anti-rezim dan pasukan yang berperang atas nama Bashar al-Assad di empat zona yang disebut de-eskalasi di wilayah yang dikuasai oposisi di negara tersebut, dengan Rusia, Turki dan Iran bertindak sebagai penjamin.

Surat kabar pro-pemerintah Turki Yeni Safak mengatakan dalam sebuah laporan yang tidak disebutkan sumbernya pada hari Jumat bahwa ketiga negara tersebut berencana untuk membagi wilayah Idlib menjadi tiga, dengan pasukan Turki dan pejuang oposisi di wilayah barat laut yang berbatasan dengan Turki.

Dikatakan bahwa pasukan militer Iran dan rezim Assad akan dikirim ke tenggara, dengan pasukan Rusia di antara dua zona tersebut.

Perang global di Suriah telah menelan ratusan ribu nyawa sejak dimulai pada bulan Maret 2011, dengan jutaan orang Suriah melarikan diri dari negara tersebut, yang menyebabkan krisis pengungsi terburuk sejak Perang Dunia II.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Zona de eksalasi

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Kala Anugerah Menjadi Malapetaka

Kala Anugerah Menjadi Malapetaka

29 Agu 2026 18:36:23
Gen Z dan Otak yang Tidak Pernah Benar-Benar Istirahat

Gen Z dan Otak yang Tidak Pernah Benar-Benar Istirahat

28 Agu 2026 10:14:23
GenZ dan Tantangan Hidupnya, Kokoh Dengan Islam

GenZ dan Tantangan Hidupnya, Kokoh Dengan Islam

28 Agu 2026 09:47:30
81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

81 Tahun Merdeka: Sudahkah Rakyat Benar-Benar Merasakan Kemerdekaan?

18 Agu 2026 16:31:58

Internasional

Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

Iran Buka Peluang Kembali ke Jalur Diplomasi dengan AS

29 Agu 2026 10:14:55
Kekejian Zionis Berlanjut: 1.700 Jenazah Syuhada Palestina Ditahan Israel, Mayoritas dari Gaza

Kekejian Zionis Berlanjut: 1.700 Jenazah Syuhada Palestina Ditahan Israel, Mayoritas dari Gaza

28 Agu 2026 19:44:22
Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED