Berita Terkini

Polisi Bubarkan Paksa Massa Anti PKI dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Akhirnya aparat kepolisian membubarkan paksa massa yang berkumpul di depan kantor YLBHI pada Senin (18/9/2017) dini hari WIB. Sebelum membubarkan paksa massa menggunakan water canon dan tembakan gas air mata, aparat memerintahkan massa untuk bubar.

Tembakan gas air mata meluncur ke arah kerumunan masa yang berkumpul di bawa jembatan samping kantor DPP PPP. Tembakan gas air mata itu membuat massa lari berhamburan sampai ke Jalan Cikini.

Posisi aparat dengan semua perlengkapannya sudah berada di depan gedung Megaria XXI yang sebelumnya berada di depan gedung YLBHI.

Tepat pukul 02.15 WIB suara tembakan dan teriakan massa sudah mereda hingga tidak terdengar lagi.

Namun, jumlah massa masih banyak berkumpul di sepanjang jalan di depan Megaria.

Setelah Bertempur 4 Bulan, Pasukan Filipina Rebut Masjid Bersejarah dari Milisi Maute

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Setelah hampir empat bulan pertempuran, pasukan pemerintah Filipina telah merebut kembali sebuah Masjid bersejarah bersama dengan dua kubu utama lainnya dari milisi yang terkait dengan kelompok Islamic State (IS) di Kota Marawi yang dilanda perang.

Pejabat militer memperkirakan pertempuran di sana akan segera berakhir karena sebagian besar komando dan daerah yang dikendalikan Teroris Maute yang tersisa telah direbut oleh tentara.

Kepala Komando Angkatan Bersenjata Mindanao Lt. Jenderal Carlito Galvez mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Ahad (17/9/2017) bahwa pasukan akhirnya mendapatkan kembali Masjid Bato dan Yayasan Amaitul Islamiya Marawi serta bangunan Jamaitul Philippine Al-Islamiyah pada pukul 5 sore di hari Sabtu (16/9/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Masjid Bato adalah salah satu tempat ibadah utama bagi umat Islam di Marawi dikuasai gerilyawan yang didominasi IS sejak mereka mengepung kota tersebut pada 23 Mei.

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

Beberapa sandera dilaporkan terakhir terlihat di sana, menurut Galvez. “Sebelum merebut kembali masjid dari Maute, pertarungan bersenjata selama 5 jam terjadi di daerah tersebut, di mana empat tentara terluka ketika sebuah alat peledak improvisasi yang ditinggalkan meledak.”

Seorang anggota Maute bersenjata juga tewas dalam serangan tersebut sehari sebelumnya, 16 September. Dua marinir juga tewas dalam pertempuran di zona pertempuran lain, kata Galvez.

“Penyitaan sebuah masjid bersejarah dan benteng utama Maute lainnya merupakan pukulan besar bagi anggota Maute dan Abu Sayyaf,” katanya.

Mengenai laporan ini, militer terus maju terus di daerah pertempuran untuk menembus yang diyakini sebagai tempat pertahanan terakhir militan. Militer telah memukul daerah pertempuran dengan serangan udara sepanjang pekan.

Juru bicara WestMinCom Kapten Jo-Ann Petinglay mengatakan jumlah korban tewas diantara pasukan Filipina telah mencapai 149 orang.

“Sekitar 600 tentara juga dilaporkan terluka,” kata Petinglay. “Para milisi Maute sekarang memaksa sandera mereka, terutama sandera laki-laki untuk berperang melawan tentara.”

Ratusan milisi juga diyakini telah terbunuh sejak 23 Mei, ketika kelompok saudara laki-laki Maute – Abdullah dan Omar – yang didukung oleh pemimpin Abu Sayyaf Isnilon Hapilon mengambil alih masjid, gereja, dan beberapa fasilitas pemerintah termasuk rumah sakit, sekolah, kantor polisi, bank dan bangunan pribadi lainnya.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Eduardo Año mengatakan kepada wartawan di Manila bahwa “Keuntungan besar ini (perebutan kembali Masjid Bato) semakin melemahkan kelompok Maute dengan menyangkal bekas benteng mereka sebelumnya.”

“Sebagai tindak lanjut dan operasi pembersihan, kami mengharapkan musuh untuk menyerahkan lebih banyak posisi yang sebelumnya mereka duduki,” tambahnya.

Año mendesak pasukan bersenjata Maute yang tersisa, dan juga para sandera yang berpaling untuk segera menyerah, “sementara mereka masih punya waktu.”

Awal bulan lalu, pasukan pemerintah juga menguasai kembali Masjid Raya yang berada di pusat zona pertempuran di Marawi.

Begini Kabar Terakhir Pengungsi Muslim Rohingya di Perbatasan Bangladesh

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Dr Mohammad Hossain telah melihat lebih dari 50 Muslim Rohingya yang terluka dalam dua jam terakhir. 40 orang lainnya menunggu giliran mereka di sebuah masjid di desa Daylpara di tepi sungai Naf yang memisahkan Bangladesh dengan Myanmar.

Setelah menjelajahi jalur berlumpur sepanjang beberapa kilometer, juga bukit kecil, dan daerah rawa dengan kaki telanjang, ribuan warga Rohingya akhirnya mendapat perawatan medis yang sangat mereka butuhkan.

Dr Hossain, yang memimpin sebuah tim beranggotakan 32 orang, adalah satu dari sedikit petugas medis yang maju membantu masyarakat yang kelelahan dan teraniaya yang telah melarikan diri ke Bangladesh selama tiga pekan terakhir.

“Saya mengambil cuti dari rumah sakit saya dan datang ke sini untuk membantu warga Rohingya, yang sangat membutuhkan bantuan medis,” kata Hossain, yang bekerja di Institut Penelitian dan Rehabilitasi Diabetes, Endokrin dan Metabolik Bangladesh di Dhaka.

Someran, 25, melarikan diri dari desa Rajirbeel dengan putrinya yang berusia 12 hari, Sabeha. “Saya menderita ruam di tubuh saya,” katanya kepada Al Jazeera, Sabtu (16/92017).

“Kami datang pagi ini dan saya menerima obat-obatan dan perawatan medis. Saya berharap ruam saya akan segera hilang, tapi saya khawatir dengan bayi saya.”

Lebih dari 409.000 Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus sebagian besar melewati Daylpara, sebuah desa terpencil sekitar 90 km dari Cox’s Bazar – salah satu pelabuhan masuk pertama bagi minoritas Muslim yang melarikan diri dari tindakan biadab militer Budha Myanmar.

Chris Lom, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), mengatakan kepada Al Jazeera “ini benar-benar situasi yang sangat buruk”.

“Ini adalah orang-orang dalam situasi yang sangat nekat karena mereka tidak hanya tidak memiliki cukup makanan, tapi juga air bersih atau kakus.

“Jadi Anda memiliki situasi berisiko sangat tinggi, terutama untuk anak-anak. Jika mereka minum air kotor mereka akan terkena diare dan jika mereka kekurangan gizi, mereka akan mati.”

Sejak tahun 1948, ketika Inggris meninggalkan Myanmar, Muslim Rohingya menghadapi diskriminasi yang mengakar oleh pemerintah militer negara tersebut dan kewarganegaraan mereka dilucuti pada tahun 1982.

Sejak tahun 2012, Myanmar telah mengalami peningkatan intoleransi agama yang mengganggu, dimana Muslim Rohingya dan Muslim lainnya sering diserang dinegara tersebut.

Kengerian yang mereka ceritakan tampak di langit dari sisi perbatasan Banlgadesh, dimana asap tebal mengepul dari desa-desa yang dibakar oleh tentara Budha Myanmar dan gerombolan preman Budha.

Warga Rohingya di Eropa: Aung San Suu Kyi Mendukung Pembunuhan Massal

“Penduduk melarikan diri dari rumah mereka dengan barang-barang yang sangat sedikit dan kami berharap dapat meringankan sebagian penderitaan mereka dengan menyediakan layanan kesehatan, air dan makanan yang sangat dibutuhkan,” kata Ikhtiyar Aslanov, kepala delegasi ICRC di Bangladesh, dalam sebuah pernyataan.

“Namun, menangani kebutuhan semua orang tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan donor tambahan.”

Masuknya Rohingya membuat pemerintah daerah dan badan-badan bantuan kewalahan, dengan dua kamp yang dijalankan oleh UNHCR di Kutupalong dan Nayapara menampung lebih dari dua kali lipat kapasitas mereka sebesar 34.000.

“Kami menerima lebih dari 200 pasien setiap hari, kebanyakan anak-anak dan perempuan. Kami membutuhkan lebih banyak obat untuk mengatasi meningkatnya jumlah pasien,” Dr. Mohsin Uddin Ahmed dari Bangladesh Red Crescent (BRC) mengatakan kepada Al Jazeera.

“Diare, pernafasan, infeksi kulit dan gangguan kecemasan adalah penyakit umum yang kita jumpai.”

Ahmed juga mengungkapkan kurangnya konseling untuk pasien yang menderita gangguan kecemasan.

“Antara 5-10 persen menderita depresi dan gangguan kecemasan, kebanyakan wanita dan anak-anak,” katanya, menambahkan bahwa kamp tersebut ditingkatkan dengan memasukkan fasilitas konseling.

Saiful Islam Joy, seorang hakim eksekutif di administrasi distrik Cox’s Bazar, meminta Bangladesh menyediakan air larutan garam (saline) dan air bagi para pengungsi.

“Langkah-langkah saat ini bisa dilakukan namun diperlukan banyak upaya untuk mencegah agar situasi tidak memburuk,” katanya.

Seorang pejabat pemerintah kabupaten mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sekitar 80.000 anak-anak Rohingya di kamp Ukhiya akan divaksinasi sejak Sabtu dan 30.000 anak lagi akan divaksinasi di wilayah Teknaf.

Lembaga bantuan juga menekankan pada kebutuhan air minum, vaksinasi, akses terhadap perawatan kesehatan primer dan sanitasi.

“Kami menyediakan layanan medis, minum air murni secara teratur dengan bantuan mitra kami ICRC dan Qatar Red Crescent,” kata Mozharul Haq, kepala Bulan Sabit Merah Bangladesh.

“Gelombang pengungsi ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan kami melakukan yang terbaik untuk membantu orang.”

Pelaku Pembom di London Berusia 18 Tahun

LONDON (Jurnalislam.com) – Seorang pria berusia 18 tahun ditangkap di Dover pada hari Sabtu (16/9/2017) sehubungan dengan serangan bom bawah tanah hari Jumat di London yang melukai 30 orang, menurut polisi, lansir Anadolu Agency.

Dover, barat daya Inggris, memiliki pelabuhan untuk feri penumpang ke pelabuhan Prancis seperti Calais dan Dunkirk.

“Pria berusia 18 tahun itu ditangkap oleh Polisi Kent di daerah pelabuhan Dover pagi ini, Sabtu, 16 September, berdasarkan bagian 41 dari Undang-Undang Terorisme,” sebuah pernyataan polisi metropolitan mengatakan.

“Kami telah melakukan penangkapan yang signifikan dalam penyelidikan kami pagi ini. Meskipun kami senang dengan kemajuan yang dicapai, penyelidikan masih berlanjut dan tingkat ancaman tetap kritis,” kata Koordinator Nasional Senior untuk Penanggulangan Terorisme (Senior National Co-ordinator for Counter Terrorism Policing) Neil Basu.

Polisi menambahkan bahwa mereka tidak akan merilis rincian lebih lanjut untuk saat ini.

Tiga puluh orang sebagian besar menderita luka bakar bakar saat alat peledak improvisasi sebagian meledak di kereta bawah tanah di stasiun Parsons Green di Jalur Distrik.

Tingkat ancaman teror di Inggris ditetapkan naik ke tingkat tertinggi “kritis,” yang berarti serangan teror sudah dekat.

Kenaikan tersebut menyusul sebuah pertemuan keamanan tingkat tinggi setelah ledakan hari Jumat.

Tingkat ancaman terakhir juga diangkat ke tingkat tertinggi menyusul pemboman konser di bulan Mei, yang menewaskan 22 orang, dan bertahan di sana selama beberapa hari.

Dengan tingkat ancaman teror pada personil militer Inggris ditetapkan dalam situasi “kritis”, dapat membantu polisi dalam tugas-tugas perlindungan di lokasi-lokasi utama seperti Istana Buckingham, gedung-gedung pemerintah dan parlemen, serta pada acara-acara penting di seluruh negeri.

Seruan Hamzah bin Laden untuk Umat Islam di Seluruh Dunia

JURNALISLAM.COM – Hamzah bin Laden, anak laki-laki dan calon penerus almarhum Syeikh Usamah bin Laden, telah menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk bergabung dengan mujahidin di Suriah dalam melawan “tentara salib” dan orang-orang Syi’ah, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (16/9/2017).

“Bencana Suriah adalah bencana bagi seluruh komunitas Muslim di seluruh dunia,” katanya dalam rekaman audio tidak bertanggal yang dirilis di jaringan mujahidin itu pada hari Kamis (14/9/2017).

“Agar rakyat Suriah dapat melawan tentara Salib, Syiah dan agresi internasional, umat Islam – seluruh Muslim – harus berdiri bersama mereka, mendukung mereka dan memberi mereka kemenangan,” katanya. “Kesiapan sangat penting, gerakan kita harus cepat, serius dan terorganisasi, untuk mendukung orang-orang Suriah yang diberkahi sebelum terlambat.”

Hamzah, yang berusia pertengahan 20-an, telah aktif sebagai tokoh Al-Qaeda sejak Syahid ayahnya di tangan pasukan salib AS pada Mei 2011.

Suriah telah hancur oleh perang global selama enam tahun dan menjadi sebuah pembuka untuk faksi-faksi jihad bersatu.

Hayat Tahrir al-Sham (HTS), koalisi faksi-faksi Jihad Suriah yang bulan lalu menguasai kota Idlib utara, didominasi oleh cabang Al-Qaeda, dan secara resmi memutuskan hubungan dengan jaringan yang didirikan oleh Syeikh Usamah bin Laden itu.

Tapi para ahli mengatakan perubahan namanya itu hanya sekedar re-branding.

Amerika Serikat menambahkan Hamzah bin Laden ke daftar hitam teroris pada bulan Januari.

Departemen Keuangan AS memperkirakan bahwa dia lahir pada tahun 1989 di kota Jeddah, Saudi.

Dalam pesan audio tidak bertanggal yang dirilis pada bulan Agustus, Hamzah bin Laden mendesak pendukung Saudi untuk melakukan perlawanan dan menggulingkan penguasa kerajaan. Para ahli percaya bahwa dia bersiap sebagai pemimpin Al-Qaeda selanjutnya dan mengeksploitasi kekalahan IS di Suriah dan Irak untuk menyatukan gerakan jihad global di bawah bendera Al-Qaeda.

7 Pelaku Pembakaran Pusat Tahfiz Kuala Lumpur Ditangkap

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Kepolisian Kuala Lumpur berhasil menangkap tujuh orang remaja pelaku pembakaran Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Jalan Keramat Ujung, Kuala Lumpur, Kamis (14/9/2017) dini hari. Kebakaran tersebut merenggut nyawa 23 orang.

Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Kombes Dato Amar Singh mengemukakan hal itu dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Sabtu (16/9/2017) malam. “Kepolisian Kuala Lumpur telah menangkap sebanyak tujuh orang laki-laki bangsa melayu usia sebelas hingga delapan belas tahun di sekitar Kuala Lumpur pada 15 September pukul 06.00 dan pada 02.15 dini hari pada 16 September. Semua pelaku tidak sekolah,” katanya.

Dia mengatakan semua pelaku yang ditangkap sudah menjalani uji air kencing dan enam orang pelaku didapati positif menggunakan narkoba jenis ganja “Semua pelaku sudah dibawa ke Mahkamah Majistret untuk mendapatkan tahanan selama tujuh hari atau masa reman mulai 16 hingga 22 September 2017,” katanya.

Dia mengatakan motif kejadian karena selisih paham dan saling ejek di antara pelaku beberapa hari sebelum peristiwa. Sebanyak 23 orang terdiri 22 pelajar dan dua orang guru meninggal dunia dalam sebuah kebakaran di Pusat Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Jalan Keramat Ujung, Kuala Lumpur, Kamis dini hari.

Menurut informasi Jabatan Bomba dan Penyelamat Kuala Lumpur atau Kantor Pemadam Kebakaran Kuala Lumpur, kebakaran diduga terjadi pada pukul 05.10 pagi dari tingkat atas bangunan. Salah satu dari korban anak-anak yang meninggal dunia adalah Ahmad Taufik, anak dari staf lokal KBRI Kuala Lumpur, Rien Herlina.

Tekan Riba, Muslimah Bima Peduli Berikan Pinjaman Modal Tanpa Bunga untuk Pedagang Kecil

BIMA (Jurnalislam.com) – Untuk menekan praktek riba di tengah-tengah masyarakat, Muslimah Bima Peduli (MBP) memberikan bantuan dan pinjaman modal tanpa bunga kepada pedagang-pedagang kecil di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, Jum’at (15/9/2017).

Koordinator MBP, Parmila mengatakan, bantuan dan pinjaman modal tersebut diberikan kepada para pedagang yang kesulitan mengembangkan usahanya. Para penerima bantuan modal sebelumnya disurvei dan diwawancarai, jika lolos mereka direkomendasikan untuk menerima bantuan modal usaha.

“Bantuan dan peminjaman modal tanpa bunga ini juga kami berikan untuk menekan angka riba, karena rata-rata mereka sangat kesulitan ketika harus meminta pinjaman modal ke tempat-tempat lain,” papar Parmila.

Muslimah Bima Peduli Kembali Salurkan Bantuan untuk Warga Palestina

Bantuan modal diberikan secara cuma-cuma dengan melihat tingkat kemampuan serta finansialnya.

“Apabila dia benar-benar tidak mampu dan memiliki kemauan untuk berusaha maka kami berikan bantuan untuk modal usahanya. Tetapi dari keuntungannya nanti kita minta untuk berinfak bagi saudara kita yang membutuhkan,” katanya.

Sedangkan untuk pinjaman modal diberikan tanpa bunga, untuk memudahkan mereka dalam pengembalian meskipun dicicil.

“Dengan adanya bantuan dan pinjaman modal ini paling tidak minimal mereka bisa bebas dari jeratan bunga lebih-lebih terbebas dari praktek riba,” ujar Parmila.

Parmila berharap bantuan dan pinjaman modal tersebut dapat membantu masyarakat yang sedang kesulitan, sehingga mereka bisa terus mengembangkan usahanya.

FKUIB Ponorogo and AMIPROK Urge Government to Decide On Diplomatic Relations with Myanmar

PONOROGO (Jurnalislam.com)The United Islamic Communities Forum (FKUIB) Ponorogo and the Indonesian People’s Alliance for Caring for Rohingya and Humanity (AMIPROK) strongly condemn the cruelty of the Myanmar government against Rohingya Muslims in Rakhine, Myanmar. The statement was delivered in a peaceful demonstration Rohingya action in front of Parliament Building Ponorogo, Friday Afternoon (15/09/2017).

FKUIB Ponorogo also urged the United Nations to impose sanctions on the Myanmar government for human rights violations committed against Rohingya Muslims.

The following statements FKUIB and AMIPROK attitude more, Strong condemnation of the barbaric acts of the Burmese regime that have slaughtered the children, women, and Rohingya Muslim parents. Here’s more. Urge the United Nations through the government to impose sanctions on human rights violations of the Myanmar military regime.

Restore citizenship rights to Rohingyas given in 1951 by Burma’s Prime Minister U Nu. Encourage the Indonesian government to use economic, political and military power to help Muslims Rohingya and cut off diplomatic relations with Myanmar. Encourage the Indonesian government and members of ASEAN to expel Myanmar from membership of gross human rights violations to Rohingya Muslims.

Translator: Taznim

Me-DAN Delivered Relief to an Insulated Camp in Sittwe, Rakhine

SITTWE (Jurnalislam.com)The Medical and Action Forum of Humanity (Me-DAN) succeeded in delivering aid to Rohingya refugees in one of the isolated districts of Sittwe, the Rakhine State Capital of Myanmar, Wednesday (13/09/2017). Refugee camps in this district have not yet registered the government of Myanmar, so the aid can not enter.

In this third period, the Me-DAN Forum distributed basic food aid such as rice, oil, eggs and so on to more than 100 families, not less than 1000 people.

The Me-And Sharing Forum Story in Myanmar and Rohingya Muslim Message to Jember Students

Secretary General of the Me-DAN Forum, Sunaryo said, the Rohingya Muslim community in Sittwe is very grateful to the people of Indonesia for the assistance.

“Please do not make this a last aid to us, and do not forget us in your prayers, are not we your brothers,” Sunaryo quoted one of the Rohingyas in the refugee camp as saying.

Sunaryo said that many Rohingya Muslims live in isolated camps that are not registered and are in dire need of help.

“There are still about 25,000 in non-register isolation camps that have not received help, do not forget them,” Sunaryo explained.

“Our Forum Me-DAN is ready to distribute the help,” he added.

The Me-DAN Nusra Forum Distributes Rice for Disadvantaged People

Previously, the Me-DAN Forum distributed the first and second periods of assistance in January and June. The Me-DAN Forum has successfully entered isolation camps in the Sittwe area to donate from the Indonesian Muslims in the form of basic foodstuffs, the construction of musholah and madrasah.

Secretary General of the forum Me-DAN Sunaryo, explains that in this isolation area the Rohingya Muslims suffered greatly.

“They are very deprived, you can imagine, they only eat with oil and salt side dishes, and clean water does not exist. Even for schools they can not, there are only madrasah diniyah there and that’s only for small children, “said Sunaryo.

Translator: Taznim

Serangan Bom Mobil Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO, 7 Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan bom mobil martir Taliban di Afghanistan selatan pada hari Jumat (15/9/2017) menghantam konvoi pasukan Asing, kata beberapa pejabat setempat.

Imarah Islam Afghanistan mengatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, Qari Yosuf Ahmadi, seorang juru bicara Taliban, menegaskan bahwa “tujuh tentara asing” telah terbunuh dalam serangan tersebut, lansir Al Emarah News.

“Sejumlah kecil anggota pasukan Resolute Support terluka hari ini ketika sebuah alat peledak improvisasi yang diangkut kendaraan menargetkan patroli mereka di Kandahar,” kata Komandan Resolute Support yang dipimpin oleh NATO (Nato-Resolute Support Mission / RSM) dalam sebuah pernyataan.

Hadapi Ketangguhan Taliban, AS Mulai Tambah Kekuatan Tempurnya di Afghanistan

Anggota yang terluka dikatakan dibawa ke Rumah Sakit Kandahar.

Fazal Bari, direktur urusan media di pemerintah provinsi, mengkonfirmasi serangan terhadap konvoi tersebut. Empat tentara terluka dalam serangan, dia mengatakan kepada Anadolu Agency.