Forum Me-DAN Berhasil Salurkan Bantuan ke Kamp Pengungsian Terisolasi di Sittwe, Rakhine

15 September 2017
Forum Me-DAN Berhasil Salurkan Bantuan ke Kamp Pengungsian Terisolasi di Sittwe, Rakhine

SITTWE (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) berhasil menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya di salah satu distrik terisolasi di Sittwe, Ibukota Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Rabu (13/9/2017). Kamp pengungsian di distrik ini belum teregister pemerintah Myanmar, sehingga bantuan tidak bisa masuk.

Pada periode ketiga ini Forum Me-DAN menyalurkan bantuan bahan makanan pokok berupa beras, minyak, telur dan sebagainya kepada lebih dari 100 KK yang tidak kurang dari 1000 jiwa.

Forum Me-Dan Berbagi Kisah di Myanmar dan Pesan Muslim Rohingya pada Pelajar Jember

Sekjen Forum Me-DAN, Sunaryo menyampaikan, masyarakat muslim Rohingya di Sittwe sangat berterimakasih kepada masyrakat Indonesia atas bantuan tersebut.

”Tolong jangan jadikan ini sebagai bantuan terakhir bagi kami, dan jangan lupakan kami dalam do’a kalian, bukankah kami ini saudaramu,” kata Sunaryo mengutip ungkapan salah seorang warga Rohingya di kamp pengungsian.

Sunaryo mengungkapkan, masih banyak warga muslim Rohingya yang hidup di kamp isolasi yang tidak teregister dan sangat membutuhkan bantuan.

“Masih ada sekitar 25 ribu jiwa di kamp isolasi non-register yang belum menerima bantuan, jangan lupakan mereka,” jelas Sunaryo.

“Kami Forum Me-DAN siap mendistibusikan bantuan itu,” tambahnya.

Forum Me-DAN Nusra Salurkan Beras untuk Warga Kurang Mampu

Sebelumnya, Forum Me-DAN menyalurkan bantuan periode pertama dan kedua pada bulan Januari dan Juni lalu. Forum Me-DAN telah berhasil masuk kamp-kamp isolasi di daerah Sittwe untuk memberikan donasi dari kaum muslimin Indonesia berupa bahan makanan pokok, pembangunan musholah dan madrasah.

Sekjen forum Me-DAN Sunaryo, menjelaskan bahwa di daerah isolasi ini para muslim Rohingya sangat menderita.

”Mereka sangat kekurangan, bisa dibayangkan, mereka hanya makan dengan lauk minyak dan garam saja, dan air bersih pun tidak ada. Bahkan untuk sekolah pun mereka tidak bisa, hanya ada madrasah diniyah saja disana dan itu pun hanya untuk anak kecil,” ungkap Sunaryo.