Berita Terkini

PBB: 400.000 Warga Ghouta Timur akan Hadapi Malapetaka Mengerikan

SURIAH (Jurnalislam.com) – PBB mengatakan sekitar 400.000 warga sipil yang tetap terjebak di sana menghadapi “malapetaka mengerikan” karena rezim Assad telah memblokir pengiriman bantuan, Aljazeera Senin (4/12/2017).

Situasi kemanusiaan di daerah yang terkepung semakin memburuk, PBB telah memperingatkan.

Sedikitnya 500 orang membutuhkan evakuasi medis segera, gizi buruk merajalela, dan bayi-bayi meninggal karena kekurangan makanan.

Ghouta Timur Diblokade Rezim Syiah Assad, 1.000 Anak Lebih Terancam Kematian

“Rezim mencoba memaksa penduduk Ghouta untuk mau dipindahkan ke utara Suriah. Tetapi warga di sini tidak akan menerimanya, mereka tidak akan dipindahkan secara paksa,” kata Hazem Shami, seorang aktivis di Ghouta Timur.

Pada bulan April, rezim Assad mulai melakukan serangan di daerah tersebut. “Sejak saat itu, penduduk harus menyelundupkan pengiriman bantuan yang tidak teratur,” Zeish Al-Kaze reporter Al Jazeera, yang melaporkan dari Beirut di negara tetangga Lebanon, mengatakan.

“Dalam dua bulan terakhir, pasokan hanya mencapai 20 persen bagi 400.000 orang yang terjebak di Ghouta Timur.”

Hingga Kini Jet Tempur Rusia dan Assad Tetap Gempur Zona Eskalasi, Puluhan Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Meskipun ditunjuk sebagai zona de-eskalasi, pesawat tempur jet yang diterbangkan oleh rezim Syiah Suriah dan sekutu-sekutu Rusia terus mengebom pinggiran kota Damay Ghouta yang terkepung.

PBB mengatakan bahwa pertempuran malah terus meningkat, meski ada kesepakatan antara Rusia, Iran dan Turki yang menetapkan bahwa tidak boleh ada aktivitas militer di Ghouta Timur.

“Ini seharusnya menjadi daerah yang aman, tapi ternyata tidak aman. Pesawat menyerang sepanjang hari dan semalaman .. kemana kita harus pergi?” seorang saksi mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (4/12/2017).

Pada hari Ahad, sekitar 30 orang tewas akibat serangan udara.

20 Warga Sipil Dibunuh Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), itu adalah korban tewas terbesar dalam satu hari dalam sedikitnya tiga pekan, ketika pasukan pro-pemerintah meningkatkan serangan mereka ke wilayah tersebut.

Ghouta Timur telah dikepung oleh pasukan rezim Bashar al-Assad sejak tahun 2013 dalam upaya untuk memaksa daerah kantong oposisi itu tunduk.

“Rezim tidak menghormati kesepakatan de-eskalasi. Rusia mengatakan mereka akan memberikan jaminan, tapi mereka mengkhinati,” kata Mounther Fares, juru bicara kelompok oposisi Ahrar al-Sham.

Putaran ke Enam Perundingan Astana Setujui Batas Zona de Eskalasi Suriah

Syiah Houthi: Abdullah Saleh Kami Bunuh karena Pengkhianatan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin pemberontak Syiah Houthi di Yaman memuji kematian Ali Abdullah Saleh, mantan presiden negara tersebut yang digulingkan, sebagai kemenangan melawan koalisi militer pimpinan-Arab yang saat ini sedang diperangi Yaman.

Partai Saleh telah mengkonfirmasi laporan bahwa dia tewas akibat serangan di pinggir jalan pada hari Senin (4/12/2017) di luar ibukota, Sanaa, setelah pindah haluan dalam perang sipil demi mendukung koalisi pimpinan-Arab, dan meninggalkan sekutu-sekutu Houthi yang bersekutu dengan Iran.

Dalam pidato televisi panjang yang ditayangkan di jaringan TV Al Masirah yang dikelola Houthi, Abdul Malik al-Houthi mengatakan bahwa pasukannya membunuh Saleh karena “pengkhianatannya” dan memberi selamat pada warga Yaman atas hari bersejarah, luar biasa dan agung tersebut dimana persekongkolan dan pengkhianatan itu telah gagal, hari hitam ini untuk kekuatan koalisi, lansir Aljazeera.

Dia mengatakan bahwa pemberontakan loyalis Saleh terhadap kelompok Houthi adalah ancaman terbesar yang dihadapi negara Arabian Peninsula tersebut, namun hal itu dikalahkan dalam tiga hari.

Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh Syiah Houthi Sekutunya Sendiri

Dia mengatakan kelompok Houthi – yang secara resmi disebut Ansar Allah (Partisan Tuhan) – akan mempertahankan sistem republik negara tersebut dan tidak akan membalas dendam terhadap partai Saleh.

“Masalahnya bukan dengan Kongres Rakyat Umum (GPC) sebagai partai atau dengan anggotanya,” kata Houthi.

Abdullah Saleh
Abdullah Saleh

GPC adalah partai penguasa Yaman di bawah Saleh namun sekarang telah terbagi.

Tanpa menyebutkan nama Saleh, Houthi mengatakan bahwa dia tahu tentang komunikasi Saleh dengan koalisi dan upayanya untuk melawan kelompok Houthi.

Houthi juga mengatakan bahwa dia telah mengirim beberapa peringatan pada Saleh.

“Kami telah memberitahu pemimpin pengkhianat dan milisi kriminal itu untuk menarik diri, bersikap bijak, dan menghentikan milisi-militannya untuk terus melakukan kejahatan,” katanya.

“Hari ini adalah hari jatuhnya konspirasi pengkhianatan. Ini adalah hari yang gelap bagi kekuatan koalisi.”

Houthi juga memuji peluncuran rudal yang diumumkan oleh kelompok tersebut kepada UEA pekan ini sebagai sebuah pesan untuk melawan musuh-musuhnya, menasihati agar tidak melakukan investasi asing di UAE dan Arab Saudi jika operasi militer mereka di Yaman masih berlanjut.

Pemberontak Houthi juga telah menembakkan rudal ke ibukota Arab Saudi Riyadh bulan lalu, yang menurut media resmi telah dicegat oleh pertahanan udara kerajaan tersebut.

Mantan Presiden Yaman Tewas Dibunuh oleh Syiah Houthi Sekutunya Sendiri

SANAA (Jurnalislam.com) – Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas pada hari Senin (4/12/2017) dibunuh oleh milisi Syiah Houthi di ibukota Sanaa, menurut juru bicara Houthi dan anggota terkemuka partai Saleh, General People’s Congress (GPC).

Anggota GPC, yang bersikeras untuk anonimitas karena sensitivitas isu tersebut, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa gerilyawan Houthi telah membunuh Saleh setelah menghentikan mobil mantan presiden tersebut di dekat Sanaa.

Menurut sumber yang sama, milisi Houthi menghentikan iring-iringan Saleh sekitar 40 kilometer selatan Sanaa sebelum membawanya ke lokasi yang tidak diketahui dan mengeksekusinya.

Qatar Kecam Tuduhan Emirat Arab Mediasi Pemberontak Yaman

Tak lama kemudian, pimpinan Houthi mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengkonfirmasikan kematian Saleh oleh regu penembak.

Sumber GPC juga mengkonfirmasi kematian Yasser al-Awadi, pemimpin senior GPC dan anggota parlemen Yaman, yang menemani Saleh saat kendaraannya dicegat.

Menurut sumber partai, al-Awadi juga ditembak oleh regu tembak.

Media Yaman setempat, , juga melaporkan bahwa Aref al-Zuka, sekretaris jenderal GPC yang juga dilaporkan menemani Saleh, juga mengalami nasib yang sama.

Sampai saat ini, partai GPC Saleh telah menjadi sekutu utama pemberontak Syiah Houthi Yaman, yang menguasai sebagian besar negara – termasuk ibukota Sanaa – sejak tahun 2014.

Anak Mantan Presiden Yaman yang Dibunuh Houthi Serukan Balas Dendam

Justru Miskin Setelah Berkuasa

Penulis: Suryana Sudrajat, MA. Kolumnis dan penulis buku. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihsan Anyer. Dosen FISIP Unsera.

JURNALISLAM.COM – Dialah saudagar yang langsung percaya ketika mendengar kabar perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian ke Sidratul Muntaha, kemudian balik lagi, dalam waktu hanya sekejap, di malam hari. Seorang yang secara khusus dimnta Rasulullah menemaninya berhijrah ke Madinah.

Seorang yang ketika masuk Islam punya 40.000 dirham, belum lagi uang yang sedang beredar dalam perdagangan –asset yang menjadikannya masuk daftar orang kaya papan atas di Jazirah Arab– tapi tinggal 5.000 dirham ketika berhijrah, susut karena penggunaan untuk perjuangan agama. Seorang yang jika ada memujinya selalu tampak sedih.

Tak salah lagi, orang itu Abu Bakr Ash-Shiddiq, suksesor Rasulullah s.a.w. sebagai pemimpin umat, yang dipilih secara aklamasi oleh kaum muslimin. Inilah cuplikan pidato pertamanya, setelah diangkat sebagai khalifah:

“Saudara-saudara. Saya terpilih, meski saya tidak lebih baik daripada siapa pun di antara kalian. Bantulah saya jika saya berada di jalan yang benar, dan perbaiki jika saya berada di jalan yang salah. Kebenaran adalah keterpercayaan; kesalahan adalah suatu pengkhianatan. Orang yang lemah di antara kalian akan menjadi kuat bersama saya, sampai kebenaran terbukti. Orang yang kuat di anara kalian akan menjadi lemah bersama saya, sampai saya ambil dari dia hak orang lemah. Patuhilah saya selama saya mematuhi Allah dan Rasul. Jika saya tidak mematuhi Allah dan rasul, jangan patuh kepada saya.”

Semasa kekhalifahannya, dia membuat daftar perintah yang harus ditaati setiap prajurit: “Jangan melakukan penyelewengan. Jangan menipu orang. Jangan membangkang kepada atasan. Jangan memotong bagian badan manusia (menjadikan mayat musuh sebagai barang mainan) dalam perang. Jangan membunuh orang tua, wanita, dan anak-anak. Jangan menebang atau membakar pohon buah-buahan. Jangan membunuh hewan, kecuali sekadar untuk dimakan. Jangan menganiaya pendeta. Dan jangan lupa kepada Allah atas karunia-nya yang telah kamu nikmati.”

Begitupun, Abu Bakr hidup secara warga negara biasa. Dia tetap berjualan kain dan berdagang domba di pasar, juga memerah susu kambing milik kaumnya. Tapi apa boleh buat, tugas-tugas kekhalifahan akhirnya menyita waktu. Dan Abu Bakr tidak punya kesempatan mengurus mata pencaharian. Karena itu setelah enam bulan. Ia meningalkan usaha dagangannya, sesudah diberi saran agar menerima saja tunjangan dari Baitul Mal -kas negara. Tidak banyak, tapi cukup untuk keperluan sehari-hari orang banyakan. Plafonnya cuma 3.000 dirham per tahun. Toh ia tidak ambil semuannya- hanya sejumlah yang ia butuhkan. Pernah suatu hari istrinya minta dibelikan manisan, tapi sang suami kebetulan sedang pas-pasan.

Ketika merasa ajalnya hampir tiba, Abu Bakr menanyakan kepada pegawai Baitul–Mal jumlah tunjangan yang sudah diambilnya. Setelah direken, pegawai itu menjawab: 6.000 dirham. Itu untuk dua setengah tahun masa kekhalifahan. Abu Bakr lalu menyuruh tanah miliknya jual, dan seluruh hasilnya diserahkan kepada Baitul Mal. Sedangkan barang inventaris yang dia pakai, seekor unta dan sehelai permadani, dia minta diserahkan kepada pengantinnya yang dia usulkan agar diangkat: Umar ibn Khattab. Menerima kedua barang itu, komentar Umar: “Anda sudah membuat tugas pengganti anda sangat sulit. “

Abu Bakr berwasiat kepada Aisyah r.a., putrinya, supaya dia dikafani dengan dua helai kain yang biasa dipakainya shalat. Ketika Aisyah menawarkan kain baru yang biasa dibelinya, jawabanya: “Orang hidup lebih memerlukan yang baru dari pada yang mati. Kafan itu hanya buat nanah dan tanah. “

Abu Bakr wafat pada usia 63 tahun. Jenazahnya dikuburkan di samping makam Rasulullah s.aw. Seorang saudagar kaya, yang memiliki 40.000 dirham tunai ketika memeluk Islam, tapi menjadi miskin sewaktu wafat sebagai khalifah pertama Islam. Keluarga-keluarga kita, di Tanah Air, bertambah makmur jika salah satu anggotanya menduduki jabatan kekuasaan. Apalagi yang pegang kuasa.

Sumber penulisan: Taha Hussein, Al-Syaikhan (Dua tokoh Besar dalam Sejarah Islam , Abu Bakr dan Umar)

Sumber: Artikel UC News, Suryana Sudrajat

 

Manuver Jet AS pada Latihan Perang dengan Korsel, Korut: Ini Ambang Perang Nuklir

KOREA SELATAN (Jurnalislam.com) – AS dan Korea Selatan akan menggelar latihan angkatan udara besar yang melibatkan ratusan pesawat pada hari Senin (4/12/2017) , sebuah langkah yang dikecam oleh Korea Utara karena membawa wilayah tersebut ke “jurang perang nuklir”.

Simulasi perang tersebut melibatkan 12.000 personil militer AS dan 230 pesawat – termasuk jet tempur siluman AS F-22 Raptor – dan akan berlangsung hingga Kamis. Pesawat jempur Korea Selatan F-15K, KF-16, dan F-5 juga akan ambil bagian.

Dinamakan Vigilant Ace, manuver udara tersebut akan mensimulasikan serangan terhadap “target nuklir dan rudal Korea Utara tiruan juga peluncur erektor pengangkut yang menggerakkan rudal Korea Utara,” Angkatan Udara Korea Selatan seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap, mengatakan pada hari Ahad.

Latihan tersebut dilakukan setelah Korut meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile-ICBM) mereka yang tampak paling kuat pekan lalu, walaupun latihan AS-Korea Selatan telah direncanakan.

ICBM Hwasong-15 secara teoritis dapat menempuh perjalanan sekitar 13.000 km – cukup jauh untuk mencapai target manapun di daratan AS.

AS Sesumbar akan Hancurkan Korea Utara

Walaupun latihan di hari Senin hingga Kamis nanti adalah acara pelatihan dua tahunan, namun pesawat siluman canggih seperti F-22 dan F-35 biasanya tidak ikut berpartisipasi, Yonhap melaporkan.

Korea Utara bereaksi penuh kemarahan pada hari Ahad atas manuver udara, menuduh AS dan Korea Selatan melakukan “provokasi militer berat” yang akan “mendorong situasi yang memang sudah akut di Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir.

“Yang penting adalah fakta bahwa simulasi perang yang nyata tersebut dipentaskan pada saat Presiden Trump yang tidak waras semakin bertindak liar,” sebuah komentar yang dibawa oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency.

“Situasi tersebut dengan jelas membuktikan bahwa boneka maniak perang AS dan Korea Selatan hanyalah penyerang dan provokator yang melanggar perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.”

Simulasi perang itu dilakukan setelah laporan pada hari Sabtu mengenai pembentukan unit “decapitation” Korea Selatan yang ditugaskan untuk menetralisir kepemimpinan Utara – termasuk Kim Jong-un – dan menghancurkan fasilitas nuklir dan rudal jika perang pecah.

Menteri Pertahanan AS Tegang Lihat Kekuatan Nuklir Korea Utara

Unit tersebut, yang terdiri dari 1.000 personel pasukan khusus, mengikuti model Rangers Angkatan Darat AS, Delta Force, SEAL Team Six, dan Green Berets, menurut sebuah laporan oleh surat kabar Korea Times.

Unit ini awalnya akan diluncurkan pada 2019, namun militer mempercepat langkah mereka karena Korea Utara “terus meningkatkan ketegangan regional dengan peluncuran rudal balistik dan eksperimen nuklirnya,” kata laporan tersebut.

Pada hari Ahad, Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster mengatakan bahwa Presiden Donald Trump siap “mengatasi” program senjata di North – tapi dia tidak menentukan bagaimana caranya.

“Jika perlu, presiden dan Amerika Serikat yang menanganinya karena dia telah mengatakan tidak akan membiarkan rezim pembunuh yang jahat ini mengancam Amerika Serikat dengan senjata paling merusak di planet ini,” kata McMaster kepada Fox News hari Ahad.

Koalisi Arab Gempur Markas Militer Syiah Houthi di Bandara Sanaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab yang bertempur di Yaman melancarkan beberapa serangan udara ke lokasi militer Syiah Houthi pada Ahad malam (3/12/2017) di dekat bandara Sanaa dan basis Dulaimi, sumber-sumber mengkonfirmasi kepada Al Arabiya.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa koalisi menyerang posisi milisi Houthi di sebelah barat ibukota Sanaa pada hari sebelumnya, Al Arabiya melaporkan.

Pada Ahad pagi, pesawat koalisi Arab melancarkan serangan ke posisi Houthi di sejumlah dataran tinggi di selatan Sanaa, termasuk perbukitan al-Rayyan yang menghadap kota Hadda.

Pasukan Yaman Patahkan Gelombang Serangan Syiah Houthi di Taiz

Serangan udara pada hari Ahad terjadi sehari setelah koalisi Arab membuat sebuah pernyataan yang mengumumkan dukungannya untuk pemberontakan Yaman terhadap Houthi.

Koalisi tersebut mengatakan bahwa mereka bertekad untuk mempertahankan posisinya di semua wilayah Yaman.

Tiga hari terakhir ini telah terjadi bentrokan mematikan antara pendukung mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan mantan milisi Houthi. Pertarungan tersebut terjadi pada dini hari Sabtu antara kedua belah pihak, yang menyebabkan sedikitnya 80 pendukung dari kedua belah pihak terbunuh.

Ustadz Felix Siauw: Hate Speech adalah Jebakan Untuk Kaum Muslimin

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustadz Felix Siauw mengatakan, Surat Edaran (SE) Kapolri nomor SE/06/X/2015 tentang Ujaran Kebencian (hate speech) sangat diskriminatif. Ia menilai dinilai ujaran kebencian hanya ditujukkan untuk umat Islam sementara ketika umat Islam menjadi korban aparat cenderung diam.

“Kita lihat misalnya Habib Rizieq dan Ustadz Alfian tanjung yang dilaporkan gara-gara hate speech, sementara banyak sekali orang-orang yang mengatakan hal itu kepada umat Islam tapi tidak dikatakan sebagai hate speech,” katanya di Jakarta, Sabtu 2/12/2017).

Ustadz Felix menyinggung kasus ujaran kebencian yang dilontarkan oleh politis Partai Nasdem, Victor Laiskodat.

“Ketika salah satu anggota dewan yang sampai mengatakan bunuh dan mengajak orang-orang untuk membenci satu agama tertentu tapi tidak diapa-apakan sampai sekarang,” imbuhnya.

“Jadi hatespeech ini hanya dimanfaatkan sebagai alat penguasa saja. Yang banyak justru sekarang ditujukan kepada Islam, kok bisa,” kata dia.

Ustadz Felix Siauw berorasi di Reuni Akbar 212

Dia pun menolak kata ‘kafir’ dikategorikan sebagai ujaran kebencian. Menurut dia, kata kafir itu dijelaskan dalam Al Qur’an yang mengandung arti orang-orang yang bukan Islam.

“Sama seperti ketika saya bilang kamu jomblo, kemudian orang itu tersinggung ketika dipanggil jomblo dan maunya dipanggil single. Loh, orang yang belum menikah itu jomblo kan, jadi perkara dia menerima atau tidak terserah dia karena kan termnya bisa berbeda-beda,” terangnya.

Baca juga: Anies Dihadapan Jutaan Peserta Reuni 212: Damai Kalian Kecewakan Kaum Pesimis

Lebih lanjut, Ustadz Felix mengambil contoh kasus Ahmad Dhani yang dijerat dengan tuduhan hate speech karena mengatakan ‘ludahi penista agama’.

“Penista agama itu siapa sih sebenernya? Disitu gak ada orang, gak ada golongan dan gak ada agama. Penista agama itu bisa siapa saja, bahkan penista agama itu bisa orang Islam sendiri, Andaikan orang Islam tidak boleh ngomong karena hate speech maka yang boleh ngomong siapa? Cuma penguasa, gitu?” katanya.

Hal itulah yang membuat Ustadz Felix berani menyimpulkan bahwa hate speech hanyalah sebuah jebakan untuk umat Islam.

“Kalau mereka ngomong tidak pernah hate speech, kalau kita ngomong selalu hate speech,” tandasnya.

“Jadi hate speech ini sangat terang sekali ditujukkan kepada umat Islam,” pungkasnya.

Trump Akan Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, OKI Gelar Rapat Darurat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Maliki pada hari Ahad (3/11/2017) meminta Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera bersidang membahas situasi di Yerusalem, lansir World Bulletin.

Seruan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang bersiap untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

UNESCO akan Voting Resolusi Yerusalem

Diplomat Palestina terkemuka menyerukan agar pertemuan darurat tersebut dilakukan saat berbicara di telepon dengan pemimpin Liga Arab Ahmed Abul-Gheit dan Sekretaris Jenderal OKI Yousef al-Othaimeen, menurut sebuah pernyataan oleh Kementerian Luar Negeri Palestina.

Al-Maliki memperingatkan bahwa langkah A.S. tersebut “akan memiliki konsekuensi serius” dan akan “meledakkan situasi di wilayah Palestina dan wilayahnya”.

Yerusalem tetap menjadi inti konflik abadi Israel-Palestina karena warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur yang dijajah Israel sebagai ibu kota negara masa depan.

Selama pemilihannya, Trump berjanji untuk memindahkan kedutaan A.S. dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Qatar Kecam Tuduhan Emirat Arab Mediasi Pemberontak Yaman

DOHA (Jurnalislam.com) – Qatar mengecam tuduhan seorang menteri Emirat Arab tentang mediasi Qatari terhadap kelompok pemberontak yang saling beperang di Yaman di ibukota Sanaa, lansir Anadolu Agency Ahad (3/12/2017).

Pemberontak Syiah Houthi dan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh saling memperebutkan kontrol atas Sanaa, yang mereka kuasai bersama pada tahun 2014.

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan Qatar berusaha untuk menengahi para pemberontak yang berperang di Yaman.

“Qatar membantah dan mengecam keras pernyataan menteri UEA mengenai mediasi Qatar antara partai Yaman,” kata seorang sumber kementerian luar negeri dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita resmi QNA.

Pasukan Yaman Patahkan Gelombang Serangan Syiah Houthi di Taiz

“Qatar menyambut baik mediasi untuk mengakhiri perang absurd ini, yang membuat rakyat Yaman sangat menderita,” kata sumber tersebut.

UEA adalah anggota koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman sejak 2015.

Qatar berada di bawah blokade yang diberlakukan oleh Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain, yang menuduh Doha mendukung terorisme.

Qatar membantah tudingan tersebut dan berpendapat bahwa blokade tersebut melanggar hukum internasional.