Senin, 4 Dhul Qa'ada 1447 / 20 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Berita Terkini

Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

10 Feb 2018 04:49:26
Armada Perang Turki Dirikan Titik Pengamatan di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sebuah konvoi Angkatan Bersenjata Turki (TSK) telah bergerak untuk mendirikan titik observasi gencatan senjata baru di zona de-eskalasi Idlib di Suriah, pada hari Jumat (9/2/2018), menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.

Konvoi militer tersebut menuju ke selatan di zona Idlib-Afrin setelah melewati perbatasan Turki-Suriah pada Jumat malam, kata koresponden tersebut.

Pasukan Turki dikerahkan di kota Tall Tukan di provinsi Abu Zuhur, di zona de-eskalasi tenggara Idlib.

Pasukan tentara rezim Syiah Bashar al-Assad dan kelompok-kelompok Syiah internasional yang didukung Iran berjarak sekitar enam kilometer dari titik penyebaran pasukan Turki.

Titik pengamatan baru terletak 50 kilometer (31 mil) dari perbatasan Turki-Syria.

Armada Perang Turki Kini Bergerak ke Idlib

Tujuan pengerahan, yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan Astana, adalah untuk menetapkan titik observasi gencatan senjata keenam, menurut sumber militer.

Pasukan Rusia di zona de-eskalasi sekarang diperkirakan memposisikan diri mereka di luar zona de-eskalasi Idlib, di garis depan yang memisahkan rezim dan pasukan oposisi.

Pada 12 Oktober 2017, militer Turki mulai menyeberang ke wilayah tersebut demi menetapkan titik pengamatan untuk memantau gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib.

Berdasarkan kesepakatan Astana, Turki ditetapkan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara Idlib ke selatan.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Idlib, yang terletak di Suriah barat laut di perbatasan Turki, telah menghadapi serangan hebat dari rezim Assad setelah sebuah perang global yang pecah pada tahun 2011.

Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Syiah Assad dan telah dikuasai oleh kelompok oposisi militer dan faksi-faksi jihad Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah turki

Serangan Bom saat Shalat Jumat Hantam Masjid di Libya

10 Feb 2018 04:42:49
Serangan Bom saat Shalat Jumat Hantam Masjid di Libya

LIBYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah pemboman di sebuah masjid di kota Benghazi, Libya timur, menurut sumber medis.

Pemboman tersebut dilakukan oleh dua tersangka yang meledakkan alat peledak improvisasi di masjid Saad Ben Obadah saat sholat Jumat (9/2/2018), lansir Aljazeera.

Mutaz al-Mu’tri, juru bicara gubernur keamanan Benghazi, mengatakan dua tas bom digunakan dalam serangan tersebut, menurut saluran berita tv milik Libya.

Petugas medis mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sedikitnya dua orang tewas dan 55 lainnya cedera. Laporan berita media lokal menyebutkan jumlah korban yang terluka berjumlah 129 orang.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung.

Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya (the United Nations Support Mission in Libya-UNSMIL) dengan cepat mengecam serangan tersebut, dan menyebut bahwa laporan adanya korban sipil “sangat mengganggu.”

Korban Serangan Bom Masjid di Mesir Meningkat, 235 Tewas, Begini Kronologinya

“Serangan langsung atau sembarangan terhadap penduduk sipil sangat dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang,” kata UNSMIL dalam sebuah posting di Twitter.

“Tidak ada yang memberikan pembenaran untuk serangan balas dendam. Investigasi yang cepat dan tidak memihak harus membawa pelaku ke pengadilan.”

Insiden tersebut muncul beberapa pekan setelah pemboman mobil ganda di Benghazi menewaskan sedikitnya 35 orang.

Serangan yang terjadi di luar masjid Bait Radwan pada 23 Januari, menewaskan lebih dari 50 lainnya, termasuk sejumlah pejabat keamanan senior.

Ahmed al-Fituri, kepala unit investigasi khusus yang terkait dengan komando umum pasukan keamanan Libya timur, termasuk di antara korban.

Pasukan yang setia kepada Khalifa Haftar, seorang jenderal pemberontakan yang berbasis di timur negara tersebut, menguasai Benghazi pada tahun 2017, setelah melakukan serangan tiga tahun melawan kelompok bersenjata saingannya.

Pertempuran meruntuhkan sejumlah besar wilayah kota pelabuhan tersebut.

Beberapa pemboman terakhir menargetkan tokoh-tokoh yang terkait dengan Tentara Nasional Libya (Libyan National Army LNA) milik Haftar.

Pasukan Mesir Bunuh Penyerang Masjid yang Menewaskan 305 Orang di Sinai

LNA mengklaim kemenangan di Benghazi pada bulan Juli tahun lalu, namun bentrokan sporadis berlangsung sampai Desember ketika mereka mengambil alih kendali atas pesaingnya.

Sejak saat itu LNA memberlakukan kontrol militer yang ketat terhadap kota dan bagian lain Libya timur yang berada di bawah kendalinya.

Pertempuran di Benghazi adalah bagian dari konflik lebih luas yang berkembang di Libya setelah mantan penguasa Muammar Gaddafi digulingkan dari kekuasaan dan terbunuh dalam pemberontakan yang didukung oleh NATO pada tahun 2011.

Kategori : Internasional

Tags : bom masjid serangan bom

Sudah Ada Warga Terdampak Limbah PT RUM , Namun Belum Ada Penindakan

09 Feb 2018 18:25:40
Sudah Ada Warga Terdampak Limbah PT RUM , Namun Belum Ada Penindakan

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Dua minggu lebih paska perjanjian kesepakatan warga terdampak limbah bau PT RUM, warga Nguter, Sukoharjo mengaku masih merasakan bau mirip Septic tank dari pabrik Rayon itu, meski pada Jumat, (19/1/2018) lalu, Presiden Direktur PT RUM Pramono berjanji akan mengatasi masalah limbah bau yang sudah dirasakan lebih dari ribuan warga selama 4 bulan itu dalam waktu 1 bulan.

“Paling keras baunya, kalau limbah cair itu hanya yang terkena alirannya, kalau bau mengikuti arah mata angin, warga pusing, mual di perut, muntah dan kalau fisiknya tidak kuat terus pingsan,” kata ketua Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo Eko Supriyadi saat ditemui Jurnalislam.com, Jum’at (8/2/2018).

Selain menyebabkan, warga usia dewasa muntah, mual dan pusing, efek yang ditumbulkan dari bau PT RUM itu juga membuat banyak anak-anak mengeluhkan sesak nafas. Bahkan, kata Eko, sudah ada beberapa warga yang dilarikan ke Rumah Sakit karena tidak kuat.

“Hari ini ada beberapa yang masuk RS, anak anak juga banyak, dan yang mengalami mual, pusing, muntah, itu ratusan pak, 300 sampai 400 juga sudah ada, dan itu kami data dan dokumentasikan dalam bentuk foto atau video,” paparnya.

Eko juga menegaskan, bahwa sampai saat ini belum ada kompensasi dari pihak PT RUM untuk menanggung biaya pengobatan dari warga yang terdampak, setidaknya, sampai saat ini, warga desa Kedung Winong, Nguter, Pengkol, Gupit, Juron, Serut, Manisharjo, dan Cabean masih harus merasakan bau tak sedap dan diduga beracun itu setiap harinya.

“Nggak ada, pernah itu ada satu kampung diberi susu, makanan, namun warga menolak, apa artinya makanan itu kalau baunya tetap ada,” terangnya. Untuk itu, ia bersama warga tetap konsisten untuk mendesak Bupati Sukoharjo, Wardoyo untuk menutup PT RUM, jika tidak bisa mengatasi limbah bau itu hingga tanggal (19/2/2018) nanti.

“Tuntuntan cuma satu, bagaimana bau hilang, kalau tidak ya di tutup, ini sudah tidak bisa ditawar, dan ini memang kemauan warga dan yang paling mempunyai kepentingan yang sangat besar ya yang terkena dampak itu, jadi pokoknya tutup kalau bau tidak hilang,” tandasnya.

Kategori : Nasional

Tags : limbah pt rum pt rum tutup pt rum

Limbah Bau PT RUM Tak Kunjung Hilang, Warga Desak Presiden Jokowi Turun Tangan

09 Feb 2018 18:18:14
Limbah Bau PT RUM Tak Kunjung Hilang, Warga Desak Presiden Jokowi Turun Tangan

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Upaya-upaya yang dilakukan warga Nguter, Sukoharjo yang terkena dampak limbah bau mirip septic tank dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) untuk kembali menghirup udara segar ternyata berbuah nihil.

Meski ribuan warga telah melakukan aksi unjuk rasa tiga kali dan melakukan audensi dengan para anggota dewan di DPRD Sukoharjo. Namun, Ribuan warga Nguter dan sekitarnya itu tetap saja harus merasakan bau tak sedap yang membuat muntah, mual, pusing, sesak nafas bahkan hingga pingsan.

Eko Supriyadi, Salah satu warga yang ikut terkena limbah bau yang kadang mirip bau telur busuk itu mengaku miris dan sedih. Ia merasa bahwa warga sudah dizalimi oleh segelintir elit penguasa pemangku kebijakan di negeri ini terkait permasalahan yang dialami ribuan warga dari 3 kabupaten tersebut.

Kini, Eko dan ribuan warga yang terkena dampak limbah bau PT RUM itu berharap pada presiden Jokowi untuk mau mendengar aspirasi dari rakyat kecil seperti dirinya.

“Kami sebagai warga yang terdampak terutama kepada bapak presiden Jokowi, mohon dengan sangat kami tidak ada jalan lain hanya bapak yang bisa memberikan instruksi kepada perusahaan,” katanya saat ditemui Jurnalislam.com di rumah salah satu warga di desa Plesan, Nguter, Sukoharjo, Jum’at (8/2/2018) malam.

“Terutama kepada pimpinan daerah kami di kabupaten Sukoharjo, karena saya tau persis, bapak Jokowi saya yakin Insya Allah mendengar,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, bahwa warga hanya ingin bau yang sudah meracuninya selama lebih dari 4 bulan itu hilang dan warga kembali menghirup udara segar seperti sediakala.

“Kami mohon ini diselesaikan dengan baik, keinginan warga cuma satu, monggo perusahaan itu berdiri, tapi tidak mengganggu lingkungan, itu permohonan kami,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : bau jokowi limba limbah bau pt rum tutup pt rum

Pesantren Nahdjussalam Panyawungan Ringkus Pria Berpisau Mencurigakan

09 Feb 2018 16:09:40
Pesantren Nahdjussalam Panyawungan Ringkus Pria Berpisau Mencurigakan

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Setelah santri pesantren Persis menangkap pria berpisau di Astana Anyar Bandung, kini kejadian serupa terjadi lagi masih di Bandung. Sekelompok santri di Panyawungan Cileunyi menangkap seorang pria mencurigakan yang dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian Senin (5/1/2018) lalu.

Sempat viral Broad Cast di grup chat Whatssapp dan media sosial ihwal hal ini. Alhikmah.co berusaha menelusuri kebenaran dari BC tersebut dan berusaha menemukan saksi langsung saat kejadian.

Setelah ditelusuri, ternyata peristiwa itu terjadi di Pesantren Nahdjussalam Panyawungan Cileunyi Bandung. Kepada Alhikmah.co, salah seorang santri yang juga saksi mata saat kejadian mengatakan bahwa karena saat itu sedang gencar penyerangan terhadap ulama, maka para santri berinisiatif melakukan patrol malam tanpa sepengetahuan guru-guru mereka.

Tidak ada yang berbeda dalam pembagian tugas ronda ini, hanya saja, imbuh Andi, kewaspadaan ditingkatkan untuk orang-orang yang bertamu di luar waktu yang lazim. “Kawasan pondok pesantren ini sebagian besar dihuni oleh keluarga, jadi santri juga sudah hapal jika ada yang masuk ke sini,” kata Andi saat ditemui Alhikmah.co di Pesantren Nahdjussalam, Jl. Panyawungan No.9, Cileunyi, Bandung, Kamis (8/2/2018).

Dari pihak santri sendiri, kata ANdi, tidak ada kecurigaan untuk orang-orang umum yang datang berkunjung ke kawasan pesantren. “Kami sama sekali tidak men-judge orang yang mau bertamu ke pesantren di waktu umum orang bertamu, tapi ada kesepakatan diantara santri yang melaksanakan ronda keliling, bahwa siapapun yang bertamu ke kawasan pondok pada jam yang kurang lazim untuk bertamu sekitar pukul 12 malam ke atas, kami datangi dan tanyakan keperluannya,”tambahnya.

Pada hari ketiga ronda keliling, sekitar jam 2 pagi, Senin (5/2/2018), ketika para santri yang berjaga kebetulan berkumpul di sekitar gang masuk, bersamaan dengan mobil lewat, dari kejauhan terlihat ada orang masuk ke kawasan tempat tinggal guru-guru pondok.

“Di sana itu bisa dikatakan daerah sensitif karena langsung masuk ke tempat tinggal para guru, padahal dari pihak santri sendiri tidak berani sembarangan ke sana.”

Kemudian dari 6 orang, dsepakati untuk dibagi menjadi 2 kelompok dan mendekat dari arah yang berbeda dengan maksud membatasi pergerakan orang tersebut. Satu kelompok masuk dari gang, satu lagi dari dalam. Tapi orang tersebut sudah melihat terlebih dulu kelompok kedua yang masuk dari dalam, akhirnya orang tersebut lari ke seberang. Kelompok yang akan masuk dari mulut gang secara reflek mengejar.

“Padahal tidak digertak atau diteriaki, tapi orang itu langsung lari. Awalnya kami sama sekali tidak ada niatan untuk mengejar hanya ingin bertanya keperluannya apa, identitasnya, atau ada urusan ke siapa pada jam 2 dini hari,” terang Andi.

Sempat kehilangan jejak, tapi kembali bertemu di gang dekat penjual masakan Padang. Pergerakan orang tersebut terkunci karena dari arah yang lain muncul santri. “Di sana tidak ada perlakuan apa-apa, hanya bertanya nama dan asal. Saya dan beberapa santri juga berinisiatif untuk melihat kartu identitas sebab dari penampilannya dan wajah tidak kami kenal.”

Andi menjelaskan, orang mencurigakan tersebut sama sekali tidak terlihat gila. Sebabnya, ketika diajak mengobrol, orang tersebut menjawab dan memberi respon dengan baik. Berikut petikan obrolan ketika santri melontarkan beberapa pertanyaan:

Santri: “Darimana?”

Orang mencurigakan: “Dari depan”

Santri: “Mau kemana?”

Orang mencurigakan: “Nggak. Mau ke depan, mau ke sana.”

Santri: “Tunggu dulu di sini, tunggu dulu di sini.”

Orang mencurigakan: “Nggak, nggak kok, nggak ada apa-apa kok. Nggak mau, nggak mau”

Setelah sesi obrolan singkat tersebut, orang mencurigakan tersebut lari. Akhirnya kembali dikejar oleh santri. “Larinya lumayan cepat hingga tak terkejar oleh kami, tapi karena dia kelelahan, larinya kian melambat, akhirnya bisa ditangkap disitu.”

Santri: “Kenapa lari?”

Orang mencurigakan: “Nggak, nggak, ampun, ampun”

Ketika didudukkan, dari celananya terlihat membawa sesuatu. Ketika dikeluarkan ada gunting dan paku. Sedangkan dari saku sebelah kanan terlihat pisau. “Ketika kami bertanya ada apa di saku sisi kanan, pertamanya orang itu menolak untuk mengeluarkan. Namun setelah didesak, dia mencabut pisau dari saku celana dan kelihatannya akan menodongkan pisau. Tapi dari santri sudah ada yang siaga karena melihat gelagatnya, akhirnya pergerakannya bisa dihentikan.”

“Lho, kenapa kayak begini? Maksudnya, mau apa masuk ke situ? Karena itu daerah rawan,” tanya para santri.

Orang mencurigakan itu berkata, “Nggak, saya kesitu cuma mau ngaji, mau ngaji”

Dari jawaban tersebut, tambah Andi, secara psikologis dia sadar dan tahu bahwa di sekitar lingkungan itu ada kegiatan mengaji. Bahkan ketika dibawa ke kantor polisi, masih bisa mengobrol dengan normal. Kepada Alhikmah, salah seorang keluarga Pondok Pesantren Nahdjussalam, Tubagus menjelaskan, bahwa persoalan ini sudah selesai dan sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwenang.

“Alhamdulillah, permasalahan ini sudah clear dan situasi juga sudah kondusif, kembali tenang serta tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di pondok. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depannya baik di sini, maupun di tempat lain agar kondisi kembali aman dan tenteram,” harapnya.

Sumber: Alhikmah.co

Kategori : Nasional

Tags : orang gila ponpes Nahdjussalam Panyawungan ulama diserang

Gandeng GBN, SMA Negeri 1 Polokarto Sosialisasikan Haramnya Rayakan Valentine Day

09 Feb 2018 14:18:45
Gandeng GBN, SMA Negeri 1 Polokarto Sosialisasikan Haramnya Rayakan Valentine Day

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Maraknya budaya barat yang menyerang para remaja di Indonesia semakin hari semakin tak terbendung lagi, budaya pacaran, seks bebas, alkohol, tawuran, saat ini seakan lekat dan identik dengan perilaku para pemuda yang menjadi harapan bangsa itu.

Berawal dari hal itu, SMA Negeri 1 Polokarto, Sukoharjo menggelar kajian haram merayakan ‘Hari Valentin’ pada Jum’at (8/2/2018) di halaman sekolah menggandeng Gerakan Bela Negara (GBN). Acara ini bertujuan untuk menghindarkan kenakalan remaja di hari Valentine yang memang bukan dilarang dalam agama Islam itu.

“Minggu depan itu pada tanggal 14 akan ada yang namanya Valentine Day, pengajian ini kita majukan di Jum’at kedua agar anak anak mendapat berkah dan dapat mengcounter isu-isu tentang Valentine Day,” kata Sri Mulyono Wakil kepala Sekolah Bidang Kesiswaan kepada wartawan di sela-sela kegiatan pada Jum’at (8/2/2018).

Sementara itu, Ketua GBN Solo yang juga Dai asal Aceh Ustaz Tengku Adzar yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan, tentang sejarah munculnya tradisi Hari Valentin.

“Valentine Day itu, berawal dari seorang pendeta yang bernama Valentin dan kemudian dieksekusi mati oleh pihak Gereja karena melanggar institusi Gereja untuk tidak boleh jatuh cinta, apalagi sampai menikah, dan hari kematiaannya itu karena mempertahankan dari wanita yang dicintainya kemudian diperingati sebagai hari Valentine,” terangnya.

“Oleh sebab itu, kita sebagai kaum muslimin tidak ada kaitannya apa-apa dengan Valentine Day itu, sehingga sebagai kaum muslimin kita tidak ada hak untuk merayakannya apalagi sampai ikut mengerjakan kemaksiatan kemasiatan didalamnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada 724 siswa yang hadir itu, untuk mengunakan cara-cara Islam untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang terhadap orang lain.

“Cara-cara mengungkapkan cinta itu ada syariatnya dalam Islam, jadi tidak perlu kita ikut cara-cara orang lain untuk mengungkapkannya karena Islam sudah mengatur itu,” tandasnya.

Kategori : Nasional

Tags : gbn solo valentine day

Limbah Bau Tak Kunjung Hilang, Elemen Umat Islam Soloraya Akan Dampingi Warga Hadapi PT RUM

09 Feb 2018 13:55:56
Limbah Bau Tak Kunjung Hilang, Elemen Umat Islam Soloraya Akan Dampingi Warga Hadapi PT RUM

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Elemen umat Islam Soloraya siap mengawal jalannya kesepakatan 1 bulan paska perjanjian kesepakatan antara warga Nguter, Sukoharjo yang terkena dampak limbah bau dengan PT Rayon Utama Makmur (RUM) pada Jum’at (19/1/2018) lalu di Gedung DPRD Sukoharjo.

“Karena kita melihat apa yang terjadi di Nguter ini adalah gambaran di semua daerah di Indonesia, kepentingan masyarakat kalah dengan kepentingan elit penguasa, dan saya apresiasi dengan kehadiran elemen-elemen di Sukoharjo terutama MPL,” kata ketua Komunitas Nahi Mungkar Surakarta (Konas) Ustaz Dadyo Hasto saat bersilaturahmi dengan warga Plesan, Nguter, Sukoharjo, Kamis (8/2/2018).

Ustaz Hasto berharap, umat Islam Soloraya dan warga berdampak limbah bau PT RUM dapat bersinergi dalam memangani kasus ini, ia menilai, bahwa selama ini masyarakat Nguter yang mayoritas berprofesi sebagai petani itu, selalu dibohongi oleh pihak-pihak pemangku kebijakan terkait masalah limbah bau mirip septic tank dari PT RUM tersebut.

“Kita berharap elemen Soloraya bisa dilibatkan dalam permasalahan ini, karena kita tidak ingin warga menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Erwin wakil ketua Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo berterima kasih atas dukungan dari umat Islam Soloraya itu, menurutnya, paska perjanjian kesepakatan satu bulan itu, limbah bau yang dirasakan warga lebih dari 4 bulan itu, belum juga berkurang dan bahkan semakin parah.

“Saya hari ini merasa plong, saya senang karena saudara-saudara ini mau mendukung kita, kedatangan teman teman disini bisa membantu, agar bisa mengeluarkan warga dari kesengsaraan disini,” paparnya.

“Kita punya harapan agar teman-teman bisa ikut bersama kami untuk memperjuangkan hak-hak kami,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elemen umat Islam Soloraya juga memberikan bantuan berupa masker, tabung oksigen dan obat-obatan untuk masyarakat.

Kategori : Nasional

Tags : limbah bau pt rum tutup pt rum

Mimbar Syariah Sosialisasikan Bahaya VD di SMPN 1 Tawangmangu

09 Feb 2018 11:45:25
Mimbar Syariah Sosialisasikan Bahaya VD di SMPN 1 Tawangmangu

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Mimbar Syariah mengadakan sosialisai dan kajian Bahaya Memperingati Hari Valentin di SMPN 1 Tawangmangu Jl. Lawu No. 1 Tawangmangu Karanganyar, Jum’at (9/2/2018) pagi ini. Acara diikuti oleh ratusan siswa dan para guru SMPN 1 Tawangmangu.

“Sosialisasi Bahaya Valentine Day ini merupakan acara road show yang akan kami laksanakan di beberapa sekolah terutama SMP yang kami gelar pekan-pekan ini sebelum tanggal 14 guna membentengi generasi muda dari kerusakan moral akibat budaya Valentine Day,” kata Ketua Mimbar Syariah Jawa Tengah Kelik Subagyo kepada Jurnalislam.com, Jumat (9/2/2018).

Sementara itu, guru pembina OSIS Teguh Setyadi mengapresiasinya kegiatan tersebut serta berharap untuk diadakan secara berkelanjutan.

“Dan saya berharap kepada para anak-anak untuk tidak mengikuti valentinan, karena itu bukan dari Islam,” ucap Teguh.

Senada itu, Ketua OSIS SMPN 1 Tawangmangu Ahmad Akbar mengatakan, acara itu sebagai upaya untuk membentengi para siswa dari Hari Valentine yang identik dengan pacaran.

Mimbar Syariah adalah forum koordinasi dan konsolidasi para da’i penegak syariah di Indonesia yang dideklarasikan pada 15 April 2016 di Jakarta.

Kategori : Komunitas

Tags : mimbar syariah Sosialisasi Bahaya VD

Serangan Udara AS pada Taliban Meningkat, 4.360 Pemboman, Namun…

09 Feb 2018 09:42:51
Serangan Udara AS pada Taliban Meningkat, 4.360 Pemboman, Namun…

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Strategi AS yang lebih agresif di Afghanistan berharap Taliban dapat dipukul mundur, kata tentara dan polisi, namun mengingat serangan terbaru di Kabul menunjukkan bahwa Imarah Islam tersebut tetap kuat dan menciptakan jalan buntu yang berkepanjangan bagi AS, lansir Aljazeera, Kamis (8/2/2018).

Presiden Donald Trump pada bulan Agustus meluncurkan pendekatan militer yang lebih agresif, termasuk lonjakan serangan udara, yang bertujuan untuk memaksa Taliban ke meja perundingan.

Walaupun pasukan Afghanistan mengatakan bahwa dampaknya signifikan, namun Taliban masih bergerak dalam petak besar negara tersebut dan, dengan pasukan asing sekitar 15.000 orang dibandingkan dengan 140.000 pada tahun 2014, tampaknya hanya ada sedikit harapan untuk meraih kemenangan militer secara langsung.

Belasan Tahun Berperang, AS Makin Bingung dengan Kekuatan Taliban

Taliban membukukan kemenangan setelah NATO menarik sebagian besar pasukan tempurnya pada akhir 2014. Dua tahun kemudian, mereka mencengkram beberapa pusat distrik dan bahkan dua ibu kota provinsi, termasuk Kunduz, di utara, yang sempat dikuasai.

Serangan udara AS di Afghanistan pada 2017 melonjak hingga 4.361, menurut data AS, dibandingkan dengan 1.337 pada tahun sebelumnya.

Misi Resolute Support NATO mengatakan pada hari Selasa bahwa serangan udara telah diperluas di utara, dengan pembom B-52 menyerang posisi Taliban.

Komandan misi, Jenderal John Nicholson, sesumbar dengan mengatakan bahwa mujahidin Taliban tidak dapat menang di medan perang.

Serangan Bom Mobil Taliban Hantam Konvoi Pasukan NATO di Kabul

Seorang juru bicara Taliban membantah bahwa serangan udara telah memaksa mujahidin untuk mundur, mengatakan bahwa mereka masih beroperasi di pusat-pusat distrik dan di pedesaan.

Bahkan menurut sebuah studi BBC baru-baru ini, Taliban secara terbuka aktif di 70 persen distrik. Seorang juru bicara misi NATO mengatakan bahwa perkiraan BBC melebih-lebihkan dan manyebutkan bahwa hanya sekitar 12 persen populasi yang berada di bawah kendali penuh Taliban.

Thomas Ruttig dari think tank Riset Analis Afghanistan (the Afghanistan Analysts Network) mengatakan kepada Reuters bahwa ada batas kekuatan udara yang bisa dicapai, sambil menunjukkan bahwa jumlah korban sipil meningkat.

“Mendorong mundur Taliban bukanlah kemenangan atas mereka,” katanya. “Taliban telah membuktikan bahwa mereka dapat menyesuaikan diri dan menunggu-nunggu serangan semacam itu sebelumnya.”

Sepekan di Afghanistan: Taliban Bunuh 35 Polisi dan 55 Tentara Boneka, IS Bunuh 70 Warga Sipil Syiah

Trump menolak pembicaraan dengan Taliban setelah bom 27 Januari di Kabul menewaskan 103 orang, sepekan setelah serangan Taliban di sebuah hotel menewaskan empat orang Amerika dan sekitar 26 aparat Afghanistan. Namun tujuan jangka panjang AS tetap memaksa Taliban melakukan penyelesaian, kata seorang pejabat tinggi AS kemudian.

Pemerintah Afghanistan juga telah mengambil keputusan tegas dalam perundingan, sedangkan Taliban mengatakan bahwa perundingan bergantung pada tentara asing yang pergi. Mereka mengatakan serangan Kabul merupakan respons terhadap agresi Trump dan mengancam akan melakukan lebih banyak serangan lagi.

Kelompok pemikir International Crisis Group mengatakan bahwa, walaupun pejabat AS mengatakan usaha diplomatik dan militer mereka ditujukan untuk mencapai penyelesaian terhadap perang terpanjang AS – yang diperkirakan pejabat akan membebani pembayar pajak lebih dari $ 45 miliar tahun ini – diplomasi telah diturunkan dengan jelas.

Moskow: Setiap Usaha yang Dilakukan AS Melawan Taliban akan Sia-sia

“Pemerintah AS dan Afghanistan berharap proses perdamaian akan muncul dari abu serangan militer yang intensif ini, namun proses perdamaian tidak pernah jauh lagi dalam beberapa tahun terakhir,” kata analis senior Afghanistan, Borhan Osman.

“Kedua belah pihak melepaskan lebih banyak kekerasan berdasarkan alasan yang sama sehingga akan memantapkan jalan buntu untuk mendukung kondisi mereka di meja perundingan.”

Pasukan Afghanistan mempersiapkan diri mereka dengan baik untuk bertempur dengan musuh yang bersenjata.

“Harus ada jalan keluar yang lain,” kata Sher Wali, seorang polisi di provinsi Nangarhar. “Karena sepertinya pertempuran ini tidak akan pernah berakhir.

Kategori : Internasional

Tags : AS Imarah Islam Afghanistan serangan udara taliban

Amerika Tangkap 142.470 Imigran

09 Feb 2018 09:16:55
Amerika Tangkap 142.470 Imigran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jumlah imigran gelap yang ditangkap di Amerika Serikat naik ke level tertinggi di tahun 2017, setelah beberapa tahun mengalami penurunan, menurut laporan baru.

Pew Research Center, sebuah lembaga think-tank, mengatakan pada hari Kamis (8/2/2018) bahwa sebanyak 143.470 orang ditahan oleh pejabat Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement-ICE) tahun lalu – naik 30 persen dibandingkan dengan tahun 2016.

ICE memberlakukan undang-undang imigrasi federal di AS dan memiliki kekuatan untuk menahan dan mendeportasi imigran yang tidak berdokumen.

“Lonjakan tersebut dimulai setelah Presiden Donald Trump mulai menjabat pada akhir Januari [2017],” papar Pew Research Center, yang menganalisis statistik ICE mengenai penangkapan administratif, dalam sebuah pernyataan, lansir Aljazeera.

Pew Research Center: Perkiraan Baru Populasi Muslim AS

Penangkapan administratif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penangkapan seorang imigran tidak berdokumen yang merupakan pelanggaran sipil terhadap undang-undang imigrasi AS.

Peningkatan terbesar dalam penangkapan dicatat di Florida, Texas utara dan Oklahoma, kata Pew.

Di daerah Dallas di Texas saja tercatat lebih dari 16.500 penangkapan.

Penangkapan juga melonjak lebih dari 50 persen antara tahun 2016 dan 2017 di daerah sekitar kota New Orleans, Atlanta, Boston dan Detroit.

Namun, penangkapan ICE di seluruh AS dua kali lebih tinggi dibaningkan tahun 2009, tahun pendahulunya Trump, mantan Presiden AS Barack Obama, mulai berkiprah.

Petugas ICE melakukan hampir 298.000 penangkapan pada tahun 2009, namun “jumlah ini umumnya menurun pada tahun-tahun berikutnya,” Pew melaporkan.

Pada bulan Januari 2017, Trump menandatangani sebuah tatanan eksekutif yang memperkuat “penegakan interior” undang-undang imigrasi AS, dan memberikan badan penegak hukum lokal dan negara bagian untuk bertindak sebagai petugas penegakan imigrasi.

Sebaliknya, penangkapan yang dilakukan oleh US Customs and Border Protection (CBP), yang memberlakukan undang-undang keimigrasian AS di perbatasan negara tersebut, menurun sebesar 25 persen antara tahun 2016 dan 2017, Pew melaporkan.

ICE membenarkan penangkapan “interior” sebagai bagian dari “komitmen lanjutan untuk mengidentifikasi, menangkap, dan menghapus warga asing yang melanggar hukum AS, terutama yang bertindak mengancam keamanan publik atau keamanan nasional.”

100.000 Warga AS Masuk Islam Pertahun, Muslim akan Menjadi Umat Terbesar di Amerika

Namun, menurut beberapa orang penangkapan di tahun 2017 menunjukkan sifat sewenang-wenang dan efek destruktif dari kebijakan penahanan imigrasi dan deportasi AS.

Pada akhir Januari, misalnya, petugas ICE menangkap seorang profesor Kansas yang telah tinggal di AS selama tiga dekade, media AS melaporkan.

Berasal dari Bangladesh, Syed Ahmed Jamal, ditangkap oleh agen ICE di halaman depan rumahnya saat hendak mengantar anak perempuannya ke sekolah. Jamal, ayah tiga anak yang semuanya memegang kewarganegaraan AS, sekarang menghadapi deportasi.

Bulan lalu ICE juga menahan dan mendeportasi Amer Othman Adi, seorang pria Palestina yang telah tinggal di Ohio selama hampir 40 tahun.

Adi “dipisahkan dari keempat putrinya, istrinya, dan negara yang dia sebuat rumah selama lebih dari 30 tahun,” Perwakilan Ohio, Tim Ryan, yang melawan deportasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu.

Trump juga berusaha menahan dana federal kota-kota suaka, meskipun upaya tersebut diblokir oleh pengadilan California pada bulan April tahun lalu.

Secara umum, sebuah kota suaka (perlindungan) mengizinkan semua warga untuk mengakses layanan kotamadya, terlepas dari status imigrasi mereka.

Pejabat kota suaka juga tidak akan bekerja sama dengan petugas penegak imigrasi federal ketika harus menahan dan mendeportasi penduduk yang tidak berdokumen.

Ratusan kota dan negara bagian AS telah menyatakan kebijakan perlindungan dalam beberapa tahun terakhir.

Kategori : Internasional

Tags : AS imigrasi

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

19 Apr 2026 22:06:24
FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED