Limbah Bau Tak Kunjung Hilang, Elemen Umat Islam Soloraya Akan Dampingi Warga Hadapi PT RUM

Limbah Bau Tak Kunjung Hilang, Elemen Umat Islam Soloraya Akan Dampingi Warga Hadapi PT RUM

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Elemen umat Islam Soloraya siap mengawal jalannya kesepakatan 1 bulan paska perjanjian kesepakatan antara warga Nguter, Sukoharjo yang terkena dampak limbah bau dengan PT Rayon Utama Makmur (RUM) pada Jum’at (19/1/2018) lalu di Gedung DPRD Sukoharjo.

“Karena kita melihat apa yang terjadi di Nguter ini adalah gambaran di semua daerah di Indonesia, kepentingan masyarakat kalah dengan kepentingan elit penguasa, dan saya apresiasi dengan kehadiran elemen-elemen di Sukoharjo terutama MPL,” kata ketua Komunitas Nahi Mungkar Surakarta (Konas) Ustaz Dadyo Hasto saat bersilaturahmi dengan warga Plesan, Nguter, Sukoharjo, Kamis (8/2/2018).

Ustaz Hasto berharap, umat Islam Soloraya dan warga berdampak limbah bau PT RUM dapat bersinergi dalam memangani kasus ini, ia menilai, bahwa selama ini masyarakat Nguter yang mayoritas berprofesi sebagai petani itu, selalu dibohongi oleh pihak-pihak pemangku kebijakan terkait masalah limbah bau mirip septic tank dari PT RUM tersebut.

“Kita berharap elemen Soloraya bisa dilibatkan dalam permasalahan ini, karena kita tidak ingin warga menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Erwin wakil ketua Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo berterima kasih atas dukungan dari umat Islam Soloraya itu, menurutnya, paska perjanjian kesepakatan satu bulan itu, limbah bau yang dirasakan warga lebih dari 4 bulan itu, belum juga berkurang dan bahkan semakin parah.

“Saya hari ini merasa plong, saya senang karena saudara-saudara ini mau mendukung kita, kedatangan teman teman disini bisa membantu, agar bisa mengeluarkan warga dari kesengsaraan disini,” paparnya.

“Kita punya harapan agar teman-teman bisa ikut bersama kami untuk memperjuangkan hak-hak kami,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elemen umat Islam Soloraya juga memberikan bantuan berupa masker, tabung oksigen dan obat-obatan untuk masyarakat.

Bagikan
Close X