Berita Terkini

Solo Quran Hour: ‘Level Surgamu Tergantung Bacaan Al-Quranmu’

SOLO (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Isy Karima, Karanganyar, Ustaz Syihabuddin mengajak umat Islam untuk kembali kepada Al-Quran, hal itu disampaikan dalam acara ‘Solo Quran Hour’ bertajuk ‘Merajut Ukhuwah Dalam Bingkai Al Quran’ di Masjid Agung, Surakarta, Ahad, (11/2/2018).

Menurutnya, setiap muslim harus menjadikan Al-Quran sebagai sumber pedoman hidup. Sebab, katanya, semua jawaban dari semua permasalahan di dunia dan akhirat telah disediakan Allah dalam Al-Quran.

“Semua solusinya di Al-Quran, masalah negara Al Quran, pertanian, kedokteran, rumah tangga, semua di Al Quran,
Al-Quran lah yang akan memberikan semua jawaban kepada kita, carilah solusi kepada Allah, larilah kepada Allah, insyaaAllah semua masalah selesai,” katanya dihadapan ribuan jamaah yang hadir.

“Hijrah kepada Al-Quran adalah sebuah keniscayaan, setiap manusia yang sudah mengucapkan syahadat, maka kita sudah baiat bahwa kita harus menyelesaikan Al-Quran 30 Juz,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ustaz Syihabuddin mengatakan, bahwa semua yang ahli Al-Quran nanti dihari akhirat maka akan punya wasilah.

“Bacalah Al-Quran, karena level surgamu tergantung bacaan Al-Quran terakhir yang kau baca,” ujarnya.

Untuk itu, Ustaz Syihabuddin meminta umat Islam untuk selalu mencintai dan mengamalkan Al-Quran, sebab, Allah akan mengangkat seorang pemimpin dari kaum yang mencintai Al-Quran.

“Dan pada hari ini adalah tonggak sejarah di Surakarta, dan akan muncul pemimpin-pemimpin untuk bangsa ini,” paparnya.

“Ini awal kebangkitan umat dan awal kemenangan kaum muslimin,” pungkasnya.

MIUMI Tegaskan Pentingnya Tema Kepemimpinan Umat Islam

BANDAR LAMPUNG (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menilai kepemimpinan merupakan tema penting umat Islam yang saat ini sangat perlu untuk diseriusi.

Ketua MIUMI DKI Jakarta KH. Fahmi Salim mengatakan, kondisi umat Islam yang sedang dalam keadaan memprihatinkan, lemah, dan terpecah belah baik di tingkat lokal maupun global pangkalnya adalah persoalan kepemimpinan.

Baca juga: Jubir Ansharusyariah: Umat Harus Memahami Konsep Kepemimpinan Islam

Ia menegaskan, tema kepemimpinan menjadi tema yang sentral dalam Islam. Sebagaimana saat nabi Muhammad wafat dimana kaum muslimin mendahulukan mengangkat dan membaiat khalifah sebelum nabi dikebumikan.

“Itulah pentingnya kepemimpinan dalam Islam,” ujarnya dalam Tabligh Akbar bertema ‘Pemimpin Kebangkitan Peradaban Islam’ di Masjid Ad-Dua, Bandar Lampung, Sabtu (10/02/2018) malam.

Fahmi Salim menjelaskan, bagaimana pelaksanaan syariat Islam sangat bergantung pada adanya kepemimpinan umat yang adil dan shalih.

“Kalau tidak, umat akan rusak dan lemah meskipun tunas Islam tetap hidup,” ungkapnya.

Dalam istilah fiqh, terangnya, kepemimpinan disebut dengan imamah, yang tujuannya adalah meneruskan dan menggantikan fungsi peran kenabian. Dimana wahyu dan sunnah sudah turun sempurna, sehingga perlu dilanjutkan dengan kepemimpinan.

“Fungsi kenabian dimaksud adalah dalam hal menjaga dan memelihara praktek penerapan syariat Islam di tengah umat,” pungkasnya.

Tabligh Akbar yang diikuti seribuan jama’ah tersebut turut dihadiri oleh Sekjen MIUMI Pusat KH. Bachtiar Nasir dan Ketua MIUMI Lampung Bukhori Abdul Shomad.

Reporter: Yahya G Nashrullah | Islamic News Agency

KH. Arifin Ilham: JITU Perbanyak Tahajud Agar Tulisan Semakin Tajam

SENTUL (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar rapat kerja (raker) di Majelis Azzikra, Sentul pada Ahad untuk merumuskan program organisasi.

Pemimpin Majelis Az-Zikra Ustadz KH. Arifin Ilham berpesan jika jurnalis muslim ingin karyanya berkualitas, maka harus membiasakan dirinya sholat tahajud dan membaca Al Quran.

“Wartawan itu solat tahajud. (Solat) subuhnya di masjid,” pesan KH. Arifin Ilham saat menjamu JITU di kediamannya.

Menurut KH. Arifin Ilham, ketika wartawan menghiasi dirinya dengan ibadah-ibadah mahdoh, maka tulisannya semakin tajam. Jika berdakwah, ucapannya pun juga didengar.

“Arifin melahirkan zikir itu dari tahajud, tulisan dari tahajud, dan surat terbuka dari tahajud,” KH. Arifin Ilham bercerita.

Dalam perbincangan usai sarapan pagi tersebut, KH. Arifin Ilham pun mengapresiasi karya-karya jurnalistik JITU dan meminta agar terus mengawal agenda keuamatan.

“Sekarang perang opini semakin kuat, kita harus terus bersatu,” KH. Arifin Ilham menekankan hubungan jurnalis muslim dengan ulama dan umat.

Untuk itu, KH Arifin Ilham mendorong JITU untuk terus melahirkan karya jurnalistik yang terbaik.

“Arifin masih inget ini, tulisan 411, 212 yang terkenal itu lahir dari JITU. Yang Habib (Riziq) dan Arifin menenangkan massa,” ujar KH. Arifin Ilham tersenyum.

KH. Arifin Ilham tak lupa berpesan jika kehidupan seorang muslim dihiasi amalan ibadah, rumah tangga akan bahagia.

“Makanya jangan minta sama isteri, tapi minta sama yang punya isteri,” ujar KH. Arifin Ilham sambil melepas tawa.

Hadir dalam obrolan pagi ini antara lain Pengurus Majelis Azzikra Faisal Salim dan Koordinator Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) Ferry Nur. Obrolan dilakukan dengan penuh kehangatan usai mengikuti kajian subuh di Masjid Azzikra.

Reporter: Syah | Islamic News Agency

Bupati Bima Keluarkan Surat Edaran Larangan Perayaan Hari Valentin

BIMA (Jurnalislam.com) – Bupati Bima Hj. Indah Damayanti mengeluarkan Surat Edaran tentang Larangan Perayaan Hari Valentin. Surat edaran yang dikeluarkan pada Senin (5/2/2018) ini yang ditujukan kepada sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan agar melarang siswa serta mahasiswanya merayakan hari Valentin.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk membebaskan pelajar, mahasiswa dan kalangan remaja pada umumnya dari kegiatan yang bertentangan dengan norma sosial dan budaya serta norma agama,” kata Hj. Indah .
Berikut isi Surat Edaran Bupati Bima tersebut:
1. Menghimbau Kepala Sekolah/Guru, Kepala Pendidikan Tinggi/ Dosen yang ada di wilayah saudara agar Melarang pelajar/ mahasiswa merayakan Valentine Day dalam bentuk kegiatan apapun jenisnya.
2 Menghimbau seluruh Khatib Jum’at tanggal 9 Pebruari 2018 untuk mempersiapkan tema Khutbah Jum’at tentang larangan perayaan Valentine Day.
3. Menyiapkan personil Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk melaksanakan pengawasan dan pengamanan pada malam perayaan Valentine Day.

Viral Video Seronok Pelajar, Kemenag Blitar Tekankan Pendidikan Berakhlakul Karimah

BLITAR (Jurnalislam.com) – Merespon tersebarnya video joged senonok empat pasangan pelajar Blitar, Kementrian Agama (Kemenag) mengintrusikan penguatan pendidikan karakter akhlakul karimah di semua jenjang pendidikan.

“Kami sudah berkoordinasi pasca maraknya pemberitaan tersebut. Hasilnya kami merekomendasikan untuk melakukan penguatan pendidikan karakter di semua jenjang pendidikan,” terang Jamil kepada wartawan, Sabtu (9/2/2018).

Rekomendasi tersebut, kata Jamil akan segera disosialisasikan dan diaplikasikan. Kejadian tersebut yang telah mencoreng dunia pendidikan di Blitar ini harus dijadikan muhasabah dan diambil hikmahnya.

“Kejadian beredarnya video porno tersebut harus menjadikan masyarakat sadar pentingnya pendidikan agama di era kecanggihan teknologi ini. Zaman ini berbeda dengan 10 tahun lalu. Semua pihak harus berusaha memfilter agar tidak terpengaruh dampak negatif kemajuan zaman” paparnya.

Jamil menegaskan, solusi untuk mencegah kejadian serupa terulang adalah dengan memberikan pembekalan dan pembinaan akhlaqul karimah.

“Agama adalah satu-satunya jalan untuk membentengi akhlak generasi muda. Pembelajaran agama harus benar-benar ditanamkan dan diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. Sehingga muncullah karakter pelajar berakhlaqul karimah,” tandas pria yang juga menjabat sekretaris MUI Blitar.

Jamil pun menghimbau agar semua pihak baik sekolah, tokoh agama, masyarakat dan keluarga secara bersama sama dan sungguh-sungguh harus memperhatikan pendidikan agama anak-anak kita.

“Agar tidak terulang, Semuanya harus introspeksi dengan kejadian ini . Mari bersama-mewujudkan generasi muda yang tidak hanya pandai ilmu umum tapi juga mempunyai akhlaqul karimah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, delapan pelajar sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Blitar merekam video joget seronok dengan berpasang-pasangan. Parahnya, empat siswi di video tersebut mengenakan busana muslim. Video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.

Polres Blitar telah memeriksa 10 pelajar tersebut dan memanggil orang tua mereka. Pihak polisi juga memanggil guru tempat siswa tersebut sekolah untuk memintai keterangan karena video joget seronok diambil di dalam kelas.

Kontributor : Ruri

KH Athian Ali Kukuhkan Pengurusan ANNAS Kepri

BATAM (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mengukuhkan kepengurusannya di Kepulauan Riau, Sabtu (10/2/2018). Ribuan umat Islam yang memadati Masjid Al Kaffah Legenda Malaka, Batam Kota, Kota Batam Kepri antusias menyimak paparan Ketum ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali M. Da’i.

Usai dikukuhkan, Ketua ANNAS Wilayah Kepri terpilih Erwin Abu Ghaza membacakan lima poin pernyataan sikap.

Pertama, ANNAS Wilayah Kepri siap berupaya amar ma’ruf nahi munkar khususnya dalam menghadapi penyebaran aliran-aliran sesat tak terkecuali Syiah yang ada di Wilayah Kepri.

Kedua, ANNAS Wilayah Kepri akan senantiasa berupaya mengingatkan masyarakat tentang bahayanya ajaran Syiah bagi akidah ummat dan stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, ANNAS Wilayah Kepri mengajak ummat Islam Kepri baik Ormas Islam, organisasi dakwah maupun warga untuk bekerjasama mengantisipasi perkembangan ajaran sesat Syiah yang mengancam keluarga dan generasi muda serta melecehkan kaum perempuan dengan modus kawin kontrak.

Keempat, ANNAS Wilayah Kepri mendesak Pemerintah Kepri agar peduli dan melindungi ummat Islam dari perusakkan nilai-nilai kedamaian oleh gerakan keagamaan dan politik Syiah dengan mengawasi, membatasi, dan melarang pengembangan ajaran Syiah di Kepri.

Kelima, ANNAS Wilayah Kepri akan senantiasa bersama-sama dengan aparat penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan dalam mengawasi perkembangan Syiah di Wilayah Kepri yang secara ideologis dan politis tak lepas dari kendali negara Syiah Iran serta habitatnya sebagai penyebar kebencian dengan menghina shahabat dan istri Rasulullah SAW.

 

Siaran Pers

MIUMI Gelar Temu Ulama dan Tokoh Islam Lampung

LAMPUNG (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar pertemuan dengan para ulama dan tokoh Islam Lampung bertema “Mengikis Perbedaan Merajut Ukhuwah” di Hotel Nusantara Syariah, Jl. Soekarno Hatta No. 50, By Pass Bandar Lampung, Sabtu (10/2/2018).

Sekjen MIUMI Pusat, Bachtiar Nasir mengatakan, pertemuan tersebut dalam rangka silaturahim sekaligus mendorong persatuan dan perjuangan umat Islam baik aspek politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya.

“Saya mengimbau semua kembali kepada shafnya, berpositif thinking kepada saudara sesama muslim, kita berbicara kedepan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MIUMI Lampung Bukhori Abdul Shomad mengungkapkan, selama ini sinergi umat Islam di Lampung berjalan dengan baik dan tidak ada gesekan yang berarti.

“Kita berupaya maksimal untuk menyatukan umat. Tidak melulu memperdebatkan persoalan khilafiyah maupun furuiyah,” imbuhnya.

Ketua MIUMI DKI Jakarta Fahmi Salim, yang turut hadir pada kesempatan itu menjelaskan, bahwa organisasi yang dideklarasikan pada 28 Februari 2012 itu memiliki cita-cita kebangsaan dan berpegang pada Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Menjadi perekat tokoh dan ulama muda dari lintas ormas.

“Kehadiran MIUMI ingin menghidupkan tradisi ulama terdahulu, walaupun berbeda-beda pemikiran tapi bisa menyatukan umat,” paparnya.

Ia menyampaikan, MIUMI juga berupaya membangun dakwah Islam berbasis riset, tidak sekedar ceramah di mimbar tetapi komprehensif menyangkut kajian ilmiah.

“Karenanya kami menghimpun aktivis dan intelektual dai. Ciri khas MIUMI adalah ulama yang menggerakkan, tidak hanya mengajar,” pungkasnya.

Pertemuan itu sendiri dihadiri ratusan tokoh, ulama kampung, aktivis, dan para intelektual dari berbagai ormas yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu Lampung.

Reporter: Yahya G. Nasrullah | Islamic News Agency

Marak Pelecehan Muslimah di Solo, GBN Nilai Ada Keterkaitan Dengan Penganiayaan Ulama di Jabar

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Maraknya pelecehan terhadap muslimah yang dilakukan orang tak dikenal di kota Soloraya belakangan ini, dinilai Ketua Gerakan Bela Negara (GBN) Solo Ustaz Tengku Adzar ada kaitannya dengan penganiayaan terhadap ulama di Jawa Barat yang dilakukan oleh orang yang diduga gila.

“Ini juga sama, ini satu bagian yang saya yakini tidak terpisah, ada pola-pola mengabisi ustaz, melecehkan muslimah bahkan mungkin nanti ada pola-pola untuk membakar pondok Pesantren dan sebagainya,” katanya di Grogol, Sukoharjo, Kamis, (8/2/2018).

Ia juga meyakini, bahwa saat ini, umat Islam di Indonesia sedang dijadikan target oleh musuh-musuh Islam yang takut akan kebangkitan umat Islam, terutama terhadal kepemimpinan terhadap ulama.

“Sasarannya memang kaum muslimin, oleh sebab itu, bahwa ketika aliran-aliran sesat, sekte-sekte kufur ini berkembang di Indonesia, mereka tahu betul bahwa yang menjadi penghalang adalah umat Islam maka akan menghabisi kaum muslimin dan ini harus di waspadai,” ujarnya.

Lebih lanjut ustaz Tengku berpesan kepada muslimah agar tidak keluar rumah kecuali mendesak dan dikawal oleh suami atau mahramnya, selain itu, katanya mahasiswi harus lebih waspada karena jauh dari orang tua dan mahramnya.

“Karena saya yakin ini juga akan menjadi target mereka, mereka tau karena memang jauh dari mahrom dan orang tua dan ini juga harus menjadi perhatian kita,” paparnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh umat Islam agar memperhatikan dan ikut mencari pelaku pecehan yang sudah sangat meresahkan muslimah di kota Solo itu.

“Kepada seluruh kaum muslimin, laskarnya, kemudian ormas-ormas Islam untuk, setiap ada kasus seperti ini kita cari segera dan kita buktikan, ini sangat bahaya sekali,” tandasnya.

Marak Orang Gila Aniaya Ulama Dinilai Sebagai Upaya Adu Domba

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Maraknya penganiayaan yang dilakukan oleh orang yang diduga gila terhadap para ulama di Jawa Barat, dinilai ketua Gerakan Bela Negara (GBN) Solo adalah sebuah upaya adu domba terhadap umat Islam.

“Apa yang terjadi terjadi khususnya Jawa Barat yang menimpa terhadap beberapa ulama ini, bukan terjadi tanpa sengaja atau kita bilang by desain yang memang diarahkan untuk menimbulkan ketegangan di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia, yang kemungkinan ingin memancing keributan di negara ini,” katanya di Masjid An-Nuur, Madegondo, Sukoharjo, Kamis, (8/2/2018).

“Kemungkinan ini ada pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam,” imbuhnya. Ustaz Tengku juga mengatakan, bahwa ulama adalah panutan bagi umat Islam, jika mereka dihabisi, katanya, maka akan dengan mudah musuh-musuh Islam mengalahkan mayoritas muslim yang ada di Indonesia ini.

“Karena ini bisa jadi bagian dari cara-cara mereka menghabisi ulama, karena kekuatan itu ada ditangan ulama, kalau ulama sudah habis, kekuatan umat dimana lagi, maka ini yang harus diperhatikan,” paparnya.

Untuk itu, ia mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini, jika tidak, ujarnya, maka rakyat akan berfikiran bahwa ini semua adalah sebuah isu yang sengaja diciptakan oleh pihak penguasa di negeri ini.

“Saya berharap kepada pemerintah terutama pihak kepolisian untuk mengungkap fakta ini, karena ada kesaksian terhadap pelaku yang dianggap atau dikatakan gila, mereka tidak gila,” paparnya.

“Kalau ini tidak bisa dibuktikan jangan sampai ini membuat kecurigaan umat Islam terhadap penguasa yang membuat ini semua,” tandasnya.

Bagaimana Hukum Membangun Masjid di Lahan Sengketa?

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Ketua Gerakan Bela Negara (GBN) Solo Ustaz Tengku Adzar menegaskan, bahwa haram shalat di dalam masjid yang dibangun diatas tanah sengketa, hal itu, ia katakan paska rencana Pemkot Surakarta yang akan membangun Masjid Raya di Taman Sriwedari, meski status tanah tersebut masih menjadi milik ahli waris Wiryodiningrat setelah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) tahun 2016 lalu.

“Haram hukumnya dan shalat didalamnya tidak sah, lalu untuk apa ini dibangun dengan harga yang sekian miliar kalau kemudian hanya sia-sia, bukankan ini mubazir?,” katanya kepada Jurnalislam.com usai beri materi di Masjid An-Nuur, Madegondo, Grogol, Kamis,(8/2/2018).

“Selama Masjid itu, tanah itu tanah sengketa, maka para ulama sepakat tidak boleh membangun masjid di tanah sengketa dan kaum muslimin harus tau. Kalaupun nanti Masjid itu dibangun ditanah sengketa, kita harus tau bahwa kita tidak boleh shalat didalam masjid yang didalamnya tanah sengketa, umat harus harus tau,”tambahya.

Lebih lanjut, ustaz Tengku menjelaskan, bahwa umat Islam harus paham hukum syariat Islam tentang pendirian Masjid di tanah sengketa, ia juga membantah bahwa, penolakan sejumlah ormas Islam terhadap pembangunan Masjid itu, karena kebencian umat Islam terhadap wali kota,

“Bukan karena kebencian kita terhadap wali kota Solo, tidak, ini kita bicara karena hukum syariat, hukum Syar’i , dan kita tidak bicara karena yang bangun wali kotanya, tidak, ini kita bicara syariat, kita tidak boleh membangun masjid di tanah sengketa,” paparnya.

Untuk itu, ustaz Tengku memberi saran kepada Pemkot Surakarta untuk membangun Masjid di tempat lain yang status kepemilikan tanahnya tidak dalam kondisi sengketa dengan pihak lain. “Jadi saran saya, cari tanah yang memang betul-betul tidak sengketa dan bangun masjid disana,” pungkasnya