Limbah Bau PT RUM Tak Kunjung Hilang, Warga Desak Presiden Jokowi Turun Tangan

9 Februari 2018
Limbah Bau PT RUM Tak Kunjung Hilang, Warga Desak Presiden Jokowi Turun Tangan

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Upaya-upaya yang dilakukan warga Nguter, Sukoharjo yang terkena dampak limbah bau mirip septic tank dari PT Rayon Utama Makmur (RUM) untuk kembali menghirup udara segar ternyata berbuah nihil.

Meski ribuan warga telah melakukan aksi unjuk rasa tiga kali dan melakukan audensi dengan para anggota dewan di DPRD Sukoharjo. Namun, Ribuan warga Nguter dan sekitarnya itu tetap saja harus merasakan bau tak sedap yang membuat muntah, mual, pusing, sesak nafas bahkan hingga pingsan.

Eko Supriyadi, Salah satu warga yang ikut terkena limbah bau yang kadang mirip bau telur busuk itu mengaku miris dan sedih. Ia merasa bahwa warga sudah dizalimi oleh segelintir elit penguasa pemangku kebijakan di negeri ini terkait permasalahan yang dialami ribuan warga dari 3 kabupaten tersebut.

Kini, Eko dan ribuan warga yang terkena dampak limbah bau PT RUM itu berharap pada presiden Jokowi untuk mau mendengar aspirasi dari rakyat kecil seperti dirinya.

“Kami sebagai warga yang terdampak terutama kepada bapak presiden Jokowi, mohon dengan sangat kami tidak ada jalan lain hanya bapak yang bisa memberikan instruksi kepada perusahaan,” katanya saat ditemui Jurnalislam.com di rumah salah satu warga di desa Plesan, Nguter, Sukoharjo, Jum’at (8/2/2018) malam.

“Terutama kepada pimpinan daerah kami di kabupaten Sukoharjo, karena saya tau persis, bapak Jokowi saya yakin Insya Allah mendengar,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, bahwa warga hanya ingin bau yang sudah meracuninya selama lebih dari 4 bulan itu hilang dan warga kembali menghirup udara segar seperti sediakala.

“Kami mohon ini diselesaikan dengan baik, keinginan warga cuma satu, monggo perusahaan itu berdiri, tapi tidak mengganggu lingkungan, itu permohonan kami,” pungkasnya.