SIGI (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) menggelar aksi sosial di desa Beka, Marawola, Sigi pada Sabtu (13/10/2018). Dalam aksi kali ini, relawan Me-Dan melakukan aksi pengobatan gratis.
Koordinator aksi Jacki Ardhiyansyah menjelaskan, pengobatan gratis tersebut merupakan salah satu program yang di jalankan di lokasi bencana. Selain itu, Me-DAN juga membuka layanan kesehatan 24 jam gratis.
“Kita membawa satu orang tenaga medis, di desa tersebut banyak yang mengeluhkan banyak yang sakit, dan ini program yang sudah rutin dilakukan Me-Dan di tempat-tempat bencana,” katanya kepada Jurnalislam.com, Sabtu (13/10/2018).
Pemberian layanan gratis oleh Forum Me-Dan untuk korban Palu
“Dan kita sejak tanggal 4 oktober juga sudah buka klinik 24 jam di posko Me-DAN yang ada di Jalan Dewi Sartika, Palu,” imbuhnya.
Sementara itu, tim kesehatan Forum Me-DAN Syafrin mengatakan, dalam aksi kali ini, rata-rata pengungsi menderita flu, batuk, alergi dan memar karena tertimpa bangunan yang roboh.
“Tadi kita mendapatkan 54 pasien, dengan rata-rata menderita sakit hipertensi, alergi, flu, dan batuk. Karena makanan disana juga kurang baik, selain itu juga banyak yang memar karena tertimpa bangunan roboh dan mereka banyak pikiran karena trauma, dan disini juga sudah mulai sering hujan,” paparnya.
“Tapi tsunami itu dia belah ini masjid, dia lompat begini,” kata Alif dengan dua tangannya mencoba menirukan bentuk air yang melompat di atas kubah masjid.
JURNALISLAM.COM – Pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya, kisah-kisah tentang karomah bermunculan. Gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) itu telah meluluhlantakkan beberapa wilayah di Kota Palu, Donggala, dan Sigi.
Satu peristiwa unik terjadi ketika tsunami menerjang Keluharan Pantoloan, Kecamatan Tawaile, Kota Palu. Sebuah masjid tua berukuran 18 x 20 m2 masih tampak masih utuh kendati telah diterjang gempa bumi dan tsunami.
Warga sekitar menyebutnya Masjid Jamie, namun karena terletak di Kelurahan Pantoloan, masjid yang didirikan pada tahun 1936 oleh seorang ulama dari Banjar itu kemudian dikenal dengan nama Masjid Jamie Pantoloan.
Masjid Jamie Pantoloan terletak tidak jauh dari Gate I Pelabuhan Pantoloan. Dari ujung utara dermaga pelabuhan, masjid berwarna hijau terang dengan kubah segitiga berlafadz Allah itu sudah dapat dilihat.
Masjid ini masih utuh, seolah tak tersentuh gempa dan gelombang tsunami yang menurut penuturan salah seorang saksi mata, gelombang berwarna hitam itu setinggi pohon kelapa.
Masjid Jamie Pantoloan dari udara. Foto: Rizal/ACT
Saksi mata itu bernama Muhammad Alif Firmansyah. Pemuda 18 tahun itu adalah salah satu jamaah Masjid Jamie Patoloan yang terbilang aktif. Setiap hari, mahasiswa semester tiga jurusan sosiologi Universitas Tadulako (Untad) Palu itu mendirikan shalat lima waktu di Masjid Jamie Pantoloan ini.
“Alhamdulillah lima waktu saya di sini,” kata Alif.
Petang itu, azan magrib sedang berkumandang, Alif yang sedang berwudhu tiba-tiba dikejutkan dengan gempa besar yang tak biasa. Menurut Alif, gempa memang sudah sering terjadi, tapi tidak sebesar gempa Jumat petang itu.
Tak sampai ia selesaikan wudhu, tubuhnya tak kuasa lagi menahan goncangan. Alif pun terjatuh berkali-kali. Demikian juga dengan jamaah yang sudah bersiap di dalam masjid. Gempa itu terjadi ketika seruan azan sampai di “Hayya ‘ala sholah”.
Muhammad Alif Firmansyah. Foto: Ally/Jurniscom
“Pas Hayya ala sholah itu, datang itu gempa, memang kita taluncur semua, ada yang tasalto, ada yang terbanting keluar sampai pagar, sampai berjalan merangkak seperti bayi, tapi dia orang azan itu dia lanjut sampai habis,” ungkap Alif dengan logat khas To Kaili (orang suku kaili).
Gempa berhenti bersamaan dengan lantunan kalimat terakhir azan “Laa ilaaha illallah”. Tak lama kemudian suara gemuruh yang amat keras semakin mendekat dari arah barat.
Rupanya tsunami setinggi pohon kelapa datang menerjang Kelurahan Pantoloan. Di situlah sepintas Alif melihat air terpecah di atas kubah Masjid Jamie Pantoloan.
“Tapi tsunami itu dia belah ini masjid, dia lompat begini,” kata Alif dengan dua tangannya mencoba menirukan bentuk air yang melompat di atas kubah masjid.
“Dia (tsunami) belah begini,” sambung Alif, sembari memisahkan dua tangannya ke samping kanan dan kiri.
“Lalu dia pecah itu air di atas kubah,” tuturnya.
Alif yang panik, lalu menyalakan motor dan tancap gas menuju rumah untuk menyelamatkan orang tuanya. Entah bagaimana cara Alif bersama rekannya bisa menyelamatkan diri dari tsunami yang sudah sedekat itu.
“Kuasa Allah itu sudah,” kata Alif singkat.
Setibanya di tempat yang aman, Alif mengira semua jamaah masjid saat itu berlari menyelamatkan diri. Namun ternyata, sang Imam masih berada di dalam masjid. Imam masjid itu tak lain adalah guru Allif sendiri bernama Ustadz Upik.
“Ustadz Upik itulah yang diam disini (masjid-red) dan menyaksikan tsunami hingga selesai,” ujar Alif.
Sayang, Ustadz Upik sedang tidak berada di tempat ketika kami mendatangi masjid itu. Ia tengah berada di pengungsian di daerah Palu Utara.
Alif dan keluarga berhasil lolos dari terjangan tsunami yang telah meluluhlantakkan kampung halamannya. Saat ini ia tinggal di rumah saudaranya.
Bahtiar (49) jamaah masjid Jamie Pantoloan yang berhasil selama dari tsunami. Foto: Ally/Jurniscom
Namun, naas bagi jamaah masjid Jamie Pantoloan lainnya bernama Bahtiar (49). Ia harus mengikhlaskan sang ibu yang terlepas dari gendongannya ketika terseret arus tsunami sejauh 200 meter.
Ketika gempa terjadi, Bahtiar bersama Alif dan jamaah shalat magrib lainnya sedang berada di masjid. Ia kemudian berlari ke rumah untuk menyelamatkan ibunya. Jarak masjid ke rumah Bahtiar hanya sekitar 50 meter.
“Ketika Hayya ala sholah langsung goncang keras, saya langsung lari keluar masjid ambil mama saya langsung saya kasih naik angkat ke punggung,” tutur Bahtiar.
Saat berlari menggendong ibunya, tiba-tiba air mendorong Bahtiar dari belakang. Bahtiar terseret sejauh 200 meter dan kehilangan ibunya.
Saat terseret arus, Bahtiar sadar pegangan sang ibu terlepas dari pundaknya. Namun dzikir dan doa tak terlepas dari hatinya.
“Ketika di dalam air, saya seperti diblender sudah, saya berdzikir,” kata Bahtiar.
Bahtiar selamat karena ia terjepit kayu ketika gelombang tsunami kembali ke laut. Kakinya terluka setelah berusaha melepaskan diri dari jepitan kayu. Tsunami reda, kakinya terlepas.
“Saya langsung shalat di tempat kaki saya terjepit itu, dan saya sudah tidak tahu lagi ibu saya dimana,” ucap Bahtiar.
Bahtiar kemudian dirawat di Rumah Sakit. Ibunya ditemukan 3 hari pasca gempa di bawah reruntuhan yang tidak jauh dari Masjid Jamie Patoloan.
“Adik saya yang temukan mama, karena saya kan dirawat selama empat hari,” kata Bahtiar sembari menunjukkan luka-luka di tubuhnya.
Seluruh jamaah masjid Jamie Patoloan yang hendak menunaikan shalat magrib saat itu berhasil selamat. Namun peristiwa itu takkan pernah lepas dari ingatan mereka.
Saat kami menemui mereka sore itu, Sabtu (13/10/2018), sebagian besar mereka bersama warga lainnya sedang bergotong royong membangun benteng masjid.
Keajaiban utuhnya Masjid Jamie Pantoloan sempat viral di media sosial. Karenanya, orang-orang terus berdatangan untuk melihat langsung kondisi masjid itu. Tak sedikit dari mereka yang memberikan donasi untuk biaya perawatan masjid.
“Itu karpet di dalam baru semua, banyak orang kasih sumbangan karena tahu masjid ini utuh setelah tsunami,” kata Ketua DKM Masjid Jami Pantoloan, Hasanuddin.
Hasanudin berharap, dengan apa yang terjadi pada Masjid Jamie Pantoloan ini, warga Pantoloan semakin meningkatkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’la.
Masjid Jamie Pantoloan tetap utuh. Foto: Ally/Jurniscom
“Ini (musibah) peringatan, barangkali di sini masih banyak yang maksiat, jadi semoga warga Pantoloan semakin rajin ibadahnya,” tutur Guru Madrasah Tsanawiyah ini.
Kelurahan Pantoloan menjadi salah satu daerah terdampak gempa-tsunami dengan jumlah korban terbanyak. Tercatat 98 orang yang ditemukan tewas dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. Sementara, masa evakuasi dinyatakan berakhir sejak 11 Oktober lalu. Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.
Apa yang terjadi pada Masjid Jamie Pantoloan, kepada Alif dan Bahtiar itu hanyalah sebagian kecil dari karomah yang Allah berikan kepada makhluk yang dicintaiNya. Masih ada banyak kisah karomah lain yang terjadi di bumi Kaili ini pasca gempa-tsunami yang tak terekspos.
Gempa boleh saja meluluhlantakkan rumah kami, tsunami boleh jadi menyapu tanah kami, tapi bukan To Kaili jika tak patuh pada petuah Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, “Kepada Allah aku ajak semua muslim dan ini adalah kitabNya”
BOGOR (Jurnalislam.com) – Sebagai wujud kepedualian terhadap sesama, murid-murid TK Islam Al Kahfi dan RQ (Rumah Qur’any) Gunung Sindur, Bogor melakukan penggalangan dana pada Jumat (12/10/2018). Aksi ini merupakan yang kedua dari mereka.
“Alhamdulillah kami dari TK Islam Al Kahfi dan RQ (Rumah Qur’any) Al Kahfi Gunung Sindur bekerjasama dengan Forum Me-Dan wilayah DKI Jakarta mengadakan aksi menggalang dana dalam bentuk amplop berbagi peduli gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Setelah sebelumya kami juga telah mengalang dana untuk korban gempa Lombok,” kata kepala sekolah TK Islam Al Kahfi, Nurlaila disela-sela kegiatan.
Aksi penggalangan dana tersebut mengunakan cara unik, para guru memberikan satu amplop kepada masing masing murid pada Kamis, (11/10/2018) yang kemudian dibawa pulang untuk dikumpulkan keesokan harinya.
Ia mengatakan, kegiatan penggalangan dana itu sebagai bentuk pembelajaran bagi murid TK Al Kahfi untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami saudaranya di Palu.
Keceriaan siswa TK Islam Al Kahfi sesaat menggalang dana untuk korban Gempa-Tsunami Palu
“Ini juga dapat menjadikan media pembelajaran kepada anak didik kami untuk senantiasa peduli kepada saudara-saudaranya yang terkena musibah,” ungkap Nurlaila.
Meski sedikit, ia berharap apa yang dilakukan oleh murid TK tersebut dapat bermanfaat dan bisa meringankan beban korban bencana gempa dan tsunami Palu.
“Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah,” tandasnya.
Setidaknya, sejumlah uang senilai 2.500.000 dapat dikumpulkan. Kemudian diserahkan kepada perwakilan Forum Me-DAN Wilayah DKI Jakarta untuk diberikan langsung kepada tim relawan Me-Dan yang sudah berada di Palu sejak beberapa waktu lalu.
SIGI (Jurnalislam.com) – Pelayan Masyarakat (Yanmas) Jamaah Ansharusy Syariah kembali melakukan aksi sosial di wilayah terdampak bencana gempa dan tsunami Palu. Kali ini, relawan Yanmas membagikan 250 paket sembako di 3 desa Beka, Marawola, kabupaten Sigi, Sabtu (13/10/2018).
Korlap aksi Juanda mengatakan, sebelumnya salah satu warga dari desa Beka mendatangi posko Yanmas di Palu beberapa hari yang lalu. Warga Beka mengeluhkan tentang minimnya jumlah bantuan yang diberikan pemerintah kepada mereka.
“Kemarin posko kita didatangi warga desa Beka menyatakan bahwa disana minim bantuan sampai hari Jumat kemarin cuma dapat 2 liter beras, tapi kalau bantuan yang lain sudah ada semisal mie instan, pampers dan lain sebagainya. Akhirnya tim kami kemarin kesana dengan warga yang melapor ke posko kita,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Sabtu, (13/10/2018).
Juanda menjelaskan, desa Beka merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak gempa yang cukup parah. Selain merusak bangunan, jalan di desa tersebut juga banyak yang retak dengan kedalaman yang bervariasi.
“Disana juga banyak yang manula dan tidak punya kendaraan, akhirnya kita yang mendatangi lokasi tersebut untuk langsung menyalurkan bantuan langsung kepada korban terdampak bencana gempa tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap apa yang dilakukan Yanmas dapat meringankan penderitaan yang dialami para korban. Kedepan, kata dia, Yanmas masih akan terus melakukan aksi sosial serupa di sejumlah tempat yang terkena dampak gempa dan tsunami Palu.
PALU (Jurnalislam.com) – Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tiba di Pelabuhan Pantoloan Kota Palu, Sabtu (13/10/2018).
Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini membawa 1000 ton bantuan yang terdiri dari 500 ton beras dan 500 ton kebutuhan pokok.
“Bantuan terdiri dari 500 ton beras yang kita datangkan khusus dari lumbung pangan kita di Blora dan ditambah 500 ton bantuan dari masyarakat yang bervariasi melalui cabang kami di ACT Surabaya,” kata Senior Vice Presiden ACT, Syuhelmaidi Sukur kepada awak media di Pelabuhan Pantoloan.
Syuhelmaidi menjelaskan, bantuan dari masyarakat tersebut adalah bantuan yang secara langsung diberikan oleh masyarakat melalui ACT cabang Surabaya.
Senior Vice Presiden ACT, Syuhelmaidi Sukur. Foto: Ally/Jurniscom
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada pengungsi korban gempa dan tsunami melalui 8 posko ACT yang ada di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi.
“Karena kita melihat 4 kabupaten inilah yang terdampak cukup parah oleh gempa dan tsunami,” ujarnya.
Delapan posko kemanusiaan ACT untuk bencana Sulteng tersebut diantaranya 1 di Donggala kota dan 3 di pantai barat. Kemudian 2 di Kota Palu, 1 di Sigi, dan 1 lagi di Parigimoutong.
Ini adalah Kapal Kemanusiaan pertama ACT yang ada tiba di Palu setelah melalui perjalanan selama 5 hari dari Surabaya. Kapal kedua akan segera didatangkan dari Jakarta.
“Insya Alloh akan ada lagi kapal kemanusiaan kedua yang berangkat dari Jakarta,” pungkasnya.
BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Banyaknya bencana yang hadir di Indonesia dimaknai oleh berbagai pihak. Seperti ulama dan tokoh Islam yang tergabung dalam majelis silaturohim ulama dan umat Banyuwangi (MSUUB) ini. MSUUB melakukan pertemuan untuk mengkaji permasalahan dan mencari solusi terbaik.
“Dengan mengharap rida Alloh Ta’ala, maka MSUUB segera akan memberikan nasehat dan imbauan kepada Bupati Banyuwangi untuk segera mengkaji dan menghentikan kegiatan budaya yang mengandung unsur Fahsya’, Kemungkaran dan Tasyrik yang dikemas dengan berbagai macam festival,” terang koordinator MSUUB, Agus Iskandar saat ditemui dalam pertemuan yang di adakan di Masjid Al Hilal, Banyuwangi, Jumat (12/10/2018).
Agus mengatakan, sudah menjadi tugas sebagai saudara sesama muslim dan juga warga negara yang baik untuk mengingatkan agar terhindar dari bencana, dan selamat.
“Kejadian bencana di Palu, Lombok harus menjadi cermin bagi kita warga Banyuwangi untuk saling memperbaiki diri,” ungkapnya.
“Agar selamat dari murka Allah,” tambahnya.
Ia menjelaskan, prioritas imbauan yang akan diberikan kepada pemerintah dan masyarakat adalah pembatalan acara Festival Gandrung Sewu yang akan diadakan pada 20 Oktober 2018.
“Kita hanya mengingatkan. Soal mau diterima atau tidak, ya terserah. Menurut kami, Bupati sebagai pemegang kebijakan, kan bisa mencari acara lain yang lebih bijaksana untuk memajukan Banyuwangi,” tegasnya.
WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Dua anggota kongres sedang berusaha untuk menggalang dukungan dari para anggota parlemen pada hari Jumat (12/10/2018) guna menyerukan administrasi Donald Trump untuk melepaskan informasi intelijen yang dapat menunjukkan bahwa mereka sebelumnya telah mengetahui tentang sebuah rencana penculikan atau pembunuhan seorang wartawan sebelum dia hilang, lansir Anadolu Agency.
Perwakilan Ro Khanna dari California dan Mark Pocan dari Wisconsin mengedarkan sebuah surat kepada anggota kongres yang menyerukan kepada Direktur Intelijen Nasional Dan Coats “untuk merilis informasi mengenai pengetahuan awal komunitas intelijen AS tentang rencana Arab Saudi untuk menangkap jurnalis dan warga Amerika Jamal Khashoggi.”
Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Dia belum terlihat lagi sejak memasuki gedung diplomatik itu di tengah ketakutan bahwa dia telah dibunuh oleh Riyadh.
Khanna dan Pocan berencana mengirim surat itu ke Coats pekan depan.
The Washington Post, media dimana Khashoggi menulis sebagai kolumnis, awal pekan ini melaporkan bahwa AS menyadap komunikasi para pejabat Saudi yang diduga menunjukkan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman memerintahkan operasi untuk menahan Khashoggi.
Surat yang diajukan anggota kongres dari Partai Demokrat untuk meminta persetujuan rekan-rekan mereka tersebut mengutip arahan intelijen yang “bertugas memperingatkan orang-orang AS dan non-AS atas ancaman cedera tubuh yang serius, penculikan, dan pembunuhan yang disengaja.”
“Mengingat kantor Anda mengawasi intelijen AS yang memiliki tugas untuk memberi peringatan, kami menuntut jawaban, apakah Tuan Khashoggi sebenarnya telah dihubungi tentang adanya ancaman yang kredibel atas kehidupan (nyawa) dan kebebasannya dengan adanya rencana Saudi untuk menangkapnya,” anggota kongres berencana menulis surat tersebut kepada Coats.
“Mempertimbangkan konsekuensi besar dari potensi kejahatan ini, prakiraan awal rencana Saudi untuk menahan Khashoggi, dan apakah komunitas intelijen AS melakukan tugasnya untuk memperingatkan, kami bermaksud untuk menggunakan secara penuh kekuatan pengawasan Kongres dan kekuatan investigasi untuk mendapatkan jawaban,” mereka menambahkan.
Departemen Luar Negeri awal pekan ini membantah bahwa AS memiliki “pengetahuan awal” atas sebuah plot untuk menculik Khashoggi, tetapi ketika ditanya apakah mereka memiliki kewajiban untuk memperingatkan Khashoggi jika itu terjadi, juru bicara Robert Palladino menolak menjawab “pertanyaan hipotetis.”
Pada hari yang sama dengan kedatangan Khashoggi di konsulat, 15 warga Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat Khashoggi juga berada di dalam gedung, kata sumber-sumber polisi. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan yang jelas tentang nasib Khashoggi, sementara beberapa negara – terutama Turki, AS dan Inggris – telah menyatakan keinginan mereka bahwa masalah ini harus dijelaskan secepat mungkin.
YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara Yaman yang didukung oleh koalisi Arab, terus maju di beberapa distrik di gubernuran Saada, mengambil alih pos-pos baru yang berada di bawah kendali milisi Houthi pro-Iran, khususnya di distrik Zaher, Baqim dan Kataf.
Sumber-sumber militer mengkonfirmasikan kepada saluran berita Al Arabiya, Jumat (12/10/2018) bahwa tentara Yaman melancarkan serangan pada pos yang dikuasai oleh Syiah Houthi di direktorat Zaher, menewaskan lebih dari sembilan anggota milisi, sementara yang lain berhasil melarikan diri.
Di distrik Baqim, tentara Yaman melancarkan serangan terkoordinasi, memungkinkan pasukannya untuk maju ke pusat distrik, menyusul dukungan dari pesawat koalisi yang menghancurkan bala bantuan Houthi di daerah tersebut.
Tentara Nasional Yaman melanjutkan operasi menyisir di distrik Kataf mencari ranjau yang ditanam oleh Houthi. Dalam dua hari terakhir tentara membongkar lebih dari 300 ranjau.
ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat (12/10/2018) mengatakan bahwa Turki tetap berada di Idlib untuk menyelamatkan jutaan orang dari penderitaan melalui stabilitas yang dipelihara di Idlib dan akan terus melakukannya.
“Turki menyelamatkan puluhan ribu orang dari kematian, jutaan dari kesengsaraan, melalui stabilitas yang dijaga di Idlib,” kata Erdogan saat makan malam International Summit of High Courts ke-4, lansir Anadolu Agency.
Dia menambahkan bahwa dengan menampung lebih dari 4 juta pengungsi dari Suriah, Irak, Afghanistan dan negara-negara Afrika, Turki “membawa beban dan menyelamatkan kehormatan masyarakat internasional”.
“Kami melakukan ini tanpa bantuan penting dari komunitas dan organisasi internasional. Sampai sekarang kami telah menghabiskan $ 33 miliar hanya untuk pengungsi dari Suriah,” katanya.
Presiden mengatakan bahwa di Suriah, Turki memperbaiki sistem keamanan dan peradilan, yang akan membuka jalan bagi perdamaian.
Menyatakan bahwa pemahaman Turki tentang keadilan berasal dari sejarah dan peradabannya, ia mengatakan Ankara terus berjuang demi kepentingan saudara-saudaranya dan seluruh umat manusia.
Setelah pertemuan di Sochi bulan lalu antara Erdogan dan timpalannya dari Rusia, Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi Idlib.
Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” dari zona eskalasi de-Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi dan faksi-faksi jihad di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.
Suriah baru saja mulai bangkit dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai para demonstran dengan keganasan militer yang tidak terduga.
GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tujuh demonstran Palestina menjadi martir pada hari Jumat (12/10/2018) akibat tembakan tentara penjajah Israel pada aksi Great Return March di dekat zona penyangga Gaza-Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh kementerian, tujuh orang Palestina tewas oleh peluru tajam Israel, lansir Anadolu Agency.
Menurut juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra, dalam unjuk rasa hari ini Mohammad Isam Abbas, 21, Ahmed Ibrahim al-Tawil, 27, Mohamed Abdel Hafiz Ismael, 29, Ahmed Ahmed Abu Naim, 17, Abdullah Berham ad-Da’ame, 25 , Tamir Eyyad Abu Arman, 22, dan Afifi Mohammad Ata Afifi, 18, dikonfirmasi meninggal dunia.
Menurut al-Qidra, 154 orang Palestina lainnya terluka oleh amunisi yang ditembakkan oleh pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang sisi lain dari zona penyangga.