Berita Terkini

Raih Penghargaan, Owner Elzata : Kuncinya Bersinergi dan Kolaborasi

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Elidawati Ali Oemar, founder dari Elzatta merupakan salah satu penerima penghargaan Anugerah Syariah Republika 2018. Penghargaan ini diberikan atas prestasinya dalam mengembangkan bisnis busana muslimah.

Industri fashion busana Muslim kini semakin berkembang dan membawa banyak keuntungan bagi pelaku bisnis fashion ritel. Salah satunya adalah brand busana muslimah Elzatta.

Menurut Elidawati, sinergi merupakan strategi kunci dalam mengembangkan brand ini hingga sekarang ini menjadi besar dan memiliki berbagai ranah bisnis baru. “Strategi kunci untuk mengembangkan Elzatta, yaitu bersinergi dan berkolaborasi. Banyak orang ingin jadi wirausaha, tapi gak punya produk, lalu menjadi mitra kami. Kami menyebutnya toko jaringan,” jelas Elidawati lansir Republika.co.id, Selasa (6/11).

Dengan mengembangkan konsep jaringan ini, brand Elcorps semakin besar. Kini Elcorps telah memasarkan merek-merek busana muslimah lainnya seperti Zatta Men, Dauky dan yang terbaru adalah sports daily hijab, Noore. Noore didirikan pebisnis muda yang kemudian pada pertengahan tahun ini turut bergabung dengan Elcorps.

Menurut El, sapaan akrabnya, potensi industri busana muslim di Indonesia sangat besar, sehingga pelaku usaha harus dapat memanfaatkan peluang tersebut. Semakin banyaknya kompetitor membuat pelaku usaha harus lebih kreatif. Meskipun berbelanja online kini semakin marak, namun untuk industri busana, toko fisik masih sangat diperlukan.

“Memang online sekarang sudah semakin berkembang. Tapi karena fashion itu juga adalah sesuatu yang harus dirasa dan dipastikan, tentunya peluang offline masih jauh lebih besar,” kata El.

El juga mencoba menyiasati hal ini dengan membuka kafe yang bergabung dengan toko Elzatta di Pondok Kelapa. Kafe bernama Two Elements ini menjadi tempat berkumpul para wanita. Mereka juga dapat menikmati waktu santai di sana setelah berbelanja di toko Elzatta.

“Karena pada dasarnya orang butuh berkumpul, sharing, ngobrol. Makanya saya buka cafe sekitar tiga bulan lalu. Ada peningkatan di penjualan produk di toko, meskipun masih belum begitu besar,” katanya.

Meskipun begitu, Elcorps tidak hanya berfokus pada bisnis. Perusahaan telah melakukan berbagai kegiatan filantropi dalam bidang pendidikan, parenting, hingga donasi untuk pada korban bencana alam.

Dalam bidang pendidikan, Elcorps telah memberikan beasiswa bagi sebanyak 30 siswa terbaik untuk melanjutkan pendidikan mereka, selain itu juga membentuk pesantren dengan kurikulum berorientasi bisnis di Sumatera Barat.

Sementara itu untuk donasi bagi para korban bencana alam, Elzatta menjual gelang bertuliskan ‘Kami Indonesia Bersatu untuk Lombok’ dan ‘Kami Indonesia Bersatu untuk Palu’ seharga Rp 15 ribu, dan hasil penjualan sepenuhnya disumbangkan ke dua lokasi terkena bencana alam tersebut.

“Visi misi Elcorps ini untuk menjadi rahmatan lil alamin. Dalam prakteknya, kami berbagi kepada semua stakeholder. Tidak hanya karyawan perusahaan, namun seluruh stakeholder yang terkait hingga konsumen dan masyarakat. Ini adalah ruh kami,” katanya.

Sumber: republika.co.id

 

Produk Halal Perkuat Ekonomi Nasional

JAKARTA — Produk halal Indonesia dinilai mampu memperkuat ekonomi nasional. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro akan mendorong upaya ekspor komoditas halal guna menekan tingkat defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Dia menyebut Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan menyelesaikan masterplan pengembangan industri riil halal pada akhir tahun ini. Kebijakan tersebut akan menentukan fokus pengembangan komoditas ekspor potensial dari Indonesia.

“Tentu arahnya ke CAD. Menurut kami yang terpenting harus bisa menyumbang ekspor,” kata Bambang, akhir pekan ini.

Dalam masterplan yang akan dirilis, Bambang menginginkan ada prioritas pada komoditas barang maupun jasa halal yang bisa jadi keunggulan Indonesia. Dia mengatakan Indonesia memiliki banyak potensi produk halal.

Pengembangan, sambung Bambang, akan lebih baik jika difokuskan pada beberapa komoditas prioritas. “Kita akan buat secara bertahap setiap tahun apa saja komoditas jasa halal atau syariah yang bisa kita dorong,” kata Bambang yang baru saja meraih Tokoh Ekonomi Syariah pada Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018.

Setelah ada penetapan komoditas prioritas, KNKS akan berupaya mendorong peranan dari sektor swasta yang terlibat. Selain itu, KNKS juga akan mengarahkan BUMN untuk bisa mendukungnya. “Jadi kita upayakan supaya industri halal ini tidak jalan sendiri-sendiri tapi terkoordinasi dan kita tahu arahnya mau kemana,” kata Bambang.

Dia menyebut, saat ini komoditas yang memiliki potensi ekspor kuat adalah pakaian, kosmetik, dan farmasi.  Indonesia harus tidak lagi menjadi negara pengimpor produk-produk halal. Sebaliknya, Indonesia harus menjadi negara pengekspor produk-produk halal.

sumber: republika.co.id

 

Dihadiri Belasan Ribu Orang, Hijrah Fest Sukses Digelar

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Acara Hijrah Fest 2018 berhasil menarik 12 ribu peserta di hari ketiga penyelenggaraan. Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda dikarenakan banyaknya publik figur yang hadir di acara yang baru kali pertama digelar itu.

Kepala Keamanan Hijrah Fest 2018 Steven Indra Wibowo mengatakan sebanyak 3.000 hingga 5.000 peserta menghadiri acara Hijrah Fest 2018 pada hari pertama dan kedua. “Kalau untuk hari terakhir ini saja cuma sampai 12 ribu, itu belum sirkulasi tiket dan lainnya, tambah tamu sekitar 13 ribu,” kata Steven dalam acara Hijrah Fest 2018 di Senayan JCC, Jakarta, Ahad (11/11) lansir Republika.co.id.

Steven mengatakan antusiasme masyarakat salah satunya disebabkan karena kegiatan itu diinisiasi oleh publik figur yang hijrah. Hal itu yang menarik minat masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Dia mencontohkan magnet paling menarik masyarakat yakni kehadiran Ustaz Abdul Somad.

“Ini apresiasi yang luar biasa dari ulama-ulama yang hadir di acara ini. Mereka tahu niat kita untuk hijrah, bersatu, kita lelah berpisah, kita bersatu dalam acara ini,” tutur dia.

Kehadiran Mualaf Center sendiri bertujuan untuk membantu masyarakat yang tertarik mengetahui Islam lebih dalam. Ada berbagai kegiatan dalam acara Hijrah Fest 2018, seperti, memfasilitasi masyarakat yang tertarik pada Islam, ada ceramah dan kajian, pameran dan pengenalan produk baru halal di Indonesia. Selain itu, banyak target dari acara ini, seperti, pembangunan tahfidz Alquran Quran, menyatukan umat Islam, dan lain-lain.

Melihat antusiasme masyarakat, Steven optimistis acara Hijrah Fest 2019 mampu menarik 15 ribu hingga 20 ribu peserta per hari. Dia mengatakan panitia berencana menyelenggarakan Hijrah fest 2019 selama lima hari di seluruh khawasan Senayan pada Ramadhan tahun depan.

sumber: republika.co.id

 

6 Warga Palestina Gugur dalam Serangan Pasukan Zionis di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam warga Palestina, termasuk seorang komandan militer Hamas, syahid pada  Ahad malam (11/11/2018) dalam serangan pasukan Israel di Jalur Gaza selatan, kata para pejabat.

Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa warga Palestina terbunuh setelah pasukan Israel menyerang sekelompok orang di sebelah timur kota Khan Younis.

Al-Qidra mengidentifikasi korban sebagai Nour al-Din Muhammad Salama Baraka, 37 tahun, Mohammed Majid Mousa al-Qara, 23 tahun, Alaeddin Mohammed Qweider, 22 tahun, Mustafa Hassan Abu Odeh, 21 tahun, Mahmoud Atallah Musbeh, 25 tahun, dan Alaa Nasrallah Abdullah Fseifes , 24 tahun.

Al-Qidra mengatakan bahwa kementerian telah mengumumkan keadaan siaga untuk semua awaknya.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Izzudin al Qassam, sayap bersenjata perlawanan Islam Palestina – Hamas -, membenarkan serangan itu dan mengatakan Baraka, salah satu komandan mereka, termasuk di antara yang gugur.

Baca juga:

“Pejuang kami mengejar pasukan Israel dan pertempuran masih berlangsung,” bunyi pernyataan itu.

Militer Israel mengatakan pasukannya melakukan “operasi militer” di Jalur Gaza, diikuti dengan baku tembak.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu juga memotong kunjungannya di ibukota Prancis, Paris, dan kembali ke Israel Ahad malam karena insiden mematikan itu, kata kantornya.

Netanyahu menghadiri acara di sana untuk memperingati seratus tahun Perang Dunia Pertama.

Logo PKB Berlatar Merah Putih, Guru Besar Sosiologi : Kenapa Kalimat Tauhid Tidak Boleh?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Guru Besar Sosiologi, Prof Musni Umar, menyayangkan beredarnya lambang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan latar bendera Merah Putih. Menurutnya, itu bertentangan dengan hukum.

“Saya juga terkejut tentang latar belakang merah putih dan ada logo PKB. Karena ini menjadi persoalan besar. Bendera merah putih adalah identitas negara kita, jati diri bangsa, dan itu ada undang-undangnya,” katanya dalam diskusi publik bertajuk ‘Polemik Merah Putih-Logo PKB’ di D’Hotel, Jakarta, Minggu (11/11/2018) dikutip dari RMOL.co

Rektor Universitas Ibnu Khaldun ini menilai, PKB telah memancing kekisruhan di tengah masyarakat dengan bendera barunya tersebut. Meski, lanjut dia, sah-sah saja PKB ingin menggunakan cara apapun untuk menggaet suara publik di Pemilu 2019, hendaknya elegan dan tidak mematik persoalan baru.

“Tujuannya untuk menegaskan bahwa PKB bukan hanya partainya umat Nahdliyyin saja tapi sifatnya nasional. Walaupun begitu, tidak perlu sampai seperti itu apalagi hanya untuk mencari kemenangan Pemilu,” tegasnya.

Ia pun membandingkan kasus serupa saat Aksi Bela Islam, beberapa waktu lalu di bilangan Gambir, Jakarta Pusat, di mana ada seseorang mengibarkan bendera Merah Putih yang terdapat gambar pedang lengkap dengan kalimat tauhid. Pengibaran bendera itu menjadi heboh dan pelakunya sampai diproses hukum.

“Ada latar belakang merah putih ditulis kalimat tauhid, terus kenapa PKB boleh sementara kalimat tauhid tidak boleh. Di satu sisi lain ada tujuan politik sementara sisi lain untuk perjuangan dakwah,” pungkasnya.

Sumber: RMOL.co

Peringatan 100 Tahun PDI, Erdogan Tekankan Perdamaian Global

PARIS (Jurnalislam.com) – Pertarungan Turki melawan teror merupakan prasyarat bagi keamanan negara-negara Eropa, kata presiden negara itu.

Recep Tayyip Erdogan menulis artikel untuk Le Figaro, sebuah harian Prancis, pada peringatan ke-100 tahun berakhirnya Perang Dunia I.

“Keberatan yang kami ajukan terhadap upaya-upaya baru yang serupa dengan perjanjian Sykes-Picot di wilayah kami dan upaya kami untuk memerangi organisasi teror, PKK dan FETO, mencerminkan rasa hormat kami terhadap tetangga kami dan merupakan prasyarat bagi keamanan negara-negara Eropa – dimana Turki adalah bagiannya,” tulis Erdogan.

Perjanjian Sykes-Picot tahun 1916 meletakkan dasar bagi perbatasan Timur Tengah baru setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman.

Pada peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I, Erdogan mengatakan bahwa “tidak mungkin mengklaim bahwa konflik telah berakhir.”

Baca juga: 

“Ketegangan domestik, meningkatnya ancaman teror dan ketidakstabilan mendalam yang terlihat di tetangga-tetangga di selatan Turki, Irak dan Suriah, dalam beberapa tahun terakhir, bersama dengan pencabutan dan pemindahan sistematis yang telah kita saksikan di Palestina selama beberapa dekade, adalah salah satu indikator yang jelas dari situasi itu,” dia berkata.

Erdogan mengatakan beberapa “entitas politik bermasalah” muncul setelah perbatasan itu ditarik di atas meja oleh kekuatan-kekuatan besar dunia, setelah Perang Dunia I.

“Kegagalan entitas politik untuk membangun ikatan yang kuat dengan masyarakat yang mereka pimpin, menjadikan Timur Tengah dan wilayah Afrika Utara menderita dengan rezim otoriter, kudeta militer dan kekuasaan minoritas sepanjang abad kedua puluh,” Presiden Turki itu menambahkan.

Erdogan mengatakan bahwa pelajaran paling penting yang harus diambil dari Perang Dunia I adalah betapa sulitnya membangun perdamaian abadi.

Dia mengatakan Turki akan terus bekerja menuju tujuannya menjadi anggota penuh Uni Eropa, yang ia sebut “proyek perdamaian paling penting” dalam sejarah benua itu.

Turki pada saat yang sama akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas “dengan mendukung pemerintahan perwakilan, demokratis di Timur Tengah,” tambahnya.

Paris Gelar 100 Tahun Berakhirnya Perang Dunia I

PARIS (Jurnalislam.com) – Ibu kota Perancis pada hari Ahad (11/11/2018) menyelenggarakan upacara peringatan seratus tahun akhir Perang Dunia I.

Lebih dari 70 kepala negara dan pemerintah – termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel – menghadiri upacara peringatan di Paris yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Acara ini diadakan di dekat monumen Arc de Triomphe yang terletak di Champs-Elysees, lansir Anadolu Agency.

Gencatan senjata 11 November 1918, yang ditandatangani antara Sekutu dan Jerman, mengakhiri Perang Dunia I secara resmi. Oleh karena itu, hari Ahad kemarin bertepatan dengan peringatan ke-100.

Baca juga: 

Berbicara pada upacara itu, Macron mencatat 10 juta orang kehilangan nyawa dalam perang, sementara enam juta lainnya terluka.

“Selama perang empat tahun, Eropa seperti berusaha bunuh diri ketika itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa negaranya adalah pejuang hukum dan kebebasan.

Mengekspresikan kekhawatiran atas munculnya lagi “setan tua”, Macron mengatakan: “Ideologi baru memanipulasi agama. Sejarah mengancam untuk melanjutkan perjalanannya yang tragis. ”

Jumlah Korban Tewas dalam Serangan Bom di Mogadishu Menjadi 53 Orang

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat serangan hari Jumat (9/11/2018) di ibukota Somalia Mogadishu telah mencapai 53 orang, kata sumber polisi Somalia pada Ahad pagi (11/11/2018).

Kapten Mohamed Hussein – seorang perwira senior polisi Somalia – mengatakan bahwa 53 orang tewas, dan sedikitnya 100 lainnya terluka dalam pemboman tiga mobil hari Jumat di Mogadishu.

Hussein mengatakan bahwa dua kendaraan bermuatan bom menargetkan Hotel Sahafi, yang sering dikunjungi pejabat pemerintah dan ledakan terjadi di tempat parkir hotel di dekat kantor polisi.

Ahmad Zakariya, seorang pekerja penyelamat, sebelumnya mengatakan jumlah korban tewas mencapai 23, termasuk sembilan pejuang Al-Shabaab.

Kelompok al-Shabaab yang berbasis di Somalia mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca juga: 

Menurut kantor berita resmi Somalia, enam dari penyerang dilimpuhkan oleh pasukan Somalia, sementara tiga pembom martir meledakkan diri.

Sahafi adalah hotel populer yang terletak di jalan KM4 yang sibuk dan sering dikunjungi oleh pejabat pemerintah Somalia.

Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengecam keras serangan itu, menegaskan kembali sikap mereka terhadap “semua bentuk ekstremisme kekerasan”.

Sekretaris Jenderal OKI, Yousef Al-Othaimeen mengatakan bahwa OKI dalam “solidaritas dengan pemerintah Somalia dalam perang melawan terorisme.”

Mahmoud Abbas: Konspirasi Sedang Diplot Melawan Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Ahad (11/11/2018) mengatakan konspirasi sedang diplot melawan Palestina.

“Palestina akan melalui masa-masa sulit,” kata Abbas setelah meletakkan karangan bunga di makam pemimpin ikonik Yasser Arafat di kota Tepi Barat Ramallah, lansir World Bulletin.

“Mereka tidak menginginkan negara atau entitas bagi rakyat kami,” kata Abbas. “Kami akan terus berjuang sampai kami memenangkan hak rakyat Palestina untuk memutuskan nasib mereka dan membangun negara merdeka mereka.”

Pada bulan Desember tahun lalu, Presiden AS Donald Trump memicu kecaman dunia setelah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Baca juga:

Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik abadi Timur Tengah, dimana Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang dijajah oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka.

Palestina mengorganisir beberapa kegiatan di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada hari Ahad untuk menandai ulang tahun ke 14 kematian Arafat.

Pada 11 November 2004, Arafat meninggal dunia di Prancis – dalam situasi yang sangat mencurigakan – pada usia 75 tahun. Sampai sekarang, para dokter tidak dapat menentukan penyebab pasti kematiannya.

Palestina mengatakan Israel meracuni Arafat.

Iran Eksekusi 22 Orang Pelaku Penyerang Parade Militer

IRAN (Jurnalislam.com) – Laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan bahwa Iran diduga mengeksekusi lebih dari 22 orang, menuduh mereka berada di balik serangan pada parade militer di kota Ahwaz, Iran selatan, Oktober lalu, lansir Al Arabiya, Ahad (11/11/2018).

Sumber-sumber mengatakan bahwa pihak berwenang Pengadilan Revolusi telah memberitahu beberapa keluarga dari mereka yang diduga dieksekusi pada hari Kamis.

Seorang kerabat korban mengatakan, Pengadilan Revolusi memanggil beberapa keluarga dari mereka yang dilaporkan dieksekusi dan menyerahkan surat kematian mereka, tanpa informasi apapun tentang jenazahnya, dan memperingatkan mereka untuk tidak mengadakan pemakaman atau berupaya melakukan penuntutan.

Baca juga: 

Setelah serangan terhadap parade militer, pihak berwenang Iran menangkap ratusan aktivis Ahwazi, termasuk aktivis masyarakat sipil yang bukan anggota kelompok pergerakan.

Aktivis hak asasi manusia mengatakan pihak berwenang Iran menggunakan serangan itu sebagai kesempatan untuk menyerang aktivis dan intelektual yang mendukung pada hak-hak nasional orang Arab di Iran selatan.