Berita Terkini

Produsen Makanan Beku Win’s Kebab Luncurkan Brand Win’s Food Factory

BEKASI (Jurnalislam.com)–Win’s kebab meluncurkan win’s food factory,  brand baru dalam menjual semua produknya yang merupakan makanan beku (frozen) seperti kebab , roti maryam, sambosa,  pisang molen coklat lumer, dll

Selain meluncurkan nama baru dalam menjual produknya, Win’s kebab juga berpindah rumah rumah produksi menjadi pabrik dengan brand “Win’s Food Factory”.

Kepada Jurnalislam.com, pemilik  Win’s Food Factory Windy Anggraeni menjelaskan,  pemindahan rumah produksi ke pabrik salah satu fungsinya agar proses produksi bisa maksimal.

“Sekarang kita bisa produksi 5.000 pcs kebab dalam satu hari dengan 10 karyawan maka mudah-mudahan dengan pabrik baru ini kita bisa produksi 15.000 pcs kebab dengan 30 karyawan,” kata Windy, Ahad (18/11/2018).

Acara peresmian pabrik dan brand win’s food factory dihadiri oleh para agen dan reseller,  supplier, hingga warga sekitar Win’s Food Factory

acara peresmian Win’s Food Facotry

Peresmian Win’s food factory di meriahkan dengan kehadiran food court produk-produk Win’s Food yang disuguhkan agar para agen, reseller mengenal produk win’s food.

“kedepan Win’s food akan melakukan event-event bertajuk “makan kebab gratis” untuk para penghafal al Qur’an,” pungkasnya.

Bunga Riba Multifinance Bersiap-siap Naik

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Bagi orang –orang yang  terjerat riba pembiayaan multifinance bersiap-siaplah membayar cicilan kredit lebih besar lagi.

Dampak dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps pekan lalu menyebabkan industri pembiayaan tidak mempunyai pilihan lain.

Sejumlah multifinance bersiap mengerek bunga kredit bagi nasabah. Pilihan menaikkan bunga kredit mungkin menjadi satu-satunya cara perusahaan pembiayaan bisa menjalankan bisnis di hari-hari mendatang.

Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo menyebutkan langkah BI ini sudah hampir pasti membuat bunga bank yang menjadi pendanaan perusahaan pembiayaan meningkat.

 

Maklum, sumber pendanaan di sektor industri multifinance ini memang masih didominasi dari pinjaman perbankan.

Termasuk yang terjadi di MTF . “Sehingga kenaikan suku bunga ini akan menaikan cost of fund,” kata dia. Maka, untuk mengakali beban itu salah satunya adalah menaikkan bunga ke nasabah.

Kondisi ini tentu saja membuat perusahaan pembiayaan cukup khawatir dengan laju bisnis mereka. Namun kenaikan suku bunga secara bertahap bisa saja membuat nasabah tak terlalu kaget.

Di tahun ini Harjanto menyebutkan, pihaknya melakukan penyesuaian bunga pembiayaan secara bertahap kepada nasabah dengan mengikuti tren kenaikan bunga pinjaman dari bank.

Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menambakan, tahun ini memang penuh dengan sejumlah tantangan bagi pelaku usaha pembiayaan. Termasuk dari kenaikan biaya dana.

Selain itu kondisi ekonomi global juga turut membayangi ekonomi domestik. Misalnya tren nilai tukar yang bisa ikut berimbas pada daya beli masyarakat terhadap produk otomotif.

Sumber : kontan.co.id

TGB Tepis Tudingan Grace Natalie yang Sebut Perda Syariah Intoleran

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Mantan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi mengatakan bahwa perda syariah baik UU ataupun peraturan daerah jelas bukan bentuk diskriminasi atau intoleransi.

TGB bersuara lantara ramai kembali isu perda syariah yang dituding Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menolak perda syariah dan injil.

“Apakah itu Undang Undang ataupun Peraturan Daerah. Baik terkait muamalah ataupun selainnya. Ketika telah disepakati, ia menjadi hukum positif. Undang Undang Perkawinan, Zakat, Haji, Perbankan Syariah, Sukuk atau Obligasi Syariah, Jaminan Produk Halal, Pornografi, dan banyak yang lain lahir dengan spirit agama yang sangat kuat,” ujar TGB Zainul Majdi melalui akun Instagramnya @tuangurubajang, Senin (19/11/2018).

 

Bahkan, kata TGB,  Presiden Jokowi sendiri membentuk Komite Keuangan Syariah Nasional (KKSN) untuk mengakselerasi ekonomi syariah di Indonesia yang manfaatnya bukan hanya untuk umat Islam namun juga untuk seluruh bangsa.

 

“Saat saya mengabdi sebagai Gubernur NTB, Perda tentang Wisata Halal dan Bank NTB Syariah lahir dari semangat berislam yang rahmatan lilalamin,” ungkapnya TGB Zainul Majdi.

 

Fakta lain yang diungkap TGB yaitu baik Perda Wisata Halal maupun Perda Bank NTB Syariah justru membuka ruang-ruang ekonomi baru bagi masyarakat, bukan hanya muslim tetapi juga bagi non muslim.

 

Walhasil, Perda Syariah, kata TGB justru dapat mengembangkan wisata NTB.

 

PBNU Tolak Pernyataan PSI Soal Perda Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj  mengaku tidak sependapat dengan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menolak penerapan peraturan daerah (perda) yang berlandaskan agama.

“Saya ormas tidak sependapat, itu kan pendapatnya PSI,” kata Said, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas-ormas Islam (LPOI) di Jakarta, Sabtu (17/11) lansir Republika.co.id,

Menurut Said, konteks keluarnya perda yang berlandaskan agama, baik Perda Syariah atau Injil di daerah, didasarkan atas kondisi atau situasi masing-masing.

“Misalkan, saya kepala daerah tertentu, banyak sekali pelacuran, minum-minum. Kita terpaksa mengeluarkan perda itu,” katanya.

Meski demikian, Said mengatakan pihaknya merespons pernyataan PSI itu dengan kepala dingin.

“Kalau ada orang berpendapat, apalagi dari partai kecil, kita serius menanggapi, bisa jadi besar nantinya. Malah jadi besar, malah kita jadi membesarkan PSI nanti,” kata dia.

PBNU pun tidak berencana melaporkan Grace Natalie ke kepolisian seperti yang dilakukan Eggi Sudjana. “Terserah dia yang punya hak melapor. Saya nggak akan lapor. NU tidak akan lapor,” ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Grace soal perda syariah itu dilaporkan ke kepolisian oleh kuasa hukum Sekretaris Jenderal PPMI Zulkhair, Eggi Sudjana. Laporan Eggi diterima Bareskirm dengan nomor laporan polisi LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 16 November 2018.

Grace dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Eggi menilai pernyataan Grace lebih parah dari penistaan agama yang pernah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Grace menyebut perda menimbulkan ketidakadilan, diskriminasi, serta intoleransi.

Sumber: cnnindonesia.com

Demi AS dan Israel, Trump Tetap Bela Arab Saudi Meski MBS Bunuh Khashoggi

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (20/11/2018) bahwa Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mungkin telah mengetahui tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, tetapi dia bermaksud untuk “tetap menjadi mitra setia” dengan kerajaan.

“Agen-agen intelijen kami terus menilai semua informasi, tetapi sangat mungkin bahwa Putra Mahkota memiliki pengetahuan tentang peristiwa tragis ini – mungkin dia melakukannya dan mungkin dia tidak!” Kata Trump dalam sebuah pernyataan Gedung Putih.

Pernyataan itu muncul setelah sebuah laporan di mana CIA menyimpulkan dengan keyakinan tinggi bahwa Muhammad bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Presiden juga mengatakan kontrak yang ditandatangani dengan Arab Saudi senilai sekitar $ 450 miliar telah menciptakan ribuan lapangan pekerjaan, dan “telah bekerja erat” dengan AS untuk menstabilkan harga minyak.

Dari investasi $ 450 miliar, Arab Saudi berjanji untuk membeli senjata senilai $ 110 miliar, namun, beberapa analis pertahanan hanya menetapkan $ 14,5 miliar dalam penjualan tercatat, menurut New York Times.

“Amerika Serikat bermaksud untuk tetap menjadi mitra setia Arab Saudi untuk memastikan kepentingan negara AS, Israel dan semua mitra lain di kawasan itu,” kata Trump.

Baca juga:

“Saya mengerti ada anggota Kongres yang karena alasan politik atau lainnya, ingin pergi ke arah yang berbeda – dan mereka bebas untuk melakukannya,” tambah Trump. “Saya akan mempertimbangkan ide apa pun yang disajikan kepada saya, tetapi hanya jika mereka konsisten dengan keamanan dan keselamatan mutlak Amerika.”

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya mengatakan dia meninggalkan konsulat dalam keadaan hidup, pemerintah Saudi mengakui beberapa pekan kemudian bahwa dia terbunuh di sana.

 

Lebih dari 900 Anak Palestina Ditangkap Pasukan Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan Israel telah menahan lebih dari 900 anak-anak Palestina sejak awal tahun ini, menurut sebuah LSM lokal pada hari Selasa (20/11/2018).

“Sebanyak 270 anak masih ditahan di penjara Israel,” the Palestinian Prisoners Society mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang dirilis pada kesempatan Hari Anak Internasional.

LSM itu mengatakan anak-anak biasanya diambil di rumah mereka di tengah malam.

“Mereka dipukuli dan diancam untuk memaksa mereka menandatangani surat pengakuan,” katanya.

Pada hari Senin, Pertahanan untuk Anak Internasional-Palestina (the Defense for Children International-Palestine/DCI-P) mengatakan pasukan penjajah Israel telah menewaskan sedikitnya 52 anak-anak Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak awal tahun ini.

Baca juga: 

Dalam sebuah pernyataan, DCI-P yang bermarkas di Jenewa itu mengatakan 48 dari kematian terjadi di Jalur Gaza yang diblokade sementara sisanya terjadi di Tepi Barat yang dijajah Israel.

LSM itu juga melaporkan militer zionis menggunakan kekerasan berlebihan – termasuk peluru tajam – terhadap anak-anak.

Menurut the Palestinian Prisoners Society, diperkirakan 350 anak di bawah umur Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara Israel.

Bom Hantam Perayaan Maulid Nabi di Afghanistan, 50 Orang Lebih Terbunuh

KABUL (Jurnalislam.com) – Puluhan orang tewas dalam ledakan bom martir yang menargetkan sejumlah besar tokoh agama di ibukota Afghanistan, Kabul, menurut para pejabat.

Wahid Majroh, juru bicara kementerian kesehatan, mengatakan ledakan hari Selasa (20/11/2018) menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai lebih dari 70 orang lainnya.

Dia menambahkan bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat karena banyak dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Najib Danish, juru bicara kementerian dalam negeri, mengatakan “seorang pembom martir meledakkan bahan peledaknya” di dalam aula besar tempat ratusan ulama dan cendekiawan berkumpul untuk menandai hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.

“Saya mendengar ledakan itu, saya hanya berhasil membawa sepupu saya yang terluka parah keluar dari sana,” kata Ahmad Fahim sambil terbaring di ranjang rumah sakit. “Tapi ketika saya sampai di sini, saya baru sadar kalau saya juga terluka.”

Pakar studi agama Mohammad Hanif mengatakan ayat-ayat Al-Qur’an sedang dibacakan ketika terjadi ledakan yang memekakkan telinga diikuti “kekacauan” di dalam aula yang penuh sesak.

“Lebih dari 60 atau 70 orang menjadi martir,” kata Hanif, 31, kepada kantor berita AFP di luar fasilitas trauma yang dikelola oleh LSM Darurat Italia. Dia lolos tanpa cedera.

“Mereka menderita luka bakar, semua orang di aula berteriak minta tolong.”

Baca juga:

Seorang pengelola gedung Uranus Wedding Palace, yang juga kadang menjadi tempat pertemuan acara politik dan agama, mengatakan kepada AFP bahwa seorang pembom martir meledakkan dirinya di tengah-tengah pertemuan para ulama.

“Ada banyak korban – saya sendiri telah menghitung 30 korban,” tambahnya, dengan kondisi anonimitas.

Pejabat di Rumah Sakit Darurat Kabul mengatakan 30 ambulan bergegas ke lokasi ledakan dan lebih dari 40 orang luka parah.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengecam keras serangan itu dan menyatakan hari Rabu sebagai hari berkabung nasional, juru bicaranya, Haroon Chakhansuri, menulis di Twitter.

Presiden menyatakan hari Rabu, 21 November, sebagai hari berkabung nasional setelah serangan menghebohkan itu. Bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang di seluruh Afghanistan dan misi diplomatik Afghanistan di luar negeri.

Tidak ada klaim tanggung jawab segera. Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengutuk serangan itu dalam pesan WhatsApp.

Arab Saudi Diterjang Banjir Bandang 35 Orang Tewas

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 35 orang tewas akibat banjir bandang di Arab Saudi dalam sebulan terakhir, menurut Otoritas Pertahanan Sipil (Civil Defense Authority) kerajaan pada hari Selasa (20/11/2018), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang mengatakan kota Mekah melaporkan jumlah korban jiwa tertinggi, di mana 11 orang tewas akibat cuaca buruk.

Baca juga: 18 Orang Tewas dan 915 Terjebak akibat Hujan Lebat dan Banjir di Arab Saudi

Sebanyak 4.038 orang telah dievakuasi karena banjir, tambahnya dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi SPA.

Menurut pernyataan itu, sekitar 2.517 orang telah diselamatkan, sementara 2.536 lainnya telah ditampung di tempat perlindungan.

Hingga Kini Turki Telah Bantu 1.3 Juta Muslim Rohingya

TURKI (Jurnalislam.com) – Yayasan Bantuan Kemanusiaan yang berbasis di Istanbul (IHH) sejauh ini telah menolong 1,3 juta Muslim Rohingya sejak krisis di negara bagian Rakhine Myanmar mulai berlangsung pada 25 Agustus 2017.

Menurut sebuah pernyataan oleh IHH, mereka telah menyediakan makanan, air, tempat tinggal, barang-barang perawatan pribadi dan pakaian serta fasilitas kesehatan dan rehabilitasi untuk keluarga Rohingya di Bangladesh, Myanmar, dan India sejak tahun 1996.

Lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak, dan perempuan, melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke negara tetangga Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut pada bulan Agustus 2017, menurut Amnesty International.

Baca juga:

 

IHH membangun 7,432 unit rumah bambu yang dilengkapi dengan panel surya dan bermaksud untuk membangun 13.000 lagi, katanya.

Unit-unit perumahan yang mereka bangun dipajang sebagai model oleh Organisasi Migrasi Internasional PBB (the International Migration Organization-IMO) kepada organisasi non-pemerintah lainnya yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan di daerah itu, tambahnya.

Tenda juga telah didistribusikan kepada 16.365 keluarga sementara tikar jerami telah diberikan kepada 12.540 keluarga yang tinggal di kamp-kamp baik di Myanmar dan Bangladesh, kata pernyataan itu.

Menlu Turki Bahas Kasus Khashoggi dengan Sekjen PBB di New York

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, bertemu di balik pintu tertutup hari Selasa (20/11/2018) untuk membahas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Keduanya bertemu setelah Cavusoglu berbicara di Forum Global Aliansi Peradaban ke-8 (the 8th Global Forum of the Alliance of Civilizations), yang diadakan di markas besar PBB di New York.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mencatat bahwa selain membahas pembunuhan Khashoggi, Cavusoglu dan Guterres juga berbicara tentang perang di Yaman dan Suriah, serta Siprus.

Dujarric menambahkan bahwa PBB belum menerima permintaan resmi untuk penyelidikan internasional ke dalam kasus Khashoggi.

Baca juga:

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Setelah awalnya Pemerintah Arab mengatakan dia telah meninggalkan konsulat dalam keadaan masih hidup, pemerintah Saudi akhirnya mengakui beberapa pekan kemudian bahwa dia terbunuh di sana.

Investigasi atas insiden itu menunjukkan regu pembunuh khusus datang ke konsulat, menyisir Hutan Belgrad Istanbul dan mencoba untuk menutupi bukti di gedung konsulat.