Berita Terkini

Mantan Gubernur BI Sarankan Bank BUMN Berkonversi ke Syariah

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Indonesia merupakan negara dengan populasi jumlah kaum muslim terbesar di dunia.

Dalam kondisi tersebut, kemajuan keuangan syariah menjadi salah satu titik sentral.

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia Periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah saat ini kapasitas kelembagaan industri keuangan syariah belum sepenuhnya kompetitif dan efisien.

Bahkan, pertumbuhan industri ini mengalami stagnansi lima persen setiap tahunnya.

“Perbankan syariah tidak maju, padahal 30 tahun kita punya bank syariah tapi makret sharenya masih lima persen. Sekarang masih stagnan juga, kita ingin 2008 lalu di atas lima persen tapi memang betul sulit sekali dicapai, sangat menyedihkan,” ujarnya saat acara ‘Peluncuran Buku Turbulensi Ekonomi’ di Gedung PPM Manajemen, Jakarta, Senin (15/4).

Sebenarnya, kata Burhanuddin, cara mendorong tumbuhnya bank syariah bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Aceh dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peran pemerintah juga harus besar, mengingat dari sisi infrastruktur, fasilitas perbankan syariah masih sangat terbatas.

“Kalau bisa pemerintah bisa turun tangan supaya industri bank syariah besar, kalau perlu salah satu bank pemerintah dijadikan bank syariah. Daripada BNI dan Mandiri bersaing, mending dibikin salah satu bank syariah (konversi ke syariah),” ucapnya.

Menurutnya salah satu kendala yang menghambat kemajuan industri perbankan syariah adalah sikap politik yang tidak jelas.

Kedua, penciptaan kreativitas instrumen syariah yang perlu dikembangkan lebih baik ke depan.

“Kendala sikap politik yang mendorong, kalau sikap politiknya jelas, ini salah satu yang penting. Kedua, orang-orangnya sekarang harus sejahtera, kreativitas untuk menciptakan instrumen syariah untuk industri keuangan kita,” ungkapnya,

sumber : republika.co.id

KAMMI Ajak Masyarakat Terlibat Awasi Pemilu di TPS

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Memasuki masa tenang Pemilu 2019, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan.

Walaupun demikian, menurut Ketua Umum PP KAMMI Irfan Ahmad Fauzi, masa tenang tidak seharusnya melonggarkan pengawasan terhadap pemilu.

“Kami mengajak semua masyarakat untuk menjaga keamanan di masa tenang seperti ini. Namun kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mengawal dan mengawasi keberlangsungan agenda lima tahunan ini,” Kata Irfan melalui keterangan tertulisnya, Senin (15/4/2019).

Menurut Irfan, masyarakat perlu terjun langsung mengawasi jalannya pemilu agar tercipta pemilu yang adil dan jujur.

“Pengawalan ini harus dilakukan agar tercipta pemilu yang adil dan jujur.

Sehingga kualitas demokrasi kita semakin meningkat dan yang terpilih adalah orang-orang yang memang layak” kata Irfan.

KAMMI, kata Irfan,  Irfan sudah membentuk Lembaga Pemantau Pemilu (LPP KAMMI).

Mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dan lembaga ini telah tercatat di Bawaslu.

Masyarakat, menuturnya bisa berpartisipasi membantu melaporkan hal-hal yang diduga kecurangan kepada LPP KAMMI untuk ditindaklanjuti.

MUI : Masa Tenang Isi dengan Berdoa dan Muhasabah

JAKARTA (Jurnalislam.com) —  Pilpres dan Pileg 2019 pada 17 April memasuki masa tenang.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.

Yaitu, agar menjadikan masa tenang sebagai media untuk melakukan kontemplasi, muhasabah, berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

“Kita berdoa agar pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 berjalan lancar, aman, damai dan tidak ada sesuatu yang menjadi rintangan,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid, Senin (15/4).

Ia berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan tenang, senang dan pertimbangan yang jernih dan rasional.

Dia juga mengingatkan, kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan media masa diharapkan dapat membantu mendinginkan suasana selama masa tenang.

Kepada mereka diharapkan dapat memerankan diri sebagai penjaga moral, rekonsiliator dan perekat bangsa.

Hal itu untuk merajut kembali keretakan sosial akibat dari hiruk pikuk, silang sengketa dan hingar bingar selama berlangsungnya masa kampanye.

Sehingga kehidupan masyarakat kembali normal, rukun, damai dan penuh semangat kekeluargaan dan persaudaraan.

“Dengan demikian akan terpilih putra-putri bangsa yang beriman, bertakwa, jujur, aspiratif dan mampu mengemban tugas negara dengan penuh dedikasi, amanah dan tanggung jawab,” ujar Zainut.

sumber : republika.co.id

 

Antisipasi Kecurangan, LUIS  Bentuk Satgas Money Politik dan Posko Pengaduan

SOLO (Jurnalislam.com)- Sebagian masyarakat menduga akan ada permainan uang (money politic) di Pilpres dan Pileg 17 April besok.

Karenanya, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan sejumlah elemen masyarakat Soloraya membentuk satgas OTT Money Politik.

Menurut Humas LUIS Endro Sudarsono, Satgas yang akan bekerja di wilayah Solo dan Sukoharjo ini akan mengawasi di masyarakat terkait adanya pemberian mahar uang dari caleg maupun tim suksesnya.

“Termasuk kita membuat satgas OTT Money Politik, nah ini sedang berjalan dengan harapan tidak ada amplop amplop liar yang mempengaruhi masyarakat secara umum,” katanya kepada jurniscom di Masjid Baitussalam, Tipes, Solo, ahad, (14/4/2019).

Endro juga mengatakan, bahwa saat ini satgas tersebut telah mulai bekerja dan langsung turun ke masyarakat secara langsung.

“Tadi malam sudah mulai, karena biasanya serangan fajar, dan sementara area Sukoharjo Solo karena area kita ada di Sukoharjo Solo,” ungkapnya.

Selain Satgas, pihaknya juga mengaku membuka posko pengaduan.

Posko tersebut nantinya akan menerima laporan masyarakat terkait kecurangan maupun permasalahan dalam pemilu serentak tahun ini.

“LUIS yang didukung elemen Muslim Solo Raya juga membuka posko pengaduan di nomer WA 08132668830,” ujarnya.

“Posko pengaduan di masyarakat, apapun yang jadi masalah kita bisa konfirmasi ke KPU, Bawaslu atau pihak pihak yang terkait,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Endro meminta masyarakat dapat mengunakan hak pilihnya secara bijak dan cerdan serta menghindari golput.

“Menghimbau kepada warga untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Imbauan Bawaslu, Parpol dan Timses Diminta Tak Kerahkan Massa ke TPS

SOLO (Jurnalislam.com)- Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono meminta ketua partai politik dan tim sukse untuk melaksanakan himbauan dari Bawaslu Surakarta terkait tidak melakukan pengerahan massa di Tempat Pumungutan Suara (TPS).

 

Sebelumnya, pada sabtu, (13/4/2019) Bawaslu Surakarta memberikan surat imbauan kepada ketua Parpol maupun tim sukses untuk tidak  melakukan pengerahan massa pada saat terjadi pemungutan suara nanti.

 

Bawaslu juga meminta agar kader atau simpatisan caleg maupun parpol  yang berkumpul untuk menjauhi lokasi TPS dalam radius 50 meter agar tidak mempengaruhi pilihan masyarakat yang akan mengunakan hak pilihnya.

 

“Meminta semua pihak untuk menaati himbauan panwaslu bahwa radius 50 dari tps harus aman dan.nyaman dari gangguan keamanan,” katanya kepada jurniscom di Masjid Baitussalam, Tipes, Solo, ahad, (14/4/2019).

 

Lebih lanjut, Endro menekankan kepada Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) dari Jokowi maupun simpatisan lainnya untuk mentaati himbauan dari Bawaslu surakarta tersebut.

 

“Terus terang beberapakali yang disebut Guraklih itu menjadi persoalan khususnya dengan para laskar, terakhir terjadi di serangan dan samping hotel Sunan,” ungkapnya.

 

“Maka melalui himbauan Bawaslu ini kita minta kepada Guraklih dengan pakai baju merah merah, atau siapapun itu baik dari 01 dan 02 supaya mempercayakan keamanan tersebut pada pihak keamanan,” tandasnya.

Muhammadiyah: Jauhi Politik Uang dan Segala Transaksi Terlarang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyerukan warga negara yang sudah mempunyai hak pilih untuk menjauhi praktik politik uang. Sebab, tindakan seperti ini, dilarang oleh agama.

“Jauhi politik uang dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas, dan hukum yang berlaku,” katanya dalam  jumpa pers tentang Pemilihan Umum 2019 di gedung Muhammadiyah, Kawasan Menteng, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dia pun mengimbau, warga yang punya hak pilih untuk menggunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi dan kesantunan.

Hendaknya, lanjut Haedar, semua warga negara dan para pihak baik dalam masa pemilihan maupun sesudahnya, bersama-sama menciptakan ketertiban dan kedamaian.

“Menjauhi segala bentuk pernyataan dan sikap yang menumbuhkan kebencian, hasutan, pertikaian, kegaduhan, dan tindakan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara,” serunya.

Dijelaskan Haedar, Pemilu ini niscaya diwujudkan sebagai proses demokrasi yang paling memungkinkan untuk terpilihnya pemimpin dan kepemimpinan eksekutif dan legislatif yang terbaik dan obyektif bagi seluruh masyarakat. 

Karenanya, kepada semua pihak agar dapat menerima hasil-hasil Pemilu dengan sabar, sadar, dan jiwa besar, tenggang rasa, saling menghormati, serta dengan senantiasa bertawakal kepada  Tuhan Yang Maha Esa.

“Bahwa, mereka yang terpilih adalah kader-kader bangsa yang terbaik,” ujarnya. 

Kemudian, kepada yang memperoleh mandat rakyat nanti hendaknya bersikap rendah hati, menjauhi euforia dan keangkuhan, serta menjadikan kepercayaan rakyat itu sebagai amanat dan tanggungjawab yang tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara. 

“Bagi yang belum memperoleh mandat rakyat terimalah dengan lapang hati dan jiwa kenegarwanan yang tinggi,” terangnya.

5 Permainan Tradisional yang Bisa Dicoba Saat Liburan Keluarga

Aktivitas liburan bersama keluarga bisa kamu buat lebih seru dengan mencoba permainan tradisional Indonesia dengan mengajak seluruh anggota keluarga

Liburan bersama keluarga adalah agenda paling menyenangkan yang selalu dinanti-nanti. Saat liburan bersama, aktivitas apa yang paling kamu lakukan? Pernahkah kamu mencoba untuk nostalgia permainan tradisional saat liburan? Belakangan, permainan tradisional semakin jarang ditemukan dan malah mulai dilupakan.

Sambil liburan, kamu bisa mencoba permainan tradisional dengan keluarga. Jika sudah penat dengan hiruk pikuk tempat tinggalmu, pesan saja tiket pesawat untuk perjalanan domestik yang menyenangkan. Beli saja tiket Sriwijaya lebih murah di Traveloka untuk bertemu dengan semua sanak saudara kamu. Nah, ini dia permainan tradisional yang bisa kamu coba saat liburan bersama keluarga.

  1. Gobak Sodor

Permainan ini bisa dimainkan dengan jumlah minimal peserta sebanyak dua orang. Namun, lebih banyak peserta akan membuat sesi permainan jadi lebih seru dan menyenangkan. Di Jawa Barat, permainan ini juga dikenal dengan nama bebentengan. Setiap kelompok berdiri berhadapan untuk menjaga ‘benteng’ masing-masing. Setelah itu, kamu harus berlarian untuk dapat saling mengejar ke arah benteng lawan.

  1. Engklek

Permainan ini sangat unik dan mudah disukai oleh semua orang. Belum lagi, jika kamu mengajak anak-anak kecil bermain. Mereka bisa bergerak aktif mengikuti kotak-kotak yang digambar pada permukaan tanah atau aspal. Biasanya, kotak-kotak untuk bermain engklek digambar menggunakan kapur. Namun, kamu juga bisa mengakalinya dengan membentuk kotak-kotak dari tali. Tidak ada alasan untuk menunda kamu dan keluarga untuk bermain bergantian.

  1. Ular Naga Panjang

Permainan Ular Naga Panjang ini sangat mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja. Untuk bermain, kamu harus menentukan dua orang untuk menjadi penjaga, lalu sisanya bisa berjalan melewati penjaga sambil bernyanyi bersama. Nyanyian Ular Naga Panjang ini membuat permainan jadi semakin seru karena iramanya bisa diubah sesuka hati para pemain. Saat lagu selesai, penjaga harus menangkap satu orang untuk keluar dari barisan.

  1. Lompat Tali

Nah, permainan satu ini membutuhkan sedikit dukungan alat agar kamu bisa bermain dengan keluarga. Tidak hanya seru, permainan ini juga melatih ketangkasan kamu untuk melompat pada waktu yang tepat. Keunikan permainan ini justru terletak juga pada pembuatan talinya. Iya, tali yang digunakan untuk lompat bisa kamu buat dari karet yang ujungnya diikat dan dikaitkan menjadi sebuah untaian panjang.

  1. Petak Umpet

Permainan satu ini mungkin paling populer dan tidak asing untuk seluruh anggota keluarga. Meski permainan ini dikenal juga di seluruh dunia, ternyata petak umpet adalah permainan tradisional Indonesia. Petak umpet disukai banyak orang karena mudah dan praktis untuk dimainkan kapan saja, asalkan ada lokasi untuk bersembunyi.

Tantangan untuk penjaga yang harus mencari pemain lain yang sembunyi adalah waktu. Biasanya, agar pencarian pemain tidak berlangsung terlalu lama, permainan ini akan dimodifikasi dengan pembatasan waktu tertentu. Jadi, kalau tidak berhasil menemukan semua peserta, penjaga harus kembali berjaga lagi.

Kamu tinggal menyesuaikan permainan yang sekiranya cocok untuk dimainkan bersama anggota keluargamu. Semua permainan tradisional ini harus dilakukan di luar ruangan sehingga suasana hangat akan lebih ramai dan menyenangkan.

 

Eropa Didesak Menolak Seluruh Rencana Trump di Timur Tengah yang Merugikan Palestina

LONDON (Jurnalislam.com) – Mantan politisi kelas atas Eropa mengecam Presiden AS Donald Trum atas kebijakan satu sisi Israel-Palestina dan menyerukan Eropa untuk menolak apapun rencana perdamaian AS soal Timur Tengah kecuali itu adil bagi Palestina.

Pernyataan itu disampaikan melalui surat yang dikirim ke ke Guardian, Uni Eropa dan Eropa, dan ditandatangani oleh 25 mantan menteri luar negeri, enam mantan perdana menteri, dan dua mantan sekretaris jenderal NATO.

“Sudah saatnya bagi Eropa untuk berpegang pada parameter utama kami untuk perdamaian di Israel-Palestina,” kata surat itu, menyoal solusi dua negara di mana Israel dan negara-negara Palestina hidup berdampingan.

Eropa, katanya, harus menolak rencana apa pun yang tidak menciptakan negara Palestina bersama Israel dengan Yerusalem sebagai ibu kota bagi kedua negara.

“Sayangnya, pemerintahan AS saat ini telah menyimpang dari kebijakan AS yang sudah lama,” katanya, mengkritik pengakuan Donald Trump 2017 tentang “hanya klaim satu pihak ke Yerusalem”.

Washington juga telah “menunjukkan ketidakpedulian yang mengganggu terhadap ekspansi permukiman Israel” di Tepi Barat yang diduduki dan memotong ratusan juta dolar dana bantuan kepada Palestina. Sebuah langkah yang menurut surat itu adalah “berjudi dengan keamanan dan stabilitas berbagai negara yang terletak di depan pintu Eropa. ”

Sejak menjabat, dan di tengah pujian dari pemerintah Israel, Trump telah mengambil langkah-langkah yang dipandang sebagai hukuman terhadap Palestina dan yang juga menghambat kelangsungan negara Palestina.

Presiden AS telah berjanji untuk mengungkap “kesepakatan akhir” yang masih rahasia untuk Israel dan Palestina, meskipun pemimpin Palestina sebelumnya menolaknya sebagai bias, dan pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, secara kategoris mengesampingkan negara Palestina.

Tim AS yang bertugas menyusun rencana tersebut termasuk menantu Trump, Jared Kushner, dan duta besar AS untuk Israel, David Friedman, seorang pengacara bankir yang sangat vokal dalam dukungannya untuk permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Friedman mengatakan kepada kelompok lobi pro-Israel Komite Urusan Publik Israel Amerika di Washington bulan lalu bahwa Trump adalah “sekutu terbesar Israel yang pernah tinggal di Gedung Putih” dan sekarang adalah waktu untuk mendorong melalui sebuah rencana karena pemerintahannya memahami Israel seharusnya memiliki kontrol militer permanen atas wilayah Palestina.

Pekan lalu, Netanyahu memenangkan pemilihan Israel dan diperkirakan akan mendapatkan masa jabatan kelima dengan membentuk pemerintah koalisi dari partai-partai sayap kanan dan pro-pemukim.

Beberapa hari sebelum jajak pendapat, Netanyahu mengatakan bahwa, jika ia menang, ia berencana untuk mencaplok permukiman di Tepi Barat yang diduduki. Sebuah langkah yang dilihat rakyat Palestina sebagai akhir dari harapan mereka untuk negara karena tidak akan ada tanah yang tak terputus di mana untuk membangunnya.

Ditanya dalam sebuah wawancara dengan situs web Berita Nasional Israel untuk mengetahui apakah “teman-temannya” di Gedung Putih mengetahui tentang rencana tersebut, Netanyahu menjawab: “Tentu.”

Dia mengatakan: “Tiga hal yang saya katakan kepada mereka: pertama, saya tidak mencabut orang Yahudi [dari Tepi Barat]; komunitas mana pun. Tidak akan ada pemukim atau pemukiman yang akan robek. Poin kedua adalah kita tidak akan membagi Yerusalem. Poin ketiga adalah, kita akan terus mengendalikan seluruh wilayah barat Sungai [Jordan], “katanya mengacu pada Tepi Barat yang diduduki.

Ditanya tentang rencana aneksasi Netanyahu, sekretaris negara Trump, Mike Pompeo, mengatakan mereka tidak akan merusak rencana perdamaian yang tidak diungkapkan, mengisyaratkan proposal AS tidak membayangkan negara Palestina.

“Saya pikir bahwa visi yang akan kami paparkan akan mewakili perubahan signifikan dari model yang telah digunakan,” kata Pompeo, yang sebelumnya menyatakan ia percaya, sebagai seorang Kristen, ada kemungkinan Tuhan membuat presiden Trump menyelamatkan. orang-orang Yahudi.

Surat oleh mantan pejabat Eropa itu mengatakan Eropa harus “waspada dan bertindak secara strategis” ketika Trump mempresentasikan rencana baru itu. Itu dikirim pada hari Minggu ke Federica Mogherini, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri, dan melayani menteri luar negeri Eropa.

Para penandatangannya termasuk Jean Marc Ayrault, Carl Bildt, Włodzimierz Cimoszewicz, Massimo D’Alema, Guy Verhofstadt, dan Dacian Cioloș, masing-masing mantan perdana menteri Perancis, Swedia, Polandia, Italia, Belgia dan Rumania.

Mantan sekretaris jenderal NATO Willy Claes dan Javier Solana, dan mantan presiden Irlandia Mary Robinson juga menandatangani. Dua mantan menteri luar negeri Inggris, David Miliband dan Jack Straw, juga menambahkan nama mereka.

“[Kami] yakin bahwa rencana yang mengurangi status kenegaraan Palestina menjadi entitas tanpa kedaulatan, kedekatan wilayah, dan kelayakan ekonomi akan sangat menambah kegagalan upaya upaya perdamaian sebelumnya, mempercepat matinya opsi dua negara dan secara fatal merusak penyebab perdamaian yang tahan lama untuk Palestina dan Israel, ”katanya.

Jika itu tidak mungkin, surat itu berkata, “Eropa harus mengejar tindakannya sendiri”.

Sumber: The Guardian

Petarung Palestina, Belal Muhammad Menang di UFC 236

ATLANTA (Jurnalislam.com) – Petarung Amerika keturunan Palestina, Belal Muhammad berhasil mengalahkan lawannya Curtis Millender pada Ultimate Fighting Championship (UFC) 236 tadi malam, Ahad (14/4/2019).

Ini adalah pertarungan keenam yang dimenangkannya dari tujuh pertandingan yang dia lakoni. Belal hanya kalah satu kali dari Geoff Neal pada UFC Fight Night 143 Januari lalu.

“Ini adalah pertarunganku. Saya belajar dari kekalahan terakhir saya, dimana saya menjadi lebih ganas dan cepat,” katanya dalam wawancara usai pertandingan.

“Hari ini, rencananya adalah untuk tetap dingin, tenang, dan kolektif dan mengimplentasikan strategi pertarungan saya yang akan mengepungnya. Saya harus menjaga jarak, dia telah memberikan usaha terbaiknya dalam jarak, jadi saya harus membuatnya tidak nyaman dan mengerumuninya,” lanjut Belal.

Setelah kemenangan unanimous decision tersebut, Belal menantang petarung Amerika lainnya Niko Price. Dia ingin melawan Niko pada bulan Juli mendatang.

“Saya berharap bisa bertarung melawan Niko Price pada bulan Juli. Dia selalu turun untuk bertarung seperti saya, jadi mari bertarung,” tegasnya.

Belal adalah petarung kelas Welter dan ia bangga menjadi keturunan Palestina. Belal juga ingin meningkatkan kesadaran dunai tentang perjuangan rakyat Palestina.

“Ketika saya bertarung dalam pertarungan besar, saya akan membawa bendera saya dengan bangga,” pungkasnya.

Mulai 17 Oktober, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal

JAKARTA (Jurnalislam.com)–Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengaku terus mempersiapkan diri. menjalankan amanah UU No 34 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Dalam UU tersebut,  semua produk termasuk UMKM wajib bersertifikat halal terhitung mulai tanggal 17 Oktober 2019.

“Selama ini sifatnya masih suka rela, suka-suka dia aja,” kata kata Kepala BPJPH Prof Sukoso seperti dilansir Okezone, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

“Tapi Undang-undang jaminan produk halal maka per 17 Oktober 2019 seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal,” tambahnya.

Dalam upaya melakukan sosialisasi sertifikasi produk halal tersebut, pihaknya terus menggandeng sejumlah pihak.

Termasuk lembaga-lembaga perguruan tinggi yang memiliki beragam halal center mengingat lembaga tersebut bisa langsung bersentuhan dengan UMKM.

“Paling penting itu adalah UMKM-nya harus sadar halal, tentu masyarakatnya juga harus sadar halal,” kata Sukoso.

Dia mengatakan, selama ini produk yang memiliki sertifikat produk halal masih sedikit paling sekitar 2 persen, karena selama ini sifatnya masih sukarela.

Tetapi, UU  jaminan produk halal per 17 Oktober 2019 mewajibkan seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal.

Sukoso mengatakan, peran pemerintah daerah sangat penting dalam melakukan sosialisasi dan pelaksanaan sertifikasi produk halal tersebut.

Tujuannya untuk membagi peran agar tidak semuanya di cover oleh BPJPH mengingat kemampuan personel yang terbatas.

“Karena kemampuan kita juga terbatas bisa menggandeng perguruan tinggi ,” katanya.

Misalnya,  Mathlaul Anwar melalu halal center bisa memfasilitasi untuk bagaimana UMKM itu mendapat sertifikat produk jaminan halal.

Menurutnya, dengan berlakukan UU jaminan produk halal setelah lima tahun diterbitkan, maka mewajibkan semua produk memiliki label halal.

sumber: okezone.com