Mantan Anggota DPR Sebut KPU Terlibat Kecurangan Dalam Pilpres 2019

Mantan Anggota DPR Sebut KPU Terlibat Kecurangan Dalam Pilpres 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan anggota DPR RI Djoko Edhi Abdurrahman mengungkapkan, banyak terjadi dugaan kecurangan dalam Pemilu dan Pilpres 2019. Bahkan Djoko Edhi menduga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlibat dalam hal ini.

“Aku bilang ke KPU kenapa anda tiba-tiba menjadi komisi maling. Jadi, besok kita panggil aja komisi maling Indonesia,” sindir Djoko Edhi dalam sebuah diskusi bertajuk “Menyoal Netralitas KPU” di Seknas Prabowo-sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Bagi Djoko Edhi, dugaan kecurangan ini akan terus berlangsung dan tidak bisa dibendung. Bahkan, kata dia, dugaan ini bakal berlangsung sampai selesai perhitungan suara secara berjenjang.

“Tidak mungkin kita mengatasi kecurang-kecurangan ini. Kecurangan ini akan berlangsung sampai perhitungan manual. Sikap saya tolak seluruh pemilu,” tegasnya.

Dikatakan Djoko Edhi, Pemilu serentak 2019 di Indonesia yang diharapkan menjadi contoh demokrasi terbaik di dunia, ternyata ternodai. Sebab, kejadian-kejadian dugaan pelanggaran semakin marak terjadi.

“Kalau kita lihat demokrasi ini. Demokrasi apaan ini penuh kebohongan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (20/4/2019) Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojojadikusumo mengungkapkan pihaknya telah menemukan adanya 1.261 laporan tindakan kecurangan dalam pemilu 2019. Laporan itu didapat BPN dari seluruh wilayah Indonesia.

“Data yang sudah masuk mengenai kecurangan ada sejumlah 1.200 kasus di TPS yang mencerminkan atau indikasi kecurangan,” kata Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Relawan Badan Pemenangan Ferry Mursyidan Baldan menyebut timnya baru saja menerima puluhan laporan baru. Jika ditotal, BPN menerima 1.261 laporan kecurangan pemilu 2019.

“Pak Hashim sampaikan ada 1.200 lebih dan ini saya tambahkan tadi pagi saya terima 61, jadi 1.261 lebih dari catatan potensi pelanggaran pemilu. Kita mengatakan ini pelanggaran pemilu,” kata Ferry.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X