Tag: buya hamka
-
Feature
Sepenggal Kisah Buya Hamka dan Moh Yamin
Oleh: Muhammad Fajar Aditya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsera JURNALISLAM.COM – Pasca pemilu serentak dilaksanakan pada 17 April lalu, suasana hangat hingga panas masih terasa, terutama pada jagat pilpres kali ini. Meskipun Dahnil Anzar Simanjuntak, salah seorang oposisi menyebut politik harus tetap hangat, tetapi agaknya kondisi saat ini sudah mencapai batas antara hangat dan panas. Border […]
Selengkapnya: Sepenggal Kisah Buya Hamka dan Moh Yamin -
Hikmah
Dendam, Hamka, dan Soekarno: Sebuah Teladan
JURNALISLAM.COM – Tarung derajat di media sosial terus bergulir seiring perjalanan politik hingga 17 April. Baik dari peserta pemilu serentak, hingga emak-emak di pelosok negeri. Semua saling menyatakan argumentasinya dengan lantang. Ada yang mau mendengarkan, dan mengalah. Tapi ada juga yang tetap kokoh dengan paparan yang diberikan. Dari sini, muncullah benih-benih pertikaian yang berujung dendam, […]
Selengkapnya: Dendam, Hamka, dan Soekarno: Sebuah Teladan -
Islamaster
Belajar Jadi Wanita Solehah dari Istri Buya Hamka
Oleh: Muhammad Pizaro, Putra Agam “Saya diminta berpidato, tapi sebenarnya ibu-ibu dan bapak-bapak sendiri memaklumi bahwa saya tak pandai pidato. Saya bukan tukang pidato seperti Buya Hamka. Pekerjaan saya adalah mengurus tukang pidato dari sejak memasakkan makanan hingga menjaga kesehatannya.” Itulah kalimat singkat dari Siti Raham binti Endah saat didapuk memberikan pidato dalam kunjungan Buya […]
Selengkapnya: Belajar Jadi Wanita Solehah dari Istri Buya Hamka -
Hikmah
Begini Kata Buya Hamka Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa
Sekarang-sekarang ini, kita sedang menunggu hasil gelar perkara Ahok terkait kasus penistaan agama. Memang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan Ahok menista Al-Qur’an dan Ulama, tapi itu rupanya tidak menjamin aparat penegak hukum memutuskan Ahok melanggar pasal penistaan agama. Aparat tampaknya sangat berhati-hati dalam kasus Ahok ini, untuk tidak mengatakan lamban dan ragu dengan sikap […]
Selengkapnya: Begini Kata Buya Hamka Bila Fatwa Ulama Diabaikan Penguasa