Formasalam Semarang Awali Kajian Rutin untuk Pemuda

SEMARANG (JurnalIslam.com) – Forum Mahasiswa Islam (FORMASALAM) Semarang mengadakan menggelar kajian untuk para pemuda bertajuk “Meneguhkan kembali peran mahasiswa sebagai tulang punggung peradaban Islam” di Masjid Nurul Ilmi, Jl. Dewi Sartika Sampangan, Semarang, Selasa (10/4/2018).

Kajian ini akan secara rutin diadakan dengan pemateri Ustaz Fuad Al Hazimi, Imam Besar Masjid Al Hijrah Sydney, Australia dari tahun 2000 sampai 2003.

Dalam kajiannya, ustaz Fuad menyampaikan bahwapara pemuda di zaman ini telah kehilangan ibroh atau teladan bagi mereka sehingga mereka butuh teladan yang baik dari tokoh Islam di zaman keemasan Islam.

“Pemuda zaman sekarang hanya memikirkan cita-cita mereka tentang dunia, namun mereka tidak memiliki cita-cita yang tinggi, yaitu surga,” ucapnya saat mengisi materi.

Semetara itu Ketua Formasalam Semarang Doni Puji Laksono menyatakan bahwa kajian ini akan dihelat rutin sebulan sekali.

“Tujuan kami untuk mencetak generasi yang mempunyai karakter perjuagan Islam dan melanjutkankan nilai-nilai perjuangan murni para Ulama dalam merebut kemerdekaan,” pungkasnya.

kontributor : Ramadhan Renaldy

 

Laporkan Sukmawati, GUIB Jatim : Tindakannya Menodai Agama!

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Puisi Sukmawati Soekarnoputri terus menuai protes dari umat Islam. Kali ini giliran Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur mendatangi Mapolda Jawa Timur. Rabu (11/4/2018).

Kedatangan GUIB Jawa Timur ke Mapolda Jawa Timur di pimpinan langsung oleh Sekjen GUIB Jawa Timur, Muhammad Yunus.

Tujuanya adalah untuk melaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas puisi “Ibu Indonesia” yang dinilai telah melukai umat Islam dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Yunus yang juga Sekjen MUI Jawa Timur menyampaikan, tentang puisi “Ibu Indonesia” ada tiga keputusan yang dihasilkan oleh GUIB Jawa Timur yaitu pada hari Rabu tanggal 11 April 2018.

Pertama, melaporkan ke Polda Jawa Timur, Membuat Pernyataan Sikap GUIB Jawa Timur (In Progress) dan rencanaya akan melakukan Audiensi dengan Kapolda.

“Terkait kasus tersebut aksi massa dilakukan untuk mengawal kasus ini dengan melihat bagaimana aparat menindak lanjuti berbagai laporan dan tekanan ummat” kata Yunus dilansir Jurnalislam.com, Rabu (11/4/2018)

Lanjut Ustadz Yunus, bahwa apa yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri sudah masuk wilayah penistaan dan penodaan agama.

“Oleh karena itu kami dari GUIB Jatim melakukan rapat bersama 76 Ormas Islam dan lembaga-lembaga keislaman yang menjadi anggota GUIB untuk mensikapi kasus tersebut” lanjut Ustaz Yunus kepada Jurnalislam.

Sementara, tentang penghapusan diskriminasi Ras dan etnis, Ustadz Yunus mengatakan GUIB melaporkan Sukmawati karena sudah masuk wilayah penodaan agama berdasarkan UU No 1 PNPS ’65 – KUHP 165a dan melanggar UU No 40 2008 pasal 16.

Laporan dari GUIB Jawa Timur itu sendiri sudah di terima oleh SPKT Polda Jawa Timur dengan bukti lapor Nomor TBL/448/IV/2018 /UM/JATIM, dengan pelapor atas nama Muhammad Yunus, SP.

Fahri Minta Pemerintah Juga Terlibat Selesaikan Tragedi Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyesalkan setelah tujuh tahun berlalu, penyelesaian konflik di Suriah tidak kunjung menemukan titik terang.

Alih-alih berakhir, negeri yang dipimpin Bashar Assad itu menurutnya saat ini justru dinilainya menjadi tempat “perkelahian” negara-negara besar.

Fahri menuturkan konflik berkepanjangan di Suriah telah mengakibatkan musibah kemanusiaan yang luar biasa.

“Sementara itu, di Indonesia yang banyak terlibat adalah masyarakat sipil dan NGO kita seperti ACT (Aksi Cepat Tanggap) dan lain-lain,” ujarnya melalui video yang dikirimkan dari Bahrain dalam diskusi publik Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bertema ‘Tujuh Tahun Konflik Suriah: Antara Realita dan Propaganda’ di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2018).

Tujuh Tahun Perang Suriah, Menggugah Kesadaran Umat

Namun, kata Fahri, pihaknya belum melihat inisiatif Pemerintah yang lebih luas dan masif dalam meredam konflik di Suriah. Sebagai wakil dari negara muslim terbesar di dunia, ia menegaskan seharusnya Pemerintah bertindak sebagai juru bicara perasaan umat Islam.

“Kita harus all out untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Suriah ini,” ungkapnya.

“Jangan biarkan ini menjadi politik negara-negara besar karena yang menjadi korban adalah negara-negara kecil,” pungkas Fahri.

Reporter: Yusuf/ Islamic News Agency (INA)

Tujuh Tahun Perang Suriah, Menggugah Kesadaran Umat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Konflik berkepanjangan di Suriah kini telah masuk tahun ke tujuh. PBB menyebutnya bencana kemanusiaan terbesar yang telah membuat kerugian dari harta hingga nyawa yang sangat besar. Tragedi ini juga dinilai tidak semata-mata ditujukan kepada rakyat Suriah.

Hal itu disampaikan Presiden lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin bahwa konflik Suriah perlu ditarik dengan perspektif keimanan kepada Allah. Ia menegaskan sudah saatnya umat menyelamatkan umat.

“Hal yang paling penting dilakukan kita semua adalah memberitahu umat tragedi ini. Gugah umat, bangunkan umat, setiap kata yang temen-temen share adalah jihad kita,” katanya dalam diskusi publik yang diselenggarakan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) bertema ‘Tujuh Tahun Konflik Suriah: Antara Realita dan Propaganda’ di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2018).

“Saya nggak mau Indonesia itu absen di langit gak ada,” imbuhnya.

Sementara itu, redaktur kantor berita Turki Anadolu Agency, Muhammad Pizaro menjelaskan situasi di Suriah tak ubahnya seperti kota mati. “Gelap sekali. Tidak ada air, tidak ada listrik, gelap total. Bunyi jangkrik pun tidak terdengar,” sebutnya.

JITU
Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) M Pizaro/foto: Zakhi Hidayatullah/JITU

Terlebih, lanjut dia, konflik di Suriah bukan hanya bermula pada tahun 2011, melainkan telah berlangsung puluhan tahun. Kemudian, Pizaro yang juga Ketua Umum JITU menuturkan rakyat dan para ulama di Suriah kerap menitipkan salam pada rakyat Indonesia sebagai negara muslim terbesar.

“Katakan bahwa kami meminta doa-doa mereka, katakan bahwa kami meminta dukungan mereka, karena kita adalah saudara,” ucapnya menirukan penduduk Suriah.

Dalam diskusi tersebut, narasumber dari ACT, Firdaus menyampaikan kondisi terkini di Suriah melalui live streaming. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah juga turut menyampaikan pesan moral terhadap tragedi Suriah serta kritik kepada Pemerintah untuk lebih aktif membantu penyelesaian konflik.

Reporter: Yusuf/Islamic News Agency (INA)

DSKS Gelar Pembinaan Fisik dan Ruhiyah untuk Pemuda Islam

BOYOLALI (Jurnalislam) – Divisi Advokasi dan Kelaskaran Dewan Syariah Kota Surakarta kembali menggelar Aksi Siyahah Boyolali (jalan malam) pembinaan fisik dan ruhiyah untuk pemuda Islam, pada Sabtu – Ahad (7-8/4/2018).

Aksi yang merupakan salah satu ajang reuni dan penguatan kembali ukhuwah para peserta JUMPA 2 (Jambore Ukhuwah Mukhayam Pemuda Islam) Surakarta tersebut digelar di Lapangan Olahraga Teras Boyolali.

Selain diikuti para Alumni JUMPA 2 Jalan Malam yang Akan menempuh jarak sekitar 23 kilometer tersebut juga diikuti oleh beberapa elemen dan Laskar Islam se-Solo Raya.

Ketua Panitia Ahmad Sigid mengatakan bahwa acara ini dihelat untuk merekatkan ukhuwah bagi para alumni JUMPA 2 khususnya dan para peserta dan masyarakat luas.

“Tidak kurang 500 peserta dengan penuh semangat mengikuti acara yang akan dibagi menjadi 5 Pos untuk sekedar melepas lelah” katanya kepada Jurnalislam.com.

Senada dengan Ahmad Sigid, Habib Adnan yang merupakan sekretaris dari acara jurit malam menambahkan bahwa para peserta harus menyelesaikan beberapa amanah dan permainan di setiap pos yang akan dipandu oleh Instruktur.

Perwakilan DSKS, ustaz Suro Wijoyo mengapresiasi para peserta yang tetap aktif di tengah hujan deras dan menyebut para peserta sebagai generasi pelanjut pemuda Al Kahfi.

“Karena dipundak Antumlah Islam akan memiliki izzah, dan Antum sekalianlah penerus perjuangan agama ini” pungkasnya.

PT RUM Tutup Sementara, Tabligh Akbar dan Baksos Digelar di Nguter

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Komunitas Pecinta Sedekah (KPS), KONAS, Amar Makruf, Bang Japar Solo, Zam Zam, FOSAM bekerjasama dengan Pengkol Peduli Lingkungan (PPL) menggelar Tabligh Akbar bertajuk ‘Jalin Ukhuwah Kami Peduli dan Masih Bersama Warga’ di Masjid Al Mukminin Proyek Colo, Nguter, Sukoharjo, Jum’at, (6/4/2018).

Kegiatan yang dihadiri lebih dari seribu warga yang dulu terdampak limbah bau PT RUM ini, adalah sebagai bentuk kepedulian elemen umat Islam Soloraya sekaligus sebagai motivasi agar tetap berani memperjuangkan hak hak mereka.

“Kita harapkan dengan kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan membangkitkan semangat masyarakat untuk tetap berjuang,” kata ketua KONAS ustaz Dadyo Hasto kepada jurnalislam.com.

Lebih lanjut, ustaz Hasto mengatakan, bahwa elemen umat Islam Soloraya akan selalu mendukung dan mengadvokasi permasalahan-permasalahan yang muncul terkait dengan kasus limbah bau PT RUM.

“Kita ingin masyarakat terus semangat berjuang dan umat Islam melalui elemen Islam soloraya akan selalu membersamai, mendukung dan siap membantu masyarakat,” imbuhnya.

Selain tabligh akbar, elemen umat Islam Soloraya juga memberikan paket sembako kepada masyarakat Pengkol dan sekitarnya. Sebagaimana diketahui sebelumnya, masyarakat Nguter dan sekitarnya adalah warga yang terdampak limbah bau dari PT RUM Sukoharjo.

Paska di protes oleh warga dengan melakukan demo beberapa kali, akhirnya PT RUM secara resmi harus berhenti beroperasi sementara hingga bisa mengatasi permasalahan limbah bau mirip septic tank tersebut.

ISAC : Jika Polisi Lamban, Akan Muncul Aksi Sebesar 212

SOLO (Jurnalislam.com)- Sekjen The Islami Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menilai, bahwa munculnya gelombang aksi ‘Tangkap Sukmawati di berbagai daerah di Indonesia, disebabkan lambatnya pihak aparat kepolisian dalam menanggapi laporan sejumlah pihak terhadap puteri Proklamator RI itu.

“Kalau kepolisian segera pro aktif maka saya kira masyarakat segera teredam, kalau ini terkesan lambat, maka reaksi masyarakat semakin menguat,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo, Jum’at, (6/4/2018).

Endro juga mengatakan bahwa umat Islam mungkin saja sudah memaafkan Sukmawati, namun, katanya, proses hukum harus tetap berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang ada di Indonesia.

“Bagi umat Islam permintaan maaf terbuka bagi siapapun yang telah mengakui kesalahannya, kemudian secara hukum negara kita mengamanahkan bahwa permintaan maaf tidak menggugurkan proses pidananya, tetap harus berjalan,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Sukmawati, sebab, katanya, jika aparat kepolisian terkesan tebang pilih dan tidak serius dalam menangani kasus ini, maka akan muncul aksi bela Islam sebagaimana aksi 212 pada saat kasus Ahok.

“Kita tidak ingin kasus 212 terjadi lagi pada kasus ibu Sukmawati,” tandasnya.

Di Jember, Ormas Islam Sambangi Mapolres Minta Sukmawati Ditangkap

Sambangi Mapolres, Forum Ummat Islam Jember sampaikan Pernyataan Sikap terkait Penistaan Islam dalam Puisi Sukmawati

JEMBER (Jurnalislam.com) – Sejumlah ormas Islam yang terhimpun dalam Forum Umat Islam Jember (FUIJ) mendatangi Mapolres Jember Jum’at siang (06/04/2018). untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ Sukmawati beberapa waktu lalu.

“Konten Puisi ini provokatif karena mengandung diskriminasi SARA dan penistaan ajaran Islam. Maka dari itu kami meminta aparat penegak Hukum bisa menindak kasus ini secara adil dan tegas,” kata ustaz Widya Laksono, tokoh FUIJ.

Lanjutnya, tindakan yang tegas sangat dibutuhkan agar ke depannya agar kasus serupa tidak lagi terulang. Sementara itu, Kapolres Jember Kusworo Wibowo, S.IK mengapresiasi sikap yang diambil FUIJ.

“Masalah ini sudah ditangani kepolisian Polda Metro Jaya secara terbuka. Pak Kapolri sudah berpikir ksana dan sudah memerintahkan Kabidhumas untuk menyampaikan (ke publik) perkembangan perkaranya,” jelas Kusworo

Kusworo meminta tolong agar para ulama membantu menjaga kondusifitas Jember. “Apapun yg terjadi di Jakarta jangan sampai merembet ke sini. Kalo terjadi konflik kita yang juga dirugikan,” imbuhnya

Sementara itu Ketua FUIJ, Ustadz Moch Faizin menyatakan terkait permintaan maaf dari Bu Sukmawati atas puisinya bisa saja diberikan oleh umat Islam namun proses hukum juga harus berlanjut.

“Adanya proses hukum inilah yang akan menjaga kewibawaan penegakan hukum dan terjaganya kerukunan beragama dalam bingkai kebinekaan di Indonesia” tegasnya.

Sejumlah ormas Islam yang turut hadir dalam penyampaian sikap ini antara lain DPW FPI Jember, Jamaah Ansharusy Syari’ah, Laskar Islam Jember dan Ponpes Syari’ah Al Djaliel (Fikri)

Dari Solo, Massa Desak Polisi Segera Tangkap Sukmawati

SOLO (Jurnalislam.com)- Ratusan umat Islam Soloraya menggeruduk Polresta Surakarta, Jum’at, (6/4/2018) mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap dan memeriksa Sukmawati Soekarnoputri terkait dugaan pelecehan terhadap syariat Islam, azan dan cadar yang ada pada puisinya yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ beberapa waktu yang lalu.

“Sejarah harus kita ingat Takbir menjadi penyemangat para pahlawan memerdekaan negeri ini,
Sukmawati telah merendahkan dan menistakan syariat Islam,” kata ketua Majelis Mujahidin (MM) Klaten Ustaz Bony Azwar dari atas mobil komando.

“Kalau ada upaya menyelesaikan kasus Sukmawati dengan kekelurgaan, maka kita tidak akan terima,” sambungnya.

Sementara itu, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono meminta Kapolri Tito Karnavian untuk segera mengusut secara tuntas kasus yang menjadi polemik di kalangan umat Islam di Indonesia itu.

“Hadirkan ahli bahasa, ahli pidana kemudian lakukan gelar perkara, seandainya itu terpenuhi unsur unsur dalam pasal 156 A KUHP, maka kita minta kepada Kapolri untuk melakukan penahanan terhadap Sukmawati,” ujarnya.

Sejumlah elemen umat Islam tampak hadir dalam aksi kali ini, diantaranya Anshorusy Syariah, LUIS, Fosam, Fosikom, DSKS, FKAM, Al-Huda, Hisbulloh, dan Al-Islah. Aksi dilanjutkan dengan audensi di Polresta untuk menyampaikan tuntutan umat Islam terhadap Sukmawati

Ribuan Warga Tasikmalaya Gelar Aksi Desak Sukmawati Ditangkap

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) — Ribuan warga Tasikmalaya menggelar aksi ‘Tangkap Sukmawati’ yang dinilai telah menodai agama Islam atas pembacaan puisi yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ beberapa waktu lalu.

Aksi yang dimotori Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) dan puluhan ormas serta Pondok Pesantren ini berlangsung damai di depan Tugu Adipura, Tasikmalaya, Jum’at (6/4/2018).

Ketua ALMUMTAZ, Ustaz Hilmi Afwan menyampaikan dalam sambutannya, bahwa aksi ini adalah sebagai hujjah atau bukti dihadapan Allah atas pembelaan kita terhadap Agama.

“Ummat islam adalah ummat pemaaf jika itu menyangkut pribadinya, tapi jika menyangkut Agama maka kita harus menampakan kemarahan”, kata Hilmi. “Ini adalah kemarahan seperti yang ditampakan Rasulullah ketika Islam, Allah dan RasulNya dinistakan”, lanjutnya.

Aksi dilanjutkan menuju Mapolres Tasikmalaya Kota untuk audiensi dan penyampaian tuntutan hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri, setelah itu dilanjutkan ke Gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi umat.