Milisi Penguasa Kota Manbij Tolak Kehadiran Pasukan Turki

SURIAH (Jurnalislam.com) – Milisi yang menguasai jantung kota Manbij di Suriah utara mengatakan pada hari Rabu (6/6/2018) bahwa mereka tidak akan menerima penempatan militer Turki di sana, setelah Ankara dan Washington mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengelola daerah tersebut.

“Kami tidak akan menerima itu,” kata seorang juru bicara Dewan Militer Manbij, yang bersekutu dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung AS di Suriah utara, ketika ditanya oleh Reuters apakah akan menerima kehadiran militer Turki.

Juru bicara itu, Sharfan Darwish, mengatakan dewan belum diberitahu secara resmi tentang mekanisme roadmap Turki-AS untuk Manbij yang diumumkan pada Senin, tetapi mengatakan dewan itu mampu menjaga keamanan dan perbatasan kota terhadap ancaman eksternal.

Sebelum Keluar dari Kota Manbij Milisi YPG akan Dilucuti Pasukan Turki

“Kami sedang menunggu kunjungan tingkat tinggi oleh pejabat koalisi untuk memberi tahu kami tentang rinciannya, juga untuk konsultasi dan diskusi,” tambah Darwish.

Nasib Manbij telah menjadi fokus gesekan antara Amerika Serikat dan Turki karena kehadiran YPG di sana. YPG adalah milisi Kurdi Suriah yang membentuk bagian terbesar dari SDF yang didukung AS.

Turki melihat YPG sebagai kelompok teroris dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang terlarang (PKK), yang telah melancarkan pemberontakan tiga dasawarsa di tanah Turki. Washington memandang YPG sebagai sekutu kunci dalam perang melawan kelompok Islamic State.

Turki meluncurkan operasi militer lintas batas ke Suriah awal tahun ini dan mengusir YPG keluar dari kota Afrin, lebih jauh ke barat. Namun sejauh ini Turki menahan diri menyerang Manbij, di zona yang dikendalikan SDF di mana Amerika Serikat memiliki 2.000 pasukan pasukan khusus.

Turki dan AS Sepakat Buka Jalur Bagi Pengungsi Warga Manbij

YPG mengatakan pada hari Selasa bahwa penasihat militernya akan meninggalkan kota. Dewan Militer Manbij pada hari Rabu mengatakan ini akan terjadi “dalam beberapa hari mendatang.”

Ankara marah atas dukungan Washington untuk SDF yang didominasi YPG, dan berjanji awal tahun ini untuk mengusir kelompok Kurdi tersebut dari Manbij dengan kekuatan militer, meningkatkan kemungkinan konfrontasi dengan pasukan AS di daerah itu.

Milisi Syiah Hizbullah dan Iran Tetap Berada di Suriah Sampai Terbebas dari Jihadis

SURIAH (Jurnalislam.com) – Iran dan milisi Syiah Hizbollah Libanon tidak akan meninggalkan Suriah sampai “sepenuhnya dibebaskan dari jihadis,” kata pembicara parlemen Libanon, lansir Aljazeera Rabu (6/6/2018).

Berbicara kepada media Rusia Sputnik, Nabih Berri mengatakan bahwa kehadiran Syiah Hizbullah di Suriah telah menghentikan kelompok jihadis mencapai Libanon.

Berri juga mengatakan bahwa pasukan Iran dan pasukan Rusia berada di Suriah atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad, tetapi Amerika Serikat telah mengerahkan pasukannya tanpa meminta izin pemerintah Suriah.

PM Lebanon: Kekuatan Persenjataan Hizbullah Disediakan oleh Iran

Dia mengatakan bahwa Hizbullah dan Iran tidak akan menarik diri dari Suriah sampai “integritas wilayahnya” kembali.

Berri menyerukan agar dilakukan perundingan antara negara-negara yang terlibat dalam konflik Suriah, menekankan perlunya solusi politik.

“Saya percaya bahwa tanpa negosiasi antara Rusia, Amerika Serikat, Turki, Iran, Arab Saudi, Mesir dan sedikitnya satu negara Eropa … tidak mungkin untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Iran Intruksikan Syiah Hizbullah untuk Kirim 3000 Pasukan Tambahan ke Suriah

“Solusi politik tidak dapat dicapai tanpa kesepakatan antara pihak-pihak ini,” katanya.

Dia menepis pembicaraan Perancis yang meminta Libanon untuk menengahi dalam mengatur pembicaraan antara negara-negara regional di Suriah.

“Lebanon tidak memainkan peran apa pun dalam topik ini,” kata Berri. “Lebanon tentu saja, bisa mendapat manfaat dari pemukiman di Suriah, tetapi mereka tidak bisa memaksakan keputusan ini.”

Belanda Izinkan Kelompok Anti Islam Pesta Panggang Babi di Depan Masjid saat Berbuka

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Uni Eropa Turki Omer Celik pada hari Rabu (6/6/2018) mengecam Belanda karena memberikan izin kepada kelompok anti-Islam untuk memanggang daging babi di depan sebuah masjid di Rotterdam saat iftar (berbuka puasa).

“Pada hari Kamis (7/6/2018), pada saat berbuka puasa Ramadhan, beberapa anggota organisasi fasis akan mengadakan pesta barbeque di depan Masjid Laleli Islamitische Stichting Nederland di Rotterdam dan mereka akan memanggang babi,” Celik men-tweet, lansir Anadolu Agency.

Organisasi sayap kanan Patriot Eropa melawan Islamisasi Barat (Pegida) sebelumnya mengumumkan di media sosial bahwa mereka akan memanggang daging babi di depan masjid selama jam buka puasa pekan ini di kota-kota Belanda di Rotterdam, Utrecht, Gouda, Den Haag dan Arnhem. Pemerintah kota Rotterdam memberi izin kepada Pegida.

Ribuan Anggota Anti Islam PEGIDA Gelar Aksi Unjuk Rasa di Seluruh Eropa

Makan daging babi dilarang bagi Muslim.

Celik mengatakan ini adalah upaya paling tidak bermoral yang pernah ada dalam sejarah kejahatan kebencian.

“Memberikan izin hukum untuk kegiatan tak bermoral semacam itu juga merupakan kekurangan moralitas lain,” tambahnya.

“Kota-kota lain di Belanda tidak mengizinkan Pegida untuk memanggang babi di depan masjid pada waktu puasa. Namun, Ahmet Abutalib, Walikota Rotterdam, yang berasal dari Maroko, berpikir bahwa kegiatan Pegida ini tidak melanggar hukum. Sungguh tragedi yang menjijikkan!”

Celik juga mengatakan bahwa Muslim Turki dan lainnya di Rotterdam akan meletakkan bunga di sekitar masjid dan “mendirikan dinding cinta dengan bunga untuk melawan bau kebencian.”

“Muslim akan mengajarkan pelajaran kemanusiaan melawan kebijakan kebencian ini. Dengan demikian, mereka akan mengingatkan semua orang tentang penghormatan terhadap masjid, gereja dan sinagog.”

Ramadhan Diperkirakan 29 Hari, Arab Saudi Putuskan Idul Fitri 15 Juni

RIYADH (Jurnalislam.com) – seorang ahli meteorologi senior Saudi mengatakan bahwa Ramadhan tahun ini diperkirakan akan berlangsung selama 29 hari, yang berarti Idul Fitri akan dirayakan pada 15 Juni, Alarabiya melaporkan Rabu (6/6/2018).

Abulaziz Al Husseini mengatakan bahwa perhitungan astronomi ini adalah pada kondisi kejernihan atmosfer pada hari penampakan bulan untuk lebaran.

Kalender Islam secara langsung mengikuti siklus lunar, sehingga setiap bulan terdiri dari 29-30 hari.

Karena pergeseran ini, kalender Islam tidak memiliki kekhususan dan tanggal yang tepat, melainkan tergantung pada kapan bulan sabit baru muncul dan dilihat oleh dua saksi yang dapat dipercaya.

Hal ini dapat menyebabkan tanggal awal yang berbeda untuk bulan baru, karena beberapa negara menyaksikan bulan baru sedangkan Negara yang lain belum melihat bulan baru.

Inilah mengapa Idul Fitri sering dirayakan pada hari yang berbeda di lokasi yang berbeda. Hanya para ulama, lembaga, dan pemerintah yang memiliki hak untuk memproklamirkan tanggal pasti Idul Fitri dan hari raya keagamaan lainnya.

Ratusan Juta Muslim di Seluruh Dunia Rayakan Idul Fitri Hari Rabu

Awal Ramadhan secara tradisional didasarkan pada penampakan “hilal”, yang merupakan metode tradisional yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Metode ini menentukan bahwa seseorang harus melihat ke langit dan melihat jelas bulan sabit kecil, yang disebut sebagai hilal, yang menandai awal bulan. Jika orang melihat hilal di malam hari, hari berikutnya adalah hari pertama Ramadhan.

Para ulama percaya bahwa orang-orang yang beribadah puasa harus mendasarkan awal Ramadhan pada penampakan hilal di negara mereka sendiri.

Demi Palestina, Tim Sepak Bola Argentina Batalkan Pertandingan Persahabatan dengan Israel

ARGENTINA (Jurnalislam.com) – Palestina menyambut keputusan tim sepak bola Argentina untuk keluar dari pertandingan persahabatan dengan Israel, Aljazeera melaporkan Rabu (6/6/2018).

Kepala Asosiasi Sepakbola Palestina, Jibril Rajoub, mengatakan pada konferensi pers bahwa keputusan itu “di jalur yang benar.”

“Saya pikir ini sesuai dengan undang-undang FIFA dan sesuai dengan prinsip dan misi mereka untuk mempromosikan etika dan nilai-nilai, dan untuk membangun jembatan antar negara daripada menjadi alat untuk tujuan politik,” katanya, menambahkan: “Israel mencoba untuk menggunakan Messi dan bintang-bintang dari Argentina.”

Pertandingan hari Sabtu direncanakan akan dimainkan di Stadion Teddy Kollek di Yerusalem, yang lokasinya terletak di sebuah desa Palestina, al-Malha.

Striker timnas Argentina dan juga klub sepak bola Italia, bintang Juventus Gonzalo Higuain, mengatakan kepada ESPN bahwa tim sepak bola Argentina “akhirnya melakukan hal yang benar.”

Wakil presiden Asosiasi Sepakbola Argentina, Hugo Moyano, sepakat dengan Higuain dan mengatakan bahwa persahabatan melawan Israel “tidak layak.”

Liga Champions: Ribuan Fans Sepak Bola Celtic Kibarkan Bendera Palestina saat Lawan Club Israel

“Saya pikir menghentikan pertandingan antara Argentina dan Israel itu hal yang baik,” kata Moyano kepada Radio 10 Argentina.

“Banyak hal terjadi di tempat-tempat itu, di mana mereka membunuh begitu banyak orang, sebagai manusia, kau tidak bisa menerima itu dengan cara apa pun.”

Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (The Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel-PACBI) juga mengucapkan terima kasih kepada tim dan striker Lionel Messi khususnya untuk keputusan tersebut, dan menyerukan agar Israel dikeluarkan dari sepak bola dunia karena pelanggarannya terhadap Palestina.

Striker Tottenham Emmanuel Adebayor Memeluk Islam

“Kami menyambut berita bahwa pertandingan sepak bola ‘persahabatan’ Argentina dengan Israel telah dibatalkan!” PACBI menulis di Twitter.

“Tim menanggapi kampanye kreatif dari para penggemar di seluruh dunia yang mengecam keras olahraga Israel karena kejahatannya terhadap warga Palestina.”

Argentina mundur setelah kecaman luas oleh aktivis hak asasi manusia dan Palestina, termasuk pesan seorang pemain sepak bola Palestina yang terluka oleh seorang sniper Israel selama protes.

Mohammed Khalil ditembak di kakinya di Gaza pada 30 Maret saat aksi gelombang protes pertama menuntut hak untuk kembali bagi pengungsi yang tinggal di wilayah yang terkepung.

Fans Sepak Bola Celtic Kumpulkan Lebih Dari £ 50.000 untuk Amal Palestina

“Saya memanggil tim Argentina dan terutama kapten Lionel Messi – karena dia sangat populer di Palestina, terutama di Jalur Gaza – untuk berdiri dalam solidaritas dengan Palestina dan memboikot pertandingan yang dijadwalkan dengan Israel, yang menduduki tanah kami,” Khalil mengatakan.

Pengacara Palestina Amerika Noura Erakat mengatakan bahwa keputusan oleh Argentina dan kampanye Palestina tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini adalah masalah besar. Jika saya tidak salah, ini adalah boikot olahraga yang pertama kali. Sebuah indikasi dukungan mainstream untuk Palestina [dan] penolakan tegas terhadap kekerasan AS / Israel [dan] tampak eksklusif. Terima kasih [Argentina],” dia tweeted.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah memanggil pemimpin Argentina Mauricio Macri dalam upayanya untuk meneruskan pertandingan, namun gagal.

Selain itu, Israel mengatakan akan mengajukan keluhan melawan Palestina kepada FIFA, badan sepakbola global, atas pertandingan yang dibatalkan.

Bintang Argentina Lionel Messi secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, bersama bintang Portugal Cristiano Ronaldo, dan memiliki basis penggemar yang kuat di Palestina dan bahkan lebih luas lagi, yaitu di Timur Tengah.

Sebelum Keluar dari Kota Manbij Milisi YPG akan Dilucuti Pasukan Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri Turki pada hari Selasa (05/6/2018) mengatakan, milisi YPG/PKK akan dilucuti berdasarkan rancangan roadmap yang dibuat oleh Turki dan AS untuk membersihkan Manbij, Suriah, dari kelompok teror.

Roadmap di Manbij diumumkan setelah pertemuan antara Cavusoglu dan mitranya dari AS Mike Pompeo pada hari Senin.

Kesepakatan itu berfokus pada penarikan kelompok teror YPG yang berafiliasi dengan PKK dari kota Suriah utara dan stabilitas regional di kawasan itu.

Turki dan AS Sepakat Buka Jalur Bagi Pengungsi Warga Manbij

“Pada tahap pertama, teroris YPG akan mundur dari Manbij. Senjata mereka akan dilucuti ketika mereka mundur. Mereka akan pindah ke timur dari sungai Eufrat. Namun, itu tidak berarti kita akan menerima bahwa mereka tetap di sana,” kata Cavusoglu kepada wartawan di Provinsi Antalya selatan, menambahkan bahwa roadmap akan dilaksanakan di sebelah timur Eufrat juga, lansir Anadolu Agency.

Dia menggambarkan kesepakatan itu sebagai peluang bagi masa depan Suriah dan juga untuk mengembalikan relasi Turki dan AS.

“Dengan demikian, roadmap yang telah kami sepakati ini harus sepenuhnya dilaksanakan. Kedua pihak memiliki tekad untuk ini,” kata Cavusoglu.

Dia mengatakan para pejabat intelijen, militer dan pertahanan, serta diplomat, akan mengadakan pertemuan persiapan dalam 10 hari untuk meletakkan dasar bagi pelaksanaan roadmap, yang katanya akan memakan waktu kurang dari enam bulan.

Turki Segera Lancarkan Operasi Militer ke Manbij Jika

Dia mengatakan setelah YPG/PKK mundur dari Manbij, Turki dan AS akan bersama-sama mengupayakan keamanan di Manbij.

“Begitu [implementasi] model Manbij selesai, model yang sama akan diterapkan ke wilayah Suriah lain yang diduduki oleh teroris YPG,” katanya.

Menteri Turki mengatakan roadmap itu bukan “kesepakatan internasional” melainkan “roadmap bilateral”.

“Tidak ada negara ketiga yang akan mengintervensi kesepakatan Turki-AS ini, baik itu Prancis, Inggris ataukah Belgia.”

Setelah kunjungan mantan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Ankara pada bulan Februari, Turki dan AS membentuk mekanisme untuk mengatasi masalah-masalah terpisah dalam kelompok kerja, termasuk stabilisasi Manbij dan untuk mencegah bentrokan yang tidak diinginkan.

Milisi Dukungan AS akan Keluar dari Manbij, Menlu Turki: Tidak Cukup Hanya Itu

Pertemuan pertama kelompok kerja di Suriah diadakan pada 8-9 Maret di Washington.

Dukungan militer AS untuk kelompok YPG/PKK di Manbij membuat tegang hubungan antara Ankara dan Washington dan meningkatkan kekhawatiran terjadinya bentrokan militer antara kedua sekutu NATO terdebut mengingat ada sekitar 2.000 pasukan AS di kota itu.

Menanggapi pertanyaan apakah Turki merencanakan serangan militer terhadap kelompok teror PKK di Irak utara, Cavusoglu mengatakan negara itu telah melakukan operasi lintas batas di wilayah itu untuk sementara waktu sekarang.

Cavusoglu mengatakan Turki bertekad menghapus PKK di seberang perbatasan dengan Irak, termasuk Gunung Qandil dan daerah di sekitarnya.

PM Turki Kecam AS dan Eropa yang Serukan Pembentukan Negara Kurdi

HAKKARI (Jurnalislam.com) – Amerika dan Eropa menyerukan “negara untuk rakyat Kurdi” meskipun faktanya Kurdi sudah memiliki negara, yaitu Turki, menurut perdana menteri pada hari Selasa (O5/6/2018).

Berbicara di sebuah rapat umum pemilu di provinsi Hakkari tenggara, Yildirim mengatakan: “Kami telah berada di tanah ini selama seribu tahun. Kami telah menjalani hari-hari yang paling sulit bersama di barat, di utara dan di selatan,” lansir Anadolu Agency.

Dia mengatakan kelompok teroris PKK tidak menghadapi “masalah Kurdi”, tetapi orang-orang Kurdi menghadapi “masalah PKK.”

Warga Kurdi Siap jadi Tameng Hidup saat Turki Memasuki Kota Afrin

“Mari kita luruskan. Para anggota kelompok teror PKK ini adalah masalah bagi suku Kurdi, Turki, dan semua orang yang tidak bersalah,” kata Yildirim.

PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki dan Uni Eropa – melancarkan operasi teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun dan telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Di bulan Juli 2015 saja lebih dari 1.200 personel keamanan Turki dan warga sipil tewas ketika kelompok itu melanjutkan operasi militernya melawan Turki.

Jumlah Korban Kapal Tenggelam di Lepas Pantai Tunisia Menjadi 112 Orang Tewas

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya kapal yang dipenuhi para migran di lepas pantai Tunisia pada hari Sabtu meningkat menjadi 112, Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM) mengatakan pada hari Senin (04/6/2018).

Pada hari Ahad, para pejabat mengatakan 46 orang tewas ketika kapal terbalik di dekat Kepulauan Kerkennah. Lebih dari 65 migran telah diselamatkan oleh penjaga pantai.

Kejadian kapal karam tersebut adalah yang paling mematikan di Laut Tengah sejak 2 Februari ketika 90 orang tenggelam di lepas pantai Libya, menurut IOM, lansir Aljazeera.

IOM: 239 Pengungsi Tenggelam Setelah 2 Kapal Karam di Laut Libya

Pedagang manusia semakin sering menggunakan Tunisia sebagai titik awal bagi migran yang menuju ke Eropa saat penjaga pantai Libya, dibantu oleh kelompok bersenjata, telah memperketat control wilayah mereka.

Seorang yang selamat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa lebih dari 180 orang – dua kali lipat kapasitas kapal – berdesakan di atas kapal ketika mulai kemasukan air dan tenggelam. Sekitar 100 orang di dalamnya adalah warga Tunisia.

3 Kapal Pengungsi Tenggelam di Laut Mediterania 700 Orang Diperkirakan Tewas

Pada bulan Maret, 120 orang migran Tunisia ditolong oleh angkatan laut saat berusaha menyeberang mencapai Italia.

Lebih dari 650 orang telah dicatat mati atau hilang di Laut Tengah tahun ini, sementara sedikitnya 33.270 selamat menyeberang ke Eropa.

Kapal Perang Rusia Tenggelam setelah Tabrakan di Laut Hitam

Dianggap Sebagai Penjahat Perang Kunjungan PM Israel Didemo Warga Paris

Paris (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu menghadapi sejumlah pengunjuk rasa yang menyerukan dia untuk diadili sebagai penjahat perang pada hari Selasa (05/6/2018) di Paris dalam kunjungannya ke ibukota-ibukota negara Eropa.

“Kami di sini untuk menyapa Netanyahu dan mengingatkan dia dan dunia atas belasan orang Palestina tidak bersenjata yang telah dibunuh oleh tentara Israel bulan lalu,” kata siswa berusia 19 tahun, Antoine, sambil melambaikan bendera yang mengekspresikan solidaritas dengan warga Palestina.

Tujuan resmi kunjungan Netanyahu adalah untuk menggalang dukungan bagi Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Iran, serta meresmikan proyek budaya dan ilmiah bersama Prancis-Israel, lansir Aljazeera.

Namun suasana aksi di jalanan sangat fokus pada perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina dan tindakan tentara Israel di perbatasan Gaza.

“Saya merasa sangat prihatin dengan pembunuhan tidak manusiawi terhadap dokter muda Razan al-Najjar, yang menentang hukum internasional,” kata Yasmine, mahasiswa kedokteran 20 tahun yang menghadiri protes dengan mengenakan pakaian medis.

Foto seorang warga Palestina berusia 21 tahun yang ditembak mati oleh seorang tentara Israel pada 1 Juni yaitu perawat Razan Al-Najar dielu-elukan oleh puluhan pengunjuk rasa dalam aksi tersebut bersamaan dengan teriakan “pembunuh Israel, kaki tangan Makron.”

Liga Arab: Pasukan Israel Sengaja Membunuh Perawat Razan Al-Najar

“Kami diserang oleh kejahatan perang Israel, yang terbaru adalah menembaki warga sipil di Gaza dengan amunisi yang meledak,” kata Jacques, 65, anggota Asosiasi Solidaritas Palestina Prancis yang merupakan salah satu penyelenggara aksi.

“Hari ini, Mr Macron dan Mr Netanyahu sedang meresmikan musim Perancis-Israel, yang merupakan skandal karena Israel melanggar nilai-nilai Prancis.”

Menurut misi resminya, “France-Israel 2018 Season” memiliki tujuan “untuk menandai langkah baru dalam hubungan ekonomi [Prancis-Israel] kami dan untuk memperbarui visi bahwa warga Perancis memiliki Israel dan bahwa warga Israel memiliki Perancis.”

Protes itu awalnya akan berlangsung di depan ruang pameran Grand Palais tempat Macron dan Netanyahu dijadwalkan untuk meresmikan inisiatif bersama mereka.

Namun, polisi menolak rencana pihak penyelenggara, dan menutup dua stasiun metro terdekat serta jembatan-jembatan pada saat aksi akan segera dimulai untuk memaksa demonstran berkumpul di seberang sungai Seine.

“Mereka mengatakan itu adalah tindakan anti-teroris. Anda telah melihat wajah saya, apakah Anda pikir saya seorang teroris?” tanya Jacques.

Demo berlangsung sangat damai meskipun perkelahian kecil dengan polisi mengakibatkan sedikitnya satu demonstran ditahan.

Analis: Veto AS Buat Israel Semakin Brutal Terhadap Rakyat Palestina

Pada hari Senin, tiga serikat wartawan terkemuka Perancis juga memprotes kunjungan Netanyahu dalam pernyataan bersama yang menyatakan bahwa tindakan Macron menerima Netanyahu saat ini “tak tertahankan.”

Dokumen tersebut mengecam pembunuhan warga sipil di Gaza dan penargetan khusus wartawan dan mempertanyakan bahwa “tidak terbayangkan bahwa kunjungan perdana menteri berlangsung seolah-olah tidak ada yang terjadi, sementara sejumlah LSM dan pakar hukum berbicara tentang kejahatan perang.”

Kemarahan terhadap kebijakan Israel semakin menjulang tinggi di Prancis karena pemungutan suara yang dilakukan pada Mei 2018 menemukan bahwa 57 persen warga Prancis memiliki citra “buruk atau sangat buruk” terhadap Israel, 73 persen percaya bahwa Israel menanggung “tanggung jawab berat atas ketiadaan negosiasi dengan Palestina “dan 57 persen percaya bahwa “Israel adalah ancaman bagi stabilitas regional.”

“Saya percaya ini disebabkan karena pemerintah Israel yang berkuasa saat ini,” kata Jacques, “itu adalah pemerintahan sayap kanan yang tidak pernah diketahui Israel sebelumnya.”

Semakin Terlantar, Bangladesh Desak Myanmar Ambil Kembali Pengungsi Rohingya

DHAKA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Sheikh Hasina menegaskan kembali seruannya pada komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Myanmar untuk membawa kembali pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh setelah menghadapi pembantaian di negara asal mereka.

Hasina menyatakan seruannya pada hari Selasa (05/6/2018) selama pertemuannya dengan Presiden dan CEO Komite Penyelamatan Internasional (International Rescue Committee-IRC) David Miliband di kantornya di parlemen di Dhaka, lansir Anadolu Agency.

“Masyarakat dunia harus terus menekan Myanmar untuk mengambil kembali warga Rohingya yang terlantar dari Bangladesh,” katanya, menurut kantor berita yang dikelola negara, Bangladesh Sangbad Sangstha (BSS).

Miliband, seorang politikus Partai Buruh Inggris, mengatakan dia dan timnya berada di Bangladesh untuk melihat kondisi pengungsi Rohingya di lapangan, tambah laporan itu.

100.000 Pengungsi Rohingya akan Dipindahkan ke Sebuah Pulau

Dia menghargai tindakan Bangladesh untuk membuka perbatasannya bagi pengungsi Rohingya.

Dia mengatakan IRC akan merekrut 100 staf dari Bangladesh untuk mendukung upaya Rohingya.

Hasina dan Miliband sama-sama mengatakan mengkhawatirkan masalah terbesar yang akan dihadapi pengungsi Rohingya, yaitu longsoran lumpur selama musim hujan yang akan datang.

Perdana menteri mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan tempat yang aman bagi para pengungsi di Bhasanchar di Noakhali.

Dia juga mengatakan penduduk setempat menjadi menderita dan lingkungan juga mulai terpengaruh karena masuknya Rohingya.

Sejak 25 Agustus 2017, sekitar 750.000 Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar setelah pasukan Myanmar memulai tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut, menurut Amnesty International.

Sedikitnya 9.000 warga Rohingya tewas di negara bagian Rakhine Myanmar sejak 25 Agustus hingga 24 September 2017, menurut Doctors Without Borders.

Dalam laporan yang diterbitkan Desember lalu, kelompok kemanusiaan global mengatakan 71,7 persen atau 6.700 kematian warga Rohingya disebabkan oleh kekerasan. Mereka termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Pemerintah Myanmar Hilangkan Bukti Kejahatannya dengan Ratakan 55 Desa Rohingya

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB telah mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut bisa dianggap kejahatan terhadap kemanusiaan berat.