Analis: Veto AS Buat Israel Semakin Brutal Terhadap Rakyat Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Para analis meyakini bahwa bias AS terhadap Israel mendorong negara Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri tersebut untuk meneruskan serangannya terhadap Palestina yang tak berdaya.

“Israel akan menghentikan kejahatannya terhadap Palestina jika Washington menghentikan dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadapnya,” kata Akram Attalah, seorang analis politik Palestina, kepada Anadolu Agency pada hari Ahad (03/6/2018).

Pada hari Jumat, AS memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk kekerasan Israel dan menyerukan “perlindungan rakyat Palestina” di Gaza dan Tepi Barat.

Sepuluh negara memberikan suara mendukung resolusi rancangan Kuwait tersebut, sementara Inggris, Polandia, Belanda dan Ethiopia abstain.

Turki Kecam Veto AS atas Resolusi Dewan Keamanan PBB

“Israel akan membatasi kejahatannya atas Palestina jika AS tidak menggunakan veto,” Attallah berpendapat.

Dia mengatakan veto AS memberi Israel lampu hijau untuk melanjutkan agresinya terhadap Palestina.

“Israel tahu bahwa mereka tidak akan dihukum oleh masyarakat internasional dan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak akan mengeluarkan kecaman apapun selama pemerintahan Trump menggunakan hak veto itu,” tambahnya.

Resolusi, yang direvisi tiga kali tersebut awalnya menyerukan perlunya perlindungan internasional untuk rakyat Palestina.

Draf akhir setelah revisi “diperas” berisi seruan “pertimbangan langkah-langkah untuk menjamin keselamatan dan perlindungan penduduk sipil Palestina di Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk di Jalur Gaza.”

Sudah 123 Warga Gaza Gugur dan 13.000 Lainnya Terluka oleh Kebrutalan Pasukan Israel

Aksi Great March of Return di Gaza
Aksi Great March of Return di Gaza

Sejak Maret, lebih dari 120 warga Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel selama aksi protes anti-pendudukan di dekat pagar keamanan Gaza-Israel.

Analis politik Palestina Walid al-Mudalal mengatakan veto AS memberi Israel kekebalan terhadap penuntutan setelah membunuh sejumlah pengunjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza.

“Veto ini memberi Israel jaring pengaman dan melindunginya terhadap penuntutan,” al-Mudalal, seorang profesor ilmu politik di Universitas Islam di Gaza, mengatakan kepada Anadolu Agency.

DK Turki Kembali Nyatakan Dukungannya pada Palestina di Semua Forum Internasional

Dia mengatakan dukungan Amerika yang tak tergoyahkan untuk Israel dimulai pada tahun 1940-an.

“Namun, dukungan ini mencapai puncaknya pada pemerintahan AS saat ini,” ia menekankan.

AS telah menggunakan veto lebih dari 40 kali terhadap resolusi pro-Arab dan Palestina sejak Dewan Keamanan PBB didirikan pada 1945.

Pada tahun 1972, Washington untuk pertama kalinya menggunakan hak veto mendukung Israel guna membatalkan resolusi PBB yang mengutuk serangan Israel di Libanon.

Pada tahun 1988, AS menggunakan delapan veto untuk membatalkan resolusi PBB terhadap Israel.

“Sejak ia berkuasa, Trump berpartisipasi dalam kejahatan Israel melawan Palestina,” kata Mekhaimar Abu Saada, seorang profesor ilmu politik di Al-Azhar University, yang berbasis di Gaza, kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan administrasi Trump tidak akan menjadi “mediator yang adil” dalam setiap pembicaraan damai antara Palestina dan Israel.

“Veto AS untuk membatalkan resolusi perlindungan Palestina adalah lampu hijau bagi Israel untuk melakukan kejahatan baru terhadap rakyat Palestina,” katanya.