Rabu, 9 Ramadhan 1447 / 25 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Perang Masih Berlanjut 960.000 Lebih Warga Yaman Menderita Kolera

30 Nov 2017 06:50:52
Perang Masih Berlanjut 960.000 Lebih Warga Yaman Menderita Kolera

SANAA (Jurnalislam.com) – Diperkirakan lebih dari 960.000 kasus kolera telah dilaporkan di Yaman yang dilanda perang sejak 27 April, menurut sebuah laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization-WHO) yang dirilis pada hari Rabu (29/11/2017).

Menurut laporan tersebut, WHO telah mencatat total 962.536 kasus penyakit yang dicurigai kolera di seluruh negara yang hancur akibat perang itu, Anadolu Agency melaporkan.

Lebih dari 2.249 kematian terkait kolera telah didokumentasikan di 22 dari 23 provinsi di Yaman.

Perang Arab dengan Syiah Houthi, WHO: 300.000 Warga Yaman Terjangkit Kolera

Jumlah tertinggi kasus yang dicurigai (sekitar 140.000) dilaporkan terjadi di provinsi Al-Hudeidah, Yaman barat, sementara jumlah kematian terkait kolera tertinggi (sekitar 417) dilaporkan terjadi di provinsi Hajjah di barat laut.

Satu-satunya bagian negara yang benar-benar tidak terpengaruh oleh kolera – infeksi usus kecil yang berpotensi fatal – adalah provinsi Socotra di Yaman, sebuah kepulauan kecil yang terdiri dari empat pulau di Laut Arab.

Aksi Kemanusian Selamatkan Rohingya: 900.000 Dosis Vaksin untuk Cegah Wabah Kolera

Yaman telah mengalami kekacauan dan kekerasan sejak tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut. Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi meluncurkan serangan udara menghancurkan untuk membalikkan kemenangan Houthi.

Menurut Komite Internasional Palang Merah (the International Committee of the Red Cross), lebih dari 3 juta orang Yaman telah dipaksa meninggalkan rumah mereka sejak konflik, sementara lebih dari 20 juta orang lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Kategori : Internasional

Tags : perang yaman Wabah Kolera

Turki Gelar Perayaan Maulid Nabi Saw di Seluruh Penjuru Negeri

30 Nov 2017 06:22:21
Turki Gelar Perayaan Maulid Nabi Saw di Seluruh Penjuru Negeri

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Turki merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebuah hari yang sangat penting dalam Islam, pada hari Rabu malam (29/11/2017), lansir Anadolu Agency.

Umat Muslim dari segala usia berbondong-bondong ke masjid untuk sholat dan mengucapkan pujian yang dipersembahkan kepada Nabi dalam kesempatan yang dikenal dengan nama Maulid Nabi Saw.

Program-program reliji diselenggarakan di seluruh negeri, masjid-masjid Turki, termasuk di Istanbul, Ankara, Bursa, Edirne, Gaziantep, Hatay, Konya, Hakkari dan Sanliurfa.

Di malam yang suci ini, umat Islam mengucapkan doa dan membaca Alquran di rumah dan masjid mereka. Selain berdoa, mereka juga mendengarkan pujian memuji Allah dan Nabi-Nya.

Serangkaian kegiatan, seni dan pameran, juga diselenggarakan di siang hari.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Binali Yildirim juga merayakan Maulid Nabi di kediaman mereka pada hari Rabu.

Kepala Direktorat Urusan Agama Turki juga menulis sebuah pesan, mengatakan bahwa Nabi Saw dan Alquran adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Nilai, kedamaian dan kepercayaan yang dirindukan orang-orang dan dunia saat ini hanya bisa dicapai dengan kebenaran yang telah disampaikan Nabi Saw kepada umat manusia …,” kata Erbas.

Ibu Negara Emine Erdogan juga memposting pesan di akun Twitter-nya, menyampaikan salamnya untuk hari ini ke dunia Islam dan rakyat Turki.

“Saya berharap kepada Allah bahwa malam yang diberkati ini akan membawa kedamaian, kesehatan dan kelimpahan ke seluruh dunia,” kata Emine Erdogan.

Muslim di seluruh dunia menetapkan 12 Rabi-ul-Awwal sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Nabi meninggal pada hari yang sama dengan hari kelahirannya, pada usia 63 tahun.

Hari itu merupakan hari libur umum di beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Pakistan, Indonesia, Malaysia, Bangladesh dan beberapa wilayah di India.

Kategori : Internasional

Tags : Maulid Nabi turki

Jenewa: Sebelum Gencatan Senjata, Rezim Syiah Assad Gempur Warga Sipil Ghouta Timur

29 Nov 2017 09:47:38
Jenewa: Sebelum Gencatan Senjata, Rezim Syiah Assad Gempur Warga Sipil Ghouta Timur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara kembali diluncurkan di Ghouta Timur Suriah, menurut sebuah kelompok pemantau, beberapa jam sebelum PBB mengumumkan bahwa pemerintah Suriah telah menyetujui sebuah gencatan senjata di daerah yang dikuasai oposisi tersebut, setelah rezim Syiah Assad melakukan pemboman hebat selama beberapa hari, lansir Aljazeera Selasa (28/11/2017).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris melaporkan korban tewas sedikitnya 19 orang, satu hari setelah serangan udara di distrik yang terkepung dan kelaparan di pinggiran kota Damaskus tersebut.

Laporan itu muncul saat delegasi oposisi berkumpul di Jenewa pada hari Selasa untuk sebuah babak baru perundingan yang disponsori PBB.

Perwakilan pemerintah diperkirakan tiba di kota Swiss pada hari Rabu (29/11/2017).

Namun, ada sedikit optimisme untuk kemajuan dalam mengakhiri konflik Suriah, yang ekarang memasuki tahun ketujuh.

Staffan de Mistura, utusan PBB untuk Suriah, mengatakan di Jenewa bahwa pemerintah Bashar al-Assad telah menyetujui rencana Rusia untuk melakukan gencatan senjata di daerah yang dikuasai oposisi tersebut.

Serangan Udara Rezim Assad Targetkan Warga Sipil Kelaparan di Ghouta Timur, 23 Tewas

“Rusia telah mengusulkan dan pemerintah telah menerima sebuah gencatan senjata di Ghouta Timur,” katanya, mencatat bahwa dia telah mengetahui proposal tersebut dari seorang duta besar Rusia, dalam sebuah pertemuan sebelumnya yang dihadiri perwakilan permanen Dewan Keamanan: Inggris, AS, Perancis, Cina dan Rusia.

“Sekarang kita perlu melihat ini [gencatan senjata] terjadi, namun bukan kebetulan bahwa ini sebenarnya diusulkan dan disepakati dalam sesi ini [di Jenewa],” tambahnya.

James Bays dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Jenewa, mengatakan bahwa pihak oposisi “kemungkinan akan menyambut” gencatan senjata di Ghouta Timur.

“Saat ini tidak ada keraguan bahwa hanya ada satu pihak terlibat dalam tindakan militer di sana, yaitu pemerintahan rezim Suriah dengan serangan dan pemboman udara mereka yang telah berlangsung berhari-hari dan menyebabkan penderitaan bagi warga di sana,” katanya.

61 Warga Tewas di Zona Eskalasi oleh Serangan Udara Assad, HTS: Tidak Ada Solusi Selain Perang

Serangan terhadap Ghouta Timur dua pekan terakhir telah membunuh lebih dari 100 orang, menurut SOHR, yang memantau perkembangan konflik Suriah melalui jaringan sumber di lapangan.

Ghouta Timur dihantam serangan meski terdaftar sebagai “zona de-eskalasi”, dimana aktivitas militer dilarang berdasarkan kesepakatan yang disahkan oleh Turki, Rusia, dan Iran, dalam pembicaraan terpisah dengan pemerintah Suriah dan delegasi oposisi di ibukota Kazakhstan, Astana.

Oposisi di Ghouta Timur berhasil menahan Pasukan militer Suriah tetap berada di teluk selama perang bertahun-tahun; Namun, pengepungan pemerintah terhadap wilayah tersebut mengakibatkan krisis kemanusiaan karena kekurangan makanan dan obat-obatan.

Setelah berbulan-bulan mengalami kebuntuan, perundingan Jenewa putaran kedelapan diperkirakan akan berfokus terutama pada sebuah konstitusi dan pemilihan baru, dua dari empat masalah reformasi menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa demi penyelesaian politik krisis Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur jenewa Konflik Suriah perundingan damai

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Arah Jepang

29 Nov 2017 09:27:59
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Arah Jepang

KORSEL (Jurnalislam.com) – Korea Utara telah melepaskan sebuah rudal balistik, merupakan peluncuran pertama sejak pertengahan September, menurut pejabat di Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat.

“Korea Utara meluncurkan rudal balistik tak dikenal dari sekitar Pyongsong, Provinsi Pyongan Selatan, saat fajar hari ini,” kata pejabat militer Korea Selatan kepada Yonhap.

Tidak ada komentar langsung dari Korea Utara.

Rudal tersebut diluncurkan dari Pyongsong, sebuah kota di Provinsi Pyongan Selatan, sekitar pukul 03.15 waktu setempat (18:17 GMT) pada hari Rabu dini hari (29/11/2017), menurut militer Korea Selatan.

Menteri Pertahanan Herodian Onodera mengatakan bahwa rudal itu diperkirakan mencapai sekitar 4.000 kilometer dan hancur sebelum mendarat di “zona ekonomi eksklusif” negara tersebut.

Ketegangan Meningkat, Korea Utara dan Kuba Tolak Tuntutan AS

Rekannya dari AS, Jim Mattis, mengatakan bahwa rudal tersebut lebih tinggi dari sebelumnya, menggambarkannya sebagai langkah menuju pembangunan rudal Pyongyang yang dapat “mengancam seluruh tempat di dunia.”

“Dengan tes ini, Korea Utara ingin menunjukkan kepada dunia bahwa rudal mereka ada,” kata jubir Al Jazeera Kathy Novak, yang melaporkan dari ibukota Korea Selatan, Seoul.

Sebuah penilaian awal oleh Departemen Pertahanan AS mengatakan Korea Utara menembakkan rudal balistik antar benua (intercontinental ballistic missile-ICBM). Jenis rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir dan bisa sampai ke Amerika Serikat.

Jika penilaian pertama Pentagon ternyata benar, ini merupakan uji coba ICBM ketiga oleh Korea Utara tahun ini.

Setelah peluncuran tersebut, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in diperkirakan akan mengadakan pertemuan kemanan nasional bersama para penasehat tinggi sedangkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

“Masalah ini dinilai serius di sini,” kata Novak, seorang reporter Al Jazeera, mencatat bahwa Korea Selatan melakukan latihan lima menit setelah penembakan rudal tersebut.

Pesan yang ingin disampaikan Selatan kepada Utara adalah bahwa mereka memantau segala aksi Korea Utara; dan bahwa mereka dengan cepat mendeteksi rudal yang diluncurkan; dan siap untuk merespon,” tambahnya.

Mengomentari peluncuran tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan “ini adalah situasi yang akan kita tangani,” menambahkan bahwa sikap AS mengenai masalah Korea Utara tidak akan berubah.

Pekan lalu, Trump menunjuk Korea Utara sebagai “negara sponsor terorisme”, sebuah langkah yang digambarkan sebagai bagian dari “kampanye tekanan maksimum” untuk mengisolasi Pyongyang lebih jauh lagi.

Dikatakan Negara Teroris oleh AS, Korut Semakin Produktif Kembangkan Senjata Nuklir

Trump mengatakan mengharapkan lebih banyak sanksi ekonomi sebagai hasil keputusannya.

Presiden AS dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-a telah berulang kali melemperkan ledekan – Trump menyebut Kim sebagai “manusia roket (rocket man)”, sementara pemimpin Korea Utara menggambarkan presiden AS tersebut sebagai “dotard (pikun)”.

Jens Stoltenberg, Sekretaris Jenderal NATO, mengecam peluncuran rudal tersebut.

“Ini adalah pelanggaran lebih lanjut atas beberapa Resolusi Dewan Keamanan PBB, yang merongrong keamanan regional dan internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pandangannya digaungkan oleh Uni Eropa. “Ini adalah provokasi serius lanjutan, dan merupakan ancaman serius bagi keamanan internasional,” kata juru bicara Uni Eropa.

Kategori : Tak Berkategori

Tags : AS Korea Utara Rudal Balistik

Paus Temui Aung San Suu Kyi dan Hindari Sebut Rohingya dalam Pidato

29 Nov 2017 08:49:02
Paus Temui Aung San Suu Kyi dan Hindari Sebut Rohingya dalam Pidato

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Paus Fransiskus telah bertemu dengan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi namun menghindari membahas langsung krisis Rohingya yang sedang berlangsung, Selasa (28/11/2017).

Pada pertemuan di Yangon hari Selasa, paus menekankan agar Myanmar menghormati “identitas” semua kelompok etniknya, tanpa menggunakan istilah “Rohingya”.

Lebih dari 600.000 warga Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh karena takut disiksa oleh tentara Myanmar.

Kelompok etnis tersebut tunduk pada serangkaian tindakan diskriminatif oleh pemerintah Myanmar, seperti dicabut kewarganegaraannya.

Setelah mendengar tentang penganiayaan terhadap warga Muslim Rohingya, pemimpin Gereja Katolik Roma tersebut telah disarankan oleh uskup agung Myanmar untuk tidak menggunakan kata ‘Rohingya.’

Tun Khin, presiden Organisasi Rohingya Burma Inggris (the Burmese Rohingya Organisation UK-BROUK), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penghilangan kata “Rohingya” oleh Paus itu “sangat menyedihkan”.

“Pemerintah Burma menolak keberadaan kita, dan identitas kita,” katanya. “Bagaimana paus bisa mengangkat isu krisis Rohingya jika dia bahkan tidak menyebutkan namanya?”

Khin mengatakan bahwa paus harus menggunakan pengaruhnya untuk menekan Aung San Suu Kyi dan militer Myanmar menghentikan genosida dan memungkinkan bantuan kemanusiaan bagi Rohingya.

“Seharusnya dia berbicara menentang kampanye kebencian yang menargetkan Rohingya dan minoritas lain di Burma,” kata Khin.

Namun, Scott Heidler dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yangon, mengatakan bahwa paus telah menyinggung minoritas yang dianiaya tersebut.

“Rohingya adalah topik yang sangat sensitif, ini adalah kata yang sangat sensitif di Myanmar, terutama dalam hal yang berurusan dengan pemerintah,” Heidler menjelaskan.

“Dia tidak mengatakan Rohingya, tapi dia menyinggung masalah Rohingya dan keadaan mereka yang buruk, dan dia mengatakan bahwa mereka mendukung penerimaan identitas semua kelompok etnis dan siapa diri mereka.”

Aung San Suu Kyi Dinobatkan sebagai Tokoh Nomor 1 Islamophobia Internasional

Komite Penyelamatan Internasional (The International Rescue Committee-IRC) menyatakan harapan bahwa paus akan menangani sejumlah aspek kunci mengenai krisis Rohingya.

“Kami berbicara tentang sosok persatuan dan kasih sayang global dan harapan bagi orang-orang yang paling rentan di dunia,” Chiara Trincia, seorang pakar kemanusiaan IRC mengatakan kepada Al Jazeera.

Di antara aspek-aspek kunci ini, Trincia mengatakan, ini adalah panggilan pertama dan terpenting bagi pemerintah Myanmar untuk menghentikan semua operasi militer, dan untuk menekankan bahwa inti dari krisis ini adalah pengakuan dan peningkatan hak dan layanan dasar dan setara, layanan dan perlindungan jangka panjang yang selama ini dicabut dari warga Rohingya.

Partai penguasa Myanmar menolak menggunakan kata ‘Rohingya’ dan bersikeras menyebut mereka sebagai “orang Bengali” meskipun kelompok teraniaya tersebut telah tinggal di sana selama beberapa generasi.

PBB dan juga Amerika Serikat mengatakan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Myanmar dan “warga lokal Budhis” dapat dianggap sebagai “pembantaian etnis” terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Pada tahun 2012, angkatan bersenjata Myanmar mulai memaksa warga Muslim Rohingya ke kamp-kamp pengungsian, keduanya di negara bagian Rakhine dan melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung digambarkan sebagai eksodus terbesar di dunia tahun ini.

Pekan lalu pemerintah Bangladesh menandatangani kesepakatan dengan Myanmar mengenai pemulangan Rohingya, namun rinciannya tidak diumumkan ke publik.

 

Kategori : Internasional

Tags : Aung San Suu Kyi muslim rohingya Paus

Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

29 Nov 2017 06:34:12
Putaran Kedelapan Perundingan Damai Suriah, Oposisi: Hapus Assad dalam Daftar Pemilihan Baru

JENEWA (Jurnalislam.com) – Putaran kedelapan perundingan perdamaian Suriah dimulai pada hari Selasa (28/11/2017) di Jenewa yang melibatkan delegasi oposisi bersatu; Bashar al-Assad diperkirakan akan bergabung dalam pembicaraan pada hari Rabu (29/11/2017).

Oposisi Suriah meminta kekuatan besar untuk menekan partisipasi rezim Syiah Assad, lansir Anadolu Agency.

Hanya ada satu oposisi dalam pembicaraan damai di Jenewa yang mewakili semua kelompok anti-rezim Assad di Suriah.

Perundingan Damai Suriah di Sochi dalam Pemberitaan Media di Dunia

Nasr al-Hariri, ketua delegasi oposisi, bertemu Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. Pertemuan lain yang melibatkan seluruh delegasi akan berlangsung kemudian.

Pihak oposisi menginginkan agar rezim berpartisipasi dalam perundingan mengenai transisi politik, serta konstitusi dan pemilihan baru.

Hariri menegaskan bahwa oposisi mendukung penghapusan Bashar al-Assad saat pemilihan.

“Delegasi pemerintah harus siap untuk bernegosiasi,” kata Mistura pada sebuah briefing ke Dewan Keamanan PBB dari Jenewa.

Inilah Komunike Oposisi Suriah Hasil Konferensi di Arab Saudi

 

Kategori : Internasional

Tags : jenewa Konflik Suriah perundingan damai

Perdagangan Manusia di Libya: Seorang Imigran Afrika Dihargai $ 400

28 Nov 2017 08:43:00
Perdagangan Manusia di Libya: Seorang Imigran Afrika Dihargai $ 400

PARIS (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari Selasa (28/11/2017), di bawah kepemimpinan Italia, untuk membahas perdagangan manusia di Libya, kata kementerian luar negeri Perancis pada hari Senin.

Pada 14 November CNN menayangkan video mengejutkan yang menunjukkan migran Afrika dijual sebagai budak seharga $ 400.

“Pertemuan ini akan menjadi wadah bagi masyarakat internasional untuk menunjukkan kesatuannya terhadap masalah ini dan untuk mempertimbangkan langkah-langkah baru dalam memerangi penyelundupan dan perdagangan migran di Libya,” kata kementerian luar negeri Prancis dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency, Senin (27/11/2017).

PBB: Muslim Afrika Tengah Terancam Genosida

“Isu ini juga akan menjadi topik diskusi mendalam pada kesempatan pertemuan puncak antara Uni Eropa dan Uni Afrika” di mana Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian akan ambil bagian di Abidjan, Ivory Coast (Pantai Gading) pada hari Rabu dan Kamis.

Macron menggambarkan perdagangan budak di Libya sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Kategori : Internasional

Tags : Afrika imigran libya

Begini Kondisi Terakhir 5 Anak Suriah yang Jadikan Bom sebagai Bola lalu Meledak

28 Nov 2017 08:36:36
Begini Kondisi Terakhir 5 Anak Suriah yang Jadikan Bom sebagai Bola lalu Meledak

SURIAH (Jurnalislam.com) – Abdulkafi Auni, yang terluka parah setelah bermain-main dengan bom, semakin membaik setiap hari di provinsi Kilis, Turki selatan.

Hampir sepekan yang lalu, lima anak terluka parah setelah mereka ditemukan di distrik Al-Bab, akibat menjadikan bom sebagai bola, di distrik timur laut Aleppo, Suriah.

Anak-anak kembali ke rumah mereka di pusat kota Al-Bab, setelah daerah itu dibebaskan dari kelompok Islamic State (IS) dalam Operasi Perisai Efrat- Turki.

Operasi militer tersebut, yang dimulai Agustus lalu dan berakhir pada bulan Maret tahun ini, diluncurkan untuk menghilangkan ancaman IS di wilayah antara Turki dan Suriah.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

Setelah ledakan tersebut, anak-anak dibawa ke rumah sakit terdekat oleh tentara Turki. Abdulkafi Auni, 12 tahun, berada dalam kondisi paling serius, dikirim ke Turki dalam sebuah ambulans.

Auni menjalani operasi dan tinggal di unit perawatan intensif selama empat hari.

Jalan-jalan hancur, rumah dan sekolah kembali normal di wilayah tempat mereka tinggal, setelah Operasi Perisai Efrat, Auni mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (27/11/2017).

Dia sedang bermain dengan saudara, sepupu dan dua temannya. Auni berkata:
“Kami menemukan sesuatu di bawah tanah. Kami mengambilnya dan mulai bermain dengan benda itu. Lalu benda itu meledak dan kami semua terluka.”

Auni juga mengatakan bahwa kondisinya membaik dari hari ke hari, dan dia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membantunya selama masa pemulihannya.

Kategori : Internasional

Tags : anak-anak suriah bom Konflik Suriah

PM Lebanon: Kekuatan Persenjataan Hizbullah Disediakan oleh Iran

28 Nov 2017 07:00:20
PM Lebanon: Kekuatan Persenjataan Hizbullah Disediakan oleh Iran

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Perdana menteri Libanon mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Ahad bahwa memberikan solusi untuk senjata Hizbullah adalah masalah regional dan Lebanon “saya tidak dapat berbuat apa-apa mengenai masalah ini”, Anadolu Agency melaporkan, Senin (27/11/2017).

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengatakan kepada sebuah majalah Saudi bahwa dia menyalahkan Iran karena menggunakan Hizbullah untuk mengacaukan Lebanon.

Menlu Arab Terkejut, Lihat Makar Hizbullah atas Saudi Dibiarkan Pemerintah Libanon

“Solusi untuk senjata Hizbullah adalah solusi regional, bukan solusi domestik. Untuk itu, kami [Lebanon] tidak dapat berbuat apa-apa tentang masalah ini.”

“Hizbullah tidak memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah negara. Kekuatan itu berasal dari senjata yang disediakan oleh Iran,” Hariri menambahkan.

Ketegangan Meningkat, Pemimpin Syiah Hizbullah Bantah Tuduhan Menlu Arab Saudi

Dia juga menolak pernyataan Presiden Iran Hassan Rouhani bahwa tidak ada keputusan yang bisa dibuat di Lebanon tanpa keterlibatan Iran.

“Rouhani tidak bisa melakukan intervensi terhadap apa yang ingin kita lakukan di Lebanon,” kata Hariri.

Mengenai perang bertahun-tahun di Suriah, perdana menteri mengatakan bahwa keputusan Rusia untuk campur tangan di Suriah tidak ada hubungannya dengan kejatuhan Bashar al-Assad.

“Iran telah meminta intervensi dari Rusia setelah mereka gagal di Suriah,” tambahnya.

Iran Dibalik Pembantaian Aleppo

Pada tanggal 4 November, Hariri mengumumkan pengunduran dirinya dalam pidato di televisi dari Arab Saudi, menuduh Iran dan sekutu Libanonnya Hizbullah menaburkan “hasutan” di wilayah tersebut dan “campur tangan” dalam urusan Arab.

Dia juga mengisyaratkan dugaan ada rencana untuk pembunuhan dirinya.

Arab Saudi, pelindung politik Hariri sejak lama, adalah musuh bebuyutan Iran di wilayah tersebut. Riyadh mendukung oposisi bersenjata Suriah sementara Iran dan milisi Syiah Hizbullah sama-sama mendukung rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad di Suriah.

Kategori : Internasional

Tags : iran lebanon syiah hizbullah

Setelah Serangan di Masjid, Mesir Izinkan Suku Badui Lokal Perangi Kelompok IS

28 Nov 2017 06:49:55
Setelah Serangan di Masjid, Mesir Izinkan Suku Badui Lokal Perangi Kelompok IS

KAIRO (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang Mesir telah mengizinkan suku Badui lokal untuk berperan memerangi kelompok Islamic State (IS) di Semenanjung Sinai utara menyusul serangan masjid Jumat lalu di dekat kota Al-Arish yang menewaskan lebih dari 300 orang, lansir Anadolu Agency Senin (27/11/2017).

Selama empat tahun terakhir, Sinai telah menjadi pusat konfrontasi bersenjata antara personil keamanan Mesir dan kelompok IS yang berbasis di wilayah tersebut.

Kelompok ekstrimis menuduh suku setempat “berkolaborasi” dengan pasukan keamanan Mesir, sebaliknya, pasukan keamanan sering menuduh pemuda dari suku-suku lokal membantu dan bersekongkol dengan militan yang berbasis di Sinai.

Jumat lalu, sekelompok orang bersenjata melakukan serangan bom dan senjata api pada sebuah masjid di kota Bir Mohammed, Sinai Utara, lalu melepaskan tembakan ke arah para jamaah yang melarikan diri.

Pasukan Mesir Bunuh Penyerang Masjid yang Menewaskan 305 Orang di Sinai

Sebanyak 305 orang tewas dalam insiden tersebut, menurut data resmi terbaru, dan menjadikannya sebagai serangan teroris paling mematikan dalam sejarah modern Mesir.

Menurut laporan media lokal, beberapa pertemuan antara pejabat militer dan pemimpin suku terjadi setelah serangan tersebut.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengkoordinasikan perang melawan kelompok militan yang berbasis di Sinai.

Kategori : Internasional

Tags : mesir serangan bom sinai

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED