Jum'at, 11 Ramadhan 1447 / 27 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Para Syuhada Terus Bertambah dalam Aksi Perlawanan di Gaza dan Tepi Barat

16 Des 2017 12:21:39
Para Syuhada Terus Bertambah dalam Aksi Perlawanan di Gaza dan Tepi Barat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Korban tewas meningkat menjadi empat orang saat pasukan penjajah Israel membabi buta menyerang para aksi warga Palestina di Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Media lokal melaporkan bahwa seorang warga Palestina berusia 18 tahun, Muhammad Amin Aqel al-Adam, meninggal setelah ditembak oleh militer Israel pada hari Jumat (15/12/2017) di dekat kota Ramallah di Tepi Barat.

Adam diduga berusaha menyerang pasukan Israel.

Warga Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki gugur dalam situasi serupa beberapa jam sebelumnya. Dua warga Palestina di Jalur Gaza juga setelah ditembak oleh pasukan zionis yahudi selama aksi protesdi perbatasan.

Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

Protes tersebut merupakan tanggapan atas pengakuan Presiden AS Donald Trump tentang Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember.

Salah seorang pria yang gugur, Ibrahim Abu Thurayya yang berusia 29 tahun, telah kehilangan kakinya dalam serangan keji Israel sebelumnya di jalur yang diblokir itu.

Warga Palestina mengangkatnya ke media sosial untuk menghormati Abu Thurayya.

Orang-orang Palestina juga berbagi video tentang Abu Thurayya, pengunjuk rasa yang dibunuh, saat mengajak warga Palestina untuk memprotes pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel, sebuah langkah yang banyak dikecam oleh para pemimpin dunia.

Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Timur yang dijajah, mengatakan seruan untuk bertindak oleh kelompok Palestina dan sebuah tanggapan terpadu oleh negara-negara Muslim telah membantu melakukan demonstrasi tersebut.

“Ada respon yang cukup keras dan terpadu yang datang dari delegasi pada konferensi Turki pada hari Selasa. Faksi-faksi Palestina juga menyerukan aksi protes berskala lebih besar,” katanya.

Pengakuan tersebut dipandang sebagai pembongkaran kebijakan AS untuk berusaha menuju solusi dua negara untuk Israel dan Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Gaza palestina tepi barat yerusalem

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

15 Des 2017 07:57:33
OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada hari Kamis mengulangi sikapnya atas blok tersebut dengan menyatakan bahwa Yerusalem adalah “ibukota dua negara bagian” yang didasarkan pada perbatasan tahun 1967.

Berbicara kepada wartawan menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Frederica Mogherini mengatakan: “Dunia tahu di mana UE berdiri dalam hal Yerusalem, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (14/12/2017).

“Ibukota dua negara bagian, negara bagian Israel dan negara bagian Palestina dengan garis ’67. Kami sekarang bekerja untuk memberikan perspektif ini, ini akan tetap sebagai posisi Uni Eropa dalam hal apapun.”

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu bahwa AS akan mengakui Yerusalem dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv memicu protes keras di seluruh dunia Muslim.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Pada pertemuan puncak di Istanbul pekan ini, Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengeluarkan sebuah deklarasi yang mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina, dan mendesak seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama.

Kategori : Internasional

Tags : al quds OKI palestina Uni Eropa yerusalem

Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

15 Des 2017 07:42:33
Bentrokan Terus Berkobar di Gaza, Pasukan Zionis Gunakan Peluru Tajam

GAZA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 25 warga Palestina terluka pada hari Kamis (14/12/2017), termasuk beberapa tercekik gas air mata, dalam bentrokan antara puluhan pemuda Palestina dan tentara zionis di perbatasan antara Gaza dan Israel.

“Sedikitnya 25 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Gaza,” kata Asharaf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, lansir Anadolu Agency.

Lima korban terluka akibat peluru tajam sementara 20 lainnya tercekik (sesak napas) setelah menghirup gas air mata, tambahnya.

Bentrokan Warga Tepi Barat dengan Pasukan Penjajah Israel Terus Berlanjut, 36 Terluka

Korban tembak dipindahkan ke rumah sakit di Gaza dimana para dokter menggambarkan bahwa mereka menderita luka “moderat”, sementara kasus korban yang tercekik ditangani oleh paramedis di lokasi.

Bentrokan pecah pada hari Kamis antara ratusan pemuda Palestina dan tentara Israel atas pengakuan nyeleneh AS pekan lalu yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pasukan Israel Mulai Serang Gaza dengan Pesawat Tempur dan Tank

Bentrokan pecah di empat lokasi di sepanjang perbatasan Gaza timur – Al-Qrara timur Khan Yunis (selatan), Nahal Oz timur al-Shojaeya (timur), Bureij timur (tengah), dan kamp pengungsi Jabalia timur (utara) di mana tentara Israel menggunakan amunisi hidup, peluru logam berlapis karet, dan gas air mata, sementara pemuda Palestina melemparkan batu dan bom molotov ke arah tentara zionis.

Sejak Jumat lalu, sedikitnya dua pemrotes telah menjadi martir dan ratusan lainnya cedera dalam bentrokan antara Palestina dan pasukan penjajah Israel.

Brigade Al Qassam: Kami Akan Balas Serangan Udara Israel

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds Gaza palestina yerusalem

Abbas Terimakasih pada Erdogan

15 Des 2017 07:09:27
Abbas Terimakasih pada Erdogan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Kamis (14/12/2017) bertemu dengan delegasi sebuah forum pemuda yang berafiliasi dengan Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) di Istanbul, lansir Anadolu Agency.

Delegasi Forum Pemuda Konferensi Islam untuk Dialog dan Kerjasama (Islamic Conference Youth Forum for Dialogue and Cooperation-ICYF-DC) dipimpin oleh Duta Besar Elshad Isgandarov.

Abbas mengatakan bahwa proyek untuk mengumumkan Yerusalem sebagai “Ibukota Pemuda Dunia Islam” untuk tahun 2018 adalah salah satu “tindakan dukungan internasional yang paling penting”.

Abbas mengucapkan terima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas dukungannya terhadap perjuangan Palestina dan untuk menyelenggarakan KTT OKI yang luar biasa di Istanbul pada hari Rabu.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Isgandarov mengatakan bahwa tujuan utama proyek “Al-Quds-OIC Youth 2018” adalah untuk mempersiapkan program yang akan dihadiri oleh kaum muda dari seluruh dunia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran internasional akan kasus hak rakyat Palestina, kata Isgandarov.

Dalam pertemuan dengan Abbas, dia memberikan rincian lebih lanjut mengenai proyek yang diluncurkan oleh ICYF-DC.

ICYF-DC, sebuah organisasi internasional berbasis di Istanbul yang berafiliasi dengan OKI, bertujuan untuk melakukan advokasi demi kepentingan kaum muda, mendukung pembangunan berkelanjutan, mempromosikan pendidikan formal dan non-formal, memperkuat nilai-nilai moral generasi muda dan terlibat dalam dialog antar budaya dan peradaban.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Erdogan OKI palestina yerusalem

Raja Salman Dukung Palestina Sedangkan Anaknya Pangeran Salman Dukung Donald Trump

15 Des 2017 06:30:20
Raja Salman Dukung Palestina Sedangkan Anaknya Pangeran Salman Dukung Donald Trump

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menegaskan kembali komitmen kerajaan atas sebuah negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, Aljazeera melaporkan Kamis (14/12/2017).

Ini adalah posisi resmi kerajaan Saudi atas keputusan Trump. Keputusan AS memicu gelombang protes dari dunia Arab dan Islam.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Namun, menurut sebuah laporan kantor berita Reuters, Mohammed bin Salman anak dari Raja Salman dikatakan bertindak atas nama penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner mendukung keputusan Donald Trump, dan telah mempresentasikan rencana Amerika untuk perdamaian di Timur Tengah kepada presiden Palestina, Abbas.

Pejabat dari Arab Saudi dan Israel dilaporkan bertemu di waktu lalu dan beberapa undangan serupa telah diperpanjang.

Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump

Bulan lalu, Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara mengundang Mufti Arab Saudi al-Syeikh Abdul Aziz untuk mengunjungi Israel. Beberapa hari kemudian, kepala staf Israel Gadi Eizenkot memberikan wawancara resmi pertama kepada Elaph, mengatakan bahwa Israel siap untuk berbagi info intelijen dengan Arab Saudi tentang Iran.

Meskipun Arab Saudi tidak secara resmi mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel, perkembangan terakhir tampaknya telah mendorong Riyadh dan Tel Aviv untuk bekerja sama.

Kategori : Internasional

Tags : al quds arab saudi palestina yerusalem

Menteri Intelijen Zionis Undang Pangeran Saudi ke Israel untuk Lakukan Ini

15 Des 2017 06:10:18
Menteri Intelijen Zionis Undang Pangeran Saudi ke Israel untuk Lakukan Ini

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz mengundang pangeran mahkota Arab Saudi untuk mengunjungi Israel dalam sebuah wawancara dengan sebuah gerai berita Saudi, menurut Haaretz.

Katz mengkonfirmasi kepada harian Israel bahwa dia memperpanjang undangan bagi Mohammed bin Salman pada hari Rabu dalam wawancara dengan situs berita independen yang berbasis di Inggris, Elaph, lansir Aljazeera Kamis (14/12/2017).

Menurut Haaretz, kutipan dengan undangan itu diedit dari versi akhir wawancara yang panjang.

Katz, dalam wawancara tersebut, tujuan undangan tersebut karena menggambarkan Arab Saudi sebagai “pemimpin dunia Arab” dan merekomendasikan agar perundingan damai nanti antara Palestina dan Israel terjadi di bawah kendali kerajaan Arab tersebut.

Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump

Pembicaraan Israel-Palestina telah tertunda, namun Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menghidupkan kembali perundingan, dengan AS bertindak sebagai mediator dalam proses tersebut.

Pekan lalu, keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, sambil berencana untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendorong Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk “mendiskualifikasi” AS yang bertindak sebagai mediator dalam perundingan di masa depan.

Kategori : Internasional

Tags : al quds arab saudi palestina yerusalem

Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

14 Des 2017 09:59:36
Begini Kata Diplomat AS Jika Yerusalem Tidak Direbut Kembali

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem adalah sebuah kesalahan besar yang didorong oleh kepentingan politik domestik AS, diplomat AS yang juga analis Timur Tengah mengatakan keputusan diambil dengan alasan konsekuensi strategis internasional, lansir Aljazeera, Rabu (13/12/2017)

Analisis Timur Tengah menyimpulkan, “Presiden AS, tak lama setelah menjabat hampir setahun yang lalu, terlihat telah membangkitkan harapan akan proses baru perdamaian Timur Tengah versinya dengan mengadakan serangkaian pertemuan dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas di Washington, Bethlehem dan New York.”

Namun setelah Trump mengumumkan bahwa AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memulai proses pengalihan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv, keputusan nyeleneh ini menimbulkan keraguan bagi rakyat Palestina, serta para analis Timur Tengah mengenai peran AS sebagai perantara kesepakatan damai potensial.

Abaikan Kecaman Dunia, Trump Resmikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

“Pernyataan Trump ini membangkitkan kecemasan, tekanan, kemarahan, kebencian secara menyeluruh karena ini tidak hanya masalah hukum atau politik, ini adalah politik identitas,” Husam S Zomlot, kepala Delegasi Umum PLO untuk AS, mengatakan dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan di Washington pada hari Senin.

“Pernyataan ini menyentuh dasar masalah,” Zomlot menambahkan.

Kemampuan Trump untuk mengenalkan rencana perdamaian versinya, jika tidak diambil alih, kemungkinan akan bergeser di masa mendatang ke pemilikan total kota tersebut, para ahli dan diplomat mengatakan.

Pertanyaan kuncinya, menurut para analis, adalah bagaimana pemimpin Palestina akan bereaksi dalam masalah ini.

Indikasi awalnya adalah bahwa mereka akan menekan isu mereka di hadapan masyarakat internasional.

Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, yang berbicara pada pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada hari Rabu, mengatakan bahwa AS telah “mendiskualifikasi” diri mereka sendiri dari perundingan damai di masa depan.

“Kami tidak akan menerima peran apapun untuk Amerika Serikat dalam proses perdamaian, mereka telah membuktikan bias penuh mereka untuk Israel,” kata Abbas.

Yousef al-Othaimeen, sekretaris jenderal OIC, mengatakan bahwa “OIC (the Organisation of Islamic Cooperation) menolak dan mengutuk keputusan Amerika.”

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Kata Erdogan

Aaron David Miller, seorang mantan negosiator AS dan sekarang seorang pakar Timur Tengah di Wilson Center di Washington, DC, mengatakan bahwa “ini adalah situasi suram dari perspektif Palestina seperti yang telah saya lihat dalam waktu lama.”

Reaksi diplomatik di seluruh dunia sebagian besar, meski tidak secara universal, negatif. Pertemuan Liga Arab di Kairo mengecam langkah Trump.

Menteri luar negeri Uni Eropa bertemu dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu di Brussels menegaskan kembali dukungan Eropa untuk solusi dua negara dengan Yerusalem dilihat sebagai ibukota Israel dan Palestina.

“Jika Anda melihat para ahli, mereka semua memperdebatkan dampaknya, apakah ini akan menjadi bencana, atau apakah ini bisa ditolerir,” Shibley Telhami, seorang pollster (pengumpul suara) dan profesor di University of Maryland, mengatakan kepada Al Jazeera. “Tidak ada yang mengatakan ini benar-benar akan memajukan perdamaian.”

Penasihat Trump di Timur Tengah “tidak berpengalaman,” “hidup dalam gelembung” dan “tidak memiliki cara independen untuk membuat penilaian tentang konsekuensi,” kata Telhami.

Arab Saudi Ajak Masyarakat Internasional Untuk Tidak Tanggapi Keputusan AS

Tapi Administrasi Trump tampaknya percaya dengan argumen PM zionis, Netanyahu, bahwa Arab tidak lagi peduli dengan Yerusalem dan hanya akan memberikan lip service untuk masalah ini, kemarahan akan mereda, dan pemerintah Arab akan terus maju sambil melupakan karena mereka ingin berbisnis dengan Trump, Telhami menambahkan.

“Jika ternyata Intifadah dikobarkan, maka semua taruhan dibatalkan karena Anda memiliki kendala perlawanan lagi yang mengganggu prioritas dan memaksa penguasa Arab untuk mengambil posisi dan mungkin menjauhkan diri dari Trump. Jika intifada tidak terjadi, atau itu terjadi pada skala yang lebih kecil, hal yang harus diperhatikan adalah apakah Abbas akan menemukan cara lain untuk menghentikan Trump sehingga bisa kembali ke meja perundingan.”

Pemimpin Hamas: Keputusan AS adalah Deklarasi Perang

Hady Amr, mantan utusan khusus Barack Obama untuk perundingan Israel-Palestina, mengatakan bahwa keputusan Trump adalah “sebuah gempa besar bagi masyarakat Palestina.”

“Orang-orang pasti sangat marah, sangat terhina,” kata Amr, yang sekarang adalah seorang rekan senior untuk kebijakan Timur Tengah di Brookings, kepada Al Jazeera.

Langkah Trump telah memicu aksi perlawanan yang meluas di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Sedikitnya dua warga Palestina telah terbunuh dan ratusan lainnya terluka oleh pasukan penjajah Israel selama demonstrasi tersebut.

Demonstrasi juga terjadi di kota-kota besar di Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke arah para pemrotes di luar kedutaan AS di Beirut, dan ratusan orang Yordania berdemonstrasi di depan kedutaan AS di Amman.

Bentrokan Keras Meletus di Kedutaan AS di Beirut

Trump telah memberikan “alasan yang mudah” bagi PLO untuk menyatakan bahwa AS bukanlah perantara perdamaian yang jujur kepada PBB, AS selalu mengingkari komitmennya dan PLO akan berjuang melawannya melalui PBB dan Pengadilan Pidana Internasional, kata Amr.

Ketika ditanya oleh Al Jazeera, apa yang mungkin dilakukan pimpinan PLO, Zomlot mengatakan bahwa warga Palestina akan mengevaluasi kembali peran AS sebagai mediator dan mencari forum di PBB dan tempat lain.

“Ini momen yang strategis atas blunder AS melalui mulut Trump,” katanya.

Abbas akan bertemu dengan menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada bulan Januari.

Perwakilan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan dalam sebuah pernyataan pers setelah bertemu dengan PM zionis Netanyahu bahwa Uni Eropa akan berusaha untuk memulai kembali perundingan perdamaian Timur Tengah melalui sebuah pertemuan “kuartet” termasuk PBB, Rusia dan AS, yang mungkin diperluas dengan mengajak Mesir dan Jordan.

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Kategori : Internasional

Tags : al quds AS palestina tepi barat yerusalem

Yerusalem: Masjid Al Aqsho Pernah Dibakar oleh Sekte Berbasis di AS

14 Des 2017 08:13:12
Yerusalem: Masjid Al Aqsho Pernah Dibakar oleh Sekte Berbasis di AS

YERUSALEM (Palestina) – Yerusalem (al Quds) adalah kota yang menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang ini dijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina masa depan.

Trump berulang kali Selama kampanye pemilihannya tahun lalu, berjanji untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang dia umumkan Rabu lalu.

Namun Erdogan menegaskan kembali bahwa Yerusalem adalah “garis merah (ambang batas)” bagi gerakan Muslim seluruh dunia dan Presiden AS Donald Trump “tidak memiliki hak apapun,” lansir Anadolu Agency.

Erdogan bersama dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Yerusalem dideklarasikan sebagai Ibukota Palestina Rabu (13/12/2017).

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

OKI didirikan pada pertemuan puncak bersejarah di Rabat, Maroko, pada tahun 1969 setelah sebuah serangan pembakaran di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem yang diduduki.

Masjid Al-Aqsha dibakar oleh seorang Kristen Australia bernama Michael Denis Rohan pada 21 Agustus 1969. Tempat suci dan sebuah mimbar berusia 1.000 tahun tersebut hancur total dan juga beberapa tempat bersejarah.

Rohan bergabung dengan sekte berbasis AS yang disebut “Gereja Tuhan (The Church of God)” dan percaya bahwa membakar Al-Aqsha akan mempercepat kedatangan Mesias.

Dia kemudian dinyatakan tidak stabil secara mental (stress dan despresi) kemudian dilaporkan meninggal dalam perawatan psikiatri pada tahun 1995.

5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Kategori : Jejak Islam

Tags : al aqsha al quds palestina yerusalem

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Kata Erdogan

14 Des 2017 07:30:56
OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Kata Erdogan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Rabu (13/12/2017) bahwa pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul telah menunjukkan bahwa Yerusalem tidak “ditinggalkan.”

“Saya percaya dengan KTT bersejarah ini, kami menunjukkan kepada dunia, juga para pembuat keputusan, bahwa Yerusalem belum ditinggalkan,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Istanbul menyusul pertemuan puncak OKI (the Organization of the Islamic Cooperation-OIC) yang luar biasa, lansir Anadolu Agency.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Erdogan menegaskan kembali bahwa Yerusalem adalah “garis merah (ambang batas)” bagi gerakan Muslim seluruh dunia dan Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini “tidak memiliki nilai.”

“Kami … bersama dengan 1,7 miliar muslim di dunia, sekali lagi mengonfirmasikan bahwa kami menolak keputusan pemerintah Amerika.”

Mengesampingkan mediasi AS antara Israel dan Palestina, Erdogan mengatakan bahwa Amerika tidak mungkin lagi memainkan peran mediasi dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

“Peran Amerika selesai,” tambahnya.

Selama pidatonya, Erdogan meminta AS untuk mencabut “keputusan nyeleneh” atas Yerusalem.

“Kami mengharapkan pihak berwenang Amerika untuk mencabut keputusan yang salah ini secepat mungkin,” katanya, seraya menambahkan bahwa nasib Yerusalem “tidak dapat diserahkan ke negara yang tumbuh subur dari darah dan memperluas wilayahnya dengan membunuh anak-anak, warga sipil, dan wanita.”

Presiden juga meminta para pemimpin OKI untuk mempertahankan sikap tegas mereka atas Yerusalem setelah pertemuan puncak tersebut.

“Kami, bersama dengan mitra internasional kami akan melanjutkan perjuangan kami atas Yerusalem atas dasar hukum dan legitimasi sampai pemerintah AS mencabut keputusan yang salah ini,” katanya.

Dalam konferensi pers yang sama, Sekretaris Jenderal OKI Yousef al-Othaimeen mengatakan keputusan Trump tentang Yerusalem “tidak akan mengubah apapun di lapangan.”

Mengecam Saja Tidak Cukup, Jokowi Didesak Kirim Pasukan Militer ke Palestina

Sekretaris jenderal mengatakan bahwa status definitif kota suci Yerusalem hanya dapat dicapai melalui negosiasi sesuai dengan resolusi PBB.

Pekan lalu, Trump mengumumkan keputusannya – meski mendapat tentangan luas di Timur Tengah – untuk secara formal mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pengumuman tersebut memicu kecaman keras dari seluruh dunia, termasuk Turki, Uni Eropa dan PBB.

Kategori : Internasional

Tags : al quds Erdogan OKI palestina turki yerusalem

Warga Palestina: Keputusan Trump karena Lampu Hijau dari Arab Saudi

14 Des 2017 06:16:07
Warga Palestina:  Keputusan Trump karena Lampu Hijau dari Arab Saudi

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Warga Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan. Sedangkan Israel menganggap Yerusalem, yang berada di bawah pendudukan Israel, tidak dapat dibagi untuk Palestina.

Komentar Abbas, presiden Otoritas Palestina (PA) dipandang sebagai yang terkuat dalam masalah ini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa AS telah “mendiskualifikasi” dirinya dari perundingan damai Israel-Palestina di masa depan setelah membuktikan “biasnya mendukung Israel”.

Hoda Abdel-Hamid dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Ramallah, mengatakan bahwa penduduk Palestina “sangat frustrasi” setelah melihat “banyak kesepakatan dan banyak penghukuman” namun “tidak ada yang benar-benar berubah untuk mereka di lapangan”.

“Ketika Anda bertanya kepada mereka siapa yang bertanggung jawab atas hal itu, mereka mengatakan dengan pasti PA, kepemimpinan mereka sendiri,” katanya, mengutip kekecewaan orang-orang Palestina tentang perpecahan di antara faksi politik mereka.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Abdel-Hamid juga mengatakan bahwa “banyak warga Palestina yang percaya bahwa keputusan Trump atas Jerusalem tidak mungkin terjadi tanpa lampu hijau Arab Saudi.”

Pertemuan puncak Istanbul dihadiri oleh lebih dari 20 kepala negara. Arab Saudi, markas OKI, hanya mengirim seorang pejabat senior kementerian luar negeri. Yang lainnya, termasuk Mesir, mengirim menteri luar negeri mereka.

KTT luar biasa OIC diserukan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah pengumuman Trump.

Berbicara pada pertemuan tersebut, Erdogan menuduh Israel sebagai “negara yang ketakutan” dan mengatakan bahwa pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah dikecam oleh masyarakat internasional.

“Ini tidak sah dan kosong … kecuali Israel, tidak ada negara di dunia yang mendukung [keputusan ini],” katanya.

“Siapa pun yang berjalan beberapa menit di jalan-jalan di Yerusalem akan memahami bahwa kota ini berada di bawah pendudukan.”

Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump

Reporter Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari Istanbul, mengatakan bahwa Erdogan berusaha untuk “mempersatukan dunia Muslim” dan “memberikan tanggapan terpadu” terhadap tindakan AS.

“Dia menghadapi tugas yang menakutkan,” kata koresponden kami. “Di lorong yang dia hadapi, ada negara-negara yang tidak mau melampaui oposisi retorika dengan mengorbankan hubungan mereka dengan Amerika Serikat,” katanya.

Langkah Trump telah memicu gelombang protes dari Asia, melalui Timur Tengah, ke Afrika Utara, hingga Eropa bahkan di AS sendiri, di berbagai belahan bumi dengan puluhan ribu orang turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir untuk mencela keputusan nyeleneh Donald Trump.

Kategori : Internasional

Tags : al quds arab saudi KTT palestina yerusalem

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED