OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina, Ini Sikap Uni Eropa

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada hari Kamis mengulangi sikapnya atas blok tersebut dengan menyatakan bahwa Yerusalem adalah “ibukota dua negara bagian” yang didasarkan pada perbatasan tahun 1967.

Berbicara kepada wartawan menjelang KTT para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Frederica Mogherini mengatakan: “Dunia tahu di mana UE berdiri dalam hal Yerusalem, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (14/12/2017).

“Ibukota dua negara bagian, negara bagian Israel dan negara bagian Palestina dengan garis ’67. Kami sekarang bekerja untuk memberikan perspektif ini, ini akan tetap sebagai posisi Uni Eropa dalam hal apapun.”

Uni Eropa Tolak Ajakan PM Israel untuk Akui Yerusalem sebagai Ibukotanya

Pengumuman Presiden AS Donald Trump pekan lalu bahwa AS akan mengakui Yerusalem dan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv memicu protes keras di seluruh dunia Muslim.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan penduduk Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang sekarang diduduki oleh Israel – dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina.

Pada pertemuan puncak di Istanbul pekan ini, Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) mengeluarkan sebuah deklarasi yang mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina, dan mendesak seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama.

Bagikan
Close X