Warga Palestina: Keputusan Trump karena Lampu Hijau dari Arab Saudi

Warga Palestina:  Keputusan Trump karena Lampu Hijau dari Arab Saudi

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Warga Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan. Sedangkan Israel menganggap Yerusalem, yang berada di bawah pendudukan Israel, tidak dapat dibagi untuk Palestina.

Komentar Abbas, presiden Otoritas Palestina (PA) dipandang sebagai yang terkuat dalam masalah ini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa AS telah “mendiskualifikasi” dirinya dari perundingan damai Israel-Palestina di masa depan setelah membuktikan “biasnya mendukung Israel”.

Hoda Abdel-Hamid dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Ramallah, mengatakan bahwa penduduk Palestina “sangat frustrasi” setelah melihat “banyak kesepakatan dan banyak penghukuman” namun “tidak ada yang benar-benar berubah untuk mereka di lapangan”.

“Ketika Anda bertanya kepada mereka siapa yang bertanggung jawab atas hal itu, mereka mengatakan dengan pasti PA, kepemimpinan mereka sendiri,” katanya, mengutip kekecewaan orang-orang Palestina tentang perpecahan di antara faksi politik mereka.

OKI Deklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Abdel-Hamid juga mengatakan bahwa “banyak warga Palestina yang percaya bahwa keputusan Trump atas Jerusalem tidak mungkin terjadi tanpa lampu hijau Arab Saudi.”

Pertemuan puncak Istanbul dihadiri oleh lebih dari 20 kepala negara. Arab Saudi, markas OKI, hanya mengirim seorang pejabat senior kementerian luar negeri. Yang lainnya, termasuk Mesir, mengirim menteri luar negeri mereka.

KTT luar biasa OIC diserukan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah pengumuman Trump.

Berbicara pada pertemuan tersebut, Erdogan menuduh Israel sebagai “negara yang ketakutan” dan mengatakan bahwa pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah dikecam oleh masyarakat internasional.

“Ini tidak sah dan kosong … kecuali Israel, tidak ada negara di dunia yang mendukung [keputusan ini],” katanya.

“Siapa pun yang berjalan beberapa menit di jalan-jalan di Yerusalem akan memahami bahwa kota ini berada di bawah pendudukan.”

Arab Saudi Desak Penjaga Kota Suci Yerusalem untuk Terima Pengakuan Donald Trump

Reporter Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari Istanbul, mengatakan bahwa Erdogan berusaha untuk “mempersatukan dunia Muslim” dan “memberikan tanggapan terpadu” terhadap tindakan AS.

“Dia menghadapi tugas yang menakutkan,” kata koresponden kami. “Di lorong yang dia hadapi, ada negara-negara yang tidak mau melampaui oposisi retorika dengan mengorbankan hubungan mereka dengan Amerika Serikat,” katanya.

Langkah Trump telah memicu gelombang protes dari Asia, melalui Timur Tengah, ke Afrika Utara, hingga Eropa bahkan di AS sendiri, di berbagai belahan bumi dengan puluhan ribu orang turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir untuk mencela keputusan nyeleneh Donald Trump.

Bagikan
Close X