Kamis, 10 Ramadhan 1447 / 26 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Amerika Tangkap 142.470 Imigran

09 Feb 2018 09:16:55
Amerika Tangkap 142.470 Imigran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jumlah imigran gelap yang ditangkap di Amerika Serikat naik ke level tertinggi di tahun 2017, setelah beberapa tahun mengalami penurunan, menurut laporan baru.

Pew Research Center, sebuah lembaga think-tank, mengatakan pada hari Kamis (8/2/2018) bahwa sebanyak 143.470 orang ditahan oleh pejabat Imigrasi dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement-ICE) tahun lalu – naik 30 persen dibandingkan dengan tahun 2016.

ICE memberlakukan undang-undang imigrasi federal di AS dan memiliki kekuatan untuk menahan dan mendeportasi imigran yang tidak berdokumen.

“Lonjakan tersebut dimulai setelah Presiden Donald Trump mulai menjabat pada akhir Januari [2017],” papar Pew Research Center, yang menganalisis statistik ICE mengenai penangkapan administratif, dalam sebuah pernyataan, lansir Aljazeera.

Pew Research Center: Perkiraan Baru Populasi Muslim AS

Penangkapan administratif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penangkapan seorang imigran tidak berdokumen yang merupakan pelanggaran sipil terhadap undang-undang imigrasi AS.

Peningkatan terbesar dalam penangkapan dicatat di Florida, Texas utara dan Oklahoma, kata Pew.

Di daerah Dallas di Texas saja tercatat lebih dari 16.500 penangkapan.

Penangkapan juga melonjak lebih dari 50 persen antara tahun 2016 dan 2017 di daerah sekitar kota New Orleans, Atlanta, Boston dan Detroit.

Namun, penangkapan ICE di seluruh AS dua kali lebih tinggi dibaningkan tahun 2009, tahun pendahulunya Trump, mantan Presiden AS Barack Obama, mulai berkiprah.

Petugas ICE melakukan hampir 298.000 penangkapan pada tahun 2009, namun “jumlah ini umumnya menurun pada tahun-tahun berikutnya,” Pew melaporkan.

Pada bulan Januari 2017, Trump menandatangani sebuah tatanan eksekutif yang memperkuat “penegakan interior” undang-undang imigrasi AS, dan memberikan badan penegak hukum lokal dan negara bagian untuk bertindak sebagai petugas penegakan imigrasi.

Sebaliknya, penangkapan yang dilakukan oleh US Customs and Border Protection (CBP), yang memberlakukan undang-undang keimigrasian AS di perbatasan negara tersebut, menurun sebesar 25 persen antara tahun 2016 dan 2017, Pew melaporkan.

ICE membenarkan penangkapan “interior” sebagai bagian dari “komitmen lanjutan untuk mengidentifikasi, menangkap, dan menghapus warga asing yang melanggar hukum AS, terutama yang bertindak mengancam keamanan publik atau keamanan nasional.”

100.000 Warga AS Masuk Islam Pertahun, Muslim akan Menjadi Umat Terbesar di Amerika

Namun, menurut beberapa orang penangkapan di tahun 2017 menunjukkan sifat sewenang-wenang dan efek destruktif dari kebijakan penahanan imigrasi dan deportasi AS.

Pada akhir Januari, misalnya, petugas ICE menangkap seorang profesor Kansas yang telah tinggal di AS selama tiga dekade, media AS melaporkan.

Berasal dari Bangladesh, Syed Ahmed Jamal, ditangkap oleh agen ICE di halaman depan rumahnya saat hendak mengantar anak perempuannya ke sekolah. Jamal, ayah tiga anak yang semuanya memegang kewarganegaraan AS, sekarang menghadapi deportasi.

Bulan lalu ICE juga menahan dan mendeportasi Amer Othman Adi, seorang pria Palestina yang telah tinggal di Ohio selama hampir 40 tahun.

Adi “dipisahkan dari keempat putrinya, istrinya, dan negara yang dia sebuat rumah selama lebih dari 30 tahun,” Perwakilan Ohio, Tim Ryan, yang melawan deportasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada saat itu.

Trump juga berusaha menahan dana federal kota-kota suaka, meskipun upaya tersebut diblokir oleh pengadilan California pada bulan April tahun lalu.

Secara umum, sebuah kota suaka (perlindungan) mengizinkan semua warga untuk mengakses layanan kotamadya, terlepas dari status imigrasi mereka.

Pejabat kota suaka juga tidak akan bekerja sama dengan petugas penegak imigrasi federal ketika harus menahan dan mendeportasi penduduk yang tidak berdokumen.

Ratusan kota dan negara bagian AS telah menyatakan kebijakan perlindungan dalam beberapa tahun terakhir.

Kategori : Internasional

Tags : AS imigrasi

Rezim Syiah Assad Bunuh 75 Warga Sipil di Ghouta Timur dalam Sehari

09 Feb 2018 08:44:49
Rezim Syiah Assad Bunuh 75 Warga Sipil di Ghouta Timur dalam Sehari

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 75 warga sipil terbunuh dalam serangan udara rezim Syiah Bashar al-Assad di Ghouta Timur Suriah pada hari Kamis (8/2/2018), menurut sumber dari Pertahanan Sipil Suriah.

Serangan udara di daerah pemukiman sipil tersebut menewaskan 27 orang di Arbin, 17 di Jisrin, 2 di Zamalka, 3 di Sabka, 3 di Misraba, 7 di Hamuriya, 1 di Bayt Sava dan satu lagi di lingkungan Madyara, kata sumber tersebut kepada Anadolu Agency.

Delapan warga sipil juga terbunuh di Duma, empat di Hazzah dan dua warga sipil lainnya tewas di Harasta, kata unit pertahanan sipil, yang juga dikenal sebagai The White Helmets (Helm Putih).

The White Helmets dikirim ke tempat kejadian untuk pencarian dan penyelamatan karena korban tewas dikhawatirkan meningkat.

Pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad telah melakukan serangan udara intensif di wilayah tersebut sejak Kamis pagi.

Biadab, Serangan Rezim Syiah Assad Kembali Bunuh Warga Ghouta Timur, 33 Tewas

Terletak di pinggiran ibukota Damaskus, padahal Ghouta Timur dinyatakan sebagai zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang.

Namun Rezim Suriah berulang kali melanggar kesepakatan tersebut dan menargetkan wilayah pemukiman hingga menewaskan total 524 orang dan menyebabkan sekitar 2.000 lainnya cedera sejak 29 Desember 2017.

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga, lalu dilanjut dengan intervensi Rusia untuk mendukung militer rezim.

Pejabat PBB mengatakan ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

AS Gempur Pasukan Pro Rezim Assad di Deir Az Zor, 100 Milisi Tewas

09 Feb 2018 07:14:41
AS Gempur Pasukan Pro Rezim Assad di Deir Az Zor, 100 Milisi Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Assad melaporkan koalisi pimpinan AS “melakukan kejahatan perang” setelah pasukannya ditargetkan dalam serangan udara di provinsi Deir Az Zor yang kaya minyak.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Kamis (8/2/2018) bahwa lebih dari 100 pasukan pro-pemerintah Assad terbunuh dalam serangan semalam.

AS mengatakan bahwa mereka hanya membalas sebuah “serangan yang tidak beralasan” terhadap Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF) yang didukung Washington, namun tidak memberikan rincian mengenai korban jiwa.

Rusia: Amerika Lindungi Kelompok Islamic State di Deir ez-Zor

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada wartawan bahwa SDF “membela diri dengan dukungan” dari koalisi pimpinan AS.

“Pasukan pro-rezim memprakarsai serangan terkoordinasi terhadap Pasukan Demokratik Suriah di sebelah timur jalur dekonstruksi sungai Efrat,” kata Dana White.

“Pasukan Demokrat Suriah yang didukung oleh koalisi balas menargetkan penyerang dengan kombinasi serangan udara dan artileri,” tambahnya.

Bunuh 58 Anggota Jamaah Tabligh Sedang Shalat, Rusia: Serangan Udara di Masjid Aleppo oleh AS

Kantor berita Suriah SANA memperdebatkan akun AS tersebut dan mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS “menyerang pasukan populer yang memerangi” kelompok bersenjata seperti Islamic State (IS)

Rezim Syiah Suriah menggambarkan serangan udara itu sebagai “agresi baru yang menimbulkan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Pemerintah Suriah juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk “pembantaian” tersebut, menurut kantor berita negara SANA.

Rusia, sekutu Assad, mengatakan bahwa kehadiran militer AS di Suriah “bertujuan untuk mengendalikan aset ekonomi negara tersebut dan bukan berperang faksi jihad,” kantor berita Rusia TASS melaporkan.

Dalam 11 Hari Rezim Assad dan Rusia Bantai 126 Warga Sipil Ghouta Timur

SDF adalah aliansi pasukan Kurdi dan Arab dukungan AS yang dipimpin oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

“Lokasi serangan signifikan tidak hanya karena itu adalah salah satu tempat yang diketahui memiliki minyak di Suriah, namun yang lebih penting karena yang mengendalikannya di lapangan adalah Pasukan Demokrat Suriah,” reporter Al Jazeera Jamal Elshayyal, melaporkan dari Gaziantep, di sisi Turki dari perbatasan Suriah-Turki.

“Washington sangat bergantung pada mereka saat perang melawan IS selama bertahun-tahun dan sekarang menemukan diri mereka dalam situasi melawan armada perang Turki dan pihak lain yang mengatakan milisi dukungan AS ini pada dasarnya sama buruknya dengan IS itu sendiri.

Serangan udara bertepatan dengan meningkatnya kekerasan di tempat lain di Suriah.

Lebih dari 200 orang tewas di pinggiran Damaskus di Ghouta Timur dan di Idlib, sementara Turki terus melakukan serangan militer untuk menghapus YPG dari kota perbatasan Afrika barat laut Afrin.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah serangan udara

Moskow: Amerika Ingin Suriah Bubar

08 Feb 2018 06:50:31
Moskow: Amerika Ingin Suriah Bubar

SOCHI (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada hari Rabu (7/2/2018) mengatakan AS berencana untuk membubarkan Suriah.

“Rencana pemisahan de facto Suriah sudah ada. Kami tahu tentang hal itu dan akan bertanya kepada rekan Amerika kami bagaimana mereka membayangkan semua ini,” Lavrov mengatakan dalam sebuah pidato di kontes “Leaders of Russia,” lansir Anadolu Agency.

Dia juga mengatakan bahwa Amerika mengubah sikap tentang alasan kehadiran militer mereka di Suriah.

Cegah PBB Selidiki Serangan Bom Kimia di Suriah, AS Salahkan Rusia

“Amerika tampaknya telah meninggalkan jaminan yang diberikan kepada kita bahwa satu-satunya tujuan kehadiran mereka di Suriah adalah untuk mengalahkan teroris.”

“Sekarang mereka mengatakan bahwa mereka akan tetap hadir sampai mereka yakin bahwa Suriah telah memulai proses penyelesaian politik yang berkelanjutan, yang hasilnya akan menjadi perubahan rezim,” katanya.

Takut Tersaingi, Rusia Kecam Rencana AS Bentuk Pasukan Unilateral di Suriah

Suriah telah dikepung dalam perang global yang kejam sejak awal tahun 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Arab Spring” – dengan keganasan militer yang tak terduga, ditambah dukungan militer Rusia untuk mencegah rezim Assad dari kekalahan perang.

Sejak itu, hampir setengah juta orang terbunuh dan lebih dari 10 juta orang lainnya mengungsi dari negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menetapkan jumlah korban tewas akibat konflik sebanyak lebih dari 470.000 orang.

Kategori : Internasional

Tags : AS Konflik Suriah Rusia

Menteri Zionis Desak Bangun Kuil Yahudi Gantikan Masjid Al Aqsha

08 Feb 2018 06:33:10
Menteri Zionis Desak Bangun Kuil Yahudi Gantikan Masjid Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang menteri zionis Yahudi Israel pada hari Rabu (7/2/2018) meminta pembangunan kuil Yahudi menggantikan Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang pemukim ilegal Israel, menurut media zionis, World Buletin melaporkan.

“Waktunya untuk mengakui hak orang-orang Yahudi di negeri ini telah tiba dan waktu untuk membangun Bukit Bait Suci telah tiba,” kata Menteri Pertanian zionis Uri Ariel dalam upacara pemakaman pemukim ilegal, yang terbunuh dalam serangan pisau di Tepi Barat pada hari Senin.

Bentrokan Meletus di Nablus, Seorang Warga Palestina Gugur dan 40 Lainya Terluka

Bagi umat Islam di seluruh dunia, kompleks Masjid Al-Aqsha dianggap sebagai situs tersuci ketiga di dunia. Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Bukit Bait Suci”, mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Ariel meminta pemerintah Israel untuk “memberlakukan kedaulatan penuh” di wilayah Palestina.

“Kita harus mengatakan dengan jelas bahwa hanya akan ada satu negara berdaulat antara Yordania dan laut [Laut Tengah], yaitu Negara Israel dengan Yerusalem bersatu sebagai ibukotanya,” katanya.

5 Hal Penting Tentang Masjid Al Aqsha yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Wilayah Palestina tetap diselimuti ketegangan sejak invasi Israel ke Palestina ditambah Presiden anti Islam AS Donald Trump nyeleneh mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember, memicu protes dan unjuk rasa hampir di seluruh penjuru dunia termasuk di wilayah-wilayah yang dijajah Israel – dan beberapa bentrokan dengan tentara penjajah Israel – yang menyebabkan sedikitnya 25 warga Palestina gugur, syahid.

Kota suci, di mana Al-Aqsha berada, tetap berada di jantung konflik Timur Tengah, dimana warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang saat ini masih dijajah oleh Israel – suatu hari nanti dapat bertindak sebagai ibukota negara Palestina.

Kategori : Internasional

Tags : al aqsha al quds palestina tepi barat yerusalem

TV Pemerintah Iran Tayangkan Berita Turki Gunakan Senjata Kimia di Suriah

08 Feb 2018 06:16:16
TV Pemerintah Iran Tayangkan Berita Turki Gunakan Senjata Kimia di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – TV pemerintah Iran pada hari Rabu (7/2/2018) menayangkan sebuah berita palsu yang mengklaim bahwa tentara Turki telah menggunakan senjata kimia terhadap pasukan dukungan Amerika, PYD/ PKK di Afrin, Suriah barat laut.

Mengutip Al-Alam, media negara Iran lainnya, media IRIB melaporkan tanpa menyertakan bukti bahwa tentara Turki menggunakan senjata kimia selama Operation Olive Branch untuk menghapus milisi PYD/PKK dan IS dari Afrin, lansir Anadolu Agency.

Tidak ada cerita terkait di Al-Alam, yang menunjukkan bahwa berita palsu IRIB didasarkan pada sumber PYD dan merupakan bagian dari kampanye kotor terhadap Operasi Olive Branch yang dipimpin Turki.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Selama bertahun-tahun, PJAK, cabang kelompok teroris PKK di Iran, telah membunuh sejumlah pasukan keamanan Iran dalam bentrokan.

Turki pada 20 Januari meluncurkan Operation Olive Branch untuk menghapus teror PYD/PKK dan IS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan wilayah Turki serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, kata militer.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target teroris yang dihancurkan dan “sangat ditekankan” untuk tidak membahayakan warga sipil manapun.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad di Suriah menyerahkan kota ke kelompok teror dengan cuma-cuma.

Kategori : Internasional

Tags : iran PYD turki

Biadab, Serangan Rezim Syiah Assad Kembali Bunuh Warga Ghouta Timur, 33 Tewas

08 Feb 2018 05:34:09
Biadab, Serangan Rezim Syiah Assad Kembali Bunuh Warga Ghouta Timur, 33 Tewas

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas dalam serangan rezim Syiah Nushairiyah Assad Rabu (7/2/2018) kemarin di daerah pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, meningkat menjadi 33 orang, menurut sumber pertahanan sipil Suriah.

Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 13 anak termasuk di antara korban tewas.

Menurut wartawan Anadolu Agency di dekat lokasi kejadian, pasukan rezim Syiah Assad melancarkan serangan darat dan udara intensif di daerah tersebut sejak dini hari.

Langgar Perjanjian, Rezim Syiah Assad Kembali Serang Zone de Eskalasi, 74 Warga Tewas

Sejak Senin total 107 warga sipil terbunuh dalam serangan rezim di wilayah yang terkepung tersebut.

Serangan tersebut dilakukan meski Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi dimana tindakan agresi dilarang.

Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

Kategori : Internasional

Tags : Ghouta Timur Konflik Suriah

Begini Pesan Pemimpin Jihad Palestina di Suriah untuk Kamp Pengungsi di Lebanon

07 Feb 2018 09:10:08
Begini Pesan Pemimpin Jihad Palestina di Suriah untuk Kamp Pengungsi di Lebanon

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin jihadis Palestina di Suriah, Abu Muhammad al Filistini, kemarin, Selasa (6/2/2018) mengeluarkan sebuah pesan untuk jihadis di Lebanon dan warga Palestina di kamp pengungsian Ain el Helwe di dekat kota Sidon, Lebanon selatan, lansir Long War Journal.

Filistini, yang merupakan Amir Saraya Ghuraba Filistin – sub unit dari faksi Uighur Katibat al Ghuraba al Turkistan – membahas banyak topik dalam pidato singkatnya yang dimaksudkan untuk menjadi motivasi bagi mujahidin. Pesannya juga memberikan alasan mengapa Filistini dan anak buahnya bertempur di Suriah. Namun, yang paling menarik adalah seruan Filistini bagi orang-orang di kamp pengungsian untuk mengangkat senjata.

“Kami mengingat saudara-saudara kita di Lebanon dan di kamp Ain el Helwe, kami memanggil mereka ke tanah jihad. Inilah tanah Suriah yang diberkati,” dia menegaskan.

Pesan Terbaru Dr Ayman al Zawahiri Terkait Kegagalan Arab Spring

Banyaknya warga Palestina di Saraya Ghuraba Filistin yang berasal dari kamp-kamp pengungsi di Suriah atau dari luar negeri. Pidato Filistini secara langsung menyiratkan bahwa dia, dan banyak pengikutnya, bukan berasal dari Suriah. Tapi mendengar pidato publik pertamanya ditujukan ke Lebanon, dan khususnya kamp Ain el Helwe, sangat mungkin bahwa banyak pejuang di Saraya Ghuraba Filistin berasal dari kamp itu.

Banyak faksi-faksi terkait al-Qaeda memanggil kamp tersebut, termasuk Fatah al Islam, yang telah mendukung operasi al Qaeda di Irak dan Suriah di masa lalu. Pada akhir tahun 2013, dilaporkan bahwa Jabhat Nusrah, pada waktu itu cabang Al Qaeda di Suriah, memiliki struktur kepemimpinan terpadu di dalam kamp.

Mujahidin HTS Tembak Jatuh Pesawat Tempur Rusia di Idlib

Katibat al Ghuraba al Turkistan diciptakan tahun lalu dan telah aktif baik di medan perang maupun di media sosial sejak saat itu. KGT baru saja mendapat keunggulan karena kemampuan medianya meningkat. Mereka juga cenderung tumbuh lebih besar dengan mendapatkan pejuang dari kelompok lain, juga penduduk asli Suriah, yang juga dipublikasikan. Akhir bulan lalu, ia menciptakan Saraya Ghuraba Filistin untuk mengakomodasi pejuang Palestina di jajarannya.

Tokoh dan media Al Qaeda telah memainkan peran penting dalam video KGT dan faksi jihad tersebut tidak menyembunyikan ideologinya. Syeikh Usamah bin Laden, Dr Ayman al Zawahiri, Syeikh Abu Musab al Zarqawi, Syeikh Mohammad Atef, Syeikh Saeed al Masri, dan Dr Abdullah Azzam semuanya telah ditampilkan. Klip dari cabang Al Qaeda seperti Shabaab di Somalia dan ada juga Taliban Afghanistan yang merupkan sekutu Al Qaeda, juga ditampilkan.

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda Hayat Tahrir al Sham Jabhat Fath al Sham

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

07 Feb 2018 08:35:54
Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Seorang tentara Turki tewas dan lima lainnya cedera pada hari Senin dalam serangan roket dan mortir oleh milisi saat pasukan Turki mendirikan sebuah pos militer di provinsi Idlib, Suriah, kata angkatan bersenjata Turki, Selasa (6/2/2018), lansir Middle East Eye.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa pasukan Turki menanggapi dengan tembakan balasan, tanpa menentukan siapa gerilyawan di balik serangan tersebut.

Seorang anggota sipil dari kontingen Turki juga terluka, katanya, menambahkan bahwa yang terluka tidak dalam kondisi kritis.

Sebuah konvoi pasukan Turki memasuki Idlib pada hari Senin untuk mendirikan “titik pengamatan” baru untuk mengurangi kekerasan berdasarkan kesepakatan dengan Rusia, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Armada Perang Turki Kini Bergerak ke Idlib

“Sebagai bagian dari kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang dicapai di Astana, pasukan Turki mulai membangun titik observasi keempat di Idlib,” kata pernyataan tersebut.

“Titik pengamatan” tersebut adalah posisi keempat di provinsi Idlib yang didirikan oleh tentara Turki sesuai dengan perundingan damai di ibukota Kazakhstan, Astana.

Pembicaraan yang disponsori oleh Turki, Iran dan Rusia tersebut menetapkan empat zona de-eskalasi di Idlib, wilayah Damaskus, wilayah selatan Daraa dan kota Homs.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Namun, pasukan Rusia dan Suriah melanggar perjanjian terus membombardir Idlib, yang dikhawatirkan para pengamat akan mengulangi penghancuran pasukan oposisi di Aleppo pada tahun 2016.

Idlib sebagian besar dikendalikan oleh afiliasi faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham (JFS).

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah PYD turki

PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

07 Feb 2018 07:44:54
PBB Akhirnya Selidiki Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib dan Ghouta Timur

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sebuah komisi PBB di Suriah pada hari Selasa (6/2/2018) membuka penyelidikan tentang laporan serangan klorin di Idlib dan Ghouta Timur.

Paulo Pinheiro, ketua Komisi Penyelidikan Internasional Independen mengenai Suriah, mengatakan bahwa mereka telah menerima banyak laporan bahwa bom yang mengandung klorin telah digunakan di kota Saraqeb di Idlib dan di Douma di Ghouta Timur, lansir Anadolu Agency.

Dia menambahkan bahwa komisi tersebut sedang menyelidiki laporan-laporan ini.

Mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai eskalasi kekerasan di Idlib dan di Ghouta Timur, Pinheiro mengatakan: “Sejak awal tahun, peningkatan kekerasan di Idlib telah mengakibatkan perpindahan internal lainnya dengan lebih dari seperempat juta warga sipil kabarnya menghindar dari pertempuran.”

Rezim Syiah Suriah Kembali Serang Warga Ghouta Timur dengan Gas Beracun

“Laporan ini sangat meresahkan, dan merupakan sebuah pelecehan atas zona de-eskalasi yang dimaksudkan untuk melindungi warga sipil dari pemboman tersebut,” tambahnya.

Dia mengatakan bahwa pihak-pihak yang menyerang zona tersebut melanggar undang-undang kemanusiaan internasional.

“Apa yang terjadi di Ghouta Timur bukan hanya sebuah krisis kemanusiaan karena pengiriman bantuan ditolak, pengepungan ini melibatkan kejahatan internasional dengan terus terjadinya pemboman tanpa pandang bulu dan kelaparan penduduk sipil yang disengaja,” kata Pinheiro.

Juga pada hari Selasa, PBB menyerukan gencatan senjata sedikitnya satu bulan di Suriah untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Koordinator Residen dan Kemanusiaan PBB dan Perwakilan PBB mengatakan: “Tim kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah memperingatkan konsekuensi mengerikan dari krisis kemanusiaan gabungan di beberapa bagian negara ini.”

Fran Equiza, perwakilan UNICEF di Suriah, mengatakan dalam sebuah konferensi pers melalui telepon di Jenewa: “Anak-anak menanggung beban kekerasan yang meningkat di Ghouta Timur di mana mereka tinggal di bawah pengepungan sejak 2013. Sekitar 120 anak-anak memerlukan evakuasi medis yang mendesak.”

Langgar Perjanjian Astana, Jet Tempur Rusia Bombardir Zona de Eskalasi di Idlib

Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir.

Selama delapan bulan terakhir, rezim Syiah Assad telah meningkatkan pengepungannya terhadap Ghouta Timur, mencegah pengiriman makanan atau obat ke distrik tersebut dan menyebabkan ratusan pasien medis kehilangan perawatan.

Dalam 30 hari terakhir, pasukan rezim Syiah ini dilaporkan telah tiga kali meluncurkan serangan kimia di Ghouta Timur.

Ghouta Timur secara khusus berada dalam jaringan zona de-eskalasi – didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak Maret 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad membantai para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Kategori : Internasional

Tags : Gas Beracun Gas Klorin Ghouta Timur Idlib Konflik Suriah

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED