Rabu, 9 Ramadhan 1447 / 25 Februari 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Setelah Sepekan Kepung Kota Afrin, Turki Siapkan Serangan Darat

15 Mar 2018 06:47:58
Setelah Sepekan Kepung Kota Afrin, Turki Siapkan Serangan Darat

SURIAH (Jurnalislam.com) – Aliran air ke Afrin di Suriah kini telah diputus selama sepekan, PBB mengatakan pada hari Rabu (14/3/2018), saat militer Turki selesai mengepung kota Kurdi dalam persiapan untuk melakukan serangan darat.

Akses terhadap air minum bersih berakhir setelah tentara Turki dan sekutu pejuang Suriah menyita bendungan utama dan pabrik air dari milisi People’s Protection Unit (YPG) di wilayah yang didominasi Kurdi di barat laut Suriah.

“Pekerja lokal tidak dapat mengakses kontrol bendungan untuk memompa air. Pasokan air telah terputus,” kantor PBB untuk urusan kemanusiaan mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir Aljazeera.

Warga mengandalkan air sumur yang tidak diolah dan berisiko membawa penyakit, tambahnya.

Milisi dukungan AS, YPG Suriah-Kurdi, mengatakan tentara Turki menguasai bendungan di danau Maydanki dan sebuah pompa air pekan lalu.

Pusat Kota Afrin Dikepung Penuh Armada Perang Turki

“Air telah terputus sepenuhnya karena tentara Turki menguasainya,” kata Birusk Hasaka, juru bicara YPG di Afrin.

“Penduduk sipil bergantung pada sumur untuk mendapatkan air dan jumlahnya tidak cukup – dan sayangnya tidak baik untuk diminum.”

Daerah ini juga menghadapi kekurangan roti karena hanya tersisa satu toko roti di Afrin dengan permintaan meningkat di tengah kekurangan tenaga dan bahan bakar.

Azad Mohamed, seorang penduduk Afrin, mengatakan bahwa dia menunggu dalam antrean selama delapan jam hanya untuk mendapatkan beberapa potong roti. Beberapa orang akhirnya bahkan pergi tanpa mendapatkan apapun, tambahnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pasukan militer dan sekutunya akan benar-benar mengepung kota Afrin pada Rabu malam, seorang sumber di kantornya mengatakan.

“Lingkaran pengepungan akan selesai malam ini,” kata sumber presiden tersebut.

Dia mengatakan bahwa rencana penguasaan Afrin dilakukan secara strategis untuk mencegah kematian warga sipil.

Warga Kurdi Siap jadi Tameng Hidup saat Turki Memasuki Kota Afrin

“Kami akan membersihkan Afrin dari teroris, membersihkan Manbij, dan timur Sungai Efrat menuju perbatasan kami dengan Irak utara,” Erdogan mengatakan menurut kantor berita Anadolu.

Amerika Serikat memiliki sekitar 2.000 tentara yang bermarkas di Manbij – sekitar 100km timur Afrin – yang bekerja sama dengan YPG.

Erdogan telah mendesak AS untuk mundur dari daerah tersebut, namun perwira militer Amerika mengatakan bahwa mereka tidak akan mundur.

Monitor perang yang berbasis di Inggris the Syrian Observatory for Human Rights memperkirakan ada sekitar satu juta warga sipil di dan sekitar kota Afrin.

“Perawatan sedang dilakukan. Saat ini warga sipil pertama dibawa keluar dari Afrin dengan kendaraan melalui koridor khusus,” kata Erdogan seperti dikutip oleh harian Hurriyet.

Dia menambahkan jika mengabaikan kemanusiaan, maka operasi melawan YPG “sudah berakhir.”

Menurut Erdogan, serangan lintas-perbatasan tersebut telah menguasai hampir 1.300 kilometer persegi wilayah dari pasukan Kurdi yang didukung AS.

Sekitar 3.500 “teroris telah dinetralisir” selama operasi 54 hari yang diluncurkan sejak 20 Januari, katanya.

Sejak awal konflik Suriah di tahun 2011, YPG dan sekutu-sekutunya telah mendirikan tiga daerah otonom di utara, termasuk Afrin.

Bantuan Washington untuk pasukan Kurdi membuat Turki marah. Ankara melihat YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melakukan pemberontakan bersenjata selama beberapa dekade di Turki yang telah membunuh sekitar 40.000 orang.

Kategori : Internasional

Tags : Afrin turki YPG

Hampir 1.000 Anak-anak Terbunuh di Suriah

14 Mar 2018 10:01:03
Hampir 1.000 Anak-anak Terbunuh di Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Hampir 1.000 anak-anak terbunuh dan setidaknya 961 anak direkrut dan digunakan dalam konflik di Suriah tahun lalu, UNICEF mengatakan pada hari Selasa (13/3/2018).

“Tahun lalu, PBB memverifikasi 910 kematian anak-anak dibandingkan dengan 652 pada tahun 2016. Serangan yang tidak proporsional di daerah berpenduduk padat meningkatkan jumlah anak yang terbunuh saat ini mencapai seperempat jumlah kematian warga sipil,” juru bicara UNICEF Marixie Mercado mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, lansir Anadolu Agency.

Sedikitnya 961 anak yang direkrut dan digunakan dalam konflik pada tahun 2017, hampir tiga kali lipat jumlahnya dibandingkan tahun 2015, kata Mercado.

SOHR: 931 Warga Sipil Ghouta Tewas, MSF: Lebih dari 1.000 Terbunuh Rezim Assad

“Penting untuk dicatat bahwa ini adalah angka terverifikasi. Angka sebenarnya pasti jauh lebih tinggi,” tambahnya.

Menurut UNICEF, sat ini ada 5,3 juta anak secara keseluruhan yang membutuhkan pertolongan. Sekitar 2,8 juta mengungsi di dalam negeri, 2,6 juta lainnya menjadi pengungsi (ke Negara tetangga). Lebih dari 1,7 juta anak-anak tidak sekolah, dan 1,3 juta lainnya berisiko putus sekolah.

Rezim Suriah telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hukum humaniter internasional yang meluas terhadap anak-anak, PBB memperingatkan pada hari Selasa.

“Konflik yang keji, memalukan, namun dapat dicegah ini tidak hanya menyakiti hak asasi jutaan anak-anak, namun juga merampas hak masa kecil mereka,” Wakil Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia PBB, Kate Gilmore mengatakan pada hari Selasa di sesi ke-37 Dewan Panel Hak Asasi Manusia PBB untuk anak-anak di Suriah.

Korban Tewas di Ghouta Akibat Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia Capai 800 Orang

Memperhatikan 125.000 anak-anak yang terjebak di Ghouta timur, Gilmore mengatakan: “Anak-anak Ghouta Timur, kemungkinan adalah korban kejahatan perang rezim Assad dan Rusia, yang berpotensi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.”

“Skala, ruang lingkup dan beratnya kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak ini sangat mengejutkan. Pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hukum humaniter internasional yang mempengaruhi atau menargetkan anak-anak dilakukan oleh pemerintah Suriah. Dan dilakukan juga oleh beberapa kelompok bersenjata,” tambahnya.

Asisten Sekretaris Jenderal dan Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Krisis Suriah, Panos Moumtzis mengatakan bahwa 108 serangan, termasuk 81 serangan udara, di rumah sakit dan fasilitas medis tahun lalu telah diverifikasi.

Balita Karim Tinggal di Bawah Tanah untuk Hindari Serangan Rezim Assad di Ghouta

“Dalam beberapa bulan terakhir, bantuan lintas garis ke daerah yang sulit dijangkau dan terkepung hampir gagal karena rezim Suriah menolak untuk memberikan izin yang diperlukan, dengan beberapa pengecualian dalam beberapa hari terakhir,” kata Moumtzis.

Moumtzis memperingatkan bahwa lebih banyak orang yang akan meninggal karena kelaparan dan penyakit disbanding yang meninggal akibat pemboman dan serangan jika tidak ada pelaksanaan gencatan senjata nasional di Suriah selama 30 hari.

Suriah mengalami konflik dahsyat yang dimulai pada awal tahun 2011 ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai pelaku unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah

Perusahaan Otomotif Terkenal Turki Kirim 85 Kendaraan Perang Lapis Baja ke Qatar

14 Mar 2018 08:26:09
Perusahaan Otomotif Terkenal Turki Kirim 85 Kendaraan Perang Lapis Baja ke Qatar

TURKI (Jurnalislam.com) – Salah satu perusahaan otomotif terkemuka Turki akan mengirimkan total 85 kendaraan tempur lapis baja ke Qatar, kata ketua perusahaan tersebut pada hari Selasa (13/3/2018).

Ethem Sancak, kepala BMC, mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan memproduksi 50 kendaraan BMC Kirpi [Hedgehog] Mine-Resistant Ambush Protected dan 35 kendaraan lapis baja multi-purpose BMC Amazon 4×4 untuk Qatar, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai kerangka waktunya, lansir World Bulletin.

Erdogan: Kami akan Produksi Tank Tanpa Awak

Dia mengatakan, produksi tersebut akan ada dalam lingkup kesepakatan ekspor hari Selasa yang ditandatangani oleh BMC dan Barzan Holding di sela-sela Pameran dan Konferensi Pertahanan Maritim Internasional Doha (the Doha International Maritime Defense Exhibition and Conference-DIMDEX 2018) di ibukota Qatar, Doha.

“Ekspor bernilai penting bagi Turki. Sebelumnya, kami menjual kendaraan kami ke tentara Turkmenistan dan Tunisia,” kata Sancak.

Dia menambahkan bahwa lebih banyak lagi permintaan yang datang dari beberapa tentara di dunia.

“Apa yang telah kita rencanakan untuk tahun 2019 adalah mengekspor hampir 40 persen hasil produksi kami,” kata Sancak.

Setelah Angkatan Darat, Turki akan Tempatkan Angkatan Laut dan Udara di Qatar

Menurut situs BMC, perusahaan telah memproduksi berbagai jenis kendaraan untuk pelanggan di pasar domestik dan internasional.

Setelah menghasilkan 300.000 kendaraan sejak tahun 1966, BMC menyumbang $ 10 miliar untuk ekonomi Turki. Perusahaan ini mengekspor ke lebih dari 80 negara, termasuk negara anggota UE.

Kategori : Internasional

Tags : Qatar turki

Pusat Kota Afrin Dikepung Penuh Armada Perang Turki

14 Mar 2018 07:19:41
Pusat Kota Afrin Dikepung Penuh Armada Perang Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pusat kota Afrin di Suriah barat laut telah dikepung sejak Senin sebagai bagian dari Operation Olive Branch yang dipimpin Turki, Angkatan Bersenjata Turki mengatakan pada hari Selasa (13/3/2018), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Staf Umum Turki mengatakan pusat Afrin telah dikepung sejak 12 Maret dan “daerah yang sangat penting” telah ditangkap sebagai hasil operasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Sebanyak 3.393 milisi dukungan AS telah “dinetralisir” sejak dimulainya operasi tersebut, kata militer dalam sebuah pernyataan lain pada hari Selasa.

Erdogan: Hai NATO, Kapan Anda Datang ke Suriah dan Berada di Pihak Kita?

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan teroris yang bersangkutan menyerah atau terbunuh atau tertangkap.

Hanya milisi YPG dan tempat penampungan, gudang senjata, senjata, peralatan dan perlengkapan milik mereka yang ditargetkan selama operasi, kata pernyataan tersebut.

Pihak militer kembali mengulangi bahwa mereka telah menunjukkan segala jenis perhatian dan kepekaan untuk memastikan warga sipil dan daerah-daerah sekitarnya tidak dilukai.

“Kebutuhan dasar kemanusiaan, termasuk layanan kesehatan warga sipil di wilayah operasi telah dipenuhi ‘dengan baik,” katanya.

Erdogan: Kami Berada di Afrin pada Hari Ini, Besok Kami Berada di Manbij

Setelah mengamankan daerah-daerah yang dibebaskan, Turki pertama-tama membantu penduduk setempat kembali ke rumah dan Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay in Turkish) dan Otoritas Manajemen Darurat (AFAD) Perdana Menteri sedang melakukan kegiatan bantuan secara bersamaan, kata pernyataan tersebut.

Tentara juga mengatakan Operation Olive Branch menargetkan kelompok teror dukungan AS PKK/KC /PYD-YPG.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan teroris YPG/PKK dari Afrin, Suriah bagian barat laut.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah Timur Tengah serta untuk melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Kategori : Internasional

Tags : Afrin turki YPG

Hadapi Banyak Rintangan, Akhirnya Masjid Pertama di Kota Bayone Berdiri

14 Mar 2018 07:11:49
Hadapi Banyak Rintangan, Akhirnya Masjid Pertama di Kota Bayone Berdiri

NEW JERSEY (Jurnalislam.com) – Sebuah kota di AS akhirnya memberikan persetujuan untuk pembangunan sebuah masjid di negara bagian New Jersey, mengakhiri sebuah kisah yang dimulai tahun lalu ketika pemerintah daerah menolak usaha tersebut dan sekelompok Muslim balas menuntut.

Persetujuan Senin (12/3/2018) malam tersebut terjadi setelah usaha dua tahun untuk mengubah gudang kosong menjadi masjid dan pusat komunitas Islam di Bayonne, sebuah kota kelas pekerja di seberang pelabuhan dari New York City, lansir Aljazeera Selasa (13/3/2018).

100.000 Warga AS Masuk Islam Pertahun, Muslim akan Menjadi Umat Terbesar di Amerika

Menurut tuntutan hukum itu, upaya masjid tersebut disambut dengan serangan mematikan terhadap agama Islam dan kemudian ditolak secara tidak adil oleh dewan zonasi kota.

“Kami sangat senang telah menerima persetujuan dengan suara bulat dari dewan zonasi dan berharap dapat menyambut penduduk Bayonne dari semua agama ke masjid pertama di kota itu,” kata Adeel Mangi, seorang pengacara untuk kelompok Muslim tersebut, kepada The Jersey Journal.

Serangan terhadap usaha pembangunan masjid termasuk selebaran yang menyerukan pemboikotan usaha milik Muslim dengan mengacu pada serangan 11 September, dan grafiti anti-Muslim di dinding gereja yang disewa komunitas Muslim untuk tempat ibadah.

Poster-poster bertulisan “Save Bayonne” dan “Stop the Mosque” dipajang di sekitar kota.

Pew Research Center: Perkiraan Baru Populasi Muslim AS

Pada satu sidang dewan zonasi, seseorang berpendapat bahwa pembangunan masjid tersebut harus ditolak karena orang akan menjadi “radikal” dan membunuh yang lain, kata gugatan tersebut.

Sebelum dewan zonasi dengan suara bulat menyetujui masjid tersebut pada hari Senin, para penentang menyerukan penolakannya lagi. “Saya tidak percaya kota kita harus tunduk pada ancaman tuntutan hukum,” kata Joseph Basile, seorang pastor setempat.

Pejabat kota mencatat pertempuran hukum yang panjang bisa menghabiskan jutaan dolar bagi Bayonne.

Kategori : Internasional

Tags : anti islam Masjid muslim as

PM Palestina Luput dari Serangan Bom Israel saat Berkunjung ke Hamas

14 Mar 2018 06:52:42
PM Palestina Luput dari Serangan Bom Israel saat Berkunjung ke Hamas

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Israel dilaporkan sebagai pelaku pemboman saat Hamas mengumumkan sebuah penyelidikan atas sebuah ledakan yang menargetkan konvoi perdana menteri Palestina yang berbasis di Tepi Barat saat berkunjung ke Jalur Gaza.

Rami Hamdallah sedang dalam sebuah kunjungan ke wilayah yang dikuasai Hamas untuk membuka fasilitas pekerjaan umum di sana pada hari Selasa (13/03/2018) ketika sebuah ledakan menargetkan konvoinya. Ledakan itu melukai beberapa pengawalnya, namun dia selamat tidak terluka.

Ledakan terjadi tak lama setelah konvoi Hamdallah melewati pos pemeriksaan Erez yang dikendalikan Israel, yang dikenal warga Palestina sebagai Beit Hanoun, di Gaza utara, seorang koresponden Al Jazeera di tempat kejadian melaporkan.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Hamdallah dan Ismail Haniya, pemimpin politik senior Hamas, berbicara melalui telepon pada hari itu dan sepakat bahwa Israel berada di balik ledakan tersebut karena Israel tampaknya merupakan pihak yang sangat diuntungkan dengan kejadian tersebut.

Bangun Kembali Kepercayaan dengan Hamas, PLO Kirim 3.000 Pasukan ke Gaza

Hamas membantah terlibat dalam ledakan tersebut, dan mengatakan akan meluncurkan sebuah penyelidikan untuk “membawa orang-orang yang berada di balik serangan ke pengadilan.”

Tawfiq Abu Naim, kepala keamanan Hamas, telah diberi tanggung jawab untuk memimpin penyelidikan tersebut.

Hamas dan Fatah, dua partai politik utama Palestina, menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi pada bulan Oktober 2017, mengakhiri satu dekade pembagian yang melibatkan dua pemerintah paralel yang beroperasi di Gaza dan Tepi Barat.

Kesepakatan untuk membentuk pemerintah persatuan ditandatangani di ibukota Mesir, Kairo, pada 13 Oktober, namun upaya untuk mengimplementasikan kesepakatan tersebut menghadapi hambatan.

Hamdallah, yang memimpin pemerintah Otorita Palestina yang berbasis di Ramallah, tampil langsung di televisi pada peresmian pabrik pengolahan air limbah di Gaza.

Tokoh Senior Hamas: Donald Trump Sakit Jiwa

Tak lama kemudian, dia kembali ke Ramallah dan tampak tidak terluka saat menyampaikan sebuah pidato singkat di luar kantornya.

Rami Hamdallah
PM Palestina, Rami Hamdallah

Dia mengatakan tujuh pengawalnya terluka dalam serangan tersebut dan mereka dirawat di rumah sakit di Ramallah.

“[Serangan] ini tidak mewakili patriotisme, tindakan pengecut yang tidak mewakili rakyat kita, juga tidak mewakili rakyat Gaza,” Hamdallah mengatakan.

Bom Ditanam di Bawah Jok Mobil, Anggota Hamas Selamat dari Ledakan yang Menghancurkan

Majed Faraj, kepala intelijen Otoritas Palestina, juga berada dalam rombongan konvoi yang diserang.

“Serangan ini adalah upaya untuk membunuh semua upaya rekonsiliasi. Ini adalah langkah berbahaya yang bertujuan untuk menyebarkan kekacauan dan pertengkaran di antara orang-orang kami,” kata Munir al-Jaghoub, yang memimpin departemen informasi Fatah di Kantor Mobilisasi dan Organisasi, mengatakan.

Kategori : Internasional

Tags : Gaza hamas palestina

Faksi Jihad Uighur Gelar Operasi Militer Bersama Taliban

13 Mar 2018 10:02:56
Faksi Jihad Uighur Gelar Operasi Militer Bersama Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – The Turkistan Islamic Party (TIP), faksi jihad Uighur yang berafiliasi dengan al Qaeda, merilis sebuah video baru akhir pekan ini yang menyoroti operasi gabungannya bersama Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di Afghanistan. Tidak jelas di mana video tersebut direkam, tapi lokasi yang ditampilkan tampaknya berada di Afghanistan utara, The Long War Journal melaporkan, Senin (12/3/2018).

Video tersebut, yang tertanggal Desember 2017, terutama menyoroti operasi tempur kelompok tersebut, dengan beberapa bagian menunjukkan dikuasainya beberapa pos militer Afghanistan terpencil di daerah pegunungan. TIP dan pejuang Taliban diperlihatkan membunuh atau menangkap sedikitnya dua lusin tentara Afghanistan bentukan AS. Selain itu, kedua kelompok tersebut juga menyita sejumlah besar senjata dan amunisi dan beberapa kendaraan Humvee buatan AS. Dalam beberapa adegan, para jihadis terlihat menggunakan Humvee yang disita tersebut dalam serangan mereka.

Faksi Jihad Uighur Gunakan Rudal Anti-Tank TOW

Para pejuang TIP diperlihatkan berperang di bawah bendera Taliban dan tampaknya mengambil alih komando medan perang dari komandan lapangan Taliban. Sedikitnya satu pejuang remaja ditampilkan di video. Dalam adegan terpisah, beberapa pemimpin TIP teratas terlihat sedang berpidato, termasuk Abdullah Mansour, wakil amir global TIP. Beberapa video juga didedikasikan untuk publikasi anti-China, karena tujuan utama TIP adalah negara Islam di Xinjiang, China.

Beberapa pejuang yang gugur dalam pertempuran juga diberi pujian di akhir video.

The Turkistan Islamic Party, yang biasa disebut the East Turkistan Islamic Movement (ETIM), adalah kelompok jihadis Uighur yang beranggotakan pasukan Al Qaeda yang beroperasi di Afghanistan, Pakistan, Asia Tengah, China, dan Suriah. Di Suriah, TIP memainkan peran penting dalam perebutan Provinsi Idlib pada tahun 2015. TIP juga telah mendirikan banyak kamp pelatihan di Idlib untuk pejuangnya, dan juga untuk remaja.

TIP telah menjalin afiliasi dengan al Qaeda dan tetap menjadi sekutu dekat Taliban. Pejuang TIP telah berjuang bersama Taliban dan kelompok jihad lainnya melawan Koalisi dan pasukan Afghanistan sejak AS pertama kali menyerang Afghanistan pada tahun 2001.

Amir TIP berjuang pada al-Qaeda, dan telah mengoperasikan sebuah kamp pelatihan yang disponsori oleh Syeikh Usamah bin Laden dan Al Qaeda. Setelah Taliban kehilangan kendali atas Afghanistan pada tahun 2001, TIP mendirikan kamp pelatihan di Pakistan.

Taliban Bunuh Lebih dari 10 Pasukan Elit Afghanistan Bentukan AS

TIP memanfaatkan kamp-kamp Taliban untuk melatih pejuang mereka yang berbasis di Afghanistan dan Pakistan. Militer AS menargetkan satu kamp tersebut, yang terletak di provinsi terpencil di Badakhshan, dalam serangkaian serangan udara yang berlangsung empat hari di awal Februari. Resolute Support mengatakan bahwa serangan tersebut mencegah “perencanaan dan latihan tindakan mujahidin di dekat perbatasan dengan China dan Tajikistan oleh organisasi seperti the East Turkistan Islamic Movement (atau TIP) dan lainnya.”

AS sebelumnya telah menargetkan pemimpin TIP di Pakistan dalam operasi drone rahasia yang dimulai pada 2004. Pada Agustus 2010, AS mengira membunuh Abdul Haq al Turkistani, emir TIP, dalam sebuah serangan pesawat tak berawak di Waziristan Utara, Pakistan.

Moskow: Setiap Usaha yang Dilakukan AS Melawan Taliban akan Sia-sia

Namun warga Turki tersebut kemudian muncul kembali dalam sebuah video pada tahun 2015, dan mengatakan bahwa dia terluka parah dalam serangan pesawat tak berawak 2010. Abdul Haq mengeluarkan video lain pada tahun 2016 yang mendukung Al Qaeda dalam perselisihannya dengan Islamic State (IS).

AS juga diduga telah membunuh Emeti Yakuf (alias Abdul Shakoor Turkistani), dalam sebuah serangan pesawat tak berawak di Pakistan pada Agustus 2012. Yakuf mengambil alih kendali TIP saat Turkistani pulih dari luka-lukanya, dan juga menyulut kepemimpinan jaringan al Qaeda di daerah kesukuan Pakistan di tahun 2010.

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda Imarah Islam Afghanistan taliban

Sekjen PBB: Jika Assad dan Rusia Terus Membombardir Ghouta maka AS akan Bertindak

13 Mar 2018 08:44:14
Sekjen PBB: Jika Assad dan Rusia Terus Membombardir Ghouta maka AS akan Bertindak

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Sekjen PBB mendesak anggota Dewan Keamanan untuk “mengakhiri penderitaan” warga di Ghouta Timur yang dikepung, ketika AS mengancam untuk “bertindak” jika gencatan senjata terus diabaikan oleh pasukan Suriah dan Rusia.

Ucapan Antonio Guterres pada hari Senin (12/3/2018) muncul saat pasukan rezim Assad melanjutkan untuk pekan ketiga serangan udara dan serangan darat ke pinggiran kota Damaskus yang berada di bawah kendali oposisi sejak pertengahan 2013.

Beberapa upaya untuk menghentikan operasi mematikan tersebut terbukti sia-sia, dengan adanya sebuah laporan dari lembaga monitor perang bahwa lebih dari 1.022 warga sipil terbunuh dalam serangan rezim Syiah Assad yang didukung Rusia selama tiga pekan terakhir.

SOHR: 931 Warga Sipil Ghouta Tewas, MSF: Lebih dari 1.000 Terbunuh Rezim Assad

“Saya sangat kecewa dengan semua pihak … yang membiarkan ini terjadi,” kata Guterres dalam pidatonya di kantor pusat PBB di New York, lansir Aljazeera.

“Seharusnya hanya ada satu agenda untuk kita semua: untuk mengakhiri penderitaan rakyat Suriah dan menemukan solusi politik untuk konflik tersebut.

“Terutama di Ghouta Timur. Serangan udara, penembakan artileri dan serangan darat malah semakin meningkat setelah resolusi diadopsi,” katanya, merujuk pada resolusi DK PBB 2401, yang disahkan pada 24 Februari.

Resolusi 2401 menyerukan gencatan senjata segera, evakuasi warga sipil, dan penyerahan pasokan bantuan.

Pasukan Rezim Assad Rebut Kota Terbesar di Ghouta Timur

Guterres juga mengungkapkan kekecewaannya atas pencegahan pengiriman makanan dan bantuan medis yang sangat dibutuhkan bagi sekitar 400.000 penduduk yang terjebak di wilayah kantong tersebut.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Hailey mengecam kegagalan penerapan resolusi tersebut, dan mengatakan negaranya merancang resolusi baru dengan “tidak ada ruang untuk penghindaran.” Haley memperingatkan bahwa AS “siap bertindak jika harus.”

13 Truk Bantuan Kemanusian untuk Ghouta Luput dari Serangan Udara Rezim Syiah Assad

“Ini bukan jalan yang kita sukai, tapi ini adalah jalan yang telah kita tunjukkan akan kita lakukan, dan kita siap untuk melakukannya lagi,” kata Haley kepada 15 anggota Dewan Keamanan. “Ketika masyarakat internasional secara konsisten gagal bertindak, ada kalanya negara dipaksa untuk bertindak sendiri.”

Kategori : Internasional

Tags : AS Ghouta Timur Konflik Suriah pbb

Serangan Udara Rezim Syiah Assad Hantam Sekolah Taman Kanak-kanak di Idlib

13 Mar 2018 08:30:12
Serangan Udara Rezim Syiah Assad Hantam Sekolah Taman Kanak-kanak di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 orang terluka dalam serangan udara rezim Syiah Assad di sebuah sekolah taman kanak-kanak di provinsi Idlib, Suriah barat laut, Senin (12/3/2018), menurut seorang pejabat pertahanan sipil setempat.

Serangan tersebut menargetkan Addullah Ibn Abbas Preschool di desa Teftenaz di Idlib, Mustafa Hajj Youssef, direktur badan pertahanan sipil the White Helmets, mengatakan, lansir World Bulletin.

Dia mengatakan sebagian besar dari mereka yang terluka dalam serangan tersebut adalah anak-anak.

Pasukan Turki Dihujani Roket dan Mortir saat Memasuki Idlib

Di tempat lain, empat warga sipil dilaporkan terbunuh saat pesawat tempur rezim Syiah menyerang daerah pemukiman di Binnish, Maaret Misrin dan Ram Hamdan di Idlib, kata Hajj.

Dia mengatakan, jumlah korban tewas dikhawatirkan akan meningkat.

Serangan hari Senin terjadi meski resolusi Dewan Keamanan PBB bulan lalu menuntut gencatan senjata 30 hari di Suriah yang dilanda perang.

Suriah telah terkunci dalam konflik yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Syiah Bashar al-Assad membantai aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang terbunuh dalam konflik sampai saat ini.

Kategori : Internasional

Tags : Idlib

Tanam 23 Salib di Lahan Pembangunan Masjid, Aksi Anti Islam Belanda Tidak Banyak Partisipan

13 Mar 2018 08:21:38
Tanam 23 Salib di Lahan Pembangunan Masjid, Aksi Anti Islam Belanda Tidak Banyak Partisipan

BELANDA (Jurnalislam.com) – Sebuah demo yang diselenggarakan pada hari Ahad (11/03/2018) oleh kelompok sayap kanan, anti-Muslim dan anti-imigran di Amsterdam tidak berhasil mengumpulkan peserta sesuai yang mereka harapkan, lansir World Bulletin Senin (12/3/2018).

Hanya 50 orang yang berpartisipasi dalam demonstrasi oleh kelompok yang kurang dikenal tersebut, Patriotic Europeans against the Islamization of the West (PEGIDA).

200 Anggota Anti Islam PEGIDA Dihadang 2.000 Orang Pro Islam di Jerman

Para peserta beraksi di bawah pengawalan polisi, sambil memegang spanduk rasis.

Sekelompok pemrotes anti-Fasis dari Anti-Fascist Action (AFA) berusaha untuk menghalangi demonstrasi tersebut, yang mengakibatkan penangkapan tiga anggota mereka, kata polisi.

Pada hari Sabtu (10/3/2018), anggota PEGIDA menanam 23 salib di sebuah lokasi konstruksi sebuah Masjid.

Kategori : Islamophobia

Tags : anti islam Muslim Belanda muslim eropa

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Feb 2026 12:27:54
Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

Bencana Tak Kunjung Usai Akibat Keserakahan Negara

5 Feb 2026 12:20:43
Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

Paradigma Bernegara dan Bencana Aceh

5 Feb 2026 12:19:07
Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

Begitu Indonesia Atasi Kekerasan dan Child Grooming yang Kian Marak

31 Jan 2026 17:06:51

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED