Balita Karim Tinggal di Bawah Tanah untuk Hindari Serangan Rezim Assad di Ghouta

Balita Karim Tinggal di Bawah Tanah untuk Hindari Serangan Rezim Assad di Ghouta

GHOUTA TIMUR (Jurnalislam.com) – Dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap rezim Syiah Assad Suriah, “Baby Karim” – yang kehilangan satu mata pada serangan udara rezim – berlindung di bawah tanah untuk bertahan hidup.

Warga sipil terpaksa berlindung di bawah tanah karena serangan udara yang dilakukan oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dan pendukungnya di daerah pinggiran Ghouta yang diblokade semakin brutal.

Dukungan untuk Bayi Karim yang Cacat Akibat Pemboman Rezim Syiah Assad Meningkat

Sejak Anadolu Agency pertama kali melaporkan ceritanya, ribuan orang telah menyatakan dukungannya untuk anak tersebut melalui kampanye media sosial online.

“Saya membawa Karim dan saudara-saudaranya ke tempat penampungan bawah tanah. Karim telah tinggal di tempat penampungan selama delapan hari bersama saudara-saudaranya. Banyak warga berada di tempat penampungan bawah tanah ini. Tidak ada yang keluar karena serangannya belum dihentikan,” ayah bayi itu, Ebu Muhammad, kepada Anadolu Agency, Rabu (28/2/2018).

Dia mengatakan tidak ada makanan, cahaya, listrik dan panas di tempat penampungan dimana anak-anak tinggal dan pesawat terus-menerus melayang-layang di atas.

Bagikan
Close X