Pesan Untuk Aktifis Islam: Jadilah Dai Bukan Qodhi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta, ustadz Haris Amir Falah menilai, saat ini kelompok-kelompok Islam yang mengusung dakwah dan jihad semakin terpojokkan. Hal tersebut disebabkan karena para dai mereka memposisikan diri sebagai Qodhi (hakim).

“Gerakan dakwah dan jihad akan semakin terpojokkan, dia akan menjadi kelompok ekslusif yang tidak dapat menyentuh kalangan kaum muslimin secara umum. Yang kita lihat faktor yang paling dominan dimana dai banyak memposisikan sebagai Qodi, yang menghakimi, bukan mengajak umat kepada Islam,” terangnya dalam Kajian Ilmiyah bertema Bahaya faham Takfir Dalam Tubuh Gerakan Islam, Ahad (28/2/2016).

Nahnu du’at wa laisa qudhot, kami adalah dai, dan kami bukanlah para hakim yang menghakimi umat di dalam dakwah-dakwah kami,” tambahnya seraya mengutip pernyataan Syaikh Hasan Hudaibi, salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin.

Ustadz Haris menjelaskan, metode para Sahabat Rasul yang membawa Islam ke Madinah sebelum Rasulullah SAW hijrah. Ustadz Haris mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 103 yang menyebut gerakan para sahabat itu sebagai gerakan penyelamat.

“Al-Qur’an mencatat bahwa masuknya Islam ke Madinah yang dibawa oleh para Sahabat disebut sebagai gerakan penyelamatan, lebih kepada bagaimana menyelamatkan ummat, penyelamatan  terhadap manusia secara umum, termasuk penyelamatan kepada kekuasaan, penyelamatan kepada bangsa. Gerakannya adalah gerakan penyelamatan, bukan gerakan-gerakan yang justru mengakibatkan suatu kerusakan,” paparnya.

Oleh sebab itu, Ustadz Haris mengimbau kepada seluruh aktifis Islam untuk bersikap sebagai dai, bukan qodhi.

Penjelasan tersebut menyinggung munculnya pemikiran takfir (pengkafiran) dalam tubuh gerakan Islam yang berdampak buruk terhadap gerakan itu sendiri.

“Dampak buruk dari pemahaman ghulatut takfir (ekstrim dalam pengkafiran-red) ke dalam tubuh gerakan Islam ini tidak lain dan tidak bukan ujung-ujungnya adalah kehancuran yang terjadi pada tubuh gerakan itu sendiri, sebelum mereka melakukan amalan yang terbaik,” pungkasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Takfir adalah Syariat, Tapi Tidak Semua Muslim Boleh Menggunakannya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kaidah takfir (pengkafiran) pada perjalanannya telah mengalami distorsi, sehingga takfir ini sering disematkan kepada orang-orang yang tidak sependapat dengan gerakannya atau kelompoknya.

Demikian ditegaskan pemerhati gerakan Jihad, Abu Jihad Al Indonisy dalam kajian akbar bertajuk Bahaya Faham Takfiri dalam Tubuh Gerakan Islam di Masjid Al Fatah, Jakarta Pusat, Ahad (28/2/2016).

Abu Jihad mengatakan, istilah takfir adalah aqidah Ahlus Sunnah Wa Jamaah yang diturunkan untuk kekafiran yang sudah disepakati. Namun dalam perjalanannya takfir menjadi rancu karena dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memvonis kelompok lain yang tidak sependapat.

“Mereka mendistorsi makna kekafiran yang tadinya disepakati oleh kaum muslimin yang sudah dijelaskan dalam Al Qur’an dan Sunnah, tetapi mereka menjadikan ini untuk mengkafirkan orang-orang yang menyelisi mereka, yang tidak sependapat dengan mereka, inilah distorsi,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sesungguhnya ajaran takfir ini memiliki syarat. Tidak semua orang bisa menggunakan istilah takfir. Menurutnya, hanya para ulama yang memiliki kapasitas dan kompetensi dalam metodologi takfir ini

“Jadi tidak semua orang bisa, para aktifis, atau saya, atau kaum muslimin sekalipun mengunakan kaidah (takfir-red) ini dengan serampangan, kemudian menuduh pada orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka dengan kaidah ini, tidak bisa,” tegasnya.

Meski demikian, ajaran takfir tidak bisa dihilangkan dari ajaran Islam.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

PII Jember Gelar Seminar Bahaya LGBT

JEMBER (Jurnalislam.com) – Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Jember mengadakan Seminar tentang Bahaya LGBT dalam Perspektif Islam di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Ahad (28/2/2016). Seminar tersebut dihadiri oleh pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, KH Ahmad Lutfi selaku pengasuh Ponpes Madinatul ‘Ulum memotivasi para peserta untuk tekun menuntut ilmu. Beliau mengibaratkan perbedaan orang berilmu dan tidak seperti air sumur yang jernih dan air comberan.

“Air yang jernih itu larinya ke atas, dimanfaatkan untuk kebaikan sebagaimana yang tersaji di meja makan. Sedangkan air comberan itu larinya ke bawah, dibuang karena sudah tidak ada manfaatnya” paparnya.

Seminar ini menghadirkan pembicara Budi Eko Prasetiya, SS dari Syariah Media Community Jember yang juga merupakan Katib Jamaah Ansharusy Syariah Jember.

Dalam pemaparannya, Budi menjelaskan bahwa LGBT itu bukan timbul dari faktor genetik namun penyimpangan kejiwaan yang bisa disembuhkan. Budi menambahkan, LGBT ini bukan gaya hidup modern yang eksistensinya harus dilindungi HAM.

“LGBT ini penyimpangan yang sudah ada sejak jaman nabi Luth. Dan mirisnya, kaum ini menganggap hal ini adalah takdir yang harus dihargai sebagai HAM,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan peserta tentang solusi menyikapi LGBT, Budi menekankan pentingnya merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup bagi setiap persoalan, termasuk LGBT ini.

“Kita bisa mencontoh sikap nabi Luth ketika menyikapi penyimpangan kaum Sodom. Awalnya, mereka harus didakwahi dan diajak bertakwa. Lalu, beramar makruf nahi munkar dengan menjelaskan dan mengingkari kesalahan yang diperbuatnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Allah meminta perlindungan dari pengaruh kemaksiatan mereka,” pungkasnya mengutip Qur’an Surat Asy Syu’ara ayat 160-175.

Reporter: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurniscom

Ajaran Syiah Juga Bertentangan dengan Pancasila

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – “Bagaimana mau disebut Ketuhanan Yang Maha Esa kalau kalimat talbiyahnya, Labaika Ya Husain.” Demikian dikatakan anggota Dewan Pakar Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, HM Rizal Fadhilah dalam Deklarasi dan Pengukuhan ANNAS Kota Probolinggo di masjid Al Arief Jalan Mastrip No. 25 Kedupok, Kota Probolinggo, Ahad (28/2/2016).

Rizal menegaskan, Syiah itu bukan bagian dari Islam dan anti ideologi Pancasila. Menurutnya, gerakan Syiah adalah gerakan takfiri. Syiah mengkafirkan para sahabat dan istri Rasulullah SAW. Selain itu, Syiah juga membolehkan melukai dirinya sendiri.

“Bagaimana mau disebut beradab kalau dasar ajaranya itu takfir, menganiyaya diri, meracah diri, membacok-bacok sendiri. Bahkan ada ungkapan juga bahwa Syiah bisa melukai diri sendiri, maka apalagi melukai orang lain, paham seperti ini melanggar sila kedua,” ucapnya.

Kehadiran Syiah dinilai Rizal menjadi pemecah belah persatuan. Sebab, gerakan Syiah di setiap negara didukung oleh Iran yang membawa misi revolusi mengembalikan kejayaan Persia Raya. Misi tersebut menjadi salah satu keyakinan Syiah yang disebut wilayatul faqih.

“Tidak ada persatuan kalo Syiah berkembang, justru konflik yang akan terjadi. NKRI terancam keutuhanya,” tegasnya.

Rizal juga mengatakan, Syiah tidak punya prinsip musyawarah. Karena Syiah meyakini bahwa ororitas sepenuhnya ada pada Imam.

“Tidak akan ada musyawarah, tidak ada wakil, yang ada wala’ yaitu kepemimpinan otoritasi, apa yang dikatakan iman itulah hukum, bukan hukum dari rakyat. Makanya idiologinya imamah,” ujarya.

Terakhir, Syiah juga tidak meyakini adanya keadilan sosial. “Sila ke lima dalam Pancasila nonsense (bagi Syiah-red). Dalam Syiah harta rakyat itu untuk pemimpin-pemimpin, untuk imam-imam mereka,” tukasnya.

“Jadi, secara parsial Syiah bertentangan dengan pancasila,” pungkasnya

Reporter: Findra Eko | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

ANNAS: 2018, Target Revolusi Syiah di Indonesia

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Dewang Syuro Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, Ustadz Andri Kurniawan mengungkapkan, kelompok Syiah akan melakukan revolusi di Indonesia pada tahun 2018 mendatang. Menurutnya, revolusi Syiah tersebut didasarkan pada ideologi mereka yang disebut Wilayatul Faqih (imam Syiah menjadi pemegang kekuasaan pemerintahan dan agama). Syiah Iran mengadopsi ideologi tersebut mengikuti terjadinya Revolusi Syiah pada tahun 1979.

“Yang menginspirasi revolusi Syiah adalah ideologi Wilayatul Faqih dan ambisi untuk menciptakan kembali imperium Persia Raya, yaitu imperium Majusi. Jadi ini yang menginspirasi mereka,” kata ustadz Andri dalam orasinya pada Deklarasi dan Pengukuhan Pengurus ANNAS Kota Probolinggo, Ahad (28/2/2016).

Andri melanjutkan, target revolusi Syiah di Indonesia adalah pada tahun 2018. “Sebagaimana yang diinformasikan oleh Badan Intelijen Negara, jadi Syiah ini akan menargetkan dan akan melakukan revolusi Syiah di Indonesia pada 2018,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, pihaknya telah menggelar kajian bagi TNI di Malang yang khusus membahas kesesatan Syiah. “Kami di Malang bersama TNI mempunyai pengajian khusus mulai dari prajurit sampai perwira, baik di kostrad kemudian di mariner, bahkan kita mempunyai pengajian kusus di angkatan Darat semua pengajian itu membahas kesesatan paham Syiah,” jelasnya.

Ustadz Andri juga mengungkapkan keberadaan ribuan imigran-imigran Syiah asal Iran, Libanon dan Afghanistan di Balikpapan, Makasar, Pekanbaru, Bogor dan Wonosobo yang dibiayai Amerika dan Australia.

“Saya pernah diundang di Pertamina Balikpapan satu minggu. Kesempatan emas itu saya coba manfaatkan, saya langsung diantar panitia ke tempat penampungan pemuda-pemuda Syiah dari iran, Libanon dan Afganistan. Saya tanya siapa yang membangun gedung mewah ini, mereka menjawab Amerika, terus siapa yang membiayai makan setiap hari, yaitu amerika dan Austarali. Belum di Makasar, Pekanbaru, Bogor dan Wonosobo,” ungkapnya.

“Bahkan informasi terakhir Amerika lewat dinas intelijen, Amerika Serikat itu sudah memasukan pemuda-pemuda Syiah Iran, Libanon dan afganistan di Pantai Selatan, Banyuwangi, Blitar sampai Tulungagung. Jadi ini benar-benar ancaman bagi NKRI karena untuk menyongsong 2018,” sambungnya.

Selain itu, ustadz Andri mengungkapkan keberadaan markas Syiah di pondok pesantren Darus Sholikhin di Puger, Jember pimpinan Habib Ali Al Habsi.

“Bahkan dia punya anak namanya Ali Mahdi, dia dimasukan ke Angkatan Laut Surabaya, dia mengambil jurusan kemiliteran kemudian dia pensiun dini. Dia rekrut 150 pemuda Syiah di Jawa Timur dan dilatih secara militer. Dari 150 pemuda ini, 4 yang langsung diterbangkan ke Libanon untuk menguasai bidang kemiliteran bahkan bidang kontra-intelijen dan itelijen,” paparnya.

Oleh sebab itu, ustadz Andri mengimbau pemerintah untuk mengawal Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur.

“Ini peraturan gubenur hendaknya dikawal karena Syiah pada awal 2015 menjadi senjata baru Amerika untuk melemahkan dan menghancurkan Islam lebih khusus Indonesia. Jadi ini benar-benar harus diperhatikan,” pungkasnya.

Reporter: Findra Eko | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

LSM: 186 Warga Palestina telah Dibunuh Israel Sejak 5 Bulan Terakhir

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Menurut angka Palestina terbaru, sejak 1 Oktober tahun lalu, setidaknya 186 warga Palestina telah tewas dan 15.645 lainnya terluka oleh pasukan bengis zionis di Jalur Gaza dan di Tepi Barat yang dijajah Israel, Anadolu Agency melaporkan,Ahad (28/02/2016).

Selama periode yang sama, menurut zionis, 33 orang Israel tewas, 311 terluka termasuk 38 luka berat dan 48 menderita luka moderat. dalam gelombang perlawanan panjang yang disebut "Intifadha" (perlawanan rakyat) ketiga Palestina oleh beberapa pengamat mengatakan.

Dalam sebuah pernyataan, Bulan Sabit Merah Palestina (the Palestinian Red Crescent-PRC) mencatat bahwa 41 dari 186 orang Palestina yang dibunuh tersebut tewas awal tahun ini.

Menurut PRC, selama lima bulan terakhir, pasukan Israel telah membunuh 41 warga Palestina dari Yerusalem Timur, 73 dari Hebron dan Ramallah, 19 dari Jenin, 10 dari Bethlehem, 10 dari Nablus, dan lima dari Tulkarm dan Salfit, selain 25 warga Palestina dari Gaza dan dua Arab-Israel.

LSM tersebut juga mencatat bahwa 88 orang Palestina yang dibunuh tersebut tewas setelah tuduhan diduga menusuk – atau di klaim mencoba untuk menusuk – Israel; 53 selama bentrokan dengan pasukan Israel; 21 setelah diduga melakukan serangan kendaraan; empat oleh pemboman Israel; dan dua setelah ditabrak pemukim Yahudi.

LSM ini juga mencatat bahwa, selama periode yang sama, seorang anak Palestina tewas di Gaza oleh alat peledak, sementara satu tahanan Palestina meninggal di sebuah penjara Israel.

PRC melanjutkan untuk menyatakan bahwa, sejak 1 Oktober lalu, 15.645 warga Palestina telah terluka oleh tembakan membabibuta Israel, 1.418 di antaranya terkena amunisi berat, sementara 3.153 lainnya mengalami luka dari peluru karet.

10.608 lainnya menderita asfiksia sementara karena gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel, PRC mengatakan, sementara 464 lainnya terluka setelah dipukuli oleh pasukan Israel.

Banyak pengamat menyebut meningkatnya konflik terjadi akibat desakan pemukim zionis Yahudi ekstremis –seringkali disertai oleh pasukan penjajah Israel – yang memaksa jalan mereka ke kompleks Masjid Al-Aqsha Yerusalem Timur, tempat suci ketiga di dunia bagi umat Islam.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Koalisi Arab Bantah Targetkan Warga Sipil Syiah Houthi di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab yang memerangi pemberontak Syiah Houthi di Yaman membantah menargetkan warga sipil setelah serangan udara mereka menghantam pasar di timur laut ibukota Sanaa, dilaporkan menewaskan sedikitnya 40 orang, Aljazeera melaporkan, Ahad (28/02/2016).

Serangan Sabtu (27/02/2016) di distrik Nehm provinsi Sanaa juga melukai 30 orang, warga mengatakan kepada kantor berita Reuters, menambahkan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil.

Tapi Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara koalisi, mengatakan pada hari Ahad bahwa laporan korban tersebut dibuat oleh Houthi.

Koalisi menargetkan barak yang diduduki oleh Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, katanya.

Koalisi Arab, yang dibentuk Arab Saudi, berjuang melawan pemeberontak Syiah Houthi sekutu Republik Syiah Iran dalam upaya memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Nasseri mengatakan wilayah yang mereka targetkan tidak terdapat warga sipil dan sebagian besar diduduki oleh para pemberontak.

"Kami tahu bahwa ini adalah jenis taktik yang digunakan oleh pemberontak ketika mereka berada di bawah tekanan, dan mereka mulai meluncurkan kebohongan di media," katanya kepada Al Jazeera.

"Hari ini kita tahu bahwa sebagian besar lembaga yang melaporkan ini tidak memiliki wartawan apapun di tanah. Mereka mengatakan mereka mengambil informasi ini dari agen keamanan setempat dan kita tahu di Sana'a hari ini … tidak ada orang pejabat yang dapat melaporkan. ".

Tanda lain tumbuhnya konflik di Aden adalah bentrokan yang terjadi di dekat pintu masuk ke istana presiden di kota pelabuhan distrik Crater antara pengawal presiden dan tentara yang menuntut gaji mereka, seorang pejabat mengatakan kepada kantor berita AFP.

Pertempuran menyebar ke daerah pemukiman terdekat dan menimbulkan korban, pejabat dan warga mengatakan.

Syiah Houthi dan sekutu mereka telah mengusir pemerintah Hadi dari Sanaa dan banyak wilayah Yaman utara pada bulan September tahun 2014.

Mereka mengendalikan Aden selama berbulan-bulan sebelum loyalis pemerintah mengusir mereka keluar pada bulan Juli dan menyatakan Aden sebagai ibukota Yaman sementara.

Karena kerusuhan mencengkeram Aden, Hadi sendiri dan banyak pejabat senior dalam pemerintahannya menghabiskan sebagian besar waktu mereka di Riyadh, ibukota Saudi.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Rezim Nushairiyah Assad dan Sekutunya Langgar Gencatan Senjata 15 Kali pada Hari Pertama

SURIAH (Jurnalislam.com) – kelompok oposisi utama moderat Suriah mencatat 15 pelanggaran dilakukan oleh pasukan rezim Assad  dan pasukan sekutu pada hari pertama gencatan senjata, seorang juru bicara mengatakan kepada wartawan, Ahad (28/02/2016), lansir World Bulletin.

"Ada 15 pelanggaran oleh pasukan rezim pada hari pertama gencatan senjata, termasuk dua serangan oleh (kelompok militan Lebanon) Syiah Hizbullah di Zabadani" di barat Damaskus, kata Salem al-Meslet, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee).

Berbicara melalui telepon dari Riyadh, Meslet mengatakan HNC akan mengeluarkan surat pengaduan resmi dengan utusan khusus PBB Staffan de Mistura, Ketua PBB Ban Ki-moon dan para menteri luar negeri Kelompok Dukungan Suriah Internasional (the International Syria Support Group).

Kesepakatan yang didukung PBB mulai berlaku pada hari Sabtu, dengan zona pertempuran di seluruh negeri sebagian besar akan tenang meskipun terdapat beberapa tuduhan pelanggaran.

HNC mengumumkan sebelumnya bahwa 97 faksi oposisi telah sepakat untuk menghormati gencatan senjata, selama dua minggu awalnya.

Meslet mengatakan tidak ada kelompok-kelompok yang menanggapi pelanggaran pada hari Sabtu.

"Untuk kekuatan oposisi di sana, tidak ada yang bereaksi karena keputusannya adalah untuk tetap tenang dan saya yakin mereka akan mentaati gencatan senjata."

Meslet mengatakan kesepakatan itu adalah "langkah pertama dalam arah yang benar" untuk mengakhiri konflik berdarah di Suriah.

"Masalahnya adalah, sangat bagi kita melihat orang-orang lega … Terdapat pelanggaran di sana-sini, tetapi secara umum jauh lebih baik dari sebelumnya dan orang merasa nyaman," kata Meslet.

"Itu adalah tujuan utama kami – agar orang-orang di sana merasa aman dari rasa takut yang telah ada selama lima tahun hingga sekarang."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

5 Komandan Milisi Jenderal Dostum Tewas dalam Pertempuran Sengit di Khwaja Musa

FARYAB (Jurnalislam.com) – Milisi Gelum Jum Jenderal Dostum menderita kerugian berat dan mundur dari distrik Khwaja Musa kemarin, Ahad (28/02/2016), saat mencoba untuk melakukan serangan ke dua kalinya ke arah pusat distrik pada pukul 08:00 pagi  namun menghadapi perlawanan Mujahidin yang sengit, Al Emarah News melaporkan, Ahad.

Musuh sekali lagi diusir oleh Mujahidin Imarah Islam, sebagai akibatnya puluhan tewas dan terluka termasuk 5 komandan yaitu Bismillah, Shamal, Sattar, Najeeb dan Ismail. Sebuah APC juga hancur oleh ranjau darat.

Pusat distrik masih di bawah kendali penuh Mujahidin, musuh pengecut menyerang rumah warga sipil selama pertempuran, menyebabkan kerugian penduduk setempat.

Sementara konvoi musuh yang melancarkan operasi di daerah Sang-e-Atish kabupaten Mubarak Shah terperangkap di daerah selama 12 hari terakhir dan diserang gencar oleh Mujahidin.

Konvoi musuh besar lainnya juga terjebak di daerah Padi kabupaten Aab Kamari selama 4 hari terakhir oleh serangan IED, roket dan penembakan langsung Mujahidin.

Musuh menderita kerugian mematikan namun sejauh ini belum diketahui kepastiannya.

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

70.000 Pengungsi akan Terjebak di Yunani

YUNANI (Jurnalislam.com) – Yunani pada hari Ahad (28/02/2016) mengatakan bahwa jumlah pengungsi dan migran di wilayahnya bisa lebih dari tiga kali lipat bulan depan, mencapai sebanyak 70.000 orang, saat ditutupnya penyeberangan perbatasan dengan negara-negara Balkan sehingga mereka "terjebak" di negeri ini.

"Kami memperkirakan bahwa di negara kita jumlah mereka yang terperangkap berjumlah 50,000 hingga 70,000 orang bulan depan", kata Menteri Migrasi Yiannis Mouzalas.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

"Saat ini, ada 22.000 pengungsi dan migran", tambahnya dalam sebuah wawancara dengan Mega Channel tv.

Sekitar 6.500 orang terjebak di kamp Idomeni di perbatasan utara Yunani dengan Makedonia pada hari Ahad saat pejabat perbatasan Macedonia membiarkan hanya 300 pengungsi dan migran melewatinya sehari sebelumnya.

Penyediaan kamp berkapasitas 1.500-orang mulai digalakkan pekan lalu setelah Makedonia mulai menolak masuk warga Afghanistan dan mengontrol dokumen secara ketat di Suriah dan Irak.

Kepadatan diperkirakan akan memburuk setelah anggota Uni Eropa Slovenia dan Kroasia, serta Serbia dan Macedonia, membatasi hanya 580 migran yang memasuki perbatasan mereka setiap hari.

Langkah-langkah tersebut mengikuti tindakan keras Austria, yang terletak lebih jauh dalam jejak migran sepanjang Balkan ke Jerman dan Skandinavia.

Austria membatasi 80 pencari suaka dalam sehari dan mengatakan mereka hanya akan mengakui 3.200 migran yang transit di Austria.

Kontrol ketat menimbulkan efek besar di Yunani, di mana migran telah tiba secara massal dari negara tetangga Turki.

Ribuan, termasuk banyak anak-anak, sekarang terdampar di sana karena Uni Eropa berjuang dengan krisis migrasi terburuk di benua itu sejak akhir Perang Dunia II.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam