Latihan Militer Gabungan 20 Negara Dimulai di Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Angkatan bersenjata dari 20 negara telah mulai melakukan manuver di timur laut Arab Saudi yang digambarkan resmi oleh Saudi Press Agency sebagai salah satu latihan militer terbesar di dunia, World Bulletin melaporkan, Ahad (28/02/2016).

Pasukan dari Pakistan, Malaysia, Turki, Mesir, Maroko, Yordania dan Sudan ada di antara mereka yang berpartisipasi dalam latihan "Guntur dari Utara (Thunder of the North)", yang dimulai pada hari Sabtu dan melibatkan pasukan darat, udara dan angkatan laut, SPA melaporkan.

Pasukan dari lima negara Teluk Arab lainnya juga mengambil bagian dalam "salah satu latihan militer yang paling penting di dunia berdasarkan jumlah pasukan yang berpartisipasi dan luas wilayah yang terlibat," tambah kantor berita tersebut.

Tujuan utama dari latihan ini adalah meningkatkan pelatihan dalam merespon ancaman yang ditimbulkan oleh "kelompok-kelompok teror."

Arab Saudi telah melakukan serangan udara terhadap kelompok IS di Suriah sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS melawan ekstremis.

Desember lalu, Saudi juga membentuk aliansi 35-anggota baru untuk melawan "terorisme" di negeri-negeri kaum muslimin .

Sejak Maret lalu, Saudi telah melancarkan operasi militer terhadap pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran ,di Yaman.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bertekad Bersihkan Ajaran Syiah, ANNAS Probolinggo Dideklarasikan

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) kembali mendeklarasikan kepengurusan daerahnya, kali ini Kota Probolinggo. Dengan tekad membentengi akidah umat Islam dan membersihkan ajaran Syiah di Kota Probolinggo, ratusan umat Islam dari berbagai elemen menghadiri acara deklarasi dan pengukuhan ANNAS Probolinggo di masjid Al Arief Jalan Mastrip No. 25 Kedupok, Kota Probolinggo, Ahad (28/02/2016).

Acara tersebut mendapat dukungan dari Ketua MUI Kota Probolinggo,  KH Nizar Irsyad. Dalam sambutannya Kyai Nizar mengapresiasi dideklarasikannya ANNAS di Kota Probolinggo yang dinilainya merupakan salah satu implikasi fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan Syiah.

“Semestinya apa yang difatwakan oleh Majlis Ulama Indonesia memerintahkan intelijen TNI dan Polri responsif, konsisten dan mengawal apa yang menjadi fatwa ulama Jawa Timur untuk mencegah dan melarang Syiah melakukan kegiatan-kegiatan di kota Probolinggo ini,” ujarnya.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua ANNAS Kota Probolinggo terpilih, H. Abdul Wahid Fauzi Sirot. Abdul Wahid mengajak siapapun yang peduli terhadap keutuhan NKRI untuk mencegah perkembangan Syiah.

“ANNAS wilayah Jawa Timur Kota Probolinggo mengajak para ulama dan tokoh, para pejuang Islam dan umat Islam, dan siapapun yang peduli akan keutuhan NKRI, baik secara perorangan maupun organisasi untuk mencegah perkembangan paham Syiah di Kota Probolinggo dan sekitarnya, demi menjaga keutuhan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegas Abdul Wahid dalam pernyataan sikapnya.

Abdul Wahid menegaskan, ANNAS Kota Probolinggo siap berjuang untuk Islam dan umat Islam serta bangsa dan negara Indonesia dalam membentengi umat Islam dan masyarakat luas dari ajaran sesat Syiah.

“Dengan cara mensosialisasikan fakta-fakta tentang syiah bukan islam, bahaya syiah terhadap umat, dan bahaya syiah dalam keutuhan NKRI,” jelasnya.

ANNAS bertekad untuk membersihkan Syiah dari Kota Probolinggo dan sekitarnya dengan mengedepankan kemashlahatan bangsa dan negara segala aktifitasnya.

“ANNAS wilayah jawa Timur Kota Probolinggo  akan terus berperan dalam menyatukan kekuatan umat dan seluruh komponen masyarakat dalam membela dan menegakkan kebenaran yang di landaskan dengan Al quran dan as Sunah bagi keselamatan agama, umat, bangsa dan Negara,” pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Pernyataan Sikap Komunitas Nahi Mungkar Surakarta (KONAS) Menolak LGBT

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS) menggelar jumpa pers di gelaran Car Free Day Surakarta Jalan Slamet Riyadi, Surakarta dalam aksi penolakan Lesbian, Gay, Bisexsual, Trasgender (LGBT), Ahad (28/2/2016) pagi.

Dalam kesempatan itu, Syeikh Assegaf selaku Korlap KONAS membacakan pernyataan sikap KONAS terhadap gerakan LGBT di hadapan sejumah wartawan dan pengunjung CFD Solo. Berikut Pernyataan Sikap KONAS selengkapnya:

Sehubungan dengan maraknya LGBT ( Lesbian, Gay, Bisexsual, Trasgender ) beberapa hari terakhir menjadi persoalan ditengah-tengah Umat islam. Islam adalah agama yang selaras dengan Fitrah kemanusiaan dan menempatkan perlindungan terhadap keturunan (hifzhun nasl) yaitu melalui lembaga pernikahan antara laki -laki dan perempuan. Untuk itu sikap KONAS jelas: 

1. Aktivitas LGBT bertentangan dengan Hukum Agama Islam dan Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  a. Merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) no 57 th 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodom dan Pencabulan.
  b. Bertentangan dengan Pancasila sila 1 dan 2.
  c. Bertentangan dengan UUD 1945 pasal 29 ayat (1) & pasal 28 UU nomor 1 tahun 1974 tentang Pernikahan.
2. Merusak Tatanan Moral dan Budaya, sekaligus merusak generasi masa depan Bangsa. 
3. Mendesak DPR RI dan pemerintah Jokowi  segera menetapkan UU Anti LGBT, serta menyediakan Rehabilitasi Kejiwaan pelaku LGBT.
4. Mendesak Kapolri Mengusut dan Menangkap grand desain dibalik Propagandis LGBT yang didanai pihak asing melalui UNDP.
5. Tutup situs-situs medsos, youtube, facebook serta aplikasi porno homo dan lesbi.
Untuk itu KONAS:
1. Mengajak para pelaku LGBT untuk kembali menjalani kehidupan normal sesuai Agama  dalam kehidupan bermasyarakat dan bermartabat. 
2. Menyerukan pada Masyarakat Surakarta mendahulukan upaya persuasif pendekatan  dan tidak  melakukan tindak kekerasan terhadap Pelaku LGBT.
3. KONAS Menolak dan akan Melawan segala upaya untuk melegalkan LGBT di Surakarta dan Indonesia.
Demikian pernyataan sikap KONAS berkaitan dengan LGBT.
Surakarta,  28  Februari 2016 
Komunitas Nahi Mungkar Surakarta

Reporter: Arif, Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Ribuan Warga Solo Tolak Gerakan LGBT

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS) mengundang warga Surakarta dalam gelaran Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap gerakan LGBT, Ahad (28/2/2016).

Hanya dalam waktu 30 menit, ribuan warga antusias membubuhkan tanda tangannya di atas kain putih berukuran 1 x 28 meter.

Selain tanda tangan, pengunjung CFD juga menuliskan pesan dan kesan singkatnya. Seperti yang ditulis Zalmon L Manusiwa, seorang warga Ambon yang tinggal di Solo. "Katong samua bilang seng for LGBT from Bogor-Ambon" (kami semua orang Ambon tidak suka LGBT),” ujarnya.

"Alhamdulillah saya ikut partisipasi, Insya Allah aspirasi ini sampai ke presiden semoga ya mas, soalnya tadi saya lihat banyak wartawan yang meliput, dari metro tv juga ada kok," sahut Sawal, pembubuh tanda tangan.

Atas keberhasilannya mengundang antusiasme warga Surakarta menolak gerakan LGBT, korlap KONAS Syeikh Assegaf mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan perjuangannya untuk menolak gerakan kaum Sodom tersebut.

"Saya sampaikan kepada semua pihak baik yang memberikan bantuan dana, tenaga dan pikiran, pada kami rasa terimakasih, Allah yang akan mengganti, kami akan terus melanjutkan perjuangan ini seperti yang telah saya sampaikan dalam surat rilisan kami," ucap Assegaf.

Peserta aksi juga terlihat membentangkan spanduk berukuran 100 meter bertulisakan penolakan terhadap gerakan LGBT.

Reporter: Arif, Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Santriwati Al Mukmin Ngruki Gelar Seminar ’Jadi Pemudi Sakti Pengendali Hati’

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Derasnya budaya barat di Indonesia tak menyurutkan semangat para santri di Indonesia untuk tetap menimba ilmu, membentengi aqidah dan memperluas cakrawala untuk menghadapi era yang cenderung destruktif.

Menempa diri dalam pembentukan pribadi yang tangguh, unggul dalam menyongsong masa depan menjadi salah satu output dari pondok pesantren pada umumnya dan di Al Mukmin Ngruki pada khususnya. Budaya Valentine, perilaku LGBT, budaya korup, kolonialisme, imperalisme dan perilaku haram lainnya sejak dini sudah menjadi tema yang harus dilawan dilingkungan pondok pesantren tidak hanya di era lalu, namun masa kini dan masa yang akan datang.

Santriwati Al Mukin ngruki yang merupakan bagian integral dari bangsa ini mempunyai hak dan kewajiban untuk menjaga dirinya serta masyarakat pada umumnya dari bahaya budaya barat yang berpotensi merusak generasi bangsa.

”Melalui Seminar yang diselenggarakan di Aula Darul Hikmah Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Santriwati Al Mukmin Ngruki bertekad membentuk pemudi yang tangguh, cerdas dan berakhlak mulia.” Demikian sambutan dari ketua panitia Uswatun Hasanah yang merupakan santriwati kelas akkhir (Niha’i).

Seminar yang diselenggarakan pada hari jumat, 26 Februari 2016 pukul 08.00 – 11.00 WIB menghadirkan pembicara Ust, Burhan Sodiq, SS dengan  moderator Endro Sudarsonio, S.Pd yang diikuti ratusan santri dan para ustadzah dibawah bimbingan Usth. Nurrahmah Juhdi. Seminar ini mengangkat tema Menjadi Pemudi Sakti Penjaga Hati.

Ust. Burhan Sodiq dalam pesannya meminta kepada semua santriwati untuk tetap menjaga kehormatannya dengan menutup aurat, tetap melestarikan budaya sederhana dengan meminimalisasi pola hidup yang tidak perlu. Ust. Burhan Sodiq juga berpesan akan menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan pesan moral yang konstruktif.

Berita Kiriman Santriwati Al Mukmin Ngruki

Jamaah Ansharusy Syariah: Jihad Kami adalah Bayan

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz Fuad Al Hazimi menegaskan bahwa bentuk jihad Jamaah Ansharsy Syariah adalah bayan (penjelasan). Hal tersebut disampaikan kepada perwakilan Balitbang Kemenag, Drs H. Ahmad Sodli bersama tim yang mengunjungi kajian rutin Jamaah Ansharusy Syariah Solo di masjid Salamah Tipes, Surakarta, Jum'at (26/2/2016) malam.

"Jihad kami saat ini adalah Bayan dan ujung tombak bayan adalah lisan. Menjelaskan tentang syari'at Islam, amar ma'ruf nahi munkar, adapun lainnya kami belum mampu," jelas ustadz Fuad.

Menanggapi pemberitaan media massa nasional dan internasional yang menyebut Jamaah Ansharusy Syariah sebagai kelompok teror, ustadz Fuad mengatakan, saat ini sesuatu yang haq (baik) bisa dikatakan bathil (buruk) begitu pula sebaliknya, tergantung media yang memberitakan.

"Setiap pemimpin yang dzalim pada zaman dahulu itu pasti mempunyai tukang sihir, semua musuh-musuh nabi itu tukang sihir, dan hari ini tukang-tukang sihirnya adalah media yang fungsinya menipu pandangan manusia, memutarbalikkan fakta yang baik jadi buruk yang buruk jadi baik, distorsi," paparnya.

Kedatangan tim Balitbang Kemenag Jawa Tengah dalam kesempatan itu untuk meneliti aktifitas Jama'ah Ansharusy Syari'ah.

"Saya hanya akan menulis apa yang dibicarakan, makanya saya memang langsung datang kesini, pagi tadi juga ke pondok Ngruki," ucap Ahmad Sodli.

Ahmad Sodli juga mengaku menyayangkan tudingan BNPT terhadap sejumlah pondok pesantren sebagai sarang teroris.

"Saya debat juga dengan orang UI (Universitas Indonesia) dan dosen-dosennya, loh kalo begitu koruptor yang dari UI banyak, dari UNDIP banyak, dari Gajah Mada juga banyak, apakah yang begitu bisa dikatakan sarang koruptor,” tandasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

KMM Karanganyar Bagikan 1000 Nasi Kotak kepada Jamaah Shalat Jumat

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Komunitas Masjidku Makmur (KMM) kembali mengadakan Program Peduli Umat, Jumat (26/2/2016) di masjid Agung Karanganyar. Usai Shalat Jumat, puluhan relawan membagikan nasi kotak yang bertuliskan pesan peringatan akan bahaya Syiah dan Komunis.

"Pada bungkus nasi kotak yang kami bagikan kami sablon dengan pesan bahaya syiah dan komunis," kata korlap aksi, Muhammad Dadan kepada Jurnalislam.

"Aksi Jum'at Barokah ini kami laksanakan untuk menjelaskan kepada umat tentang bahaya syiah dan komunis" ungkapnya kepada jurnalislam,” tambahnya.

Dalam aksi itu, sebanyak 1000 kotak nasi dibagikan kepada para jamaah Sholat jumat.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally | Jurnalislam

Taliban: 3 APC Milisi Jenderal Dostum Hancur dalam Pertempuran Sengit di Khwaja Musa, 11 Tewas

FARYAB (Jurnalislam.com) – Para pejabat melaporkan dari provinsi Faryab utara mengatakan bahwa Jenderal Dostum yag kejam dan milisi Jam Gelam nya mengendarai ratusan sepeda motor dengan didukung oleh 300 APC dan kendaraan militer serta helikopter memasuki pusat distrik Khwaja Musa siang hari saat Mujahidin melakukan latihan taktis, Al Emarah News melaporkan, Sabtu (27/02/2016).

Saat musuh masuk daerah, Mujahidin mulai melibatkan mereka dari 4 arah, memicu pertempuran berat di mana 3 APC musuh hancur, 11 milisi Jam Gelam tewas dan 25 lainnya luka-luka serta sebuah APC, sebuah senapan mesin berat DShK dan peralatan lainnya disita.

Musuh lari dari pusat distrik pada pukul 06:00 waktu setempat dengan Mujahidin masih mengejar dan bertempur dengan musuh.

Laporan mengatakan bahwa hanya 1 Mujahid yang terluka di seluruh pertempuran, menambahkan bahwa pertempuran masih berlangsung saat ini, rincian lebih lanjut akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Serangan Udara Koalisi Saudi Bunuh Lebih dari 30 Houthi di Sanaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Serangan udara yang dipimpin Arab menargetkan milisi Houthi telah menewaskan sedikitnya 30 orang di sebuah distrik di luar ibukota, Sanaa, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (27/02/2016).

Serangan hari Sabtu tersebut terjadi di sebuah daerah pasar yang populer di distrik Nihm.

Aliansi yang dipimpin Saudi memerangi pemberontak Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh dalam upaya untuk memulihkan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

PBB mengatakan hampir 6.000 orang telah tewas dalam pertempuran, yang dimulai setelah Houthi masuk ke kota pelabuhan selatan Aden, di mana Hadi menetap. Ratusan ribu orang mengungsi.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Aktivis Palestina Buronan Intelijen Israel Ini Ditemukan Terbunuh di Bulgaria

BULGARIA (Jurnalislam.com) – Seorang aktivis Palestina yang dicari intelijen  Israel atas pembunuhan seorang pemukim zionis Yahudi 30 tahun yang lalu ditemukan tewas pada hari Jumat (26/02/2016) di Bulgaria, polisi setempat dan Otoritas Palestina mengatakan, lansir World Bulletin, Sabtu (27/02/2016).

Omar Nayef Zayed, 51, ditemukan di halaman kedutaan Palestina di Sofia, kata polisi. Radio Bulgaria melaporkan bahwa ia jatuh dari lantai empat.

Seorang pejabat Otoritas Palestina senior mengatakan bahwa Nayef "ditemukan dengan luka tubuh yang serius dan meninggal sebelum layanan darurat tiba", kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan.

Front Populer Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine-PFLP), dimana Nayef adalah anggota, mengutip sebuah pernyataan keluarganya yang menyebut kematiannya merupakan "pembunuhan".

Dikatakan bahwa Nayef, berasal dari Jenin di Tepi Barat, mencari perlindungan di kedutaan Palestina di Sofia dua bulan lalu dan telah "menerima ancaman".

Kepala gerakan Hamas Palestina di Jalur Gaza, Ismail Haniya, juga mengecam "kejahatan Zionis baru" tersebut.

Nayef dihukum pada tahun 1986 atas kasus pembunuhan namun melarikan diri pada tahun 1990 saat berkunjung ke rumah sakit Bethlehem. Dia melarikan diri ke Bulgaria pada tahun 1994 dan menikah dengan seorang wanita lokal dan memiliki tiga anak.

Akhir tahun lalu pemerintah Bulgaria sepakat untuk mengkaji permintaan ekstradisi Israel, tetapi 14 Desember sidang ditunda karena Nayef tidak ditemukan di alamat nya, kata kementerian dalam negeri Bulgaria.

Kematiannya terjadi sehari setelah Perdana Menteri Boyko Borisov kembali dari perjalanannya ke Israel. Borisov mengatakan ia membahas Nayef dengan para pejabat Israel dan Palestina selama kunjungannya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam