Pesan Untuk Aktifis Islam: Jadilah Dai Bukan Qodhi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta, ustadz Haris Amir Falah menilai, saat ini kelompok-kelompok Islam yang mengusung dakwah dan jihad semakin terpojokkan. Hal tersebut disebabkan karena para dai mereka memposisikan diri sebagai Qodhi (hakim).

“Gerakan dakwah dan jihad akan semakin terpojokkan, dia akan menjadi kelompok ekslusif yang tidak dapat menyentuh kalangan kaum muslimin secara umum. Yang kita lihat faktor yang paling dominan dimana dai banyak memposisikan sebagai Qodi, yang menghakimi, bukan mengajak umat kepada Islam,” terangnya dalam Kajian Ilmiyah bertema Bahaya faham Takfir Dalam Tubuh Gerakan Islam, Ahad (28/2/2016).

Nahnu du’at wa laisa qudhot, kami adalah dai, dan kami bukanlah para hakim yang menghakimi umat di dalam dakwah-dakwah kami,” tambahnya seraya mengutip pernyataan Syaikh Hasan Hudaibi, salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin.

Ustadz Haris menjelaskan, metode para Sahabat Rasul yang membawa Islam ke Madinah sebelum Rasulullah SAW hijrah. Ustadz Haris mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 103 yang menyebut gerakan para sahabat itu sebagai gerakan penyelamat.

“Al-Qur’an mencatat bahwa masuknya Islam ke Madinah yang dibawa oleh para Sahabat disebut sebagai gerakan penyelamatan, lebih kepada bagaimana menyelamatkan ummat, penyelamatan  terhadap manusia secara umum, termasuk penyelamatan kepada kekuasaan, penyelamatan kepada bangsa. Gerakannya adalah gerakan penyelamatan, bukan gerakan-gerakan yang justru mengakibatkan suatu kerusakan,” paparnya.

Oleh sebab itu, Ustadz Haris mengimbau kepada seluruh aktifis Islam untuk bersikap sebagai dai, bukan qodhi.

Penjelasan tersebut menyinggung munculnya pemikiran takfir (pengkafiran) dalam tubuh gerakan Islam yang berdampak buruk terhadap gerakan itu sendiri.

“Dampak buruk dari pemahaman ghulatut takfir (ekstrim dalam pengkafiran-red) ke dalam tubuh gerakan Islam ini tidak lain dan tidak bukan ujung-ujungnya adalah kehancuran yang terjadi pada tubuh gerakan itu sendiri, sebelum mereka melakukan amalan yang terbaik,” pungkasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.