Tabligh Akbar “Satukan Langkah Waspada Menghadapi Syiah dan Komunis” di Balikpapan

Untuk mengantisipasi semakin masifnya pergerakan Syiah dan Komunis di Tanah Air, maka pada akhir pekan Februari 2017 Pengurus Daerah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur mengajak Ummat Islam bersatu melawan pergerakan Syiah dan Komunis dalam gelaran Tabligh dengan tema: “Satukan Langkah Waspada Menghadapi Syiah dan Komunis”.

Gelaran Tabligh selama dua hari ini akan diisi oleh dua tokoh Anti Syiah, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A. dan Habib Achmad bin Zein Alkaff yang akan dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal : Sabtu, 25 Februari 2017
Waktu : Pukul 18.00 WITA – Selesai
Tempat : Masjid Jam’iyyatul Mustaqim Sumber Rejo Balikpapan Kaltim
Orator : Habib Achmad bin Zein Alkaff (Ketua Majelis Syuro ANNAS Pusat)

Sedangkan pada :
Hari / Tanggal : Ahad, 26 Februari 2017.
Waktu : Pkl. 20.00 WITA – Selesai
Tempat : Masjid Istiqomah Jl. Sport 1 Balikpapan Kaltim
Orator : K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A. (Ketua Umum ANNAS Pusat)

Pengurus Daerah ANNAS Balikpapan Prov.Kaltim mengundang kaum Muslimin untuk menghadirinya.

Bandung, 24 Februari 2017
Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat

Tardjono Abu Muas
Sekretaris Umum

Pasukan Irak Rebut Bandara dan Pangkalan Militer IS di Barat Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak yang sedang bergerak mendekati bagian barat Mosul yang dikendalikan kelompok Islamic State (IS) telah merebut bandara kota dan pangkalan militer di dekatnya, kata televisi negara, Kamis (23/02/2017).

Pasukan khusus Irak (Counterterrorism service-CTS) dan unit elit kementerian dalam negeri yang dikenal sebagai pasukan Rapid Response turun di bandara dan dekat kompleks militer Ghatlani Kamis pagi, juru bicara CTS Sabah al-Numan mengatakan kepada televisi pemerintah.

“Ini adalah salah satu prestasi besar yang pasukan Irak harapkan di tahap pertama menuju sisi barat kota,” kata reporter Al Jazeera Osama Bin Javaid, melaporkan dari Erbil.

“Daerah ini berjarak sekitar 30 km jauhnya dari tepi barat kota, dan pasukan Irak sekarang mengatakan bahwa mereka berada dalam kontrol penuh.

“Mereka mengatakan bahwa dua bangunan utama kota telah dihancurkan oleh IS dan mereka telah menemukan sejumlah bom mobil diparkir di lokasi strategis di titik masuk dan sepanjang landasan pacu Bandara Internasional Mosul.”

Kompleks bandara dan militer, yang meliputi barak dan arena pelatihan dan terletak di dekat jalan raya Baghdad-Mosul diduduki IS saat kelompok menguasai Mosul pada Juni 2014.

Kemajuan diperoleh beberapa hari setelah pasukan Irak secara resmi meluncurkan operasi untuk mendorong IS keluar dari setengah bagian barat Mosul.

Operasi untuk merebut kembali kota terbesar kedua Irak secara resmi diluncurkan pada bulan Oktober dan pada bulan Januari setengah dari wilayah timur Mosul dinyatakan “sepenuhnya dibebaskan.”

Kapolri Tuding UBN Beri Dana ke Turki, Tim Advokasi GNPF: Itu Fitnah yang Keji!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ismar Syafruddin membantah tudingan Kapolri kepada Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) telah menyalurkan dana ke Turki.

“Ini sungguh fitnah yang keji dan sangat tendensius,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Jurniscom, Kamis (23/2/2017).

Ia menjelaskan, ketika tim penasehat hukum mendampingi IA dalam BAP di Bareskrim Mabes Polri, sudah dijelaskan bahwa bantuan itu merupakan titipan dari kelompok Solidaritas Peduli Syam yang digalang secara suka rela kepada Humanitarian Relief Foundation (IHH) di Turki.

“Transfer senilai 4.600 us$ tersebut dari rek Islahuddin yg dititipkan oleh teman-teman dari Solidaritas Peduli Syam yang melakukan penggalangan/donasi untuk bantuan pengungsi korban perang Suriah yang di tampung di Turki,” terangnya.

“Yayasan tersebut tidakk ada sama sekali kaitan dengan UBN,” timpalnya lagi.

Ismar menegaskan, jika pejabat dengan gampangnya menyebarkan berita bohong atau hoax. Sungguh, kata dia, hal ini akan menghancurkan kredibilitas ulama.

“Betapa mengerikan negara kita ini jika mau berbuat baik saja harus dikriminalkan?” pungkasnya.

Reporter: M. Fajar

Din Syamsuddin: Kalau Mau Dibongkar Semuanya, Termasuk Rekening Gendut Polri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Din Syamsudin angkat bicara soal kasus yang menjerat Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua, Adnin Armas. Adnin dikabarkan telah menjadi tersangka oleh kepolisian atas kasus dana infaq umat Islam kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang dihimpun menggunakan rekening yayasan yang diketuainya.

Din menilai, Polri sudah melampaui batas. Ia pun menantang kepolisian untuk tidak pilih kasih dalam membongkar kasus serupa.

“Kalau mau dibongkar semuanya. Kita bisa kasih kasusnya, seperti uang Teman Ahok, atau rekening gendut Polri. Atau apa, kalau mau ayo bongkar semuanya,” kata Din di Kantor MUI, Jakarta, dikutip dari Hidayatullah.com, Rabu (23/2/2017).

Din menegaskan, hanya ada dua pilihan, yaitu bongkar semua kasus serupa tanpa pilih kasih atau hentikan kasus tersebut.

“Saya berharap itu tidak dilanjutkan oleh Polri. Agar tidak menambah sesak dada umat Islam dengan ketidakadilan,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengingatkan, jika aparat berlebihan dalam menegakkan hukum, apalagi sampai tidak adil. Semua itu akan kembali ke dirinya sendiri. “Saya berharap Polri jernih melihat ini,” tandasnya.

Sumber: Hidayatullah.com

Rebut Kembali Kota Utara Mokha, Jenderal Yaman Tewas Dihantam Rudal Houthi

YAMAN (jurnalislam.com) – Sumber mengkonfirmasi ke Al Arabiya bahwa tentara Yaman telah kembali menguasai kota Yakhtul di utara Mokha. Selanjutnya, pasukan Tentara Nasional Yaman juga mendominasi pegunungan di sebelah timur Mokha pada Rabu subuh (22/02/2017), setelah pertempuran sengit berlangsung selama sekitar 24 jam melawan kelompok-kelompok milisi Syiah Houthi, menurut sumber-sumber militer di Taiz.

Sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman pada pertempuran tersebut menewaskan wakil kepala staf militer negara itu, kata para pejabat.

Para pejabat militer Yaman mengatakan rudal itu menghantam titik berkumpulnya para komandan militer. Sebanyak tujuh perwira tewas, termasuk al-Yafie, dan 25 lainnya luka-luka, kata mereka, berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Perdana Menteri Yaman Ahmed Abdu Dagher menyatakan belasungkawa di Twitter setelah serangan itu, mengatakan “akhir bagi musuh sudah dekat.”

Selama pertempuran, sedikitnya sembilan pemberontak Syiah Houthi juga tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah serangan koalisi. Angkatan Tentara Nasional maju menuju kamp Khaled di distrik Mawza didukung serangan udara berat dari pesawat koalisi Arab.

Sebuah sumber militer menjelaskan bahwa Tentara Nasional terus mencetak kemajuan ke arah Direktorat timur Mokha yang terletak antara provinsi Taiz dan al Hudaydah untuk benar-benar memblokir pasokan bagi kelompok-kelompok milisi.

Mokha, sebuah pelabuhan Laut Merah yang strategis, menyaksikan pertempuran sengit antara Syiah Houthi yang didukung Iran bersama pasukan sekutu yang setia kepada Presiden Ali Abdullah Saleh yang terguling melawan pasukan pro-pemerintah.

Puluhan ribu orang baru-baru ini mengungsi menghindari pertempuran di sepanjang pantai barat.

Liga Arab Kutuk Hukuman Ringan Serdadu Zionis Elor Azaria

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Liga Arab pada hari Rabu (22/02/2017) mengutuk hukuman 18 bulan penjara yang dijatuhkan pengadilan Israel terhadap seorang prajurit yang menembak mati seorang penyerang Palestina yang tengah terluka, mengatakan hukuman tersebut mencerminkan “rasisme”, World Bulletin melaporkan.

Dia juga menerima 18 bulan penangguhan hukuman dan diturunkan dari sersan ke prajurit.

“Putusan pengadilan militer Israel mengekspos tingkat pengabaian Israel terhadap darah dan nyawa warga Palestina … dan memperdalam rasisme di lembaga pendudukan,” kata blok beranggotakan 22 negara tersebut dalam sebuah pernyataan.

Penembakan di kota Hebron, Tepi Barat itu tertangkap di video oleh kelompok hak asasi dan tersebar luas secara online. (baca juga: Pembunuh Berdarah Dingin ‘Elor Azaria’ Hanya Dihukum Ringan Pengadilan Militer Israel)

Video ini menunjukkan Sharif, 21 tahun, terbaring terluka parah di tanah, ditembak bersama dengan seoarng warga Palestina lain dengan tuduhan menusuk dan melukai seorang prajurit, kata militer.

Azaria kemudian menembaknya di kepala tanpa ada provokasi yang jelas sebelumnya.

Kasus yang terjadi dengan latar belakang gelombang perlawanan rakyat Palestina dengan serangan pisau, pistol dan penabrakan mobil oleh warga Palestina yang meletus pada bulan Oktober 2015.

Beberapa kelompok zionis membela prajurit yang berwarga Negara Prancis-Israel tersebut, tetapi militer mengatakan sidang itu penting untuk menjaga reputasi lembaga, namun warga Palestina menganggap pengadilan itu hanya lelucon.

Lebih dari 100 Tahun, Pembangunan Masjid Pertama di Athena akan Selesai Akhir April

YUNANI (Jurnalislam.com) – Lebih dari 100 tahun tanpa Masjid, akhirnya pembangunan Masjid pertama di Athena akan selesai pada akhir April, menurut sumber-sumber di perusahaan bangunan.

Sumber di perusahaan konstruksi, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan kepada Anadolu Agency hari Selasa (21/02/2017) bahwa pembangunan Masjid, yang dimulai November lalu, dijadwalkan akan selesai dalam waktu dua bulan.

Pembangunan kerangka logam Masjid hampir selesai, dan pekerjaan berjalan seperti yang direncanakan, kata sumber-sumber.

Masjid di ibukota Yunani itu terletak di bekas pangkalan angkatan laut di kawasan pusat kota Votanikos.

Parlemen Yunani pada Agustus lalu meloloskan RUU yang mengizinkan pembangunan Masjid pertama sejak abad ke-19tersebut. Namun “patriot” Yunani yang memproklamirkan diri mereka sendiri menghentikan pembangunannya dan menduduki Masjid. Konstruksi dimulai kembali pada awal November setelah polisi menengahi untuk mengakhiri pendudukan.

Masjid tidak akan bertingkat tinggi dan tidak akan memiliki menara. Masjid ini akan dapat menampung hingga 350 jamaah serta memiliki area parkir dan rekreasi di atas lokasi yang memiliki lebar dua blok. Anggaran untuk konstruksi adalah sekitar € 887.000.

Setelah konstruksi, administrasi Masjid akan berada di bawah sebuah dewan yang terdiri dari pejabat negara dan perwakilan komunitas Muslim yang ditunjuk oleh Departemen Pendidikan, Penelitian dan Agama Yunani.

Muslim di Athena saat ini memenuhi kewajiban agama Islam di sekitar 70 Masjid darurat, atau Masjid kecil.

Setelah pembukaan Masjid Athena, 70 Masjid darurat tersebut tetap harus mendapatkan izin.

Setelah Diterjang Badai Kini Dilanda Banjir, Belasan Ribu Warga California Mengungsi

CALIFORNIA (Jurnalislam.com) – Ribuan warga California Utara meninggalkan rumah mereka saat banjir besar yang disebabkan oleh hujan lebat terus menerus membanjiri tepi sungai pada hari Rabu (23/02/2017).

Sekitar 14.000 orang telah diperintahkan untuk meninggalkan wilayah San Jose, kota terbesar keempat California saat banjir setinggi dada terjadi di dalam lingkungan mereka. 36.000 lainnya juga direkomendasikan oleh otoritas untuk melarikan diri, World Bulletin melaporkan, Rabu.

Wilayah Rockspring sangat parah menyebabkan responden pertama menyelamatkan sedikitnya 225 orang dari pasang air pada hari Selasa.

Pihak berwenang mengeluarkan perintah evakuasi sepanjang tujuh mil (11 kilometer) di Coyote Creek Selasa, membentang dari sekitar pusat kota ke dekat San Francisco Bay.

Hampir 100 orang lebih diselamatkan dalam operasi semalam, menurut media lokal.

Pada hari Rabu, pemerintah memperluas daerah evakuasi di sepanjang wilayah Coyote Creek yang menghadapi peningkatan ancaman banjir.

Walikota San Jose Sam Liccardo mengakui kepada wartawan pada hari Selasa bahwa kota ini memiliki kekurangan dalam memberitahukan warga mengenai bencana.

“Setiap kali kita mengajak orang keluar dari rumah mereka dari atas kapal, berarti kita telah gagal. Jelas kita gagal jika orang-orang pertama kali mendengar bahwa mereka harus keluar dari rumah mereka ketika kita memberitahu mereka dari perahu, “katanya.

California Utara sebelumnya dilanda badai yang menuangkan hujan lebat dan hujan salju di daerah yang sebelumnya dilanda kekeringan tersebut.

Waduk terbesar Santa Clara County, Anderson Reservoir, dibanjiri air pada hari Ahad dan Senin yang akhirnya tumpah ke danau buatan dan membanjiri Coyote Creek, menyebabkan banyak kerugian di San Jose selama 24 jam terakhir.

Banjir memuncak pada hari Selasa, menurut Distrik Air Santa Clara Valley (the Santa Clara Valley Water District), yang memperingatkan bahwa arus air yang tinggi diperkirakan terjadi di Coyote Creek sepanjang Rabu pagi.

Babak Baru Pembicaraan Damai Suriah, Mediator PBB: Bentuk Pemerintahan Baru

JENEWA (Jurnalislam.com) – Mediator PBB untuk membicarakan perang di Suriah, Staffan de Mistura, mengecilkan harapan untuk kemajuan penting menjelang perundingan yang direncanakan di kota Jenewa Swiss.

“Apakah saya mengharapkan terobosan? Tidak, saya tidak mengharapkan terobosan,” katanya kepada wartawan di markas PBB, Rabu (22/02/2017), sehari sebelum dimulainya babak keempat pembicaraan yang ditujukan untuk mencari solusi politik bagi konflik Suriah yang berkepanjangan, lansir Aljazeera.

Meskipun pembicaraan Jenewa dipandang sebagai upaya diplomatik yang paling serius dibanding sebelumnya, perselisihan agenda dan perbedaan pendapat lama antara oposisi dan rezim Assad mengenai masa depan Suriah membuatnya ragu apakah kemajuan akan dapat dicapai.

De Mistura mengatakan ia bertekad untuk mempertahankan “momentum yang sangat pro-aktif” untuk melakukan diskusi politik membahas pemerintahan baru, konstitusi baru dan pemilihan di bawah pengawasan PBB, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.

Namun dalam beberapa hari terakhir mediator PBB itu menghindar dari menggunakan frase “transisi politik” untuk menggambarkan tujuan dari pembicaraan. “Transisi politik” adalah istilah yang digunakan pihak oposisi Suriah dengan meniadakan Bashar al-Assad.

Selama negosiasi yang dipimpin PBB putaran sebelumnya, pemerintah Suriah menolak membahas nasib Assad – masalah utama pertentangan antara kedua belah pihak.

Pembicaraan intra-Suriah terjadi pada pertemuan multilateral, yang difasilitasi oleh Rusia, Turki dan Iran, di ibukota Kazakhstan, Astana, untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata nasional yang rapuh yang ditengahi oleh Rusia dan Turki sejak 30 Desember.

Negosiasi di Astana dimaksudkan untuk membuka jalan menuju negosiasi politik di Jenewa, namun gencatan senjata hancur sepanjang bulan lalu akibat serangan rezim pada oposisi yang tetap berlangsung, sementara janji-janji untuk membangun mekanisme monitoring tidak terpenuhi.

Pejabat dari delegasi oposisi, yang dibagi antara perwakilan militer dan politik, sama-sama menyatakan sedikit harapan untuk pembicaraan.

“Ketika kepatuhan terhadap gencatan senjata tidak ada,” dan ketika ada “permainan yang dimainkan menggunakan istilah internasional untuk transisi politik dan konstitusi, maka negosiasi tidak akan menggembirakan,” Yehya al Aridi, penasihat Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee), organisasi payung oposisi utama, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Semakin jauh permasalahan menjadi semakin rumit, dengan agenda yang saling bertentangan. Tidak hanya dari dua pihak utama yang terlibat konflik, tetapi juga di dalam internal pihak kami,” katanya kepada Al Jazeera.

Belum lagi pertikaian dalam barisan kelompok oposisi telah sangat melemahkan dan membagi oposisi Suriah sepanjang bulan lalu.

Hal-hal tersebut, ditambah dengan ketidakpastian kebijakan AS mengenai Suriah di bawah Presiden Donald Trump, juga pergeseran prioritas Turki – pendukung tradisional kelompok oposisi Suriah – dan intervensi militer Rusia tahun 2015 dalam mendukung Assad, telah sedikit mempengaruhi oposisi baik secara politik maupun militer.

“Tidak terlihat ada solusi sekarang. Realitas di lapangan semakin buruk,” Fares Bayoush, seorang komandan Tentara Pembebasan Suriah, mengatakan kepada Al Jazeera.

Omar Kouch, seorang analis Suriah, mengatakan bahwa walaupun kehadiran gencatan senjata membuat putaran pembicaraan menjadi sangat berbeda, “tidak ada indikasi bahwa pembicaraan Jenewa keempat ini akan serius menemukan solusi”.

Kouch mengatakan, kemungkinan untuk mencapai solusi sangatlah kecil, mengingat serangan rezim yang terus terjadi pada beberapa wilayah di Suriah, tidak adanya dominan faksi Kurdi Suriah – Partai Demokrat Persatuan (PYD) – di meja perundingan dan perpecahan utama dalam oposisi.

“Seperti dalam setiap putaran perundingan, kita mulai dengan banyak harapan untuk menemukan solusi, tapi kemudian pembicaraan selesai dan tidak ada yang dicapai. Bahkan, hal-hal menjadi lebih buruk,” katanya kepada Al Jazeera.

Dengan tidak bersedianya kedua belah pihak dalam membuat konsesi politik, tidak jelas bagaimana negosiasi bisa menjembatani kesenjangan dan menemukan solusi.

Namun, oposisi Suriah berharap untuk menekan konsolidasi gencatan senjata, pembebasan tahanan, mencabut blokade atas wilayah terkepung dan mengamankan transisi politik dari pemerintah Syiah Assad.

“Hal utama adalah bahwa tidak ada pengajuan. Kami berusaha sangat keras, untuk mengurangi kerugian,” kata Aridi.

Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Luncurkan Buku ‘Perjuangan yang Dilupakan’

JAKARTA (Jurnalislam.com)Co-Founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Rizki Lesus meluncurkan buku berjudul Perjuangan yang Dilupakan: Mengulas Perjuangan Umat Islam yang Ter(di)lupakan dalam Sejarah Indonesia, Februari 2017. JIB bekerjasama dengan penerbit ProU media.

Menurut Rizki, komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) sejak tahun 2013 melalui laman jejakislam.net terus menyuarakan peran penting Islam dan umat Islam dalam sejarah nasional Indonesia yang selama ini terkesan terlupakan, khususnya dalam pembahasan pelajaran dan kurikulum sejarah nasional.

“Kami melihat bahwa ada upaya memisahkan keislaman dan keindonesiaan, kawan-kawan prihatin akan penafsiran sejarah Indonesia yang tidak berpandangan Islam serta seakan mengubur peran besar Islam dalam bangsa ini,” katanya di Jakarta baru-baru ini.

Padahal, JIB menilai bahwa peran umat Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan sangatlah besar. Sebagai contoh, dalam buku Perjuangan yang Dilupakan, dipaparkan bagaimana para ulama berjuang bahkan hingga nilai-nilai Islam bahkan mewujud dalam konstitusi dan dasar negara.

Belum lagi ribuan umat Islam yang terpanggil berjihad melawan penjajah mempertahankan NKRI. “Resolusi jihad NU dan Perang Sabil Masyumi menggerakkan umat sehingga kita kenal 10 November kini sebagai Hari Pahlawan,” katanya.

Dalam buku perdana JIB ini juga, dikisahkan bagaimana para diplomat muslim Indonesia menuai kesuksesan dalam lawatan diplomatik mereka ke Negara-negara Arab. Bahkan, menurut Rizki, Presiden Soekarno sendiri langsung menyambut utusan Liga Arab yang bertaruh nyawa masuk ke Indonesia.

“Ada kisah-kisah menggugah, seperti misalnya Soekarno berkata, ‘Antara negeri-negeri Arab dan Indonesia mudah tercapai perhubungan persaudaraan yang kekal, karena antara kita timbal balik ada terdapat pertalian agama,” tambahnya.

Buku setebal hampir 300 halaman ini berisikan pelbagai kisah tentang arti pengorbanan, cinta, perjuangan, impian, dll dengan gaya bahasa ringan atau dengan istilah ‘sastrawi.’

“Kami berharap JIB dapat terus menerbitkan buku-buku tentang sejarah. Saat ini sudah ada Majalah Jejak Islam digital di website kami, kami juga ada program diskusi bulanan ikhtiar untuk terus merawat ingatan akan NKRI,” pungkasnya.

Seperti diketahui, komunitas Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) sejak tahun 2013 melalui laman jejakislam.net secara berkala menerbitkan tulisan terkait sejarah Indonesia seperti tentang komunisme dan PKI, sejarah perjuangan umat Islam, dll dan juga memiliki program pustaka umat yang mendokumentasikan buku lawas dalam format digital.

JIB juga rutin menggelar diskusi bulanan dan Masjid Unpas Bandung dan di Jakarta. Pembaca dapat memesan buku atau berpartisipasi dengan mengikuti laman JIB di Facebook JIB – Komunitas Pencinta Sejarah Islam, twitter @jejak_islam atau nomor 087825640046. (jib/rilis)