EKSKLUSIF: Ternyata Inggris Jatuhkan 3.400 Bom di Suriah dan Irak, Ini Jumlah Korbannya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hingga akhir September pasukan Inggris telah menjatuhkan sedikitnya 3.482 bom dan rudal dalam pertempuran melawan IS, termasuk 2.089 bom Paveway IV dan 486 rudal Brimstone yang dijatuhkan dari jet Typhoon dan Tornado.

Drone Reaper milik RAF (Royal Air Force-Angkatan Udara Inggris) juga telah menembakkan 724 rudal Hellfire di lokasi IS.

Angka-angka tersebut tidak pasti karena update Kementerian Pertahanan (Ministry of Defense-MoD) terkadang tidak menyebutkan jumlah bom atau rudal yang digunakan dalam serangan udara, dan pejabat MoD sebelumnya mengakui bahwa 86 bom dan rudal lainnya telah dijatuhkan dalam beberapa pekan terakhir.

Senjata pilihan untuk jet RAF adalah bom beruntun Paveway IV, namun mereka juga menembakkan sejumlah besar rudal Brimstone yang lebih akurat, yang awalnya dirancang sebagai senjata anti-tank namun digunakan secara ekstensif oleh RAF untuk menargetkan sniper dan kendaraan IS.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

Pemerintah menggambarkan Brimstone sebagai senjata paling akurat yang dapat dijatuhkan dari pesawat terbang, dan diperkirakan berharga £ 100.000; Bom Paveway IV yang lebih berat diperkirakan menghabiskan biaya £ 30.000, dan Hellfire, yang dijatuhkan oleh armada drone Reaper, masing-masing berharga £ 71.300.

Kelompok Islamic State (IS) mundur di Irak dan Suriah setelah sebuah operasi pengeboman yang dipimpin AS melibatkan RAF yang melontarkan lebih dari 8.000 serangan dan membunuh lebih dari 3.000 militan IS. Lonjakan pelepasan senjata dilakukan awal musim panas ini, ketika jet Typhoon dan Tornado RAF bergabung dengan koalisi dan Kurdi untuk membebaskan Mosul.

IS secara teratur menggunakan “perisai manusia” di berbagai daerah, namun terlepas dari kenyataan ini dan melihat skala persenjataan yang dijatuhkan oleh RAF, Kementerian Pertahanan berkilah bahwa “tidak ada bukti” serangan mereka telah menjatuhkan korban sipil – sebuah klaim yang sekarang ditolak secara bulat oleh analis pertahanan dan partai oposisi.

“Angkatan bersenjata kita termasuk yang terbaik di dunia, jadi mereka merupakan yang paling cerdas dan akurat dalam hal penargetan,” pemimpin Demokrat Liberal Vince Cable, mengatakan kepada Middle East Eye/MEE.

“Namun, sangat tidak masuk akal bahwa keterlibatan berat kita tidak mengakibatkan kematian warga sipil. Kita tidak boleh mengkritik pasukan bersenjata kita, tapi, sebaiknya, pemerintah juga harus jujur ​​dalam menilai kerusakan yang timbul akibat konflik.”

Angkatan Udara AS, yang memimpin koalisi anti-IS, mengatakan telah menewaskan 786 warga sipil dalam perang udara selama tiga tahun, namun meski mengatakan bahwa perang udara adalah “pertarungan paling menantang dalam beberapa dasawarsa”, RAF menyatakan penilaian seperti itu.

Awal bulan ini, menteri negara untuk angkatan bersenjata Inggris, Mark Lancaster, mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah “telah dapat mengurangi keterlibatan RAF dalam korban sipil”.

RAF mengatakan bahwa dibutuhkan segala upaya untuk meminimalkan korban sipil, namun Inggris telah melakukan lebih dari 1.600 serangan di Irak dan Suriah – lebih banyak daripada negara koalisi lainnya yang mendukung AS.

Lebih dari 5.000 Warga Sipil Suriah Terbunuh Oleh Rezim Assad, IS, AS, Rusia, Milisi Syiah dan PYD

Bereaksi terhadap angka-angka tersebut, pakar dan juru bicara penerbangan militer mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan tidak dapat dipercaya lagi karena mempertahankan laporan bahwa mereka belum membunuh warga sipil manapun dalam operasi tiga tahun untuk mengalahkan IS.

Samuel Oakford, juru bicara Airwars, sebuah kelompok yang memantau korban sipil dari serangan udara internasional di wilayah tersebut, mengatakan kepada MEE: “Klaim Inggris bahwa tidak ada serangan udara Inggris di Irak atau Suriah yang telah menyebabkan kematian warga sipil terlalu sulit dipercaya.

“Berdasarkan laporan korban tewas akibat koalisi sendiri, sangat tidak mungkin seorang anggota koalisi aktif seperti Inggris tidak berperan satu kali pun dalam satu kematian warga sipil.

“Seiring serangan udara yang berlanjut ke tahun keempat dan lebih banyak data tentang keterlibatan Inggris yang dikompilasi seperti ini, klaim Kementerian Pertahanan menjadi semakin tidak masuk akal.”

Selama 12 bulan terakhir, fokus pertempuran udara melawan IS, yang oleh Menteri Kehakiman disebut IS, telah bergeser dari kota Mosul Irak, yang jatuh pada bulan Juli, ke Raqqa di Suriah.

Seruan Syeikh Muhaysini Terkait Serangan Brutal Rezim Assad dan Rusia di Idlib

Namun analisis MEE menunjukkan bahwa mayoritas senjata RAF dijatuhkan saat melawan IS di Irak dengan 3.000 serangan, sementara total 482 bom dan rudal yang dijatuhkan dari atas langit Suriah, memicu ketakutan akan adanya pukulan balik di Inggris.

“Memalingkan perhatian pada konsekuensi serangan udara dan berpura-pura bahwa mereka entah bagaimana saat ini ‘bebas dari risiko’ adalah sangat naif secara ekstrem,” kata Chris Cole, direktur kampanye Drone Wars UK.

“Jika kita tidak mulai memahami dan mengakui biaya yang sebenarnya kita keluarkan untuk perang kita yang sedang berlangsung di Timur Tengah, kita cenderung akan membayar mahal di masa depan.”

Airwars, yang bekerja dengan RAF dan Angkatan Udara AS untuk melaporkan dugaan korban sipil, mengatakan bahwa sedikitnya 5.600 warga sipil telah terbunuh oleh serangan koalisi.

Pada bulan Juli ada laporan bahwa tentara Irak menggunakan buldozer untuk menyembunyikan mayat ratusan warga sipil yang tewas pada hari-hari terakhir pertempuran untuk merebut Mosul.

Analisis MEE menunjukkan bahwa selama perang untuk kota Irak, jet Typhoon dan Tornado RAF menjatuhkan puluhan bom Paveway IV pada pasukan IS di kota tersebut.

Namun, Kementerian Pertahanan tidak memiliki pasukan darat di wilayah tersebut yang melakukan penilaian kerusakan pertempuran di lokasi yang dilanda oleh amunisi RAF.

Sebaliknya, mereka melakukan penilaian dari bukti video yang diambil dari udara, sebuah teknik yang tidak dipakai oleh sekutu koalisi lainnya karena tidak efektif.

RAF mengatakan bahwa dibutuhkan “semua tindakan pencegahan yang mungkin untuk menghindari korban sipil”, namun Amnesty International sebelumnya telah menyatakan keprihatinan serius mengenai korban warga sipil akibat perang udara tersebut. Dalam sebuah laporan awal tahun ini, ditemukan bahwa pertempuran untuk merebut Mosul Barat telah menyebabkan “malapetaka sipil”.

Pasukan PBB di Mali Utara Dihantam Ranjau Darat, 3 Tewas

MALI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya tiga penjaga perdamaian PBB di Mali utara telah terbunuh dan dua lainnya luka-luka saat kendaraan mereka menabrak sebuah ranjau atau alat peledak improvisasi, menurut para pejabat.

Ledakan itu terjadi pada pukul 14.30 GMT hari Kamis (26/10/2017) saat mengawal “konvoi logistik”, di jalan antara Tessalit dan Aguelhok, Aljazeera melaporkan.

Sebuah pernyataan dari misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Mali (MINUSMA) mengatakan bahwa dua penjaga perdamaian yang terluka dibawa ke kota Kidal untuk perawatan.

Anshar Dine Akui Sejumlah Serangan pada Pasukan Perancis di Seluruh Mali

Pernyataan itu tidak menentukan kewarganegaraan penjaga perdamaian yang menjadi korban.

“Saya mengutuk dengan kecaman terkuat tindakan semacam itu, yang tujuan satu-satunya adalah untuk mengacaukan negara dan membahayakan proses perdamaian yang sedang berlangsung di Mali,” kata kepala misi interim Koen Davidese.

Dia mengatakan bahwa misi PBB “bertekad” untuk melakukan semua upaya untuk membawa perdamaian ke negara tersebut.

Serangan mematikan seperti itu, kata Davidse, bisa dianggap sebagai kejahatan perang internasional.

Dalam sebuah posting di media sosial, Jean-Pierre Lacroix, sekretaris jenderal bagi penjaga perdamaian PBB, mengungkapkan “pikiran dan perhatiannya” kepada para korban, keluarga dan kolega mereka.

Tidak ada yang mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut.

Walaupun ada kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda, seperti Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimeen, yang sebelumnya pernah melakukan serangan di wilayah tersebut.

Faksi Jihad Mali Lakukan Serangan pada Pasukan PBB

Pada bulan September, tiga penjaga perdamaian dari Bangladesh terbunuh dan lima lainnya terluka parah saat konvoi mereka diserang di wilayah Gao tepat di sebelah selatan Kidal.

Sejak 2013, saat MINUSMA ditempatkan di Mali, sudah lebih dari 80 penjaga perdamaian terbunuh, membuat misi tersebut menjadi yang paling mematikan di dunia.

Negara-negara tetangga Mali seperti Niger, Chad, Mauritania dan Burkina Faso juga memerangi kelompok bersenjata di wilayah Sahel.

Cegah Houthi jadi Syiah Hizbullah, Pangeran Arab: Perang di Yaman akan Terus Berlanjut

Doha (Jurnalislam.com) – Perang yang dipimpin oleh Saudi di Yaman – diluncurkan dua tahun lalu untuk menopang pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional – akan terus berlanjut, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan pada hari Kamis (26/10/2017).

Bin Salman membuat pernyataan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh saluran berita Saudi Al-Arabiya.

“Perang di Yaman akan mencegah Syiah Houthi menjadi Syiah Hizbullah lain ( setelah Syiah Hizbullah Libanon) di perbatasan kita,” katanya.

Koalisi Arab Hancurkan Basis Peluncuran Rudal Pemberontak Syiah di Yaman

Sejak tahun 2015, Arab Saudi telah memimpin sebuah serangan udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan menghancurkan milisi Syiah Houthi – yang menguasai Sanaa satu tahun sebelumnya – dan menopang pemerintah Yaman yang didukung oleh Saudi.

Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab mengatakan bahwa intervensi militer yang sedang berlangsung di Yaman dilakukan atas permintaan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi.

Bin Salman melanjutkan dengan menggambarkan krisis politik selama berbulan-bulan yang mengadu Qatar melawan pemblokiran empat negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi sebagai “hal yang sangat kecil sekali”.

Pada bulan Juni, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain secara tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dan komersial dengan Qatar, menuduh Qatar mendukung kelompok teroris.

Pemberontak Syiah Houthi Yaman Rebut Kamp Pasukan Garda Republik di Sanaa

Qatar membantah tuduhan tersebut, dan menggambarkan upaya mengisolasi Qatar oleh empat negara pemblokir tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan nasionalnya.

Mengenai rencana untuk meluncurkan penawaran saham perdana (initial public offering / IPO) untuk raksasa energi Saudi Aramco, Bin Salman mengatakan IPO kemungkinan akan dilakukan “dalam tahun depan”.

“Nilai Aramco setelah IPO bisa berubah menjadi melebihi $ 2 triliun,” katanya.

Pemerintah Saudi berencana untuk menawarkan lima persen saham perusahaan dalam IPO yang dijadwalkan untuk beberapa waktu tahun depan.

AS: Pemerintahan Suriah Bashar al Assad akan Segera Berakhir

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan pada hari Kamis (26/10/2017) bahwa pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad akan segera berakhir.

“Pemerintahan keluarga Assad akan segera berakhir, dan satu-satunya masalah adalah bagaimana hal itu harus dilakukan,” kata Tillerson kepada wartawan pada hari Kamis setelah bertemu dengan Utusan Khusus PBB Staffán de Mistura di Jenewa, Swiss, Anadolu Agency.

Uni Eropa: Pasca Konflik Bashar Assad Tidak lagi Presiden!

“Amerika Serikat menginginkan Suriah yang utuh dan bersatu tanpa peran Bashar al-Assad di pemerintahan,” kata Tillerson.

Pada bulan Maret, Tillerson dan perwakilan AS mengatakan kepada Duta Besar PBB Nikki Haley bahwa pergantian presiden Suriah tersebut tidak menjadi prioritas pemerintah AS.

Analisis: Ancaman Trump atas Bashar Assad, Skenario Baru bagi Konflik Rusia-AS

Setelah bertemu dengan Tillerson, Mistura mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah konferensi video dari Jenewa bahwa babak baru perundingan perdamaian di Jenewa antara kubu yang berperang yaitu pihak pemerintah Suriah dan pihak oposisi akan dimulai pada 28 November.

Terdakwa Penistaan Agama Islam Klaten Divonis 2 Tahun Penjara

KLATEN (Jurnalislam.com) – Pengadilan Negeri (PN) Klaten kembali menggelar sidang kasus penistaan Agama dengan terdakwa Rozaq Ismail Sudarmaji alias Aji dengan agenda pembacaan vonis putusan. Kamis, (26/10/2017).

Dalam sidang tersebut, hakim ketua, Sagung Bunga Maya menjatuhkan hukuman 2 tahun. Menurutnya, Rozaq terbukti melanggar UU ITE Pasal 45 ayat 2 No 19 tahun 2016. Tentang transaksi Elektronik.

“Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi, dan berdasarkan alat bukti, maka PN Klaten memutuskan, terdakwa bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara,” ujarnya sesaat memberikan putusan di PN Klaten, Jl. Klaten – Solo KM.2, Jonggrangan, Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Bunga menjelaskan, keputusan yang lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) tersebut, berdasarkan bukti gambar dan 1 buah video permohonan maaf dia kepada umat Islam di Indonesia di laman Facebooknya.

“Dengan bukti 2 buah Screenshoot di Facebook Rozaq, dan yang meringankan adalah 1 buah video dari terdakwa yang mengatakan bahwa telah menyesal dengan sebenar-benarnya,” jelas Bunga.

Meski begitu, hakim memberi kesempatan 7 hari kepada JPU dan Penasehat Umum untuk menanggapi keputusan tersebut.

Sementara itu, penasehat hukum Rozaq, Alimin mengaku pasrah dengan keputusan ringan tersebut. Pihaknya juga tidak akan mengajukan banding.

“Kami bersama terdakwa telah berunding, dan agar masalah ini cepat selesai maka kami menerima, karena semua sudah diakui dan sudah terlanjur,” ungkapnya kepada jurniscom seusai sidang.

Sebagaimana diketahui, Rozaq Ismail Sudarmaji alias Aji dilaporkan ketua Majelis Mujahidin Indonesia Klaten, Bony Azwar beberapa waktu lalu karena dinilai menistakan agama Islam.

Penuh Haru! Ini Pesan 2 Aktifis Mahasiswa Dibalik Hotel Prodeo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Polisi masih menahan dua orang mahasiswa yang ditangkap dalam aksi unjuk rasa tiga tahun pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Istana Negara Jumat (20/10) lalu. Kedua mahasiswa tersebut bernama Muhammad Ardy Sutrisbi, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ihsan Munawwar, mahasiswa STEI SEBI masih ditahan di Polda Metro Jaya.

Dibalik jeruji besi, mereka menulis sebuah surat yang diperuntukkan untuk masyarakat dan aktifis mahasiswa. Mereka mengatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan harus tetap berjuang untuk perbaikan bangsa dan negara. Berikut isi pesan yang dinilai sarat perjuangan ini:

Suara Dari Balik Jeruji

Setiap langkah akan menapaki jalannya masing-masing. Maka, jalan perjuangan mahasiswa adalah idealismenya yang terus berkobar untuk perbaikan bangsa dan negara. Terkurung didalam penjara bukanlah pembunuh idealisme kami, sesaknya kehidupan bui bukanlah peredam nurani kami, karena sejatinya suara-suara kebenaranlah yang menjadi cahaya perjuangan kami.

Maka izinkan kami untuk mengukuhkan kembali langkah-langkah perjuangan, bahwa :

1. Sepedih dan sepahit apapun kehidupan dibalik jeruji tidak akan menjadi akhir dari perjuangan, karena tidak ada istirahat bagi mahasiswa sampai bangsa ini menemui cita-cita kemerdekaannya.

2. Menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia bukan hanya BEM Si, tapi semua aliansi yang mengatasnamakan mahasiswa dan juga mahasiswa secara individu untuk bersatu padu, karena sejatinya tujuan kita sama yakni untuk perbaikan bangsa tercinta.

3. Mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak gentar melantangkan suara atas banyaknya kecarut-marutan negeri ini, karena jika bukan mahasiswa siapa lagi elemen pemuda yang bisa diharapkan oleh bangsa.

4. Menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa mahasiswa akan terus bersuara untuk perbaikan negeri ini, maka mari jaga persatuan dan kesatuan, serta jangan pernah takut bersuara, jika benar katakan benar dan jika salah maka katakan salah.

Jika engkau melihat kedzoliman maka rubahlah dengan tanganmu (kekuasaan), jika tidak bisa maka rubahlah dengan lisan, dan jika tidak sanggup maka diamlah.

Salam perjuangan!
Dari balik jeruji besi,
Muhammad Ardi Sutrisbi & Ihsan Munawar
Rabu, 25 oktober 2017

Isi surat

Strange Occurrence In The Trial Ustadz Alfian Tanjung, Video Evidence Suddenly Damaged

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ustadz Alfian Tanjung Lawyer, Abdullah Al Katiri revealed the strangeness that occurred in the fourth trial and the fifth case hate speech Ustadz Alfian Tanjung in PN Surabaya some time ago.

Among the oddities, Al Katiri conveyed about Ustadz Alfian Tanjung lecture video which was used as evidence by the reporter suddenly broken. Of the total duration of the 56 minute video, only 5 minutes only the video part can be seen, the rest can not be played.

“When Sudjatmiko (a reporting witness) was shown a video of Ust lectures. Alfian suddenly the video stopped, can only run better approximately 5 minutes, whereas the total duration of the video is 56 minutes. After repeatedly tried by the prosecutor still vidio it can not be shown alias completely damaged, “said Al Katiri in a written statement, Tuesday (24/10/2017).

JPU Assessed Disability Law, PH Alfian Tanjung Submits 5 Exception Points

The incident was also repeated in the next trial on Monday (23/10/2017). At the JPU presents 4 witnesses from the police. When the first witness was examined, the Legal Counsel requested that the Ustadz Alfian Tanjung lecture video be aired again in order for the testimony given by the witness in accordance with the evidence.

However, the Legal Counsel requested to the Panel of Judges not to use the laptop provided by the Public Prosecutor, because in the laptop the prosecutor already has a lecture vocation Ust. Alfian is not a proof. Then the video was shown using a laptop brought by the Legal Counsel, while the vidio evidence inside the Flasdisc still seized by the Judge then aired, but the result is still the lecture vidio Ust. Alfian can only run for about 5 minutes.

Because the video that became the evidence is damaged, the Legal Counsel requested that the trial of Ustadz Alfian be stopped or not resumed. However, the Panel of Judges decided the trial be continued with the examination of witnesses according to the criminal procedure law and decided the video evidence that can be used by the prosecutor as evidence that only the 5 minute talk.

“This case is very unique, as is the case of Ahok, when Ahok’s Legal Counsel turned the videotape of Ahok but the lecture appeared instead of Habib Rizieq. May this be help from God for Ust. Alfian who was victimized, “he explained.

Translator: Taznim

Zionis Gusur Warga Palestina dengan Bangun 176 Unit Rumah Baru di Yerusalem Timur

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis Yahudi Israel pada hari Rabu (25/10/2017) menyetujui sebuah perluasan besar wilayah pemukim Yahudi illegal di jantung sebuah lingkungan Palestina di Yerusalem Timur, mengeluarkan izin mendirikan bangunan untuk 176 unit rumah baru.

Pembangunan tersebut, yang seorang jurubicara kota Yerusalem katakan disetujui oleh komite perencanaan kota, dengan cepat dikecam oleh orang-orang Palestina sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pembangunan unit baru akan berjumlah hampir tiga kali lipat jumlah rumah pemukim di pemukiman Neve Zion, yang saat ini memiliki 91 tempat tinggal dan dikelilingi oleh rumah-rumah Palestina di lingkungan Jabel al-Mukaber.

Israel Tolak Negosiasi dengan Pemerintah Baru Palestina kecuali Hamas Serahkan Senjata

Daerah tersebut berada di wilayah yang direbut dan dianeksasi Israel dalam perang Timur Tengah 1967 dan dianggap Palestina sebagai bagian dari negara yang ingin mereka bangun di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

“Kami mempersatukan Yerusalem melalui tindakan di lapangan,” Walikota Yerusalem Nir Barkat mengatakan dalam sebuah pernyataan tentang perluasan pemukiman tersebut.

Klaim Israel bahwa seluruh Yerusalem adalah ibukotanya belum mendapat pengakuan internasional, dan banyak negara menganggap pemukiman yang dibangun Israel di atas tanah yang diduduki sebagai ilegal dan merupakan hambatan bagi tanah untuk kesepakatan damai di masa depan. Israel menolak tudingan tersebut.

Washer Abu Yousif, anggota Organisasi Pembebasan Palestina, menyebut rencana pembangunan di Jabel al-Mukaber “sebuah tantangan bagi seluruh masyarakat internasional oleh untuk menyerukan penghentian pembangunan permukiman.

Pekan lalu, Israel mengumumkan persetujuan untuk pembangunan beberapa ratus rumah tambahan untuk pemukim di Tepi Barat, menimbulkan kecaman dari Palestina dan Uni Eropa.

Perundingan damai Israel-Palestina belum digelar sejak 2014, dan pemukiman merupakan salah satu isu yang menyebabkan keruntuhan mereka.

Sekitar 500.000 orang Yahudi Israel tinggal wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang menampung lebih dari 2,6 juta orang Palestina.

Baru Ini Ketua Bantuan PBB Kunjungi Yaman, Ini Katanya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Kepala bantuan PBB tiba di ibu kota Yaman, Sanaa, mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam tentang krisis kemanusiaan yang menurun drastis di negara itu.

Mark Lowcock sedang dalam kunjungan pertamanya ke Yaman sejak ditunjuk sebagai koordinator sekretaris jenderal dan koordinator darurat pada tanggal 1 September.

“Saya datang ke Sanaa untuk berdiskusi dengan pihak berwenang dan teman bicara lainnya mengenai cara memperbaiki situasi kemanusiaan di Yaman,” katanya pada Aljazeera saat tiba di Sanaa pada hari Rabu (25/10/2017).

Lowcock menambahkan bahwa kunjungan lima harinya ke negara tersebut bertujuan untuk menegaskan kembali “komitmen kuat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitranya untuk meringankan penderitaan semua penduduk Yaman yang membutuhkan bantuan”.

Yaman telah hancur akibat perang lebih dari dua setengah tahun setelah pemberontak Syiah Houthi merebut Sanaa dan menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sebuah koalisi pimpinan-Arab dibentuk pada tahun 2015 untuk memerangi pemberontak Syiah Houthi dan tentara yang bersekutu dengan mereka.

Perang Arab Saudi di Yaman adalah ‘Sebuah Kegagalan Strategis’

Menurut PBB, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan menyebabkan lebih dari tujuh juta orang membutuhkan bantuan pangan.

Jutaan orang lain tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan, air dan sanitasi.

Negara ini juga telah terkena wabah kolera, dengan 850.000 kasus yang dicurigai sejak April.

“Saya memutuskan untuk datang ke Yaman karena saya sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan yang terus memburuk,” kata Lowcock.

Perjalanannya ke Yaman dimulai pada hari Selasa dengan kunjungan ke Aden, tempat kedudukan pemerintah yang diakui secara internasional, dan mengadakan pertemuan dengan pejabat setempat.

Dia juga bertemu dengan penduduk yang kehilangan tempat tinggal dan mengunjungi rumah sakit di Lahj dimana dia bertemu dengan pasien yang menerima perawatan untuk kolera dan kekurangan gizi.

Senator AS: Ribuan Anak Dibantai dan Ribuan Wanita Diperkosa di Rohingya, Donald Trump Bisu

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Senator AS, Jeff Merkley mengkritik Presiden Donald Trump karena masih diam melihat kekerasan terhadap etnis Rohingya, lansir World Bulletin, Rabu (25/10/2017).

“Ini adalah pembersihan etnis, 288 desa Rakhine hancur dan tidak ada satu kata pun dari presiden kita. Ribuan anak dibantai, tidak ada satu kata pun dari Presiden Trump,” kata Merkley. “Ribuan wanita diperkosa, ribuan pria dan wanita ditembak saat mereka meninggalkan desa, 600.000 pengungsi, dan tidak sepatah kata pun dari presiden kami dalam situasi mengerikan ini.”

Sejak 25 Agustus, diperkirakan 603.000 orang Rohingya telah melintasi negara bagian Rakhine, Myanmar barat, ke Bangladesh, menurut PBB.

Begini Surat Taliban untuk Donald Trump

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari sebuah operasi militer di mana pasukan Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuhi pria, wanita dan anak-anak, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan – termasuk bayi dan anak kecil – mutilasi, pembakaran, pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh militer. Penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan berat terhadap kemanusiaan.