Seorang Mayor dan 3 Pasukan India Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara Pakistan

INDIA (Jurnalislam.com) – Seorang mayor tentara angkatan darat termasuk di antara empat tentara India yang tewas dalam baku tembak lintas batas di sepanjang perbatasan de facto yang membagi wilayah sengketa Kashmir antara Pakistan dan India, kata seorang pejabat, lansir World Bulletin, Ahad (24/12/2017).

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Pertahanan India Kolonel N.N. Joshi mengatakan insiden tersebut terjadi di sektor Keri di Rajouri di Jammu dan Kashmir.

“Mereka [empat tentara India yang tewas dibunuh] sebelumnya terluka parah dalam baku temabaj tentara dengan tentara Pakistan dan kemudian tewas akibat luka-luka mereka,” kata Joshi.

Dua tentara juga terluka dan menerima perawatan medis, katanya, menambahkan tentara India membalas dengan “tembakan yang tak kalah kuat dan sengit.”

Menlu India: Sekneg AS Setuju Pakistan Bongkar Tempat para Pejuang di Wilayahnya

Kashmir, sebuah wilayah Himalaya yang berpenduduk mayoritas Muslim, dikendalikan oleh India dan Pakistan di beberapa bagian namun diklaim oleh keduanya secara penuh. Sepotong kecil Kashmir juga dikendalikan oleh China.

Kedua negara telah bertempur dalam tiga perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – sejak dipisah pada tahun 1947, dua di antara perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Di gletser Siachen di Kashmir utara, tentara India dan Pakistan sesekali juga terlibat pertempuran sejak 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada tahun 2003.

Kelompok perlawanan Muslim Kashmir di Jammu Kashmir telah berperang melawan penjajahan India untuk kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan terbunuh dalam konflik tersebut sejak 1989. India mengerahkan lebih dari setengah juta tentara di wilayah yang disengketakan tersebut.

Menteri Zionis Luncurkan Pembangunan 300 Ribu Unit Rumah Baru di Al Quds

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel Yoav Galant telah meluncurkan sebuah kampanye untuk mempromosikan pembangunan 300.000 unit pemukiman di Yerusalem Timur, menurut media Israel.

Saluran Israel 10 mengatakan bahwa pembangunan yang direncanakan merupakan bagian dari RUU “Greater Jerusalem” Israel, yang bertujuan untuk mencaplok permukiman di atas tanah yang direncanakan warga Palestina sebagai masa depan mereka.

Menurut Israel 10, sebagian besar rumah direncanakan akan dibangun di daerah-daerah di luar Jalur Hijau, mengacu pada wilayah-wilayah yang diduduki Israel selama perang Timur Tengah 1967.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari tiga pekan setelah Presiden AS Donald Trump secara nyeleneh mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel meski mendapat tentangan dari kalangan dunia.

Pemerintah Israel belum mengomentari laporan tersebut.

Pemukiman Ilegal Yahudi Israel Usir Warga Muslim Yerusalem Secara Sistematis

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam rencana zionis tersebut dan menyebutnya sebagai “jawaban langsung” akibat pengakuan Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Ini adalah bagian dari proyek penjajah yang berlangsung secara perlahan-lahan di Yerusalem, Lembah Yordan, Hebron dan tempat lain,” katanya dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency, Ahad (24/12/2017).

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah yang abadi, dimana warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang saat ini diduduki oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina yang merdeka.

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, selama Perang Arab-Israel 1967. Israel lalu mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dan mengklaimnya sebagai “ibukota negara Yahudi yang abadi dan tak terbagi” – sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang dijajah” dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di sana adalah ilegal.

Gaza Kembali Menyambut Syuhada dalam Bentrokan Terbaru dengan Pasukan Zionis

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang pria Palestina gugur akibat luka-lukanya selama bentrokan dengan pasukan penjajah Israel di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Israel awal pekan ini, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (24/12/2017).

Mohamed Sami al-Dahdouh terluka setelah ditembak dalam sebuah aksi di sebelah timur Kota Gaza menentang keputusan nyeleneh Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Dia meninggal karena luka-lukanya pada hari Ahad,” juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Perlawanan di Tepi Barat Tetap Berkobar Meski Hadapi Peluru Tajam Zionis

Ia adalah warga Palestina ke 15 yang menjadi syuhada dalam bentrokan dengan pasukan penjajah Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza sejak keputusan Trump pada 6 Desember.

Pada hari Kamis (21/12/2017), Majelis Umum PBB dengan luar biasa mengeluarkan sebuah resolusi terhadap keputusan Trump, dengan kemenangan resolusi atas Trump 128 melawan 9 suara.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah yang abadi, dimana warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang saat ini dijajah oleh Israel – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina yang merdeka.

MUI Jatim Apresiasi Peran Masyarakat Sosialisasikan Fatwa tentang Atribut Natal

SURABAYA (Jurnalislam.com)— Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jawa Timur melakukan aksi sosialisasi Fatwa MUI Jawa TImur dan Fatwa MUI no.56 tahun 2016 soal larangan ucapan selamat Natal dan mengenakan atribut Natal bagi umat Islam.

Terkait hal ini, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur ustaz M Yunus mengapresiasi peran serta masyarakat membantu mensosialisasikanFatwa MUI. Karena, menurut M Yunus, masyarakat membutuhkan panduan terkait akidah dan sudah digariskan dalam fatwa MUI.

“Saya kira ini ikhtiar yang baik untuk memberikan penyadaran kepada umat akan hal yang boleh dan tidak didalam agama Islam. Masyarakat butuh guidance dari ulama dan tokoh agama. Sosialisasi sangat dibutuhkan, dan kami mengapresiasi kepada ormas atau jamaah yang turut mensosialisasikan,” katanya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Ansharusy Syariah Jatim Sosialisasikan Fatwa MUI Soal Larangan Ucapan dan Atribut Natal

Tak hanya itu, M Yunus juga berharap agama lain pun turut membuat panduan agar tidak ada lagi kasus seorang muslim melanggar aturan agamanya seperti mengenakan atribut agama lain.

“Berharap pada majelis agama lain terutama majelis agama Kristen dan Katolik untuk memberikan penyadaran dan pendidikan toleransi yang baik dan benar kepada umatnya agar tidak memberikan stigma yang keliru sehingga dapat berakibat timbulnya friksi dalam masyarakat,” pungkasnya.

Ansharusy Syariah Jatim Sosialisasikan Fatwa MUI Soal Larangan Ucapan dan Atribut Natal

SURABAYA (Jurnalislam.com)—Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Jawa Timur melakukan aksi sosialisasi Fatwa MUI Jawa TImur dan Fatwa MUI no.56 tahun 2016 soal larangan ucapan selamat Natal dan mengenakan atribut Natal bagi umat Islam. Ketua Hisbah JAS Jatim ustaz Ya’kub mengatakan bahwa aksi ini merupakan agenda rutin.

“Bila tahun sebelumnya hanya merujuk pada Fatwa MUI Jatim. Semenjak tahun ini kita mulai merujuk pada Fatwa MUI terbaru Nomor 56 Tahun 2016,” kata Ustaz Ya’kub kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Di setiap daerah, aksi sosialisasi ini dilakukan dengan cara beragam. Di Surabaya dan Blitar, Fatwa MUI dan Fatwa MUI Jatim dibagikan kepada masyarakat. Amir JAS Jawa Timur Ustaz Hamzah Baya mengatakan bahwa program Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Amanar) terus digalakkan Jamaah Ansharusy Syariah.

“Aksi untuk membentengi akidah umat ini adalah satu kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim karena ini adalah bagian dari amal yang sangat diperintahkan Allah dalam Islam yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar, “ katanya.

Ia berharap, dengana adanya sosialisasi ini, masyarakat mengetahui tentang larangan mengenakan atribut agama lain juga ucapan selamat kepada perayaan agama lain.

Pihak Ini Diduga Ada di Balik Deportasi Ustaz Abdul Somad dari Hongkong

SURABAYA (Jurnalislam.com)–Otoritas Bandara Hongkong mendeportasi dai kondang Ustaz Abdul Somad yang sedianya mengisi pengajian WNI di Hongkong Ahad ini. Banyak pihak bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Otoritas Bandara Internasional Hongkong diketawai masyarakat dunia. Tidak ada alasan mengaitkan ustadz AS (Abdul Somad) dengan terorisme. Beliau itu ustadz yang ilmiah, kalem, kritis sekaligus lucu. Bagaimana bisa distigma teroris. Apa tidak ada alasan yang lebih masuk akal?,” kata Ustadz Mochammad Yunus selaku Sekretaris Jenderal GUIB (Gerakan Umat Islam Bersatu) Jawa Timur, kepada Jurnalislam.com.

Menurut Ustadz Yunus, kebijakan Otoritas Bandara Hongkong ini, jelas tidak berdiri sendiri. Ia menduga kasus ini terkait dengan pesanan pihak tertentu di dalam negeri.

“Mereka ini yang belum bisa menerima kekalahannya dalam Pilgub DKI dan beberapa waktu lalu Ustaz Somad pun dipersekusi saat akan mengisi kajian di Bali,” tambahnya.

Pihak ini, kata Yunus diduga memberikan informasi yang salah kepada otoritas Bandara Hongkong.

“Ustadz Shomad dianggap pihak yang turut serta dalam memberikan penyadaran kepada umat Islam agar memilih pemimpin muslim. Saya melihat cebongers masih belum move on sampai detik ini,” tegasnya.

 

ISAC Minta Polisi Usut Video Wali Kota Solo Ajak ASN Muslim Ucapkan Selamat Natal

SOLO (Jurnalislam.com)- Beredarnya video pernyataan Walikota Surakarta FX Rudyatmo yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengucapkan ‘Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2018’ membuat resah umat Islam. Pasalnya, terlihat beberapa ASN berhijab ikut mengucapkan kalimat yang dalam agama Islam hal tersebut jelas-jelas dilarang.

Video berdurasi 34 detik yang dilakukan saat apel pagi di depan Balaikota Surakarta itu belakangan diketahui, diunggah resmi dari halaman Facebook Pemkot Surakarta pada Sabtu (23/12/2017).

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono menilai, bahwa apa yang dilakukan FX Rudyatmo terlalu memaksakan kehendak bagi ASN yang beragama Islam.

“Bagi yang menirukan ucapan selamat Natal merasa tidak nyaman, sedangkan yang memimpin ucapan selamat Natal dinilai telah memaksakan kehendak dan menodai ajaran Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com Sabtu, (23/12/2017).

“Peserta upacara pada apel pagi khususnya yang beragama Islam merasa resah, karena bertolak belakang dengan keyakinan,” imbuh Endro. Lebih lanjut, Endro mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa pelarangan mengucapakan perayaan hari raya umat Kristen tersebut.

“Mengucapkan, ucapan selamat Natal bagi umat Islam adalah Haram berdasarkan fatwa MUI,” sambungnya.

Untuk itu, Endro berharap agar aparat kepolisian untuk menyelidiki video tersebut, karena, kata Endro, jika ada paksaan kepada ASN untuk melakukan hal itu, maka dapat dipidana sebagaimana yang dinyatakan oleh Kapolri Tito Karnavian beberapa hari yang lalu.

“Mendukung pernyataan Kapolri bahwa pemaksaan terkait persoalan apapun, tidak sekedar permasalah keagamaan pelaku bisa ditindak secara hukum pidana,” tandasnya.

 

MUI Bima : Haram Kenakan Atribut dan Ucapkan Selamat Natal

BIMA (Jurnalislam.com) – Jelang perayaan Natal 25 Desember 2017, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima NTB secara resmi mengeluarkan imbauan untuk umat Islam. Ketua Umum MUI Kota Bima KH Saleh Ismail mengatakan agar masyarakat saling bertoleransi menjaga kedamaian dan ketertiban selama peribadatan kaum Nasrani.

MUI juga mengingatkan bahwa haram hukumnya seorang muslim menghadiri perayaan Natal. “Berdasarkan keputusan fatwa MUI pusat tertanggal 7 maret 1981 M/ 1 Jumadil Awal 1401 Holeh komisi fatwa mui pusat bahwa perayaan natal di indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa, akan tetapi natal itu tidak dapat dipisahkan dengan soal akidah dan ubudiyah,” kata KH Saleh Ismail dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Sabtu (23/12/2017).

Ia pun mengingatkan kembali mengacu Fatwa MUI Jawa Timur, bahwa mengenakan atribut Natal juga mengucapkan selamat Natal hukumnya haram.

“Setiap muslim diharamkan memakai atau mengenakan atribut atau simbol-simbol tertentu yang mencerminkan atribut atau simbol dari suatu agama tertentu selain islam,” katanya.

Hal tersebut, menurut MUI jelas mencerminkan bentuk penyerupaan diri (tasyabuh) dengan syi’ar agama lain.

“Juga setiap muslim juga diharamkan untuk berpartisipasi, memberikan simpati dan ikut bersuka cita serta memberikan ucapan selamat atas hari raya dari agama lain selain Islam,” pungkasnya.

Diduga Modus Kristenisasi, WNI Keturunan Disebut Bagikan Makanan ke Siswa di Solo

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Menjelang momen Natal, Sekolah Dasar (SD) Kwarasan 1, Grogol, Sukoharjo didatangi 5 orang yang mengaku dari ‘Komunitas Cinta Anak Indonesia’ pada Jum’at, (15/12/2017) lalu. Mereka berniat membagikan snack kepada semua siswa dan guru di SD tersebut.

Hal itu dikatakan yang dikatakan kepala sekolah SD Kwarasan 1 Al Amin saat ditemui wartawan Sabtu, (23/12/2017). Ia menjelaskan, bahwa kedatangan 5 orang itu terjadi saat istirahat jeda ujian sekolah.

“Itu mereka datang kalau nggak salah Jumat pagi waktu murid istirahat, pada jadwal ujian. Sekitar 5 orang Cina semua,” terang Al Amin

Lebih lanjut, Amin menerangkan bahwa kelima orang yang diduga misionaris tersebut, meminta izin kemudian masuk ke kelas-kelas di SD tersebut.

Mereka, lanjut Amin, kemudian memberikan orasi lalu membagikan minuman kemasan, makanan ringan, permen dan sebuah stiker bertuliskan ‘Tuhan Mengasihi Saya, Tuhan Mengasihi Indonesia, Tuhan Mengasihi Dunia, Saya Mengasihi Tuhan’ yang dibungkus plastik ditali dengan pita warna merah putih.

Merasa khawatir dengan permen yang tidak ada keterangan jelas tersebut, akhirnya Amin Usai meminta semua murid untuk mengumpulkan snack yang berjumlah 150 bungkus itu.

Al Amin

“Selain ada stiker seperti itu, kita juga takut makanannya itu ada permen nanti bisa keracunan atau kenapa-kenapa. Maka kita serahkan ke Puskesmas untuk diteliti lebih lanjut. Hingga satu Minggu ini tidak ada jawaban dari Puskesmas. Sudah satu Minggu malah ada yang berubah bentuk, mungkin nanti akan kita bakar,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, aktifis anti pemurtadan Solo Ustadzah Dewi Purnamawati mengungkapkan, bahwa aksi semacam itu salah satu cara pendangkalan akidah terselubung.

Untuk itu, dirinya meminta umat Islam yang mengetahui hal seperti itu untuk mendokumentasikan lalu memviralkan agar seluruh masyarakat mengetahui hal-hal seperti itu.

“Ayo Laskar dan umat Islam bergerak. Kalau ada seperti itu kita viralkan, dipoto, divideokan dan minta KTP yang bersangkutan. Biar kapok mereka, pelaku harus dilaporkan ke berwajib,” paparnya.

“Ini sudah masuk kristenisasi, karena mereka datang kepada orang muslim,” tandasnya

 

Dukungan untuk Bayi Karim yang Cacat Akibat Pemboman Rezim Syiah Assad Meningkat

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dukungan untuk seorang bayi Suriah berusia 2 bulan yang kehilangan mata kirinya juga kehilangan ibunya dalam serangan rezim Assad di pinggiran ibukota Damaskus yang terkepung semakin terlihat dunia.

Sejak Anadolu Agency Turki pertama kali melaporkan kisah balita Suriah yang menjadi simbol Ghouta Timur, sebuah wilayah yang dikepung oleh rezim Syiah Bashar al-Assad, ribuan orang, baik warga biasa maupun tokoh-tokoh terkenal, ingin menunjukkan dukungan untuk Karim dan telah bergabung dalam kampanye di media sosial.

Amer Almohibani, agen freelancer Anadolu Agency di Suriah yang pertama kali melaporkan kasus tragis tersebut, mengatakan bahwa kunjungan pertamanya ke bocah yatim piatu yang terluka tersebut melemparkannya ke dalam kesedihan mendalam.

#SolidarityWithKarim.
#SolidarityWithKarim.

“Wajahnya terbakar di pikiranku, itu adalah perasaan yang tak terungkapkan,” katanya.

Setelah mencoba tanpa berhasil untuk melepaskan diri dari pandangan bocah yang cacat itu, Almohibani mengatakan bahwa dia memutuskan meluncurkan sebuah kampanye untuknya di media sosial di bawah hashtag #SolidarityWithKarim.

Dukungan Dunia untuk Bayi Suriah yang Dibom Rezim Syiah Assad di Ghouta Timur

Di samping kampanye media sosial, liputan Anadolu Agency terus berlanjut untuk menarik lebih banyak pendukung. Bahkan beberapa negarawan dan selebriti ikut mendukung, seperti Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri, Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft, dan pesepak bola Prancis Franck Ribery. Ketiganya memposting foto diri sambil menutup salah satu mata mereka menunjukkan solidaritas dengan Karim.

Pejabat tinggi Turki juga meningkatkan dukungan mereka dengan suara keras dan jelas. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Numan Kurtulmus memposting banyak dukungan untuk balita yang menjadi simbol malang penderitaan manusia yang terus berlanjut akibat perang Suriah.

#SolidarityWithKarim.
#SolidarityWithKarim.

Mengikuti Anadolu Agency, beberapa outlet berita internasional seperti Daily Telegraph Inggris, kantor berita Prancis AFP, harian Jerman Bild, dan The Washington Post juga berbagi foto solidaritas mereka di Twitter.

Ghouta Timur dikepung oleh pasukan rezim Syiah Suriah sejak akhir 2012.

Pengepungan Rezim Assad di Timur Ghouta Bunuh 527 Bayi

Blokade yang terus berlanjut telah membuat sekitar 400.000 penduduk distrik tersebut berjuang mengatasi kekurangan gizi dimana fasilitas kesehatan setempat juga telah lumpuh.

Suriah telah dikepung dalam perang global yang menghancurkan sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi – yang meletus sebagai bagian dari pergerakan Spring Arab – dengan keganasan yang tak terduga.

Sejak saat itu, 450.000 lebih orang diyakini terbunuh dan jutaan lainnya mengungsi akibat konflik tersebut.