Rezim Syiah Assad: Hayat Tahrir al Sham Tembak Jatuh Jet Tempur Suriah di Hama

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan bersenjata rezim Syiah Suriah mengatakan pejuang oposisi menjatuhkan sebuah jet militer miliknya di provinsi Hama utara pada hari Selasa (26/12/2017), dan membunuh pilot.

Faksi jihad Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang dipimpin Jabhat Fath al Sham sebuah kekuatan tempur yang didominasi oleh bekas afiliasi al-Qaeda di Suriah – mengatakan bahwa HTS berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur kami.

Kantor berita resmi rezim Suriah SANA melaporkan bahwa pilot pesawat itu ditembak oleh pejuang Hayat Tahrir al-Sham yang berada di pedesaan Hama, lansir Middle East eye.

Analisis: Turki Perhitungkan Kekuatan Hayat Tahrir al Sham di Idlib

Ia menambahkan bahwa militer Rusia melakukan “operasi terkonsentrasi” terhadap para pejuang di provinsi Hama, setelah jatuhnya pesawat tersebut.

Seorang sumber mengatakan bahwa para pejuang sedang mencari pilot lain yang mereka percaya selamat dari kecelakaan itu.

Angkatan udara dan tentara rezim Syiah Nushairiyah Assad, yang didukung oleh agresor Rusia dan milisi Syiah Internasional yang didukung Iran, telah meningkatkan serangan di Hama dalam beberapa pekan terakhir, mendorong ke utara menuju benteng pertahanan mujahidin Suriah di Idlib.

Hayat Tahrir al Sham Tembak Jatuh Drone Syiah Hizbullah di Qalamoun

Tentara rezim Suriah mengklaim bahwa mereka merebut kota Tal al-Aswad, sebelah selatan provinsi Idlib, pada hari Selasa.

Anggota bantuan medis dan saksi mata mengatakan puluhan warga sipil juga terbunuh di kota-kota dan desa-desa yang jauh dari garis depan pertempuran akibat pemboman udara rezim Assad dan militer Rusia.

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Lancarkan Serangan Besar pada Posisi Rezim Assad di Hama

Kini Erdogan Bahas Palestina Bersama Pemegang Kunci Kota Suci Yerusalem

KHARTOUM (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan dan penjaga tempat suci umat Islam, Raja Yordania Abdullah II, berbicara melalui telepon pada hari Senin (25/12/2017) untuk membahas masalah Yerusalem, menurut seorang pejabat presiden Turki.

Keduanya menegosiasikan pentingnya upaya bersama untuk melindungi status Yerusalem, kata pejabat tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan untuk berbicara dengan media, lansir Anadolu Agency.

Mereka menekankan untuk membuat beberapa “peringatan konstruktif” kepada pemerintah AS demi memperbaiki kesalahannya.

Kedua pemimpin tersebut juga menyatakan kepuasannya atas pemungutan suara Majelis Umum PBB pekan lalu.

Ini Tanggapan Penjaga Kota Suci Yerusalem atas Peresmian Ibukota Israel di Palestina

Yordania dimana negaranya adalah penjaga tempat suci umat Islam di Yerusalem berpihak pada Palestina dan menolak keputusan Presiden AS Donald Trump beberapa pekan lalu untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui Kota Suci sebagai ibu kota Israel.

Pada 6 Desember, Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel meski mendapat tentangan di seluruh dunia, dan memicu aksi bela Palestina di seluruh dunia Muslim.

Mayoritas dari 193 anggota Majelis Umum PBB pekan lalu mengadopsi sebuah resolusi mengenai Yerusalem, meminta AS untuk menarik pengakuannya atas kota tersebut sebagai ibukota Israel.

Sebanyak 128 anggota memilih resolusi Yerusalem, sembilan negara – Guatemala salah satunya – memilih menentang resolusi dan 35 lainnya abstain. Dua puluh satu negara tidak memberikan suara.

Pasukan Penjajah Israel Tangkap 30 Warga Palestina dalam 1 Malam

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menahan 30 warga Palestina dalam serangan semalam yang dilakukan di Tepi Barat hari Ahad, Anadolu Agency melaporkan Senin (25/12/2017).

Dalam sebuah pernyataan hari Senin, tentara zionis yahudi mengatakan bahwa anak-anak tersebut ditahan untuk diinterogasi atas dugaan keterlibatan dalam aksi yang digambarkan oleh pasukan penjajag Israel sebagai “gerakan teroris populer.”

Menurut tentara zionis, delapan dari mereka yang ditahan berasal dari desa Qasra di Tepi Barat bagian utara.

Para Syuhada Terus Bertambah dalam Aksi Perlawanan di Gaza dan Tepi Barat

Tentara Israel sering melakukan operasi penangkapan besar-besaran di wilayah pendudukan Tepi Barat dengan dalih terorisme, mencari warga Palestina yang “dicari (wanted).”

Tokoh Palestina mengatakan, lebih dari 6.400 warga Palestina saat ini ditahan di fasilitas penahanan di seluruh Israel.

Penangkapan terakhir terjadi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di wilayah Palestina menyusul keputusan nyeleneh Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Targetkan Pemberontak Syiah Houthi, 71 Warga Tewas dalam Serangan Udara di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 71 warga sipil tewas selama 48 jam terakhir dalam serangan udara koalisi militer pimpinan Saudi yang menargetkan pemberontak Syiah Houthi di Yaman, kata penduduk dan media setempat.

Warga mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa beberapa serangan udara menghujani ibu kota Sanaa pada Senin pagi (25/12/2017), menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk tiga anak dan dua wanita.

Delapan warga sipil, termasuk dua wanita, juga tewas dalam serangan di provinsi Hodeidah, 226km barat Sanaa, sementara empat warga sipil tewas dalam serangan di sebuah gedung pemerintah di provinsi pusat Dhamar

Sedangkan pada hari Ahadnya 48 warga sipil, termasuk 11 anak-anak, tewas dalam 51 serangan udara di Yaman.

83 Rudal Balistik Syiah Houthi Yaman Targetkan Arab Saudi

Tidak ada komentar langsung dari koalisi pimpinan-Saudi.

Menurut jurnal medis The Lancet, dampak perang terhadap lingkungan sipil padat di Yaman sangat menghancurkan.

Lebih dari 18 juta warga sipil tinggal di daerah yang dikuasai pemberontak, dengan persediaan makanan berkurang dan perawatan medis terbatas.

Yaman terkoyak oleh konflik sejak tahun 2014, ketika pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan tentara yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, berhasil menguasai daerah-daerah terpencil di negara tersebut, termasuk Sanaa.

Arab Saudi meluncurkan serangan udara besar-besaran melawan pemberontak sejak Maret 2015 untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sejak saat itu, pemberontak Syiah Houthi berhasil disingkirkan dari sebagian besar wilayah selatan, namun tetap memegang kendali atas ibu kota dan sebagian besar wilayah utara.

Kerajaan Saudi mengintensifkan embargonya di Yaman bulan lalu, setelah pemberontak Houthi melepaskan sebuah rudal balistik ke Riyadh.

Blokade tersebut dimaksudkan untuk memotong pasokan senjata kepada pemberontak Houthi yang diduga berasal dari Iran, namun memiliki dampak buruk bagi jutaan warga, dan mendorong lebih dari delapan juta penduduknya menuju “sebuah kondisi kelaparan.”

Menurut PBB, perang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan melukai lebih dari 40.000 orang sampai saat ini.

Negara ini juga menghadapi wabah kolera yang mematikan, konsekuensi langsung dari perang tersebut, yang telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan mempengaruhi lebih dari satu juta orang lainnya sejak April.

Manajemen Ratu Paksi Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban dan Warga Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Manager Toko Ratu Paksi Tasikmalaya, Fitri Nursolihah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum satpam perusahaannya. Fitri juga meminta maaf kepada warga Tasikmalaya.

“Pastinya ini jadi pembelajaran bagi kami, dan kami dari manajemen meminta maaf yang sebesar-besarnya terhadap keluarga korban dan kita juga tidak mau seperti ini menimbulkan keresahan masyarakat Tasikmalaya dan kita berharap yang terbaik untuk semuanya,” kata Fitri kepada wartawan, Senin (25/12/2017).

Ia menyesalkan peristiwa tersebut dan berjanji akan mengikuti sanksi hukum yang diberikan. “Kita terima penyegelan ini, karena kita ingin semuanya damai dan baik-baik saja,” katanya.

Terkait pelecehan yang dilakukan oleh oknum satpam itu, Fitri menegaskan pihaknya tidak mengetahui kejadian tersebut karena supervisor tidak memberitahukan kepada manajemen.

“Jadi kita tahu setelah ibu korban malam-malam (Kamis, 21/12/2017) datang kesini. Dan kita sudah meminta maaf,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, Toko Ratu Paksi Tasikmalaya memiliki 40 karyawan muslim yang merupakan warga asli Tasikmalaya. Ratu Paksi sendiri berpusat di Semarang Jawa Tengah.

“Dan perlu kita jelaskan, pemiliknya Alhamdulillah muslim, jawa etnisnya. Ini untuk meluruskan hal-hal di luar sana. Saya tidak melebih-lebihkan dan saya tidak mengurangi,” pungkas Fitri.

Manager: Perlakuan Oknum Satpam Ratu Paksi Diluar SOP

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Manager Toko Ratu Paksi Tasikmalaya, Fitri Nursolihah, perlakuan oknum satpam kepada seorang pengunjung bernama Aq (16) tidak ada dalam Standar Operational Procedur (SOP) Toko Ratu Paksi. Ia juga menegaskan, perlakuan tersebut dilakukan tanpa berkoordinasi dengan manajemen.

“Jadi sebenarnya yang melakukan itu adalah satpam outsourching yang kita gunakan jasanya disini. Dan itu tidak ada di SOP kami disini. Kita tidak pernah mengarahkan untuk hal seperti itu, itu murni inisiatif security dan itu tanpa melalui koordinasi dengan manajemen,” paparnya kepada wartawan, Senin (25/12/2017).

Fitri, yang mengaku telah meminta maaf kepada keluarga korban, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada penelanjangan akan tetapi ia mengakui perlakuan satpam tersebut berlebihan dan melanggar SOP perusahaan.

“Jadi itu tidak ditelanjangi tapi memang pemeriksaannya terlalu berlebihan. Padahal kita tidak pernah menginstruksikan seperti itu dan pihak manajemen tidak tahu sama sekali kejadian itu,” katanya.

Siang tadi, Senin (25/12/2017), warga Tasikmalaya yang mengatasnamakan diri Mujahid Tasikmalaya Menggugat (MTM) bersama pemerintah Kota Tasikmalaya telah menyegel sementara Toko Ratu Paksi yang terletak di Jalan Sukalaya, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya itu. Selain terkait kasus pelecehan terhadap pengunjung, penyegelan yang disaksikan langsung oleh Kapolres Tasikmalaya Kota itu dilakukan juga karena izin usaha toko tersebut bermasalah.

Toko Ratu Paksi Akhirnya Disegel Sementara

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Mujahid Tasikmalaya Menggugat (MTM) bersama Satpol PP dan aparat Polresta Tasikmalaya menyegel toko alat jahit dan asesoris Ratu Paksi, Senin (25/12/2017). Penyegelan tersebut dilakukan pasca peristiwa pelecehan oleh oknum satpam wanita yang menelanjangi seorang pengunjung bernama Aq (16) yang dituduh mencuri di toko tersebut. Aq adalah santriwati sekaligus guru mengaji di salah satu Sekolah Diniyah di Tasikmalaya.

Kronologis Pelecehan Santriwati oleh Oknum Satpam Toko Asesoris di Tasikmalaya

“Sesuai dengan tuntutan masyarakat sudah resmi disegel,” kata Ketua MTM Nanang Nurjamil kepada wartawan, Senin (25/12/2017).

Nanang juga menyampaikan, penutupan toko tersebut yang terletak di Jalan Sukalaya Kelurahan Yudanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya itu juga karena toko tidak memilik izin pengembangan usaha.

“Dari hasil audit dan investigasi dari BMPPT yang mengeluarkan ijin, dan memang Toko Ratu Paksi ini dari 2013 sampai 2017 tidak memiliki ijin pengembangan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan maka toko atau perusahaan yang tidak mempunyai ijin harus dilakukan penyegelan,” paparnya.

Akan tetapi Nanang menutut pemerintah untuk tidak memberikan ijin pengembangan toko tersebut hingga kasus pelecehan Aq dituntaskan.

“Sampai kapan penyegelan ini dilakukan, sampai ketentuan perundang-undangannya dipenuhi, tetapi dari kami mewakili masyarakat muslim Tasikmalaya, karena ditoko ini telah terjadi tindak pidana maka kami menutut (toko Ratu Paksi ditutup) sampai tindak pidananya selesai dan tersangkanya ada, maka silahkan,” tegasnya.

“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi semua toko yang ada di Tasikmalaya, warga Tasikmalaya tidak akan pernah mengganggu selama kalian tidak berlaku semena-mena,” katanya.

Senada dengan itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Adi Nugraha mengatakan penyegelan tersebut dilakukan hingga pihak Ratu Paksi menyelesaikan izin usahanya. Akan tetapi, lanjutnya, proses hukum kasus pelcehan kepada Aq akan terus berlanjut.

“Proses hukum tetap dilanjutkan, kita sudah membuat laporan di rumah korban, kita buat berita acara interogasi untuk penyelidikan, si pelaku juga sudah kita ambil keterangan tinggal nanti saksi-saksi,” katanya.

Kronologis Pelecehan Santriwati oleh Oknum Satpam Toko Asesoris di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan pasca kasus pelecehan oleh petugas security (satpam) toko asesoris terhadap seorang pengunjung bernama Aq (16). Aq dituduh mencuri di toko tersebut, kemudian diperiksa dengan cara ditelanjangi oleh seorang satpam wanita di kamar pas.

Kepada wartawan, Devi, ibu korban menjelaskan kronologis kejadian pelecehan yang dialami anaknya. Kejadian bermula saat Aq besama temannya, Kamis (21/12/2017) sore pergi belanja ke Ratu Paksi, salah satu toko assesoris di Jl. Sukalaya 1, Kel. Argasari, Kec. Cihideung, Kota Tasikmalaya. Usai membeli barang yang dicari, Aq bergegas pulang. Namun saat di pintu keluar, detektor berbunyi. Petugas keamanan di toko itu pun kontan menghampiri Aq dan temannya.

Oleh si petugas, Aq pun digeledah. Namun, barang yang dicari (curian) petugas tak diketemukan. Aq pun jadi perhatian pengunjung lainnya.

Tak puas sampai disitu, siswi kelas dua SMA ini lantas digelandang petugas ke kamar mandi lantaran masih tak percaya kalau Aq tak mencuri. Di kamar mandi, Aq ditelanjangi petugas lalu ditinggalkan. Yang menelanjangi memang petugas keamanan wanita.

“Kamu tunggu di sini, ini pakaian saya bawa dulu untuk diperiksa detektor. Biar tidak bolak-balik” ujar Devi Badrudin, ibunda Aq menirukan perkataan petugas kepada Aq, kala itu.

Setelah diperiksa, Aq ternyata tidak mencuri. Adapun yang membuat detektor bunyi lantaran Aq memakai celana yang akan berbunyi jika terkena detektor. Aq pun dibolehkan pulang.

Sepulang dari sana, Aq tak henti-hentinya menangis. “Semalaman anak saya menangis. Terus anak saya juga curhat, mamah gimana kalau aku nanti di bully sama teman-teman di sekolah karena dituduh mencuri,” lirih Devi diwawancarai di rumahnya, Jl. Kapt. Naseh, Jum’at (22/12/2017) siang.

Devi berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum. Apalagi, dari pertemuan yang dimediasi oleh polsek Cihideung saat malam kejadian, pihak Ratu Paksi mengatakan bahwa tidak ada prosedur seperti itu (menelanjangi).

“Mereka kan saklek (menelanjangi) ke anak saya. Makannya saya juga akan saklek melaporkan mereka. Ibu mana coba yang terima kalau anaknya dituduh mencuri terus udah gitu sampai ditelanjangi. Lihat anak saya sekarang, syok berat. Semalaman dia menangis. Tadi pagi juga nggak mau makan,” ungkapnya.

Majelis Mujahidin: Penolakan Ustadz Abdul Somad Adalah Upaya Mendelegitimasi Ulama

SOLO (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustadz Shobarin Syakur menilai penolakan terhadap Ustadz Abdul Somad adalah upaya untuk mendelegitimasi para ulama.

“Apa yang terjadi di Hongkong itu merupakan satu perpanjangan tangan oknum proxi yang dipakai pihak pihak tertentu untuk mendelegitimasi ustadz-ustadz yang notabene mengajak pada izzatul Islam Wal Muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin),” katanya di Solo, Senin (25/12/2017).

Menurutnya, sosok Ustadz Abdul Somad yang saat ini menjadi pusat perhatian adalah karena dakwahnya yang jujur dan tegas.

“Beliau membawa ajaran Islam yang memang tidak abu-abu, jadi berterus terang dengan membenarkan yang benar, menyalahkan yang salah, contohnya kemarin di Bali juga seperti itu, meskipun akhirnya ada kesepakatan, anehnya kelompok ini sudah masuk persekusi,” paparnya.

Oleh karena itu, Ustadz Syakur mengimbau umat untuk mewaspadai upaya-upaya serupa yang akan menargetkan tokoh umat lainnya.

“Jadi perlu kita waspadai adanya proxi yang digunakan pihak tertentu, di organisasi tertentu yang biasanya tidak jauh dari masalah Fulus, masalah kedudukan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Turki akan Terus Perjuangkan Palestina di Forum Internasional

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada hari Ahad (24/12/2017) bahwa Turki akan terus meningkatkan upayanya untuk memperjuangkan Palestina dan negara-negara tertindas lainnya di forum internasional.

Selama demonstrasi di provinsi Adiyaman, Turki timur, Yildirim memuji resolusi Majelis Umum PBB yang menolak langkah AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Turki akan terus mendukung negara-negara Palestina dan negara-negara tertindas. Kami akan terus berjuang untuk perdamaian dunia,” katanya, lansir Anadolu Agency.

193 anggota Majelis Umum PBB pada hari Kamis mengadopsi sebuah resolusi mengenai Yerusalem dengan mayoritas suara meminta AS untuk menarik pengakuannya atas kota tersebut sebagai ibukota Israel.

Keputusan nyeleneh Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember tersebut membangkitkan aksi bela Palestina di seluruh dunia Muslim. Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pejabat tinggi Turki lainnya berada di garis depan internasional dalam menentang langkah AS.

Erdogan Kembali Ajak Dunia untuk Dukung Palestina Lawan Veto AS

Kepala Partai Justice and Development (AK) untuk provinsi Adiyaman, Mehmet Erdogan, mengatakan partai yang berkuasa akan memenangkan pemilihan presiden 2019.

“Kami akan membuat Recep Tayyip Erdogan menjadi presiden lagi,” kata Mehmet Erdogan.

70 persen suara di provinsi Adiyaman mendukung Partai AK dalam referendum konstitusi pada 16 April.

Dalam referendum tersebut Turki kemudian memilih untuk mengadopsi sistem pemerintahan presidensial.

Erdogan menambahkan bahwa mereka akan mencapai target pada tahun 2023 bertepatan dengan peringatan seratus tahun Republik Turki.

Turki telah menetapkan target dan sasaran spesifik mencakup perbaikan besar dalam hal ekonomi, energi, perawatan kesehatan dan transportasi untuk tahun 2023, berbarengan dengan peringatan seratus tahun Republik Turki, dan juga tahun 2053 bersamaan dengan peringatan 600 tahun penaklukan Istanbul.