MUI Tambora Tolak Pembangunan Pura di Tengah Pemukiman Muslim

BIMA (Jurnalislam.com) – Berawal dari laporan warga muslim tentang pendirian Pura ilegal, MUI bersama FUI Bima pada Jumat (19/1/2018) mendatangi di Desa Labuhan Kanangan, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Warga Kecamatan Tambora yang mayoritas muslim mengaku keberatan atas didirikannya Pura yang berlokasi tepat di pinggir Pantai Tambora itu.

“Sesuai dengan keinginan warga muslim yang mayoritas yang dimana mereka juga menolak adanya pembangunan Pura tersebut, maka kami juga akan melakukan upaya-upaya hukum agar pembangunan Pure itu tidak terealisasi,” kata Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bima Ustadz Asikin kepada Jurnalislam.com, Jumat (19/1/2018).

Pura ilegal

Penolakan juga disampaikan Ketua MUI Kecamatan Tambora, Zakaria A.Ma.Pd. Menurutnya, umat Islam mempunyai alasan yang kuat menolak pembangunan Pura tersebut.

“Di sini umat Islam adalah mayoritas, sedangkan umat Hindu adalah minoritas yang hanya terdiri dari 48 kepala keluarga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, izin untuk mendirikan tempat ibadah yang salah satunya mendapat dukungan warga juga belum terpenuhi.

Lebih lanjut, Zakaria mengungkapkan, embangunan Pura tersebut merupakan Pura ketiga yang dibangun di Kecamatan Tambora dan semuanya cacat secara hukum.

“Pembangunan Pura pertama yang bernama Pura jagat agung yang terdapat di dusun Pancasila itu juga memiliki cacat hukum karena tidak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB), karena yang ada hanyalah ijin untuk pemugaran. Tetapi yang mereka lakukan adalah mendirikan bangunan,” paparnya.

Pura yang kedua, sambungnya, didirikan di daerah mayoritas Hindu. “Itu sama sekali tidak memiliki ijin apapun, jangankan memiliki ijin dari pemerintah, bahkan kami selaku warga disini tidak mendapat informasi pembangunan Pura tersebut,” tegas Zakaria.

“Maka untuk itu kami beserta seluruh masyarakat akan melakukan langkah penolakan supaya pura tersebut tidak jadi dibangun,” pungkasnya.

Politik Ekonomi Islam Dalam Hegemoni Kapitalisme dan Sosialisme (3)

 

Oleh: Dr. H. Mohammad Ghozali, MA

 

 

 

Propaganda pada sosialisme yakni sosialisme negara yang oleh para penguasa negara Negara arab dinamakan sosialisme Arab. Popaganda pada keadilan social, disamping propoaganda tentang pengembangan dan perencanaan perekonomian, semuanya merupakan propaganda terselubung (kamuflase). Sebab maksud sebenarnya adalah memperkokoh eksistensi system kapitalisme di suatu negara dengan memelihara asas dan menambahnya dengan konsep sosialisme, yaitu sosialisme negara dan keadilan social. Sehingga kapitalisme tetap dapat diterapkan disuatu negara dan mengontrol setiap interaksi kaum muslimin.

Kerusakan Sistem Kapitalisme

Sebuah fakta yang tidak bisa di pungkiri, kita ambil contoh masalah pertambahan pendapatan nasional (national income) yang dijadikan asas perekonomian. Sebab ide ini merupakan asas system kapitalisme, dimana diatas asas ini system kapitalisme dibangun.

Sistem ekonomi ini mengatakan bahwa kelangkaan relative (scarcity) akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan adalah masalah yang mendasar (al-musykilah al-asasiyah) artinya tidak mencukupinya barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan yang senantiasa muncul dan bermacam-macam pada diri manusia, merupakan masalah ekonomi masyarakat. Manusia memiliki kebutuhan yang menuntut pemuasaan, maka perlu sarana untuk memuaskannya. Sedang alat pemuasnya adalah barang dan jasa.

Barang merupakan alat pemuas kebutuhan materi, yaitu kebutuhan yang dapat dirasa dan diraba, seperti roti, memakai baju, dan menempati Rumah. Jasa merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang mereka namakan kebutuhan non materi yaitu kebutuhan yang dapat dirasakan, tetapi tidak bisa diraba seperti pelayanan dokter, guru, dosen dan lain lain.

Oleh karena itu fokus ekonom adalah penyediaan barang dan jasa, yakni menyediakan alat pemuas untuk memuaskan kebutuhan manusia. Berdasarkan asas ini, maka pembahasan ekonomi terfokus pada penyediaan alat pemuas bagi kebutuhan manusia.

Politik Ekonomi Islam Dalam Hegemoni Kapitalisme dan Sosialisme (2)

Mengingat barang dan jasa itu sifatnya terbatas, maka tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebab kebutuhan itu sifatnya tidak terbatas. Pada diri manusia ada kebutuhan primer/pokok (al-hajat al-asasiyah/basic needs) yang harus dipuaskan nya dalam kedudukannya sebagai manusia, yaitu sandang, pangan, dan papan. Semakin tinggi peradaban manusia, maka kebutuhannya semakin banyak dan bertambah.

Pertumbuhan dan pertambahan ini memerlukan pemuasan secara menyeluruh, dan ini tidak mungkin, meskipun barang dan jasa semakin banyak pula. Olehkarena itu muncul akar masalah perekonomian, yaitu banyaknya kebutuhan manusia dan sedikitnya alat pemuas yaitu tidak cukupnya barang dan jasa untuk memuaskan semua kebutuhan manusia secara menyeluruh. Maka dalam keadaan seperti ini masyarakat menghadapi masalah ekonomi yaitu masalah kelangkaan relative akan barang dan jasa.

Jadi masalah mereka (system kapitalisme) terletak pada kebutuhan manusia bukan kepada manusianya itu sendiri yaitu tersedianya sumber (alat pemuas) untuk memuaskan kebutuhan, dan bukan pada pemuasan kebutuhan tiap-tiap individu.

Dengan demikian maka barang dan jasa akan berkaitan dengan tingkat produktifitas dalam penciptaan barang dan jasa dan ini pula akan mempengaruhi masalah pendistribusian dari keduanya. Kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya produksi nasional, menurut system kapitalisme menduduki posisi penting diantara kajian semua topik ekonomi mereka.

Menurut system kapitalisme pertumbuhan produksi merupakan dasar penyelesaian masalah ekonomi, bukan kehidupan pada tiap tiap individu dari masyarakat. Untuk itu penilaian kekayaan negara secara makro tanpa melihat pemiliknya, lalu dibagi dengan jumlah penduduk, selanjutnya dikatakan pendapatan rata-rata perkapita ( Perkapita Inccome) sekian, meskipun yang memiliki kekayaan itu hanya 10 % saja, sedangkan 90% penduduk hamper tidak memiliki sandang, papan dan pangan.

Sistem kapitalisme yakin bahwa tidaklah mungkin menyelesaikan kemiskinan dan kekurangan dalam suatu negara kecuali dengan cara meningkatkan produksi dalam negeri, memberikan kebebasan kepada penduduk untuk mengambil hasil produksi (kekayaan) sebanyak yang mereka mampu untuk diperolehnya, sehingga kemiskinan dan kekurangan dalam negeri dapat dipecahkan. Dengan terpecahkannya masalah kemiskinan pada individu sebab mereka pada produksi yang dapat memecahkan masalah kemiskinan pada mereka. Maka solusi atas masalah ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat menurut system kapitalisme dengan meningkatkan produksi.

Menjadikan pertumbuhan pendapatan nasional sebagai asas system ekonomi, membiarkan manusia bebas memiliki dan bebas berusaha untuk memproduksi kekayaan dan menguasainya (monopoli). Dan tidak ada control terhadap masalah pendistribusian kekayaan atas individu secara mutlak. Hal ini akan mendorong keinginan memiliki kekayaan dengan cara apapun. Sama halnya apakah kekayaan itu diperolehnya dengan cara menipu dan berdusta ataukah dengan cara berjudi dan menimbun harta, ataukah dari riba yang berlipat ganda maupun tidak. Tidak diperhatikan lagi apakah kekayaannya diperoleh sebagaimana yang dikehendakinya, maka dalam kondisi seperti ini yang terjadi adalah rusaknya hubungan dengan antar manusia, dan manusia akan terpuruk dalam derajat binatang, dan nilai-nilai luhur terancam kepunahan ditengah tengah manusia. Dengan perkataan lain manusia boleh menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Inilah gambaran sistem kapitalisme dan akibat yang ditimbulkan. Ia memvisualkan masalah ekonomi dengan cara terbalik. Ia menggantikan dan mengalihkan masalah masyarakat (hubungan manusia) dan masalah pendistribusian kekayaan atas manusia menjadi masalah produksi, membiarkan manusia bebas memiliki dan bekerja untuk memproduksi kekayaan dan menguasainya. Oleh karena itu masalah ekonomi tidak pernah terpecahkan. Yang terjadi justru menguatkan asas kedzaliman dan hilangnya nilai-nilai moral yang luhur.

Sistem ini telah membatasi kekayaan ditangan orang-orang yang kuat saja, ditangan orang-orang yang tidak memperhatikan seluruh nilai-nilai yang ada kecuali nilai materi saja. Sistem ini menghalangi orang yang lemah untuk mendapatkan kekayaan. Sedangkan dalam system ekonominya ini membiarkan orang orang kaya memperoleh kekayaan sebanyak mungkin yang mereka mampu. Maka fenomena yang tampak di sana adalah dominasi monopoli kapitalis, para konsumen diperbudak dan dijadikan mangsa oleh kalangan produsen. Khususnya pemilik perusahaan besar seperti perusahaan minyak, mobil, indusri berat dan sebagainya. Mereka mendominasi mayoritas konsumen, menguasainya, dan memaksakan harga tertentu terhadap komoditi yang diperlukan para konsumen.

Fenomena inilah yang mendorongkan bangkitnya sosialisme dan bangkitnya kapitalis, seta meringankan beban berat yang diderita mayoritas manusia (yang kalah bersaing memperebutkan kekayaan.

Ini adalah realitas propaganda yang mengajak menjadikan pertumbuhan pendapatan nasional (National Income) sebagai asas system ekonomi. Dan realitas ini juga selanjutnya mempropagandakan untuk membuat perencanaan ekonomi dan pengembangannya. Sebenarnya ini merupakan propaganda agar system ekonomi kapitalisme dijadikan asas bagi system ekonomi umat Islam. Mereka berupaya menjadikan kehidupan ekonomi sebagai asas kehidupan dan sebagai asas interaksi diantara manusia. Realita pula menyatakan keberhasilan mereka mengubah mindset umat Islam dalam peradaban sekarang ini.

Padahal buah propaganda ini adalah kedzaliman terhadap mayoritas secara merata yang dirasakan oleh manusia manusia yang lemah dan menciptakan kemiskinan dalam masyarakat, serta menghilangkan nilai-nilai akhlaq yang luhur. (Bersambung)

Selesai Shalat Jumat di Masjid Al Aqsha, 6 Warga Turki di Tangkap Polisi Israel

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi Israel pada hari Jumat (19/1/2018) menahan enam warga negara Turki yang mengunjungi Masjid Al-Aqsha yang simbolik di Yerusalem, kata saksi mata.

Keenam orang Turki ditangkap oleh polisi zionis saat meninggalkan asjid setelah melakukan shalat Jumat, menurut saksi mata, lansir Anadolu Agency.

Pasukan Zionis Tahan 3 Warga Turki yang Coba Lakukan Shalat Jumat di Al Aqsha

Keenamnya dilaporkan dibawa ke David Police Centre dekat Gerbang Jaffa (Bab al-Khalil) di distrik Kota Tua Yerusalem.

Polisi Israel sejak itu mengkonfirmasi telah menahan beberapa warga Turki tanpa alasan.

Kedubes Turki di Tel Aviv dan konsulatnya di Yerusalem mengatakan bahwa mereka mengawal masalah ini.

Meskipun Cuaca Buruk, 20.000 Muslim Palestina Shalat Jumat di Masjid Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sekitar 20.000 Muslim Palestina shalat di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem pada hari Jumat, meskipun cuaca buruk menyebabkan beberapa kecelakaan di wilayah Palestina, menurut Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Wakaf Agama (Awqaf) Yerusalem.

Pada hari Rabu, polisi penjajah Israel mengizinkan pemukim ilegal zionis Yahudi untuk melakukan “ritual Talmud” – dengan cara yang “belum pernah terjadi sebelumnya” – di dalam kompleks Al-Aqsha, kata pejabat otoritas, lansir World Bulletin, Jumat (19/1/2018).

Pejabat otoritas juga melaporkan pemerintah Israel melarang rencana renovasi masjid ikonik dan bangunan sekitarnya.

Pejabat otoritas lebih lanjut melaporkan penjajah Israel meningkatkan kampanye yang sedang berlangsung melawan otoritas Wakaf Al-Aqsha dan Yordania, yang bertanggung jawab atas perawatan masjid tersebut.

Hindari Pertempuran Turki vs AS, Pasukan Rusia Kabur dari Afrin

ANKARA (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Jumat (19/1/2019) mulai menarik aset militernya menjelang operasi militer Turki melawan milisi PYD dukungan AS yang diperkirakan akan terjadi di kota barat laut Afrin di Suriah.

Pasukan Rusia yang ditempatkan di wilayah timur laut Kafr Jana di kota Afrin mulai meninggalkan daerah tersebut, menurut sumber terpercaya di Afrin.

Beberapa aset keamanan Rusia telah sampai ke kota Nubl dan Zahra, di pinggiran Afrin, yang saat ini dipegang oleh rezim Nushairiyah Assad.

AS Mohon kepada Turki untuk TIdak Lakukan Serangan

Sebuah operasi militer Turki di Afrin – sebuah wilayah yang berbatasan dengan provinsi Hatay dan Kilis di Turki – sangat diperkirakan akan berkobar, setelah Operasi Perisai Euphrates tujuh bulan yang sukses di Suriah utara, yang berakhir pada bulan Maret 2017.

Rezim Syiah Bashar al-Assad menyerahkan Afrin ke milisi PYD/PKK tanpa pertempuran, dan saat ini ada sekitar 8.000-10.000 teroris PYD di wilayah tersebut, menurut informasi yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency.

Setelah Turki memperingatkan kehadiran mereka di Afrin, milisi yang didukung militer AS tersebut sekarang bersembunyi di tempat penampungan dan bunker-bunker di daerah pemukiman di sana.

AS Bentuk 30.000 Pasukan Teror di Suriah, Erdogan: Tenggelamkan!

PYD/PKK adalah cabang Suriah dari kelompok teror PKK, yang telah ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh Turki dan UE.

Sejak pertengahan 1980an, PKK telah melancarkan serangan teror yang luas melawan negara Turki di mana diperkirakan 40.000 orang telah terbunuh.

Muslim Yunani Menjadi Target Pembunuhan Neo Nazi

ATHENA (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi neo-Nazi mengancam Asosiasi Muslim Yunani dan organisasi pro-imigran, di tengah meningkatnya kekerasan anti-imigran Muslim di ibukota Yunani, Aljazeera melaporkan Jumat (19/1/2018).

Pada hari Kamis (18/1/2018), organisasi tersebut mengatakan telah menerima telepon mengancam dari Crypteia, sebuah kelompok kanan jauh yang menyerang rumah seorang anak Afghanistan tahun lalu.

“Kami adalah kelompok yang membunuh, membakar, memukul dan menyiksa imigran, terutama Muslim,” kata penelepon tersebut, menurut Anna Stamou dari Asosiasi Muslim Yunani.

Penelepon menghubungi organisasi tersebut dari nomor yang diblokir dan mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari Crypteia.

Dia membual tentang serangan kelompok tersebut di rumah pengungsi Afghanistan berusia 11 tahun, yang diidentifikasi hanya sebagai Emir di media Yunani, pada bulan November.

Kemudian, pria bertopeng menyerang rumah anak laki-laki itu setelah mendapat perhatian nasional karena dicegah membawa bendera Yunani saat sebuah parade sekolah. Mereka melemparkan botol bir dan batu ke rumah, menghancurkan jendela, dan meninggalkan pesan yang bertuliskan: “Kembali ke desamu. Pergi.”

“Kami melaporkan [panggilan telepon Kamis] kepada pejabat di sini, lalu larut malam kami menemukan bahwa banyak organisasi memiliki ancaman yang sama,” Stamou mengatakan kepada Al Jazeera, menjelaskan bahwa Forum Migran Yunani dan yang lainnya menerima telepon serupa.

Kelompok masyarakat sipil lainnya, yang meminta namanya dirahasiakan, memastikan bahwa mereka termasuk orang-orang yang terancam.

“Kami tidak diintimidasi sebagai kelompok, Muslim atau anti-fasis. Seluruh masyarakat menjadi sasaran tindakan ini,” Stamou menambahkan. “Kami tidak menerima ancaman.”

Nama Crypteia adalah referensi nyata untuk sekelompok Spartan kuno yang terkenal karena menyerang budak. Tindakan main hakim sendiri diyakini berasal dari partai neo-fasis Golden Dawn, yang memiliki 16 kursi di parlemen Yunani.

Polisi Yunani tidak segera bersedia berkomentar.

Ada sekitar 200.000 Muslim di Athena, menurut Asosiasi Muslim Yunani, sebuah kelompok masyarakat sipil yang menyokong Muslim pribumi, mualaf Yunani, pengungsi, migran dan lainnya.

Pertama dalam Sejarah, Yunani Gelar Praktik Hukum Syariah Islam

Pada tahun 2010, Pew Research Center mengatakan bahwa ada 500.000 Muslim di negara ini, namun jumlah ini meningkat dengan masuknya pengungsi dan migran, yang kebanyakan berasal dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Tina Stavrinaki, petugas hukum di Jaringan Rekaman Kekerasan Rasis, mengatakan bahwa jelas bahwa “umat Islam adalah sasarannya”.

“Mereka mengatakan hal yang sama [untuk semua kelompok terancam],” katanya kepada Al Jazeera.

“Mereka mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan terhadap migran hampir di setiap tempat.”

Kekerasan rasis meningkat di Yunani, yang menargetkan para pekerja migran di lingkungan sekitar di Piraeus, sebuah kota pelabuhan dekat Athena.

Antara 25 Desember dan 5 Januari, kelompok aktivis anti-rasis Keerfa mencatat serangan terhadap rumah lebih dari 30 pekerja migran, kebanyakan orang Pakistan, di Renti dan Nikaia, dua lingkungan di Piraeus.

Sepanjang tahun 2016 di Yunani terjadi 48 kejahatan kebencian yang dimotivasi oleh ras, warna kulit atau asal negara, sementara 47 insiden dicatat selama enam bulan pertama saja di tahun lalu, menurut statistik polisi yang diberikan kepada Al Jazeera.

Masjid Berumur 600 Tahun Era Ottoman di Yunani Terbakar

Meskipun Golden Dawn memiliki sejarah panjang serangan terhadap imigran dan lawan politik, namun telah mengurangi kekerasannya dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan tersebut bertepatan dengan pengadilan Golden Dawn yang sedang berlangsung, dimana 69 anggotanya ditangkap dan dituntut menjalankan sebuah organisasi kriminal setelah salah satu anggota partai tersebut membunuh rapper anti-fasis Pavlos Fyssas pada bulan September 2013.

Sebagian besar yang terancam oleh Crypteia adalah saksi dalam persidangan Golden Dawn, Stamou mengatakan.

“Ini adalah kejahatan kebencian,” katanya.

Asosiasi Muslim Yunani menerima kepala babi yang dilemparkan ke pintu masuk kantornya dalam beberapa tahun terakhir dan menerima surat-surat yang mengancam.

“Kami akan memotongmu seperti ayam,” salah satu isi surat tersebut.

“Ini adalah rutinitas mereka,” kata Stamou. “Kami tidak terkejut.”

Belgia Sumbangkan $23 Juta ke Palestina, Setelah AS Potong Bantuan ke UNWRA

BELGIA (Jurnalislam.com) – Belgia mengumumkan pada hari Rabu (18/1/2017) bahwa pihaknya akan menyumbangkan € 19 juta ($ 23 juta) ke badan PBB untuk pengungsi Palestina – menyusul keputusan AS untuk memotong bantuan kepada badan tersebut, lansir World Bulletin Kamis (18/1/2018).

Belgia akan mengalokasikan bantuan tersebut dalam tiga tahun, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Wakil Perdana Menteri Alexander De Croo.

“Bagi banyak pengungsi Palestina, UNRWA (Badan Bantuan dan Pengungsi Palestina untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat) adalah pelampung kehidupan terakhir,” kata De Croo, menambahkan bahwa pembayaran tahunan pertama akan segera diberikan.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada hari Selasa bahwa pihaknya memotong bantuan sebesar $ 65 juta ke Palestina.

Lanjuti Keputusan Trump, AS Potong Dana Bantuan Kemanusian untuk PBB

UNRWA menyediakan layanan bagi 5,3 juta pengungsi Palestina di wilayah Palestina, Yordania, Lebanon dan Suriah.

Pada 6 Desember, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan relokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Pergeseran kebijakan AS memicu kecaman di dunia Arab dan Muslim dan gelombang protes di tanah Palestina dan dunia yang menyebabkan sedikitnya 16 orang Palestina tewas.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur – yang dijajah oleh Israel sejak 1967 – pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka.

Ungkap Kekerasan Etnis di Rohingya saat Pidato, Politisi Budha Myanmar Ini Ditangkap

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Polisi Myanmar pada hari Kamis (18/1/2018) menangkap seorang anggota parlemen Buddha Rakhine karena membeberkan kekerasan etnis, media pemerintah dan partainya mengatakan, setelah sebuah kerusuhan mematikan menyoroti ketegangan yang mendidih di negara yang bermasalah tersebut.

Kekerasan meletus saat kemarahan meningkat setelah pembatalan sebuah upacara lokal di Mrauk U, sebuah kota yang berjarak beberapa lusin kilometer dari pusat tindakan keras militer terhadap komunitas Muslim Rohingya di negara tersebut.

Media yang didukung negara melaporkan bahwa tuduhan diajukan terhadap anggota majelis rendah Aye Maung setelah sebuah pidato pada hari Senin (15/1/2018) di mana politisi nasionalis itu menyerang pemerintah dengan pidatonya, dan mengatakan karena pemerintah menganggap Rakhine adalah “budak” bahwa ini adalah “waktu yang tepat” bagi masyarakat untuk melancarkan perjuangan bersenjata.

“Dr Aye Maung ditangkap dan dibawa dari rumahnya sekitar pukul 13:00 waktu setempat siang ini,” kata sekretaris jenderal Partai Nasional Arakan Tun Aung Kyaw, kepada AFP.

Arakan adalah nama lain untuk Rakhine.

Polisi menyalahkan para pemrotes karena memulai kekerasan hari Selasa dengan melempar batu, masuk ke kantor administrasi dan mengangkat bendera Negara Bagian Rakhine.

Bongkar Rahasia Pembantaian Muslim Rohingya, Wartawan Reuters Ini Hadapi Pengadilan Myanmar

Aye Maung, anggota parlemen pertama yang ditangkap sejak konstitusi yang didukung militer Myanmar diadopsi pada tahun 2008, didakwa atas tindakan Asosiasi yang melanggar hukum, dan mendapat hukuman maksimal tiga tahun.

Kekerasan tersebut mendorong sebuah kelompok pejuang etnis Rakhine di negara tersebut untuk menjanjikan pembalasan “serius” atas kematian para pemrotes.

Rakhine diakui oleh pemerintah sebagai kelompok etnis namun sering dipinggirkan di bawah sistem yang lebih memilih etnis dominan Bamar (orang Burma).

Massa Budha dilaporkan membantu militer Myanmar dalam melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran terhadap Muslim Rohingya – 655.000 orang yang telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus – dalam pembantaian yang oleh PBB dikutuk sebagai pembersihan etnis.

Kerusuhan Selasa terjadi bersamaan dengan sebuah penandatanganan kesepakatan repatriasi yang sangat dikritik antara Myanmar dan Bangladesh untuk mulai mengirim pengungsi kembali.

Pengamat sekarang khawatir konflik sekarang bisa memasuki fase baru.

“Ini bisa beresiko menjadi penangkal petir Rakhine dan situasinya bisa meningkat,” kata analis politik Richard Horsey kepada AFP.

5 Pasukan AS dan 12 Tentara Boneka Tewas dalam Pertempuran dengan Taliban di Kunduz

KUNDUZ (Jurnalislam.com)Al-Emarah News pada hari Kamis (18/1/2018) mengatakan sedikitnya 5 pasukan penjajah AS dan 12 pasukan boneka lokal termasuk 6 pasukan komando tewas dalam operasi di Afghanistan utara.

Pejuang Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mematahkan operasi gabungan rezim yang didukung oleh serangan udara di distrik Chahar Darah di provinsi Kunduz, menyebabkan 5 agresor Amerika dan 12 pasukan boneka tewas dan banyak lainnya luka-luka.

Serangan Martir Taliban di Kabul Bunuh 6 Pasukan AS

Seorang mujahid gugur dan dua lainnya terluka dalam operasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Juga pada hari Kamis, 4 tentara musuh terbunuh saat sebuah ledakan terjadi di dekat mereka saat berjalan kaki di kota Kunduz, ibu kota provinsi tersebut.

Langgar Perjanjian Astana, Jet Tempur Rusia Bombardir Zona de Eskalasi di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang tewas dan 30 lainnya cedera saat pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara pada hari Kamis (18/1/2018) di provinsi utara Idlib, Suriah, yang merupakan bagian dari zona de-eskalasi, menurut seorang pejabat pertahanan sipil setempat.

Mostafa Haj Youssef, direktur pasukan pertahanan sipil White Helmets (Helm Putih) Suriah di Idlib, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pesawat tempur Rusia telah menargetkan sejumlah daerah pemukiman di malam hari.

Takut Tersaingi, Rusia Kecam Rencana AS Bentuk Pasukan Unilateral di Suriah

Empat orang tewas di distrik Maaret al-Numan dan satu lainnya di distrik Saraqib, menurut Yusuf.

“Pesawat tempur Rusia menggunakan bom napalm, yang dilarang undang-undang internasional,” katanya.

Terletak di utara Suriah dekat perbatasan Turki, Idlib berada dalam jaringan zona de-eskalasi – didukung oleh Turki, Rusia dan Iran – di mana tindakan agresi dilarang secara eksplisit.

Inilah Pernyataan Sikap Hayat Tahrir Sham atas Kesepakatan Astana

Namun demikian, sejak awal Desember lalu, serangan udara mengalami peningkatan di bagian-bagian yang diproteksi oposisi di provinsi tersebut, dengan lebih dari 100 warga sipil dilaporkan terbunuh dan lebih banyak lagi korban luka.

Suriah baru saja mulai bangkit dari perang global yang menghancurkan sejak awal tahun 2011 ketika rezim Syiah Assad menindak aksi uanjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.