ICMI: Kalau LGBT Itu HAM, Kenapa Semua Agama Melarangnya?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, mengapresiasi aksi penolakan LGBT yang dinilai sebagai pelanggaran HAM oleh sejumlah anggota dan fraksi di DPR RI. Ia juga setuju pelakunya dipidana karena LGBT penyakit yang sangat menular, bahkan termasuk kriminal dasar atas kemanusiaan.

Namun Anton merasa heran, kenapa mereka juga bilang kalau LGBT itu HAM, dan pelakunya tak boleh dipidana. “Atas dasar apa ia bilang begitu?, kalau LGBT itu HAM tidak mungkin semua agama melarangnya. Dan tidak mungkin semua kitab suci mengutuknya,” ujar Anton, Senin (22/1).

Apalagi, kata Anton, bangsa Indonesia layak merujuk kepada agama. Sebab dasar NKRI adalah Ketuhanan Yang Maha Esa yang mewajibkan setiap WNI tanpa kecuali harus mentaati agamanya, dengan berdasarkan kitab sucinya. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E, 28F dan 29 ayat 1.

“Setiap wakil rakyat wajib memahami Pancasila dan UUD 1945. Jangan kalah dengan Presiden Rusia Putin. Negara dengan background ideologi komunis saja bisa tegas melarang LGBT. Kenapa NKRI tdak?” tegas Anton.

Kemudian Anton juga mengaku malu apabila ada penyelenggara negara di NKRI dengan warga muslim terbesar di dunia, malah berupaya menyetujui LGBT sebagai HAM, dengan berbagai dalih dan substansi tidak berdaya terhadap tekanan berbagai kepentingan global. Jika itu terjadi, kata dia, betapa lemahnya kedaulatan RI saat ini di mata asing.

Selain itu, Anton menyatakan setuju statemen artis dunia Alexander David Brodie yang terkenal dengan nama Samanta, laki-laki darah Indonesia Skotlandia yang pernah merubah dirinya menjadi wanita dan kini sadar kembali menjadi laki-laki. Bahkan kini menjadi mualaf dan jadi Muslim yang taat.

“Dalam buku berjudul Samanta & Me, ia dengan tegas menyatakan LGBT adalah penyakit sangat menular, bahkan menjadi kriminal dasar kemanusiaan yang harus distop, dan jika tidak mau maka negara harus menghukum atas kejahatannya itu,” tutup Anton.

Politik Ekonomi Islam Dalam Hegemoni Kapitalisme dan Sosialisme (4)

 

Oleh: Dr. H. Mohammad Ghozali, MA

 

 

Realitas propaganda yang mengajak menjadikan pertumbuhan pendapatan nasional (National Income) sebagai asas system ekonomi. Dan realitas ini juga selanjutnya mempropagandakan untuk membuat perencanaan ekonomi dan pengembangannya. Sebenarnya ini merupakan propaganda agar system ekonomi kapitalisme dijadikan asas bagi system ekonomi umat Islam. Mereka berupaya menjadikan kehidupan ekonomi sebagai asas kehidupan dan sebagai asas interaksi diantara manusia. Realita pula menyatakan keberhasilan mereka mengubah mindset umat Islam dalam peradaban sekarang ini.

Padahal buah propaganda ini adalah kedzaliman terhadap mayoritas secara merata yang dirasakan oleh manusia manusia yang lemah dan menciptakan kemiskinan dalam masyarakat, serta menghilangkan nilai-nilai akhlaq yang luhur.

Kerusakan Sistem Sosialisme

Adapun sosialisme yang dipropagandakan oleh sebagian penguasa negeri-negeri arab sebagai sosialisme Arab, sebenarnya merupakan salah satu wjud sosialisme yang dinamakan sosialisme negara. Eropa sendiri sebagai produsen ide ini telah berpaling daripadanya, bahkan menyebutnya namanya saja tidak suka, yaitu setelah tampak keburukan dan kekejiaannya.
Tetapi sebuah hal yang berlawanan dari produsen ide ini Mesir yang berusaha menerapkannya, mereka terkenal dengan strateginya menempuh langkah yang kedua sebelum langkah yang pertama. Mereka ingin menerapkan sosialisme, padahal orang sosialis belum ada di sana.

Munculnya sosialisme ini akibat dari kedzaliman yang diderita oleh masyarakat yang ada di negeri-negeri kapitalis yaitu Eropa dan Rusia akibat diterapkannya system kapitalis. Mereka banyak melihat kedzaliman dengan tidak meratanya kepemilikan individu diantara manusia. Olehkarena itu, sosialis memulai berfikir tentang kepemilikan. Sekelompok dari orang sosialis berpendapat perlunya persamaan secara riil dalam kepemilikan, mereka terbagi dalam tiga kelompok ;

Berpendapat perlunya persamaan jumlah, maksudnya perlu persamaan dalam tiap-tiap yang mereka manfaatkan, dimana masing-masing individu mendapatkan seperti yang diberikan kepada yang lain.

Berpendapat persamaan komunisme, maksudnya perlu memelihara pendistribusian pekerjaan menurut kemampuan masing-masing, dan memelihara pendistribusian hasil (pendapatan) sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Persamaan alat produksi, sebab barang-barang yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap-tiap individu. Artinya persamaan model ketiga ini dapat direalisasikan jika bagi masing-masing individu disediakan alat-alat produksi seperti yang dimiliki orang lain.

Inilah doktrin yang telah diterapkan di Rusia menurut konsep Karl Mark yang diperjelas oleh Nikolai Lenin dan Josep Stalin lalu Nikita Khrushchev dalam rangka mencapai komunisme.
Sosialisme negara hakekatnya adalah sosialisme formalitas atau semu (pseudo socialism), artinya socialism semu ini mengamati setiap keadaan untuk dijadikan kepentingan umum, yaitu mengubah kepemilikan individu (private property) menjadi kepemilikan umum ( collective property).. Dan itulah yang dinamakan dengan nasionalisasi. Yakni usaha untuk mengubah kepemilikan individu menjadi kepemilikan umum. Memberlakukan limitasi terhadap kepemilikan individu, membuat peraturannya yang menetapkan batas maksimal atas bunga dan sewa.
Metode penerapan sosialisme iani adalah Negara menetapkan dan menerapkan undang-undang. Mereka berpendapat dengan ditetapkanya undang-undang akan terjamin pemelihaan terhadap kepentingan umum dan perbaiki taraf hidup pekerja, seperti mengistruksikan pajak pendapatan, modal, harta warisan dan apa saja yang menyebabkan kurangnya kesenjangan kekayaan.

Oleh karena itu Eropa ketika memulai usaha menerapkan sosialisme ini, Eropa menempuh dengan membentuk opini umum tentang sosialisme berdasarkan pemahamannya, setelah itu mulailah usaha dengan menerapkannya.

Adapun teori materialisme yang yang di cetuskan oleh Karl Marx merupakan asas berfikirnya kaum sosialisme dimana kehidupan, manusia dan alam merupakan materi yang berevolusi sendiri secara alami sesuai hukum alam, sehingga tidak ada sebutan al Kholiq (yang menciptakan) dan tidak ada pula makhluk (yang diciptakan). Sebab yang ada hanyalah evolusi materi.

Mari kita uji sebagaimana yang mereka katakan mengenai kejadian Uni Soviet ketika beralih pada sosialisme, tidak terjadi akibat evolusi materi, dan juga bukan akibat dari perjuangan kelas yang membawa pada perubahan pada perubahan system ke system. Namun perubahan itu terjadi setelah sebuah kelompok berhasil meraih kekuasaan melalui revolusi berdarah. Baru setelah itu mereka mulai menerapkan pemikiran-pemikiran atas rakyat. Ini berarti tidak diragukan lagi bahwa doktrin tersebut membuktikan kelirunya doktrin tersebut.

Selain itu pemikiran yang lahir dari sosialisme ini, yaitu materialism historis dan evolusi materi adalah pemikiran yang keliru sebab bertentangan dengan fithrah manusia. Materi tidak berevolusi dengan sendirinya. Namun melalui pengaruh hukum. Dan hukum inilah yang membuat cara tertentu hingga terjadi perpindahan dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Konversi ini tidak terjadi dari materi.

Oleh karena itu konversi itu terjadi melalui sesuatu yang lain di luar materi. Yaitu selain materi ada sesuatu yang lain yang memaksanya hingga terjadi terjadi perubahan (konversi) dari keadaan yang satu kepada keadaan yang lain. Kekuatan yang memaksakan (factor ekstern) itulah yang menyebabkan materi berubah bentuk . Dengan demikian tidak ada evolusi yang terjadi sendiri . Ini menunjukkan kerusakan filsafat materialism serta kerusakan system yang lahir darinya. Berdasarkan aspek ini, maka system sosialisme marxisme adalah system yang rusak.

Demokrasi Alat Penjajahan Asing

Oleh: AB LATIF (Dir. Indopolitik Watch)
Politik uang akan semakin marak dijumpai pada pelaksanaan Pilkada 2018. Hal ini dikatakan oleh Siti Zuhro Peneliti Politik dari LIPI. Ia mengatakan bahwa faktor uang sulit dihindari dalam mengarungi konstestasi Pilkada di Indonesia. “karena Pemilu saat ini butuh political cost yang luar biasa, jadi kandidat itu duit yang bicara, kita tak bisa menafikkannya” katanya di kantor Pergerakan Indonesia Maju (PIM), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/1). (https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180117191337-32-269707/politik-uang-diprediksi-marak-di-pilkada-2018)

Apa yang disampaikan oleh Siti Zuhro adalah benar adanya. Pengakua La Nyalla adalah contoh yang tidak bisa dipungkiri. Ini menunjukan bahwa sebenarnya politik dalam demokrasi itu sangatlah mahal. Untuk menjadi seorang Gubernur minimal harus mempunyai modal Rp. 100.000.000.000 (seratus milyar rupiah). Dana ini akan digunakan untuk kebutuhan selama masa pencalonan.

Secuil contoh kebutuhan anggaran para calon pada saat pemilhan dan sebelum pemilihan. Jumlah TPS diseluruh wilayah Jawa Timur yang sudah disiapkan KPU misalnya ada 68.511TPS yang tersebar di 38 kota. Jika tiap TPS butuh 2 orang saksi dari setiap calon, maka dibutuhkan saksi sebanyak 137.022 orang, jika setiap orang digaji Rp. 100.000, maka butuh dana untuk saksi saja sebesar Rp. 13.702.200.000. ini dari segi saksi bagaimana dari segi kebutuhan baleho/benner ? jika diperkirakan setiap desa dengan 1 baleho atau benner yang berukuran 3 x 4 dan harga 1 meternya Rp. 15.000 maka 1 baleho/benner butuh biaya Rp. 180.000 dan jika dikalikan 5.674 desa sewilayah jawa timur, maka butuh biaya Rp. 1.021.320.000.ini belum baleho raksasa dipusat-pusat kota.

Itu baru biaya saksi dan benner/baleho Belum lagi kebutuhan lainnya seperti biaya transportasi, biaya kosumsi, biaya kampanye, biaya brosur, biaya sosialisasi, biaya koordinasi, biaya rapat, biaya untuk para calon pemilih, biaya cetak kaos dan biaya-biaya yang masih banyak lagi. Ini baru yang ditanggung dari partai atau calon, belum anggaran pemerintah seperti sewa tempat TPS, kartu pemilih, kartu suara, kepanitiaan, pengamanan dan lain sebagainya. Biaya yang dianggarkan pemerintah untuk pilkada serentak tahun 2018 saja hampir mencapai 2 trilliun rupiah, sungguh ini adalah angka yang sangat fantastik. Lalu apa yang dihasilkannya dari pesta yang sangat mahal ini?

Perhelatan demokrasi yang mahal ini hanya menjadi alat penjajahan para kapital baik asing maupun aseng. Ini adalah hasil yang pasti didapatkan dari mahalnya demokrasi. Mengapa demikian?

Sebenarnya sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap calon harus mempunyai modal yang besar. Tapi apa boleh buat, tidak semua calon dan hampir semua calon tidaklah memiliki modal yang begitu besar. Padahal untuk bertarung politik haruslah modal yang besar. Oleh sebab itu mau tidak mau harus ada yang menjadi back up dana. Akhirnya para kapital dan pemodal baik asing dan aseng menawarkan diri untuk menjadi donatur yang akan membiayai calon. Dari sinilah munculnya deal-deal politik atau semacam kontrak politik. Para pemodal mau menanggung semua kebutuhan calon dengan balasan di mudahkan dalam mengeruk dan mengeksploitasi kekayaan negeri ini dimudahkan segala macam bentuk usaha. Maka ketikan calon resmi menjadi pemenang, Dibuatlah Undang-Undang yang melindungi para pemilik modal walau harus menghabisi rakyatnya sendiri.

Hal ini sudah bisa kita rasakan bagaimana kasus reklamasi, pembakaran hutan, swastanisasi PLN, penjualan aset-aset Negara, hilangnya BUMN, pencabutan subsidi, kenaikan pajak dan lain-lain. Semua ini adalah bukti bahwa demokrasi adalah alat penjajah untuk menguasai suatu negeri. Artinya setiap kebijakan para pemenang / penguasa akan diarahkan atau didikte oleh para pemodal. Dengan demikian setiap kebijakan akan terkontrol oleh asing. Fakta ini bisa dilihat bagaimana China menamcapkan pengaruhnya di Indonesia dan juga Amerika Serikat.

Jika kita tidak bisa keluar dari sistem ini yaitu sistem demokrasi, jangan harap kita akan menjadi Negara merdeka. Karena demokrasi jelas-jelas alat penjajah untuk menguasai negeri ini. Lalu dengan apa kita mengelola negeri ini kalau tidak dengan demokrasi ??? dengan aturan Allah swt. Aturan Al kholik inilah yang akan membawa kita kepada keberkahan. Berkah dari langit dan bumi inilah janji Allah swt. Masihkah kita tidak yakin dengan janji Allah swt ?

 

Jika LGBT Dilegalkan, Bambang Soesatyo Akan Mundur dari Ketua DPR

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan, akan melepas jabatannya jika LGBT dilegalkan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia berkunjung ke kediamtan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif pada Ahad (21/1/2018).

Mereka membahas sejumlah isu penting, terutama kontroversi soal praktik Lesbian, Gay, Biseksual dan Trans-Gender (LGBT). Dia mendapat masukan berharga dari Buya dan sepakat dengan pandangannya.

“Buya dengan tegas meminta kepada Ketua DPR agar LGBT tidak dilegalkan karena berlawanan dengan jiwa Pancasila,” kata Bamsoet dilansir VIVA, Ahad (21/1/2018)

Atas nasihat dan wanti-wanti yang disampaikan Buya Syafii itu, Bamsoet menegaskan akan menjalankan sepenuhnya. Bahkan, jabatan yang baru ia duduki beberapa hari itu akan menjadi pertaruhannya.

“Saya berjanji melaksanakan amanat dengan pertaruhan mengundurkan diri dari jabatan ketua DPR apabila LGBT dilegalkan di republik ini,” katanya.

Terkait hal ini, Bamsoet mengaku berkonsultasi dengan rohaniwan dan tokoh masyarakat. Mereka adalah Buya Syafii, Romo Benny Susatyo dan Defy Indiyanto Budiarto.

Buya menyampaikan banyak nasehat ke Bamsoet. Selama satu jam, lanjut politisi Partai Golkar itu, pertemuan berlangsung hangat dan penuh canda tawa. Namun Buya tetap ingin DPR ke depan jauh lebih baik dan bermartabat.

“Buya memberikan wejangan kepada saya supaya mengembalikan roh DPR sebagai lembaga terhormat dan bermartabat. Buya juga meminta mengembalikan keadaban DPR yang bersih dari sarang penyamun dan menata perundangan sesuai nilai Pancasila,” katanya.

Begini Diskusi Raja Yordania dengan Wapres AS saat Bahas Yerusalem

YORDANIA (Jurnalislam.com) – Solusi dua negara adalah satu-satunya jawaban yang mungkin untuk konflik Israel-Palestina, Raja Yordania Abdullah II mengatakan kepada Wakil Presiden AS Mike Pence dalam sebuah pertemuan di Amman.

Raja mengatakan pada hari Ahad (21/1/2018), bahwa dia berharap kunjungan Pence, yag merupakan kunjungan kedua dari kunjungan regionalnya, akan “membangun kembali kepercayaan dan keyakinan diri” setelah keputusan AS bulan lalu untuk menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Bagi kami, Yerusalem adalah kunci bagi umat Islam dan Kristen seperti halnya Yahudi,” kata Raja Abdullah II, menyerukan penyelesaian dua negara di sepanjang garis 1967 yang akan menetapkan “Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina merdeka yang berdiri berdampingan dengan Israel yang aman dan diakui.”

Dihadiri Dewan Gereja Dunia, OKI Kembali Gelar Konferensi Internasional Bahas Yerusalem

“Ini [Yerusalem] adalah kunci perdamaian di wilayah Timur Tengah dan kunci yang menyatukan umat Islam untuk secara efektif melawan beberapa akar penyebab radikalisasi.”

Raja Abdullah II, sekutu AS yang gigih, juga mengatakan keputusan Washington untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem “tidak muncul sebagai hasil penyelesaian menyeluruh terhadap konflik Palestina-Israel.”

Pence mengakui peran raja sebagai penjaga situs suci di Yerusalem.

Dia juga membela keputusan Presiden AS Donald Trump di Yerusalem, namun menyatakan bahwa Washington masih mendukung solusi dua negara “jika para pihak setuju.”

Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Timur yang dijajah zionis, mengatakan bahwa bagi Palestina, pesan Pence tentang solusi dua negara “sepenuhnya dibayangi” oleh keputusan AS mengenai Yerusalem.

Langkah Trump pada tanggal 6 Desember memicu kemarahan luas di seluruh Palestina dan dunia Muslim.

Warga Palestina juga menjelaskan bahwa mereka tidak ingin bertemu Pence dalam perjalanannya ke Timur Tengah, mengulangi bahwa AS tidak dapat lagi terlibat dalam proses perdamaian setelah keputusan Trump.

Bagi banyak warga Palestina, Pence sendiri adalah bagian dari masalah.

Israel Tawarkan $ 50 Juta Bagi Negara yang Dukung Pengakuan Trump atas Yerusalem

Perubahan dalam kebijakan AS dimana Pence terkait erat disambut oleh basis Kristen Evangelis, yang banyak di antaranya percaya bahwa kembalinya orang-orang Yahudi ke Tanah Suci adalah pendahulu kedatangan mesias yang kedua kali.

“Pence memiliki sebuah agenda yang bersifat ekstremis, fundamentalis, literalis – [a] ideologi absolutis Kristen yang bertentangan dengan semua kepercayaan dan komitmen orang Kristen Arab dan Palestina pada khususnya, dan mereka merasa telah dikhianati oleh seseorang yang telah menghadapkan mereka dengan ketidakadilan yang luar biasa dengan menggunakan agama sebagai pembenaran,” kata Hanan Ashrawi, anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestine Liberation Organization-PLO).

Begini Ancaman Trump bagi Negara yang Menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Kunjungan Pence ke Yordania merupakan bagian dari tur regional empat hari, yang dimulai pada hari Sabtu dengan kunjungan ke Mesir.

Di Kairo, Pence bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.

Kedua pemimpin tersebut juga berbicara tentang cara menghilangkan apa yang disebut Sisi sebagai “penyakit dan kanker terorisme.”

Mesir dan Yordania adalah sekutu kunci AS dan dua negara Arab itu memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Setelah Jordan, Pence menuju ke Israel, di mana dia diharapkan bertemu dengan Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu dan menemui Knesset.

Kondisi Kamp Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh Semakin Memburuk

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Kondisi kemanusiaan di kamp-kamp yang menampung pengungsi Rohingya di Bangladesh akan semakin memburuk dalam beberapa bulan ke depan, kata seorang penyelidik hak asasi manusia kepada Al Jazeera, Ahad (21/1/2018), sekaligus juga mengemukakan kekhawatirannya tentang sebuah rencana untuk mengembalikan minoritas yang melarikan diri tersebut ke Myanmar.

Dalam sebuah wawancara dari kamp pengungsi Balukhali di Cox’s Bazar, Yanghee Lee, seorang pelapor khusus PBB yang dilarang mengunjungi Myanmar oleh pemerintah Aung San Suu Kyi, mengatakan bahwa dengan mendekatnya musim hujan di Bangladesh, kamp-kamp penuh sesak “akan menderita tanah longsor dan kita dapat melihat sejumlah besar korban jiwa.”

Lee juga memperingatkan kemungkinan “wabah penyakit” yang akan menyebar karena curah hujan yang deras.

Utusan PBB tersebut akan mengunjungi Myanmar pada bulan Januari untuk menilai keadaan hak asasi manusia di seluruh negeri, termasuk di negara bagian Rakhine, di mana sebuah tindakan militer brutal telah mengirim lebih dari 650.000 minoritas Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan tersebut menceritakan sebuah operasi militer sistematis pembunuhan massal, pemerkosaan, mutilasi, penyiksaan dan pembakaran. PBB menggambarkan situasinya sebagai “contoh nyata pembersihan etnis.”

Ungkap Kekerasan Etnis di Rohingya saat Pidato, Politisi Budha Myanmar Ini Ditangkap

Lee mengambil peran pemantauan hak pada tahun 2014, dan diharuskan mengunjungi Myanmar dua kali setahun untuk melapor ke Dewan Hak Asasi Manusia dan Majelis Umum PBB.

Dia bulan lalu dilarang melakukan penyelidikan.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Lee mendesak masyarakat internasional untuk membantu memecahkan masalah kamp-kamp yang penuh sesak di Bangladesh.

“Kamp konsentrasi pengungsi itu… sangat tidak manusiawi.”

Sebagai bagian dari kesepakatan repatriasi yang ditandatangani oleh dua negara tetangga Asia tersebut pada bulan November tahun lalu, pejabat Bangladesh dan Myanmar pekan lalu sepakat mengenai rencana untuk memfasilitasi kembalinya mereka yang mengungsi dalam dua tahun ke depan.

Sebanyak 1.550 pengungsi akan dikirim kembali setiap pekan, yang akan bertambah menjadi sekitar 156.000 selama periode dua tahun.

Pengungsi Rohingya: Kami Tidak Berharap untuk Kembali

Namun Lee mengatakan situasi di Myanmar tidak kondusif bagi pengungsi Muslim Rohingya untuk kembali.

“Pertama-tama, ke mana mereka akan kembali? Mereka telah kehilangan mata pencaharian mereka, mereka telah kehilangan hasil panen mereka, mereka telah kehilangan ladang mereka,” katanya kepada Al Jazeera.

“Semua beras sekarang dilaporkan dijual ke tempat lain ke negara lain. Mereka telah kehilangan rumah mereka, jadi proses pembangunan kembali akan menjadi besar, dan masyarakat ini tidak boleh hidup dalam situasi seperti kamp lainnya.”

Dia juga mendesak agar pengungsi kembali ke rumah mereka sepenuhnya dengan sukarela, dengan menekankan bahwa perlu ada “informed consent … sehingga mereka akan tahu persis apa yang akan mereka jalani kembali.”

Kirim Bantuan Langsung, PM Turki Ajak Negeri-negeri Muslim Peduli Pengungsi Rohingya

Krisis Rohingya dimulai pada bulan Agustus, ketika tentara Budha Myanmar melancarkan tindakan keras berdarah kepada warga sipil dalam menanggapi serangan balasan terhadap pos-pos perbatasan oleh kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army.

Sebagian besar minoritas Muslim, yang tinggal terutama di Negara Bagian Rakhine, tidak diakui sebagai kelompok etnis di Myanmar, meskipun telah tinggal di sana selama beberapa generasi. Kewarganegaraan mereka ditolak dan mereka dianggap tidak memiliki kewarganegaraan.

Targetkan Pertemuan Asing, 5 Mujahidin Taliban Kepung Hotel Intercontinental di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah tim yang terdiri dari beberapa pejuang Taliban menyerang Hotel Intercontinental di Kabul, Afghanistan, Sabtu (20/1/2018). pengepungan berakhir pada hari Ahad (21/1/2018), setelah lebih dari 12 jam bentrok dengan militer Afghanistan.

Laporan korban awal, termasuk yang dikeluarkan oleh pemerintah Afghanistan, mengatakan bahwa beberapa orang terbunuh. Namun, akun selanjutnya menunjukkan bahwa jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Tidak jelas berapa banyak orang yang tewas selama bentrokan, namun perkiraan terakhir menunjukkan bahwa lebih dari selusin orang, dan mungkin lebih banyak lagi, tewas akibat serangan dan baku tembak. Puluhan lainnya dievakuasi dari hotel dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan, lansir Long War Jurnal.

Taliban dengan cepat mengklaim serangan pada pertemuan asing tersebut di media sosial.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa “musuh-musuh asing dan orang asing terbunuh saat serangan syahid di Hotel Intercontinental”. Serangan, yang menargetkan sebuah pertemuan musuh tersebut, “dilakukan oleh 5 pejuang martir yang dipersenjatai dengan senjata berat / ringan “dengan memasuki hotel dan membunuh” warga asing.” Taliban mengklaim bahwa pengepungan tersebut berlangsung 14 jam, yang umumnya sesuai dengan pernyataan akun lainnya.

5 Pasukan AS dan 12 Tentara Boneka Tewas dalam Pertempuran dengan Taliban di Kunduz

Mujahid juga mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa serangan tersebut direncanakan lebih awal, namun “upacara pernikahan” menyebabkan Taliban menunda operasi tersebut. Talibanberhati-hati dengan bagaimana aksi mereka di Kabul dan tempat lain agar tidak menimbulkan korban yang bukan sasarannya. Taliban tidak ingin dinilai bahwa serangan mereka tidak pandang bulu, meskipun warga sipil juga ada yang terbunuh dalam operasinya, termasuk di Intercontinental Hotel.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan (Ministry of Interior-MOI) mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh empat pejuang yang dikirim oleh Haqqani Network, yang “mengatur” operasi tersebut. MOI juga mencatat bahwa “tempat aman” Haqqanis berada di luar Afghanistan, yang berarti Pakistan.

Meskipun pejabat Afghanistan dan Amerika sering membahas bahwa Jaringan Haqqani seolah-olah terpisah dari Taliban, Haqqanis sebenarnya merupakan bagian integral dari operasi Taliban. Siraj Haqqani, yang memimpin kelompok yang didirikan oleh ayahnya, adalah wakil pemimpin puncak Taliban. Siraj juga bersekutu dengan al Qaeda, Long War Journal.

Pada Desember 2016, Taliban merilis sebuah video yang merayakan hubungan historisnya dengan al Qaeda. Video tersebut, yang masih dipromosikan di media sosial Taliban lebih dari satu tahun setelah diluncurkan, memuat pesan dari para ulama Siraj dan Al Qaeda.

Kemenangan Taliban Meningkat, NATO Kirim 3.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan

Ibukota Afghanistan secara teratur mendapat serangan selama perang lebih dari 16 tahun. Pada pertengahan 2017, korban sipil berada di lokasi atau dekat lokasi, sepanjang masa dalam konflik tersebut, menurut Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (United Nations Assistance Mission in Afghanistan-UNAMA). Kota Kabul dan daerah sekitarnya sangat terpukul oleh “serangan martir dan serangan kompleks.”

Pada tanggal 31 Mei 2017, seorang pembom martir meledakkan sebuah bom truk besar-besaran di Kabul. Taliban telah berulang kali menolak tuduhan serangan tersebut. UNAMA menggambarkan pemboman 31 Mei itu sebagai “insiden paling mematikan” yang telah didokumentasikan “sejak tahun 2001.”

Dibantu FSA, Angkatan Darat Turki Ambil Alih 11 Posisi PYD di Suriah

AFRIN (Jurnalislam.com) – Angkatan Bersenjata Turki pada hari Ahad (21/1/2018) mengambil alih 11 posisi PYD / PKK dan menciptakan zona aman selama Operation Olive Branch (Operasi Ranting Zaitun) di wilayah Afrin di barat laut Suriah.

Menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan, tentara Turki yang didukung oleh Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) merebut desa Shankal, Qorne, Bali, Adah Manli, dan daerah dusun Kita, Kordo dan Bibno serta empat bukit lainnya.

Pada hari pertama operasi darat, yang dimulai pada dini hari Ahad, tentara Turki mengepung Afrin dari sisi utara, barat laut dan barat.

Kepada penduduk Afrin, pasukan FSA merilis sebuah video di media sosial di mana mereka dapat didengar berkata: “Anda adalah teman dan keluarga kita. Kami di sini untuk mengakhiri penganiayaan. [PYD / PKK] adalah musuh bersama kita.”

Jet Tempur Turki Hancurkan 45 Target PYD Dukungan AS

Tentara Turki dan FSA pada awalnya tidak menemui perlawanan dan pasukan oposisi menangkap beberapa milisi yang tinggal di beberapa desa di kota Rajo di Afrin.

Gelombang dan pasukan Turki menyerang beberapa posisi PYD/PKK di Afrin termasuk Malikiyah di Tal Rifaat, sebelah timur Afrin.

Kelompok-kelompok PYD, sementara itu, masih terus menargetkan warga sipil dan menyerang desa Jibrin di distrik Azaz, menewaskan dua warga sipil.

Pejuang FSA di distrik Azaz sedang bersiap untuk operasi tersebut.

Pasukan darat diperkirakan akan maju ke arah Afrin dari arah yang berbeda.

Pada hari Ahad, seorang warga negara Suriah dan sekitar 50 warga lainnya terluka dalam serangan roket lintas batas di selatan Turki, menurut gubernur Hatay.

Bangunan dan kendaraan rusak dalam serangan tersebut.

Moskow: Pentagon Persenjatai Milisi PYD dengan Senjata Canggih

Provinsi Kilis di tenggara Turki juga diserang empat roket yang diluncurkan dari Afrin.

Roket yang diluncurkan oleh anggota teroris PYD/PKK di Afrin, menabrak empat rumah di daerah Ekrem Cetin dan Baris di Kilis.

Tujuh orang, termasuk dua warga Suriah, terluka dalam serangan tersebut.

Serangan tersebut, yang juga merusak bangunan dan kendaraan, direspon oleh unit artileri Turki yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Kilis pertama kali diserang empat roket pada Ahad dini hari, di sebuah lingkungan di pusat kota dan haampir melukai seorang warga Turki.

Serangan tersebut terjadi setelah Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk memindahkan PYD/PKK dan IS dari Afrin.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta untuk melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekejaman PYD dan IS.

Hindari Pertempuran Turki vs AS, Pasukan Rusia Kabur dari Afrin

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, katanya.

Pihak militer juga mengatakan “sangat ditekankan” untuk tidak membahayakan warga sipil manapun.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 ketika pasukan rezim Assad Syiah Assad meninggalkan kota ke kelompok tersebut tanpa melakukan perlawanan.

Jet Tempur Turki Hancurkan 45 Target PYD Dukungan AS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Jet tempur Turki menghancurkan lebih dari 45 target militer PYD/PKK sebagai bagian dari Operation Olive Branch di wilayah Afrin Suriah pada hari Ahad (21/1/2018), kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa target yang dimusnahkan meliputi tempat penampungan, depot amunisi dan penempatan senjata milik kelompok teror dukungan AS, lansir Anadolu Agency.

Sebanyak 32 jet yang berpartisipasi dalam operasi kembali ke basis mereka dengan aman, tambahnya.

Turki Mulai Gempur Milisi Dukungan AS di Afrin dengan Serangan Udara dan Darat

Turki pada hari Sabtu meluncurkan Operation Olive Branch untuk mengusir kelompok teror PKK/ KCK /PYD-YPG dan IS dari Afrin.

Pada hari Sabtu, Staf Umum Turki mengatakan bahwa serangan udara mereka menghancurkan 108 sasaran kelompok teror di tujuh wilayah berbeda di Afrin.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB dan penghormatan terhadap integritas teritorial Suriah, kata Staf Umum Turki.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target militer yang dihancurkan dan “sangat ditekankan” untuk tidak membahayakan warga sipil manapun. PYD/PKK adalah cabang Suriah dari kelompok teroris PKK, yang telah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki dan UE.

Moskow: Pentagon Persenjatai Milisi PYD dengan Senjata Canggih

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Sabtu (20/1/2018) bahwa Pentagon mengambil “langkah provokatif” dengan menyediakan senjata modern bagi kelompok-kelompok yang didukung AS di Suriah, Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan mengatakan Turki meluncurkan operasi Afrin karena Pentagon memasok senjata modern kepada kelompok bersenjata PYD/YPG pimpinan AS di Suriah, dan menambahkan bahwa perilaku Amerika yang tidak bertanggung jawab di Suriah mengancam proses perdamaian di negara tersebut dan juga proses Jenewa.

Pernyataan ini juga menyoroti “langkah provokatif” yang diambil oleh Amerika Serikat merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan situasi krisis di barat laut Suriah.
AS menciptakan beberapa daerah berpenduduk Kurdi di Suriah dan mencoba mengisolasi wilayah ini, menurut pernyataan tersebut.

Erdogan: Kami Akan Basmi Milisi YPG Dukungan AS

Sebagai tambahan, Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph F. Dunford berbicara dengan rekan sejawatnya dari Rusia, Jenderal Staf Jenderal Valery Gerasimov mengenai situasi di Suriah, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pentagon pada hari Sabtu.

“Kedua pemimpin mengakui pentingnya menjaga komunikasi reguler agar tidak terjadi salah perhitungan dan untuk mempromosikan transparansi di wilayah di mana militer kita beroperasi dalam jarak dekat,” bunyi pernyataan tersebut.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Sekretaris Negara Bagian AS Rex Tillerson membahas situasi di Afrin.

Turki Mulai Gempur Milisi Dukungan AS di Afrin dengan Serangan Udara dan Darat

Menurut sebuah pernyataan yang diposting di akun Facebook resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, percakapan telepon diprakarsai oleh pihak AS.

Lavrov dan Tillerson juga membahas kemajuan proses perdamaian Suriah dan kongres dialog Nasional Suriah yang akan diadakan di Sochi pada tanggal 29-31 Januari.

Kepala dinas luar negeri sepakat untuk tetap berada dalam “kontak dekat,” kata pernyataan tersebut.

Turki telah meluncurkan sebuah operasi militer di Suriah barat laut untuk menghapuskan organisasi teroris PKK, PYD, YPG, dan untuk melindungi warga sipil di wilayah tersebut dari penindasan dan kekejaman teroris.